Yaa… postingan ini berkaitan dengan film ‘Fitna’ yang akhir2 ini ramai dibicarakan di blogsfer. Sudah tak terhitung banyaknya artikel2 di blogsfer Indonesia saja yang sudah menyinggung masalah ini. Namun artikel yang saya tulis ini bukan untuk membahas khusus film Fitna itu atau mengajak kaum Muslimin untuk protes secara keras mengenai film ini namun juga tidak untuk bersikap pasrah terhadap hinaan tersebut apalagi cuma dalam bentuk artikel mendayu-dayu kepasrahan, namun sebagai seorang Muslim saya ingin berbagi bagaimana saya berusaha untuk tetap pede dan tegar walaupun agama saya dihina orang macam si Wilders itu. Pandangan yang saya tulis berikut ini adalah murni pandangan saya dan MUNGKIN ada satu dua hal yang terdengar kurang Islami, karena terus terang saya bukan orang yang ahli dalam bidang agama, jadi harap maklum!
Saya sendiri sudah melihat film FITNA tersebut namun tidak sampai tamat karena dipertigaan jalan saya yang melihatnya sudah bosan duluan. Tadinya saya mengharapkan akan melihat sebuah film yang minimal “artistik” walaupun isinya menghina Islam namun yang saya lihat ternyata hanya kumpulan2 klip yang disatupadukan dan juga pembacaan ayat2 suci Al-Quran yang ditafsirkan dengan dangkal oleh si Wilders. Namun yah, saya sadar, apa sih yang bisa dilakukan oleh si Wilders kecuali menghina?? Jadi jangan harap deh dia bisa bikin film yang artistik dan indah, sadarlah saya akan kemampuannya yang rendah. Film ini dibuka dengan sampul Quran yang terbuka, yang pada halaman pertama terdapat gambar kartun Nabi Muhammad dan sebuah timer yang menghitung mundur. Gambar kartun Nabi Muhammad?? Emang siapa sih yang tahu gambar Nabi Muhammad??? Wong Nabi Muhammad itu nggak ada yang tahu persis kok rupanya seperti apa!! Sok tahu banget tuh si Wilders dan kartunis2 yang pernah gambar kartun Nabi Muhammad. Wong itu gambar mungkin lebih mirip bapaknya si Wilders sendiri (mungkin modelnya dari bapaknya sendiri kali yaa?? wakakakak…..) yang dipakaianin mirip orang Arab dan yang jenggot dan rambutnya dicat hitam! Atau mungkin malah mirip Santa Claus yang dipakaianin cara Arab ya?? Ah… nggak tahu deh!! Yang jelas ummat Islam nggak perlu gusar di lain waktu kalau ada gambar2 kartun Nabi Muhammad, wong itu bukan gambar Nabi Muhammad kok, itu gambarnya bapaknya si Wilders sendiri mungkin!!
Menurut saya hinaan2 semacam itu mungkin akan terus bermunculan. Lantas apa sikap kita sebaiknya?? Menurut saya kalau kita marah apalagi berakhir dengan sikap anarkis itu hanya menunjukkan sifat inferioritas kita atau sikap ketidakpedean kita. Ambil contoh misalnya negeri adidaya Amerika Serikat, walaupun ia dihina dan dicacimaki oleh banyak negara2 Arab Islam di dunia tapi dia tenang2 aja tuh, orang Amerika mungkin berfikir: “Alaaa…. orang Islam lu, bisanya cuma menghina aja, tunjukin dong kalo lu itu jago!! Wong lu gali minyak aja masih butuh teknologi dari gue!!”. Itulah contoh sikap masyarakat atau negara yang penuh kepercayaan diri!! Beda dengan kita orang Muslim yang memang hampir tidak punya kebanggaan riil lagi sehingga jikalau dihina akan marah sejadi2nya karena memang pada dasarnya kita sendiri merasa sebagai bangsa masyarakat yang inferior.
Sebenarnya kalau kita percaya diri atau kalau kita yakin bahwa agama kita adalah agama yang paling mulia di sisi Allah kita tidak perlu membuang energi kita hanya untuk marah kepada seseorang yang bernama Geert Wilders. Biarpun ada sejuta Wilders yang menghina kita atau Islam, Islam tetaplah agama yang mulia di sisi Allah dan tidak terpengaruh dengan hinaan Wilders. Tidak penting apakah Islam itu agama yang hina di mata seorang seperti Wilders yang penting adalah Islam agama yang tetap paling mulia di sisi Allah swt. Apa pentingnya sih seseorang seperti Wilders?? Untuk itu kita tidak perlu reaksi yang berlebihan bahkan jikalau kita bereaksi yang berlebihan sampai menjadi anarkis malah secara tak sadar kita sendiri yang telah menjatuhkan citra Islam sebagai agama yang penuh kedamaian. Bukankah begitu??
Lagipula jikalau kita marah karena hinaan si Wilders itu, itu berarti kita kena perangkap si Wilders!! Justru itu tujuan dia membuat umat Islam marah! Maka kalau kita marah, kita akan berhasil memuaskan dirinya dan membuat dia menjadi semakin terkenal. Coba kalau kita cuek pasti dia bakal keki deh karena umpannya meleset dan buah karya yang dibanggakannya “Fitna” akan menjadi sia-sia!! Bukankah begitu??
Menurut saya daripada ummat Islam menghabiskan energinya untuk seseorang yang kecil dan tak berarti seperti si Wilders ini lebih baik energi kita, kita salurkan untuk menjayakan Islam di bidang ekonomi dan terlebih dalam bidang sains dan teknologi. Dengan sains dan teknologi kita dapat membuat produk2 yang bernilai tambah tinggi yang pasti akan banyak membantu mendongkrak perekonomian kita, lihat saja negara2 yang menguasai ilmu dan teknologi tidak ada yang miskin! Seyogianya kita tidak hanya belajar ilmu agama saja karena ilmu dari Allah bukan hanya ilmu agama saja, matematika, fisika, kimia, biologi dan lain sebagainya adalah juga ilmu2 dari Allah. Jikalau Einstein menemukan rumus e=mc2, dan jikalau rumus itu valid, maka Einstein hanya menemukannya saja yang menciptakan hukum itu tetaplah Allah, sedangkan manusia hanya menemukan dan menciptakan simbol2nya saja. Insya Allah, jikalau kita belajar matematika atau fisika dengan niat ibadah dan menjayakan Islam kita juga akan mendapatkan pahala yang sama jikalau kita belajar ilmu agama.
Jadi mulai sekarang, mari kita, umat Islam selalu beriqra dan beriqra terus, belajar dan belajar terus dan jangan malas, belajar bukan hanya semata2 untuk mencari duit atau demi motivasi diri saja tapi untuk menjadikan Islam sebagai agama yang berjaya di Bumi dan di akhirat….. Insha Allah dengan begitu, orang2 kerdil macam si Wilders itu di masa mendatang akan bungkam………..


Melihat beberapa reaksi dari para pembaca di postingan saya 





