GSM vs CDMA: Adu Murah, Tapi Siapa Yang Paling Murah?

Logo GSMlogo CDMA Development Group

Kali ini saya masih bercerita tentang ponsel, tetapi bukan hubungannya dengan bank dan uang virtual melainkan hubungannya dengan “perang tarif” yang berlaku pada saat ini, di mana para operator selular (dan FWA: Fixed Wireless Access) berlomba2 menawarkan tarif murah kepada para pelanggannya. Mengapa para operator selular (termasuk operator FWA) berlomba2 menawarkan tarif yang rendah? Itu karena operator selular di negeri ini sangat banyak sekali dan berlisensi nasional. Bahkan jumlah operator selular di negeri ini (yang berlisensi nasional) jumlahnya lebih banyak dari jumlah operator di banyak negara maju sekalipun.

Di Bandung ini misalnya, terdapat 10 pemain dalam pengoperasian telepon selular (termasuk FWA) yaitu: Telkomsel, Indosat, XL, 3, Natrindo Telepon Selular (NTS) di platform GSM. Sedangkan di platform CDMA ada Fren, Smart, TelkomFlexi, Esia dan Indosat Star One. Menurut saya ini “luar biasa” karena di negeri jiran kita Malaysia (yang konon lebih makmur), pemain selular di negeri itu hanya 3 atau 4, dan di negeri jiran Malaysia, orang2 di sana masih bermimpi memiliki ponsel CDMA karena di negeri itu memang belum ada CDMA! Satu-satunya platform yang mirip2 CDMA di Malaysia yang sudah beroperasi secara komersial adalah yang berplatform 2G-IS-95A yang primitif seperti telepon WLL-nya Telkom dulu. Di dua negeri jiran kita yang konon juga lebih makmur lagi yaitu Singapura dan Brunei, ‘nasib’nya juga tidak jauh dari Malaysia dalam pilihan teknologi berkomunikasi, mereka juga masih ‘bermimpi’ untuk memiliki CDMA. Bahkan di London, Inggris, terakhir yang saya tahu, mereka hanya punya 6-7 operator selular saja seperti O2, Hutchinson UK (3), Orange, T-Mobile UK, Vodafone, dsb. Semuanya berplatform GSM dan (setahu saya) tidak ada operator CDMA di Inggris! Jadi dalam pilihan berkomunikasi, Bandung jauh lebih maju daripada Kuala Lumpur, Singapura atau bahkan London sekalipun!! Huehehehe… :D Ya, pasar yang terbuka dan besar serta kenyataannya penetrasi ponsel di Indonesia masih 30% dari seluruh penduduk Indonesia, menyebabkan sektor telekomunikasi di Indonesia ini menjadi incaran investor2 asing. Di kala investor asing banyak yang hengkang dari negeri ini, sektor telekomunikasi di negeri ini malah “kebanjiran” investor2 asing. Nah karena banyaknya pemain2 atau operator2 selular yang bergentayangan di negeri ini, yang banyak dimodali pemodal2 asing, maka persaingan sengit tak terhindarkan lagi. Setiap operator kini menawarkan ‘tarif murah’. Tapi benarkah yang ditawarkan operator selular itu tarifnya benar2 murah? Dan siapa yang paling murah??

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya tidak mudah, karena kita mungkin agak malas untuk mencoba satu persatu kartu dari setiap operator selular lantas kita menghitungnya berapa riilnya tarif masing2 kartu (kecuali orang yang nggak ada kerjaan kali yang mau melakukan seperti itu! :mrgreen: ). Lantas mana yang paling murah dong?? Kalau mau pakai yang paling ‘murah’ ya pakai saja ‘Smart’ karena menelepon ke sesama Smart, sepanjang masa promosi ini, katanya benar2 gratis selama 24 jam. Tapi itu dengan catatan kalau relasi2, saudara2 atau keluarga2 kita banyak yang pakai Smart. Kalau tidak?? Ya, sama aja oblong! Tetapi menurut pengamatan dan pengalaman saya, kalau anda orang yang pelit hemat dalam berkomunikasi, gunakanlah XL Bebas! Lho kok? Apa karena tarifnya yang Rp 0,1 per detik ke semua operator itu?? Sebenarnya bukan karena itu, namun sebelumnya perlu diketahui bahwa perhitungan XL yang katanya Rp 0,1 per detik itu tidak sepenuhnya benar. Karena jikalau anda di Pulau Jawa dan menelepon ke operator lain selama 5 menit misalnya, biaya yang dikeluarkan bukannya 5 X 60 X 0,1 = Rp. 30,- melainkan 3 X 60 X 25 + 2 X 60 X 0,1 = Rp.4512 ! Itu kalau merujuk pada panduan resmi XL di sini. Nah, berarti nggak murah2 amat kan? Lantas kenapa saya menganjurkan XL Bebas (eits…. ini bukan promosi terselubung lho! :P ) untuk berkomunikasi bagi orang2 yang pelit hemat??

Begini….. sebelumnya harus dibedakan antara ‘hemat’ dan ‘murah’. Kalau ‘hemat‘ itu mencakup tarif yang murah, jadi semakin kecil tarif per detiknya semakin hemat kartu itu, tentu ini menyangkut kartu yang prabayar bukan yang pascabayar lho! Sedangkan ‘murah‘ menyangkut harga riil sebuah voucher isi ulang dan berapa lama masa aktifnya. Kalau anda membeli voucher elektronik langsung di gerai2 XL, seperti pengalaman saya, dengan voucher Rp. 10.000,- (nilai riil yang kita bayar juga Rp. 10.000,-), nah sedangkan jika kita pakai CDMA Esia, yang katanya juga hemat itu, voucher Rp. 10.000,- hanya berlaku 14 atau 15 hari. Sedangkan yang masa aktifnya sebulan adalah yang voucher Rp. 25.000,-. Saya tidak tahu persis kalau voucher Smart yang katanya bicara sesama Smart gratis, namun saya percaya voucher Smart juga sama dengan Esia atau TelkomFlexi masa aktifnya. Nah, sekarang anda fikirkan sendiri, jika anda termasuk orang yang hemat dalam percakapan telepon selular, taruhlah misalnya penggunaannya kurang dari Rp. 10.000,- sebulan. Tentu anda akan memilih XL. Kenapa? Karena mau tidak mau, jikalau telepon anda mau senantiasa aktif, walaupun pulsa belum habis karena tarifnya yang ekstra ‘murah’, maka tiap bulan anda harus mengisi ulang kartu ponsel anda! Nah, dalam kasus ini tiap bulan anda harus mengeluarkan uang Rp. 10.000,- untuk voucher XL bebas melawan Rp. 25.000,- untuk voucher Esia atau CDMA lainnya. Namun, tentu ini berlaku hanya bagi mereka yang hemat dalam berponsel ria. Sedangkan bagi mereka yang ‘boros’ tentu pertimbangan ‘tarif hemat’ menjadi sangat penting!

Jadi kesimpulannya, jangan percaya terlalu mudah dengan tarif2 hemat yang ditawarkan oleh berbagai macam operator selular sebagai bagian dari program marketingnya. Tarif2 hemat itu sangatlah relatif, pilihlah sesuai dengan kebutuhan kita dan hanya kitalah yang tahu kebutuhan kita. Selidikilah sendiri tarif murah yang ditawarkan oleh para operator dengan seksama dan hati2 kalau perlu dengan perhitungan2 di atas kertas. Yah, kita sebagai konsumen harus jeli dan harus lebih cerdas dari bagian marketing operator2 telepon selular tersebut. Ok?

About these ads

36 responses to “GSM vs CDMA: Adu Murah, Tapi Siapa Yang Paling Murah?

  1. vertamax dulu, hehe, habis tu baru baca :mrgreen:

  2. yah, kan memang ga ada yang mau rugi pak dalam bisnis…
    kalau saya sih untuk sms pake As soalnya kebanyakan teman-teman saya pakenya As…
    trus kalau buat telepon pakenya simpati PeDe soalnya kebanyakan relasi saya pakainya Telkomsel…
    trus kalau buat akses GPRS saya pakai M3 soalnya tarif per kb-nya murah…
    kesimpulannya saya sering gonta-ganti kartu pak, hehe :mrgreen:

  3. Kalo pake Esia biar murah hrs bicara 1 jam dulu. Aduh cape deeh! Siapa yg betah bicara 1 jam? belum lagi menit ke-59 koneksi putus, wah gondok rasanya, ga jadi dpt tarif murahnya Rp 1000 per jamnya. hehehe…

  4. Bung Yari, kata kang kombor, pakek CDMA konon lebih murah dibanding GSM. tapi utk keperluan sehari-hari saya masih suka pakek yang GSM dengan menggunakan Hallo-simpati. Kata temen2 itu lebih mahal, sehingga banyak yang berhenti berlangganan. tapi kalo saya masih sukak yang pascabayar. ndak direpotin kehabisan pulsa. yang CDMA dulu kupakek utk konek net dengan menggunakan frend. Walah, bisa jebol isi kantong saya bung. sepekan saya bisa habis 700-an ribu. wakakakaka … bisa ndak bisa ngasih makan anak-istri, hehehehe … :lol:
    BTW, kayaknya sekarang profesi Bung Yari bertambah deh, jadi pengamat dunia ponsel. salut abis, deh! Bukan hal yang gampang ituh!

  5. wah, komenku kok ndak muncul, Bung Yari. Apa ditelen Akismet. wah, payah!

  6. Loh, kok ndak muncul lage. apa dimoderasi? Tolong dicek bung. selamatkan, yak! kalo dah, komen yang laen boleh di-delete! Makasih Bung!

  7. kalo saya mah mending pake fren gratis booo….
    “Fren pinjem hp lu donk” heheheheh :)

  8. Ping-balik: Terjerat Akismetkah? | Catatan Sawali Tuhusetya

  9. Wajarlah kalo indonesia lebih banyak operatornya dari negara2 lain, secara indonesia itu negara bependuduk kelima terbesar dunia

  10. Saya juga pake XL kang .. cuma, signalnya sering drop mulu. Baru pake 5-10 menit, drop. Akhirnya .. jadi mahal eh hemat eh .. apaan ya istilahnya kalo call drop kang??

  11. Istilah call drop?
    BANGKE.
    Demikiyan.

  12. Biasanya sih CDMA lebih murah, apalagi sesama CDMA, cuman CDMA itu ngga berkembang, misalnya aja di India soalnya yang paling laris manis ya CDMA dibanding GSM, dan soal CDMA yang memiliki bandwith itu juga belum keliatan selain NTT Docomo Jepang.
    cmiiw

  13. kalo pake sesama murahnya, makanya saya lebih milih make perdana, lebih hemat, habis pulsanya tinggal buang, beli lagi yg baru :mrgreen:

  14. @maxbreaker

    Ya memang…. pemakian GPRS yang berlebih juga tentu termasuk penggunaan henpon yang ‘boros’ dan tentu saja benar kata sampeyan, perbandingan berbagai kartu soal tarif (termasuk tarif GPRS-nya) tentu menjadi pertimbangan juga. :)

    @abintoro

    Huehehe…. untung aku ngga pakai Esia, bin! :mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Iya pak Sawali…. saya juga pakai KartuHalo yang pascabayarnya. Namun saya juga pakai 4 kartu prabayar lainnya sebagai cadangan. KartuHalo saya salah satu kegunaan utamanya adalah untuk international roaming walaupun sebenernya lebih murah kalau beli kartu prabayar (Pay As You Go) lokal, apalagi kalau banyak terima telepon! Hehehe…..

    Wah… Komennya Pak Sawali tertelan si Aki tuh….. tapi udah saya selamatkan kok…. jangan khawatir pak Sawali, saya orangnya liberal, tidak pernah memoderasi, menghapus dan mengedit tulisan, kecuali diminta oleh yang berwajib dan menggunakan surat perintah resmi. Huehehehe…….

    @Angga

    Asal jangan minjem temen yang pakai kartu As aja!
    Asem lu fren, bisanya minjem hape mulu, beli dong sekali2!!” Huehehehe…….

    @Hair

    Memang betul salah satu faktor banyaknya operator adalah penduduknya atau pasarnya yang besar seperti yang saya tulis di atas. Namun tentu itu bukan satu2nya, faktor pendapatan penduduk juga berpengaruh karena menentukan tingkat penetrasi suatu produk terutama produk hi-tech seperti ponsel ini.

    Namun kalau masalah pilihan teknologi tentu tidak terkait langsung dengan jumlah penduduk. Negara dengan jumlah penduduk yang sedikit seperti Selandia Baru (jumlah penduduk hanya 3 juta jiwa) juga memiliki pilihan teknologi selular, CDMA atau GSM sama seperti di Indonesia juga. :)

    @erander

    Saya juga pakai XL bebas, kalau di sini sih sinyalnya bagus sekali! Bahkan 3G-nya juga bagus. Hanya saja 3.5G (HSDPA)-nya, di Bandung XL belum ada tuh….. cuma kalau 3.5G-nya Telkomsel udah keterima bagus (di daerah rumahku).

    @Black_Claw

    Sering nge-drop juga ya , sinyal henpon di tempat sampeyan? :mrgreen:

    @raffaell

    Iya… dan juga handset CDMA relatif lebih mahal daripada handset GSM yang se-level (kecuali yang refurbish tentu saja). Dan juga karena CDMA sistemnya tertutup karena pemegang lisensinya adalah Qualcomm (sekarang sepertinya lisensinya dipegang oleh Telecommunications Industry Association – USA) jadinya susah berkembang. Nggak seperti GSM yang terbuka dan tidak ada yang memegang lisensi, sehingga siapapun bisa menikmati GSM atau mengembangkan teknologinya.

    @Tan Andalas

    Huehehehe…… iya ya bener juga…. tapi perdananya setia pada satu operator atau ganti2 operator nih? :D

  15. Saya pakai Hallo Pak … suka ngenet … wui mahal tu tagihannya. Ada cara trik lain, kalau tetap pakai hallo?

    _________________________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau memang pemakaiannya sangat besar, dianjurkan memakai yang fixed rate saja. Seperti Indosat-M2 juga. Sama seperti Speedy, sistem jatahan. Kalau di sini jatah 1.2 GB biayanya Rp. 300.000,- sebulan (belum termasuk PPn). Atau kalau mau yang unlimited pakai XL, Rp.275.000,- perbulan (sudah termasuk PPn). Itu kalau pemakaian kartu Halo-nya benar2 boros jikalau dibuat Internet. Saya juga pakai Halo tapi ambil paket XL juga yang unlimited buat mobile Internetnya. :)

  16. Inginnya nggak komentar, karena komentarnya nggak penting-penting amat… Tapi disini ini kekuatan blognya mas Yari, ada saja topik yang di bahas..

    Selamat Pagi…
    Semangat Pagi…

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. ya udah kalau begitu Selamat/Semangat Pagi juga aja ya! :D

  17. lambat laun, persaingan di dunia telecom akan berakhir dengan sendirinya,,

    raksasa akan tetap berjaya,,

    tapi tarif seluler di indonesia mahal, hiks…

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Tapi siapa tahu lho, yang kecil bisa menjadi besar, 10 tahun yang lalu orang tidak menyangka kalau XL bisa bersaing dengan Telkomsel ataupun Indosat. Dan dulu orang juga sangsi apakah Esia bisa bertahan, tapi nyatanya dengan iming2 paket Murah, Esia bukan hanya bisa bertahan tapi juga bisa berkembang (untuk sekarang). Tapi yang jelas pemerintah sekarang sudah menutup untuk sementara kesempatan untuk tampilnya operator2 baru agar tidak terjadi persaingan yang lebih sengit bahkan menuju persaingan kanibalisme.

  18. Ping-balik: Cara XL berhitung « KU LETAK KAN KATA DISINI

  19. kalo ita pake GSM n CDMA
    utk sms-an pake GSM tapi utk telp pake CDMA :-D

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Oooo…. pasti GSM-nya yang buat SMS2an XL Jempol deh yang SMS-nya murah banget atau Simpati As kali, bener nggak?? :D

  20. save artikelnya dulu om :D mo baca di warnet, lemot nih … pastinya aku ingin yang murah ke semua operator :)

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Silahkan… silahkan… silahkan…. terims ya sudah mampir di blogku.

    Ya iya… harapan kita semua begitu, murah ke semua operator, bahkan kalau perlu gratis minimal ke sesama operator! Huehehehe :D

  21. Yang biasa nerima telpon bilang “Halo” jangan pakai kartu Halo, yang biasa ukuran M, L, S jangan pakai kartu XL, yang biasa IM yahoo, MSN jangan pakai IM3, yang kurang suka berjemur jangan pake Mentari, yang males berteman gak usah pake Fren, yang mau mikir diri sendiri jangan pakae Simpati, yang gak suka main kartu gak usah pake AS, yang bukan anak nomer tiga jangan pake kartu 3, yang masih inget kasus Lapindo gak usah pake ESIA…yang murah ya…yang gak pake HP….salam kenal BOS…

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. ya iya lah….. kalau yang ngga pakai HP itu bukan murah lagi namanya tapi pelit gratis abis! Huehehe…. Salam kenal juga dan terims ya sudah mampir dan meninggalkan jejak di blogku ini. :)

  22. oi ada yang tau, enakan mana? (hemat) pake starone ato xl buat ngenet

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Wah, maaf saya StarOne belum pernah pakai jadi belum bisa membandingkan tuh! :(

  23. Infonya sih kalau 1 BTS CDMA = 3 BTS GSM, sehingga tarif jadi lebih murah CDMA.

    benar gak ya ….?

    salam kenal, salam hebat !!

    _________________________________________________

    Yari NK replies:

    memang betul coverage bts cdma memang lebih luas, namun luas coverage juga tergantung banyak faktor seperti tinggi rendahnya tempat, dsb.

    Salam kenal juga ya, dan terims telah mampir di blogku! :)

  24. GSM pake simpati :-D
    CDMA pake flexi

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Ooooo….. CDMA di Pontianak baru TelkomPleki aja yaa??

  25. Karena saya pengguna kartu 3, ya saya sarankan teman-teman sekalian pake 3, begini caranya :

    1. Pake produk 3 yang 1/2 harga (tarif nelpon reguler sesama cuman Rp. 50/mnt all area, ke Operator laen cuma Rp. 500/mnt.
    2. Ditambah lagi sekarang ada promo nelpon Rp. 1/mnt ke sesama, dan sms gratis sesama serta Rp. 100 ke opeartor lain. dijamin Rp. 50.000 aja perbulan udah nggak abis-abis itu pulsa.
    3. Dengan kebiasaan nelpon masyarakat kita yang rata-rata cuman 2-3 menit, maka harus kita akui bahwa dibandingkan beberapa operator lain (GSM-CDMA), maka 3 masih tetep yang termurah.

    Thanks.

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Ya… terims atas infonya. :)

  26. saya sih pakai dua, yang satu GSM dan yang satu esia…kalau esia untuk nelpon selain telkomsel, kalau sesama telkomsel ya pakai yang GSM he…he…he…

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Iya…. saya juga pakai du2nya juga: CDMA & GSM. Kalau CDMA itu disebabkan karena masih banyak orang yang “norak”, suka nggak mau nelepon ke GSM karena masih kuatir mahal. Kalau nelepon ke CDMA dari operator manapun (terutama yang fixed wireless) katanya terasa lebih murah! Hehehe….

  27. Sudah kucoba hampir semua operator, tapi ndak ada yg semurah HT. Ada nggak ya operator handy talkie bercoverage nasional? Kalo ada pengen coba nih.
    (gratisan is my way of life)

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Ya… nggak ada lah…. handy talky kan coverage-nya cuma sempit, kecuali ada yang mau memfasilitasi pakai repeater, tapi mendirikan dan memelihara repeater juga pakai duit juga, nggak gratis……

  28. mas, kalo di Kuala Lumpur bisa pakai XL bebas atau pakai Mentari?

    __________________________

    Yari NK replies:

    XL bebas sepertinya bisa deh untuk dipakai di Malaysia… tapi cuma sinyal Telekom Malaysia aja… sepertinya lho! Kalau Mentari saya nggak tahu.

  29. gue dulunya waktu SMA sekitar tahun 2005 pake simpati.tarifnya gila2an.gila2an mahalnya..isi 20000 abis 1 menit padahal miskol doang (maklumn baru punya hp).
    terus ganti ke XL.
    tarifnya makin ga jelas..dan akhirnya dari 2006 sampe sekarang As jadi pacar ponsel gue.^^v

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Kalau saya sampai sekarang tidak fanatik dengan satu brand saja….. :)

  30. mas, operator GSM apa sih yang paling murah tarif internetnya?

    ______________________

    Yari NK replies:

    Kalau menurut saya…. yang internetnya paling murah dan yang menyatu dengan fasilitas HP-nya sendiri sih, AXIS. Minimal sampai saat ini.

  31. Menuru gw yg paling murah SMART, sesama 1, oprtr lain 10/dtk lokal interlokal sms 50 sluruh oprtor, intrnet 0,275/kb, kartu aktif trus dan yg penting bukan tarif promo, gila bner gk ada tandingnya. Salam knal

  32. kalo aku pake simpati dan im3
    simpati buat internetan cepet
    aku pake im3 sering buat smsan
    pan sekarang ada perdana yg tiap hari bonus 50 sms gratis ga pake bayar selama masa aktif

  33. ”Murah dan hemat kesemua operator”
    SEMUA ITU HANYA MIMPI KECUALI IKLANYA

  34. I am curious to find out what blog platform you happen to be using?
    I’m having some small security issues with my latest site and I’d like to
    find something more safe. Do you have any recommendations?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s