Vanilla, haram atau halal?

Biji Vanilla

Saya adalah orang yang sangat suka dengan es krim terutama yang rasa vanilla, bukan itu saja andaikan saya beli rootbeer, hampir pasti saya juga akan meminta float-nya yang notabene adalah es krim rasa vanilla. Namun saya agak terjekut menemukan fakta di beberapa situs (anda bisa mencarinya sendiri karena banyak sekali situs-situs yang membicarakan masalah ini) yang mengatakan bahwa ada beberapa produk vanilla yang haram.

Ok selengkapnya begini, vanilla adalah tumbuhan, sebagai tumbuhan sebenarnya vanilla adalah 100% halal, namun untuk mendapatkan esktrak vanilla tersebut, dalam prosesnya, diperlukan etanol (alkohol)! Dalam ekstrak vanilla yang berbentuk cair yang banyak digunakan untuk pembuatan kue, konsentrasi alkoholnya di produk akhir vanilla tersebut biasanya masih cukup tinggi (biasanya dapat dilihat di kemasan botolnya). Memang ada yang mengatakan bahwa dalam pembuatan kue yang menggunakan ekstrak vanilla ini, alkohol di produk akhir kue tersebut sudah praktis tidak ada, karena alkohol tersebut telah menguap pada suhu tinggi saat pembuatan kue tersebut. Namun banyak penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, bahwa di dalam kue yang menggunakan ekstrak vanilla tersebut masih terkandung alkohol yang cukup signifikan. Sedangkan untuk vanilla bubuk dikatakan ada yang pemrosesan pembuatannya melibatkan alkohol dan ada juga yang tidak.

Wah, bingung jadinya, bagaimana dengan pembuatan es krim vanilla ya? Padahal saya suka sekali dengan es krim vanilla. Hehehehe….

About these ads

2 responses to “Vanilla, haram atau halal?

  1. Saya termasuk (ngaku) ice cream addict .. ini menyusahkan kalau terbentur dengan masalah halal haram…

    Dulu pernah baca, ada toko ice cream di daerah Depok yang khusus menjual ice cream halal (semua ingridients-nya di sebut berasal dari bahan-bahan halal), padahal salah satu bahan pembuat ice cream adalah gelatin… saya jadi penasaran pengganti gelatin yang halal itu apa?

    Btw, beberapa produser ice cream sudah mendapat sertifikat halal dari MUI, termasuk ice cream vanilla merk tsb katanya halal… Kalau kita mengambil sikap sebagai jamaah MUI bagaimana Pak?
    *oportunis banget ya hehehe*

    Lantas timbul pertanyaan bagaimana MUI menentukan halal haramnya suatu product kalau ternyata masih kecolongan begini?

    *jadinya pertanyaan berbalas pertanyaan.. tidak menyelesaikan masalah.. maapgh :-) *

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Sepengetahuan saya kalau geltain tersebut berasal dari binatang yang halal, gelatin tersebut halal. Tapi kalau dari binatang yg nggak halal tentu gelatin tersebut juga menjadi nggak halal.

    Sebenarnya ya nggak apa2 ya, menjadi pengikut MUI tersebut hehehehe….. soalnya yg ‘dosa’ kan kalau misalnya makanan tersebut ternyata nggak halal adalah orang2 yg mensertifikasi makanan tersebut menjadi halal, betul nggak? Namun tentu saja kalau bisa ya dihindarkan, atau kalau misalnya tidak bisa dihindarkan (atau tergoda hehehe….) dan diyakini bahwa makanan itu halal, ya minimal mengucapkan basmallah. Bukankah begitu? :D

  2. Trims atas pengetahuannya,kebetulan sedang mencari literatur tentang ekstrak vanili halal.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s