Yari NK

Arsip untuk Desember, 2007

Merry Xmas?? Happy Holiday??

In Agama, Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Minggu, 30 Desember 2007 at 5:34 am

Sebagai postingan terakhir di tahun 2007 ini, izinkanlah saya (lagi2) menyampah kembali di blogsfer ini dengan sebuah postingan kurang bermutu seperti ini. Kenapa begitu? Ya, inspirasi dari postingan ini adalah ketika saya berkeliling-keliling mengitari blogsfer ini dan mendapatkan lumayan banyak (yang nggak usah saya buatkan linknya, karena malas dan juga kurang penting) yang memuat topik apakah seorang Muslim boleh mengucapkan Selamat Natal (Merry Xmas, Joyeux Noël, Fröliche Weihnachten, Feliz Navidad, dan semacamnya!) atau tidak. Beberapa blogger sudah ada yang ‘menyatakan sikapnya’ dengan mengucapkan Selamat Natal dan ada juga yang bersikap “cuek” dan tidak mengucapkan Selamat Natal (dan Tahun Baru) di blognya, itupun juga sebagai sebuah sikap saya rasa. Lantas apa tujuan postingan ini? Tujuan postingan ini bukanlah untuk mempertentangkan mana yang boleh dan mana yang tidak dan juga bukan untuk memperkeruh air yang sudah keruh tetapi postingan ini hanya sekedar sikap saya pribadi tentang masalah ini. Boleh juga dong saya menyatakan sikap pribadi saya mengenai masalah ini di blog saya. Karena saya sudah terbiasa dari kecil untuk buka-bukaan terbuka dalam mengekspresikan sesuatu yang menjadi sikap pribadi saya dengan pedenya tanpa keraguan sedikitpun walaupun mungkin terdengar agak menyakitkan bagi orang lain (walaupun pada kenyataannya sebenarnya tidak).

Lantas bagaimana sikap saya terhadap masalah ini? Saya bersikap tegas…. kalau saya TIDAK akan mengucapkan Selamat Natal dan sebagainya kepada rekan2 kristiani saya. Sebagai gantinya kalau mereka ‘kelupaan’ mengucapkan Merry Xmas atau Selamat Natal kepada saya, saya cukup mengatakan kembali ”Happy Holiday” atau “Selamat Hari Libur” buat mereka. Sikap saya ini dilandaskan bukan karena saya mengerti agama, (oleh karena itu saya tidak akan mengungkapkan dalil2nya, selain karena saya tidak tahu :mrgreen: , saya rasa banyak yang lebih ahli mengetahui dalil2nya daripada saya sendiri), namun semata-mata karena justru saya tidak mengetahui soal agama! Jadi saya ambil ‘aman’nya saja. Logikanya simpel saja, logikanya orang ‘bodoh’,  jikalau memberi salam “Merry Xmas” itu tidak boleh maka saya ‘kan tidak berdosa karena saya tidak memberi salam “Merry Xmas” sedangkan andaikan mengucapkan “Merry Xmas” itu boleh, maka  saya juga tidak berdosa hanya karena gara2 tidak mengucapkan “Merry Xmas”, ya kan? :P

Lantas apakah saya termasuk orang yang tidak ‘toleran’ hanya gara2 tidak mengucapkan “Merry Xmas”? Bisa jadi! Eits…. nanti dulu! Toleran apa tidak, tidak cukup diukur dengan memberikan salam “Merry Xmas” atau nggak. Belum tentu saya yang tidak mau mengucapkan “Merry Xmas” ini lebih tidak toleran dari mereka yang dengan gamblang mengucapkan “Merry Xmas”! Saya sendiri tidak masalah bergaul dan berteman dengan mereka yang tidak seagama dan melakukan aktivitas2 duniawi bersama2 dengan mereka.  Saya juga adalah orang yang menentang penutupan warung-warung makan dan restoran2 di bulan puasa karena jikalau kita berpuasa karena Allah kenapa kita musti tergoda hanya dengan warung atau restoran yang buka pada siang hari, lagian kalau makin banyak godaan tetapi puasa tetap khusyuk dan ikhlas bukannya makin banyak pahalanya?? Dan saya juga menyayangkan pemerintah yang hanya mengakui secara resmi lima atau enam agama saja di negeri ini! Bagi saya, seharusnya agama apapun harus bisa hidup di negeri ini termasuk juga ‘ajaran-ajaran sesat’ karena memang masalah agama adalah masalah pribadi dan tidak boleh ada paksaan sedikitpun. Kalau kita tidak suka dengan ajaran-ajaran sesat yang ada di sekitar kita, ya itu menjadi “kewajiban” kita untuk mengajak mereka dengan dakwah, persuasi atau kalau mungkin dengan debat, argumen2 dan pembuktian yang ‘cerdas’, bukan dengan kekerasan! ‘Kan kita punya tuh da’i-da’i selebritis yang katanya jago-jago yang suka tampil di TV dan yang berpoligami, lha kok kenapa da’wah di depan para penganut aliran sesat jadi loyo?? Abis sepertinya da’wah di depan mereka nggak ada duitnya dan nggak jadi terkenal seh! :mrgreen: Tapi dalam masalah mengucapkan “Merry Xmas” saya tetap pada pendirian saya, dan tidak akan berubah hanya karena ingin dibilang toleran dan modern! (Banyak cara kok untuk dibilang toleran dan modern! Lagian juga yang mengucapkan “Merry Xmas” belum tentu lebih modern dan toleran dari saya mereka yang tidak mengucapkan! :P ).

Lantas bagaimana kalau umat kristiani atau agama2 lainnya tidak mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada saya? Ya, nggak apa2! Mau mengucapkan saya berterima kasih, mau nggak ya biarin aja! Emang gue pikirin! Lha, saya nggak butuh (eits! hati2 jangan ngomong ‘butuh’ lho di depan orang Malaysia! Bisa gawat! :mrgreen: ) ucapan selamat Idul Fitri dari mereka kok, dan tentu saja mereka juga nggak butuh ucapan ‘Merry Xmas’ dari saya juga, ya kan?? Lha wong mereka sudah dianugerahi ucapan ‘Merry Xmas’ dari rekan2 seiman mereka semua, ya apa artinya sih satu buah ucapan ‘Merry Xmas’ dari saya?? Lagian saya masih mengucapkan ‘Happy Holiday’ kok kepada mereka kalau mereka menyapa saya dengan ‘Merry Xmas’. Jangan dilihat ‘holiday’ atau ‘Xmas’-nya dong, lihat “Merry” dan “Happy”-nya, ‘kan hampir sama persis, ya nggak? :mrgreen: Malah kadang-kadang belakangnya saya kasih ’s’ biar jadi plural, jadinya adalah “Happy Holidays”. Lebih praktis ‘kan daripada “Merry Xmas and a Happy New Year” Huehehehe… :D Lagipula, ucapan selamat “Happy Holiday” atau “Season’s Greetings” di negara2 barat juga sudah menjamur terutama untuk sapaan publik (terutama lagi di media massa). Di saluran2 televisi di TV kabel (atau juga TV satelit seperti Indovision atau Astro), yang saya perhatikan ucapan “Merry Xmas” hanya tinggal ada di “Hallmark Channel”, “RAI” Italia dan tentu saja TNT (Trinity Broadcasting Network). Sedangkan channel2 lain hampir semuanya mengucapkan “Happy Holiday” ataupun “Season’s Greetings” walaupun latar belakangnya bersuasana Natal. Bahkan TV Perancis TV5 Asie benar-benar sepi dengan acara berbau natal, hanya reportase2 tentang kesibukan di hari natal saja…..

Sayapun sebenarnya juga senang dengan beberapa lagu “Natal” yang modern, yang juga sering saya nyanyikan dengan bersenandung kecil, seperti lagunya “Last Christmas“nya dari Wham!

Last Christmas, I gave you my heart, but the very next day you gave it away, this year, to save me from tears, I’ll give it to someone special……

Lagunya menurut saya bagus kok, tetapi menurut saya itu bukan lagu natal, karena di dalam lagu itu tidak ada pujian2 kepada “Yesus Kristus”, yang ada hanyalah lirik tentang seseorang yang dikecewakan dengan cinta dengan latar belakang hari Natal! Itu saja! Persis kebanyakan ‘lagu natal’ modern versi barat yang sangat “duniawi” yang menganggap hari Natal hanyalah hari libur saja untuk bersenang2, tidak lebih tidak kurang. Jadi boleh nggak ya, saya menyanyikan lagu itu?? :mrgreen:

Ok, sebagai penutup, saya akan memberikan kesimpulan dari postingan ini. Jadi menurut saya toleransi dalam beragama tentu sangatlah penting. Tetapi tentu saja toleransi dalam arti luas. Kita harus toleran dalam beragama dan tidaklah benar untuk memaksakan sebuah kepercayaan kepada seseorang apalagi dengan kekerasan! Namun di satu fihak tentu kita juga harus toleran juga terhadap saya mereka yang tidak mau mengucapkan “Merry Xmas” kepada rekan kristiani mereka. Saya sendiri tidak berani mengatakan bahwa ‘yang mengucapkan “Merry Xmas” itu’ berdosa atau mengucapkan “Merry Xmas” itu tidak boleh dalam Islam, karena yang menentukan apakah seseorang berdosa atau tidak hanyalah Allah swt, namun seperti yang saya ungkapkan di atas bahwa saya cari “aman”nya saja, simpel ‘kan? Huehehehe….. :D Perbedaan adalah berkah, saya sangat mempercayai itu, baik perbedaan dalam keyakinan ataupun pendapat semuanya adalah berkah dan Allah menciptakan dan membiarkan perbedaan-perbedaan tersebut yang akan terus ada hingga akhir zaman. Dan jembatan untuk perbedaan-perbedaan itu tentu adalah ‘toleransi’ namun tentu toleransi harus dilihat dari banyak sudut dan bukan hanya dilihat dari satu sudut sempit saja……..

Ok, Happy Holidays and see you again in 2008! Insha Allah!

Mitologi: Distorsi Dari Kejadian-Kejadian Aktual

In Pengetahuan, Serba Serbi on Kamis, 27 Desember 2007 at 6:25 am

The Illustrated Anthology of World Myth and StorytellingPostingan ini juga didedikasikan sebagai penghargaan tulus saya terhadap seorang rekan blogger yang sama yang juga memberikan buku ” The Complete Encyclopaedia of Warships: Steam, Turbine, Diesel, Nuclear: 1798-2006.” Namun artikel kali ini saya simpulkan dari buku yang satu lagi yang diberikan kepada saya yaitu: “Mythology: The Illustrated Anthology of World Myth and Storytelling“. Namun sebelumnya saya mohon maaf, karena saya bukan ahli mitologi dan juga saya belum 100%  selesai membaca buku ini (Terbitan Duncan Baird Publishers, London, UK), maka sekali lagi saya mohon maaf jikalau kupasan saya di artikel ini kurang menggigit dan kurang dalam. Namun karena saya senang dengan tantangan baru maka saya putuskan untuk menulis juga artikel ini. Nah, ayo mari kita mulai:

Mitologi, definisi dasar menurut buku ini adalah bagai sebuah refleksi dalam sebuah cermin di mana refleksi tersebut bukan hanya mencerminkan harapan-harapan dan ketakutan-ketakutan kita  tetapi juga mencerminkan orang-orang dari masa di mana mitos tersebut berasal. Terkadang beberapa mitos merupakan cermin satu2nya untuk melihat orang-orang pada zaman itu karena mungkin mitos tersebut berasal dari masa di mana belum ada catatan tertulis sejarah.

Mitos seringkali diceritakan dari generasi ke generasi, dan tak jarang mitos tersebut sudah banyak terjadi distorsi atau perubahan dari aslinya. Bagi orang-orang di generasi pertama di mana mitos tersebut berawal, cerita-cerita mitos bukan hanya sekedar cerita-cerita belaka, tetapi banyak juga berfungsi untuk menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi melalui jawaban-jawaban filosofis yang dianggap benar mewakili kejadian fenomena2 tersebut. Tentu jawaban-jawaban filosofis inilah satu-satunya yang dapat disimpulkan oleh manusia2 pada masa itu sebelum ilmu pengetahuan menggantikan jawaban2 filosofis untuk menerangkan fenomena2 alam yang terjadi. Bukan itu saja, cerita-cerita mitos pada zaman itu juga berfungsi sebagai petunjuk bagaimana manusia sebaiknya bertingkahlaku baik tingkah laku pribadi maupun tingkah laku dalam lingkup sosial.

Tidak seperti buku mitologi saya yang cetakan tahun 1970an yang hanya memaparkan mitologi dari dunia barat saja terutama dari Romawi, Yunani, Jermania dan Norwegia (Norse) maka buku pemberian rekan blogger saya ini memberikan gambaran mitologi yang jauh lebih lengkap dari berbagai belahan bumi mulai dari mitologi barat hingga mitologi Afrika, Aborigine Australia hingga mitologi bangsa2 Indian di benua Amerika. Sayang mitologi khusus dari Indonesia tidak ada padahal Indonesia juga punya mitos2 walaupun tidak begitu terkenal ke seluruh dunia seperti: Ratu Pantai Selatan dan Kuntilanak(?). Nah dari buku ini saya mengenal wajah2 mitologi yang berbeda2 di seluruh dunia. Bahkan dalam pendiskripsian suatu obyekpun terkadang berbeda-beda dari satu mitos ke mitos lainnya di belahan bumi ini (mengingat mitologi adalah berangkat dari pencarian jawaban atas fenomena-fenomena aktual atau alamiah di zaman pra-sejarah dan tentu saja pra-sains). Bulan misalnya, di tengah2 suku bangsa Aborigine Australia dianggap sebagai penjelmaan dari kucing mitos bernama Mityan yang bertarung guna memperebutkan cinta calon pasangan hidup dari Unurginit yang direpresentasikan sebagai sebuah bintang di rasi Canis Major.  Dan si kucing Mityan ini kalah bertarung dan sejak itu ia terbuang dan ‘bergentayangan’ menjadi bulan di langit. Bangsa Mesir kuno merepresentasikan bulan sebagai dewa ‘Thoth“. Dewa Toth ini dilukiskan sebagai dewa yang bijak dan terpelajar sekaligus seorang (sedewa lebih cocok barangkali ya? :mrgreen: ) mediator dan seorang pembawa perdamaian. Dewa Thoth ini jugalah yang dipercayai mendamaikan Dewa Re atau dewa cahaya dan Dewa Horus, dewa kegelapan. Sedangkan bagi bangsa Aztec zaman dahulu yang menempati lokasi di negara Meksiko sekarang,  bulan adalah penjelmaan dari dewa Tecuciztecatl. Sebenarnya Tecuciztecatl ini ingin menjadi dewa matahari tetapi karena kalah bersaing dari dewa Nanahuatzin maka dewa Tecuciztecatl ini hanya menjadi dewa bulan sedangkan yang menjadi dewa matahari akhirnya adalah dewa Nanahuatzin. Begitulah umat manusia zaman dahulu di berbagai belahan bumi ‘mengarang’ cerita sendiri-sendiri yang berbeda-beda guna menjelaskan fenomena alamiah. Bukan hanya bulan namun juga matahari, bintang, lautan, bumi dan bahkan binatang2 menuai cerita unik tersendiri di setiap tempat di muka bumi ini.

Kebanyakan mitos memang dipercayai ada pada masyarakat zaman dahulu dan seiring dengan berjalannya waktu dan generasi, cerita2 tersebut mengalami distorsi, penambahan, pengurangan dan sebagainya. Dan biasanya pula mitos-mitos ini tentu saja tidak diketahui siapa ‘pengarang’nya atau bagaimana dan siapa yang memulainya. Memang ada beberapa mitos yang diketahui pengarangnya walaupun riwayat si pengarang hanya diketahui sangat sedikit oleh generasi2 sesudahnya. Contohnya adalah Sun Wokong, yaitu legenda China raja monyet (The Monkey King) yang sangat terkenal bukan hanya di negeri China tetapi juga di seluruh dunia. Di buku ini The Monkey King, sebuah saga komikal tentang monyet yang berakhir menjadi seorang buddha,  juga dimasukkan sebagai sebuah mitos. Dan pengarangnya diketahui bernama Wu Cheng’en, yang hanya diketahui namanya saja sedangkan riwayat hidup sang pengarang yang sebenarnya sangat sedikit diketahui.

Nah, begitulah untuk sementara garis besar-garis besar mitologi yang dapat saya simpulkan. Saya masih terus membaca buku ini yang belum selesai. Sebenarnya saya menemukan banyak sekali topik2 khusus yang menarik yang saya temukan di buku ini. Mungkin di lain waktu saya akan kembali dengan kupasan topik2 khusus di dalam buku ini. 

Mitologi dan mitos memang dapat menjadi sesuatu yang menarik. Karena mitos di zaman serba sains ini tidak lagi menjadi penjelasan dari fenomena2 alam namun hanya menjadi cerita2 di kala senggang dan sebagai salah satu bahan bakar dunia hiburan masa kini, yang terkadang lucu, pandir, dan terkadang dibuat seram dan horor semuanya dapat menjadi hiburan tersendiri di masa kini. Itulah sebabnya mitos2 terus berkembang bahkan di masa kini. Di Amerika Serikat: Jack the Giant Killer, The Legend of Sleepy Hollow, Boogeyman dan bahkan (believe it or not!) Cinderella dimasukkan sebagai mitos modern di tengah masyarakat Amerika yang tentu saja keberadaannya dianggap sebagai sebatas dongeng saja. Dan di Indonesia mungkin kasus Kolor Ijo, yang dulu pernah merebak, jikalau diingat2 dan diceritakan terus oleh masyarakat dari generasi ke generasi mungkin dapat berkembang menjadi mitos pula. Ya nampaknya mau tidak mau, suka tidak suka, naif tidak naif, mitos dan mitologi nampaknya tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat modern………

Amerika Serikat Raja Kapal Induk Dunia

In Pengetahuan, Serba Serbi on Senin, 24 Desember 2007 at 5:00 am

Steam, Turbine, Diesel, Nuclear 1798 - 2006Untuk postingan kali ini dan juga berikutnya, akan saya ambil dari dua buah buku yang diberikan oleh seorang rekan blogger sebagai tanda persahabatan tulus. Dan sebagai apresiasi yang tulus pula untuk postingan kali ini dan berikutnya akan saya ambil intisarinya dari kedua buku tersebut. Kedua buku yang saya terima tersebut sangatlah bagus dan sangat kaya akan gambar dan semua gambarnya full-colour, informasi yang terkandungnyapun sangat lengkap dan mutakhir. Baiklah untuk kali ini saya akan menampilkan tulisan dari salah satu buku tersebut: The Complete Encyclopaedia of Warships: Steam, Turbine, Diesel, Nuclear: 1798-2006. Namun tentu saya tidak akan menterjemahkan mentah-mentah bagian dari buku tersebut, karena sifat saya yang tidak suka untuk menterjemahkan mentah-mentah. Untuk itu tulisan ini juga akan diperkaya dengan pengetahuan saya sendiri dan juga dari berbagai sumber lain sehingga menjadi sebuah topik tersendiri.

Topik yang saya pilih adalah mengenai kapal induk (aircraft carrier). Kenapa kapal induk? Karena kapal induk selain merupakan kapal terbesar yang berada di jajaran angkatan laut, kapal induk juga memerankan peranan sangat besar dalam perang modern saat ini di mana pengangkutan pesawat2 tempur ke tempat-tempat jauh di belahan bumi lain baik untuk menyerang suatu negara ataupun untuk mempertahankan suatu koloni yang jauh seringkali sangat diperlukan dan tidak dapat dihindarkan. Pembuatan kapal induk selain memerlukan biaya yang sangat besar tentu juga memerlukan teknologi yang sangat canggih terutama kapal induk yang bertenaga nuklir. Tidak heran hingga saat ini hanya empat negara saja yang memproduksi kapal induknya sendiri yaitu: Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Rusia. Inggris dan Perancis memang memerlukan kapal induk karena mereka mempunyai koloni2 yang tersebar di berbagai belahan bumi dan untuk mempertahankan koloni2 tersebut jikalau sewaktu2 diserang. Sementara AS, selain juga mempunyai koloni di lautan Pasifik, mungkin juga digunakan untuk menggulingkan rezim di negara2 lain seperti di Irak yang sudah kita ketahui bersama. Jepang pada Perang Dunia II pernah membuat kapal induk yang cukup banyak dan canggih, namun setelah Perang Dunia II, Jepang tidak pernah lagi membuat kapal induk.

Ok, untuk seksi berikutnya, saya akan menjabarkan secara singkat empat buah kapal induk dari empat negara yang berbeda yang memproduksi kapal induknya sendiri. Mereka adalah: USS Nimitz (Amerika Serikat), HMS Invincible (Inggris), Charles de Gaulle (Perancis) dan Admiral Kuznetsov (Rusia).

USS Nimitz (Amerika Serikat)

Amerika Serikat, tak diragukan lagi, adalah raja kapal induk dunia. Ya, karena negara ini adalah satu2nya di dunia kini yang mengoperasikan kapal induk dalam jumlah banyak yaitu 13 buah dan 11 di antaranya bertenaga nuklir! Armada kapal induk AS adalah: USS Nimitz, USS Dwight D. Eisenhower, USS Carl Vinson, USS Theodore Roosevelt, USS Abraham Lincoln, USS George Washington, USS John C. Stennis, USS Harry S. Truman, USS Ronald Reagan dan USS George H. W. Bush, USS Enterprise. Kesebelas kapal induk AS ini semuanya bertenaga nuklir. AS masih punya 2 kapal induk lagi yang bertenaga konvensional yaitu USS Kitty Hawk dan USS John F. Kennedy.

Nah, sekarang mari kita konsentrasikan kepada USS Nimitz saja agar lebih fokus. Kenapa USS Nimitz? Karena inilah kapal induk paling besar di dunia saat ini, walaupun kapal induk ini bukanlah kapal induk yang terbaru di jajaran angkatan laut AS. Malah kapal induk ini diresmikan tahun 1975 usianya sudah 30 tahun lebih namun masih merupakan kapal induk terbesar di dunia dan juga sudah sarat dengan pengalaman.

Operasi serius pertama yang dilakukan oleh kapal induk ini adalah di tahun 1979 ke Iran, sewaktu Shah Iran yang sekutu dekat AS digulingkan dan merupakan awal masa “Republik Islam Iran” pimpinan Ayatollah Khomeini. Waktu itu masih ada adidaya lain yaitu Uni Soviet sehingga USS Nimitz tentu saja tidak diperintahkan untuk menyerang frontal Iran tetapi untuk melancarkan operasi pembebasan 52 orang Amerika yang disandera di kedutaan besar AS di Tehran yang diberi kode operasi Evening Light yang berakhir tragis dan gagal total karena helikopter yang dipakai untuk membebaskan para sandera mengalami kecelakaan dan jatuh di gurun pasir Iran. Selain itu kapal induk ini juga mempunyai segudang pengalaman lain seperti pada tanggal 19 Agustus 1981, kapal induk ini juga berperan dalam “komfrontasi ringan” dengan Libya di mana pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat MiG Libya. Misi terbesarnya tentu saja kapal induk ini terlibat dalam dua kali perang teluk yaitu perang teluk pertama yang disebut “Desert Storm” yaitu operasi yang membebaskan Kuwait dari cengkraman Irak di tahun 1991  dan juga perang teluk kedua yang disebut operasi “Iraqi Freedom” yang menggulingkan rezim Saddam Hussein. Namun beberapa kali kapal induk ini juga melakukan misi damai non-militer seperti ikut dalam memeriahkan Olimpiade Seoul 1988 di Korea Selatan yang tentu juga bisa berfungsi sebagai bagian dari pengamanan olimpiade tersebut.

Berikut adalah data Teknis USS Nimitz:

Tipe : Kapal Induk multi peran
Bobot : 97 000 ton Inggris (98 600 ton metrik)
Dimensi : Panjang (333 m)  Beam*) (41 m)  Draft*) (11 m)
Sumber Tenaga : Dua buah reaktor nuklir
Awak : 5621

HMS Invincible (Inggris)

HMS Invincible

Inggris yang pada abad ke-19 merupakan raja lautan dengan sebutannya “Britain Rules The Wave” saat ini hanya mempunyai tiga kapal induk saja yaitu HMS Invincible, HMS Illustrious dan HMS Ark Royal. Ketiga kapal induk ini bertenaga konvensional dan tidak ada yang bertenaga nuklir. Dimensi kapal induk Inggris inipun jauh lebih kecil dibandingkan kapal-kapal induk AS apalagi dibandingkan USS Nimitz. Namun Inggris kini tengah mengembangkan dua kapal induk yang lebih besar, tapi tetap bertenaga konvensional non-nuklir yaitu: HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales.

Nah, kita sekarang kita fokuskan kepada HMS Invincible yang diresmikan penggunaannya tahun 1980 ini. Walaupun pengalaman HMS Invincible tidak sekaya USS Nimitz, namun HMS Invincible ini juga mempunyai pengalaman tempur di Perang Malvinas tahun 1982. Waktu itu bersama-sama dengan kapal induk Inggris lainnya HMS Hermes yang kini sudah pensiun dari angkatan laut kerajaan Inggris dan dibeli oleh angkatan laut India dan diberi nama INS Viraat, berperan besar dalam mendukung Inggris memenangkan perang Malvinas melawan Argentina. Waktu itu kapal induk ini mengangkut 12 helikopter Sea King dan 9 pesawat tempur Sea Harrier yang terkenal waktu itu karena bisa mendarat dan lepas landas secara vertikal.

Berikut ini adalah sedikit data teknis HMS Invincible:

Tipe        :P esawat Induk tipe ringan
Bobot      : 20 400 ton Inggris (20 700 ton metrik)
Dimensi  : Panjang (206 m) Beam*) (27.5 m) draft*) (7 m)
Tenaga   : Konvensional (Turbin gas/bahan bakar karbon)
Awak      : 875

Charles de Gaulle (Perancis)

Charles de Gaulle

Angkatan Laut Perancis saat ini hanya mempunyai dua kapal induk saja yaitu Charles de Gaulle dan Jeanne d’Arc. Jeanne d’Arc sebenarnya adalah kapal induk untuk helikopter saja atau helicopter carrier tepatnya, sehingga banyak pengamat mengatakan bahwa saat ini Perancis hanya mempunyai satu buah kapal induk saja. Namun kapal induk Perancis Charles de Gaulle ini termasuk yang paling baru dan diresmikan tahun 2001 lalu. Dan perlu diketahui bahwa Charles de Gaulle ini adalah satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir yang dibuat di luar Amerika Serikat!  Sebenarnya Perancis sebelumnya juga mempunyai dua buah kapal induk yaitu Clemenceau dan Foch masing2 buatan tahun 1961 dan 1963. Namun kini kedua kapal induk tersebut sudah pensiun dari angkatan laut Perancis, dan Foch kini telah dibeli oleh Angkatan Laut Brasil dan dinamai São Paulo. Tetapi kini Perancis tengah membangun satu lagi kapal induk yang sekelas dengan Charles de Gaulle dengan nama proyek Porte-Avions 2 dan diperkirakan selesai sekitar tahun 2014 mendatang dengan menggunakan tenaga non-nuklir atau konvensional.

Charles de Gaulle sendiri pada saat pengembangannya mengalami beberapa kendala. Pada tahun 2000 sebelum diresmikan diketahui bahwa tingkat radiasi di permukaan kapal sedikit di atas ambang keamanan akibat sistem isolasi radiasi dari tenaga nuklirnya kurang baik walaupun dapat segera diatasi. Juga baling-baling (propeller)nya pernah mengalami kerusakan sebelum diresmikan yang mengakibatkan harus digantinya baling-baling tersebut. Tahun 2001, tak lama setelah diresmikan sempat terjadi kebocoran kecil gas beracun yang menyebabkan seorang awak kapalnya pingsan. Namun setelah kejadian2 tersebut Charles de Gaulle hampir dikatakan tidak pernah lagi mengalami gangguan2 yang berarti dan siap mengabdi untuk angkatan laut Perancis.

Charles de Gaulle karena masih baru masih miskin dengan pengalaman tempur. Satu-satunya misi militer yang pernah diikutinya ialah ke lautan Hindia pada saat pasukan koalisi pimpinan AS menggulingkan pemerintahan Taliban di Afghanistan. Sedangkan di Perang Teluk kedua yang menggulingkan presiden Saddam Hussein di Irak, Charles de Gaulle tidak ambil bagian karena waktu itu pemerintah Perancis tidak mau ambil bagian di dalam pasukan koalisi yang dipimpin AS juga.

Berikut ini adalah sedikit data teknis Charles de Gaulle:

Tipe                     : Kapal Induk khusus kelas menengah
Bobot                   : 40 600 ton Inggris (41 250 ton metrik)
Dimensi               : Panjang (261.5 m) Beam*) (64 m) Draft (9.5 m)
Tenaga                : 2 reaktor nuklir ditambah cadangan 4 mesin diesel listrik
Awak                   : 1600

Admiral Kuznetsov (Rusia)

Admiral Kuznetsov

Sungguh ironis, Uni Soviet yang dulu negara adidaya, kini setelah terpecah, dan pecahannya yang paling besar dan kuat yaitu Rusia, kini angkatan lautnya hanya mempunyai satu kapal induk saja yaitu Admiral Kuznetsov atau lengkapnya adalah Admiral Sovetskogo Soyuza Kuznetsov/Адмирал флота Советского Союза Кузнецов. Dahulu Uni Soviet sempat mempunyai kapal2 induk yang ‘ditakuti’ oleh negara2 barat seperti: Minsk dan Kiev. Namun sayang kapal-kapal induk Uni Soviet itu tidak ada yang bertenaga nuklir. Kini, kapal-kapal induk tersebut telah pensiun dari angkatan laut Rusia. Minsk sendiri akhirnya dibeli oleh China namun bukan digunakan sebagai kapal induk aktif tapi lebih dijadikan sebagai monumen angkatan laut saja.

Kapal induk satu-satunya milik Rusia kini, Admiral Kuznetsov, mulai aktif penuh tahun 1995 dan terhitung baru namun tenaga yang dipakai adalah konvensional atau non-nuklir. Kapal induk ini memang masih miskin pengalaman perang karena Rusia sejak pecah tidak pernah terlibat peperangan. Kegiatan kapal perang ini kebanyakan selama ini adalah tur ke berbagai lautan dan juga terlibat dalam latihan pernag hanya itu, apalagi Rusia yang kini juga tengah masih terlibat kesulitan keuangan membuat pengoperasian kapal induk ini juga menjadi terbatas. Admiral Kuznetsov diperkirakan akan tetap mengabdi kepada angkatan laut Rusia minimal hingga tahun 2030.

Berikut ini adalah data teknis sekilas Admiral Kuznetsov:

Tipe                   : Kapal induk kelas menengah
Bobot                 : 67 000 ton Inggris (68 100 ton metrik)
Dimensi             : Panjang (300 m) Beam*) (73 m) Draft*) (38 m)
Tenaga              : Turbin uap, 9 turbogenerator, 6 diesel generator
Awak                 : 1960

_________________________________

Keterangan:

*) Beam = Lebar kapal yang terpanjang. Draft = Kedalaman air (minimun) yang diperlukan agar kapal dapat mengapung (tidak menyentuh dasar).

 

Delapan Harapan Gombal, Klise dan Narsisistik Untuk Tahun 2008

In Kehidupan, Perilaku on Jumat, 21 Desember 2007 at 6:56 am

Sebelumnya saya ingin memberitahu para pembaca yang budiman bahwasannya postingan kali ini benar-benar bukan warna postingan saya yang asli. Namun karena saya sudah dianiaya oleh dua orang bapak-bapak untuk membuat postingan ini, yang mirip seperti surat berantai :mrgreen: maka dengan berat hati saya terpaksa juga membuat postingan seperti ini demi menyenangkan hati dua orang yang telah menganiaya saya tersebut. Huehehehe….. Nah, untuk itu maka jadilah postingan ini mengenai impian saya (yang mungkin hanya tetap sekedar mimpi) yang gombal, klise dan narsisistik di tahun 2008 ini. Ok, inilah dia:

  1. Saya ingin menjadi manusia yang lebih bertakwa kepada Allah swt dan lebih berguna lagi bagi nusa dan bangsa di tahun 2008 ini. (Boooooooo!! Kliseeee!! :D )
  2. Menjadi seorang kepala keluarga yang lebih baik lagi di tahun mendatang bagi seorang pasangan hidup dan terlebih lagi menjadi ayah lebih baik bagi kedua orang anak laki2 saya yg berusia 9 dan 7 tahun dengan lebih dekat lagi kepada mereka dengan menghilangkan banyak waktu untuk blogging (eh nggak deh, sedikit aja waktu blogging yang dihilangkan, maklum udah kecanduan sih! :mrgreen: )
  3. Saya ingin beli becak baru. Saya sudah bosan dengan becak saya yang buatan Perancis bermerk “Peugeot 306″ dan yang buatan Jepun “Toyota Rush” yang lebih banyak nganggurnya di garasi saya di rumah saya di Jakarta dan lebih banyak dipakai orang lain daripada saya sendiri. (Nah, ini baru harapan, agak narsisis, tapi kalau duitnya nggak ada ya tetep saja jadi impian! Huehehehe…..)
  4. Pengin pergi berlibur ke Serengeti di Tanzania, Afrika. Pengin merasakan safari yang sebenarnya bukan hanya safari2an seperti di Taman Safari Bogor atau Night Safari Park di Singapura (tapi yang terakhir ini unik banget bagi yang ke Singapura patut dicoba). Nah, untuk yang keempat ini juga kalau ada duitnya, kalau nggak ya tetap saja jadinya cuma harapan kosong belaka! Huehehehe…. :D
  5. Nah, harapan kelima ini sederhana2 saja, saya ingin kopdaran sekali saja dengan rekan2 blogger yang sudah saya kenal baik online, mungkin nanti kalau ada pesta blogger 2008 dan jikalau saya nggak diundang saya usahakan datang walaupun harus bayar juga tapi mudah2an waktunya tepat sehingga saya bisa datang. :D
  6. Pengin beli buku2 di Amazon[dot]com yang sampai kini belum kesampaian saya miliki yang dari dulu ingin saya miliki seperti: Webster’s Third New International Dictionary, Unabridged yaitu kamus Bahasa Inggris paling lengkap di dunia, harganya lumayan mahal untuk kantong saya sekitar US$130. Juga kamus Bahasa Perancis: Le Petit Larousse illustré 2008 (sekitar 75 euro). Le Petit Larousse illustré terakhir yang saya miliki adalah tahun 1997. Sudah ketinggalan zaman. Hehehehe…..
  7. Mau ngecilin perut yang sudah agak membuncit dengan lebih rajin fitness dan olahraga biar terlihat lebih fit dan seksi kembali. :mrgreen:
  8. Nah, yang ini adalah harapan ’sosial’ dan lagi-lagi klise: Mudah2an tahun 2008, adalah tahun yang lebih baik dan lebih membahagiakan dari tahun2 sebelumnya, mudah2an saya, keluarga saya, teman2 saja dan juga rekan2 blogger semua lebih mendapatkan kebahagiaan dan dikaruniai kesehatan, rezeki dan (jangan lupa lebih banyak beramal! :mrgreen: ) hidayah di tahun 2008 ini. Amin.

Nah, 8 harapan sudah diutarakan. Namun sialnya saya harus memberikan 8 tebusan kepada kedelapan rekan blogger tercinta untuk berbuat serupa. Huehehehe……. Ok, langsung saja, saya sudah menetapkan kedelapan orang tersebut:

  1. Prof. Sjafri Mangkuprawira, ayo prof, paparkan 8 keinginan atau harapan prof boleh 8 keinginan khusus di bidang SDM atau manajemen atau apapun di tahun 2008 ini. Huehehehe…….
  2. Kang Jupri (waduh udah ditodong berapa orang ini kang Jupri ya?) alias mathematicse, ayo kang Jupri boleh 8 harapan khusus di bidang pendidikan Matematika  atau apapun yang masih ada hubungannya dengan Matematika yang kang Jupri harapkan di tahun 2008 ini. Huehehehe……
  3. Mas Eby yang sering saya aniaya sekaligus saya sayangi huehehehe…. ayo mas Eby bikin 8 harapan yang narsisis seperti mau kawin lagi, dsb. Untuk postingan yang mencakup ini boleh deh narsisis sekali2! :mrgreen:
  4. Mbak Nurita Putranti, ayo mbak, bikin postingan konyol seperti ini, biar ngeramé-raméin, pasti harapan mbak Nurita bagus2 deh. :mrgreen:
  5. Mas Prasso, ayo mas, bikin postingan mengenai harapan mas Prasso terkait dengan dunia tennis, misalnya mas Prasso nggak mau lagi lihat Roger Federer juara Grand Slam lagi, dan sebagainya. Ayo mas! :D
  6. Kang Anggara, ayo Kang, bikin postingan mengenai harapan2 akang mengenai reformasi atau perbaikan **halaah** di bidang hukum untuk tahun 2008 ini. :D
  7. Mbak Hanna Francisca, wah ini orang sudah ditodong berapa orang saja ya untuk membikin postingan seperti ini, huehehehe…., tetapi saya percaya harapan2 mbak Hanna pasti berbobot deh. :D
  8. Mbak Agoyyoga, ok mbak, apa harapan mbak agoyyoga untuk tahun 2008 ini? We would like to hear something from you about it ok? You can post it in English of course! Ok, we are looking forward to your posting. Ok? :D

Nah, begitulah 8 orang yang saya tunjuk untuk ‘mensukseskan’ postingan berantai yang konyol ini huehehehe….. Catatan serius, tentu postingan ini tidak wajib lho, tetapi berpahala karena kalau bapak2, mas2 dan mbak2 membuat postingan ini telah menyenangi hati saya yang teraniaya ini. Hehehehe…. :mrgreen:

Jangan Hanya Sekedar Top…..

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Selasa, 18 Desember 2007 at 6:21 am

Sebelumnya saya ingin memberitahukan kepada para pembaca blog saya yang budiman, karena akhir2 ini terlebih menjelang akhir tahun kesibukan saya sedikit meningkat, untung bonusnya besar :mrgreen: , maka untuk sementara waktu sampai akhir Desember mungkin saya hanya bisa memposting artikel yang ringan-ringan dan kurang bermutu seperti ini, jadi harap maklum.

Ok, kali ini saya mau bercerita yang berkenaan dengan sebuah SMS yang dikirim oleh seorang temanku di Surabaya pada Jumat sore. Di SMS itu, ia memberitahukan bahwa blog saya masuk dalam top 100 versi Indonesia Matters. Oleh karena waktu itu saya sedang rapat dan karena isinya juga kurang penting dan juga kurang membuat saya antusias jadinya SMS itu lupa saya balas sampai keesokan harinya. Jadi bagi yang merasa SMS-nya lambat dibalas waktu itu mohon dimaafkan lahir bathin. Ok? :mrgreen: Ok, kita kembali lagi ke topik, lantas kenapa saya kurang antusias?? Ya, karena dari awal saya membuka blog saya di WP ini bukan berniat untuk menjadi ‘top’ dengan cara yang ’salah’, maksudnya jangan sampai blog saya menjadi ‘top’ bukan dari segi kualitasnya alias dari segi yang ‘lain-lain’. Tapi karena penasaran juga, Sabtu paginya, setelah lelah berselancar di dunia maya dan juga sudah tidak ada tujuan lain lagi, akhirnya saya cek juga di situs tersebut. Dan memang benar di malam itu blog saya berada di urutan 90an (lupa persisnya berapa, habis tidak memperhatikan secara detail), sebelum turun drastis menjadi urutan 130 sekarang. Padahal saya dan teman saya itu tidak pernah mendaftarkan blog saya ke situs tersebut. Sebenarnya terus terang saya juga senang walaupun menjadi ‘top’ bukan target saya, namun ternyata setelah dilihat2 dan diteliti secara seksama ternyata blog2 tersebut menjadi top kebanyakan bukan karena unggul dalam kualitas tetapi hanya dari segi kuantitas, blog’s traffic, jumlah link dan lain-lain. Apalagi saya melihat, ada banyak blog2 bermutu yang tidak masuk hitungan dan banyak juga blog2 yang ‘yah! Begitulah!’ yang masuk jajaran blog top. Tentu ini bukan salahnya Indonesia Matters, karena memang judulnya adalah ‘100 Top Blogs’ bukan ‘100 Quality Blogs’. Lagipula menentukan ‘Quality Blogs’ tentu bukan masalah mudah pula, setiap orang punya kriteria tertentu, nanti ujung2nya di-voting juga atau pakai SMS dalam memilih ‘Quality Blogs’ seperti dalam acara Indonesian dodol Idol saja dan kalau sudah votingan seperti itu sedikit banyak akan mengurangi akurasi pemilihan ‘Quality Blogs’ -nya jadi ya memang agak sulit menentukan pemenang berdasarkan hal2 yang non-kuantitatif.

Nah, sekarang tentu masing2 orang mempunyai kriteria tertentu  dalam menentukan suatu blog bermutu atau tidak, terserah masing2 tentunya. Kalau saya, blog2 yg bermutu adalah sebagai berikut:

  • Blog-blog yang sarat ilmu pengetahuan dan sains (apapun), menurut saya ini adalah blog dengan nilai tertinggi karena menurut saya tanpa sains dan teknologi peradaban manusia tidak bisa berkembang, anda bisa ngeblog di Internet ini tentu karena sains dan teknologi
  • Blog yang sarat dengan pendidikan, baik itu pendidikan dalam sekolah ataupun luar sekolah termasuk info2 yang berkaitan dengannya. Tentu saja blog ini mempunyai misi yang baik dan patut diberi bobot tinggi.
  • Blog-blog yang fokus pada topik2 tertentu walaupun itu tidak mencakup ilmu pengetahuan, sains dan teknologi, tentu pada hal2 yang positif bukan fokus pada hal2 yang negatif seperti misalnya dalam pornografi. Tentu blog2 ini sangat dalam kupasannya dan tidak mudah membuat blog seperti itu. Untuk itu menurut saya blog2 ini patut dikualifikasikan sebagai blog2 yang berbobot.
  • Blog-blog yang mempunyai nilai sastra. Walaupun saya tidak banyak mengerti sastra, namun saya mengerti keindahan kata2 yang terkandung di dalamnya dan tentu tidak semua orang dapat membuatnya karena untuk membuatnya sepertinya memerlukan bakat dan talenta literatural yang tinggi. Nah, untuk itu blog2 seperti ini juga mempunyai nilai yang tinggi dalam kualitas.
  • Blog-blog keagamaan dan spiritual. Namun bagi saya ada catatannya, blog keagamaan dan spiritual yang bagus adalah yang tidak hanya sekedar mempertentangkan antar ajaran agama. Juga blog spiritual yang bagus menurut saya adalah bukan yang memuat masalah2 klise yang sudah sering dimuat atau yang sebenarnya kita sudah tahu, namun hanya dibungkus kata2 baru yang indah. Walaupun blog2 tentang masalah2 spiritual yang klise juga mempunyai nilai tetapi menurut saya nilainya sudah menurun karena tiap hari kita juga sudah dengar! Huehehehe…. :mrgreen:

Nah, itulah menurut saya blog2 yang bermutu. Tentu anda mempunyai kriteria yang berbeda atau berbeda sedikit dengan poin-poin saya di atas. Nah bagaimana menurut anda? Sementara blog-blog yang tak bermutu adalah blog-blog yang narsisis yang hanya menceritakan diri sendiri yang tidak ada gunanya untuk orang lain yang membacanya. Juga blog-blog pornografi yang tak ada seninya (kalau ada seninya barangkali mendingan kali ya?? **halaaah** :mrgreen: ). Juga blog2 ‘fitnah’ menurut saya juga tidak berbobot, biasanya blog fitnah ini lengket dengan sebuah blog yang ‘berbau keagamaan’ tetapi tujuannya semata2 hanya untuk menjelek-jelekan agama atau kepercayaan orang lain.

Nah, begitulah menurut saya blog-blog yang berbobot dan yang tidak berbobot. Namun apapun kriteria anda mengenai blog-blog yang berbobot, mari kita seyogianya membuat blog2 bermutu yang berguna bagi para pembacanya dan jangan hanya sekedar narsisis gombal top! Setuju?

Compendium of Three

In Serba Serbi on Sabtu, 15 Desember 2007 at 5:00 am

In this article, I would like to present three subarticles which are independent amongst them. Why must it be articles within a compendium? No praticular reasons, that’s because I would like to write these articles but they are too brief that I think I’d better join them in a single post. That’s why I call it ‘Compendium of Three’. Two of them will be presented in Bahasa Indonesia while the other one will be delivered in English. This prelude is created for you, the readers, so you will not get lost within. Ok? :D

Dalam artikel ini, saya akan menyajikan tiga artikel pendek yang tidak ada hubungannya satu sama lain. Kenapa mesti tiga artikel dalam satu postingan? Bukan apa-apa, hanya saja saya lagi ingin menulis tentang topik2 di bawah ini namun mereka sangat pendek sehingga saya fikir ada baiknya untuk menyatukan mereka di dalam satu postingan. Itulah kenapa saya namakan artikel ini ‘Compendium of Three’ atau kira2 artinya ‘Koleksi Tiga Artikel’. Dua di antara artikel tersebut ditulis dalam Bahasa Indonesia dan yang satu lagi dalam Bahasa Inggris. Begitulah, pendahuluan ini dibuat agar para pembaca tidak menjadi bingung. :D

SEA Games Oh… SEA Games
Wah… ada apa ya dengan Indonesia di SEA Games?? Padahal setahu saya dulu sebelum krismon Indonesia selalu memimpin dalam perolehan medali SEA Games. Yang paling menyebalkan Indonesia berada di bawah Malaysia dalam pengumpulan medali di SEA Games. Wakakakakak….. Sewaktu postingan ini dibuat Malaysia berada di posisi ketiga dengan 56 medali emas, sedangkan Indonesia berada di tempat keempat dengan 44 medali emas. Lebih perkasakah Malaysia dari Indonesia dalam olahraga?? Hmmmm…. untuk SEA Games kali ini biarlah si Malaysia menang…. tetapi ada tetapinya…. apa itu??Ha…. ini dia… bolehlah dia lebih unggul dari Indonesia di SEA Games kali ini, tetapi bagaimanapun juga Malaysia belum pernah merasakan nikmatnya mendapatkan emas olimpiade! Padahal gengsi emas olimpiade mungkin 100 kali lebih daripada medali emas SEA Games. Nah itulah keunggulan Indonesia dari Malaysia di bidang olahraga sampai sekarang! Huehehehe… :mrgreen:
Blog dan Internet Masuk Desa
Masih ingatkah anda dengan iklan TELKOM yang menceritakan tentang anak2 SD di desa yang riang gembira menyambut kedatangan Internet di desa atau sekolah mereka? Mereka ada yang antusias ingin menemui David Beckham di Internet dan ada juga yang menanyakan kepada guru agama/mengaji mereka apakah Internet itu halal atau haram, yah pokoknya dalam iklan tersebut digambarkan anak2 desa yang sangat bersemangat dan antusias menyambut kedatangan Internet.
Namun sadarkah kita, andaikan si anak di desa tersebut misalnya ingin mengetahui David Beckham terus dia mencari di Search Engine…. dan menemukan hampir semua informasi tentang David Beckham di dunia maya dalam Bahasa Inggris?? Tentu ia akan sangat kesulitan untuk mencernanya. Mungkin jangankan muridnya, guru-gurunyapun banyak yang juga kesulitan untuk mencerna informasi dalam bahasa asing tersebut. Ini adalah kenyataan yang sangat memprihatinkan bahwa masih dibilang sedikit informasi2 tentang segala sesuatu di Internet ini dalam Bahasa Indonesia. Sebagai contoh misalnya, artikel saya yang judulnya “Angka Romawi” termasuk yang banyak diakses di antara artikel2 saya yang lain, rupa2nya lumayan banyak juga mereka2 atau mungkin murid2 sekolah yang ingin belajar atau mengetahui angka Romawi.  Memang setelah saya cari di search engine sangat sedikit sekali informasi dalam Bahasa Indonesia mengenai bagaimana membaca angka Romawi di internet ini. Mungkin jikalau mereka mengetikkan kata “Roman Numerals” di search engine mereka akan mendapatkan segudang informasi yang mereka butuhkan dengan mudah termasuk bagaimana membaca dan menulis angka Romawi. Namun tentu saja kita tidak bisa mengharapkan mereka yang dari desa terpencil akan mengetikkan kata ‘Roman Numerals’ di search engine yang mereka temui. 
Pada saat saya memulai menulis sebuah blog, blog pertama saya adalah blog berbahasa Inggris di Blogger. Namun saya sadar jikalau saya menyajikan dalam bahasa Inggris mungkin blog saya menjadi kurang bermakna karena mungkin banyak informasi lain sejenis dalam bahasa Inggris yang jauh lebih bagus daripada blog yang saya bikin tersebut karena memang informasi apapun di internet ini dalam Bahasa Inggris sudah sangat kaya dan bermutu. Untuk itu saya membuka blog berbahasa Indonesia ini di WP agar mudah2an blog saya menjadi lebih berharga bagi mereka2 yang mampir di blog saya, karena saya tahu informasi2 dalam bahasa Indonesia masih terbilang ‘miskin’ di dunia maya ini (apalagi dibandingkan Bahasa Inggris tentu saja!). Untuk itu saya mengajak para rekan blogger untuk menyumbangkan sesuatu melalui blog mereka agar proses Internet masuk desa menjadi lebih berarti. Percuma saja andaikan sarana fisik sudah sampai di desa namun mereka tidak mendapatkan informasi yang sesuai bagi mereka karena keterbatasan informasi dalam bahasa kita. Bukan begitu? :D
English Quiz: An Inhabitant of a Country
Ok now I’m gonna take you to a simple quiz. It is about “Countries and their inhabitants”. It is absolutely easy. If you are asked by somebody overseas:
“Where do you come from?”
Of course you will say: “I am from Indonesia and I am an Indonesian“.
Now let’s take a closer look at the boldfaced word: Indonesian. The word “Indonesian” represents an inhabitant of Indonesia. Right? Ok! Now what if you come from Australia? What is an inhabitant of Australia called? Of course, it is Australian!  And what is an inhabitant of Germany? It is called a German. Piece of cake, isn’t it? Well, don’t get over the moon too fast! Let’s see how well you can go with these following countries:
Switzerland, Sweden, Thailand, Peru, Panama, Saudi Arabia, Turkey, Poland, Oman and Argentina.
Ok what do you say? Pardon me? Is it still a child’s play for you? It still fails to turn you on to this quiz? Ok, well in that case I’m gonna give you more arduous things for you. Let’s see do you know what an inhabitant of these countries is? In English of course!
Mauritius, Burkina Faso, St. Vincent and the Grenadines, Vanuatu, Lesotho, Mayotte (a French dependency in the Indian Ocean), Niger, Monaco, Luxembourg, Liechtenstein, Solomon Islands, Seychelles, and Namibia.
Can you figure out?? :mrgreen: The answer of this quiz will be given later in a couple of days! :D

Malaysia Bangsa Serumpun? Nggak lah yaw!

In Kehidupan, Pengetahuan, Perilaku, Serba Serbi on Rabu, 12 Desember 2007 at 5:00 am

Judul di atas mungkin sedikit terbaca provokatif namun sebenarnya artikelnya tidak seprovokatif yang diduga karena bukan sifat dari blog ini untuk menyebarkan kebencian tanpa alasan yang jelas. Justru lewat artikel ini saya mengajak banyak fihak untuk berfikir lebih mendalam dan meluas serta juga berfikir lebih kritis dan tidak begitu saja menerima sebuah asumsi tanpa memikirkannya lebih lanjut. Tujuan akhir daripada artikel inipun bukan untuk membenci negeri jiran kita tersebut tetapi, sekali lagi, ini untuk bahan telaah agar kita lebih mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar atau mungkin kurang tepat.

Lantas apa yang akan dikupas kali ini? Sederhana saja…. begini…. Sejak di SD mungkin kita sudah mendapatkan ilmu atau informasi bahwa Malaysia, negara jiran kita, adalah bangsa serumpun dengan bangsa kita, bangsa Indonesia. Ok, sekarang, sebelum kita lanjutkan mari kita telaah dulu grup etnik Melayu menurut wikipedia berikut ini (maaf saya lagi malas menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia :mrgreen: ):

Malays (Malay: Melayu) are an ethnic group of Austronesian peoples predominantly inhabiting the Malay Peninsula and parts of Sumatra and Borneo. The Malay ethnic group is distinct from the concept of a Malay race, which encompasses a wider group of people, including most of Indonesia and the Philippines. The Malay language is a member of the Austronesian family of languages.

Nah, dari definisi di atas kita akan membahas apakah Malaysia memang ’serumpun’ dengan kita? Kita tentu harus mendefinisikan dengan jelas dulu: Bagaimanakah definisi serumpun tersebut?? Apakah karena hanya faktor kesamaan bahasa saja? Ya, dari dulu saya juga sudah ‘curiga’ bahwa kita menganggap Malaysia sebagai bangsa serumpun (begitupula sebaliknya) karena berdasarkan faktor kesamaan bahasa saja. Kalau memang pertimbangan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun karena hanya faktor kesamaan bahasanya saja, sungguh itu merupakah sesuatu yang naif dan sedikit konyol serta kurang ilmiah. Nah, sekarang kalau dilihat dari sudut kesukuan dan keetnisan secara etnologis ataupun antropologis, suku Melayu di Indonesia hanya menempati sebagian Sumatra dan Kalimantan saja, jadi secara kesukuan suku2 bangsa di Jawa, Sulawesi, Bali, apalagi Nusa Tenggara, Maluku dan Papua bukanlah termasuk suku bangsa Melayu. Bahkan banyak juga suku di Sumatra dan Kalimantan yang juga tidak termasuk suku bangsa Melayu. Jadi cukupkah itu sebagai tanda bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun? Mungkin ada yang berasumsi bukankah bangsa Melayu juga ada di Indonesia? Itu berarti bangsa Melayu adalah saudara2 kita juga sebangsa dan setanah air, jadinya cukuplah beralasan untuk mengatakan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun! Ok-lah kalau begitu alasannya, tetapi ingat, jangan pilih kasih ya, Orang Papua juga saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air. Mereka lebih dekat secara etnis dan kesukuan dengan saudara2 mereka di Papua Nugini, dan tentu saja mereka lebih mirip orang Papua Nugini daripada orang Malaysia. Lantas kenapa kita nggak menganggap Papua Nugini juga sebagai bangsa serumpun??? Juga mereka yang tinggal di Timor Barat yang lebih mirip dengan orang Timor Leste, jadi kenapa kita tidak menganggap Timor Leste juga sebagai bangsa serumpun??? Bukankah mereka yang tinggal di Timor Barat juga saudara2 kita sebangsa dan setanah air? Kenapa pilih kasih begitu ya?? Ada yang bisa menerangkan?

Nah, lantas masih dari definisi di atas, secara ras, suku-suku bangsa di Indonesia bagian barat dan tengah memang masih satu ras dengan suku bangsa Melayu baik itu orang Sunda, orang Jawa, orang Bali, orang Bugis, Dayak, dan sebagainya, memang betul semuanya satu ras. Jadi apakah itu yang dijadikan alasan bahwa bangsa Malaysia dan bangsa Indonesia adalah serumpun? Ok, kalau begitu yang dijadikan dasarnya, boleh-boleh saja, tetapi ingat, orang2 Filipina asli (seperti juga yang diterangkan dalam definisi di atas) juga satu ras dengan suku bangsa Melayu. Tapi kenapa kita tidak pernah mengatakan bahwa Filipina adalah juga bangsa serumpun dengan kita?? Kenapa pilih kasih alias tidak konsisten begitu?? Lantas bagaimana dengan saudara2 kita suku2 di Indonesia Timur yang mempunyai ras Melanesia dan bukan ras “Melayu”? Tentu mereka juga ingin saudara2 serumpun mereka di luar negeri seperti di Papua Nugini, Kepulauan Salomon, Republik Vanuatu dan Fiji juga diakui sebagai bangsa serumpun dengan Indonesia juga.

Tentu permasalahan bisa menjadi lebih meluas. Bagaimana dengan saudara2 kita yang keturunan China? Mengapa kita tidak mengakui China sebagai negara serumpun?? Bukankah orang-orang keturunan China ini juga saudara sebangsa dan setanah air juga? Dan mereka tentu secara kesukuan dan ras lebih dekat dengan China daratan atau Taiwan daripada Melayu Malaysia. Bukankah begitu??

Bagi mereka yang bersuku Melayu di Sumatra dan Kalimantan, kalau mereka menganggap Malaysia sebagai negara serumpun karena faktor ke-Melayuannya, ya itu sah2 saja, dan tentu harus kita hormati juga. Namun janganlah hal tersebut menjadi ‘dogma’ ataupun sebuah preposisi yang bahkan sampai di buku2 pelajaran yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah serumpun dengan bangsa Malaysia. Ini bukanlah untuk menghapuskan kenyataan bahwa bangsa Indonesia adalah serumpun dengan bangsa Malaysia namun ini justru untuk menghadapi kenyataan bahwa lebih banyak suku2 di Indonesia yang tidak serumpun dengan Malaysia.

Jadi kesimpulannya, jikalau anda (terutama mungkin anda yang bersuku Melayu) jikalau anda menganggap Malaysia sebagai negeri serumpun, ya silahkan, itu cukup untuk anda sendiri dan tidak usah diterapkan secara nasional, dan juga tentu masing2 suku dan etnis bahkan masing2 individu di Indonesia punya hak untuk menyatakan negara mana yang merupakan bangsa serumpun yang sesuai dengan suku atau etnisnya sesuai dengan preferensi dalam hatinya masing2. Saya sendiri cenderung untuk tidak menganggap satu negarapun yang benar2 serumpun dengan bangsa Indonesia. Kita secara nasional tidak butuh pengakuan Malaysia bahwa kita adalah bangsa serumpun dengan mereka. Dibilang bangsa serumpun dengan mereka juga nggak ada bangga-bangganya sama sekali kok, menurut saya juga. :P Namun, baik Malaysia bangsa serumpun atau bukan, Malaysia tetaplah jiran kita. Dan sebagai tetangga yang baik tentu kita harus menjalin hubungan yang baik dengan negara tetangga kita tersebut, hanya saja kedudukan Malaysia tentu tidak lebih istimewa daripada negara2 jiran kita yang lain. Mudah-mudahan dengan tidak mengakuinya kita sebagai bangsa serumpun dengan mereka (Malaysia), orang2 (baca: Pemerintah) Malaysia akan menjadi malu dan sungkan kalau ingin ‘mencuri’ produk kebudayaan bangsa kita yang bukan hak Malaysia! Bangsa yang besar dan terhormat tidak pernah mengambil produk kebudayaan dari negeri lain untuk kemudian diaku sebagai produk asli bangsa tersebut. Bukankah begitu?

Waktu Musim Panas (Daylight Savings Time)

In Pengetahuan, Serba Serbi on Minggu, 9 Desember 2007 at 5:00 am
Tabel Perbedaan Waktu bulan Juli
Kota Waktu Lokal
Jakarta 12.00
London* 06.00
Paris* 07.00
New York* 01.00
Sydney 15.00
Tabel Perbedaan Waktu – Januari
Kota Waktu Lokal
Jakarta 12.00
London 05.00
Paris 06.00
New York 00.00
Sydney* 16.00

Keterangan:
*) = sedang mengalami musim panas

Sebenarnya tabel di atas mau saya gantikan dengan sebuah applet yang menunjukkan perbedaan waktu yang berubah-ubah di musim panas dan di musim dingin antara WIB dengan beberapa tempat di dunia, namun karena WP tidak bisa menerima sebuah applet maka dengan sangat menyesal saya gantikan dengan tabel manual di atas. Yah, tak mengapa ya, yang penting informasinya tertangkap. Lantas apa yang mau saya tampilkan dalam tulisan kali ini? Ya, ini mengenai masalah perbedaan waktu yang seringkali ‘membingungkan’ buat sebagian orang Indonesia apalagi yang belum pernah lama in het buitenland wonen. Ya, ini masalah perbedaan waktu antara negara kita dan negara2 subtropis (barat) yang perbedaan waktunya dengan kita berubah sepanjang tahun.

Pada piala dunia 2006 lalu di Jerman, ada beberapa teman saya yang mempunyai seluruh jadwal pertandingan piala dunia yang disajikan dalam waktu lokal (waktu Jerman). Dengan melihat kepekan entah dari mana, mungkin dari buku agenda tahunan yang biasanya ada waktu dunianya atau mungkin dari atlas buatan Indonesia yang biasanya juga ada memuat waktu dunia atau entah dari sumber mana, mereka mengira bahwa perbedaan waktu di Jerman dengan WIB adalah enam jam, padahal seharusnya adalah cuma lima jam! Iya betul perbedaan waktu lokal di Jerman dengan WIB adalah 6 jam jikalau di Jerman tengah menggunakan waktu standardnya, namun karena pada saat piala dunia berlangsung sedang musim panas, maka di Jerman pada saat itu tengah menggunakan Waktu Musim Panas atau Daylight Savings Time, jadi perbedaanya cuma 5 jam saja.

Jadi apa itu Waktu Musim Panas atau Daylight Savings Time (DST) itu? Di Indonesia dan di kebanyakan negara2 Asia termasuk di Jepang, Korea dan China, walaupun mereka berada di kawasan subtropis tidak mengenal adanya DST. DST ini adalah memajukan jam mereka sebanyak (biasanya) satu jam dari waktu standard atau waktu normal, ini untuk memberikan efek seolah2 matahari terbenam satu jam lebih lambat. Walaupun DST ini diasosiasikan sebagai waktu musim panas, namun DST ini mulai berlaku pada saat musim semi dan berakhir pada awal musim gugur. DST diterapkan secara ekstensif di Amerika Utara (AS, Kanada dan Meksiko), negara2 Eropa, Australia dan Selandia Baru. DST ini biasanya mulai berlaku pada hari Minggu lewat tengah malam agar tidak banyak mengganggu aktivitas masyarakat. Di Amerika Utara dan Eropa DST dimulai pada pukul 2 dini hari (kecuali Inggris, Irlandia dan Portugal yang DST-nya dimulai pada pukul 1 lewat tengah malam). Di Amerika Utara DST dimulai pada hari Minggu ke-2 bulan Maret dan berakhir pada hari Minggu pertama bulan November. Sedangkan di Eropa DST dimulai pada hari Minggu terakhir di bulan Maret dan berakhir pada hari Minggu terakhir di bulan Oktober.

Contoh 1: Berlin, Jerman.
Awal DST untuk tahun 2007 ini: 25 Maret 2007 pukul 2.00 (hari Minggu terakhir bulan Maret)
Akhir DST untuk tahun 2007 ini: 28 Oktober 2007 pukul 3.00 (hari Minggu terakhir bulan Oktober)

Contoh 2: San Francisco, California, Amerika Serikat.
Awal DST untuk tahun 2007 ini: 11 Maret 2007 pukul 2.00 (hari Minggu kedua bulan Maret)
Akhir DST untuk tahun 2007 ini: 4 November 2007 pukul 2.00 (hari Minggu pertama bulan November)

Jadi misalkan di Berlin, Jerman pada tanggal 25 Maret 2007 setelah pukul 01.59 bukanlah pukul 02.00 melainkan langsung pukul 03.00 (jam dimajukan satu jam) jadi pada tanggal 25 Maret 2007 pukul 02.00 hingga pukul 02.59 tidak pernah ada di Berlin, Jerman dan juga di seluruh Eropa. Sebaliknya juga di Berlin, Jerman misalnya, pada tanggal 28 Oktober 2007, pada saat DST berakhir, setelah pukul 02.59 bukanlah pukul 03.00 melainkan kembali menjadi 02.00! (jam dimundurkan satu jam kembali) Jadi pada tanggal 28 Oktober 2007 di Berlin, Jerman dan juga di seluruh Eropa, pukul 02.00 hingga pukul 02.59 terjadi dua kali (sebagai kompensasi hilangnya pukul 02.00-02.59 pada saat mulainya DST).

Di Australia dan Selandia Baru juga terjadi DST namun karena Australia dan Selandia Baru berada di belahan bumi selatan maka waktu kejadiannya terbalik dengan mereka2 yang berada di belahan bumi utara. Di Australia DST dimulai pada hari Minggu terakhir bulan Oktober dan berakhir pada hari Minggu terakhir bulan Maret. Jadi pada saat di Eropa atau Amerika Utara sedang berlaku DST di Australia sedang tidak berlaku DST begitu juga sebaliknya.

Lantas kenapa sih harus ada DST? DST ini memang kesannya kurang kerjaan harus memajukan dan memundurkan jam masing2 sekali dalam setahun. Ya kalau jam kita cuma satu, kalau jam kita seabreg2 ditambah jam dinding sepertinya agak rèsè juga. (Namun untung sekarang ada jam dan arloji yang atomic clock synch yang otomatis menyesuaikan diri dengan DST, di Indonesia jam dan arloji tersebut tidak ada dan mungkin kurang diperlukan!) DST ini sebenarnya pertimbangannya bukan masalah astronomis tetapi adalah pertimbangan ekonomis dan juga sedikit berbau politis. Pertimbangan ekonomisnya begini: karena DST itu jamnya dimajukan satu jam, jadi misalnya yang biasanya matahari terbit pukul 6 jadi terbit pukul 7. Juga matahari terbenam yang misalnya biasanya terbenam pukul 7 menjadi terbenam pukul 8. Nah, ini menyangkut masalah pemakaian energi pada sore hari, karena orang2 pulang kantor sekitar pukul 5 atau 6 bahkan pukul 7 sore, maka hari masih terang pada saat DST sehingga kantor2 tidak perlu menyalankan lampu pada saat orang2 masih di kantor pada jam2 6 atau jam 7 sore. DST juga disinyalir dapat menurunkan kecelakaan di musim panas, karena pada saat orang pulang kantor pada jam 6 atau 7 sore, hari masih terang sehingga mengurangi angka kecelakaan di jalan.

Lantas bagaimana menentukan awal dan akhir DST? Awal dan akhir DST tidak ditentukan dengan rumus matematika yang rumit namun ditentukan oleh hukum dan Undang-Undang di negara yang bersangkutan. Jadi mulai dan akhirnya terserah masing-masing negara. Namun biasanya untuk memudahkan masalah administrasi dan segala urusan tetek bengek lainnya biasanya negara yang satu region saling kompakan. Misalnya seluruh Eropa (bahkan negara2 yang bukan anggota Uni Eropa) kompakan mulai DST hari Minggu terakhir bulan Maret dan berakhir Minggu terakhir bulan Oktober. Begitu pula dengan AS, Kanada dan Meksiko yang berada satu region di Amerika Utara juga kompakan.

Ide DST ini pertama kali datang dari AS, yaitu dari Benjamin Franklin tahun 1784. Mula-mula negara2 Eropa sangat menentang penggunaan DST ini. Namun akhirnya negara2 Eropa mulai bisa menerima DST ini pada saat berlangsungnya Perang Dunia I. Namun ada beberapa negara maju atau subtropis memandang tidak perlu adanya DST ini. Jepang, Korea dan Eslandia tidak ikut2an mengadopsi DST ini. Orang Jepang yang rajin bangun pagi ini mungkin senang melihat matahari sudah terbit awal di pagi hari dan hari telah menjadi terang pada pukul 5 pagi, terutama para petani, sehingga memandang tidak perlu untuk mengadopsi DST. Iran, yang biasanya juga mengadopsi DST ini, mulai tahun 2005 menghapuskannya karena menganggap DST tidak ada gunanya apalagi kegiatan ritual keagamaan rutin umat Islam didasarkan pada pergerakan matahari bukan terikat pada jam artifisial buatan manusia sehingga waktu Shubuh misalnya orang2 sudah pada bangun dan menyalakan listrik dan tak berpengaruh oleh DST, untuk itu Iran sejak tahun 2005 tidak lagi mengadopsi DST ini. Bahkan ada dua negara bagian di AS yang tidak mengadopsi DST ini yaitu Arizona dan Hawaii. Sedangkan di Australia negara bagian Queensland dan juga Northern Territory juga tidak mengadopsi DST. DST juga terkadang tak terlepas dari pengaruh politik, pada tahun 1970an ketika negara2 Arab mengadakan embargo minyak kepada AS, pemerintah AS mengadopsi DST selama satu tahun kalender penuh selama dua tahun yaitu tahun 1974 dan 1975 yang bertujuan untuk penghematan energi besar2an akibat kekurangan bahan bakar minyak. Namun tahun 1975, kongres AS mencabut ketentuan tersebut. Menurut penelitian California Energy Commissions selama penerapan DST di tahun2 tersebut selama satu tahun kalender penuh dapat dihemat sekitar 1% penggunaan bahan bakar per hari!

Ok, jadi begitulah sekilas penjelasan mengenai DST. Jadi perbedaan waktu yang berubah sepanjang tahun antara waktu kita dengan negara2 di Eropa, Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru disebabkan oleh DST ini. Negara2 di Eropa Barat  pada saat artikel ini terbit mempunyai perbedaan waktu 6 jam dengan WIB, nanti pada bulan April perbedaannya menjadi 5 jam (kecuali Inggris, Portugal dan Irlandia yang saat ini perbedaan waktunya 7 jam, dan bulan April nanti perbedaannya 6 jam). Coba nanti dicek dengan kang Jupri atau deKing. :mrgreen:

Suara Konsumen, Persaingan dan Layanan TV Berbayar…..

In Kehidupan, Manajemen/Bisnis, Manusia, Serba Serbi on Kamis, 6 Desember 2007 at 5:00 am

Pernahkah anda merasa kesal dengan layanan suatu jasa? Jasa apapun juga! Apakah anda pernah memberi saran lewat media apapun kepada perusahaan jasa tersebut? Baik itu lewat koran, lewat e-mail atau lewat kotak saran yang ditulis pada secarik kertas (untuk kemudian diabaikan begitu saja atau sebagai basa-basi)? Saya pernah punya pengalaman unik dan mengesankan dengan sebuah operator TV kabel di Bandung. Kenapa unik dan mengesankan? Ya, karena inilah pertama kali saya benar-benar merasakan saya, sebagai konsumen, diperlakkukan sebagai raja karena suara saya benar-benar diperhatikan. Bagaimana ceritanya?

Sebenarnya sejak kira2 tahun 1996/1997 di Jakarta saya sudah berlangganan TV berbayar Indovision (yang memakai parabola digital), namun sejak tahun 2001 saya mulai beralih ke layanan TV kabel kabelvision karena saya ingin memanfaatkan internet kabelnya (sampai sekarang di Jakarta saya masih berlangganan kabelvision walaupun internetnya sudah tidak lagi). Tahun 2002 saya pindah ke Bandung, dan karena sudah terbiasa dengan layanan TV berbayar, dan karena sudah tidak terbiasa hanya dengan TV-TV lokal, bukannya nggak nasionalisme atau sok2an, tapinya memang saya sudah muak dengan acara2 sinetron dan acara2 lainnya yang onnozel di TV-TV lokal, oleh karena itu saya mencoba mencari tahu layanan TV berbayar di Bandung terutama TV kabel. O ya, tentu saja saya juga masih menyaksikan TV-TV lokal (baca: nasional) namun hanya terbatas pada berita2 dan talk show-talk show yang berbobot. TV-TV nasional yang masih saya tonton adalah: Metro TV, RCTI dan SCTV. Stasiun-stasiun TV nasional lainnya boleh dikata sudah tidak pernah ditonton lagi. Dulu, sempat sih nonton TransTV karena ada Bajaj Bajurinya huehehehe…., setelah Bajaj Bajurinya lenyap, TransTV-nya juga lenyap dari perhatianku. Nah, waktu aku pertama kali mencari tahu tentang layanan TV berlangganan (berbayar) ini saya memang menitikberatkan pada TV kabel bukan pada TV parabola digital Indovision karena saya memang ingin sekalian menikmati broadband Internetnya sekalian. Sayang waktu itu baru ada Fasindo saja sebagai satu2nya operator TV kabel di Bandung dan pada waktu itu belum bisa Internet pula.

Lantas bagaimana saran saya diperhatikan oleh mereka (operator TV kabel)? Begini…. sejak akhir 2006 lalu, Fasindo tidak lagi sendirian dalam menyediakan layanan TV kabel di daerah saya. Ada lagi saingannya yaitu Megavision. Megavision ini sebenarnya mulai berdiri sekitar 1-2 tahun sebelumnya tetapi baru mengcover daerah saya akhir 2006 lalu. Nah, pada saat itu fihak marketing Megavision gencar melakukan promosi, menelepon dari rumah ke rumah termasuk ke rumah saya. Sebenarnya sewaktu mereka menelepon saya sebenarnya agak malas untuk mendengar penjelasan sang salesgirl di telepon. Namun karena saya tahu dia sedang menjalankan tugasnya sebagai salesgirl (asal jangan ngaco seperti kebanyakan sales2 yg berkeliaran di jalan!), saya mencoba untuk menghormati pekerjaannya sebagai sales. Saya tahu sebagai operator TV berbayar pasti channel2 unggulannya adalah movie channels seperti: HBO, Cinemax, StarMovies dsb. Nah, waktu itu aku iseng2 saja nanya: Channel movies-nya apa saja yang ada di Megavision? Mereka menjawab ada HBO dan StarMovies. Nah, kebetulan waktu itu di Fasindo juga sudah ada HBO, Cinemax dan Hollywood Movies. Jadi saya bilang buat apa saya pindah? Kecuali kalau memang Megavision bisa menawarkan lebih maka saya akan berpindah. Begitu kata saya. Si salesgirl bilang ooo ya Pak, kalau begitu saran bapak saya catat akan saya laporkan sebagai input ke fihak manajemen, begitu kata si salesgirl.

Nah, sampai di sini saya sangka masalah sudah selesai. Si salesgirl tidak akan menelepon lagi. Eh, nggak tahunya dua minggu kemudian si salesgirl yang sama menelepon kembali sambil berkata: “Pak, kami sudah menambahkan tiga channel movies yaitu HBO Signature, Cinemax dan Hollywood Movies”. “Waduh, nggak disangka2 ternyata  saranku diperhatikan juga!”. Karena iuran perbulannya sama dengan movies channel yang lebih banyak maka aku tertarik juga untuk pindah operator TV kabel. Lantas aku bilang begini sama salesgirl-nya: “Ya udah, kalau begitu beri saya kesempatan satu bulan lagi saya akan ultimatum Fasindo kalau mereka tidak bisa menambah movie channels-nya baru saya akan pindah. Saya nggak mau buru2 pindah karena nggak mau repot2 ngurusin orang2 TV kabel yang narik kabel baru dari tiang” begitu kataku. Nah, lusanya aku gantian menelepon Fasindo dan ‘mengultimatum’ operator TV kabel Fasindo, jikalau mereka tidak bisa menambah movie channels-nya dalam sebulan maka saya akan pindah ke operator pesaing”. Begitu kata saya. Nah, ini dia ‘unik’nya pas dua hari sebelum ‘ultimatum’ saya habis, saya mendapat e-mail dari Fasindo bahwa mereka sudah menambah movie channels-nya yaitu StarMovies. Sebenarnya jumlah movie channels-nya masih kalah satu dari Megavision karena di Fasindo belum ada HBO Signature. Namun saya terharu juga **halaah** karena suara saya sebagai komsumen diperhatikan dan baru kali ini saya merasakan saya sebagai konsumen diperlakukan seperti raja. Lagian saya juga tidak terlalu butuh HBO Signature karena acaranya kebanyakan hampir sama dengan HBO hanya dibolak-balik saja. Dan juga ada beberapa non-movie channels yang saya suka di Fasindo tetapi tidak ada di Megavision. Ya sudah lah, akhirnya saya putuskan untuk tidak pindah operator TV kabel. Namun ‘kebahagiaan’ itu tidak bertahan lama karena setelah saya perhatikan ternyata StarMovies-nya menggantikan satu channel yang sangat saya suka juga: Australia Network! Ya, saya suka dengan Australia Network karena channel tersebut sangat informatif, bukan hanya informasi mengenai Australia yang disampaikan tetapi juga masalah2 global dengan fokus di Asia Pasifik. Jadi menurut saya channel informatif seperti itu sayang kalau dihapus! Akhirnya kali ini saya protes lewat e-mail, dan dengan argumentasi yang panjang lebar dan berbobot saya berharap Fasindo mau mengembalikan kembali Australia Channel karena saya beranggapan banyak channel2 lain yang jauh tidak bermutu yang lebih patut diganti! Dan ‘ajaib’ pula, ternyata kira2 dua minggu kemudian Australia Channel ada kembali dengan menggantikan salah satu channel Mandarin dari Taiwan yang kurang bermutu.

Yah, itulah pengalaman saya yang paling ‘mengesankan’ selama saya menjadi konsumen perusahaan2 jasa. Saya benar2 merasakan bahwa adanya semboyan ‘konsumen adalah raja’ benar adanya. Rupanya persaingan sehat telah berhasil memanjakan konsumen. Ini bertolak belakang 180o dengan pengalaman saya dengan Telkom Speedy. Secara performansi Telkom Speedy sebenarnya ok, namun pengalaman saya dengan Telkom Speedy sungguh menyedihkan sewaktu terdapat gangguan pada jaringan dan pelayanannya buruk! Pernah selama 10 hari saya tidak bisa mengakses Internet sama sekali, dan setelah aku telepon tiap hari mereka malah mengatakan modemku yang nggak beres! Eh, ternyata setelah teknisinya datang dan membawa modemnya dia sendiri, ternyata nggak jalan juga! Berarti memang customer service dan teknisi Telkom Speedy-nya jelas2 asbun bin geblekz! Udah nggak bisa akses 10 hari, bayarannya tetep sama!

Ok, ya begitu saja bagi2 ‘pengalaman’nya kali ini. Berhubung karena masih agak sibuk, untuk sementara saya hanya bisa posting postingan yang seperti ini dulu ya. Huehehehe….

Lima Komenku yang Paling Serius dan yang Paling Jayus Asal-Asalan!

In Blogroll, Serba Serbi, Uncategorized on Minggu, 2 Desember 2007 at 5:00 am

Untuk memperingati ulang ½ tahun blogku pada tanggal 17 Desember nanti, saya berusha untuk mengingat-ingat kembali kegiatan-kegiatan blogku. Kali ini aku tidak ingin membicarakan tentang apa yang sudah aku tulis dalam blogku, melainkan aku ingin melihat ke belakang apa yang telah aku tulis di blog orang lain. Dengan begini aku ingin menelaah kembali seberapa jauh dan seberapa mampu aku berkomentar di blog orang lain. Diharapkan dengan begini aku bisa menilai sendiri kekuatan2ku dan juga kelemahan2ku, bukan hanya dalam berkomentar tetapi juga dalam menelaah suatu masalah yang disajikan di dalam sebuah artikel dan tanggapan-tanggapan lainnya dari para blogger lain. Nah, untuk hal ini, kali ini saya akan menampilkan 10 komentar saya yang terpilih dari mungkin ratusan komen saya, yang telah saya tinggalkan sebagai jejak-jejakku di artikel2 rekan2 blogger tercinta. Dari 10 komentar, tidak adil rasanya jikalau saya hanya mengambil hanya dari kelompok yang paling serius atau yang paling bagus saja, namun saya juga akan menampilkan 5 di antaranya sebagai komen saya yang paling asal2an! Perlu dicatat di sini bahwa dalam 5 komen saya yang paling asal2an ini, bukan berarti bahwa artikel yang saya komentari ini jelek atau asal2an juga, bukan, bukan itu, tapi karena banyak alasan lainnya seperti misalnya pada waktu tersebut tiba2 timbul impuls dalam fikiran saya untuk becanda, atau juga memang ada sebait tulisan dalam artikel tersebut yang menggelitik saya untuk berkomentar secara ‘konyol’ dan ‘asal-asalan’. Yah, pokoknya tak ada artikel yang ‘tidak bermutu’ semua artikel ada nilainya masing2 tergantung individu2 yang menilai dan minimal paling sedikit tidak ada artikel yang sia2.

Sebenarnya 5 komen yang paling serius dan yang paling asal2an ini tidak mutlak yang paling serius atau yang paling asal2an, karena banyak juga komentar saya yang lain yang juga serius dan yang juga asal2an. Semua relatif saja, namun yang ditampilkan berikut ini, saya rasa pantas untuk diklasifikasikan sebagai komen saya yang paling serius atau yang paling asal2an.

Berikut adalah komen2 saya tersebut:

Lima Komen Yang Paling Serius:

Anggara: Ini adalah komen saya di artikelnya kang Anggara yang bertemakan pengibaran bendera RMS di depan presiden beberapa waktu yang lalu. Komen ini saya kaitkan dengan kebanggaan menjadi warganegara suatu negara. Saya berasumsi bahwa membentuk suatu negara tidak harus berasal dari latar belakang budaya dan ras yang sama, asalkan ada keinginan untuk bergabung dalam suatu negara dengan ikhlas dan perasaan bangga menjadi bagian dari negara tersebut.

Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada (salah satu negara di Amerika Utara) yang sudah 2 kali memberikan referendum kepada Québec, provinsinya yang berbahasa Perancis apakah ingin merdeka atau tidak, di tahun 1980 dan 1995. Pemerintah Canada mungkin memandang bahwa kemerdekaan adalah hak yang paling asasi lebih dari konstitusinya (UUD) sendiri! Butuh jiwa yang sangat besar dan dewasa untuk mempunyai pandangan seperti itu! Tapi saya sadar Indonesia berbeda dengan Canada (dalam banyak hal!). Maluku selama bergabung dengan NKRI boleh dikatakan sebagai daerah yang pembangunannya ‘tertinggal’. Sementara Québec selama bergabung dengan Canada berkembang menjadi provinsi nomer 2 termakmur di Canada setelah Ontario. Canada sendiri sebagai sebuah negara patut bangga karena Human Development Index-nya (HDR) nya lebih tinggi daripada Jepang dan tetangganya yang raksasa, Amerika Serikat! Sehingga orang Québec mungkin berfikir jika mereka merdeka dari Canada, derajad kemakmuran mereka bisa menurun. Inilah yang menyebabkan hasil referendum mengatakan bahwa lebih banyak orang Québec yang tetap ingin bergabung dengan Canada meskipun dengan margin yang sangat tipis! Mereka bangga menjadi bagian dari Canada yang telah memakmurkan mereka! Contoh lain kebanggaan spt ini adalah Hawaii negara bagian ke-50 AS yang berupa kepulauan kecil di tengah2 lautan Pasifik. Kepulauan yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan sejarah kemerdekaan Amerika ini, dengan senang hati menjadi negara bagian AS ke-50 pada tahun 1959. Hasilnya? Hawaii kini menjadi kepulauan termakmur di lautan Pasifik! (Bandingkan dengan kepulauan2 lainnya yang merdeka seperti: Fiji, Samoa, Palau, dll.!). Sehingga di Hawaii tak ada seorangpun yang menyuarakan kemerdekaan. Mereka bangga menjadi orang Amerika dan menjadi bagian dari AS. Sekarang apakah orang Maluku Selatan benar-benar bangga menjadi orang Indonesia?? Tanya aja sendiri !!! Emang gue pikirin! :P :D
ooops ralat sedikit di sana tertulis “Saya jadi ingat kebesarahan hati pemerintah Canada…..”, seharusnya: Saya jadi ingat kebesaran hati pemerintah Canada….. Hehehehe….. to err is human.

erander: nah komen saya yang ini sebenarnya stimulusnya bukan dari topik utama artikel ini melainkan berangkat dari ketidaksefahaman (atau lebih tepatnya kesalahfahaman mungkin) dengan (dokter) cakmoki mengenai peranan lembaga independen sebagai mitra pasien yang juga sebenarnya bisa menjadi mitra para dokter, tanpa harus menggantikan peran dokter.

@cakmoki
Terima kasih cak atas penjelasannya! Saya bangga kalau misalnya kasus cavernous hæmangioma di Indonesia sudah dapat diidentifikasi banyak puskesmas di Indonesia. Namun saya yakin kemampuan puskemas di Indonesia tentu tidak merata dan badan-badan independen seperti Birthmark Support Group inilah yang seringkali sangat membantu pasien dalam mendapatkan second opinion. Dan tentu saja badan independen ini TIDAK DAPAT menggantikan peran dokter, jadi cak, jangan khawatir tersaingi ya! Hehehehe… becanda kok!Tetapi itu bukan hal yang paling penting! Inti pokoknya adalah badan-badan independen ini membantu pasien dalam kasus-kasus seperti Mathilda di atas BUKAN HANYA TERBATAS pada kasus cavernous hæmangioma saja tetapi juga pada kasus-kasus penyakit jarang lainnya yang mungkin terlepas dari ‘pengamatan’ dokter. Ini tentu saja bisa terjadi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri seperti di Amerika Serikat.Maklum dokter juga manusia yang tentu saja tak luput dari kesalahan. Kalau anda pernah menonton film kisah nyata Lorenzo’s Oil di mana di situ diceritakan bahwa seorang anak lelaki menderita adrenoleukodystrophy (ALD) sebuah kelainan genetis yg sangat jarang dimana terjadi proses demyelination atau hilangnya sedikit demi sedikit myelin dari otak yang mirip dengan penyakit multiple sclerosis, sehingga si otak gagal mengkomunikasikan impuls antar sel-sel otak yg menyebabkan kemunduran dalam fungsi otak secara umum yg akhirnya menjurus kepada disability.Di situ diceritakan pada awalnya bagaimana dokter menemui kesulitan mengidentifikasi penyakit tersebut, bahkan ketika penyakit ini berhasil teridentifikasi, dokterpun masih sulit untuk menentukan terapi yang tepat untuk penderita seperti ini. Sampai akhirnya si bapak anak tersebut (yang kebetulan otaknya lebih cerdas dari otak para dokter, walaupun bukan dokter!) akhirnya dapat menemukan Lorenzo’s oil yang meskipun tidak dapat menyembuhkan total si anak tapi dalam level tertentu dapat meregresikan proses demyelinasi pada penderita ALD.Tentu si bapak anak ini, tidak akan dapat menuntaskan penemuannya tanpa bantuan banyak fihak termasuk badan-badan yang independen! Toh akhirnya semua demi kemajuan ilmu kedokteran juga dan demi peningkatan kualitas hidup manusia pula pada akhirnya.Jadi saya berbicara bukan hanya dalam kasus cavernous hæmangioma tetapi berbicara dalam kasus yang lebih umum. :D Ok. Mas Erander, thanks for the space you provide for this clarification. Maaf juga kalau kepanjangan. :D

Sawali Tuhusetya: Yang ini komennya sebenarnya agak OOT hehehehe….. namun dalam komen ini saya mencoba untuk menerangkan mbak Hanna bahwa diskriminasi ada di mana-mana dan bukan hanya di negeri ini. Memang dunia akan semakin indah jikalau tidak ada diskriminasi, walaupun mungkin keadaan itu hanya bersifat utopia saja.

Saya sungguh merasa prihatin dengan apa yang dituliskan mbak hanna. Memang betul masalah diskriminasi ini adalah masalah pelik yang seharusnya dihilangkan dari negeri ini bahkan di dunia ini. Diskriminasi memang terjadi di mana2 bukan saja terjadi di negeri ini. Jika mbak Hanna berlangganan televisi kabel dan kebetulan pernah menonton acara ArirangTV, televisi Korea berbahasa Inggris, maka mbak akan mengetahui bagaimana orang2 keturunan Korea di Jepang masih dilihat sebelah mata. Dan jikalau mbak sempat menonton acara National Geographic, di sana juga pernah digambarkan bagaimana orang2 minoritas Uygur dan Kyrgyz di China bagian barat, “dipaksa” untuk menghilangkan identitas mereka dan melebur untuk menjadi orang “China”. Dan juga masih dalam acara di stasiun TV National Geographic, di situ juga pernah digambarkan bagaimana orang2 keturunan China sendiri yang lahir dan besar di luar negeri yang tidak bisa berbahasa Mandarin diperlakukan diskriminatif dan ‘dilecehkan’ oleh masyarakat Hongkong. Dan masih banyak contoh lainnya mengenai diskriminasi global yang berlaku di berbagai belahan bumi. Perasaan diskriminasi memang selalu ada dalam setiap hati manusia, namun sebagai seseorang yang intelektual kita harus bisa mengendalikan atau bahkan jikalau bisa melenyapkannya, sehingga penilaian terhadap seseorang yang ‘berbeda’ dari kita dapat lebih obyektif lagi.
Mari kita hilangkan segala bentuk diskriminasi!

Aisalwa: Ini adalah komen di blognya mbak Aisalwa yang pada waktu itu mbak Aisalwa bercerita di artikelnya tentang merk-merk minuman yang berbahaya yang kini tengah beredar di pasaran dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Sebenarnya kalau memang berbahaya, laboratorium RS tersebut harus tegas2 menyatakan bahwa produk itu berbahaya dan melaporkannya kepada yang berwajib untuk ditindaklanjuti, bukan membuat masyarakat justru jadi gelisah dengan adanya laporan2 seperti ini tapi tidak ditindaklanjuti. Dan juga sebaiknya RS tersebut dapat menunjukkan dengan jelas zat apa yang berbahaya di masing2 produk agar memberikan edukasi pula bagi masyarakat.
Kalau Siklomat(?), mungkin maksudnya siklamat (cyclamate) kali ya? Cyclamate itu adalah pemanis buatan yang memang pernah dilarang di Amerika Serikat tahun 1969 karena dicurigai mengandung zat yang karsiongenik yang memicu kanker, namun tahun 1980, larangan itu dicabut di AS karena di laboratorium ternyata tidak terbukti bahwa cyclamate adalah zat karsinogenik pada tikus. Namun penelitian memang terus berlanjut hingga sekarang mengenai zat ini atas implikasinya yang lain.
Tetapi bagaimanapun juga saya setuju dengan mbak Aisalwa bahwa minum air putih adalah hal yang terbaik, andaikan ingin minum sesuatu yang lain, seyogianya minum jus sari BUAH ASLI, bukan jus kardusan atau kalengan keluaran pabrik yang sudah banyak dicampur oleh bahan pengawet! :)

Prof. Sjafri Mangkuprawira: Ini komen saya di blognya Prof Sjafri yang bertemakan absolute one-man show, di sini diceritakan mengenai gaya kepemimpinan satu orang yang diterapkan pada suatu perusahaan.

Saya rasa absolute one-man show mungkin hanya efektif diterapkan pada perusahaan sole proprietorship di mana perusahaan memang milik pribadi, juga struktur perusahaan juga tidak begitu kompleks, dan mungkin perusahaan ‘belum dapat’ menjaring kualitas SDM yang terbaik di perusahaannya. Namun dengan berkembangnya perusahaan menjadi sebuah perusahaan menjadi sebuah partnership apalagi menjadi sebuah full-fledged corporation yang mengakibatkan semakin kompleksnya struktur perusahaan dan semakin kompleksnya transaksi perusahaan tentu one-man direction menjadi sangat tidak efektif karena hampir tidak mungkin seseorang dapat menangani semua problematika yang ada di perusahaan. Pada saat inilah ia harus mendelegasikan kewenangannya kepada orang2 yang mempunyai profesionalitas yang tinggi untuk mencapai keefektifan operasional.

Lima Komen yang Paling Jayus Asal-Asalan:

Nurita Putranti, wah yang ini benar-benar kacau komentarnya, tapi komen ini berdasarkan pengalaman nyata saya, menerima telepon salah sambung yang aneh dari seseorang di luar sana, nah lantas jadilah komen untuk artikelnya mbak Nurita Putranti ini.

Ini percakapan telepon antara direktur eNPe dan Mr. Z. Telepon berlangsung tanggal 31 Februari 2007 lalu.Mr. Z : Hallo! Direktur eNPe: Hallo! Mr. Z : Di situ direktur NP?? Direktur eNPe: Iya! Mr. Z : Kok suaranya perempuan?? Direktur eNPe: Lha, memang direkturnya perempuan! Mr. Z : Ah nggak kok, direktur NP laki2 kok! Direktur eNPe: Ah nggak! Sejak kapan?? Mr. Z : Sejak dulu!!!! Ini PT NP kan? PT Nusantara Putra??Direktur eNPe: Yeeee… salah! Ini PT eNPe aja!! Bukan PT Nusantara Putra!! Mr. Z : Ooooo… salah sambung tho?? Direktur eNPe: Iyaaaaaa!!! Mr. Z: Weeeekz!! Kalau udah tahu salah sambung, kenapa teleponnya diangkat????? Mr. Z dengan kesal menutup percakapan teleponnya!!!

Bachtiar, wah yang ini otakku lagi benar-benar error! Mainan hattrick dan quadtrick (tadinya mau pentatrick tapinya malu :mrgreen: ) di lembaran OOT-nya dik Bachtiar! :D

Jadi malu, tua-tua masih main kayak ginian! Huehehe…
laaah… kok malah jadi quad-trick! :mrgreen:

calonorangtenarsedunia, ya ini juga otak saya lagi blank, entah mau komentar apa, tapi kebetulan saya waktu itu habis buang angin, maka jadilah komen yang nggak bermutu seperti ini! :mrgreen:

Kalau diketawai tidak mencukupi… bagaimana kalau sekalian dikentuti saja?? Huehehehe…. :mrgreen:

Sawali Tuhusetya, Nah komen ini berawal karena saya lagi cemburu sama Pak Sawali karena nggak diajak kopdar. Huehehehe…… Mana yang kopdar sepertinya asik2 lagi, blogger2 berjiwa dewasa semua, bukan blogger2 narsisis dan anak-anak huehehehehe… **haalaah** :mrgreen:

workshop apa ya?? Kopdar apa ya??

**pura2 ngga tahu padahal sirik** P

Ersis Warmansyah Abbas Nah, ini seperti biasa Pak Ersis selalu dengan menggebu-gebu ingin menyebarkan virus menulisnya. Yah, tujuannya memang sangat bagus sih. Tapi ya itu…. katanya pak Ersis biarpun hasil tulisannya jelek, minimal kita berusaha untuk menulis. Lha, buat pak Ersis yang sudah jadi biang virus menulis ya semuanya mudah dan hasilnya baik, tapi bagi kita2 (baca: saya) yang masih agak kagok menulis, jangankan diketawain Pak Ersis, lha wong kucing saya aja bisa ketawa kok membaca tulisan saya yang amburadul! Huehehehe…. :mrgreen:

Dengan kata lain, kalau berani menulis, berani berkarya, sekalipun jelek, akan dapat bukti, segitulah kemampuan gueLha…. nanti kalau hasilnya jelek terus diketawain sama Pak Ersis, kita kan jadi malu! wakakakak… (becanda deh!)