Tak terasa…… sudah tujuh bulan saya berkiprah dalam penulisan di blog “Spektrum Pemikiranku” ini. Dan tak terasa postinganku yang terakhir yang berjudul “Ponsel dan Uang Virtual Akan Menghancurkan Bank?” adalah postinganku yang ke-100 menurut Blog Stats yang ada di WordPress ini. Akupun tidak menyangka bahwa aku bisa sebetah ini menulis terus di blog saya ini hingga bertahan sampai postingan ke-100. Yah, doakan saja angka 100 ini bukanlah angka kejenuhan bagi saya untuk terus menulis dan menulis karena pada dasarnya saya sebenarnya orang yang suka menulis (walaupun teknik penulisannya terkadang seringkali kacau balau, tidak merunut pada standard penulisan baku) walaupun terkadang ada kalanya satu dua kali, mood untuk menulis menjadi sangat berkurang terutama kalau pekerjaan sedang menumpuk.
Nah, pada ulang tahun postingku ke-100 yang jatuh pada postingan “Ponsel dan Uang Virtual Akan Menghancurkan Bank?” kemarin (seperti yang terlihat pada Blog Stats di atas), blog yang sudah berjalan 7 bulan ini baru diakses kurang dari 30.000 pengunjung, dengan pengunjung kira2 200 pengunjung per hari dan pengunjung terbanyak adalah pada tanggal 11 Oktober 2007 yaitu sebanyak 431 pengunjung (tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri). Yah, memang masih jauh sih dibandingkan kriteria seleb blog, tapi memang dari awal tujuan utama saya dalam menulis di blog ini bukan menjadi seleb blog, tetapi sekedar **halaah** hanya ingin berbagi dan insha Allah memperkaya khazanah informasi di dunia maya ini dalam Bahasa Indonesia. Kita mengetahui bahwa informasi dalam Bahasa Indonesia di jagad maya ini masih terbilang miskin dibandingkan informasi dalam (ya iya laaah) Bahasa Inggris. Sedangkan tujuan dari seleb blog hanya **halaah lagi** tujuan sampingan, ya percuma jadi seleb blog tapi isinya sampah semua dan nggak berguna mirip sampah plastik polimer yang mencemari lingkunga hidup! Yah, syukur2 sih postingannya informatif juga menjadi seleb blog seperti satu dua blog yang saya ketahui.
Sebenarnya dalam benak saya masih banyak sekali ide2 yang ingin saya tuangkan dalam bentuk tulisan di blogsfer ini, namun ada beberapa yang tidak bisa saya realisasikan, biasanya yang tidak bisa direalisasikan ini karena memerlukan ilustrasi (gambar) yang kompleks dan komprehensif, yang saya agak malas membuatnya karena membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Juga ada beberapa artikel yang sudah “siap tayang” tapi membutuhkan bungkus yang lebih rapih lagi agar sesuai dengan **halaah** tata susila bangsa ini. Juga ada satu topik yang juga siap tayang (tapi judulnya dan topiknya masih dirahasiakan ya?
) yang mungkin berpotensi menimbulkan konflik yang perlu saya kaji ulang redaksinya kembali, bukannya apa2, tapi saya sebagai penulis, ingin menyajikan tulisan tersebut seobyektif mungkin dan jauh dari unsur2 subyektivitas yang menyesatkan. Yah, pokoknya tunggu saja tanggal mainnya.
Ok deh, segitu saja artikel saya kali ini menyambut ulang posting saya ke-100 (yang hanya disambut oleh saya sendiri
), yah doakan saja, saya akan terus menulis dan menulis untuk blog ini dan juga doakan saya agar ‘tidak’ menemukan kegiatan yang lebih menarik lagi daripada menulis di blog ini, karena kalau saya menemukan kegiatan yang lebih mengasyikan yang menyita perhatian dan waktu saya, tentu kemungkinannya saya akan melupakan blog ini………
. Tapi yang paling bagus doanya adalah, doakan agar saya menemukan kegiatan yang lebih menarik lagi tetapi tetap semangat untuk menulis di blog ini, bukankah begitu??







Jika anda seorang yang menggemari chatting online di Internet, baik menggunakan Yahoo! Messenger, mIRC atau yang lainnya, dan anda andaikan juga sering berchatting ria dengan orang-orang di belahan bumi yang lain, mungkin anda pernah merasakan sedikit kesulitan dalam membuat janji (misalnya janjian ingin bertemu lagi online) dengan mereka karena perbedaan waktu. Dahulu sewaktu saya sering bermain Scrabble online, saya juga seringkali mengalami kesulitan dalam menyelaraskan jadwal pertandingan dengan mereka yang berada di belahan bumi lain karena perbedaan waktu tersebut, yah karena kebanyakan dari mereka yang bermain Scrabble berada di Amerika Utara dan Eropa maka saya seringkali mengalah dan terpaksa bangun pagi2 sekali sebelum shubuh hanya karena sudah berjanji untuk bermain Scrabble online.
Keliling dunia dengan biaya murah, syukur-syukur kalau gratis adalah impian setiap manusia, bukan saja impian kita semua yang hidup di abad modern di zaman teknik aerodinamika yang sudah maju saat ini, terlebih-lebih untuk mereka yang hidup di zaman dahulu, yang selalu menginginkan dapat terbang seperti burung ke negeri-negeri yang jauh dengan bebasnya. 








