Kemenangan Jepang atas Rusia Tahun 1905, Awal ‘Kebangkitan’ Asia

russojapanese01.jpgrussojapanese02.jpg

Tahun 2008 ini kita akan memperingati 1 abad (100 tahun) kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 1908. Kebangkitan nasional yang kita peringati itu sebenarnya terinspirasi dari sebuah peristiwa di luar negeri beberapa tahun silam sebelumnya yaitu perang Rusia-Jepang tahun 1904-5. Perang yang dimenangkan oleh Jepang ini membuat bangsa-bangsa di Asia sadar bahwa sebenarnya mereka tidak kalah kehebatannya dari bangsa-bangsa Eropa atau barat dan juga ‘mematahkan mitos’ bahwa orang Asia lebih inferior dari orang Eropa dan juga bahwasannya orang kulit putih Eropa ‘tidak bisa dikalahkan’. Nah untuk itu, untuk postingan kali ini saya mencoba untuk menguraikan sedikit tentang perang yang bersejarah bagi bangsa2 di Asia tersebut serta apa yang menyebabkan perang tersebut.

PRA-PERANG

Awal abad ke-17 (1603) keluarga kaisar di Jepang telah kehilangan keefektifannya dalam memerintah negara dan pemimpin militer yang disebut shogun yang bernama Tokugawa Ieyasu, mengambil alih kekuasaan di Jepang (yang sejak saat itu pemerintahan di Jepang dinamakan pemerintahan Shogun Tokugawa). Sejak saat itupula Tokugawa menutup pintu Jepang bagi dunia luar, dan selama dua setengah abad, Jepang menjadi negara yang terisolasi dari dunia luar dan menjadi negara yang terbelakang.

Tahun 1854, Isolasi Jepang berakhir ketika Komodor AL Amerika Serikat, Matthew Perry mendarat di Jepang. Perry yang ditugasi pemerintah AS untuk membuka pasar Jepang yang kalau perlu dengan kekerasan, membawa beberapa kapal perang jenis fregatnya guna memuluskan rencana itu. Tahun 1853, Perry mendarat di Edo (sekarang menjadi Tokyo) namun pemerintahan Shogun Tokugawa Jepang memerintahkan armada AS tersebut untuk ke Nagasaki karena hanya di kota itulah pelabuhan di Jepang yang terbuka untuk asing, itupun hanya dikhususkan untuk kapal2 Belanda saja. Namun Perry menolak dan membacakan isi surat Presiden AS waktu itu Millard Fillmore yang isinya bernada ancaman apabila pemerintahan Shogun menolak maka armada AS tersebut tidak segan2 akan menggunakan kekerasan.

Sadar akan persenjataan dan kapal2nya yang jauh lebih primitif dari kapal2 perang AS, pemerintahan Shogun mengalah dan membiarkan Perry dan armada AS mendarat di Kurihama (sekarang: Yokosuka). Kedatangan Perry di Jepang ini, berujung pada konvensi atau perjanjian Kanagawa di tahun 1854 yang mengakhiri isolasi Jepang dari dunia luar. Namun keterbukaan ini harus dibayar mahal oleh pemerintahan Shogun di Jepang, dengan jatuhnya pemerintahan Shogun di tahun 1868 dan diambil alih oleh kaisar muda Meiji yang terkenal dengan restorasi Meiji-nya (明治維新). Pada masa itu banyak fihak di Jepang sadar bahwa Jepang sangat rentan terhadap ancaman2 kekuatan barat dan satu2nya cara untuk menepis ancaman itu adalah dengan cara memodernisasi Jepang dengan cara mengadopsi gaya2 barat terutama di bidang ilmu dan teknologi agar Jepang dapat tumbuh menjadi negara industri maju sejajar dengan negara2 barat. Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia. Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi, terbelakang dan tradisional menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara2 barat. Sebagai perbandingan, Indonesia yang sudah merdeka 60 tahunan, boro2 sejajar dengan negara maju, dibandingkan negara tetangga Singapura dan Malaysia ( negara yang disebut terakhir ini kemajuannya sebenarnya sangat superfisial) saja masih ketinggalan.

Untuk memuluskan cita2nya menjadi negara industri, Jepang sadar harus melindungi kepentingan dan keamanannya dari gangguan2 kekuatan asing. Untuk itu Jepang bertekad untuk merebut Korea dari tangan dinasti Qing China tahun 1894. China yang pernah menjadi negara besar di masa lalu, pada saat itu (akhir abad ke-19) menjadi negara yang ‘primitif’ dibandingkan Jepang yang pada tahun 1894 sudah mulai berhasil mengadopsi teknologi barat dan mengadopsi struktur militer gaya barat. Perang yang agak berat sebelah ini tentu saja berakhir dengan kemenangan Jepang dan membuat China bukan hanya kehilangan Korea tetapi juga kehilangan pulau Formosa dan juga Port Arthur di Manchuria. Kemenangan ini membuat Jepang lebih bertekad untuk menyebarkan pengaruh dan kekuasaannya di Timur Jauh. Namun di Timur Jauh ada kekuatan Eropa yang mempunyai kepentingan sama yaitu: Rusia! Di sinilah mulai terjadi friksi2 antara kepentingan kedua negara yang menjurus kepada perang di tahun 1904-5.

MASA PERANG

Sejak awal Rusia menentang akses dan penguasaan Jepang di Port Arthur, apalagi Port Arthur kala itu tengah disewa Rusia dari China sebagai basis angkatan laut Rusia di Timur Jauh sehingga Rusia menolak meninggalkan Port Arthur. Setelah serangkaian perundingan dan diplomasi yang melibatkan juga berbagai fihak asing lainnya seperti Perancis dan Jerman (yang condong memihak Rusia) serta Inggris (yang condong memihak Jepang) yang tidak membuahkan hasil, maka pada tanggal 8 Februari 1904 (tepat 104 tahun yang lalu saat postingan ini dibuat!) Jepang memutuskan untuk menggunakan kekerasan dan menyerang armada laut Timur Jauh Rusia di Port Arthur.

Pada masa-masa itu, armada angkatan laut Rusia terpusat di Laut Baltik di Eropa karena Rusia merasa musuh2 terbesar Rusia berada di daratan Eropa sehingga ketika terjadi penyerangan terhadap armada laut Rusia di Timur Jauh, Rusia terkesan tidak siap. Untuk itu Rusia harus memperkuat armada laut Timur Jauhnya dari armada Luat Baltiknya dan untuk itu kapal2 perang Rusia harus berlayar 18.000 mil jauhnya menuju lokasi peperangan melintasi 3 samudra (Atlantik, Hindia dan Pasifik)! Dan celakanya secara teknis kapal2 perang Rusia tersebut kebanyakan tidak siap untuk berlayar sejauh itu. Namun apa boleh buat, setelah modifikasi secukupnya diadakan, kapal tetap harus berangkat memperkuat armada Timur Jauh Rusia.

Sementara Jepang sendiri pada awal peperangan tidak terlalu sukses untuk melumpuhkan armada angkatan laut Rusia apalagi merebut Port Arthur. Untuk itu Jepang berinisiatif juga untuk melancarkan perang di darat untuk merebut Port Arthur sekaligus merebut Manchuria dari tangan Rusia (sambil menyelam minum air!). Untuk itu Jepang yang menguasai Korea melancarkan serangan ke daratan Manchuria melewati sungai Yalu. Strategi Jepang ini terbukti efektif dan sedikit demi sedikit menggerogoti kekuatan Rusia di Manchuria dan Port Arthur. Namun Jepang tidak mengendorkan penyerangan di Laut juga di bawah pimpinan Laksamana Heihachiro Togo. Lewat kombinasi serangkaian pertempuran di laut, udara (eh, waktu itu belum ada angkatan udara deh :P ) dan darat akhirnya Port Arthur jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 2 Januari 1905.

Dengan keberhasilan Jepang merebut Port Arthur, harapan Rusia kini tinggal menunggu armada laut Baltik Rusia pimpinan Laksamana Zinovy Rozhestvensky, yang pada saat Port Arthur jatuh masih berlayar menuju lokasi peperangan di Timur Jauh. Namun ketika armada laut Baltik Rusia ini mencapai selat Tsushima pertempuran dengan angkatan laut Jepang tak terhindarkan. Pertempuran yang berlangsung dua hari 27-28 Mei 1905 ini, hasilnya sungguh mengecewakan bagi fihak Rusia. Armada Baltik Rusia ini dihancurkan dan hanya tiga kapal saja yang selamat dan melarikan diri ke Vladivostok, Rusia. Dengan berakhirnya perang di Selat Tsushima berakhir pula harapan Rusia untuk memenangi peperangan ini sehingga Rusia terpaksa menandatangani perjanjian perdamaian dengan Jepang, namun ongkos yang dibayar Rusia sangat besar. Rusia bukan saja kehilangan Port Arthur tapi juga kehilangan seluruh kepulauan Sakhalin yang diserahkan kepada Jepang.

PASCA PERANG

Kemenangan Jepang atas Rusia ini mempunyai implikasi luas di dunia internasional. Kemenangan ini bukan saja berimbas kepada prestise Rusia yang menurun di mata internasional kala itu, tetapi juga tercatat sebagai sejarah tersendiri. Inilah untuk pertama kalinya selama berabad-abad sebuah kekuatan Asia dapat mengalahkan kekuatan Eropa (barat). Kemenangan Jepang ini tentu juga menginspirasi Kebangkitan Nasional di negeri kita di tahun 1908 yang akan kita peringati 100 tahun pada tahun ini.

Tapi pertanyaannya kini adalah, apakah kita hanya memperingati kebangkitan nasional yang sudah terjadi 100 tahun yang lalu ini?? Apakah kita tidak perlu lagi kebangkitan nasional ke-2?? Saya rasa kita masih perlu kebangkitan nasional ke-2 agar kita sejajar dengan negara maju. Kebangkitan nasional á la Restorasi Meiji seperti yang dipaparkan di atas, yang berhasil membawa Jepang dari keterbelakangan dan isolasi menuju modernisasi yang sejajar dengan dunia barat dalam jangka waktu yang relatif singkat: 30an tahun! Sebuah prestasi yang tidak ada duanya di dunia ini. Mungkin prestasi terdekat yang hampir menyamai Restorasi Meiji ini adalah prestasi yang dicapai Korea Selatan yang di tahun 1950an baru mulai membangun dari puing2 peperangan setelah terjadi Perang Korea (saat itu Indonesia sudah lebih dulu merdeka) dan dalam waktu 40 tahunan, lewat penguasaan ilmu dan teknologi, Korea Selatan berhasil membangun ekonominya yang berbasis pada produk2 bernilai tambah tinggi sehingga negara ini kini dianggap mulai sejajar dengan negara-negara industri barat dan Jepang. Nah, akankah kita mampu berbuat serupa seperti itu??

About these ads

31 responses to “Kemenangan Jepang atas Rusia Tahun 1905, Awal ‘Kebangkitan’ Asia

  1. Meiji Restoration … adalah pangkal ‘bangkitnya’ Jepang … mereka sadar dengan politik isolasi … ‘dikerjai’ bangsa lain. Lalu, sadar … Apa yang dilakukan?

    Memajukan pendidikan, mengirim ribuan orang ke penjuru dunia (maksudnya ke negara-negara Eropa), belajar ‘membangun’ militer (ke Jerman), dan bla-bla. Pokoknya belajar ke bangsa lain.

    Kemenangan atas Rusia di Port Arthur yang kemudian disebut-sebut sebagai pemicu bangkitnya nsionalisme Asia, berlanjut pada PD I yang dilalui Jepang dengan Enteng. Barulah dengan menyerang Pearl Harbourt di Hawai … Jepang terjun di kancah PD II, dan memancing semangat binatang AS —membomatom Hiroshima dan Nagasaki. Satu-satunya bangsa yang tega pakai bom maut yang mampu membunuh manusia satu kota dalam hitungan detik. Luar biasa AS. Kalau gila mereka berlanjut, bisa-bisa menjadi bangsa pertama uji-coba bom nuklir di jagat raya, mereka telah cobakan bom atom.

    Nah, sehabis kalah … orang Jepang yang pintar itu … menjadikan AS sebagai umbrella, Jepang tidak usah repot-repot keluar biaya untuk anggaran militer. Jepang membangun industri aneka rupa, mesin-mesin perang dijadikan alat produksi, indusri. Jadilah, Jepang raksasa ekonomi dunia.

    Kalau kita bisa perang dengan AS bisa asyik lho, itu kata Gus Dur, dulu. Kalah, ‘dimenej’ dan dijamin keamanan, bisa fokus membangun ekonomi. Ah, ngak usahlah, ntar dikorup juga.

    Jadi, pelajaran dari Jepang paling berharga adalah sikap terhadap penddikan bangsa, serius dalam pendidikan. Sampai-sampai Erza F. Vogel menulis buku aduhai: Japan Number I Lesson for Amerika. Saya berkali-kali baca buku itu terutama memahami sistem meritokrasi pendidikan. Sungguh yahud.

    Nah, itu kan, Kang Yari selalu memicu andrenalin, dan ngingatkan bacaan. Makasih Kang.

  2. Sedang terburu-buru… komentarnya nanti ya Bos :)

    Selamat pagiii…

  3. jadi ingat pelajaran sejarah ketika jepang datang ke indonesia dengan mengusung slogan 3 A: nippon pemimpin asia, nippon cahaya asia, dan nippon pelindung asia (kalo salah tolong dikoreksi bung yari, hehehehehe … :lol: udah lama banget sih soalnya). tapi jepang juga menorehkan luka bagi bangsa, meski hanya berkuasa di negeri ini hanya sekitar 3,5 tahunan. namun, secara jujur harus diakui, jepang telah memberikan banyak pelajaran berharga buat bangsa bagaimana cara menjadi bangsa asia yang baik, maju, dan modern. jepang telah mampu membangkitkan rasa percaya diri buat bangsa kita.
    kebangkitan nasional ke-2? wah, istilah ini sebenarnya sudah muncul sekitar th 1998 ketika bangsa kita terjangkit demam reformasi. Saya kira itu hal yang wajar terjadi, bahkan bisa jadi sebuah keniscayaan sejarah. kebangkitan nasional ke-2 juga bisa akan terwujud jika bangsa ini mau melakukan strategi potong generasi. berikan kesempatan kepada yang muda2 utk memimpin. yang tua2, yang suka statusquo, perlu istirahat, hehehehe :lol: tanpa strategi semacam itu kayaknya kebangkitan nasional ke-2 juga hanya sekadar slogan saja, hehehe :mrgreen:

  4. Apa Indonesia hrs merasakan ancaman pihak asing dulu baru bisa maju spt Jepang? Ah sptnya sih ga ngaruh deh hehehe… :D

  5. nostalgia masa smp,, hihi…

    nah, kalau di jaman sekarang, membuktikan kekuatan tidak hanya dengan perang saja,,

    sepertinya dengan menjuarai piala dunia sepakbola 2010 nanti, bisa menunjukkan kekuatan dan menaikkan gengsi,,

    sayang indonesia sudah gagal di babak awal,,

  6. Perlu ada “musuh bersama” untuk bersatu dan bangkit lagi …

  7. hebat luwar biyasa..
    kok bisa tau sedetil itu tentang sejarah dan menuliskanya secara kronologis..

  8. aduh mas jangan ngomong soal perang deh.. disini aku dah dekat ama perang tuh.. pakistan,iran,irak dekat banget ama gw..takut nich…. tapi kalau preang mulut, perang bantal boleh lah….

  9. Kemenangan ini juga yang menjadikan Jepang jadi percaya diri ketika memulai Perang Pasifik (PD II). Bayang-bayang kemenangan besar atas Rusia dibawah Heihachiro Togo (namanya mirip dengan jenderal-nya Ieyasu Tokugawa, Heihachiro Honda) :) membuat mereka sering over-confident ketika melawan AS di perang pasifik.

    Kalau saya baca beberapa buku ttg Perang Pasifik, memang sering kemenangan besar 1905 itu jadi pengingat Jepang bahwa mereka dapat mengalahkan AS, tetapi sering juga jadi blunder ketika kurang melihat kemampuan diri sendiri juga.

    Sering juga Isoroku Yamamoto disamakan dengan Heihachiro Togo.

  10. @Ersis W. Abbas

    Kalau saya melihat masalah bom atom dari sudut netral, Pak Ersis. Memang banyak fihak di AS sendiri yang kini menyadari bahwa dari segi kemanusiaan, pembomatoman di Hiroshima dan Nagasaki adalah sebuah kesalahan, tapi ada juga yang membenarkan tindakan tersebut karena kalau tidak dijatuhi bom atom mungkin korban jatuh lebih banyak lagi.

    Kenapa? Sebab dengan menyerahnya Jepang dengan bom atom, maka AS mengurungkan niatnya untuk menginvasi kepulauan Jepang hingga Jepang benar2 menyerah. Nah, jikalau AS benar2 menginvasi kepulauan Jepang maka korban jatuh terutama di fihak sipil di seluruh negeri jepang tentu akan lebih banyak lagi. ;)

    Nah, mengenai jatuhnya bom atom di Jepang ini sebenarnya orang waktu itu tidak tahu persis dampak dari penjatuhan bom atom di sebuah peradaban. Karena percobaan selama itu dilakukan di padang pasir yang tak ada penduduk tentu saja. Dan ternyata orang sangat terkejut melihat dampak bom atom yang dahsyat tersebut, nah, dari sini ambil hikmahnya, orang belajar mengenai dampak2 bom atom jika dijatuhkan di sebuah peradaban yang sebelumnya tidak diketahui.

    Lagipula, Jepang dan Jerman sebenarnya juga mengadakan riset bom atom juga. Jepang misalnya, lewat Riken Institute juga mengadakan riset bom atom. Namun sial, sebelum selesai riset Riken Institute sudah dibom AS duluan. Ini masalah dulu2an saja siapa yang menciptakan bom atom duluan. Andaikata Jepang yang duluan menciptakan bom atom, tentu mereka juga akan meledakannya di Los Angeles atau San Francisco. Jadilah Jepang negara satu2nya yang tega mencobakan bom atom pada rakyat Amerika. Sialnya Jepang kalah cepat risetnya dari AS sehingga rakyatnya juga ketiban sial dibomatom duluan. Huehehehe….. Jadi pak Ersis sebaiknya menganalisa sesuatu harus dari sudut pandang netral. :)

    Nah, mengenai hubungan Jepang dan AS sebenarnya yang menikmati keuntungannya adalah kedua belah fihak. Fihak Jepang, seperti yg pak Ersis bilang, diuntungkan dengan mendapatkan perlindungan gratis dan juga alat2 produksi ‘gratis’. Tapi AS juga diuntungkan terutama semasa perang dingin, karena AS juga mendapatkan pangkalan2 udara ‘gratis’ dari Jepang dan yang paling penting adalah AS bisa menyebarkan pengaruhnya di Jepang. Lihat saja sekarang, walaupun Jepang adalah negara maju, penjualan coca-cola jauh di atas penjualan produk2 saké minuman tradisional Jepang, belum lagi gaya anak muda Jepang yang sekarang lebih ‘Amerika’ yang lebih senang buka pintu pakai kaki, belum lagi lagu pop Jepang yang meniru habis gaya Amerika, dan sebagainya. Jadi keuntungan ada di kedua belah fihak. :)

    @agoyyoga

    Saya tunggu lho…. sampai sekarang belum dateng2 lagi :mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Ya Pak Sawali…. orang Jepang memang telah membuat bangsa kita sengsara di masa lalu dan mengumbar ‘janji2 bohong’ akan memerdekakan Indonesia. Tapi banyak pengamat mengatakan bahwa Jepang tidak bisa memerdekakan Indonesia (dan negara2 lainnya di Asia) karena Jepang masih membutuhkan bahan2 mentah dari negeri kita karena perang masih berlanjut. Tanpa bahan2 mentah dari kita, Jepang tak mungkin menghadapi AS dan sekutu2nya dan mungkin akan kalah lebih cepat lagi.

    Kebangkitan Nasional ke-2, sudah terpakai untuk kebangkitan reformasi ya?? Kalau begitu Kebangkitan Nasional ke-3 aja deh untuk kebangkitan a la Restorasi Meiji. :lol:

    @AgusBin

    Mungkin kalau fihak asingnya Timor Leste atau Brunei Darussalam ya ngga ngaruh lah! :mrgreen:

    @atmo4th

    Kalau sepakbola ada hubungan dengan maju mundurnya industri suatu negara nggak ya?? :D

    @Dee

    Apakah itu berarti kita perlu cari ‘musuh’? :mrgreen:

    @fauzansigma

    Wah…. sebenarnya itu masih kurang detail lagi lho, kalau mau detail lagi bisa lihat Wikipedia di sini. :D
    But thanks atas apresiasinya ya! :)

    @franya

    Wah maaf :( , memangnya mbak franya di mana?? Tapi kalau perang mulut boleh kan? :mrgreen:

    @Pyrrho

    Benar sekali mas, banyak juga pengamat militer mengatakan kalau kemenangan Jepang di awal2 PD II lebih karena ketidaksiapan tentara Sekutu bukan kehebatan bala tentara Dai Nippon sendiri. Dan memang benar keterlalupercayaan pada diri sendiri itu yang mengakibatkan pada akhirnya kehancuran bala tentara Dai Nippon. :)

  11. Wah saya baru tau yari, ternyata ide cerita dari film kartun Samurai X tentang restorasi meiji itu sangat mirip dengan apa yang pak Yari ceritakan diatas tadi. kalau pak yari gak percaya, silahkan pak yari nonton filmnya jam setengah 7 malam di global TV. acara ini ditayangin tiap hari kok

  12. hmmmmmmm……..(mikir dulu nih)
    saya no comment dulu deh bang…..

    Salam kenal ya.

  13. Ha ha ha … saya maklum, ini kan soal anutan filsafat (pemikiran). Secara pemikiran bagi saya yang namanya bom atom, nuklir, juga bom kimiawi, sama saja. Siapa pelakunya, tetap ngak elok. Soal andaikata, itu soal lain. Soal bisa belajar dari peristiwanya, soal lain.

    Kajian multi dimensional, multi side argumentation, sepakat. Tebunuhnya jutaan orang dalam sekelabat, ditinjau dari pikiran ‘netral’, saya ngak sanggup. Bagi saya tetap biadab, satu nyawa, 10, 1.000, atau jutaan. Tidak berperikemanusiaan dan berperikebinantanga.

    Tapi, sudahlah. Kita belajar dari peristiwa tersebut. Lagi pula, tulisan Sampeyan menginspirasi pemikiran, semakin banyak yang perlu kita pikirkan secara radiks daslam konteks kemanusiaan. Sekali lagi, trims atas pantikan pikirannya, Mas Yari.

    Salam hangat, saudaramu dalam belajar.

    hbagi saaya

  14. Akhirnya kisah pertempuran Tsushima ini muncul juga… :D
    Salah satu pertempuran laut paling menentukan sepanjang sejarah ya. Dulu pertama kali baca kisah ini masih di majalah TSM edisi akhir 80an gitu…

    @ Hair

    Lha? Anime Samurai X itu kan memang sebagian besar tokohnya merupakan veteran restorasi Meiji yg baru sj 10 tahun berlalu, tentu saja banyak referensi sejarahnya…

  15. @Hair

    Oooo… baru tahu saya… ya udah aku nanti coba nonton dulu deh! Huehehe…..

    @bimaconcept

    Ya silahkan… silahkan….. terims ya atas kunjungannya dan salam kenal juga :)

    @Ersis W. Abbas

    Nah, justru itu, bom atom itu telah menyelamatkan banyak nyawa lainnya, jikalau bom atom tidak dijatuhkan mungkin korban akan lebih banyak lagi terutama di fihak rakyat sipil Jepang yang tak berdosa. Dan jangan lupa andaikan pak Ersis bilang: satu nyawa, 10, 1.000, atau jutaan. Tidak berperikemanusiaan dan berperikebinantanga. Berarti yang berperikebinatangan bukan AS saja tapi juga Jepang dan negara2 lainnya. Coba saja tanya para Jugun Ianfu, korban seks tentara Jepang, menurut mereka siapa yang berperikebinatangan. Jikalau perang tidak cepat selesai mungkin akan lebih banyak lagi Jugun Ianfu-Jugun Ianfu lainnya.

    Ya, sayapun juga tengah belajar dan akan belajar terus, selama ini pelajaran yang sudah saya dapat adalah sebaiknya kita memang menganalisis sesuatu dari sudut netral dan tidak bias, tidak berfikiran sempit, tidak munafik dan dipengaruhi oleh sebuah sentimen, dan tetap memasukkan unsur ‘andaikata’ agar wawasan tetap berkembang dan daya analisa menjadi lebih tajam. ;)

    salam hangat, dari seorang saudara yang juga tengah belajar.

    @Jensen99

    Wah saya dulu juga pelanggan TSM, kalau sekarang paling2 cuma beli eceran aja. Hehehehe….. Ya aku dulu waktu masih SMP, SMA suka sekali merakit model tank, pesawat tempur, pesawat pembom, kapal perang dan mobil2 militer dari Tamiya begitu. Tapi anehnya aku nggak suka model2 mobil balap. Mungkin aku orangnya suka perang kali yaaa…. wakakakak…. Maklum deh sampai SMP dulu aku doyan banget berkelahi. :mrgreen:

  16. wah, lengkap euy…
    BTW saya paling males pelajaran sejarah lo Pak,abis saya menganut prinsip “yang berlalu biarlah berlalu” :mrgreen:
    oh ya, masalah restorasi meiji mengingatkan saya pada kartun favorit saya, SamuraiX , yang tokoh utamanya mirip saya jadi avatar saya

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Hahaha….. memang terkadang belajar sejarah membosankan, itu tantangan mungkin bagi guru2 sejarah agar memberikan pelajaran dengan menarik. Mungkin saja kan belajar sejarah lewat kartun2 sehingga lebih hidup dan menarik, yang juga mungkin kartun2 favorit Jepang yg anda tonton itu adalah bertujuan untuk belajar sejarah (Jepang), agar mereka tidak lupa dengan akar nenek moyangnya dan dapat lebih menghargainya. :)

  17. Wah saya seperti mengingat pelajaran sejarah semasa SMP dan SMA. Tapi, sepertinya cerita di sini lebih lengkap deh.

    Dalam pelajaran sejarah, hanya diceritakan keberhasilan Jepang mengalahkan Uni Sovyet (Rusia). Tetapi tak diceritakan sebab-sebab kekalahan Rusia. Ini yang merupakan nilai tambah cerita Pak Yari. :D Terimakasih.

    Mengenai kebangkitan Nasional negeri kita, saya pikir bangsa kita sedang menuju ke sana. Sedang bangkit dari keterpurukan, dalam keadaan transisi.

    Cuma, memang dalam keadaan sempit ini (masa transisi) banyak yang ngambil kesempatan dalam kesempitan (seperti korupsi makin meraja lela).

    Oh, iya. Dalam upaya bangkit itu, tentunya ada yang berhasil ada pula yang gagal. Karena itu mari kita bersama untuk mensukseskan kebangkitan negeri kita. :D

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Waktu itu belum ada Uni Soviet yang ada Rusia. Uni Soviet itu baru ada setelah komunis berkuasa di Rusia tahun 1917. Uni Soviet itu terdiri dari berbagai negara seperti Rusia, Ukraina, Kazakhstan, Uzbekistan, Belarus dan lain sebagainya. Tapi setelah komunis jatuh, Uni Sovietnya juga bubar tuh, jadilah sekarang negara2 yang saya sebutkan tadi berdiri sendiri2 lagi.

    Wah iya…. ayo mari kita sukseskan negeri kita ini dengan banyak ngeblog! Huehehehe…... Eh, kegiatan ngeblog termasuk kegiatan yang membangkitkan bangsa nggak ya?? Hehehehe…. :mrgreen:

  18. I am back… :) Finally…

    Belajar mengenai semangat kebangkitan nasional…

    Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia. Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi, terbelakang dan tradisional menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara2 barat. Sebagai perbandingan, Indonesia yang sudah merdeka 60 tahunan…..

    Apakah karena Jepun lebih fokus dan tepat sasaran dengan semboyan mereka “Enrich the country, strengthen the military” atau Fukoku Kyohei dibanding dengan semangat kita (Bhineka Tunggal Ika) yang rasanya seperti di awang-awang dibanding dengan spirit Jepang, bagaimana menurut Mas Yari?

    ________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya… mungkin bisa jadi seperti itu karena tujuan kebangkitan nasional kita waktu itu kurang jelas atau lebih tepatnya lagi tujuannya hanya menyatukan kita secara nasional, itu saja. Sebenarnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika itu bukannya semboyan yang ‘di awang-awang’, semboyan itu cukup realistis seperti semboyan “E Pluribus Unum” nya Amerika Serikat. Namun tentu tujuan “Bhinneka Tunggal Ika” saja tidak cukup untuk memajukan sebuah bangsa untuk menjadi maju seperti Jepang. Kita perlu tujuan2 lain yang lebih memacu kebangkitan pasca-“Bhinneka Tunggal Ika”. Untuk itu saya bertanya di atas, apakah kita memerlukan kebangkitan nasional yang ke-2? :)

  19. Point pentingnya;- Apakah kita perlu kebangkitan nasional ke-2 malah terlewat oleh saya..
    Bodoh-bodohan, terpikir bagaimana kalau bangsa ini hiatus sejenak dari hal-hal yang tidak bermanfaat (korupsi, suap-menyuap, dll), “dicuci” dulu satu generasi lalu bangkit lagi dengan tujuan dan perencanaan yang matang. Nah itulah momen Kebangkitan Nasional yang kedua.

    _______________________________________________________

    Yari NK replies:

    Nah, itu dia, masalahnya banyak juga satu generasi itu yang masih berkuasa dan ‘tidak mau dicuci’ sehingga yang muda2 yang seharusnya ‘suci dan bersih’ yang kini telah memasuki lingkaran bersama2 dengan generasi lama ‘yang seharusnya dicuci tersebut’ malah sudah tercemar ikut2 korupsi. Jadinya persoalan semakin panjang dan runyam tuh.

    Tapi moso iya, seluruh generasi kita terdahulu korup dan patut dicuci semua sih?? Termasuk orang2 tua kita?? :?:

  20. halo, pak yari.
    eh, bener kan namanya itu?
    anyway, makasih bgt lho udah nulis artikel itu. masalanya saia ukk sejarah bsok dan ga boleh ga lolos.
    kan kata guru sejarahnya, saia & teman-teman saia itu generasi koplok. jahat bgt yah.

    _________________________

    Yari NK replies:

    Hehehe…. mungkin maksud gurunya baik agar murid2nya lebih rajin dalam belajar dan lebih berprestasi lagi. Terims ya telah mampir di blogku dan meninggalkan komen di blog ini. :)

  21. bagaimana kondisi indonesia pasca kemenangan jepang terhadap rusia pada tahun 1905 :)

  22. kalau menurut saya tentang keberhasilan Jepang itu karena ideologi Jepang dan Indonesia sendiri sudah banyak yang berbeda. mereka menjadi negara tangguh karena mereka ‘hampir’ tidak memiliki batas2 duniawi, misalnya saja Jepang terkenal dengan masyarakatnya yang ‘gila bekerja’. di Indonesia, ada aturan2 tersendiri, misalnya saja bagi yang Muslim, dalam sehari itu harus beribadah 5x sehari(orang jepang yg terlalu sibuk sepertinya banyak yg melupakan ibadah), dan hidup di dunia itu bukan segala2nya, karena masih ada kehidupan di akhirat(bagi yang percaya Tuhan). yah itu sih pendapat saya Pak, menurut kacamata pelajar SMA hehe

    ngomong2 terimakasih banyak atas tulisan bermanfaat ini, ini sangat membantu saya dalam persiapan SNMPTN tulis, khususnya pelajaran sejarah :)

  23. Salut buat jepang…’ apalagi sewaktu masih sekolah dulu. Guru saya pernah bercerita tentang kehebatan orang2 jepang tempo doeloe.

  24. Ehehe.. Tengs yaa. Bermanfaar bangert buat ngerjain pe er :D

  25. krn 32th era suharto = era pembodohan, pnting tentram&perut kenyang mskpn hidup pas-pasan

  26. @Ersis W. Abbas Anda ada sedikit miss-understanding atau barangkali kurang pengetahuannya atau kebanyakan baca propaganda2 orang cina/korea… Jyugun Iyanfu itu bukan milik Jepang….Military Sex ada dimana mana, dari dulu hingga sampai sekarang. jyugun iyanfu itu = prostitutes!!! Well-paid prostitution… Kebanyakan di Asia, Afrika dan Eropa Timur. Yg paling terkenal itu, Lai Dai Han di Vietnam war…

  27. Jangan pernah melupakan sejarah, atau kita akan di giring dan di gilas oleh sejarah itu

  28. Ping-balik: Kemenangan Jepang atas Rusia Tahun 1905, Awal ‘Kebangkitan’ Asia | Portal Ilmu Nusantara

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s