Spektrum Pemikiranku

Senin, 12 Nopember 2007

Tintin dan 100 Tahun Hergé

Diarsipkan di bawah: Kehidupan, Manusia, Serba Serbi, Uncategorized — by Yari NK @ 5:00 am

tintin008.giftintin007.gifHergé tahun 1939

Tanggal 22 Mei 2007 yang lalu, para penggemar Tintin di seluruh dunia memperingati 100 tahun kelahiran komikus terkenal Georges Prosper Remi atau lebih terkenal dengan sebutan Hergé. Nama Hergé sendiri diambil dari inisial Georges Remi (G R) yang dibalik menjadi R G. Dalam bahasa Perancis R G dibaca sama dengan Hergé. Walaupun karya-karya Hergé sangat banyak seperti: Jo, Zette et Jocko dan Quick & Flupke namun tak disangkal lagi bahwa karyanya yang terkenal ke seluruh dunia yang menyebabkan dirinya dinobatkan sebagai orang Belgia terkenal di dunia adalah “Kisah Petualangan Tintin” (Les aventures de Tintin).

Georges Remi lahir tanggal 22 Mei 1907 di Etterbeek, Belgia. Bakat menggambarnya sudah tercermin sejak ketika ia SD. Setelah selesai sekolah tahun 1925, ia bekerja pada sebuah surat kabar berbahasa Perancis Le XXe Siècle, dan ia ditugaskan mengisi suplemen mingguan anak-anak di surat kabar tersebut yaitu Le Petit Vingtième. Di sinilah serial pertama Tintin lahir yaitu: Tintin au Pays des Soviets (Tintin di Negeri Soviet) yang di Indonesia setelah rezim orde baru sempat dicetak dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia namun dalam jumlah terbatas. Serial Tintin pertama ini masih hitam putih dan belum berwarna. Serial ini pertama kali terbit di Le Petit Vingtième sebagai komik bersambung dari tanggal 10 Januari 1929 hingga tanggal 8 Mei 1930.

Ketika Perang Dunia II meletus, Belgia diserbu dan diduduki oleh Nazi Jerman. Surat kabar tempat Hergé bekerja, Le XXe Siècle, diberangus oleh pemerintahan Nazi. Komik Tintin yang tengah dikerjakan oleh Hergé yaitu, Tintin au Pays de l’or noir (Negeri Emas Hitam) terbengkalai. Namun kemudian Hergé selama perang berlangsung diterima bekerja di surat kabar Pro-Nazi berbahasa Perancis yaitu Le Soir. Pada saat bekerja di surat kabar ini Hergé justru sangat produktif, tak tanggung-tanggung selama itu ia memproduksi 6 komik Tintin hingga tahun 1944. Keenam komik tersebut adalah:

  • Le Crab aux Pinces D’or (Kepiting Bercapit Emas)
  • L’etoile Mysterieuse (Bintang Jatuh)
  • Le Secret de La Licorne (Rahasia Kapal Unicorn)
  • Le Trésor de Rackham Le Rouge (Harta Karun Rackham Merah)
  • Les Sept Boules de Cristal (Tujuh Bola Ajaib)
  • Le Temple du Soleil (Tawanan Dewa Matahari)

Tahun 1944, ketika tentara Sekutu berhasil merebut kembali Belgia dari tangan Nazi Jerman, surat kabar pro-Nazi tempat Hergé bekerja, Le Soir, kini yang ditutup oleh pasukan Sekutu. Karena ia bekerja di surat kabar pro-Nazi ia sempat ditahan 4 kali oleh fihak Amerika Serikat dan Inggris karena dituduh sebagai simpatisan Nazi. Namun akhirnya Hergé dibebaskan tetapi akibatnya ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaannya kembali.

Namun untungnya di tahun 1946, ‘pengucilan’ terhadap Hergé berakhir. Di tahun itu seorang penerbit yang pada masa perang ikut berjuang melawan pasukan Nazi bernama Raymond Leblanc setuju untuk mendanai dan menerbitkan Tintin karya Hergé tersebut ke dalam majalah komik yang berjudul “Tintin avec Hergé“. Publikasi komik mingguan ini dimulai dari penerbitan “Les Sept Boules de Cristal (Tujuh Bola Ajaib)” yang laku keras dengan sirkulasi 100.000 eksemplar per minggunya. Hingga tahun 1950, pada saat itu Hergé mulai dilanda kejenuhan, untuk melepaskan kejenuhan dan kepenatan Hergé, maka pada tahun itu didirikan “Studio Hergé” dan mulailah diterbitkan buku komik “Les Aventures de Tintin” atau “Kisah Petualangan Tintin” yang merupakan cikal bakal dari komik Tintin yang kita kenal sekarang.

Sejak itu, 24 serial komik Tintin diterbitkan mulai dari “Tintin au Pays des Soviets” sampai dengan yang terbaru “Tintin et L’aph-art” yang belum selesai itu. “Tintin et L’alph-art” dijual masih dalam bentuk skets kasar yang membingungkan, tulisan di komik tersebut menggunakan bahasa Perancis tulisan tangan asli Hergé yang keriting habis dan agak susah dibaca. Di dalam komik yang terjemahan Bahasa Inggris “Tintin and The Alph-Art” terbitan Egmont ditambahkan keterangan-keterangan di halaman tersendiri dalam Bahasa Inggris. “Tintin et L’alph-art” memang belum selesai, karena Hergé keburu meninggal dunia pada tanggal 3 Maret 1983 di Brusels, Belgia. Namun sesuai wasiat Hergé yang tidak mau komik Tintin ini diteruskan oleh artis/komikus lain, maka serial komik terakhir Tintin ini sengaja tidak diselesaikan. Namun di pasaran ada versi-versi bajakannya yang dituntaskan dan sudah berwarna. Versi yang terkenal adalah versi dari seorang komikus Kanada, Yves Rodier, yang aslinya ditulis dalam bahasa Perancis. Kisah lengkapnya dapat anda lihat di sini. Namun bagi mereka yang tidak bisa Bahasa Perancis siap-siap kecewa ya! Huehehehe…. (Saya sudah berusaha mencari yang versi Bahasa Inggrisnya tapi belum beruntung menemukannya! :( ) Sebenarnya ada satu komik Tintin lagi yang belum sempat dirampungkan oleh Hergé yaitu: “Tintin et Le Thermozéro“, namun komik ini baru rampung sebanyak 8 halaman yang masih berupa skets pula, jadinya ya sangat sulit untuk dijual dan dirampungkan.

Dalam perjalanannya menuju buku komik yang kita kenal sekarang, “Kisah Petualangan Tintin” mengalami beberapa revisi dan perbaikan guna mengurangi kekurangan dan kritik yang merajalela terhadap komik tersebut. Pada awalnya komik tersebut hampir selalu menggambarkan orang-orang non kulit putih terutama orang-orang kulit hitam Afrika sebagai orang-orang bodoh, polos dan obyek kelucuan karena fisiknya. Di akhir versinya yang kita lihat sekarang ini, karakter2 tersebut banyak yang dihilangkan atau diperhalus. Juga pada beberapa serinya mula-mulanya juga sarat dengan muatan politik. Yang paling kentara adalah serial “Negeri Emas Hitam” yang pada versi awalnya berlatarbelakang konflik segitiga antara Arab, Yahudi dan Inggris di tanah Palestina. Walaupun diceritakan Tintin tidak berada di fihak manapun, namun komik ini setelah Perang Dunia II dirombak habis-habisan dan disingkirkan nuansa politiknya. Di versi akhir yang kita baca sekarang ini, cerita “Negeri Emas Hitam” berlangsung di negeri Arab fiksional yaitu “Khemed”. Lantas komik Tintin ini pada beberapa serialnya  tercium sebagai anti-Yahudi. Mungkin beberapa di antaranya karena diciptakan pada zaman pendudukan Nazi Jerman yang anti-Yahudi. Di serial “Bintang Jatuh” pada edisi awal sebelum perang dilukiskan dua orang Yahudi yang saling berbisik, yang salah satunya berbicara dalam bahasa Perancis yang buruk, kalau ia senang kalau terjadi hari kiamat karena ia tidak usah melunasi hutang2nya. Adegan ini terjadi pada halaman2 awal ketika Sang Peramal Philippulus meramalkan akan kedatangan hari kiamat seiring dengan membesarnya sebuah bintang yang misterius. Masih pada serial “Bintang Jatuh” ini diceritakan bahwa seorang “Yahudi” yang bernama “Blumenstein” yang jahat membiayai ekspedisi saingan Tintin. Pada awal versinya ekspedisi saingan Tintin yang jahat ini membawa bendera AS. Juga masih dalam nuansa politik, dalam serial “Negeri Emas Hitam”  secara tersamar disiratkan pula bahwa kaum Zionist justru menjadi teroris dalam kasus Palestina. Namun setelah Perang Dunia II, semuanya dirombak total, dua orang Yahudi yang berbisik2 tersebut dihapuskan, juga nama “Blumenstein” diubah menjadi “Bohlwinkel” agar tidak terlalu berbau Yahudi. Bendera AS yang menjadi bendera saingan ekspedisi Tintin, diganti menjadi bendera negara fiksional. Dan “Negeri Emas Hitam” dirombak total agar semua yang berbau politik dihilangkan sama sekali.

Selain itu tokoh Tintin juga pernah dituduhkan sebagai “Homoseks” atau juga “seksisme“, karena hampir semua teman2 Tintin dan tokoh2 utama komik tersebut semuanya laki-laki, kecuali si penyanyi opera Bianca Castafiore yang notabene juga termasuk yang jarang muncul. Tintin juga digambarkan sebagai figur yang “tidak suka perempuan” karena tidak punya pacar dan tidak pernah terlibat romantisme dengan tokoh perempuan. Namun Hergé berkilah bahwa tokoh2 perempuan “tidak perlu” terlalu banyak ditampilkan sebagai tokoh sentral dalam cerita2 “Kisah Petualangan Tintin” yang digambarkannya sebagai khas “dunia pertualangan laki-laki”. Juga ada alasan lain kenapa tokoh perempuan jarang ditampilkan sebagai tokoh sentral (apalagi sampai terjadi romantisme), itu karena Belgia sebelum Perang Dunia II adalah negara Katolik yang tergolong kuat, dan dalam badan sensor Belgia yang menyensor publikasi2 di negara tersebut banyak terdapat tokoh2 agama (gereja) yang sangat ketat menyensor romantisme terutama untuk bacaan komik untuk anak-anak.

Namun terlepas dari kelemahan2 dan kelebihan2 yang ada pada “Kisah Petulangan Tintin” ini, Hergé memang berhasil membuat Tintin menjadi bacaan yang digemari bukan hanya anak2 tapi juga para orang dewasa di seluruh dunia tanpa mengenal batas2 nasional suatu negara. Ini mungkin karena Tintin tidak pernah secara jelas merepresentasikan suatu negara tertentu. Walaupun kita mengetahui bahwa Hergé adalah seorang Belgia (yang berbahasa Perancis), namun Tintin tidak pernah direpresentasikan sebagai orang Belgia atau Perancis. Jangankan kebangsaannya, pekerjaannya sebagai wartawan saja tidak jelas, dia bekerja di koran apa, kantornya di mana, semuanya tidak pernah ditampilkan. Bahkan sebagai wartawanpun tugas jurnalistiknya tidak pernah pula ditampilkan, yang ditampilkan hanya kisah petualangannya yang sangat seru tersebut. Itulah mungkin yang membuat Tintin menjadi kisah yang tidak bertele-tele dan sangat digemari di seluruh dunia!

Kisah petualangan Tintin memang sudah “berakhir” dan serialnya tidak akan bertambah lagi setelah sang komikus Hergé meninggal dunia tahun 1983 lalu, namun komiknya akan terus dibaca oleh generasi-generasi mendatang di seluruh dunia. Di Indonesia, komik-komik Tintin yang berbahasa Indonesia kini agak sulit ditemukan. Saya sendiri sebenarnya tidak mempunyai komik Tintin yang berbahasa Indonesia. Hampir semua komik Tintin saya berbahasa Inggris terbitan “Methuen” (komik Tintin yang dicetak tahun 2000an sekarang adalah terbitan “Egmont”), dan tiga komik Tintin Perancis yaitu: “Tintin Au Tibet“, “Les Sept Boules de Cristal” dan “Le Temple du Soleil” terbitan Casterman Paris tahun 1980an. Mudah-mudahan komik Tintin berbahasa Indonesia dapat segera terbit di pasaran kembali. Saya juga tidak tahu apakah penerbit “Indira” yang menjadi pemegang hak edar komik “Kisah Petualangan Tintin” masih ada apa nggak ya??

Judul Komik “Kisah Petualangan Tintin” Dalam Bahasa Perancis, Inggris, dan Indonesia:

Tahun Penerbitan asli (Perancis)
Tintin au pays des Soviets Tintin in the Land of the Soviets Tintin di Negeri Soviet 1930
Tintin au Congo Tintin in the Congo Tintin di Kongo 1931
Tintin en Amérique Tintin in America Tintin di Amerika 1932
Les Cigares du pharaon Cigars of the Pharaoh Cerutu Sang Faraoh 1934
Le Lotus bleu The Blue Lotus Lotus Biru 1936
L’Oreille cassée The Broken Ear Patung Kuping Belah 1937
L’Île Noire The Black Island Rahasia Pulau Hitam 1938
Le Sceptre d’Ottokar King Ottokar’s Sceptre Tongkat Raja Ottokar 1939
Le Crabe aux pinces d’or The Crab with The Golden Claws Kepiting Bercapit Emas 1941
L’Étoile mystérieuse The Shooting Star Bintang Jatuh 1942
Le Secret de la Licorne The Secret of The Unicorn Rahasia Kapal Unicorn 1943
Le Trésor de Rackham le Rouge Red Rackham’s Treasure Harta Karun Rackham Merah 1944
Les Sept Boules de cristal The Seven Crystal Balls Tujuh Bola Ajaib 1948
Le Temple du Soleil Prisoners of the Sun Tawanan Dewa Matahari 1949
Tintin au pays de l’or noir Land of Black Gold Negeri Emas Hitam 1950
Objectif Lune Destination Moon Ekspedisi ke Bulan 1953
On a marché sur la Lune Explorers on the Moon Penjelajahan di Bulan 1954
L’Affaire Tournesol The Calculus Affair Penculikan Calculus 1956
Coke en stock The Red Sea Sharks Hiu-Hiu Laut Merah 1958
Tintin au Tibet Tintin in Tibet Tintin di Tibet 1960
Les Bijoux de la Castafiore The Castafiore Emerald Zamrud Castafiore 1963
Vol 714 pour Sydney *) Flight 714 *) Penerbangan 714 *) 1968
Tintin et les Picaros Tintin and the Picaros Tintin dan Picaros 1976
Tintin et l’Alph-Art Tintin and Alph-Art - 1986
Tintin et le Lac au Requins **) Tintin and the Lake of sharks **) Tintin dan Danau Ikan Hiu **) 1972

Tokoh-tokoh Tintin dalam Bahasa Perancis, Inggris, Indonesia, dan Belanda:

   
Tintin Tintin Kuifje
Milou Snowy Bobbie
Capitaine Haddock Captain/Kapten Haddock Kapitein Haddock
Professeur Tryphon Tournesol Professor/Profesor Cuthbert Calculus Professor Trifonius Zonnebloem
Dupond et Dupont Thomson and/dan Thompson Jansen en Janssen
Le Château de Moulinsart ***) Marlinspike Hall ***) Kasteel Molensloot ***)

*) = Menceritakan kisah petulangan Tintin di Indonesia. Namun nama negaranya disamarkan (diplesedkan) menjadi “Sondonesia”. Namun tempat-tempat seperti Jakarta dan Makassar secara jelas tetap disebutkan. 

 **) = Bukan karangan Hergé namun diangkat dari sebuah film animasi Tintin

***) = Nama tempat tinggal Tintin dan kawan-kawan.

Pada awal versi, bendera saingan ekspedisi Tintin adalah bendera AS (atas), namun di edisi revisi diganti dengan bendera negara fiksional (bawah)Dua orang Yahudi yang berbisik2 menggunakan Bahasa Perancis yang buruk. Di edisi revisi adegan ini dihilangkanTintin et L'Alph-artTintin au Pays des Soviets

Didukung oleh WordPress.com