Skala Richter

Pada dini hari, sekitar tengah malam, Kamis (9/8) kita semua telah mengetahui adanya gempa bumi di Laut Jawa sebagai epicentre-nya, Menurut salah satu surat kabar yang saya baca, gempa yang katanya berkekuatan sekitar 7 skala richter ini ternyata cukup terasa di bagian Indonesia lainnya, tidak hanya di Jawa bagian barat.

Saya, yang pada waktu itu masih dikantor, karena kesibukan yang meningkat, dan harus berada di kantor selama 48 jam, pada saat gempa terjadi kebetulan sedang tertidur di sofa di tempat ruangan aku bekerja karena keletihan. Ketika gempa mulai terasa, aku terbangun dari tidurku walaupun dalam keadaan mengantuk. Kulihat jam dindingku ternyata waktu menunjukkan pukul 00.04, kulihat pula lampu gantung yang ada di ruang kerjaku bergoyang. Karena aku masih dalam keadaan setengah mengantuk yang terfikir pertama kali dibenakku adalah hal-hal yang bodoh seperti “ini goyang karena angin atau hantu ya??”, begitu pertama kali fikiran yang terlintas dalam benakku. Tapi sesaat kemudian akupun melihat air teh yang bekas aku minum di gelas, permukaannya juga ikut bergoyang, dan aku juga melihat laptop-ku yang masih menyala dengan charger-nya karena sebelum aku tertidur aku sempat mengirim e-mail untuk seorang rekan blogger tersayang, bergetar dan beradu dengan meja kecil yang permukaannya tidak rata di mana ia diletakkan dan membuat bunyi yang meskipun tidak begitu gaduh tapi cukup membikin telingaku risih.

Sesaat kemudian ada satpam yang masuk ke ruang kerjaku untuk mengajakku keluar dari bangunan kantor, lalu sesaat kemudian pula datang rekan sekantorku yang warga negara Malaysia keturunan India, yang mengajakku untuk keluar ruangan pula. Karena melihat aku masih mengantuk si Malaysia-India ini langsung menarik tanganku sambil berkata:

“Move your arse, dear! Don’t think! Just race to the exit! Ok?” “Ayo cepat bangun! Nggak usah mikir! Lari aja ke pintu keluar! Ok?” begitu katanya. Aku yang waktu itu belum pakai sepatu langsung berlari ke luar gedung dan kulihat sudah banyak orang berkumpul sambil ribut membicarakan gempa. Tapi alhamdulillah tak lama setelah aku keluar, gempapun berhenti dan tidak ada kerusakan di gedung sama sekali.

Namun dalam postingan kali ini saya tidak ingin menceritakan tentang gempa tersebut kepada anda melainkan saya akan membahas sedikit tentang skala Richter terutama dalam membandingkan kekuatan antar dua buah gempa dalam skala Richter. Sebenarnya artikel ini pernah saya tulis dalam bahasa Inggris di sini namun tidak ada salahnya saya tuliskan lagi dalam bahasa Indonesia dengan latar belakang yang berbeda.

Skala Richter pertama kali dikembangkan oleh ahli seismografi asal Institut Teknologi California bernama Charles Richter yang dibantu koleganya Beno Guttenberg di tahun 1935. Skala Richter ini didasarkan pada pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh alat yang bernama seismograf yang paling idealnya (menurut salah seorang ahli geologi Jepang yang saya lihat di sebuah acara di stasiun TV NHK World lewat jaringan TV kabel) diletakkan sekitar 100 km atau 62 mil dari pusat gempa (epicentre). Skala Richter ini merupakan skala logaritmik, bukan skala aritmatik. Jadi misalnya ada dua buah gempa, yang satu berkekuatan 2 skala Richter, yang satu lagi berkekuatan 4 skala Richter, bagi mereka yang belum tahu mungkin akan mengira bahwa gempa yang berkekuatan 4 skala Richter ini berkekuatan 2 kali dari gempa yang berkekuatan 2 pada skala Richter. Perkiraan itu salah, pada kenyataannya gempa yang berkekuatan 4 pada skala Richter tersebut berkekuatan 100 kali dari gempa yang berkekuatan 2 pada skala Richter. Lha, dari mana angka 100 itu? Mudah saja, untuk mengerti skala logaritma tidak memerlukan keahlian matematika khusus, cukup hanya bekal ilmu matematika setingkat SMP saja. Sayapun bukan ahli matematika dan dapat mengerti dengan cukup baik skala Richter ini, anda tentu juga akan mudah untuk mengerti skala Richter ini.

Misalkan: gempa X berkekuatan 4 skala Richter, dan gempa Y berkekuatan 2 pada skala Richter, maka:

log X = 4, maka X = {10}^{4} = 10.000.

log Y = 2, maka Y = {10}^{2} = 100

maka kekuatan gempa X adalah \frac{{10}^{4}}{{10}^{2}} atau \frac{10.000}{100} = 100 kali kekuatan gempa Y.

Nah, sekarang coba kita bandingkan kekuatan gempa di perairan Sumatra 2004 yang mengakibatkan tsunami besar di berbagai negara Asia yang berkekuatan 9,2 skala Richter (menurut yang tercatat di salah satu stasiun gempa di AS) dengan gempa bumi San Francisco di Amerika Serikat tahun 1989 yang berkekuatan 7,1 pada skala Richter. Misalkan gempa di Sumatra kita singkat jadi Sm, dan gempa di San Francisco kita singkat jadi Sf.

Log Sm = 9,2, maka Sm = {10}^{9,2} = 1,58\:\times\:{10}^{9}

Log Sf = 7,1 maka Sf = {10}^{7,1} = 1,26\:\times\:{10}^{7}

Jadi kekuatan gempa Sm adalah \frac{1,58\:\times\:{10}^{9}}{1,26\:\times\:{10}^{7}} = 125,4 kali kekuatan gempa Sf.

Mudah bukan?

About these ads

17 responses to “Skala Richter

  1. iya iya… mudah aja sih hehehhe
    hmm tapi apa tingkat kerusakana juga bisa diukur pak?

  2. Terima kasih rumus-nya kang .. berguna banget.

  3. oh gitu to cara hitungnya…makasi, kang dapat ilmu baru nh :D

  4. Terimakasih Pak Yari…, saya jadi ingat lagi tentang pengukuran perbandingan gempa seperti ini (dulu pernah baca, lupa). :D

  5. luar biasa! sederhana perhitungannya tapi artikelnya sangat bermutu.

  6. Mas, itu nulis pecahan sama perpangkatan matematiknya bagaimana caranya mas? Di Surabaya gempanya nggak terasa mas!
    Kalau aku ke Bandung nanti mau saya bawakan apa mas?

  7. @almas
    wah… yang agak susah tuh menghitung klaim asuransi jikalau terjadi kerusakan akibat gempa :D

    @erander
    sama2 mas :)

    @eNPe
    sama2 juga :D

    @mathematicse
    memang kalau sudah lama, pasti akan lupa, manusiawi kok :D

    @Rendy
    terima kasih… tapi menurut saya biasa2 aja kok :D

    @abintoro1970
    pakai \LaTeX dong, nanti ta’ ajari Bin. Nggak usah repot2 dan bingung2 Bin, bawa aja semua apa yang ente bisa bawa hehehe… becanda Bin! :D

  8. bapak yang baik
    saya minta tolong, gimana ya caranya membuat seismograf sederhana yang grafiknya bisa ditampilkan di komputer. sensornya dari apa?
    trimakasih sebelumnya atas balasanya.

  9. @ oktaf

    Hmmm saya sebenarnya bukan seorang ahli seismografi ataupun geologi. Yang saya tuliskan di sini adalah cara membandingkan kekuatan dua buah gempa. Namun sepertinya jikalau anda ingin membuat seismograf sederhana dengan tampilan komputer mungkin memerlukan tambahan peripheral lagi, dan mungkin harganya tidak murah. Lagipula definisi seismograf sederhana itu apa? Sederhana dapat berarti hanya dapat mendeteksi gempa besar saja ataupun dapat berarti kurang begitu akurat. Nah jikalau ingin mendeteksi gempa yang lebih kecil atau dengan bacaan yang akurat mungkin harganya tidak begitu murah, namun selengkapnya anda bisa tanya dengan orang yang ahli geologi atau mungkin anda dapat menemukan artikelnya di Internet.
    Terima kasih atas partisipasinya. :)

  10. gimana cara menghitung kuatnya gempa bumi dengan skala richter, misalnya 7.6 pada skala ricther, nah dari mana 7.6 itu diambil.

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Ya diukur pakai alat yang namanya seismograf dong! :mrgreen:

  11. Ping-balik: Selamatkan Bumi Kita dari Hujan Asam (Acid Rain)! « Spektrum Pemikiranku

  12. Yang dimaksud kekuatan gempa di Y sekian kali kuatnya dari gempa X di atas sebaiknya diperjelas lagi. Bisa dikatakan kekutan gempa diatas identik dengan efek yang ditimbulkan oleh gempa itu sendiri. Sama halnya kita menghitung perbandingan Intensitas bunyi dalam desible, rumus ini umum berlaku.

    Pakar Gempa

    Hiks…
    R. Nasution

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Artikel ini ditujukan terutama untuk orang awam, jadi tidak dielaborasi lagi kekuatan gempa seperti apa walaupun yang dimaksudkan di sini (di artikel ini) tentu saja adalah shaking amplitude-nya. Sedangkan untuk perbandingan atau perbedaan energi yang dihasilkan adalah pangkat \frac{3}{2} dari shaking amplitude-nya. Contoh misalnya, jikalau dua buah gempa mempunyai perbedaan 1 skala Richter maka perbedaan energi yang dihasilkannya adalah (10^{1})^{\frac{3}{2}} = 31,6 kali. Sedangkan pada perbedaan 2 skala Richter perbedaan energi yang dihasilkan adalah (10^{2})^{\frac{3}{2}} = 1000 kali, dst…….

  13. saya mau tanya,,
    misalkan di jakarta terjadi gempa dan pusatnya berada di jakarta dan efeknya sampi ke ke bandung, diketahui besar skala richternya, apaka besar skala richternya akan sama dengan besar skala richter di pada pusat gempa dengan di bandung?
    mohon penjelasannya

    terimakasih

  14. wah artikelnya mantap banget mas…
    Tapi saya mau tanya ne saya kan lagi buat tugas akhir tentang sistem deteksi gempa,,,
    Gimana mengubah ke dalam skala richter jika misalnya getaran yang saya buat ( saya buat getaran sendiri mksdnya mas) sebesar 15,6 sekian…
    Terus gimana donk mas mengubah dalam skala richternya…?

    Mohon bantuannya Mas
    Trims

  15. cuman mau tanya 1 sk 2 brapa………
    makasih………

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s