Yari NK

Arsip untuk Februari, 2008

Dibentak Dulu Baru Beres!!

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi, Service, Uncategorized on Jumat, 29 Februari 2008 at 5:04 pm

Epson Stylus C90

Perhatian:

Penyebutan produk dalam artikel ini bukan sebagai iklan terselubung ataupun untuk menjatuhkan suatu fihak, tetapi ini adalah hal murni pengalaman pribadi!! Mudah2an ada manfaat yang dapat diambil dari pengalaman saya ini. Terima kasih

Postingan kali ini adalah mengenai pengalaman saya dalam berhubungan dengan fihak Customer Service Epson di Bandung. Ceritanya berawal ketika saya ingin membeli sebuah printer yang murah meriah untuk keperluan pribadi saya di kantor saya. Dari sekian printer saya memilih Epson Stylus C90 (yang nggak diinfus tentunya!), karena memang dari dulu saya sudah percaya dengan produk ini bahkan printer pribadi di kantor saya sebelumnya adalah Epson Stylus Color 300 yang sudah tua namun sudah terbukti produk tersebut kuat bekerja keras sampai saat dipensiunkan.

Pendek kata, aku lantas membeli sebuah Epson Stylus C90 baru di salah satu toko di pusat penjualan komputer di Kandaga, Jl. Ahmad Yani, Bandung pada tanggal 15 Januari 2008.  Nah, ternyata setelah diinstal segala rupa si printer tidak mau jalan sama sekali, di layar nampak sebuah keterangan grafis yang mengindikasikan bahwa tinta warna kuning tidak bekerja atau rusak. Karena printer ini printer baru, maka aku putuskan untuk aku bawa kembali ke toko (yang sebenarnya sudah menjadi toko langgananku dan juga langganan beberapa kawan2ku) di mana aku membeli printer tersebut. Dan juga karena kesibukanku aku baru bisa kembali ke toko tersebut hari Sabtu 19 Januari 2008. Setelah ditest di tokonya ternyata memang benar kerusakan ada pada printer dan bukan aku yang nggak bisa menginstalnya :P   maka diputuskan printer harus direparasi di pusat reparasi resmi Epson di Bandung. Printer akhirnya dimasukkan ke pusat reparasi resmi Epson atas nama toko tempat saya membeli dan bukan atas nama saya, untuk itu saya sedikit mendesak si pemilik toko (yang sudah saya kenal baik sebenarnya) agar sedikit mendesak bengkel resmi Epson tersebut untuk agak cepat mereparasinya karena selain saya sangat butuh printer itu untuk keperluan pekerjaan, printer itu juga masih baru dan belum pernah saya pakai sama sekali.

Tanggal 4 Februari 2008, saya kembali ke toko di Kandaga tersebut dan menanyakan “nasib” printer saya. Ternyata fihak toko mengatakan belum selesai dan sudah mendesak bengkel Epson namun jawaban yang didapat dari bengkel Epson selalu klise: “Minggu ini atau Minggu Depan”. Pihak toko menyarankan aku agar ikut mendesak bengkel Epson tersebut dan menyodorkan nama orang dan nomor telepon orang Epson yang bisa dihubungi yang bernama “R” (mirip nama rekan seperjuangannya Batman, tokoh DC Comics :P ). Langsung saja kutelepon “R”, dan dengan nada sedikit galak tegas, aku menanyakan nasib printerku, dijawab bahwa printerku belum selesai direparasi dan dijanjikan minggu depan akan selesai, namun karena mendengar suaraku yang agak galak tegas dan kecewa, si “R” bersedia meminjamkan aku printer Epson Stylus C45, biarpun model yang agak kuno tetapi biarlah untuk sementara waktu ini, tidak ada rotan akarpun jadi, begitu pikirku. Namun aku tetap mendesak walaupun aku sudah dipinjami Epson C45, tapi kalau bisa printerku cepat selesai direparasi dan aku memegang kata2 si “R” bahwa Minggu depan printerku sudah selesai direparasi. Pihak toko sendiri mengatakan bahwa biarlah ia yang mengurusnya jikalau sudah selesai dan jikalau selesai akan langsung dikirim/diantar ke alamat kantor saya.

Nah, dua minggu sudah berlalu, dan tidak ada kabar, maka tanggal 18 Februari 2008 aku kembali ke toko tersebut dan ternyata printer saya belum selesai direparasi!! Janji tinggal janji, yang merupakan janji2 kosong, karena kesal aku telepon kembali “R” kali ini dengan suara yang benar-benar galak tegas aku menanyakan kemajuan reparasi printerku, ternyata benar, printerku memang belum selesai direparasi. Karena kesal, aku mempertanyakan kredibilitas teknisi2 di Epson, dan jawaban yang aku dapat sungguh simpang siur, si “R” mengatakan bahwa masih harus menunggu suku cadang, tapi menit berikutnya dia mengatakan bahwa printer saya masih difikirkan tindakan apa yang harus diambil untuk memperbaikinya. Oooo.. aku fikir jadi selama ini baru dalam difikirkan tindakannya saja toh, belum dikerjakan sama sekali!!! Apapun alasannya, apalagi ditambah informasi yang simpang siur seperti itu, menjadikan aku lebih galak tegas lagi, sambil ngatain ”menyindir” kualitas kerja mereka2 yang terlibat di bengkel Epson dengan kata2 yang agak kasar seperti bego, tolol dan semua kata sinonim dari “tolol” yang ada di buku tesaurus Bahasa Indonesia serta mengancam akan ditulis di koran bila printerku tidak kunjung selesai diperbaiki, aku mengatakan bahwa aku mau printerku paling lambat akhir minggu ini untuk selesai direparasi. Dengan nada yang agak grogi dan ketakutan si “R” berjanji bahwa minggu ini printer selesai diperbaiki.

Hasilnya?? Cukup mengejutkan!! Hanya dalam waktu 2 hari saja, printerku selesai diperbaiki!! Toko tempatku membeli printer tersebut mengatakan bahwa printer sudah selesai diperbaiki dan siap diantar ke kantorku. Aku hanya menggeleng2kan kepala, kenapa setelah dibentak2 dan “diancam” baru semuanya bisa beres dengan cepat. Kalau mau toh semuanya bisa dikerjakan dengan cepat. Yang paling tidak saya suka adalah mereka menjanjikan selesai “minggu ini” atau “minggu depan” namun janji itu tidak dipenuhi. Ya kalau tidak bisa, jangan mengatakan “minggu ini” atau “minggu depan”, kan bisa mengatakan kira2 bulan depan baru selesai, atau dua bulan lagi, dsb, namun jangan janji2 yang tidak bisa ditepati. Saya mengerti bahwa mungkin ada beberapa suku cadang yang harus diimpor dari luar negeri karena mungkin belum bisa diproduksi di sini. Walaupun begitu bukan berarti mereka tidak bisa memperkirakan berapa waktu kerja yang dibutuhkan untuk sebuah reparasi kan?? Toh, semuanya bisa cepat kalau diusahakan serius. Yah, mudah2an ini bukan gambaran khas after-sales service di negeri ini. :(

!iriK ek nanaK iraD kilabreT acabmeM iraM

In Iseng, Serba Serbi on Selasa, 26 Februari 2008 at 6:06 am

Perhatian: Harap membaca judul di atas dari kanan ke kiri dan membaca artikel unik iseng yang nggak bermutu ini dari kanan bawah ke kiri atas! Selamat membaca! :mrgreen:

____________________________________

…eheheheH !ini utumreb kat nad kednep gnay gnesi lekitra ajas irihka ayas nad )!acabmem aynarac anamiagab uam haresret( acabmem tamales nakpacugnem ayas uti kutnu ,haN .kilabret naacabmep arac tamrof iakamem gnay aisenodnI ainud id amatrep nagnitsop halini nikgnuM !nakijasid kutnu satnap nad kinu gnesi pukuc ini nagnitsop asar ayas ,ini naajrek gnaruk nad saraw gnaruk nagnitsop taubmem kutnu ayas nasala nupapa ….haN

:mrgreen: ……eheheheuH !aynnade tamuk igal ayas anerak halada agitek nasalA !2macamreb itsap aynnabawaj …..haW ??lamron acabmem akerem itrepes sisrep acabmem akerem haletes taases anrecnem gnusgnal asib akerem hakapA ??naacab isi anrecnem malad akerem kato nagned alup anamiagab naD ??DS 2 uata 1 salek kana itrepes acabmem 2hatapret naka akerem …..aynkilabes uatA ??lamron naturu irad dajared 081 acabmem naasaibek habugnem kutnu upmam akerem kato hakapA ??kilabid aynnanusus alibapa aynracnal amas acabmem tapad lamron araces nanak ek irik irad acabmem racnal gnay gnaroeses hakapa uhat nigni ayas ,audeK .iserped uka taubmem hadus ajas ayntaubmem anerak ,nakadait ayas tubesret kipot gnatnet lekitra akam lebat nad isartsuli nakanuggnem kaynab ini lekitra anerak numaN .aredneb gnatnet umli utiay igololiskev gnatnet lekitra silunem uam ayas aynidaT .anamiagab surah uhat kadit nad aynsalam igal tamuk ayas 2iraj ayn2apur numan ini golb id lekitra haubes naktibrenem ayas aynsurahes irah halada ini irah ,amatreP ?ini alig nib hena surujnem kirtneyn tikides gnay lekitra nataubmep ignakalebratalem gnay apa gnarakeS

??nakub ajas anahredes ,sata ek hawab irad nad irik ek nanak irad ini lekitra acabmem adna inik hawab ek sata irad nad nanak ek irik irad acabid aisenodnI asahabreb sket haubes aynasaib gnay ,aynasaib irad kilabret ini lekitra naacabmep ajas aynah ,aisenodnI asahaB malad patet naknialem ,suraleB asahaB nupuata aniarkU asahaB malad taubid kadit ini lekitrA !ritawahk nagnaj ,inis id naksilutid gnay apa itregnem kadit nad ini lekitra acabmem adna ualakiJ

iskelfeR huabeS

“Gratis” Ke Semua Operator!! Kenapa Tidak??

In Manajemen/Bisnis, Serba Serbi, ponsel on Sabtu, 23 Februari 2008 at 5:00 am

Sesudah tiga hari jari2ku tak berselera untuk menjalankan tugasnya menari2 di atas keyboard, kini alhamdulillah jari2ku ada semangat lagi walaupun belum pulih semangatnya 100%. Ya, tema yang dipilihpun sederhana saja, tidak yang berat2, yang berawal dari “kegelianku” mendengar iklan di radio tentang operator selular Indosat yang menawarkan tarif “termurah” ke semua operator yaitu Rp 0,01 per detik beberapa hari yang lalu. Mungkin sudah banyak juga para blogger yang menyampaikan berita ini dengan analisis dan komentarnya masing2, namun saya juga ingin mengupasnya dari sudut pandang yang lain dengan memakai analisa matematis yang sangat sangat sangat sederhana.

Bermula dari Simpati yang menawarkan “Tarif murah” Rp 0,5 per detik, dan dibalas kemudian oleh XL dengan Rp. 0,1 per detik kini operator selular Indosat dengan IM3nya dengan Rp 0,01! Wah semakin murah saja!! Apakah ada kemungkinan nanti operator selular menawarkan “gratis” alias Rp. 0,- per detik?? Jawabannya: Sangat Mungkin!! Kenapa tidak?? Apakah para operator selular itu tidak merugi?? Jelas tidak!! Karena kuncinya ada pada “tarif tersembunyi” yang tidak pernah digembar-gemborkan oleh para operator selular. Ya, “tarif tersembunyi” inilah yang membuat tarif2 ekstra murah, menjadi sebenarnya tidak begitu murah!!

Ok, taruhlah misalnya: XL Bebas dengan “tarif murahnya” Rp. 0,1/detik. Kita ambil contoh dari XL kita menelepon ke operator lain. Sebenarnya tarif ini mulai berlaku mulai menit ke-2, sedangkan untuk 2 menit pertama dikenakan tarif Rp. 25,-/detik. Begitulah setiap dua menit tarif yang berlaku bergantian antara Rp 0,1/detik dan Rp. 25,-/detik. Nah, Rp. 25,- inilah yang kita sebut “tarif tersembunyi” yang tidak pernah digembargemborkan oleh para operator. Dan setiap operator yang menawarkan “tarif super murah” jelas pasti mempunyai “tarif tersembunyi” pula.

Nah, sekarang ambil contoh kita menelepon 10 menit ke operator lain dari XL ke operator lain, maka biaya percakapannya adalah:

6\times60\times25\:+\:4\times60\times0,1\:=\:Rp.\:9024,-

Ok, sekarang misalkan XL menawarkan tarif “gratis” alias Rp. 0,-/detik sebagai jawaban dari IM3-nya Indosat yang kini mengklaim mempunyai tarif termurah dengan Rp. 0,01/detik. Maka sekarang berapa biaya percakapan yang dikeluarkan selama 10 menit untuk menelepon ke operator lain??

6\times60\times25\:+\:4\times60\times0\:=\:Rp.\:9000,-

Ingat!! Tarif tersembunyi tetap ada dan tidak berubah. Maka kita melihat bahwa XL akan hanya kehilangan pendapatan Rp. 24,- saja untuk satu kali telepon selama 10 menit! Nah, itu tentu untuk sekali menelepon. Nah bagaimana kalau ada sejuta panggilan?? Berarti XL kehilangan 1.000.000\times24\:=\;Rp.\:24.000.000,- . Wah, tentu kehilangan pendapatan XL mulai kelihatan banyak ya?? Tapi tunggu dulu!! Masih bisa diakalin kok! Kita naikkan saja sedikit “tarif tersembunyi”nya! Kita naikkan jadi Rp 25,5 per detik. Toh, tarif ini tidak pernah digembargemborkan, andaikata ketahuan juga kenaikan ini secara psikologis kecil cuma Rp 0,5/detik, apalagi yang nggak tahu matematika, gampang dibohongin!! Tenang saja!! Ok sekarang berapa biaya percakapan XL dengan tarif “gratis” dan “tarif tersembunyi” sebesar Rp25,5/detik selama 10 menit ke operator lain?? Mari kita hitung:

6\times60\times25,5\:+\:4\times60\times0\:=\:Rp.\:9180,-

Nah, dengan tarif “gratis” tapi tarif “tersembunyi”nya dinaikkan “sedikit” justru XL menikmati kenaikan pendapatan sebesar Rp. 156,- per panggilan (Rp. 9180 – Rp. 9024,-)  selama 10 menit dari tarif yang sekarang (andaikan XL memainkan skenario ini!). Tentu skenario seperti ini tidak hanya bisa dilakukan oleh XL saja, namun bisa juga oleh operator2 selular lainnya. XL di sini hanya sebagai contoh saja.

Skenario lainnya adalah, misalkan operator selular justru kini menerapkan tarif negatif atau “malah ngasih duit” kepada pelanggan namun tarif tersembunyinya juga dinaikkan “hanya” Rp 1,- saja menjadi Rp 26,- per detik. Sementara tarif “ngasih duit”nya adalah Rp 0,1 per detik. Jadi pendek kata kalau kita menelepon pulsa kita “justru bertambah” sebesar Rp. 0,1/detik. Jadi berapa sekarang “biaya” percakapan selama 10 menitnya?? Dengan contoh seperti di atas maka kini biaya percakapannya menjadi:

6\times60\times26\:-\:4\times60\times0,1\:=\:Rp.\:9336,- !

Wow, berarti justru pendapatan operator selular (XL) per panggilan 10 menit, naik sebesar Rp. 312,- jikalau operator selular menerapakan skenario seperti ini!! Ruar biasa!!

Jadi kesimpulannya, jikalau kini operator selular menerapkan tarif termurah, tidak perlu heboh!! Tidak ada yang ‘benar2 murah’ kok selama ada ‘tarif tersembunyi’-nya. Rupa-rupanya persaingan yang sengit antara operator selular di negeri ini membuat para eksekutif di perusahaan2 operator selular ini menjadi sangat tidak kreatif dalam usaha merebut pelanggan. Setiap operator membeo langkah operator selular lainnya. Mudah2an para pelanggan tidak mudah terjebak oleh iming-iming palsu tarif termurah yang “gombal” itu! :mrgreen:

Apakah Saya Mulai Jenuh Dengan Blog???

In Manusia, Perilaku on Rabu, 20 Februari 2008 at 8:01 am

Perasaan ini sudah mulai saya rasakan sejak hari Minggu lalu ketika saya membuat postingan “Nama-Nama Daerah Terpanjang Di Dunia” yang sebenarnya saya buat seadanya dan termasuk artikel yang paling pendek yang pernah saya buat (di bawah 500 kata). Bukan karena saya kehabisan ide atau topik untuk dijadikan blog, malah sebaliknya saya masih punya banyak sekali ide atau topik yang akan ditulis mulai dari sains, sejarah ataupun masalah2 keseharian yang tidak terlalu pribadi yang (menurut saya) cukup menarik untuk diutarakan juga fenomena2 sosial yang juga menarik untuk dibicarakan, tetapi entah kenapa jari2 saya terasa enggan untuk menari2 di atas keyboard PC-ku dan juga notebook-ku.

Inilah untuk pertama kalinya sejak mulai ngeblog di bulan Juni 2007 aku merasakan hal seperti ini. Biasanya ketika ada ide untuk menuliskan sesuatu ke dalam sebuah artikel, jari-jariku langsung bertango dengan indahnya **halaah** di atas keyboard. Namun kini, jari-jariku terasa kurang semangat untuk menari tango di atas papan keyboard. Sebenarnya aku sendiri tidak terlalu memforsir/mamksakan diri untuk terlalu intensif dalam ngeblog. Selama tiga bulan terakhir ini, aku usahakan konstan menerbitkan artikel 3 hari sekali, tidak lebih dan tidak kurang, kecuali kalau aku sibuk di dunia nyata. Bahkan ketika aku banyak waktu untuk ngeblog, akupun tidak memaksakan diri untuk membuat artikel, aku tetap berusaha konsisten untuk menerbitkan sebuah artikel 3 hari sekali. Ini mungkin juga untuk usaha preventif agar saya tidak cepat jenuh dengan blogging.

Namun toh akhirnya perasaan yang tidak diharapkan itu datang juga. Semalam aku menyalakan komputer dengan harapan agar aku dapat memberi semangat kepada jari2ku untuk menari2 di atas keyboard. Namun yang terjadi adalah justru jari-jariku hanya bersemangat menggerak-gerakan mouse, browsing dari satu situs ke situs lainnya dan sempat juga bermain Scrabble online untuk beberapa sesi. Namun tak ada satu katapun yang dihasilkan untuk artikel baruku. Pagi ini jam 5, seperti biasa aku sudah bangun, habis menunaikan kewajiban Shalat Shubuh (yang tiap hari masih bolong2 hehehe….), aku kembali menyalakan PC dan modemku, berharap ada semangat di dalam jari2ku untuk beraksi menabur kata di layar monitor LCD-ku. Ah, ternyata sama saja!! Jari2ku tetap tak bersemangat dalam melakukan aksinya. Dan PC dan modem boradbandpun aku matikan, aku segera mengambil notebook dan HP Motorola V3xx ku yang akan kugunakan sebagai modem HSDPA, dan langsung meluncur ke tempat tidur.  Berharap di tempat tidur jari-jariku dapat lebih sedikit produktif dalam menabur kata-kata. Tapi apa yang terjadi?? Hasilnya justru makin parah……. bukan jari2ku yang tambah semangat malah kini mataku yang jadi ikut2an lesu dan mengantuk!! Akhirnya itu notebook malah jadi kekepan untuk tidur pengganti guling!! Wakakakak….. :lol:

Ya udah deh…. kini waktu hampir jam 8 pagi…… siap2 untuk berangkat kerja…. yah maafkan saya kalau saya hari ini hanya bisa mempersembahkan artikel yang berbau curhat ini daripada sebuah postingan sejati. Doakan saya saja semoga tiga hari lagi, jari2ku sudah punya vitalitas kembali untuk melakukan aksinya menebar pesona kata di blogsfer ini! :mrgreen:

Nama-Nama Tempat Terpanjang di Dunia

In Serba Serbi on Minggu, 17 Februari 2008 at 11:25 am

Langsung to the point saja, inilah nama2 tempat terpanjang di dunia, silahkan hafalkan nama2 tersebut, hehehehe….. :D

1. Krung thep mahanakhon bovorn ratanakosin mahintharayutthaya mahadilok pop noparatratchathani burirom udomratchanivetmahasathan amornpiman avatarnsathit sakkathattiyavisnukarmprasit

Ya, inilah nama asli dari kota Bangkok di Thailand dalam bahasa Thai, yang resmi menjadi nama tempat terpanjang di dunia, orang Thailand sendiri menyingkatnya hanya dengan sebutan Krung Thep saja atau artinya adalah “Kota Malaikat”.

2.Taumatawhakatangihangak oauauotamateaturipukaka pikimaungahoronukupokaiwhe nua kitanatahu

Nah inilah nama lembah di Selandia Baru dari sebuah nama Maori (suku asli di Selandia Baru) yang artinya kurang lebih adalah: “Tempat di mana Tamate, orang dengan dengkul yang besar, yang tergelincir, memanjat dan melahap gunung, yang dikenal sebagai ‘pemakan daratan’, yang bermain suling (flute) untuk kekasihnya” (embeeeeeer!!!….Yari NK)

3. Gorsafawddachaidraigddanheddogleddollonpenrhynareurdraethceredigion

Nah lho?? nama sebuah stasiun di Gwynedd, Wales, Uni Kerajaan yang dipaksakan oleh Fairbourne Steam Railway untuk menyaingi nama terpanjang ketiga di dunia yang juga berada di Wales pada poin ke 4 di bawah ini. Arti dari nama di atas adalah: “Stasiun Mawddach dengan gigi2 naganya di Jalan Penrhyn Utara di pantai emas Teluk Cardigan”. (Aih! Aih! Maksa pisan!!)

4. Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch

Haha… ini juga berada di Wales, tepatnya adalah sebuah desa, panjang namanya saingan dengan nama tempat nomor 3 di atas, artinya kurang lebih adalah: “Gereja St. Mary yang berada pada lubang di pohon hazel putih di dekat pusaran air cepat di Gereja St. Tysilo dekat Gua Merah”. (Maksa juga deh perasaan! :P )

5. El Pueblo de Nuestra Señora la Reina de los Ángeles de la Porciúncula

Di antara nama2 terpanjang yang terpampang di sini, mungkin inilah nama terpanjang yang tempatnya paling terkenal (walaupun nama panjangnya tidak dikenal), ya inilah nama resmi kota Los Angeles di California, Amerika Serikat. Dari Bahasa Spanyol yang artinya adalah: “Kota Nyonya kita: Ratu dari malaikat2 Porciúncula”. Nah, nama panjang di atas ironisnya kini hanya disunat menjadi L.A. saja, menjadi salah satu nama terpendek di dunia.

6. Chargoggagoggmanchaugagoggchau bunagungamaug

Sebuah danau di Webster, Massachussetts, Amerika Serikat yang diambil dari bahasa Indian setempat yang artinya: “Kamu memancing di daerahmu, Aku memancing di daeraku, dan tidak boleh ada orang yang memancing di tengah2″. **halaah**

7. Lower North Branch Little Southwest Miramichi

Sebuah sungai pendek di New Brunswick, Canada

8. Villa Real de la Santa Fé de San Francisco de Asis

Nama asli dari Santa Fe di New Mexico, Amerika Serikat. Artinya adalah: “Kota Kerajaan dari Kepercayaan Suci Santo Fransiskus dari Asisi”.

Nah, begitulah kiranya nama2 tempat yang terpanjang di dunia. Ada yang tahu nggak nama tempat terpanjang di Indonesia???

‘Orang-Orang Norwegia’ Yang Iseng Melihat Blog Saya…..

In Pengetahuan, Perilaku, Serba Serbi, Uncategorized on Kamis, 14 Februari 2008 at 8:49 am

Pengunjung Norwegia berada di urutan kedua!!Si Abin berada di Norwegia!!Bendera Norwegia

Untuk postingan kali ini entah kenapa saya ingin membahas masalah ringan ini. Ya, saya tergelitik membuat postingan ini karena beberapa bulan ini saya melihat seperti statistik yang tertera di kiri atas postingan ini (dan juga yang terpampang di blog saya) yang mengindikasikan distribusi negara2 pengunjung blog ini mulai ‘agak sedikit janggal’.  Kenapa janggal? Ya, karena beberapa bulan terakhir ini saya memperhatikan pengunjung dari Norwegia meroket drastis dan kini bendera Norwegia di blog ini telah berkibar di urutan kedua setelah tuan rumah Indonesia yang meninggalkan jauh saingan2nya di tempat teratas (coba hal tersebut terjadi beneran pada pengumpulan medali di ajang olimpiade ya, pasti membanggakan buat Indonesia, sayangnya itu terjadi hanya di blog ini dan di mimpi indah di siang hari bolong! Eeh, jangan pesimis deh! Ayo maju terus Indonesia! :mrgreen: ).

Saya bertanya dalam hati: “Kenapa Norwegia??” Kalau Malaysia saya bisa maklum karena faktor kesamaan bahasa sehingga kemungkinan mereka tersesat di blog saya juga agak besar. Lagipula saya juga sadar bahwa banyak rekan2 blogger setanah air kini tengah merantau di Malaysia, jadi tidak heran kalau Malaysia menempati urutan2 atas pengunjung blog ini. Juga pengunjung dari Belanda (The Netherlands) yang pada blog ini direpresentasikan paling banyak oleh Kang Jupri dan mungkin disusul oleh deKing, mungkin ada juga beberapa pengunjung lain dari Indonesia yang kini tengah tinggal di Belanda yang mengunjungi blog saya. Juga Amerika Serikat, saya juga tidak heran kalau negara ini juga menduduki peringkat2 atas dalam jumlah pengunjung blog ini.  Negara dengan jumlah pemakai Internet terbesar di dunia ini juga sekaligus salah satu negara favorit (bahkan mungkin terfavorit) sebagai tujuan studi mahasiswa2 dari Indonesia. Untuk itu tidak heran jikalau lebih besar kemungkinan mereka2 yang berada di Amerika Serikat kebetulan ‘terdampar’ di blogku.

Tapi Norwegia???? Siapa pula rekan blogger Indonesia yang tinggal di Norwegia yang sering banget mengunjungi blog saya?? Kira-kira ada nggak ya?? Atau apakah orang Norwegia yang bule2 senang mengunjungi blog saya (Andaikan bener sukur deh! :P )?? Atau apakah mereka hanya terdampar di blogku?? Kalau terdampar kenapa banyak sekali orang Norwegia yang terdampar?? Ah, sepertinya nggak masuk akal deh! Kenapa nggak masuk akal??

Karena penduduk Norwegia juga hanya sekitar 4,5 juta orang dan kemungkinan juga terdampar di blogku sangat kecil andaikan ada juga paling2 tidak terlalu sering. (MODE pengetahuan umum ON :mrgreen: ) Negeri ini walaupun kecil dari segi jumlah penduduk namun negeri ini mempunyai segudang achievement yang mengagumkan. Negeri ini menempati urutan ke-3 di dunia dalam PDB per kapita. Selain itu Norwegia juga menempati urutan teratas dalam Human Development Index tahun 2006. Prestasi itu juga dilengkapi dengan gelar negeri paling damai di dunia tahun 2007 dalam Global Peace Index. Tapi janganlah anda salah mengira, negeri makmur nan damai di kawasan Skandinavia yang termasuk wilayah politik Eropa Barat ini bukanlah anggota Uni Eropa. Bahkan Norwegia sampai saat ini adalah salah satu dari segelintir negara2 Eropa Barat yang masih enggan bergabung dengan Uni Eropa (apalagi mengadopsi mata uang euro!). Negeri ini masih setia dengan EFTA (European Free Trade Association) yang juga beranggotakan Islandia, Swiss dan Liechtenstein. EFTA sendiri didirikan tahun 1960 sebagai ’saingan’ daripada MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic Community) yang merupakan cikal bakal dari Uni Eropa sekarang.

EFTA sendiri sebenarnya mempunyai 7 anggota yaitu: Austria, Denmark, Uni Kerajaan (Inggris), Norwegia, Portugal, Swedia dan Swiss. Namun Austria, Denmark, Uni Kerajaan, Portugal dan Swedia keluar dari EFTA untuk bergabung dengan Uni Eropa. Kini anggota asli EFTA tinggal 2 negara saja yaitu Swiss dan Norwegia. Namun EFTA bertambah dua negara lagi yaitu Islandia yang bergabung tahun 1970 dan Liechtenstein (negara yang kecil sekali antara Swiss dan Austria) yang menjadi anggota penuh EFTA tahun 1991 (yang sebelumnya adalah anggota pengamat saja sejak tahun 1960). Dengan prestasi yang dicapai oleh Norwegia ini, seolah2 negara itu ingin “mengejek” tetangga2nya bahwa menjadi makmur dan maju di Eropa tidak harus bergabung dengan Uni Eropa. (MODE pengetahuan umum OFF).

Ok, sekarang mari kita kembali ke laptop ke topik utama dari manakah pengunjung Norwegia di blog saya?? Saya mulai curiga ketika suatu saat tidak sengaja (baca: iseng2) saya meninggalkan komen di blognya Pak Sawali (namun saya lupa lagi persisnya di postingan yang mana) dengan menggunakan Opera Mini pada ponsel saya, alangkah bingung dan terkejutnya saya ketika bendera yang keluar dalam boks komentar saya adalah bendera Norwegia!! Ini mengindikasikan seolah2 saya berada di Norwegia (yang pada sesi chatting pak Sawali juga bertanya kepada saya, apakah saya berada di Bandung atau Norwegia?? Tentu saja yang ditanya sama bingungnya sama yang bertanya! :mrgreen: ). Nah, dari sini saya curiga bahwa “pengunjung Norwegia” ini berasal dari pengunjung Indonesia juga yang memakai Opera Mini di ponsel mereka.  kecurigaan saya bertambah ketika teman saya si Bince AgusBin (gambar di atas) yang selalu iseng nggak ada kerjaan rajin berkomentar di blog saya yang sering berkomentar menggunakan Opera Mininya ternyata ia juga mengibarkan bendera Norwegia pada saat ia meninggalkan komen di blog baruku di dagdigdug[dot]com yang masih agak dirahasiakan keberadaannya :mrgreen: . Oh, ya pantas saja kalau begitu pengunjung Norwegia ‘menjadi banyak’ wong saya juga sering blogwalking (tapi jarang sekali berkomentar) menggunakan Opera Mini di ponselku apalagi kalau lagi di WC rasanya kurang afdol kalau di WC nggak browsing atau blogwalking :mrgreen: , Oooh…. jadi ternyata pengunjung Norwegia terbanyak yaa…. berasal dari ponsel saya juga!! Huehehehe….. :D

Ramalan Nostradamus Jadi Tidak Tepat??

In Kehidupan, Manusia, Pengetahuan, Perilaku, Sejarah on Senin, 11 Februari 2008 at 8:15 am

nostradamus02.jpg

Siapa sih yang tidak mengenal Nostradamus (Michel de Nostredame) yang dikatakan sebagai peramal ulung yang hidup di Perancis pada abad ke-16. Atau mungkin anda walaupun belum mengenalnya secara detail namun minimal anda pernah mendengar atau mengetahui namanya. Ya, peramal yang lahir tanggal 14 Desember (sebagian orang peraya ia lahir tanggal 21 Desember) 1503 di kota St. Rémy di Provence, Perancis ini memang kerap kali muncul di majalah2 ataupun koran2 dengan ramalan2 mengenai kejadian2 besar yang akan terjadi di bumi ini di masa yang akan datang.

Nostradamus sebenarnya adalah seorang dokter. Walaupun ia beragama Yahudi namun ia dibesarkan dan dididik secara Katolik (Pengaruh agama di Eropa sangat kuat diabad pertengahan). Di tahun 1518 ia masuk Universitas Avignon namun setahun kemudian ia tak bertahan di universitas itu karena universitas tersebut tutup ketika terjadi wabah besar pes. Namun pada tahun 1529 ia berhasil masuk Universtias Montpellier dan menjadi mahasiswa kedokteran yang sangat berprestasi. Pada saat itu pulalah ia mengubah namanya menjadi Nostradamus.

Namun walaupun ia seorang dokter namun perhatian utamanya adalah pada bidang astrologi yang dekat kaitannya dengan bidang paranormal. Astrologi dan segala tetek bengek paranormal ini di abad pertengahan adalah sebuah subyek yang dipercayai sangat penting karena masih banyak subyek ilmu yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah masih dicampur dengan mistis serta visi2 yang esoteris.  Konon Nostradamus pernah menginap di sebuah puri di Lorraine milik seorang bangsawan. Tuan rumah pemilik puri tersebut tidak percaya akan kemampuan meramal Nostradamus. Suatu ketika, ketika sang tuan rumah dan Nostradamus tengah berjalan di tanah peternakan milik sang tuan rumah tersebut, sang tuan rumah bertanya: “Bagaimana nasib kedua babi itu?” Nostradamus menjawab: “Yang hitam akan anda makan sedangkan yang putih akan dimangsa serigala”.

Agar puas mentertawakan tamunya, si bangsawan tuan rumah memerintahkan supaya babinya yang putih disembelih untuk hidangan untuk makan malamnya. Ketika makan malam berlangsung malam harinya ia berkata kepada Nostradamus bahwa babinya yang putih telah ia makan, namun Nostradamus tetap pada pendiriannya bahwa babi yang dimakan oleh tuan rumah adalah babinya yang hitam. Untuk membuktikan siapa yang benar, sang koki dipanggil. Juru masak mengakui bahwa ia memang telah memasak babi yang putih namun ketika ia meninggalkan dapur, ia lupa menutup pintu dan babi putih yang sudah dimasak itu akhirnya digondol oleh seekor anak serigala. Oleh karena itu ia akhirnya menyembelih babi yang hitam guna dihidangkan untuk makan malam.

Cerita lain adalah ketika ia berada di Italia, tiba2 Nostradamus menjatuhkan diri dan bersimpuh di depan seorang padri Katolik muda yang sedang berjalan seorang diri di sepanjang lorong desa yang menuju ke arahnya. Sang Padri Italia itu, Felici Peretti mengira bahwa orang asing yang tak dikenalnya itu agak terganggu pikirannya. Lima puluh tahun kemudian, Felici Peretti, sang padri muda tersebut menjadi orang nomor satu di Gereja Katolik Roma dan menjadi Paus Sixtus V.

Sebagai “peramal ulung” Nostradamus banyak meramalkan kejadian2 besar yang akan terjadi di bumi ini untuk abad2 mendatang. Buku-buku ramalannya mulai diterbitkan tahun 1555 sebanyak sepuluh jilid. Ramalan-ramalan tersebut dirangkai dalam puisi-puisi atau lebih tepatnya dalam quatrain (sajak dalam empat baris). Ramalan-ramalannya mengenai kebakaran besar di London, Kaisar Besar Napoleon, Perang Dunia I dan Perang Dunia II banyak yang dipercayai telah tepat diramalkan oleh Nostradamus. Bahkan berbagai versi tafsir ramalan Nostradamus yang terbit di tahun2 terakhir ini juga mengatakan bahwa tragedi 9-11 runtuhnya menara kembar WTC di New York juga dikatakan telah tepat diramalkan oleh Nostradamus.

Nah, bagaimanapun juga, dunia ramal meramal memang menjadi komoditi yang menarik bagi banyak orang terutama bagi mereka yang percaya. Hal ini mungkin juga terkait dengan rasa penasaran dan ingin mengetahui oleh umat manusia akan nasib masa depannya sendiri. Namun mengenai ramalan Nostradamus sendiri ada satu hal yang menarik. Di gambar atas adalah hasil scan dari sebuah buku yang saya beli di tahun 1990an. Buku tersebut adalah buku terjemahan (sebenarnya saya nggak suka buku terjemahan karena kalimat2 hasil terjemahan biasanya susah dimengerti, mendingan beli yang bahasa Inggrisnya sekalian, namun karena sudah kebelet ingin baca, ya apa boleh buat deh! :mrgreen: ) “Misteri Terbesar di Dunia” karya Nigel Blundell. Di situ terpampang artikel mengenai ramalan Nostradamus untuk tahun 1999 yaitu terjadinya Perang Dunia III. Namun kita semua kini mengentahui bahwa Perang Dunia III tidak terjadi di tahun tersebut. Saya juga sebenarnya punya satu buku khusus ramalan Nostradamus juga yang berbahasa Inggris yang saya beli sekitar tahun 1992-3, namun sayang nggak bisa saya scan di sini karena buku tersebut dipinjam oleh teman sudah lama sekali dan seperti biasa, tidak pernah dikembalikan! (Dan begonya sayapun lupa menagihnya kembali hehehe…..) Dan sekarang itu teman sudah tidak diketahui di mana rimbanya. Nah, yang saya ingat persis di buku itu adalah yang katanya ramalan Nostradamus yang meramalkan perjumpaan pertama kali makhluk alien dengan umat manusia di tahun 1998. Namun seperti kita sama2 ketahui hal tersebut tidak terjadi. Nah, apakah itu berarti bahwa ramalan Nostradamus yang salah atau apakah yang menafsirkan yang salah?? Atau memang sebenarnya tidak ada satu manusiapun yang bisa meramalkan sesuatu dengan tepat sempurna?? Atau…. apakah seharusnya kita juga tidak mempercayai ramalan2 seperti itu?? Hmm… bagaimana pendapat anda??

Kemenangan Jepang atas Rusia Tahun 1905, Awal ‘Kebangkitan’ Asia

In Pengetahuan, Perang, Sejarah, Serba Serbi on Jumat, 8 Februari 2008 at 7:48 am

russojapanese01.jpgrussojapanese02.jpg

Tahun 2008 ini kita akan memperingati 1 abad (100 tahun) kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 1908. Kebangkitan nasional yang kita peringati itu sebenarnya terinspirasi dari sebuah peristiwa di luar negeri beberapa tahun silam sebelumnya yaitu perang Rusia-Jepang tahun 1904-5. Perang yang dimenangkan oleh Jepang ini membuat bangsa-bangsa di Asia sadar bahwa sebenarnya mereka tidak kalah kehebatannya dari bangsa-bangsa Eropa atau barat dan juga ‘mematahkan mitos’ bahwa orang Asia lebih inferior dari orang Eropa dan juga bahwasannya orang kulit putih Eropa ‘tidak bisa dikalahkan’. Nah untuk itu, untuk postingan kali ini saya mencoba untuk menguraikan sedikit tentang perang yang bersejarah bagi bangsa2 di Asia tersebut serta apa yang menyebabkan perang tersebut.

PRA-PERANG

Awal abad ke-17 (1603) keluarga kaisar di Jepang telah kehilangan keefektifannya dalam memerintah negara dan pemimpin militer yang disebut shogun yang bernama Tokugawa Ieyasu, mengambil alih kekuasaan di Jepang (yang sejak saat itu pemerintahan di Jepang dinamakan pemerintahan Shogun Tokugawa). Sejak saat itupula Tokugawa menutup pintu Jepang bagi dunia luar, dan selama dua setengah abad, Jepang menjadi negara yang terisolasi dari dunia luar dan menjadi negara yang terbelakang.

Tahun 1854, Isolasi Jepang berakhir ketika Komodor AL Amerika Serikat, Matthew Perry mendarat di Jepang. Perry yang ditugasi pemerintah AS untuk membuka pasar Jepang yang kalau perlu dengan kekerasan, membawa beberapa kapal perang jenis fregatnya guna memuluskan rencana itu. Tahun 1853, Perry mendarat di Edo (sekarang menjadi Tokyo) namun pemerintahan Shogun Tokugawa Jepang memerintahkan armada AS tersebut untuk ke Nagasaki karena hanya di kota itulah pelabuhan di Jepang yang terbuka untuk asing, itupun hanya dikhususkan untuk kapal2 Belanda saja. Namun Perry menolak dan membacakan isi surat Presiden AS waktu itu Millard Fillmore yang isinya bernada ancaman apabila pemerintahan Shogun menolak maka armada AS tersebut tidak segan2 akan menggunakan kekerasan.

Sadar akan persenjataan dan kapal2nya yang jauh lebih primitif dari kapal2 perang AS, pemerintahan Shogun mengalah dan membiarkan Perry dan armada AS mendarat di Kurihama (sekarang: Yokosuka). Kedatangan Perry di Jepang ini, berujung pada konvensi atau perjanjian Kanagawa di tahun 1854 yang mengakhiri isolasi Jepang dari dunia luar. Namun keterbukaan ini harus dibayar mahal oleh pemerintahan Shogun di Jepang, dengan jatuhnya pemerintahan Shogun di tahun 1868 dan diambil alih oleh kaisar muda Meiji yang terkenal dengan restorasi Meiji-nya (明治維新). Pada masa itu banyak fihak di Jepang sadar bahwa Jepang sangat rentan terhadap ancaman2 kekuatan barat dan satu2nya cara untuk menepis ancaman itu adalah dengan cara memodernisasi Jepang dengan cara mengadopsi gaya2 barat terutama di bidang ilmu dan teknologi agar Jepang dapat tumbuh menjadi negara industri maju sejajar dengan negara2 barat. Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia. Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi, terbelakang dan tradisional menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara2 barat. Sebagai perbandingan, Indonesia yang sudah merdeka 60 tahunan, boro2 sejajar dengan negara maju, dibandingkan negara tetangga Singapura dan Malaysia ( negara yang disebut terakhir ini kemajuannya sebenarnya sangat superfisial) saja masih ketinggalan.

Untuk memuluskan cita2nya menjadi negara industri, Jepang sadar harus melindungi kepentingan dan keamanannya dari gangguan2 kekuatan asing. Untuk itu Jepang bertekad untuk merebut Korea dari tangan dinasti Qing China tahun 1894. China yang pernah menjadi negara besar di masa lalu, pada saat itu (akhir abad ke-19) menjadi negara yang ‘primitif’ dibandingkan Jepang yang pada tahun 1894 sudah mulai berhasil mengadopsi teknologi barat dan mengadopsi struktur militer gaya barat. Perang yang agak berat sebelah ini tentu saja berakhir dengan kemenangan Jepang dan membuat China bukan hanya kehilangan Korea tetapi juga kehilangan pulau Formosa dan juga Port Arthur di Manchuria. Kemenangan ini membuat Jepang lebih bertekad untuk menyebarkan pengaruh dan kekuasaannya di Timur Jauh. Namun di Timur Jauh ada kekuatan Eropa yang mempunyai kepentingan sama yaitu: Rusia! Di sinilah mulai terjadi friksi2 antara kepentingan kedua negara yang menjurus kepada perang di tahun 1904-5.

MASA PERANG

Sejak awal Rusia menentang akses dan penguasaan Jepang di Port Arthur, apalagi Port Arthur kala itu tengah disewa Rusia dari China sebagai basis angkatan laut Rusia di Timur Jauh sehingga Rusia menolak meninggalkan Port Arthur. Setelah serangkaian perundingan dan diplomasi yang melibatkan juga berbagai fihak asing lainnya seperti Perancis dan Jerman (yang condong memihak Rusia) serta Inggris (yang condong memihak Jepang) yang tidak membuahkan hasil, maka pada tanggal 8 Februari 1904 (tepat 104 tahun yang lalu saat postingan ini dibuat!) Jepang memutuskan untuk menggunakan kekerasan dan menyerang armada laut Timur Jauh Rusia di Port Arthur.

Pada masa-masa itu, armada angkatan laut Rusia terpusat di Laut Baltik di Eropa karena Rusia merasa musuh2 terbesar Rusia berada di daratan Eropa sehingga ketika terjadi penyerangan terhadap armada laut Rusia di Timur Jauh, Rusia terkesan tidak siap. Untuk itu Rusia harus memperkuat armada laut Timur Jauhnya dari armada Luat Baltiknya dan untuk itu kapal2 perang Rusia harus berlayar 18.000 mil jauhnya menuju lokasi peperangan melintasi 3 samudra (Atlantik, Hindia dan Pasifik)! Dan celakanya secara teknis kapal2 perang Rusia tersebut kebanyakan tidak siap untuk berlayar sejauh itu. Namun apa boleh buat, setelah modifikasi secukupnya diadakan, kapal tetap harus berangkat memperkuat armada Timur Jauh Rusia.

Sementara Jepang sendiri pada awal peperangan tidak terlalu sukses untuk melumpuhkan armada angkatan laut Rusia apalagi merebut Port Arthur. Untuk itu Jepang berinisiatif juga untuk melancarkan perang di darat untuk merebut Port Arthur sekaligus merebut Manchuria dari tangan Rusia (sambil menyelam minum air!). Untuk itu Jepang yang menguasai Korea melancarkan serangan ke daratan Manchuria melewati sungai Yalu. Strategi Jepang ini terbukti efektif dan sedikit demi sedikit menggerogoti kekuatan Rusia di Manchuria dan Port Arthur. Namun Jepang tidak mengendorkan penyerangan di Laut juga di bawah pimpinan Laksamana Heihachiro Togo. Lewat kombinasi serangkaian pertempuran di laut, udara (eh, waktu itu belum ada angkatan udara deh :P ) dan darat akhirnya Port Arthur jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 2 Januari 1905.

Dengan keberhasilan Jepang merebut Port Arthur, harapan Rusia kini tinggal menunggu armada laut Baltik Rusia pimpinan Laksamana Zinovy Rozhestvensky, yang pada saat Port Arthur jatuh masih berlayar menuju lokasi peperangan di Timur Jauh. Namun ketika armada laut Baltik Rusia ini mencapai selat Tsushima pertempuran dengan angkatan laut Jepang tak terhindarkan. Pertempuran yang berlangsung dua hari 27-28 Mei 1905 ini, hasilnya sungguh mengecewakan bagi fihak Rusia. Armada Baltik Rusia ini dihancurkan dan hanya tiga kapal saja yang selamat dan melarikan diri ke Vladivostok, Rusia. Dengan berakhirnya perang di Selat Tsushima berakhir pula harapan Rusia untuk memenangi peperangan ini sehingga Rusia terpaksa menandatangani perjanjian perdamaian dengan Jepang, namun ongkos yang dibayar Rusia sangat besar. Rusia bukan saja kehilangan Port Arthur tapi juga kehilangan seluruh kepulauan Sakhalin yang diserahkan kepada Jepang.

PASCA PERANG

Kemenangan Jepang atas Rusia ini mempunyai implikasi luas di dunia internasional. Kemenangan ini bukan saja berimbas kepada prestise Rusia yang menurun di mata internasional kala itu, tetapi juga tercatat sebagai sejarah tersendiri. Inilah untuk pertama kalinya selama berabad-abad sebuah kekuatan Asia dapat mengalahkan kekuatan Eropa (barat). Kemenangan Jepang ini tentu juga menginspirasi Kebangkitan Nasional di negeri kita di tahun 1908 yang akan kita peringati 100 tahun pada tahun ini.

Tapi pertanyaannya kini adalah, apakah kita hanya memperingati kebangkitan nasional yang sudah terjadi 100 tahun yang lalu ini?? Apakah kita tidak perlu lagi kebangkitan nasional ke-2?? Saya rasa kita masih perlu kebangkitan nasional ke-2 agar kita sejajar dengan negara maju. Kebangkitan nasional á la Restorasi Meiji seperti yang dipaparkan di atas, yang berhasil membawa Jepang dari keterbelakangan dan isolasi menuju modernisasi yang sejajar dengan dunia barat dalam jangka waktu yang relatif singkat: 30an tahun! Sebuah prestasi yang tidak ada duanya di dunia ini. Mungkin prestasi terdekat yang hampir menyamai Restorasi Meiji ini adalah prestasi yang dicapai Korea Selatan yang di tahun 1950an baru mulai membangun dari puing2 peperangan setelah terjadi Perang Korea (saat itu Indonesia sudah lebih dulu merdeka) dan dalam waktu 40 tahunan, lewat penguasaan ilmu dan teknologi, Korea Selatan berhasil membangun ekonominya yang berbasis pada produk2 bernilai tambah tinggi sehingga negara ini kini dianggap mulai sejajar dengan negara-negara industri barat dan Jepang. Nah, akankah kita mampu berbuat serupa seperti itu??

Mode Atau Bego ya?

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Selasa, 5 Februari 2008 at 8:51 am

tindik lindah (tongue piercing)uvula piercing (tindik bagian uvula)lidah yang terinfeksi akibat tongue piercing

Suatu hari ketika saya sedang duduk mengantri nomor panggilan di sebuah bank, di samping saya duduk juga seorang bapak2 kira2 berusia 50 tahunan yang juga tengah menunggu giliran dipanggil. Ia nampaknya asyik memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Tiba-tiba masuk sepasang pemuda-pemudi, si pemuda memakai ‘anting2′ di bagian dagunya yang tentu saja pasti dagunya ditindik (chin piercing) sedangkan si pemudi memakai ‘anting permata’ di lidahnya. Lantas setelah melihat keduanya, si bapak2 tadi bertanya kepada saya:

“Mas, mas, lihat nggak tuh dua orang itu? Kenapa ya mas orang zaman sekarang pakai anting di tempat2 yang nggak lazim? Emang tambah cantik dan ganteng ya mas?” Begitu tanyanya kepadaku.

Aku hanya menjawab diplomatis: “Yah, nggak tahu ya pak, kalau saya sih asal bisa sejalan dengan kesehatan dan agama, ya boleh2 saja pak, mengenai pantas atau tidak, ya itu relatif kan pak? Dulu nenek moyang kita waktu baru pakai celana modern, mungkin pertama kali terlihat aneh. Sekarang kalau orang pakai sarung atau kain atau pakaian tradisional di bank ini, mungkin justru yang terlihat aneh atau bisa2 ditanyain satpam karena disangka orang sakit jiwa” begitu kataku berusaha netral dalam menilai penampilan fisik seseorang beserta dandanan atau modenya.

Namun itu tentu pendapat saya mengenai tindik lidah (tongue piercing) dari segi mode tetapi dari segi kesehatan tentu saya punya pendapat yang berbeda. Walaupun saya bukan seorang dokter namun saya mengetahui bahwa tindik lidah dapat menyebabkan berbagai gangguan medis. Pertama, itu karena di mulut kita mirip seperti kebun binatang ataupun kebun raya bakteri, oleh karena itu tindik lidah dapat mengundang berbagai infeksi, itu belum termasuk masalah infeksi dari virus jikalau jarum yang untuk menindik tidak steril, sehingga dapat mengundang berbagai penyakit dari hepatitis hingga AIDS. Masalah2 lain menurut catatan kejadian yang berlangsung di Amerika Serikat dan Inggris akibat tindik lidah ini adalah: gigi yang patah, penggumpalan darah hingga si pasien yang tersedak atau tercekik akibat anting2 yang copot dari lidah!

Ambil contoh sebuah kasus yang menimpa wanita 25 tahun dari Cheltenham, Inggris yang mengikuti mode dengan menindik lidahnya dan memasang ‘anting2 permata’nya di lidahnya. Namun apa yang terjadi setelah lidahnya ditindik?? Lidahnya menjadi infeksi dan membengkak, bengkaknya nggak tanggung2 ukurannya hingga mencapai dua kali ukuran normal. Wanita tersebut bukan hanya tidak bisa menggerakkan lidahnya karena seluruh ruang dalam mulutnya sudah terisi oleh lidahnya yang membengkak tapi yang lebih serius adalah lidahnya juga mendorong epiglottis yaitu jaringan fleksibel yang mencegah makanan jika kita menelan masuk ke dalam paru2, hingga ke belakang tenggorokannya. Akibatnya tentu saja si wanita jadi sulit bernafas. Sialnya antibiotik yang diberikan gagal mengembalikan ukuran lidah ke ukuran normal sehingga dokter terpaksa harus memasukkan selang kecil melalui hidungnya hingga ke tenggorokan agar si wanita dapat bernafas.

Kasus lain adalah yang menimpa seorang wanita New York berusia 19 tahun di mana si wanita ini sering menggigit2 batang metal yang ditancapkan di lidahnya sebagai bagian daripada ’seni’ tongue piercing ini, akibatnya ketika ia menggigit batang metal tersebut terlalu keras, giginya terkoyak! “Untung saja kerusakan tidak mencapai pulp (jaringan dalam gigi yang lunak yang sangat sensitif) gigi, jikalau kerusakan mencapai pulp mungkin ia harus kehilangan giginya” begitu kata dokter. (Tadinya mau cantik dengan tongue piercing kalau giginya ompong ya sama aja oblong!!!!!! – Yari NK).

Namun resiko yang paling serius tentu adalah jikalau anting permata tersebut terlepas dan masuk ke dalam tenggorokan dan paru2 yang mungkin dapat berakibat fatal. Nyaris seperti yang dialami oleh seorang pemuda dari Morgantown, West Virginia, AS berusia 20 tahun yang tidak saja menindik lidahnya tapi juga menindik uvulanya (seperti gambar di atas). Uvula adalah jaringan kulit yang menggantung ke bawah yang letaknya di belakang mulut. Suatu ketika anting2 di uvulanya copot dan masuk ke tenggorokan. Namun untungnya ia berhasil menelan anting tersebut dan tidak jadi masuk ke saluran pernafasannya. Jikalau anting tersebut masuk ke dalam paru2nya tentunya ia dapat menimbulkan kerusakan yang serius di paru2nya.

Namun ajaibnya (atau lebih tepat syukurnya) dari serangkaian kejadian2 di atas, belum ada orang yang kehilangan nyawanya akibat tongue piercing ini. Namun ini bukan berarti anjuran secara tidak langsung untuk terus melakukan tongue piercing ini. Menurut saya, nggak ada gunanya kok tindik lidah ini, tambah cantik atau ganteng juga nggak, malah kelihatan begonya. Bego karena nggak tahu resiko yang ada pada tongue piercing ini dan juga bego karena terkesan: (MODE netral OFF :mrgreen: ) “kok pakai anting2 di lidah sih?? Kayak nggak ada tempat lain aja?? Lagian kalau di lidah nggak selalu dapat terlihat jadi ya agak mubazir, begitu!” Ya, jadi begonya bego secara literatif dan figuratif sekaligus!!

GSM vs CDMA: Adu Murah, Tapi Siapa Yang Paling Murah?

In Manajemen/Bisnis, Serba Serbi, Uncategorized on Sabtu, 2 Februari 2008 at 9:03 am

Logo GSMlogo CDMA Development Group

Kali ini saya masih bercerita tentang ponsel, tetapi bukan hubungannya dengan bank dan uang virtual melainkan hubungannya dengan “perang tarif” yang berlaku pada saat ini, di mana para operator selular (dan FWA: Fixed Wireless Access) berlomba2 menawarkan tarif murah kepada para pelanggannya. Mengapa para operator selular (termasuk operator FWA) berlomba2 menawarkan tarif yang rendah? Itu karena operator selular di negeri ini sangat banyak sekali dan berlisensi nasional. Bahkan jumlah operator selular di negeri ini (yang berlisensi nasional) jumlahnya lebih banyak dari jumlah operator di banyak negara maju sekalipun.

Di Bandung ini misalnya, terdapat 10 pemain dalam pengoperasian telepon selular (termasuk FWA) yaitu: Telkomsel, Indosat, XL, 3, Natrindo Telepon Selular (NTS) di platform GSM. Sedangkan di platform CDMA ada Fren, Smart, TelkomFlexi, Esia dan Indosat Star One. Menurut saya ini “luar biasa” karena di negeri jiran kita Malaysia (yang konon lebih makmur), pemain selular di negeri itu hanya 3 atau 4, dan di negeri jiran Malaysia, orang2 di sana masih bermimpi memiliki ponsel CDMA karena di negeri itu memang belum ada CDMA! Satu-satunya platform yang mirip2 CDMA di Malaysia yang sudah beroperasi secara komersial adalah yang berplatform 2G-IS-95A yang primitif seperti telepon WLL-nya Telkom dulu. Di dua negeri jiran kita yang konon juga lebih makmur lagi yaitu Singapura dan Brunei, ‘nasib’nya juga tidak jauh dari Malaysia dalam pilihan teknologi berkomunikasi, mereka juga masih ‘bermimpi’ untuk memiliki CDMA. Bahkan di London, Inggris, terakhir yang saya tahu, mereka hanya punya 6-7 operator selular saja seperti O2, Hutchinson UK (3), Orange, T-Mobile UK, Vodafone, dsb. Semuanya berplatform GSM dan (setahu saya) tidak ada operator CDMA di Inggris! Jadi dalam pilihan berkomunikasi, Bandung jauh lebih maju daripada Kuala Lumpur, Singapura atau bahkan London sekalipun!! Huehehehe… :D Ya, pasar yang terbuka dan besar serta kenyataannya penetrasi ponsel di Indonesia masih 30% dari seluruh penduduk Indonesia, menyebabkan sektor telekomunikasi di Indonesia ini menjadi incaran investor2 asing. Di kala investor asing banyak yang hengkang dari negeri ini, sektor telekomunikasi di negeri ini malah “kebanjiran” investor2 asing. Nah karena banyaknya pemain2 atau operator2 selular yang bergentayangan di negeri ini, yang banyak dimodali pemodal2 asing, maka persaingan sengit tak terhindarkan lagi. Setiap operator kini menawarkan ‘tarif murah’. Tapi benarkah yang ditawarkan operator selular itu tarifnya benar2 murah? Dan siapa yang paling murah??

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya tidak mudah, karena kita mungkin agak malas untuk mencoba satu persatu kartu dari setiap operator selular lantas kita menghitungnya berapa riilnya tarif masing2 kartu (kecuali orang yang nggak ada kerjaan kali yang mau melakukan seperti itu! :mrgreen: ). Lantas mana yang paling murah dong?? Kalau mau pakai yang paling ‘murah’ ya pakai saja ‘Smart’ karena menelepon ke sesama Smart, sepanjang masa promosi ini, katanya benar2 gratis selama 24 jam. Tapi itu dengan catatan kalau relasi2, saudara2 atau keluarga2 kita banyak yang pakai Smart. Kalau tidak?? Ya, sama aja oblong! Tetapi menurut pengamatan dan pengalaman saya, kalau anda orang yang pelit hemat dalam berkomunikasi, gunakanlah XL Bebas! Lho kok? Apa karena tarifnya yang Rp 0,1 per detik ke semua operator itu?? Sebenarnya bukan karena itu, namun sebelumnya perlu diketahui bahwa perhitungan XL yang katanya Rp 0,1 per detik itu tidak sepenuhnya benar. Karena jikalau anda di Pulau Jawa dan menelepon ke operator lain selama 5 menit misalnya, biaya yang dikeluarkan bukannya 5 X 60 X 0,1 = Rp. 30,- melainkan 3 X 60 X 25 + 2 X 60 X 0,1 = Rp.4512 ! Itu kalau merujuk pada panduan resmi XL di sini. Nah, berarti nggak murah2 amat kan? Lantas kenapa saya menganjurkan XL Bebas (eits…. ini bukan promosi terselubung lho! :P ) untuk berkomunikasi bagi orang2 yang pelit hemat??

Begini….. sebelumnya harus dibedakan antara ‘hemat’ dan ‘murah’. Kalau ‘hemat‘ itu mencakup tarif yang murah, jadi semakin kecil tarif per detiknya semakin hemat kartu itu, tentu ini menyangkut kartu yang prabayar bukan yang pascabayar lho! Sedangkan ‘murah‘ menyangkut harga riil sebuah voucher isi ulang dan berapa lama masa aktifnya. Kalau anda membeli voucher elektronik langsung di gerai2 XL, seperti pengalaman saya, dengan voucher Rp. 10.000,- (nilai riil yang kita bayar juga Rp. 10.000,-), nah sedangkan jika kita pakai CDMA Esia, yang katanya juga hemat itu, voucher Rp. 10.000,- hanya berlaku 14 atau 15 hari. Sedangkan yang masa aktifnya sebulan adalah yang voucher Rp. 25.000,-. Saya tidak tahu persis kalau voucher Smart yang katanya bicara sesama Smart gratis, namun saya percaya voucher Smart juga sama dengan Esia atau TelkomFlexi masa aktifnya. Nah, sekarang anda fikirkan sendiri, jika anda termasuk orang yang hemat dalam percakapan telepon selular, taruhlah misalnya penggunaannya kurang dari Rp. 10.000,- sebulan. Tentu anda akan memilih XL. Kenapa? Karena mau tidak mau, jikalau telepon anda mau senantiasa aktif, walaupun pulsa belum habis karena tarifnya yang ekstra ‘murah’, maka tiap bulan anda harus mengisi ulang kartu ponsel anda! Nah, dalam kasus ini tiap bulan anda harus mengeluarkan uang Rp. 10.000,- untuk voucher XL bebas melawan Rp. 25.000,- untuk voucher Esia atau CDMA lainnya. Namun, tentu ini berlaku hanya bagi mereka yang hemat dalam berponsel ria. Sedangkan bagi mereka yang ‘boros’ tentu pertimbangan ‘tarif hemat’ menjadi sangat penting!

Jadi kesimpulannya, jangan percaya terlalu mudah dengan tarif2 hemat yang ditawarkan oleh berbagai macam operator selular sebagai bagian dari program marketingnya. Tarif2 hemat itu sangatlah relatif, pilihlah sesuai dengan kebutuhan kita dan hanya kitalah yang tahu kebutuhan kita. Selidikilah sendiri tarif murah yang ditawarkan oleh para operator dengan seksama dan hati2 kalau perlu dengan perhitungan2 di atas kertas. Yah, kita sebagai konsumen harus jeli dan harus lebih cerdas dari bagian marketing operator2 telepon selular tersebut. Ok?