Yari NK

Arsip untuk September, 2007

Embryo manusia dan seorang wartawan bego

In Agama, Pengetahuan, Serba Serbi on Minggu, 30 September 2007 at 5:00 am

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ

 ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ 

(QS 23:12-14)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.  (QS 23:12-14)

embryo manusiaAhli embryo (embryologist) terkenal asal Canada yang pernah menjadi ketua persatuan ahli embryo se-Canada, Prof. Keith L. Moore (yang infonya dapat anda cari dengan mudah lewat Google) pernah menulis tentang embriologi klinis, dan ketika ia merepresentasikan bukunya di Toronto, Canada, ia cukup membuat banyak berita di halaman depan koran-koran di Canada di tahun 1990an. Ia mengatakan bahwa beberapa tahap perkembangan embryonik yang dinarasikan di dalam Al-Qurân baru diketahui dan difahami sekitar 30 tahun yang lalu! Dan hal ini diberitakan di beberapa koran terkemuka di Canada. Bahkan seorang wartawan yang bego, eh salah, maksud saya yang lumayan pinter (podho wae!), sempat bertanya kepada profesor Moore “Apakah mungkin orang-orang Arab ini, walaupun mereka bukan ilmuwan, sudah mengetahui hal ini karena mereka melakukan ‘hal yang biadab’ dengan membelah perut wanita-wanita hamil sehinga mereka mengetahui perkembangan embryo di dalamnya??” Sang profesor menjawab bahwa si wartawan lupa bahwa tahap-tahap perkembangan embryonik yang digambarkan dalam Al-Qurân dan juga gambar-gambar sang profesor yang dipresentasikannya,  semuanya hanya bisa diamati lewat mikroskop, alias tahap-tahap perkembangan embryonik yang masih mikroskopis! “Jadi….” begitu kata sang profesor melanjutkan, “Tidak penting apakah seseorang telah mengetahui hal ini 30 tahun yang lalu atau 1400 tahun yang lalu (pada saat Al-Qurân turun), namun yang jelas mereka tidak bisa melihatnya tanpa mikroskop!”

Seluruh deskripsi di dalam Al-Qurân mengenai perkembangan embryo di dalam tubuh manusia masih terlalu kecil untuk diamati lewat mata telanjang, dan memerlukan mikroskop untuk melihatnya. Karena alat tersebut baru diketemukan beberapa ratus tahun yang lalu, seterusnya Prof. Moore sempat bercanda: “Mungkin seseorang 1400 tahun yang lalu, diam-diam telah mempunyai mikroskop dan melakukan riset ini dengan seksama dan teliti sekali. Lalu ia memberitahukannya kepada (Nabi) Muhammad yang kemudian dituliskannya ke dalam Al-Qurân. Lalu ia menghancurkan peralatan mikroskopnya itu dan menjaga kerahasiannya!, Nah anda percaya dengan penjelasan itu?” katanya setengah bercanda. “Lalu, bagaimana informasi ini dapat ada di dalam Al-Qurân”? Begitu tanya sang wartawan masih penasaran. “Mungkin informasi di dalam Qurân tersebut memang diturunkan secara ilahi (divinely revealed)” jawab Prof. Moore, kalem tapi mantab!

________________________________________________ 

Tulisan ini diambil dari fotokopian stensilan berbahasa Inggris yang merupakan artikel Muhammad Anisur Rahman, seorang ahli Fisika asal Bangladesh, seorang Ph.D. bidang fisika terapan lulusan Universitas Nasional Singapura. Anda mungkin dapat menemukan informasi ini lebih lengkap lewat Google dengan mengetikkan: Keith L. Moore, atau Keith L. Moore Koran, dan lain-lain, melalui Google ini banyak pro dan kontra mengenai ayat-ayat Qurân di atas. Bagi mereka yang kontra, pendek kata mereka mengatakan bahwa ayat-ayat dalam Al-Qurân tersebut, meniru atau ‘mengkopi’ tulisan dokter Yunani kuno yang bernama Galen di tahun 150 Masehi. Dan masih menurut mereka yang kontra, ternyata menurut ilmu embryologi modern,  Galen dan juga ayat-ayat Al-Qurân di atas ternyata dinyatakan kurang tepat! (Untuk lebih jelasnya anda bisa mengklik situs mereka yang kontra yang linknya saya berikan di atas) Nah, bagaimana menurut anda? Apakah ayat-ayat Al-Qurân tersebut memang kurang tepat menurut sains modern? Ataukah penafsiran kita tentang Al-Qurân yang kurang tepat?  Atau bisa jadi pengetahuan kita mengenai embryologi walaupun dikatakan sekarang telah maju tetapi belum dapat dengan sempurna memahami proses perkembangan embryo secara 100% sehingga kemungkinan ilmu embryologi di awal abad ke-21 sekarang yang masih belum tepat? Atau anda punya pendapat yang lain? Hmmmm… bagaimana ya?

جهاد, seperti apa ya?

In Agama, Serba Serbi on Kamis, 27 September 2007 at 6:34 am
جهاد Jihad

Bagi kebanyakan orang-orang yang tidak mengerti jihad terutama orang-orang barat, jihad selalu diidentikan dengan kekerasan, peperangan, pembalasan dendam, pertumpahan darah, dan lain-lain. Itu bisa dimaklumi karena banyak media massa baik di Indonesia maupun (apalagi) di dunia barat, jihad memang diinformasikan sebagai perang suci (holy war) secara tidak berimbang. Walaupun penggambaran tersebut tidak sepenuhnya salah, namun sebenarnya terdapat banyak bermacam-macam jihad, dan jihad dengan cara berperang hanyalah salah satu di antaranya. Bahkan dalam jihad berperangpun terdapat beberapa peraturan yang wajib diperhatikan dan tidak boleh asal membunuh membabi-buta.

Jihad secara harfiah sebenarnya berarti adalah “berusaha keras” (to strive). Atau arti secara meluasnya adalah seseorang harus berusaha keras dengan ikhlas untuk membimbing orang ke jalan yang benar di jalan Allah swt melalui cara yang digariskan dan diridhai oleh Allah swt dan tidak boleh sembarangan. Dahulu tugas mulia ini dibebankan oleh nabi-nabi dan rasul-rasul yang diturunkan oleh Allah swt. Para nabi tersebut dahulu benar-benar diuji dalam menyebarkan siar Allah swt dan tak jarang keselamatan jiwa para nabi tersebut terancam yang benar-benar membuat para nabi dan rasul harus berjihad (berusaha keras) untuk menyiarkan kebenaran. Namun setelah rasul terakhir (Nabi Muhammad saw), tugas mulia jihad ini kini dibebankan kepada orang-orang beriman atau kaum Muslimin yang wajib menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini.

Seperti yang telah disebutkan jihad bukan saja dalam bentuk peperangan, perbuatan apapun di jalan Allah yang dapat menegakkan ajaran Allah atau membawa agama Islam menuju kejayaan, dapat pula disebut jihad. Jihad dapat berupa:

  • Jihad dengan hati (jihad bin qalb). Jihad di dalam hati yaitu menentang segala bentuk kebathilan (di dalam hati) melalui konsep tauhid.
  • Jihad dengan kata-kata (jihad bil lisan). Jihad menentang kebathilan lewat khutbah dan da’wah.
  • Jihad dengan pena dan ilmu (jihad bil qalam/lim). Yaitu jihad menentang kebathilan dengan mempelajari agama Islam, melalui ijtihad, dan juga mempelajari ilmu-ilmu sains yang membawa kejayaan Islam.
  • Jihad dengan tangan (jihad bil yad). Jihad ini banyak macamnya, termasuk dalam jihad ini adalah berjihad dengan harta, memelihara orang-orang tua, cacad, dll. Atau dapat juga melakukan aktivitas politik YANG BERSIH guna menegakkan ajaran Islam.
  • Jihad dengan pedang/senjata (jihad bis saif), yang ini jihad melalui perang suci untuk membela saudara-saudara seiman (yang satu ini tentu ada persyaratan-persyaratannya yang akan diuraikan belakangan).

Namun ada juga yang mengklasifikasikan jihad dengan melihat ‘lawan’ yang dihadapi. Lawan-lawan tersebut adalah: hawa nafsu, Shaitan, dan juga kaum munafiqin dan musyrikin yang ‘memerangi’ kaum muslimin. Namun apapun jihad yang dilakukan ada dua persyaratan utama yang harus diperhatikan dalam berjihad:

Pertama. Perbuatan jihad yang akan dilakukan TIDAK BOLEH termotivasi oleh masalah-masalah pribadi, kebangsaan, politik, keserakahan, kekuasaan ataupun permusuhan turun-temurun. Perbuatan jihad harus dilaksanakan untuk menjayakan nama dan ajaran Allah swt semata-mata.

Kedua. Peraturan-peraturan jihad harus diperhatikan secara hati-hati dan terus menerus, juga pelaksanaannya di lapangan. Karena jikalau kekuatan jihad telah melenceng dari niat menegakkan ajaran Allah, maka tentu saja nilai jihad yang dilakukan akan gugur.

Khusus untuk jihad yang berkenaan dengan perang senjata, ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh kaum Muslimin yang berperang karena ada lumayan banyak saya ambil beberapa saja:

- Jihad dengan senjata hanya diperuntukkan untuk membela keimanan kaum muslimin yang diserang oleh kekerasan senjata, namun senjata tidak boleh digunakkan untuk memaksakan agama kita (Islam) kepada orang lain, karena paksaan dalam beragama tidak dibenarkan. Juga di tengah peperangan andaikan musuh menginginkan gencatan senjata maka perang harus dihentikan. Ada beberapa ayat Al-Qurân yang mendukung point ini:

Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: Rabb kami hanyalah Allah. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS 22:39-40)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi Pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mumim. (QS 8:61-62)

Juga dalam perang jihad umat Muslim juga dilarang untuk memerangi pihak-pihak yang lemah atau tidak agresif dan juga mereka yang membayar jizya atau semacam pajak sebagai tanda  penyerahan diri kepada kaum Muslimin atau pemerintahan Muslim. Orang-orang non-Muslim yang membayar jizya tidak boleh diperangi atau dibunuh. Ada beberapa kelompok orang dari kaum non-Muslimin yang dibebaskan membayar jizya tetapi tetap tidak boleh diperangi atau dibunuh. Mereka itu adalah: para wanita, pria yang belum dewasa, orang-orang tua yang lemah, orang-orang sakit yang tak berdaya, Kaum non-Muslim yang tengah berada di dinas kemiliteran kaum Muslim, para pendeta dan rohaniawan, para budak yang tengah mencari kebebasan, dan juga orang-orang buta dan lumpuh.

 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS 9:29)

Juga dalam hadits Bukhâri disebutkan bahwa penggunaan pedang (senjata) untuk kekerasan menjadi terlarang ketika pertikaian berhenti. Dan semua orang bebas untuk memeluk agamanya yang ia inginkan. Kita kaum Muslimin harus menunjukkan respek dan keramahan terhadap mereka yang tidak ingin berperang dengan kita. Adalah sama sekali tidak dibenarkan bagi kaum Muslimin untuk membunuh mereka yang non-Muslim tanpa alasan yang benar dan adil.

Sebenarnya masih lumayan banyak hal-hal yang harus diperhatikan dalam berjihad dengan senjata ini yang tidak akan cukup ditulis dalam satu artikel ini. Di sini saya hanya menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya adalah agama perdamaian yang bahkan kalau berjihad dengan senjatapun banyak hal-hal yang harus dipatuhi dan dihormati, dan jihad Islampun tidak sekejam apa yang banyak digambarkan oleh media barat, walaupun harus diakui juga banyak kaum Muslimin yang tidak mentaati aturan-aturan berjihad yang sudah digariskan sehingga sedikit banyak mencoreng kemurnian jihad.

Nah, sebagai penutup dalam postingan ini, saya akan sedikit memberikan opini saya mengenai fenomena jihad belakangan ini di negeri ini terutama yang berkaitan dengan konflik di luar negeri terutama di Irak beberapa waktu yang lalu.
Saya pribadi berpendapat bahwa perang di Irak adalah bukan perang agama. Perang tersebut merupakan perang politik yang berbau keserakahan! Di satu fihak AS dengan George Bushnya dengan dalih menemukan Weapons of Mass Destruction (WMD) atau senjata pemusnah massal yang ternyata setelah diubeg-ubeg ternyata tidak ada padahal mungkin ingin menguasai minyak Irak, di pihak lain Saddam Hussein ingin mempertahankan kekuasaannya dengan cara-cara diktatorial dan tidak demokratis, dan terus menerus ingin “melenyapkan” bangsa Kurdi yang notabene adalah saudara seimannya juga walaupun dengan alasan bangsa Kurdi menginginkan negeri sendiri. (Mungkin si Saddam juga lupa bahwa negara Irak juga berdiri berkat mandat dari kerajaan Inggris tahun 1932, sebelumnya negara Irak tidak pernah ada dalam peta dunia, karena negeri ini sebenarnya merupakan bagian dari Persia sebelum dicaplok oleh kerajaan Ottoman tahun 1535 hingga akhir Perang Dunia I tahun 1918, dan setelah itu menjadi mandat Inggris hingga tahun 1932).
Nah, di sini kita bisa melihat bahwa perang di Irak bukanlah perang mempertahankan agama Allah, tetapi perang mempertahankan kursi kekuasaan Saddam Hussein di pihak Irak. Walaupun mungkin ada yang berpendapat bahwa kita harus membela saudara-saudara Muslim kita yang diserang, bagaimanapun juga, ya itu sah-sah saja masalah opini/selera pribadi. Tetapi ya, sebaiknya kalau yakin bahwa itu perang jihad, silahkan langsung aja berangkat! Tidak usah banyak berkoar-koar di dalam negeri yang bikin berisik aja. Kalau mau berkoar-koar “Jihad!!” nanti kalau sudah di medan perang boleh berkoar keras-keras! Mendingan di sininya diam tetapi di sananya beraksi dengan gagah berani, dibandingkan hanya berkoar-koar “Jihad!” saja tapi sampai di sana hatinya ciut atau malah nggak jadi berangkat! Jadi yang ingin berjihad silahkan saja tetapi asal jangan banyak omong saja! Menurut saya lebih bagus berjihad dengan cara lain, yang tidak konyol, dan tidak harus terjun ke medan pertempuran.
Di sini saya hanya berpendapat bahwa segala sesuatu harus difikirkan dengan arif, kepala dingin dan sudut netral. Toh, “kemenangan” AS atas Saddam Hussein kalau difikir-fikir juga kehendak Allah juga! Kenapa? Simpel saja! Karena semua kejadian di muka bumi ini  tidak ada yang terlepas dari kehendakNya! Atau mungkin kekalahan ini juga merupakan “sinyal” dari Allah swt agar ummat Islam lebih ber-iqra’ lagi, ber-iqra’ dalam arti kata seluas-luasnya demi kejayaan ummat Islam sendiri.

Tuhan di mana ya???

In Agama, Serba Serbi on Sabtu, 22 September 2007 at 5:00 am

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ 

(QS:50-16)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (QS 50:16) 

Saya menyukai film “Contact” yang dibintangi oleh Jodie Foster, yang posternya saya tampilkan di gambar samping teks ini. Film ini bercerita tentang seorang ilmuwan wanita (diperankan oleh Jodie Foster) yang menurut banyak koleganya “menyia-nyiakan” waktunya dengan bekerja sebagai ”pencari sinyal” dari makhluk angkasa luar dalam sebuah proyek, yang bahkan banyak para koleganya yang berkata itu adalah proyek yang bodoh dan sia-sia. Dalam film ini diceritakan pula setelah ia berhasil mendapatkan sinyal dari luar angkasa dari spesies makhluk cerdas di luar angkasa berupa kode-kode cara pembangunan pesawat ruang angkasa canggih, akhirnya banyak pihak-pihak yang secara tak etis berusaha untuk mengambil alih proyeknya. Tapi bukan itu yang paling menarik dari kisah ini, yang paling menarik adalah ilmuwan wanita ini dikisahkan tumbuh sebagai seorang atheis dengan alasan sebagai ilmuwan ia sangat terbiasa dengan kata-kata “bukti dan observasi” yang selalu tidak pernah ia dapatkan jika ia ingin mengetahui Tuhan. Namun, setelah ia berangkat dengan pesawat ruang angkasanya (yang ternyata adalah sebuah pesawat transdimensional) dari Hokkaido, Jepang dan ia tidak bisa membawa bukti apapun setelah ia pulang kembali (ia mendokumentasikan seluruh perjalanannya yang singkat ke luar angkasa dengan kamera videonya, namun kamera video itu entah kenapa ternyata tidak dapat digunakan selama di perjalanan antardimensi tersebut sehingga ia tidak membawa dokumentasi apapun! ), ia “diinterogasi” oleh dewan yang mewakili banyak fihak mulai dari masyarakat ilmiah hingga fihak wakil-wakil internasional yang telah mendanai milyaran dollar perjalanan itu. Si ilmuwan wanita ini berusaha meyakinkan bahwa perjalanan angkasa itu benar-benar terjadi walaupun ia tidak dapat menunjukkan buktiknya. Ia meyakinkan dewan bahwa sebagai ilmuwan ia tidak bohong dan mengatakan bahwa perjalanan itu benar-benar terjadi. Maklum, banyak orang yang tidak percaya kepadanya karena perjalanan angkasa itu hanya berlangsung beberapa detik saja menurut waktu Bumi, meskipun menurut waktu si ilmuwan wanita dalam pesawat perjalanan berlangsung selama 18 jam. Namun dewan tetap tidak percaya bahkan ada yang menuduhnya pembohong dan tidak konsisten sebagai ilmuwan, nah ini dia menariknya, salah seorang dewan itu mengatakan bahwa bagaimana mungkin seorang ilmuwan seperti dia yang katanya tidak percaya kepada Tuhan karena tidak ada bukti namun kini ia berusaha meyakinkan dewan atas perjalanannya yang juga tidak ada bukti???

“Contact” memanglah bukan film agama, dan bukanlah pula menceritakan tetang satu agama tertentu apalagi tentang agama Islam. Film ini hanya mengisahkan tentang seorang ilmuwan yang nalurinya selalu ingin mencari yang baru untuk disumbangkan kepada umat manusia walaupun kerap kali hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Namun toh film ini telah memberikan inspirasi tanpa harus menggurui kepada banyak penontonnya terutama saya dalam meyakini keberadaan Allah. Seperti dikisahkan dalam film ini yang banyak terjadi juga di dunia nyata pada orang-orang atheis yang tidak percaya akan keberadaan Allah (Tuhan), namun bodohnya dan anehnya mereka percaya kepada keberadaan aliens atau makhluk angkasa luar padahal merekapun juga belum pernah melihat aliens! Jadi apa bedanya?? Apakah itu karena kata Tuhan udah ada sejak dari dulu sehingga dirasakan merupakan bagian dari kepercayaan kuno yang kini dibilang ‘usang’ dan ‘ketinggalan zaman’? Sedangkan aliens terlihat lebih ‘keren’ karena mereka digambarkan di film-film datang dengan pesawat angkasa dan senjata laser, anti-materi, ataupun whatever yang canggih, yang ‘cocok’ dengan kondisi modern sekarang ini? Kalau hanya dilandasi opini seperti itu, sungguh sesuatu yang naif. Saya dulu di mIRC pernah setengah berdebat dengan seorang atheis dari Jerman, ia mengatakan bahwa keberadaan Bumi, matahari dan seluruh alam semesta ini bukanlah bukti keberadaan Tuhan, namun karena ia mempercayai keberadaan aliens berdasarkan ‘logika’nya, saya balik bertanya, mana kalau begitu bukti kongkrit keberadaan aliens? Dia bilang bahwa sudah cukup banyak orang/saksi yang menyaksikan penampakan pesawat luar angkasa aliens tersebut! Saya hanya tertawa dalam hati dan malas meneruskan ‘perdebatan’, saya fikir bukti seperti itu jauh lebih buruk dibandingkan bukti alam semesta ini sebagai bukti keberadaan Allah (Tuhan). Apalagi selama ini, saksi-saksi tersebut selalu tidak bisa dikonfirmasikan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kesaksiannya, sungguh sesuatu yang menggelikan! Ternyata orang Jerman ada juga yang bloon ya! Namun orang Indonesia ada juga yang lebih bloon lagi yang lebih percaya kuntilanak,  gendruwo ataupun mbah Jambrong dibandingkan Allah atau Tuhan.

Lima ratus tahun yang lalu, sebelum ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek menemukan mikroskop, manusia tidak dapat melihat jazad-jazad renik ataupun makhluk-makhluk mikroskopik, namun tidak bisa melihat belum berarti tidak ada bukan? Bahkan di zaman modern ini masih banyak benda-benda yang belum bisa dilihat manusia karena kecilnya ataupun jauhnya. Sub-sub partikel yang lebih kecil dari atom seperti quark, muon ataupun gluon secara fisik belum dapat dilihat oleh manusia karena kecilnya, juga planet-planet di luar tata surya kita yang letaknya sangat jauh juga belum dapat dilihat secara fisik dan nyata, keberadaan planet-planet tersebut baru hanya bisa dideteksi keberadaannya lewat observasi sinar bintang di dekatnya. Namun tidak bisa dilihat secara fisik bukan berarti tidak ada bukan? Juga gelombang elektromagnetis yang panjang gelombangnya lebih panjang dari infra-merah ataupun yang lebih pendek daripada ultraviolet, seperti gelombang radio, televisi, komunikasi selular dan sebagainya yang tidak bisa dilihat dengan mata ataupun dirasakan dengan panca indra lainnya, namun toh semuanya itu ada dan nyata! Nah, jikalau teknologi manusia saat ini belum bisa melihat subpartikel ataupun planet yang jauh yang merupakan ciptaan Allah juga, apalagi kita mau melihat Sang Penciptanya yang Maha Agung dengan teknologi kita yang masih ‘primitif’ ini! Tapi yang jelas, kita harus percaya bahwa Allah itu ada seperti ayat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw di atas, bahwasannya Allah dapat berada dimana-mana (omnipresent), bahkan keberadaan Allah swt dapat lebih dekat dari urat nadi kita sendiri!

Jadwal Ramadhan di Kota-Kota Besar Dunia

In Serba Serbi on Kamis, 20 September 2007 at 6:40 am

solar path in the sky

(Chart courtesy of http://www.ummah.net)

Berhubung karena saya masih mencari topik-topik keagamaan yang cocok buat ditampilkan di blog saya selama bulan Ramadhan ini, maka untuk sementara waktu saya akan memposting postingan iseng ini. Postingan iseng ini berupa jadwal Ramadhan di beberapa kota besar di dunia, jadi bagi yang belum pernah/jarang naar het buitenland gaan, bisa mengira-ngira waktu sahur dan waktu buka di negeri-negeri orang. Namun karena Ramadhan tahun ini kebetulan dekat dengan autumnal equinox yaitu dimulainya musim gugur secara astronomis, maka lamanya berpuasa di berbagai tempat di bumi ini hampir seragam. Untuk itu saya juga akan menampilkan jadwal waktu-waktu Ramadhan di beberapa kota besar dunia andaikan terjadi di dekat waktu-waktu summer solstice di bulan Juni ataupun winter solstice di bulan Desember, agar kita mengetahui seberapa besar variasi lamanya berpuasa di berbagai tempat di Bumi, terutama untuk kota-kota di dunia yang berlintang tinggi. Penentuan jadwal Ramadhan ini tentu sangat erat dengan penentuan waktu shalat, untuk itu saya akan mereviu sedikit tentang bagaimana penentuan masuknya waktu-waktu sholat. Untuk itu saya uraikan sedikit cara penentuan waktu-waktu sholat:

Shubuh (Fajr): Seperti gambar di atas, Shubuh dimulai pada saat fajar pertama mulai terlihat di cakrawala, hal ini terjadi pada saat matahari berada di posisi twilight begins pada diagram di atas, biasanya saat fajar dimulai pada saat matahari berada 15o sampai 18o di bawah cakrawala atau horizon, dan Shubuh berakhir pada saat piringan matahari mulai terlihat di cakrawala yaitu di posisi sunrise pada diagram di atas.

Zuhr : Zuhr (Zuhur) dimulai pada tengah hari, yaitu pada saat matahari berada di titik tertinggi atau titik zenith, yaitu di posisi mid-day pada diagram di atas. Ada ulama yang mengatakan bahwa pada saat matahari tepat berada pada titik tertinggi kita haram melakukan sholat, untuk itu kita harus menunggu 3 menit setelah tengah hari agar piringan matahari benar-benar meninggalkan titik zenith.

Catatan: Tengah hari secara astronomis TIDAK HARUS PERSIS dengan pukul 12 siang!

Asr (Asar) : Asar ada 2 metode, yaitu metode Shafi dan metode Hanafi. Pada metode Shafi Asar dimulai pada saat panjang bayangan benda mempunyai panjang 1 kali bayangan benda tersebut ditambah panjang bayangan pada saat waktu tengah hari. Sedangkan menurut metode Hanafi, Asar dimulai pada saat panjang bayangan benda mempunyai panjang 2 kali bayangan benda tersebut ditambah panjang bayangan pada saat waktu tengah hari. Di Indonesia dipakai metode Shafi sedangkan metode Hanafi banyak dipakai di daerah-daerah yang berlintang tinggi.

Maghrib: Dimulai pada saat piringan matahari terbenam di bawah cakrawala, dalam diagram di atas terletak di posisi Sunset, waktu maghrib berakhir pada saat cahaya senja benar-benar telah hilang dari cakrawala atau pada diagram di atas terletak pada posisi Twilight Ends.

Isha: Isha dimulai pada saat cahaya senja telah hilang sama sekali di ufuk cakrawala atau di posisi Twilight Ends, sedangkan waktu shalat Isha berakhir adalah pada saat cahaya Fajar pertama muncul di cakrawala atau di posisi Twilight Begins. Seperti halnya Twilight Begins, posisi matahari pada Twilight Ends juga berada pada saat matahari berada 15o hingga 18o di bawah cakrawala.

Nah, sebagai penutup saya akan sajikan jadwal Ramadhan untuk hari diterbitkannya postingan ini (20 September), serta pada saat winter (22 Desember) dan summer solstice (22 Juni) untuk beberapa kota besar di dunia, nah bandingkan sendiri panjangnya hari dan malam untuk beberapa kota tersebut! Jadwal Ramadhan yang saya berikan hanyalah waktu Shubuh dan Maghrib saja untuk menghemat tempat, dan perlu dicatat bahwa jadwal ini bukanlah resmi, jadwal resmi mungkin bisa berbeda hingga beberapa menit. Kalkulasi menggunakan freeware PrayerMinder yang diinstal di Palm LifeDrive saya.

Kota-kota yang merah adalah kota-kota sub-tropis selatan: Sydney, Australia dan Auckland, Selandia Baru. Yang biru adalah kota-kota sub-tropis utara, sedangkan yang hitam (Singapura dan Mekah) adalah kota-kota yang secara geografis terletak di daerah tropis. Kita melihat di bulan Juni (musim panas), belahan bumi utara mengalami siang hari yang panjang, sebaliknya di belahan bumi selatan, siang hari agak pendek. Sedangkan di bulan Desember kebalikannya, belahan bumi selatan yang mengalami siang hari yang panjang, sedangkan belahan bumi utara mengalami siang hari yang agak pendek. Waktu-waktu di tabel bawah, sudah disesuaikan sesuai Daylight Savings Time (DST) untuk waktu musim panas di masing-masing kota kecuali untuk Tokyo, Mekah dan Singapura yang tidak mengenal DST.

Kota Fajr (22 Jun) Maghrib (22 Jun) Fajr (22 Des) Maghrib (22 Des) Fajr (20 Sep) Maghrib (20 Sep)
Auckland 06.00 17.12 04.05 20.40 04.49 18.15
London 03.39 21.21 05.59 15.53 05.01 19.07
Los Angeles 03.57 20.12 05.24 16.52 05.14 18.59
Makkah 04.13 19.05 05.34 17.43 04.54 18.20
Moscow 03.49 22.18 06.36 15.57 05.29 19.39
New York 03.18 20.30 05.37 16.31 05.07 18.59
Paris 04.39 21.57 06.44 16.55 05.52 19.57
Singapore 05.45 19.12 05.46 19.03 05.46 19.02
Sydney 05.30 16.53 03.56 20.05 04.26 17.48
Tokyo 02.36 18.59 05.15 16.30 04.00 17.43

Hubungan Agama dan Sains yang Saya Ketahui

In Agama, Kehidupan, Pengetahuan, Serba Serbi on Selasa, 18 September 2007 at 6:57 am

molekul airmolekul Airsistem tata suryasel eukariotik

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَاداً لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَداً  (QS:18-109)

Katakanlah:”Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).  (QS 18:109)

(La police arabique c’est grâce à http://islamfrance.free.fr)

Pada waktu saya sekolah dulu, terutama waktu saya SMA, yang namanya pelajaran Agama tuh paling bikin saya mengantuk. Apalagi kalau sudah membicarakan masalah akhlak dan budi pekerti, bukannya berarti akhlak saya sudah baik sehingga membikin saya bosan, bukan, bukan begitu, tetapi kok membicarakan akhlak dan budi pekerti di dalam pelajaran Agama (Islam) yang saya ikuti rasanya begitu-begitu saja, dari zaman kuda gigit besi (rumus kimia: Fe) dulu hingga zaman robot gigit polyethylene (rumus kimia (C2H4)n) sekarang! Namun pandangan saya terhadap agama (Islam) banyak berubah, terutama setelah saya  membaca buku-bukunya Harun Yahya yang sedikit banyak membuka mata saya, bahwa agama bukanlah hal yang itu-itu melulu, seperti yang diajarkan guru-guru agama saya dulu (jangan salah lho! Tidak ada yang salah dengan pelajaran guru-guru agama saya waktu itu, hanya untuk sebagian orang termasuk saya kok rasa-rasanya agak membosankan begitu.). Ternyata sebenarnya agama dan sains sangatlah dekat (bukan dipaksakan didekat-dekatkan!), tetapi inilah kesimpulan seorang amatiran seperti saya mengenai hubungan antara agama dan sains!

Begini….. sebagai ummat Islam tentu kita semua mempercayai bahwa kitab suci Al-Qurân adalah diturunkan oleh Allah swt. Namun sadarkah kita bahwa sainspun diturunkan dan diciptakan oleh Allah swt juga? Contoh sederhana….., tentu semua anda mengetahui bahwa konstanta π (Pi = rasio antara keliling lingkaran dan diameternya) adalah 3,14159. Sekarang kenapa π sebesar 3,14159? Jawabannya, tentu karena Allah telah menentukan dan menciptakannya demikian! Manusia hanya menemukannya dan menciptakan simbolnya berupa π, yaitu simbol untuk rasio keliling lingkaran dengan diameternya! Itu saja! Begitupula dengan rumus relativitas Einstein yang terkenal yaitu e=mc2, andaikan rumus itu valid dan telah teruji kebenarannya secara ilmiah, tentu saja rumus itu yang menetapkan adalah Allah swt, sementara Einstein hanya menemukannya saja, dan manusia hanya menciptakan simbol-simbolnya saja, seperti m untuk massa benda dan c untuk kecepatan cahaya, dan lain-lain. Tentu itu juga berlaku untuk rumus-rumus matematika, fisika, ataupun kimia yang lain, semua itu adalah ciptaan Allah swt (juga ilmu Biologi tentu saja), manusia hanya menemukan dan mempelajarinya saja. Rumus-rumus tersebut tentu dapat digunakan oleh manusia untuk menjawab tantangan-tantangan alam dengan cara memahami fenomena alam dan mekanisme-mekanismenya dan juga untuk membuat peralatan-peralatan mulai dari yang sederhana sampai yang sangat canggih. Hal ini tentu saja berguna bagi manusia untuk mengambil keuntungan-keuntungan yang disediakan oleh alam (seperti misalnya penggalian minyak bumi, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai) yang tentu saja memerlukan teknologi canggih, dan teknologi canggih itu pasti berdasarkan hukum-hukum alam dan rumus-rumus fisika atau matematika yang diciptakan oleh Allah swt.

Di sini tentu saja sains yang saya maksudkan, yang ciptaan Allah swt adalah ilmu-ilmu alam. Saya tidak tahu apakah ilmu-ilmu sosial seperti ilmu hukum, ekonomi, manajemen, sosiologi, dan lain-lain adalah ilmu ciptaan Allah atau manusia, ketika saya bertanya kepada teman saya yang sarjana sosial, dia menjawab ilmu-ilmu itu juga buatan Allah, karena walaupun ilmu itu dari manusia, tetapi manusia adalah ciptaan Allah juga, maka ilmu-ilmu tersebut, mau nggak mau juga ilmu buatan Allah. Hmmm… nggak tahu deh…. menurut saya sih jawabannya agak sedikit maksa, tetapi yang jelas menurut saya ilmu yang langsung dari Allah (ilmu-ilmu alam) ciri-cirinya adalah sangat sulit dimanipulasi oleh manusia, sedangkan ilmu-ilmu yang buatan atau dari manusia sangat mudah dimanipulasi. Ambil saja contoh ilmu Hukum, lihat aja tuh ilmu sepertinya gampang sekali dimanipulasi atau dibengkokan ke sana ke mari atau diubah-ubah seenak udelé dhewe, apalagi ilmu politik! Sejarahpun dapat dipelintir seenaknya! Coba rumus fisika, tentu akan sulit dimanipulasi jikalau rumus itu sudah terbukti benar secara ilmiah. Moso, rumus e=mc2 diganti seenaknya jadi e=mc3 atau e=m2c, ya tentu saja akan menjadi berantakan! Begitupula dengan π, mana bisa diganti-ganti dari 3,14159 seenaknya menjadi 1,2345 biar gampang ingatnya atau biar gampang ngitungnya ubah aja jadi 1! Ya nggak mungkin lah! :D Jadi apakah sekarang ilmu-ilmu sosial derajadnya lebih ‘rendah’ daripada ilmu-ilmu alam? Ya, saya nggak bilang begitu! Bagaimanapun juga semua ilmu sangat berharga untuk dipelajari, juga ilmu-ilmu sosial minimal untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi yang jelas, yang saya perhatikan, seseorang yang sarjana ilmu-ilmu alam atau keteknikan lebih mudah menguasai ilmu-ilmu sosial daripada sebaliknya. Yah, sayapun yang bukan sarjana ilmu-ilmu alam ataupun engineering juga berbesar hati mengatakan demikian. Mungkin dari rekan-rekan ada yang mempunyai pendapat yang berbeda, apakah ilmu-ilmu sosial adalah buatan Allah juga atau buatan manusia?

Nah, sekarang kita kembali lagi ke masalah sains di atas! Saya pribadi dengan mempelajari sains (meskipun belajarnya nggak canggih2 amat) atau paling sedikit membaca artikel-artikelnya, sangat membantu untuk mempercayai keberadaanNya. Dahulu di kelas-kelas pelajaran agama, saya sering diberitahu tentang bukti-bukti keberadaan Allah swt seperti penciptaan manusia dan seluruh alam ini dikatakan pasti ada yang mencipta dan tidak mungkin terjadi dengan begitu saja. Meskipun saya berusaha untuk mempercayainya, namun toh dalam hati kecil saya tetap bertanya-tanya “kenapa manusia dan seluruh alam ini harus ada yang menciptakan?” Ya, itu karena dulu saya belum memahami bagaimana canggihnya ciptaan Allah itu. Contoh paling sederhana adalah sebutir telur yang terlihat sangat sederhana! Tidak sadarkah kita bahwa telur itu sebenarnya jauh lebih canggih dibandingkan peralatan teknologi yang pernah dibuat manusia sekarang seperti mobil, komputer, dan lain-lain? Mungkin andaikan tanpa bantuan “pantat ayam” (pinjam istilahnya Gus Dur! :D ) manusia pasti akan sangat kesulitan untuk membuat telur! Andaikan telur mungkin bisa dihasilkan di pabrik-pabrik secara artifisial, harganya bisa melambung melebihi sebuah mobil Mercedes, karena memang jelas membuat telur “tanpa bantuan pantat ayam” memerlukan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan membuat mobil Mercedes. Jadi kita harus berterimakasih kepada Allah yang telah menciptakan ayam sebagai pabrik telur yang ekonomis! :D Nah, kalau kita percaya bahwa mobil Mercedes yang “primitif” harus ada yang menciptakan, maka adalah sebuah kebodohan bahwa sesuatu yang lebih canggih seperti telur (yang berasal dari ayam) dikatakan tidak ada yang menciptakan. Apalagi kalau kita bicara tentang tubuh manusia! Tubuh manusia jelas lebih canggih lagi, anda mungkin tidak dapat membayangkan kecanggihan ribuan enzim dan hormon yang bekerja begitu sempurnanya di dalam tubuh manusia, kalau anda tidak mempelajarinya, anda tidak akan tahu sehingga anda akan memandangnya enteng! Jangankan tubuh manusia, darah saja adalah sebuah produk teknologi Allah yang sangat canggih! Saya dulu pernah melihat acara Beyond 2000 di televisi dalam upaya manusia untuk membuat darah tiruan! Namun hasilnya masih sangat jauh dibandingkan darah asli. Darah artifisial tersebut hanya bisa membawa oksigen (O2) keseluruh tubuh, padahal fungsi darah tidak hanya untuk mengangkut oksigen tetapi juga untuk pengatur suhu tubuh, pengangkut zat-zat makanan ke seluruh tubuh, pengatur keasaman tubuh, berfungsi sebagai immunologis, dan lain sebagainya. Apakah anda akan mengatakan bahwa produk yang lebih canggih dibandingkan mobil Mercedes anda, tidak ada yang menciptakan?

Sebagai penutup postingan ini, saya berpendapat bahwa kita (khususnya ummat Islam) haruslah menguasai sains dan teknologi, yang merupakan ayat-ayat Allah yang tersebar sangat luas yang tidak tertulis di jagad raya ini, seperti yang disebutkan di ayat Qurân di atas. Mudah-mudahan dengan mempelajari sains, kita dapat mendekatkan diri kita kepada Allah sehingga selain kita dapat menguasai teknologi, Insha Allah kita juga mendapatkan pahala yang sama kalau kita mempelajari atau membaca Qurân, karena kedua-duanya adalah ciptaan Allah. Usahakanlah dalam usaha kita menguasai sains dan teknologi, kita niatkan sebagai ibadah. Jangankan belajar sains dan teknologi, katanya AA polyGYMy aja, “Senyum itu ibadah!”. Senyum aja ibadah, apalagi belajar sains dan teknologi! Kita lihat saja, semua bangsa yang menguasai sains dan teknologi tidak ada yang miskin dan terbelakang. Coba sebut saja negara mana yang menguasai sains dan teknologi tapi terbelakang??? O ya, tentu kita juga tidak akan meninggalkan ilmu-ilmu sosial, karena bagaimanapun juga ilmu-ilmu sosial (termasuk seni dan sastra) yang dapat menyumbangkan kesejahteraan (kesejahteraan dalam multifaset bukan hanya material tentunya!) bagi umat manusia tentu sangat berguna pula, dan jika kita mempelajarinya juga dengan niat ibadah, insha Allah akan mendapat pahala pula.

Keajaiban angka 19 dalam Qurân

In Agama on Sabtu, 15 September 2007 at 12:22 pm

Basmallah

Di bulan Ramadhan ini, aku sempat bingung, mau membahas apa ya untuk blogku ini. Aku ingin sekali menyajikan sesuatu yang lain yang topiknya sedikit banyak cocok untuk bulan Ramadhan ini. Ya, saya ingin sekali menayangkan artikel yang sedikit unik, yang jarang ditemui, yang tidak hanya tips-tips menghadapi puasa atau juga mengenai do’s and don’ts during Ramadhan, karena saya lihat sudah banyak para rekan blogger yang menulis tentang itu dengan baik sekali. Setelah melalui lautan Google yang luas mengenai hal-hal agama Islam, yang sayangnya kebanyakan lautan tersebut berbahasa Inggris dan Perancis (karena lautan yang berbahasa Indonesia mengenai agama Islam masih kalah jauh luasnya dibandingkan lautan dalam kedua bahasa tersebut, aneh tapi nyata!), dan setelah hampir saya kecapekan dalam melayari lautan Google tersebut, namun sesuai dengan sifat saya yang tidak mudah menyerah, akhirnya saya menemukan satu topik bahasan yang agak unik! Apakah itu?

Tadinya judul di atas mau saya beri judul ‘Keajaiban Numeris dalam Al-Qurân’, ya, salah satu hal yang paling saya suka di dalam topik agama adalah jikalau dikaitkan dengan sains. Karena saya sendiri pada dasarnya adalah orang yang suka dengan sains meskipun saya bukan seorang scientist. Mengenai mengapa saya suka sains, mudah-mudahan (Insha Allah) akan saya utarakan kapan-kapan. Ok, mari kita kembali ke topik di atas. Tadinya saya mau menamai topik artikel ini dengan judul seperti di awal paragraf ini (yang dicetak tebal), namun karena banyak sekali artikel mengenai keajaiban-keajaiban numeris dalam Al-Qurân di banyak sekali situs-situs berbahasa Inggris dan Perancis di antaranya yang ini, iniini dan ini, serta masih banyak lagi! Maka saya sempitkan topiknya menjadi ‘Keajaiban 19 dalam Qurân’ saja. (Keajaiban numeris dalam Al-Qurân bukan hanya dalam angka 19 saja). Jikalau anda ingin membaca bahasan keajaiban numeris lainnya, silahkan anda cari sendiri di Google.

Sekarang mari kita mulai dengan menghitung jumlah huruf basmallah di atas: Mudah bukan? bâ-sîn-mîm-alîf-lâm-lâm-hâ-alîf-lâm-râ’-hâ-mîm-nûn-alîf-lâm-râ’-hâ-yâ’-mîm. Ya, semuanya berjumlah 19. Sekarang mari kita bermain-main dengan angka 19 ini, ok? Bagi anda yang bisa bahasa Perancis, silahkan bisa langsung lihat di sini! Yang nggak bisa, saya akan mengutarakannya beberapa untuk anda!

  • Kita mengetahui bahwa Basmallah di atas, barusan kita hitung mempunyai 19 huruf.
  • Sekarang, Al-Qurân mempunyai 114 surah, yang berarti tepat 19 X 6, yang berarti 114 adalah kelipatan 19.
  • Nah, Al-Qurân mempunyai 114 surah, sekarang kita coba jumlahkan angka 1 hingga 114 yaitu (1+2+3+…+114), untuk mempercepat bisa pakai rumus \frac{N^{2} + N}{2} kalau angkanya dimasukkan maka akan menjadi \frac{114^{2} + 114}{2} = 6555. Nah, 6555 ini juga kelipatan 19! Karena jika 6555 dibagi 19 adalah persis 345.
  • Basmallah disebutkan 114 kali dalam Al-Qurân, walaupun basmallah tidak disebutkan dalam surah ke-9 (At-Taubah), namun basmallah disebutkan dua kali dalam surah ke-27 (An-Naml), dan lagi-lagi 114 adalah kelipatan 19!
  • Nah, di antara Basmallah yang hilang atau tidak disebutkan di Surah ke-9, hingga terdapat adanya ekstra Basmallah di surah ke-27, ternyata tepat terdapat…… 19 surah! (Surah kesembilan juga dihitung karena Basmallah yang hilang berada di awal surah).
  • Nah, ini dia!, ajaibnya coba sekarang kita jumlahkan angka 9 hingga 27 (9+10+11+…+27), biar cepat mencarinya dapat menggunakan rumus: S_n = \frac{1}{2} n [ 2a + (n-1) b] , jadinya, \frac{1}{2} 19 [2\times\:9\:+\:(19-1)1] jumlahnya adalah 342!, lagi-lagi kelipatan 19!!!!!
  • Nah, ternyata angka 342 ini adalah jumlah kata yang terdapat antara dua Basmallah di surah ke-27 (Surah An-Naml)! Silahkan hitung sendiri! :D
  • Bukan itu saja! Kalau kita perhatikan, basmallah ekstra yang muncul di surah ke-27 itu berada di ayat 30. Nah, sekarang kita jumlahkan surah dan ayatnya ternyata berjumlah 57, yang lagi-lagi kelipatan 19!
  • Menurut situs bahasa Perancis yang saya baca itu (saya percaya aja deh! :D , yang nggak percaya silahkan cari sendiri ya!) di dalam seluruh Qurân, disebutkan 30 angka-angka yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 19, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1000, 2000, 3000, 5000, 50.000, dan 100.000. Kalau dijumlahkan semua angka tersebut akan berjumlah 162.146, yang kalau dibagi 19 adalah persis 8534. Ini menunjukkan lagi-lagi 162.146 adalah kelipatan 19!
  • Bukan itu saja di dalam Qurân juga disebutkan 8 buah bilangan pecahan: yaitu \frac{1}{10} , \frac{1}{8} , \frac{1}{6} , \frac{1}{5} , \frac{1}{4} , \frac{1}{3} , \frac{1}{2} , \frac{2}{3} , nah kalau angka 30 dan angka 8 yang berwarna merah di atas dijumlahkan, maka jumlahnya adalah 38, yang lagi-lagi kelipatan 19!

Nah, masih banyak lagi sebenarnya keajaiban-keajaiban numeris lainnya dalam Al-Qurân, bukan hanya yang menyangkut angka 19, tetapi juga keajaiban-keajaiban numeris lainnya. Keajaiban-keajaiban numeris tersebut fungsinya adalah sebagai salah satu  alat pengendali dalam Qurân, agar setiap distorsi yang dilakukan terhadap Al-Qurân oleh fihak-fihak yang tidak bertanggungjawab akan dapat dengan mudah terlihat!

Kenapa harus cuma 5 atau 6 agama saja?

In Serba Serbi on Kamis, 13 September 2007 at 11:35 am

Ini sebenarnya postingan yang mungkin kurang cocok dirilis di bulan Ramadhan ini, tetapi entah kenapa kok malah justru sekarang saya baru teringat akan hal ini, padahal pertanyaan ini sudah lama mengendap di benak saya. Ceritanya sih simpel-simpel saja, begini: Di Negeri kita ini kan katanya negara yang pluralistik, yang mengakui kemajemukan bangsanya termasuk agamanya, dan bukan negara yang berazaskan pada satu agama saja. Tetapi kenapa ya, yang diakui hanya 5 atau 6 agama saja??

Padahal yang saya tahu, di dunia ini banyak sekali agama-agama yang ada, tetapi tidak diakui oleh negara ini, seperti Baha’isme, shinto, zoroaster, taoisme, dll. Belum lagi agama-agama baru yang bermunculan seperti neopaganisme, UFOisme, digitalisme (believe it or not!), dll, cari sendiri di Google atau Wikipedia, anda akan menemukan banyak sekali agama-agama baru! Mungkin juga termasuk agamanya Lia (Aminudin) Eden, dll. Terlepas dari sesat apa nggaknya ajaran mereka, tergantung persepsi masing-masing, tetapi kenapa pemerintah seharusnya hanya mengakui 5 atau 6 agama resmi aja? Apa alasannya ya? Apakah karena takut kebanyakan agama nanti administrasinya rumit? Atau karena agama-agama lain tersebut dianggap sesat??

Terus terang saya sendiri pribadi menganggap agama-agama tersebut memang sesat, tetapi belum tentu di dalam persepsi mereka yang menganut agama tersebut, agama-agama tersebut adalah sesat! Toh menurut kacamata Islam, agama-agama lainpun termasuk Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain juga adalah agama-agama ’sesat’, begitupula dengan yang Kristen, menganggap Islam dan agama-agama yang lainnya adalah ’sesat’, semua agama menganggap ajarannyalah yang paling benar. Jadi apa bedanya?? Masalahnya bukan mencari agama mana yang paling benar atau yang salah, tetapi kenapa yang diakui cuma 5 atau 6 agama saja? Atas dasar apa alasannya? Toh, negara kita katanya negara majemuk, dan tidak berlandaskan kepada satu agama saja. Lantas, kenapa pilih kasih ya? Lagipula kenapa kita musti ‘takut’ menerima kedatangan agama-agama lain? Bukankah kalau iman kita sudah kuat, kita tidak perlu takut untuk menerima mereka yang dikhawatirkan akan ‘meruntuh’kan iman kita? Kalau kita takut dengan kedatangan mereka karena alasan itu berarti iman kita yang belum kuat dong?? Lagipula dalam beragama  kan juga tidak boleh ada pemaksaan? Kita hanya boleh menasihati dan memberi ceramah bagi mereka yang ’sesat’ tetapi kita tetap tidak boleh memaksa! Bukankah begitu?

Ya… okelah… segitu dulu uneg-uneg dari saya. Cukup pendek saja! :D Sekarang saya mau kembali kerja lagi, maklum masih jam kantor! :D Huehehehe…! Dan saya ucapkan selamat saum atau puasa bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Justine Henin dan Roger Federer Juara US Open

In Olahraga on Selasa, 11 September 2007 at 3:58 pm

Roger Federer (Suisse)Justine Henin (Belgique)

Selain sepakbola, olahraga yang paling tidak pernah saya lewatkan di televisi adalah tennis. Bahkan boleh dikata, bagi saya tennis adalah olahraga nomor satu yang ‘wajib’ saya lihat di televisi. Meskipun saya kini boleh dikata tidak pernah bermain tennis lagi (dahulu hanya hobby, sekedar tarsun/pertandingan antar dusun saja :D ), namun olahraga ini tetap menyita perhatian saya, apakah itu berita di koran, berita di televisi ataupun pertandingan live-nya di televisi. Bahkan jikalau tidak disiarkan langsung di televisi (dalam atau luar negeri) saya mencari situs resminya dan cukup menikmati live scoreboard-nya!

Bagi anda penggemar tennis, mungkin sudah tahu bahwa baru-baru ini telah selesai turnamen akbar tennis US Open yang dilangsungkan di lapangan Flushing Meadow New York, yang dimenangkan oleh Roger Federer dari Swiss untuk tunggal putra dengan mengalahkan petenis Serbia Novak Ðoković dengan 7-6, 7-6, 6-4 sedangkan di tunggal putri petenis Belgia Justine Henin mengalahkan petenis Rusia yang berkali-kali menjuarai turnamen tennis putri Wismilak Open di Bali, Svetlana Kuznetsova dengan angka telak 6-3, 6-1. Roger Federer telah 4 kali berturut-turut menjuarai turnamen ini mulai dari tahun 2004, sementara untuk Justine Henin ini adalah kedua kalinya ia menjuarai turnamen ini, yang sebelumnya pernah ia menangkan di tahun 2003. Tahun lalu Justine hanya menjadi runner-up karena kalah dari petenis cantik Rusia, Maria Sharapova. Justine Henin dan Roger Federer yang menjuarai turnamen pada tahun ini masing-masing membawa pulang US$ 1.400.000.

Ada yang menarik dari Justine Henin, janda imut-imut berusia 25 tahun asal Liège, kota kecil di daerah Wallonia yang berbahasa Perancis di Belgia ini. Setelah terserang virus misterius di tahun 2004 yang menyebabkan ia hampir absen di keseluruhan turnamen di tahun itu, ia berhasil kembali ke panggung tennis dengan meyakinkan dan tetap dapat bersaing dengan petenis-petenis papan atas dunia lainnya. Bukan itu saja, di akhir tahun lalu dan di awal tahun ini, pernikahannya dengan Pierre-Yves Hardenne berantakan, yang tentu saja sangat menyita perhatian dan energinya, sehingga ia harus absen di turnamen akbar Australia Open awal tahun ini. Namun halangan-halangan itu semua tidak menyebabkan ia patah semangat dan mengalami penurunan prestasi, ini dibuktikannya dengan merebut gelar US Open tahun ini. Bukan itu saja, petenis mungil (untuk ukuran orang barat) yang hanya mempunyai tinggi badan 1,67 m ini berhasil mengalahkan dua ‘raksasa’ tuan rumah, Williams bersaudara, yaitu Venus Williams yang mempunyai tinggi badan 1,85 m di semifinal, setelah sebelumnya Justine juga mengalahkan adik Venus, Serena Williams di babak perempat final yang mempunyai tinggai badan 1,75 m. Di sini Justine Henin membuktikan bahwa tinggi badan bukan hambatan untuk berprestasi. Inilah yang seharusnya menjadi cambuk penyemangat untuk petenis-petenis Indonesia.

Sementara itu, petenis putra Swiss, Roger Federer juga memberikan femomena unik tersendiri pula di dunia tennis. Petenis yang lahir di Basel, Swiss tahun 1981 yang kini menetap di Oberwil (juga di Swiss) mematahkan ‘pakem’ yang berada di dunia tennis putra, yaitu tidak ada seorang petenis putrapun yang mampu begitu mendominasi setiap turnamen. Petenis Swiss ini telah memenangkan 12 turnamen Grand Slam, yaitu 3 kali juara Australia Open, 5 kali juara Wimbledon dan juara US Open 4 kali. Dan itu hanya ia lakukan dalam kurun waktu 4 tahun saja. Satu-satunya Grand Slam yang belum pernah ia juarai adalah French Open yang dimainkan di tanah liat karena selalu kalah dari saingan beratnya yang raja lapangan tanah liat, Rafael Nadal dari Spanyol. Memang prestasi ini masih kalah dengan rekor Pete Sampras petenis AS, yang sudah menjuarai 14 Grand Slam, namun Sampras melakukannya dalam 9 tahun dari tahun 1994 – 2002 (kini Pete Sampras telah pensiun dari dunia tennis), sehingga masih banyak kesempatan untuk Roger Federer untuk menyusul rekor Pete Sampras.

Sekarang bagaimana dengan petenis-petenis Indonesia? Bagaimana dengan Angelique Widjaja yang dulu pernah dielu-elukan karena menjuarai Wimbledon Junior tahun 2001? Apakah karena mabuk dielu-elukan terus prestasi jadi menurun? Padahal Maria Sharapova, petenis cantik Rusia, tidak pernah menjuarai Wimbledon Junior dalam kariernya. Namun petenis ini ketika menjadi senior, prestasinya melejit setinggi langit sehingga mampu memenangi Wimbledon 2004 dan juga US Open 2006. Bagaimana ini? Lagi-lagi sebuah pertanyaan klasik yang tidak akan pernah terjawabkan!

Ramadhan Mubarak!

In Uncategorized on Minggu, 9 September 2007 at 6:57 am

Menentukan Hari dalam Kalender dengan Aritmatika Sederhana

In Serba Serbi on Sabtu, 8 September 2007 at 6:18 am

Ok… mari kita bermain-main kembali dengan angka. Tapi kali ini nggak sulit-sulit cuma berbekal aritmatika SD saja yaitu tambah, bagi, kali dan kurang waras saja. Jadi jangan alergi dengan angka-angka ya! :D Tema kali ini mengenai kalender. Atau tepatnya kita akan menentukan “tanggal berapa bulan apa dan tahun berapa jatuh pada hari apa?”. Ayo pertama-tama mari kita berkenalan dengan kalender kita yang sehari-hari kita pakai baik di rumah, di sekolah maupun di kantor.

Kalender Gregorius dan Kalender Julius. Kalender yang kita pakai sekarang ini, yang berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi matahari yang disebut kalender syamsiah atau solar calendar dimulai dari sekitar tahun 45 SM. Waktu itu Julius Cæsar, kaisar Romawi waktu itu memerintahkan bulan Januari dan Februari untuk diletakkan di awal tahun (sebelumnya dua bulan tersebut diletakkan di akhir tahun!). Pada saat yang bersamaan di zaman Julius Cæsar ini diperkenalkan pula sistem tahun kabisat yang setiap 4 tahun sekali bulan Februari ditambah satu hari menjadi 29 hari di tahun-tahun yang bisa dibagi 4. Itulah kenapa pada awal penerapan penanggalan syamsiah Romawi pada awalnya disebut dengan kalender Julius (Julian Calendar) dari nama Julius atau Iulius Cæsar. Namun karena penanggalan Julius ini sangat kurang akurat, maka tahun 1582, yang seharusnya dimulainya musim semi jatuh tanggal 21 Maret ternyata sudah bergeser sekitar 10 hari yang membuat gereja Katolik Roma menemui kesulitan untuk menentukan hari Paskah. Untuk itu Paus Gregorius XIII memerintahkan ‘pemotongan’ kalender selama 10 hari yaitu pada Hari Kamis tanggal 4 Oktober 1582 yang besoknya dinobatkan menjadi hari Jumat 15 Oktober 1582. Jadi tanggal 5 Oktober hingga tanggal 14 Oktober 1582, tidak pernah ada dalam sejarah. Dan sejak itulah Kalender yang kita pakai sekarang ini dinamakan kalender Gregorius (Gregorian Calendar). Dalam kalender Gregorius ini juga diadakan perbaikan sehingga lebih akurat lagi, yaitu setiap akhir abad, tahun yang bisa dibagi dengan 100 namun yang tidak bisa dibagi 400 (seperti tahun 1800, 1900, 2100, 2200, dan sebagainya) dinyatakan BUKAN LAGI sebagai tahun kabisat walaupun tahun-tahun tersebut dapat dibagi dengan 4. Ok mari sekarang kita mulai dengan ‘proyek’ kita yaitu menentukan hari dalam kalender.

Yang pertama kali harus diketahui. Kita mengetahui bahwa 1 tahun sama dengan 365 hari atau di tahun kabisat sama dengan 366 hari. Nah 365 hari ini mempunyai 52 minggu (365 hari dibagi 7) dengan sisa 1 hari. Nah, sisa 1 hari (yang belum genap 1 minggu) ini dinamakan 1 hari yang menyendiri atau hari menyendiri. Sedangkan di tahun kabisat tentu saja jadinya punya 2 hari menyendiri. Sekarang mari kita hitung 1 abad mempunyai berapa hari menyendiri? Untuk Kalender Gregorius (untuk mencari hari sesudah tanggal 4 Oktober 1582) dan untuk Kalender Julius (mencari hari sebelum tanggal 15 Oktober 1582) mempunyai teknik tersendiri. Mari kita mulai dari kalender Gregorius dulu yang sekarang kita pakai.

Kalender Gregorius. Ok, dalam Kalender Gregorius, 1 abad mempunyai 24 tahun kabisat ditambah 76 tahun biasa. Sebenarnya 1 abad mempunyai 100 dibagi 4 sama dengan 25 tahun kabisat, namun karena dalam kalender Gregorius tahun 100 bukanlah tahun kabisat maka banyaknya tahun kabisat harus dikurangi 1. Nah, jadi 1 abad mempunyai 24 kali 2 hari menyendiri ditambah 76 kali 1 hari menyendiri atau sama dengan 124 hari menyendiri. Tentu 124 hari menyendiri ini bisa dikelompokkan per minggu lagi, sehingga 124 dibagi 7 adalah 17 minggu dengan sisa 5 hari. Nah jadi satu abad mempunyai 5 hari yang menyendiri. Hari menyendiri ini penting karena kita akan menentukan hari nanti berdasarkan banyaknya hari menyendiri ini. Dan hari menyendiri ini harus antara 0 (nol) sampai dengan 6. Hari menyendiri tak boleh lebih dari 6, karena kalau lebih dari 6, ia sudah bisa membentuk 1 minggu. Ok, sekarang mari kita lanjutkan lagi.

Ok, tadi kita mengetahui bahwa dalam 1 abad terdapat 5 hari menyendiri. Maka sekarang dalam 2 abad terdapat: 2 dikali 5 hari menyendiri sama dengan 10 hari menyendiri yang berarti mempunyai 3 hari menyendiri (10 dibagi 7, sisanya adalah 3). Dalam 3 abad hari menyendiri yang ada adalah 3 dikali 5 sama dengan 15, berarti mempunyai 1 hari menyendiri. Nah, dalam 4 abad terdapat 4 dikali 5 sama dengan 20 hari menyendiri. Tetapi ingat dalam kalender Gregorius setiap 400 tahun sekali ditambahkan 1 hari karena setiap akhir abad (seperti tahun 1600, 2000, 2400, dsb.) yang bisa dibagi 400 ditetapkan sebagai tahun kabisat sehingga dalam 4 abad (400 tahun) kalender Gregorius terdapat 20 hari + 1 hari menyendiri = 21 hari menyendiri atau 0 hari menyendiri. Begitu pula dengan 800 tahun (8 abad), 1200 tahun, 1600 tahun dan seterusnya yang tahunnya dapat dibagi 400,  juga mempunyai 0 hari menyendiri. Nah, sekarang ingat-ingat angka hari menyendiri yang berwarna ungu di atas.

Langkah-Langkah menentukan hari dalam kalender.

  1. Tentukan  banyaknya hari menyendiri hingga abad terakhir yang sudah dilalui. Misalkan tahun 1976, maka tentukan berapa hari menyendiri hingga tahun 1900.
  2. Tentukan banyaknya hari menyendiri mulai dari awal abad hingga akhir tahun yang sudah dilalui. Misalkan contoh tahun 1976 di atas, maka tentukan banyaknya hari menyendiri dari awal tahun 1901 hingga akhir tahun 1975.
  3. Tentukan banyaknya hari menyendiri mulai dari awal tahun hingga tanggal dari hari yang akan kita cari. Misalkan 17 Maret 1976. Maka tentukan banyaknya hari menyendiri mulai dari 1 Januari 1976 hingga 17 Maret 1976.
  4. Jumlahkan total hari menyendiri di atas dan tentukan harinya.

Nah, hanya 4 langkah saja! :D Sekarang yang perlu diingat adalah jika  hasil akhir adalah:

  • 0 hari menyendiri, maka hari tersebut jatuh pada hari Minggu
  • 1 hari menyendiri, hari Senin
  • 2 hari menyendiri, hari Selasa
  • 3 hari menyendiri, hari Rabu
  • 4 hari menyendiri, hari Kamis
  • 5 hari menyendiri, hari Jumat
  • 6 hari menyendiri, hari Sabtu

Ayo kita mulai prakteknya. Misalkan kita ingin menentukan hari apa tanggal 17 Agustus 1945 itu, hari kemerdekaan kita. Ok, langkah-langkahnya adalah:

  1. Tentukan hari menyendiri hingga tahun 1900. Nah, 1900 tahun = 1600 tahun + 300 tahun. Kita tahu di atas bahwa 1600 tahun mempunyai 0 hari menyendiri, sedangkan 300 tahun (3 abad) mempunyai 1 hari menyendiri. Jadi total adalah 0 + 1 = 1 hari menyendiri.
  2. Tentukan hari menyendiri mulai dari awal tahun 1901 hingga akhir tahun 1944. Kita mengetahui bahwa 44 tahun itu mempunyai (44 bagi 4) 11 tahun kabisat dan 33 tahun biasa. Kita mengetahui dari bahasan kita di atas bahwa setiap tahun kabisat mempunyai 2 hari menyendiri sedangkan setiap tahun biasa mempunyai 1 hari menyendiri, hingga total adalah 11 X 2 + 33 X 1 = 55 hari menyendiri, atau jika dibagi 7 maka sisa hari menyendirinya adalah sebesar 6 hari menyendiri.
  3. Tentukan banyaknya hari menyendiri mulai dari 1 Januari 1945 hingga 17 Agustus 1945. Banyaknya hari mulai 1 Januari 1945 hingga 17 Agustus 1945 adalah (31 + 28 + 31 + 30 + 31 + 30 + 31 + 17) = 229 hari. 229 hari dibagi 7 sisanya adalah 5 hari menyendiri.
  4. Sekarang mari kita jumlahkan: 1 + 6 + 5 = 12 hari menyendiri, kalau dibagi 7 maka akan sisa 5 hari menyendiri. Maka berdasarkan tabel hari menyendiri di atas 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jumat!

Contoh 2: Mari kita tentukan hari apa tanggal 28 Oktober 1928, hari sumpah pemuda!

  1. 1900 tahun (sama seperti di atas) adalah 1 hari menyendiri.
  2. Hingga akhir tahun 1927. Nah, 27 tahun mempunyai 6 tahun kabisat dan 21 tahun biasa berarti mempunyai: 6 X 2 + 21 X 1 = 33 hari menyendiri atau 5 hari menyendiri.
  3. 1 Januari 1928 hingga 28 Oktober 1928 adalah 302 hari lamanya berarti dia mempunyai 302 bagi 7, sisanya adalah 1 hari menyendiri.
  4. 1 + 5 + 1 = 7 hari menyendiri = 0 hari menyendiri. Jadi 28 Oktober 1928 jatuh pada hari Minggu!

Kalender Julius. Ok Mari kita sekarang mencoba untuk menentukan suatu hari untuk sebuah tanggal untuk kalender Julius. Kalender Julius ini dipakai mulai tahun 45 SM hingga 4 Oktober 1582. Namun kita akan menggunakan metode di atas untuk penanggalan mulai dari 1 Januari tahun 1 hingga tanggal 4 Oktober 1582. (Perlu anda ketahui bahwa sebelum tahun 1 bukanlah tahun 0 melainkan tahun 1 SM, karena sistem bilangan Romawi tidak mengenal angka ‘0′!) Untuk kalender Julius sebenarnya tekniknya sama saja, hanya saja yang perlu disesuaikan adalah penentuan banyaknya hari menyendirinya untuk 100 tahun dan juga tabel hasil akhir hari menyendirinya. Ok untuk tabel akhir hari menyendiri untuk kalender Julius adalah sebagai berikut:

  • 0 hari menyendiri, maka tanggal tersebut jatuh pada hari Jumat
  • 1 hari menyendiri, hari Sabtu
  • 2 hari menyendiri, Minggu
  • 3 hari menyendiri, Senin
  • 4 hari menyendiri, Selasa
  • 5 hari menyendiri, Rabu
  • 6 hari menyendiri, Kamis

Nah, sekarang bagaimana menentukan banyaknya hari menyendiri untuk 100 tahunan atau 1 abad pada kalender Julius? Perlu diingat bahwa dalam Kalender Julius semua tahun yang dapat dibagi 100 adalah tahun kabisat. Berbeda dengan kalender Gregorius, di mana tahun yang dapat dibagi 100 tidak semuanya tahun kabisat, hanya tahun-tahun habis dibagi 100 yang juga dapat dibagi 400 saja yang merupakan tahun kabisat. Jadi dalam kalender Julius ini, 100 tahun atau 1 abad terdiri dari 25 tahun kabisat ditambah 75 tahun biasa. Kita telah mengetahui bahwa di dalam satu tahun kabisat terdapat 2 hari menyendiri dan di dalam satu tahun biasa terdapat 1 hari menyendiri. Berarti dalam 100 tahun kalender Julius terdapat 25 X 2 + 75 X 1 = 125 hari menyendiri atau kalau dibagi 7 maka akan sisa 6 hari menyendiri. Nah sekarang berarti dalam:

  • 200 tahun terdapat 2 X 6 = 12 hari menyendiri atau 5 hari menyendiri
  • 300 tahun terdapat 3 X 6 = 18 hari menyendiri atau 4 hari menyendiri
  • 400 tahun terdapat 3 hari menyendiri
  • 500 tahun terdapat 2 hari menyendiri
  • 600 tahun terdapat 1 hari menyendiri
  • 700 tahun terdapat 0 hari menyendiri
  • 800 tahun terdapat 6 hari menyendiri lagi
  • 900 tahun terdapat 5 hari menyendiri lagi
  • dst.

Untuk langkah-langkah pencarian hari dalam kalender Julius, serupa dengan langkah-langkah pencarian hari dalam kalender Gregorius. Sekarang mari kita ambil contoh tanggal 4 Oktober 1582 (hari terakhir berlakunya kalender Julius) jatuh pada hari apa?

  1. Tentukan hari menyendiri hingga tahun 1500. Dari data di atas kita dapat mencari bahwa dalam 1500 tahun (700 tahun+700 tahun+100 tahun ataupun 900 tahun+600 tahun, terserah anda, akan sama hasilnya!)  terdapat 6 hari menyendiri.
  2. Tentukan hari menyendiri dari awal tahun 1501 hingga akhir tahun 1581. Dalam 81 tahun tersebut terdapat 20 tahun kabisat ditambah 61 tahun biasa. Berarti terdapat 20 X 2 + 61 X 1 = 101 hari menyendiri atau kalau dibagi 7 sisanya menjadi 3 hari menyendiri.
  3. Sekarang cari banyaknya hari menyendiri mulai dari tanggal 1 Januari 1582 hingga 4 Oktober 1582. Banyaknya hari antara tanggal 1 Januari hingga 4 Oktober adalah (31+28+31+30+31+30+31+31+30+4) adalah 277 hari, jadi kalau dibagi 7, sisanya adalah 4 hari menyendiri.
  4. Sekarang jumlahkan total hari menyendiri yang diwarnai biru di atas yaitu: 6 + 3 + 4 = 13 hari menyendiri atau 6 hari menyendiri. Berarti 4 Oktober 1582 jatuh pada hari Kamis!

Nah, caranya sama saja bukan? Ternyata dengan aritmatika sederhana kita dapat mengerjakan hal-hal yang cukup berguna dalam kehidupan kita. Sekarang sebagai penutup cobalah mencari tanggal-tanggal bersejarah di bawah ini:

  • 1 September 1939. Inilah dimulainya Perang Dunia II. Pada tanggal tersebut Nazi Jerman menyerang Polandia. Jerman yang sebelumnya sudah mencaplok Austria dan daerah Sudetenland yang merupakan bagian dari Cekoslowakia yang banyak keturunan Jerman-nya, tidak menyangka bahwa kali ini Inggris dan Perancis akan bertindak keras. Ya, pada akhirnya 2 hari kemudian, Inggris dan Perancis menyatakan perang dengan Jerman yang menandakan benar-benar dimulainya Perang Dunia II.
  • 7 Desember 1941. Saat inilah Jepang, yang waktu itu bersekutu dengan Jerman,  menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, kepulauan Hawaii. Peristiwa ini menandakan dimulainya perang Asia Timur Raya atau perang Pasifik. Amerika Serikat yang waktu itu berusaha keras untuk menjaga netralitasnya akhirnya terjun ke dalam Perang Dunia II dan bergabung dengan aliansi Sekutu. Besoknya AS menyatakan perang dengan Jepang yang menandakan awalnya keterlibatan AS dalam Perang Dunia II. Perang Asia Timur Raya khususnya dan Perang Dunia II pada umumnya juga mempunyai pengaruh penting dalam sejarah modern Indonesia, karena tanpa terjadinya Perang Dunia II, belum tentu negara kita ini dapat merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • 4 Oktober 1957. Inilah tanggal lahirnya abad angkasa dengan diluncurkannya pertama kali satelit buatan manusia Sputnik I oleh Uni Soviet. Amerika Serikat yang sehabis Perang Dunia II sebenarnya mendapatkan ahli-ahli roket Jerman kelas I seperti Wernher von Braun, merasa sangat kecolongan. Wernher von Braun adalah ahli roket Jerman yang menjadi warga negara AS, dan orang yang sangat berperan pada keberhasilan pendaratan Apollo 11 di bulan oleh NASA.
  • 21 Juli 1969. Inilah pertama kalinya manusia mendarat di bulan. Orang yang pertama kali menjejakkan kakinya di bulan adalah Neil Armstrong dengan pesawat modulnya Apollo 11. Banyak teori konspirasi yang menyatakan bahwa pendaratan manusia di bulan ini adalah palsu (saya pernah melihat acara tersebut di stasiun TV Star World). Hal yang paling membuat para pendukung teori konspirasi tersebut yakin akan kepalsuan itu adalah karena hampir 40 tahun setelah keberhasilan tersebut, NASA tidak pernah mengirimkan manusia ke bulan lagi!

Menurut Palm LifeDrive-ku, 1 Ramadhan 1428……

In Serba Serbi on Jumat, 7 September 2007 at 12:18 pm

Iseng-iseng tadi pagi sewaktu aku masih di (maaf) kamar kecil, aku membawa PDA Palm LifeDrive-ku. Sambil mendengarkan musik, iseng-iseng aku juga membuka beberapa program yang terinstal di PDA-ku tersebut. Salah satu yang kubuka adalah program P-Moontool yaitu program mini astronomi yang menunjukkan fase-fase bulan secara real-time. Nah, dari program itulah aku mengetahui bahwa fase bulan baru mendatang, fase di mana bulan tepat sebidang vertikal dengan matahari dan bumi, jatuh pada Selasa, 11 September 2007 pada pukul 19:37:54 WIB. Ini berarti bahwa ‘konjungsi’ bulan  dan matahari tersebut terjadi sesudah matahari terbenam Waktu Indonesia Barat. Ini berarti bahwa bulan Ramadhan tidak bisa dimulai pada keesokan harinya hari Rabu, 12 September 2007, melainkan hari lusanya yaitu hari Kamis, 13 September 2007. Itu karena dalam kalender Islam, setiap hari dimulai pada saat matahari terbenam (maghrib) hingga matahari terbenam lagi keesokan harinya, bukan dimulai pukul 12 tengah malam hingga pukul 12 tengah malamnya lagi keesokan harinya seperti kalender barat.

Namun bagi Kang Jupri dan deKing yang kini tengah menuntut ilmu di Utrecht, Negeri Belanda, pada saat fase bulan baru nanti, waktu di Negeri Belanda masih pukul 14:37:54 Central European Summer Time, dan lagipula waktu matahari terbenam di Utrecht sono pada saat-saat ini adalah sekitar pukul 20.00 (CEST), jadi masih ada waktu kira-kira sekitar 5\frac{1}{2} jam antara konjungsi bulan dengan matahari terbenam, sehingga mungkin hilal (waxing crescent) sudah berwujud, dan mungkin kaum Muslimin di Eropa atau di Negeri Belanda khususnya sudah akan mulai berpuasa pada hari Rabu, 12 September 2007. Bagaimana Kang Jupri dan deKing?? Benar nggak kaum Muslimin di sana tahun ini sudah akan banyak yang mulai berpuasa hari Rabunya? :D  

Etanol dan Kecanduan Alkohol

In Pengetahuan on Rabu, 5 September 2007 at 7:16 am

Gambar molekul alkohol

Picture courtesy of Wikipedia

Sepanjang sejarah umat manusia, manusia sudah meminum alkokol untuk memanjakan selera mereka dan bersenang-senang dan juga untuk mengubah ‘mood’ mereka. Ya, alkohol tentu saja sejak berabad-abad yang lalu telah dikenal sebagai substansi yang mampu mengubah ‘mood’ seseorang yang menyebabkan substansi ini gampang ‘disalahgunakan’ dengan minum-minum yang berlebihan. Dalam tulisan ini saya akan menurunkan tulisan mengenai alkohol, kecanduan alkohol serta dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya. Tulisan ini saya angkat berdasarkan sebuah acara (saya lupa namanya karena mulai nontonnya sudah agak telat) di jaringan televisi Australia Network yang saya padukan dengan berbagai artikel di Internet.

Alkohol sebenarnya mempunyai banyak macamnya. Ada metanol, etanol, propanol (propanol juga punya beberapa isomeri), dan lain sebagainya. Namun yang paling luas digunakan adalah metanol dan etanol. Metanol (yang juga banyak disebut sebagai alkohol kayu karena substansi ini dahulu didapat dari distilasi kayu) adalah substansi yang sangat beracun karena di dalam tubuh akan diubah menjadi formaldehyde, bahan utama formalin (bahan pengawet yang sempat dihebohkan di Indonesia beberapa waktu lalu) oleh hati. Substansi alkohol yang biasa diminum adalah golongan etanol atau etil alkohol dengan rumus kimia CH3CH2OH. Etil alkohol murni adalah senyawa atau substansi yang tidak berwarna berbentuk cairan dengan rasa yang sangat membakar yang membuat tidak ada orang yang mau meminumnya. Alkohol yang diminum biasanya dalam bentuk larutan dan tidak murni alkohol lagi. Bir biasanya mempunyai kadar alkohol 3 hingga 6%, sedangkan anggur 12-14%. Alkohol ini dibuat oleh fermentasi oleh sel-sel ragi yang mengubah karbohidrat terutama glukosa menjadi alkohol. Jikalau kadar alkohol telah melebihi 15%, maka enzim dalam sel-sel ragi menjadi tidak aktif dan akan gagal dalam menghasilkan alkohol malah setelah melebihi kadar 20%, sel-sel ragi dapat menjadi mati. Anggur-anggur yang lebih keras biasanya dibuat dengan menambahkan konsentrasi alkohol dengan campur tangan manusia, bahkan minuman-minuman yang lebih keras seperti brandy dan whiskey yang mempunyai kadar alkohol sekitar 40-55% dibuat secara distilasi.

“Proof” dalam minuman alkohol adalah tanda menunjukkan berapa kadar alkohol dalam minuman tersebut. “Proof” yang tertulis di label kemasan minuman adalah sama dengan dua kali kadar minuman tersebut. Jadi kalau tertulis “100 proof”, maka minuman tersebut mempunyai kadar alkohol 50%. Alkohol murni mempunyai “proof” sebesar 200.

Efek dari Alkohol. Efek alkohol dipengaruhi beberapa faktor, atau dengan kata lain ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol di dalam tubuh. Massa tubuh mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol. Wanita yang mempunyai berat 55 kg dapat lebih cepat dipengaruhi alkohol dibandingkan rata-rata pria yang mempunyai bobot badan lebih. Keterisian perut dengan makanan juga mempengaruhi penyerapan alkohol dalam tubuh, keberadaan makanan dalam perut memperlambat penyerapan alkohol di dalam tubuh.

Ketika kadar alkohol di dalam darah mencapai 0,050%, efek depresan dari alkohol mulai bekerja, sementara pada kadar alkohol 0,1%, syaraf-syaraf motorik mulai terpengaruh. Berjalan, penggerakan tangan dan berbicara mulai sedikit ada nampak perbedaan. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, kadar ‘mabuk’ didefinisikan sebagai kadar alkohol yang mencapai 0,1% di dalam darah. Dalam undang-undang mengenai keamanan berkendaraan di jalan raya di beberapa negara bagian di AS, keadaan mabuk bahkan didefinisikan lebih rendah lagi, yaitu sekitar 0,05% kadar alkohol dalam darah. Pada kadar alkohol 0,2% dalam darah, syaraf motorik seseorang benar-benar ‘terlumpuhkan’ dan keadaan emosi orang tersebut mulai terganggu. Marah, merasa jagoan, dan bicara layaknya seorang yang sok berani, biasanya mulai terlihat apalagi jika ada orang yang tidak mabuk yang mengatakan bahwa ia mabuk. Sedangkan dalam kadar 0,3%, si pemabuk benar-benar dalam keadaan kacau dan bisa kolaps atau jikalau ia mendapatkan stimulus dari luar ia akan sangat sulit bereaksi dengan baik. Lantas dengan kadar alkohol 0,4 hingga 0,5% dalam darah, orang akan berada dalam keadaan koma, dan beberapa bagian di otak yang mengatur detakan jantung dan pernafasan akan sangat terganggu sehingga dapat menimbulkan kematian!

Etanol diserap langsung ke dalam darah dalam sistem pencernaan. Enzim-enzim yang berada di sistem pencernaan dan juga hati bekerja keras untuk mengeluarkan ‘racun’ etanol dari dalam tubuh, namun kerja paling keras dilakukan oleh hati. Sebuah enzim mengubah etanol menjadi acetaldehyde atau etanal (CH3CHO), yang bertanggungjawab atas penyakit cirrhosis atau sirosis dalam hati. Pada akhirnya acetaldehyde (etanal) ini akan diubah menjadi ion asetat, CH3CO2- yang dapat dimetabolis secara normal oleh tubuh.

Kecanduan Alkohol. Etanol adalah alkohol yang dapat diminum yang menyebabkan banyak orang mengalami kecanduan alkohol atau alkoholisme (alcoholism). Walaupun sebenarnya alkoholisme sulit didefinisikan dengan tepat namun beberapa ahli sependapat bahwa definisi alkoholisme harus difokuskan pada frekuensi dari simptom akibat meminum-minuman keras itu sendiri. Atau dengan kata lain fitur yang ditonjolkan dalam alkoholisme adalah keinginan yang kuat atau ketergantungan seseorang terhadap etanol sampai pada titik bahwa orang tersebut hanya sibuk memikirkan “kapan saya akan minum lagi!” dan ketidaktersediaan etanol untuk diminum bagi dirinya merupakan hal yang sangat ‘menyakitkan’. Kecanduan alkohol biasanya disertai dengan gangguan sistem syaraf dan otot. Dan dalam stadium awal, etanol dalam tubuh menyebabkan penumpukan substansi yang mengandung lemak (fatty) di dalam hati yang dalam stadium lanjut dapat menjadi penyakit sirosis, suatu penyakit disorganisasi hati yang sulit disembuhkan. Di Australia, sepertiga peminum berat menderita kerusakan jantung dan hampir separuhnya mengalami melemahnya otot-otot skeletal dalam tubuhnya.

Malnutrisi, juga memperburuk alkoholisme namun kebanyakan tidak menyebabkan secara langsung gangguan medis pada pengguna alkohol yang parah. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak para pemabuk berat biasanya kurang memperhatikan lagi asupan gizi yang masuk ke tubuhnya alias mengganggu jadwal makan yang normal. Sebenarnya 1500 ml whiskey sehari cukup mensuplai kalori untuk metabolisme tubuh namun tanpa memakan makanan yang cukup, asupan vitamin dan protein tidak akan ada. Kedua zat gizi ini juga sangat diperlukan dalam tubuh untuk metabolisme tentu saja.

Alkohol dan Kehamilan. Fœtal alcohol syndrome adalah sindroma yang disebabkan secara langsung oleh keberadaan etanol yang berlebihan di dalam tubuh sang ibu. Sindroma ini disebabkan langsung oleh substansi etanol itu sendiri bukan oleh substansi oksidasinya yaitu acetaldehyde. Hal ini disebabkan karena janin tidak bisa membersihkan etanol dari tubuhnya dan alkohol dapat menghentikan pembelahan sel dalam janin. Sindroma ini banyak menyebabkan bayi-bayi yang lahir cacad mental dan berbagai macam gangguan lainnya. Untuk itu kini sangat dianjurkan untuk sama sekali menghindari alkohol pada saat hamil, namun seringkali anjuran ini terlambat datang dan banyak ibu-ibu di negara-negara barat yang ‘pemabuk’ yang tak sadar akan kondisinya.

Demikianlah tulisan saya mengenai etanol (alkohol yang dapat diminum) dan kecanduan alkohol, mudah-mudahan dapat menambah informasi bagi para pembaca.

Menghitung Investasi, yuk! (bag. II)

In Manajemen/Bisnis on Sabtu, 1 September 2007 at 1:39 pm

Ok, mari kita lanjutkan masalah hitung-menghitung bunga investasi. Di dalam bagian ini saya akan menjabarkan mengenai bunga efektif, serta waktu penggandaan (doubling and multiplying times) serta hukum 70 (The Law of 70). Ok, kita mulai aja dengan membahas bunga efektif yuk!

BUNGA EFEKTIF

Bunga efektif ini terjadi karena adanya sistem bunga majemuk yang saya paparkan di postingan bagian pertama. Ok, tanpa bertele-tele langsung saja kita lihat contoh berikut. Misalkan $100 diinvestasikan selama 1 tahun dengan bunga 10% per tahun. Untuk itu mari kita lihat tabel berikut ini:

Bunga Dibayar m kali Saldo Akhir Setelah Setahun Bunga Yang Didapat Tingkat Bunga Efektif
1 110 10 10%
2 110,25 10,25 10,25%
4 110,38 10,38 10,38%
12 110,47 10,47 10,47%
52 110,51 10,51 10,51%
365 110,52 10,52 10,52%

Di sini kita melihat bahwa, tarif bunga 10% per tahun yang ditetapkan oleh bank adalah tarif bunga nominal, sedangkan tarif bunga efektif adalah tarif bunga berdasarkan jumlah bunga yang kita terima di akhir tahun (periode). Kita melihat andaikan bunga dibayarkan sekali, maka tarif nominalnya sama dengan tarif (bunga) efektifnya (10%). Sedangkan Jikalau bunga dibayarkan dua kali (setiap enam bulan) maka tarif efektifnya adalah 10,25%. Begitu pula selanjutnya, di sini kita melihat bahwa semakin sering bunga dibayar semakin besar tarif bunga efektifnya, namun marginnya semakin kecil.

Sebenarnya tarif bunga efektif seperti di atas dapat dicari lewat penurunan rumus berikut ini:

P\times\:(1+r_e)^{t}\:=\:P\times\:(1+\frac{r}{m})^{m\times\:t}

P dan t dapat dicoret dari ruas kiri dan kanan, menjadi:

1+r_e\:=\:(1+\frac{r}{m})^{m}

maka rumus akhir untuk mencari tarif bunga efektif adalah:

r_e\:=\:(1+\frac{r}{m})^{m}\:-1

r_e adalah tarif bunga efektif, r adalah tarif bunga pertahun sedangkan m adalah berapa kali pembayaran bunga per tahun. Maka menurut rumus yang di’stabilo’ merah muda di atas, tarif bunga efektifnya adalah:

r_e\:=\:(1+\frac{0,1}{12})^{12}\:-\:1 = 0,1047 atau 10,47%

Sebagai contoh kita ambil salah satu kasus dari tabel di atas yaitu yang pembayaran bunganya sebanyak 12 kali dalam setahun.

Untuk tarif bunga efektif yang bunganya dibayarkan terus menerus (yang tentu saja hanya teoritis), maka (1+\frac{r}{m})^{m} dari rumus di atas diganti dengan e^{r}  (dengan e sebesar 2,7182), menjadikan rumus akhirnya adalah:

r_e\:=\:e^{r}\:-1

Ok, silahkan anda mencobanya sendiri menggunakan rumus di atas untuk mencari tarif bunga efektif untuk masing-masing plan pembayaran bunga seperti tabel di atas.

Waktu Penggandaan (Doubling Time and Multiplying Time)

Biasanya dalam kita memilih investasi, fokus utamanya selain amannya investasi tersebut juga seberapa besar return yang kita dapat pada investasi tersebut. OK lah, sekarang mari kita fokus pada return yang akan kita dapat saja, andaikan kita dihadapkan pada investasi yang menghasilkan bunga 6% dan 10% tentu semua juga bisa melihat bahwa investasi yang 10% lebih menghasilkan atau ‘menguntungkan’. Namun sekarang kalau kita ingin menganalisis secara sederhana seberapa besar sih sebenarnya return dari bunga 6% itu, atau 10% itu maka Waktu Penggandaan atau Doubling Time dapat menggambarkan secara psikologis seberapa besar sebuah return tersebut. Doubling Time adalah lamanya waktu yang diperlukan bagi sebuah investasi untuk mencapai jumlah dua kali lipat dari investasi awal kita. Misalnya kita berinvestasi sebesar $5.000 dengan bunga sebesar 6% per tahun, maka doubling time adalah berapa waktu atau tahun yang diperlukan bagi investasi kita untuk mencapai $10.000. Selain doubling time tentu saja ada tripling time yaitu waktu yang diperlukan untuk investasi kita agar berlipat tiga. Juga ada quadrupling time, quintupling time, dsb. Namun yang paling penting adalah doubling time. Doubling time ini dan juga multiplying time yang lain, tidak tergantung dari jumlah uang yang diinvestasikan tapi semata-mata hanya berpengaruh besar pada bunga yang ditawarkan investasi tersebut. Sedangkan jumlah berapa kali bunga dibayar selama setahun oleh bank juga mempengaruhi doubling time ini walaupun tidak begitu signifikan. Mari kita ambil contoh di atas, maka menghitung doubling time-nya adalah sebagai berikut (misalkan bunga dibayarkan perbulan oleh bank):

A\:=\:P(1\:+\:\frac{0,06}{12})^{12t}

maka agar investasi menjadi dua kali lipat tentu A = 2P,

2P\:=\:P(1\:+\:\frac{0,06}{12})^{12t}

2\:=\:(1\:+\:0,005)^{12t}

ln(2)\:=\:12\times\:t\times\:ln(1,005)

0,69\:=\:12\times\:t\times\:0,00499

t = 11,53 tahun

Kalau misalnya cara tersebut terlalu panjang, ada rumus yang lebih praktis dengan tentu saja memakai kalkulator. Rumus ini persis sama 100% dengan langkah-langkah di atas, hanya sudah ‘diperingkas’ menjadi sebuah rumus saja:

doubling time = \frac{ln(2)}{m\times\:ln(1+\frac{r}{m})}

(tentu r adalah tingkat bunga pertahun dan m adalah jumlah berapa kali bunga dibayar dalam setahun)

Jikalau dengan memakai rumus tersebut hasil yang didapat adalah 11,58 tahun. Perbedaan sebesar 0,05 tahun atau sebesar 18 hari adalah akibat faktor pembulatan pada metode perhitungan di atas. Namun perbedaan 18 hari dalam 11,58 tahun tidak menjadi masalah karena doubling time ini hanya untuk perkiraan saja dan tidak ada hubungannya dengan keuntungan atau kerugian ekonomis secara langsung. Sebenarnya ada lagi rumus yang lebih singkat berdasarkan asumsi bahwa bunga dibayarkan terus menerus (kontinu). Walaupun tentu saja terdapat deviasi dengan hasil rumus di atas, namun rumus ini cukup representatif dalam memperkirakan doubling time:

doubling time = \frac{ln(2)}{r} . Hasilnya silahkan anda coba.

Untuk tripling time, quadrupling time, dan sebagainya cukup menggantikan ln(2), dengan ln(3), ln(4), dan sebagainya.

Hukum 70 (The Law of 70)

Hukum 70 ini sebenarnya adalah juga untuk memperkirakan doubling time, namun caranya praktis sekali dan cukup menggunakan kalkulator sayur! (Tidak perlu kalkulator saintifik yang ada natural logarithm-nya). Rumus sederhana yang kreatif ini adalah sebagai berikut (yang sebenarnya adalah modifikasi dari rumus \frac{ln(2)}{r} di atas:

doubling time = \frac{70}{i} , dengan i adalah tingkat bunga pertahun dalam persen (bukan dalam desimal!). Ide dari Hukum 70 ini sangat sederhana, yaitu berangkat dari fakta bahwa ln(2) = 0,6913 atau dibulatkan menjadi 0,70. Lalu 0,70 ini dikalikan dengan 100% yang menghasilkan 70% tentu saja. Jadi kita coba saja dengan contoh yang sudah ada (70% dibagi dengan 6%/tahun):

doubling time = \frac{70}{6} = 11,66 tahun, cukup representatif untuk memperkirakan doubling time dan lebih mudah bukan? Untuk tripling time cukup mengganti angka 70 dengan angka 110, karena ln(3) = 1,0986 dan kalau dikalikan 100% maka akan dibulatkan menjadi 110%. Tapi untuk itu namanya harus diganti dari Hukum 70 (The Law of 70) menjadi Hukum 110 (The Law of 110), agar sesuai dengan namanya! Hehehe….. Untuk quadrupling time dan seterusnya silahkan berkreatif ria sendiri! :D