Waktu Musim Panas (Daylight Savings Time)

Tabel Perbedaan Waktu bulan Juli
Kota Waktu Lokal
Jakarta 12.00
London* 06.00
Paris* 07.00
New York* 01.00
Sydney 15.00
Tabel Perbedaan Waktu – Januari
Kota Waktu Lokal
Jakarta 12.00
London 05.00
Paris 06.00
New York 00.00
Sydney* 16.00

Keterangan:
*) = sedang mengalami musim panas

Sebenarnya tabel di atas mau saya gantikan dengan sebuah applet yang menunjukkan perbedaan waktu yang berubah-ubah di musim panas dan di musim dingin antara WIB dengan beberapa tempat di dunia, namun karena WP tidak bisa menerima sebuah applet maka dengan sangat menyesal saya gantikan dengan tabel manual di atas. Yah, tak mengapa ya, yang penting informasinya tertangkap. Lantas apa yang mau saya tampilkan dalam tulisan kali ini? Ya, ini mengenai masalah perbedaan waktu yang seringkali ‘membingungkan’ buat sebagian orang Indonesia apalagi yang belum pernah lama in het buitenland wonen. Ya, ini masalah perbedaan waktu antara negara kita dan negara2 subtropis (barat) yang perbedaan waktunya dengan kita berubah sepanjang tahun.

Pada piala dunia 2006 lalu di Jerman, ada beberapa teman saya yang mempunyai seluruh jadwal pertandingan piala dunia yang disajikan dalam waktu lokal (waktu Jerman). Dengan melihat kepekan entah dari mana, mungkin dari buku agenda tahunan yang biasanya ada waktu dunianya atau mungkin dari atlas buatan Indonesia yang biasanya juga ada memuat waktu dunia atau entah dari sumber mana, mereka mengira bahwa perbedaan waktu di Jerman dengan WIB adalah enam jam, padahal seharusnya adalah cuma lima jam! Iya betul perbedaan waktu lokal di Jerman dengan WIB adalah 6 jam jikalau di Jerman tengah menggunakan waktu standardnya, namun karena pada saat piala dunia berlangsung sedang musim panas, maka di Jerman pada saat itu tengah menggunakan Waktu Musim Panas atau Daylight Savings Time, jadi perbedaanya cuma 5 jam saja.

Jadi apa itu Waktu Musim Panas atau Daylight Savings Time (DST) itu? Di Indonesia dan di kebanyakan negara2 Asia termasuk di Jepang, Korea dan China, walaupun mereka berada di kawasan subtropis tidak mengenal adanya DST. DST ini adalah memajukan jam mereka sebanyak (biasanya) satu jam dari waktu standard atau waktu normal, ini untuk memberikan efek seolah2 matahari terbenam satu jam lebih lambat. Walaupun DST ini diasosiasikan sebagai waktu musim panas, namun DST ini mulai berlaku pada saat musim semi dan berakhir pada awal musim gugur. DST diterapkan secara ekstensif di Amerika Utara (AS, Kanada dan Meksiko), negara2 Eropa, Australia dan Selandia Baru. DST ini biasanya mulai berlaku pada hari Minggu lewat tengah malam agar tidak banyak mengganggu aktivitas masyarakat. Di Amerika Utara dan Eropa DST dimulai pada pukul 2 dini hari (kecuali Inggris, Irlandia dan Portugal yang DST-nya dimulai pada pukul 1 lewat tengah malam). Di Amerika Utara DST dimulai pada hari Minggu ke-2 bulan Maret dan berakhir pada hari Minggu pertama bulan November. Sedangkan di Eropa DST dimulai pada hari Minggu terakhir di bulan Maret dan berakhir pada hari Minggu terakhir di bulan Oktober.

Contoh 1: Berlin, Jerman.
Awal DST untuk tahun 2007 ini: 25 Maret 2007 pukul 2.00 (hari Minggu terakhir bulan Maret)
Akhir DST untuk tahun 2007 ini: 28 Oktober 2007 pukul 3.00 (hari Minggu terakhir bulan Oktober)

Contoh 2: San Francisco, California, Amerika Serikat.
Awal DST untuk tahun 2007 ini: 11 Maret 2007 pukul 2.00 (hari Minggu kedua bulan Maret)
Akhir DST untuk tahun 2007 ini: 4 November 2007 pukul 2.00 (hari Minggu pertama bulan November)

Jadi misalkan di Berlin, Jerman pada tanggal 25 Maret 2007 setelah pukul 01.59 bukanlah pukul 02.00 melainkan langsung pukul 03.00 (jam dimajukan satu jam) jadi pada tanggal 25 Maret 2007 pukul 02.00 hingga pukul 02.59 tidak pernah ada di Berlin, Jerman dan juga di seluruh Eropa. Sebaliknya juga di Berlin, Jerman misalnya, pada tanggal 28 Oktober 2007, pada saat DST berakhir, setelah pukul 02.59 bukanlah pukul 03.00 melainkan kembali menjadi 02.00! (jam dimundurkan satu jam kembali) Jadi pada tanggal 28 Oktober 2007 di Berlin, Jerman dan juga di seluruh Eropa, pukul 02.00 hingga pukul 02.59 terjadi dua kali (sebagai kompensasi hilangnya pukul 02.00-02.59 pada saat mulainya DST).

Di Australia dan Selandia Baru juga terjadi DST namun karena Australia dan Selandia Baru berada di belahan bumi selatan maka waktu kejadiannya terbalik dengan mereka2 yang berada di belahan bumi utara. Di Australia DST dimulai pada hari Minggu terakhir bulan Oktober dan berakhir pada hari Minggu terakhir bulan Maret. Jadi pada saat di Eropa atau Amerika Utara sedang berlaku DST di Australia sedang tidak berlaku DST begitu juga sebaliknya.

Lantas kenapa sih harus ada DST? DST ini memang kesannya kurang kerjaan harus memajukan dan memundurkan jam masing2 sekali dalam setahun. Ya kalau jam kita cuma satu, kalau jam kita seabreg2 ditambah jam dinding sepertinya agak rèsè juga. (Namun untung sekarang ada jam dan arloji yang atomic clock synch yang otomatis menyesuaikan diri dengan DST, di Indonesia jam dan arloji tersebut tidak ada dan mungkin kurang diperlukan!) DST ini sebenarnya pertimbangannya bukan masalah astronomis tetapi adalah pertimbangan ekonomis dan juga sedikit berbau politis. Pertimbangan ekonomisnya begini: karena DST itu jamnya dimajukan satu jam, jadi misalnya yang biasanya matahari terbit pukul 6 jadi terbit pukul 7. Juga matahari terbenam yang misalnya biasanya terbenam pukul 7 menjadi terbenam pukul 8. Nah, ini menyangkut masalah pemakaian energi pada sore hari, karena orang2 pulang kantor sekitar pukul 5 atau 6 bahkan pukul 7 sore, maka hari masih terang pada saat DST sehingga kantor2 tidak perlu menyalankan lampu pada saat orang2 masih di kantor pada jam2 6 atau jam 7 sore. DST juga disinyalir dapat menurunkan kecelakaan di musim panas, karena pada saat orang pulang kantor pada jam 6 atau 7 sore, hari masih terang sehingga mengurangi angka kecelakaan di jalan.

Lantas bagaimana menentukan awal dan akhir DST? Awal dan akhir DST tidak ditentukan dengan rumus matematika yang rumit namun ditentukan oleh hukum dan Undang-Undang di negara yang bersangkutan. Jadi mulai dan akhirnya terserah masing-masing negara. Namun biasanya untuk memudahkan masalah administrasi dan segala urusan tetek bengek lainnya biasanya negara yang satu region saling kompakan. Misalnya seluruh Eropa (bahkan negara2 yang bukan anggota Uni Eropa) kompakan mulai DST hari Minggu terakhir bulan Maret dan berakhir Minggu terakhir bulan Oktober. Begitu pula dengan AS, Kanada dan Meksiko yang berada satu region di Amerika Utara juga kompakan.

Ide DST ini pertama kali datang dari AS, yaitu dari Benjamin Franklin tahun 1784. Mula-mula negara2 Eropa sangat menentang penggunaan DST ini. Namun akhirnya negara2 Eropa mulai bisa menerima DST ini pada saat berlangsungnya Perang Dunia I. Namun ada beberapa negara maju atau subtropis memandang tidak perlu adanya DST ini. Jepang, Korea dan Eslandia tidak ikut2an mengadopsi DST ini. Orang Jepang yang rajin bangun pagi ini mungkin senang melihat matahari sudah terbit awal di pagi hari dan hari telah menjadi terang pada pukul 5 pagi, terutama para petani, sehingga memandang tidak perlu untuk mengadopsi DST. Iran, yang biasanya juga mengadopsi DST ini, mulai tahun 2005 menghapuskannya karena menganggap DST tidak ada gunanya apalagi kegiatan ritual keagamaan rutin umat Islam didasarkan pada pergerakan matahari bukan terikat pada jam artifisial buatan manusia sehingga waktu Shubuh misalnya orang2 sudah pada bangun dan menyalakan listrik dan tak berpengaruh oleh DST, untuk itu Iran sejak tahun 2005 tidak lagi mengadopsi DST ini. Bahkan ada dua negara bagian di AS yang tidak mengadopsi DST ini yaitu Arizona dan Hawaii. Sedangkan di Australia negara bagian Queensland dan juga Northern Territory juga tidak mengadopsi DST. DST juga terkadang tak terlepas dari pengaruh politik, pada tahun 1970an ketika negara2 Arab mengadakan embargo minyak kepada AS, pemerintah AS mengadopsi DST selama satu tahun kalender penuh selama dua tahun yaitu tahun 1974 dan 1975 yang bertujuan untuk penghematan energi besar2an akibat kekurangan bahan bakar minyak. Namun tahun 1975, kongres AS mencabut ketentuan tersebut. Menurut penelitian California Energy Commissions selama penerapan DST di tahun2 tersebut selama satu tahun kalender penuh dapat dihemat sekitar 1% penggunaan bahan bakar per hari!

Ok, jadi begitulah sekilas penjelasan mengenai DST. Jadi perbedaan waktu yang berubah sepanjang tahun antara waktu kita dengan negara2 di Eropa, Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru disebabkan oleh DST ini. Negara2 di Eropa Barat  pada saat artikel ini terbit mempunyai perbedaan waktu 6 jam dengan WIB, nanti pada bulan April perbedaannya menjadi 5 jam (kecuali Inggris, Portugal dan Irlandia yang saat ini perbedaan waktunya 7 jam, dan bulan April nanti perbedaannya 6 jam). Coba nanti dicek dengan kang Jupri atau deKing. :mrgreen:

About these ads

16 responses to “Waktu Musim Panas (Daylight Savings Time)

  1. Saya tunggu ‘bukti lebih nyata’ dari Kang Jupri dan deKing. Selain, itu pengetahuan saya bertambah lagi, emang masih bodoh, banyak hal yang belum diketahui, makanya suka nongkrongi blog Pak Satpam ini he he.

    Maz Yari, dulu saya baca buku Agus Mustapa, katanya sih kalau dari Eropa ke Indon, kira-kira di atas Srilangka bisa kehilangan jam (waktu) tu. Bahkan, hari … Pernah —misal dia berangkat dari Eropa Selasa, di atas Srilangka (di pesawat) terjadi pergantian hari ke Rabu, e … sejatinya Kamis. Alias, ada hari yang hilang. Gimana ceritanya tu.

  2. Saya sebenarnya msh bingung mas. Tapi yg saya tangkep begini apakah kalau misalkan azan solat zuhur biasa jam 12 kalau sdh masuk DST maka azan zuhurnya jadi jam 1? atau tetap jam 12? Krn dimajukan tentu jadinya jam 12 blm masuk wkt zuhur?

  3. Ya betul. Apa yang dituliskan di artikel ini betul adanya. Sekarang perbedaan waktu di sini (Belanda) dan Indonesia (WIB) adalah 6 jam. Pada saat musim panas kemarin (dimulai musim semi, sekitar maret pertengahan) beda waktunya cuma 5 jam.

    DST, cuma akal-akalan manusi saja (cuma ngegeser jam buatan manusia kok). Tidak berpengaruh terhadap keadaan alam. Ya, kemungkinan benar karena ada pertimbangan ekonomis dan politis saja.

    Dulu, sewaktu pertama kali mengalami perubahan waktu (yang katanya disebut DST ini) saya juga sempat kaget. Kenapa begini dan begitu. Sekarang sudah (mulai) mengerti. Dan sekarang kemengertian saya jadi bertambah berkat info dari Pak Yari nih. :D

  4. Maaf, mau naya nig, Bung Yari. Hingga saat ini ketika ketika men-setting waktu di komputer, untuk Jakarta dan kota lain di Asia Tenggara, kita mesti menggunakan GMT+7. Yang masih belum paham itu angka 7-nya itu lho Bung. Apa itu dihitung berdasarkan letak geografis atau apa gitu, hehehehe :lol: Maaf kalau saya terlalu kuper, Bung :mrgreen:

  5. iya nih, ini jadi permasalahan katanya juga dalam 1 tahun sekali mereka di bulan oktober mengalami pergeseran waktu dari jam 1 ke jam 2 terus balik lagi ke jam 1….. awwww…

    Nyeting server jadi pusing… hahahaha

  6. Cuma ngeset DST aja bisa kompak ya. Kenapa kita nentuin hari Idul Fitri aja masih blom bisa kompak? Tanya kenapa. *sori OOT*

  7. nambahin
    @raffaell
    kenapa servernya ga dipasang synchronizer biar sync sendiri sama time server di internet?

  8. Saya pernah tahu perbedaan waktu itu, tapi penyebabnya saya tidak tahu.
    Sekarang bisa dibaca di sini. He he he, pulang membawa ilmu, nih. Makasih ya, Kang Yari.

  9. @Ersis WA

    Sebenarnya pertanyaan pak Ersis ini lebih enak dan lebih dimengerti kalau dijelaskan dengan memakai diagram/gambar. Namun karena tdk dimungkinkan, ya mudah2an dng cara verbal spt ini cukup utk dimengerti. ok? :mrgreen:
    Begini, sebenarnya kalau ‘kehilangan waktu’ karena penerbangan antar benua itu sudah hal biasa (“kehilangan waktu”nya dalam tanda kutip lho) itu terjadi kalau kita terbang ke arah timur misalkan dari Eropa ke Asia, namun kalau kita terbang ke barat misal dari Asia ke Eropa, hal kebalikannya terjadi, kita justru “mendapatkan kembali waktu yang hilang”.
    Jadi penjelasannya begini, misalkan kita berangkat dari Paris, Perancis pukul 23.00 hari Selasa (waktu lokal Perancis) menuju Colombo, Sri Lanka di bulan Desember. Misalkan waktu penerbangan adalah 20 jam. Maka kita akan sampai di Colombo adalah pukul 19.00 hari Rabu waktu lokal Perancis. Nah, tapi karena perbedaan waktu antara Perancis dan Sri Lanka adalah 5 jam, maka di Sri Lanka waktu pesawat kita mendarat sudah menunjukkan pukul 00.00 hari Kamis waktu Sri Lanka! Jadi seolah2 kita ‘kehilangan’ waktu atau hari. Nah, begitu penjelasannya pak Ersis, semoga bisa dimengerti ya? :D

    @abintoro

    Iya betul Bin, waktu azannya juga digeser 1 jam andaikan sudah pakai DST. Jadi misalnya azan zhuhur yg biasanya pukul 12 siang jadi jam 1 siang. Karena ritual Islam terutama shalat memang bergantung pada pergerakan matahari bukan pada jam buatan manusia. :)

    @mathematicse

    Ya, terima kasih kang Jupri atas konfirmasinya. Memang bagi mereka yang hanya tinggal sebentar2 di Eropa apalagi yang cuma pergi berlibur setahun sekali di musim panas tidak menyadari adanya DST ini. Namun bagi mereka yang tinggal lama misalnya untuk studi seperti kang Jupri ini pasti menyadari akan pergeseran jam akibat DST ini. :D

    @Sawali Tuhusetya

    Oooo…. GMT+7 itu berarti perbedaan waktu WIB dengan GMT itu 7 jam. :mrgreen: Karena memang daerah2 di Indonesia bagian barat dekat dengan {105}^{o} bujur Timur. Di Bandung misalnya letak bujurnya adalah {107}^{o} Bujur Timur (BT). Kenapa angka {105}^{o} ? Itu karena satu putaran ada {360}^{o} dan bumi dibagi dalam 24 zona waktu. Jadi \frac{360}{24} adalah {15}^{o} jadinya \frac{105}{15} itu hasilnya adalah 7 (jam).
    Nggak papa kok pak Sawali, bertanya itu kan bagus. Ada pepatah kan “Malu bertanya sesat di hutan jalan”. Betul nggak? :mrgreen:

    @raffaell

    Kalau arloji dan jam dinding (yang bukan atomic clock synch) pasti memang repot harus memaju mundurkan satu persatu, apalagi kalau jamnya banyak. Tapi kalau untuk komputer biasanya di dalam sistem operasinya saja sudah otomatis kok menyesuaikan diri dengan DST. PDA saja sekarang hampir semuanya kok otomatis menyesuaikan diri dengan DST asal pilihan timezone-nya tepat. Kalau misalnya nggak otomatis, ya bisa menggunakan atomic clock syncher yang banyak bertebaran gratisan di internet kok seperti kata Dhan. :)

    @Dhan

    Kalau dipikir2, iya juga ya… kenapa menentukan idul fitri aja bisa beda2. Mungkin kita masih menganggap hal tersebut belum merupakan masalah yang harus ‘diselaraskan’. Nggak tahu juga deh, malah bikin pusing. Huehehehe…. :D

    @Hanna

    Terima kasih kembali juga mbak Hanna. :)

  10. Saya baru tahu juga ada sistem DST seperti itu. Nice info kang…..

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Dua tahun yang lalu, tahun 2005, adalah tahun terakhir di Amerika Serikat di mana DST dimulai pada hari Minggu pertama di bulan April. Mulai tahun depannya, tahun 2006, DST di AS dimulai pada hari Minggu kedua di bulan Maret. Nah, pada saat dimulainya DST tahun 2005 lalu, itu harinya bertepatan dengan final ATP tours NASDAQ-100 di Miami, Florida. Jadi pada babak2 sebelumnya masih waktu non-DST, pas finalnya, hari Minggunya, hari pertama DST. :D

  11. ooh…begindaang…aih, ktawans dah dirikuw ga pernah merhatiin perbedaan2 waktu antar negara di dunia, taunya ya cuman GMT+7 :D
    Jadi ada bekal pengetahuan niyh buat entar kalo-kalo aja ada kesempatan ke negara eropah sana, hehe..*cita-cita*

    ______________________________________________________

    Yari NK replies:

    Saya doakan ya, mudah2an cita-citanya tercapai, yah mudah2an minimal dapat beasiswa ke Eropa atau AS gitu. Amin! :)

  12. weleh baru tahu saya, kemana saja ya selama ini, hehe. Mungkin kondisi semacam itu akan berat bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa di negeri2 tersebut, ya.

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Oooo… Pak Indra….. kalau lamanya puasa bergantung pada musim bukan bergantung pada DST atau tidak Pak. Di musim panas, karena siang hari menjadi panjang, maka waktu puasanya juga panjang. Sebaliknya di musim dingin, karena waktu malamnya yang panjang, maka waktu puasanya juga jadi pendek. Di Paris, Perancis bulan Desember-Januari ini, di puncak musim dingin, jam 8.00 pagi masih bisa bisa shalat Shubuh. :)

  13. Thanx for the info.
    Neh sgt mbantu gw tuk nyesuaikn dri dr wkt2 aneh di Amerika nti.
    Moga prjlnan gw lancar.
    Thanx..

  14. Negara2 maju y/ b’iklim 4 musim, kcli negara2 iklim 4 musim di Asia, mmg cocok pake DST. Tp negara kita, Indonesia, nggak pantes pake DST, krn b’ada di daerah tropis. DST mmg ngerusakin jam transistor & jam quartz aja. Jam bs d’buat mainan gara2 DST.

  15. misal kalo lagi dst kan jam bisa ngatur sendiri. Tapi kalo jamnya gak ngatur sendiri apalagi di rumahnya banyak jam, jadi kan orang itu harus bangun malem buat ngatur jam. Apa gak repot?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s