Yari NK

Arsip untuk Maret, 2008

Islam Dihina Geert Wilders?? Pede Aja Lagi!!!

In Agama, Kehidupan, Manusia, Serba Serbi on Minggu, 30 Maret 2008 at 11:44 am

Yaa… postingan ini berkaitan dengan film ‘Fitna’ yang akhir2 ini ramai dibicarakan di blogsfer. Sudah tak terhitung banyaknya artikel2 di blogsfer Indonesia saja yang sudah menyinggung masalah ini. Namun artikel yang saya tulis ini bukan untuk membahas khusus film Fitna itu atau mengajak kaum Muslimin untuk protes secara keras mengenai film ini namun juga tidak untuk bersikap pasrah terhadap hinaan tersebut apalagi cuma dalam bentuk artikel mendayu-dayu kepasrahan, namun sebagai seorang Muslim saya ingin berbagi bagaimana saya berusaha untuk tetap pede dan tegar walaupun agama saya dihina orang macam si Wilders itu. Pandangan yang saya tulis berikut ini  adalah murni pandangan saya dan MUNGKIN ada satu dua hal yang terdengar kurang Islami, karena terus terang saya bukan orang yang ahli dalam bidang agama, jadi harap maklum! :mrgreen:

Saya sendiri sudah melihat film FITNA tersebut namun tidak sampai tamat karena dipertigaan jalan saya  yang melihatnya sudah bosan duluan. Tadinya saya mengharapkan akan melihat sebuah film yang minimal “artistik” walaupun isinya menghina Islam namun yang saya lihat ternyata hanya kumpulan2 klip yang disatupadukan dan juga pembacaan ayat2 suci Al-Quran yang ditafsirkan dengan dangkal oleh si Wilders. Namun yah, saya sadar, apa sih yang bisa dilakukan oleh si Wilders kecuali menghina?? Jadi jangan harap deh dia bisa bikin film yang artistik dan indah, sadarlah saya akan kemampuannya yang rendah. Film ini dibuka dengan sampul Quran yang terbuka, yang pada halaman pertama terdapat gambar kartun Nabi Muhammad dan sebuah timer yang menghitung mundur. Gambar kartun Nabi Muhammad?? Emang siapa sih yang tahu gambar Nabi Muhammad??? Wong Nabi Muhammad itu nggak ada yang tahu persis kok rupanya seperti apa!! Sok tahu banget tuh si Wilders dan kartunis2 yang pernah gambar kartun Nabi Muhammad. Wong itu gambar mungkin lebih mirip bapaknya si Wilders sendiri (mungkin modelnya dari bapaknya sendiri kali yaa?? wakakakak…..) yang dipakaianin mirip orang Arab dan yang jenggot dan rambutnya dicat hitam! Atau mungkin malah mirip Santa Claus yang dipakaianin cara Arab ya?? Ah… nggak tahu deh!! Yang jelas ummat Islam nggak perlu gusar di lain waktu kalau ada gambar2 kartun Nabi Muhammad, wong itu bukan gambar Nabi Muhammad kok, itu gambarnya bapaknya si Wilders sendiri mungkin!! :mrgreen:

Menurut saya hinaan2 semacam itu mungkin akan terus bermunculan. Lantas apa sikap kita sebaiknya?? Menurut saya kalau kita marah apalagi berakhir dengan sikap anarkis itu hanya menunjukkan sifat inferioritas kita atau sikap ketidakpedean kita. Ambil contoh misalnya negeri adidaya Amerika Serikat, walaupun ia dihina dan dicacimaki oleh banyak negara2 Arab Islam di dunia tapi dia tenang2 aja tuh, orang Amerika mungkin berfikir: “Alaaa…. orang Islam lu, bisanya cuma menghina aja, tunjukin dong kalo lu itu jago!! Wong lu gali minyak aja masih butuh teknologi dari gue!!”. Itulah contoh sikap masyarakat atau negara yang penuh kepercayaan diri!! Beda dengan kita orang Muslim yang memang hampir tidak punya kebanggaan riil lagi sehingga jikalau dihina akan marah sejadi2nya karena memang pada dasarnya kita sendiri merasa sebagai bangsa masyarakat yang inferior.

Sebenarnya kalau kita percaya diri atau kalau kita yakin bahwa agama kita adalah agama yang paling mulia di sisi Allah kita tidak perlu membuang energi kita hanya untuk marah kepada seseorang yang bernama Geert Wilders. Biarpun ada sejuta Wilders yang menghina kita atau Islam, Islam tetaplah agama yang mulia di sisi Allah dan tidak terpengaruh dengan hinaan Wilders. Tidak penting apakah Islam itu agama yang hina di mata seorang seperti Wilders yang penting adalah Islam agama yang tetap paling mulia di sisi Allah swt. Apa pentingnya sih seseorang seperti Wilders?? Untuk itu kita tidak perlu reaksi yang berlebihan bahkan jikalau kita bereaksi yang berlebihan sampai menjadi anarkis malah secara tak sadar kita sendiri yang telah menjatuhkan citra Islam sebagai agama yang penuh kedamaian. Bukankah begitu??

Lagipula jikalau kita marah karena hinaan si Wilders itu, itu berarti kita kena perangkap si Wilders!! Justru itu tujuan dia membuat umat Islam marah! Maka kalau kita marah, kita akan berhasil memuaskan dirinya dan membuat dia menjadi semakin terkenal. Coba kalau kita cuek pasti dia bakal keki deh karena umpannya meleset dan buah karya yang dibanggakannya “Fitna” akan menjadi sia-sia!! Bukankah begitu??

Menurut saya daripada ummat Islam menghabiskan energinya untuk seseorang yang kecil dan tak berarti seperti si Wilders ini lebih baik energi kita, kita salurkan untuk menjayakan Islam di bidang ekonomi dan terlebih dalam bidang sains dan teknologi. Dengan sains dan teknologi kita dapat membuat produk2 yang bernilai tambah tinggi yang pasti akan banyak membantu mendongkrak perekonomian kita, lihat saja negara2 yang menguasai ilmu dan teknologi tidak ada yang miskin! Seyogianya kita tidak hanya belajar ilmu agama saja karena ilmu dari Allah bukan hanya ilmu agama saja, matematika, fisika, kimia, biologi dan lain sebagainya adalah juga ilmu2 dari Allah. Jikalau Einstein menemukan rumus e=mc2, dan jikalau rumus itu valid, maka Einstein hanya menemukannya saja yang menciptakan hukum itu tetaplah Allah, sedangkan manusia hanya menemukan dan menciptakan simbol2nya saja. Insya Allah, jikalau kita belajar matematika atau fisika dengan niat ibadah dan menjayakan Islam kita juga akan mendapatkan pahala yang sama jikalau kita belajar ilmu agama.

Jadi mulai sekarang, mari kita, umat Islam selalu beriqra dan beriqra terus, belajar dan belajar terus dan jangan malas, belajar bukan hanya semata2 untuk mencari duit atau demi motivasi diri saja tapi untuk menjadikan Islam sebagai agama yang berjaya di Bumi dan di akhirat….. Insha Allah dengan begitu, orang2 kerdil macam si Wilders itu di masa mendatang akan bungkam………..

Film-Film Horror Yang Saya Sukai…..

In Film/TV, Serba Serbi on Kamis, 27 Maret 2008 at 9:36 am

the_others.jpgShutter (Thailand)

Ide postingan ini didapat 2 hari yang lalu pada malam hari ketika saya menonton marathon dua film horror sekaligus yaitu The Messengers yang saya tonton dari DVD dan kebetulan setelah itu ada film horror juga yang ditayangkan HBO yaitu Imaginary Playmate. Karena anggota keluarga lain tidak ada yang suka film horror maka saya melihat kedua film itu di kamar tidur saya. Kedua film horror tersebut The Messengers dan Imaginary Playmate menurut saya adalah dua film horror yang saya sukai walaupun bukan film horror yang paling saya sukai sampai saat ini. Jadi film2 horror manakah yang paling saya sukai??

Sebelumnya, walaupun banyak yang menyatakan bahwa film2 horror adalah film2 yang nggak bermutu, tapi tidak membuat saya untuk tidak menyenangi genre film ini. Pede aja lagi, anjing menggonggong khafilah berlalu! :mrgreen: Walaupun saya bukan kritikus film, tapi saya bisa mengatakan bahwa bobot suatu film bisa dilihat dari berbagai macam sudut. Jadi sah2 saja ‘kan kalau saya mengatakan bahwa film AAC yang super membosankan itu kualitasnya nggak lebih baik daripada beberapa film2 horror!! Huehehe…. Ok, kita kembali ke topik, jadi film horor apa yang paling saya sukai sampai sekarang??

Film horror yang paling saya kagumi senangi adalah film horror Thailand yang berjudul “Shutter“. Saya pertama kali diperkenalkan film ini oleh teman saya sekantor yang mengetahui saya suka sekali dengan film2 horror (walaupun pada kenyataannya juga banyak film2 horror bahkan film2 horror buatan Hollywood yang sangat mengecewakan!) dan menyuruh saya untuk menonton film tersebut. Pertama kali disuruh nonton film itu oleh teman saya tersebut, saya meremehkan kualitas film tersebut.

“Ah, horror Thailand, pasti garing deh horrornya, dan kualitasnya nggak bakalan jauh dari film Jelangkungnya Indonesia” begitu fikirku pertama kali. Tapi akhirnya aku berfikiran tidak ada salahnya untuk mencoba menonton toh kepingan DVD bajakannya dipinjamkan oleh temanku dan aku tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk itu. Namun begitu aku menonton film tersebut, sungguh aku terkejut karena aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari layar televisi! Film horror ini dibuat dengan sangat teliti dan teknik yang cukup canggih dan kualitas film ini setara dengan kualitas film horror papan atas buatan Hollywood. Film ini bukan saja berhasil ‘menakut2i’ dan membikin orang yang menontonnya ‘jantungan’ tapi juga film ini mempunyai plot cerita yang sangat baik. Film ini bercerita tentang kejahatan di balik fenomena2 seram berupa gambar2 misterius/hantu yang terdapat dalam foto-foto yang diambil.

Berbeda dengan kebanyakan film horror picisan Indonesia yang kejahatannya sudah diceritakan duluan dan akhirnya arwahnya penasaran dan membalas dendam (biasa! klise!). Film inipun juga tidak menampilkan suara2 ketawa model hantu2 Indonesia yang suka ber’hihihihihihihihi……..’ model ketawa nenek sihir atau hantu kuntilanak khas Indonesia. Di dalam film ini juga tidak ada kyai yang bersenjatakan Al-Quran guna memberantas para setan atau hantu yang bergentayangan. Nggak masuk akal, moso setan takut sih sama Al-Quran??? Mana ada!! Wong, Al-Quran itu diciptakan Allah untuk pedoman hidup dan spiritual kaum Muslimin kok. Kalau ingin mengalahkan setan dengan Al-Quran nggak perlu seorang kyai, kita sendiri juga bisa mengalahkan setan dengan Al-Quran, caranya?? Yaa… kita baca baik2 itu Al-Quran lalu kita interpretasikan dengan baik lalu kita amalkan apa yang ada di dalamnya. Dengan begitu Insha Allah, setan2 akan kalah… bukankah begitu yang masuk akal?? :D Tapi biarlah…. namanya juga film…. :mrgreen: Ok… kita kembali lagi ke topik…. pendek kata bagi mereka yang suka dengan film horror anda sepatutnya menonton film ini selain jurus2 ‘menakut2′in’nya sangat jitu ceritanyapun sangat berkesan dan yang terpenting ceritanya tidak mudah tertebak akhir ceritanya, memberikan impuls tersendiri yang mengesankan di dalam otak kita (menurut saya lho…. hehehe…..). O ya, film ini dibintangi oleh Ananda Everingham dan Natthaweeranuch Thongmee serta disutradarai oleh Pakpoom Wongpoom. Dan perlu pula diketahui bahwa film Shutter ini juga menarik perhatian sineas2 Hollywood di sana dan mereka telah membuat film “Shutter” versi Amerika atau Hollywoodnya.

Film Horror kedua yang saya senangi adalah “The Others” yang dibintangi oleh bintang film Australia terkenal Nicole Kidman. Film ini pertama kali saya lihat di stasiun TV kabel Star Movies beberapa tahun yang lalu. Film ini bercerita tentang seorang ibu berserta kedua anaknya yang menderita penyakit genetis yang membuat mereka sangat peka dengan sinar matahari. Film yang bersetting tahun 1940an sesaat setelah Perang Dunia II selesai menceritakan bahwa ibu sang suami gugur dalam perang. Cerita dimulai dengan kedatangan ketiga orang pembantu untuk bekerja di rumah puri si ibu tersebut. Sejak kedatangan para pembantu tersebut si ibu mengalami banyak kejadian aneh terutama suara2 aneh di dalam rumah purinya yang besar itu. Setelah sekian lama si ibu baru sadar bahwa ternyata ketiga pembantunya tersebut telah meninggal 50 tahun yang lalu karena tuberculosis. Namun itu bukan akhir dari cerita film ini, karena akhir dari cerita film ini sangat mengejutkan tapi membuat orang yang menontonnya terasa puas. Bagi mereka yang belum menontonnya silahkan melihat sendiri akhir dari cerita ini hehehe….. Nah, yang membuat film ini sangat bagus menurut saya ada dua yaitu: Pertama, film horror ini menghadirkan ketegangan tanpa kehadiran makhluk2 seram, ketegangan yang disajikan hanya berupa suara2 misterius yang berada di dalam rumah puri tersebut, dan walau tanpa kehadiran makhluk2 halus yang seram dan hanya berupa suara2 misterius tapi film ini tidak kehilangan nuansa mencekamnya. Kedua, akhir film ini sangat mengejutkan menurut saya. Jadi bagi yang ingin menonton silahkan menonton sendiri. :D

Nah, begitulah sekelumit kedua film horror yang paling saya sukai sampai saat ini. Mudah2an di masa mendatang akan terdapat banyak film2 horror seperti ini, film2 horror bermutu yang tidak hanya sekedar menjual kesadisan atau darah yang bermuncratan di sana sini seperti halnya film2 horror murahan………..

Es Cendol dan Batik dari Malaysia?? Enak Aja!!

In Iseng, Kehidupan, Manusia, Serba Serbi on Senin, 24 Maret 2008 at 10:20 am

Sang Saka Merah PutihPostingan ini bukan bersumber dari pemberitaan di televisi yang kerap kali memberitakan klaim2 Malaysia atas budaya kita melainkan berasal dari sebuah chatting atau diskusi atau lebih tepatnya lagi perdebatan antara kedua teman baik saya di dunia cyber, yang satu dari Indonesia yang satu dari Malaysia. Saya sendiri ketika perdebatan itu berlangsung tidak berada di tempat dan saya hanya tahu perdebatan itu karena diceritakan oleh teman saya yang Indonesia itu. Nah, si Malaysia (yang juga teman baik saya itu) mengklaim bahwa batik dan Es Cendol berasal dari Malaysia!! Batik ia katakan berasal dari daerah Kelantan bahkan menurut si Malaysia ini batik di Indonesia dibawa oleh orang2 Indonesia yang merantau ke Malaysia dan diperkenalkan di Indonesia setelah mereka pulang ke tanah air. Sungguh menggelikan!! Perlu dicatat bahwa si Malaysia sendiri tidak pernah bisa membuktikan bahwa batik (dan es cendol) berasal dari Malaysia! Mudah2an ini tidak menggambarkan keinferioran cara berfikir orang2 Malaysia!! :mrgreen:

Saya sudah mencari habis2an di seluruh Internet dan bukan hanya di Wiki tentang batik dan es cendol. Mengenai batik memang banyak disebutkan sangat sulit untuk menentukan negeri asal muasal batik. Karena batik2 kuno bukan saja ditemukan di Indonesia ataupun Malaysia tapi juga banyak ditemukan di belahan bumi lainnya seperti di Afrika barat, Mesir, India, China bahkan ada juga batik Celtic dari Inggris kuno. Jadi memang sulit untuk menentukan asal muasal negeri batik. Namun walaupun begitu di semua situs yang menampilkan artikel batik sepakat bahwa yang mengharumkan nama batik ke seluruh dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia!! Itu karena batik sangat berkembang di Indonesia terutama di tanah Jawa dan Bali yang dimulai pada abad pertengahan, corak2, motif2 dan juga teknik membatik sangat berkembang di negeri ini yang pada akhirnya membuat orang2 Eropa tertarik untuk ikut memperkenalkan batik di negerinya masing2. Jadi yang punya andil besar untuk memperkenalkan batik ke seluruh pelosok dunia adalah Indonesia dan bukan Malaysia yang batiknya norak dan nggak berseni sedikit monoton.

Sedangkan Es Cendol di situ jelas2 disebutkan bahwa minuman (dessert) tersebut berasal dari Indonesia atau tepatnya dari tanah Jawa walaupun es cendol itu juga populer di Malaysia, Singapura dan juga Thailand selatan. Namun teman kita yang dari Malaysia itu tetap tidak percaya dan masih tetap pada pendiriannya bahwa es cendol itu berasal dari Malaysia walaupun ia tidak bisa membuktikannya hitam di atas putih. Dasar orang Malaysia kemampuannya cuma segitu aja! :mrgreen:

Nah, lewat artikel saya ini tujuannya adalah tidak untuk memusuhi orang Malaysia tentu saja, namun kita mesti waspada. Kita sering menganggap remeh, ah buat apa sih masalah batik dan es cendol aja diributin. Tapi nanti kalau orang lain sudah mengklaim dan kita sudah kehilangan sesuatu yang dulunya diremehin itu, baru kita seperti kebakaran jenggot. Lihat saja pulau2 Sepadan dan Ligitan, dulunya mungkin kita remehkan kehadiran fisik Malaysia di kepulauan itu, akhirnya setelah kita kehilangan baru kita menyesali perbuatan kita yang ‘nerimo‘ dan suka meremehkan masalah itu. Belum lagi kasus2 lainnya seperti tapal batas negara di Kalimantan yang sudah bergeser serta pengklaiman budaya2 kita oleh Malaysia! Semuanya harus diantisipasi dari awal dan kita harus waspada. Kita seyogianya menyadari bahwa banyak orang2 Malaysia yang berfikiran seperti teman saya tersebut yang mungkin dipengaruhi oleh media2 lokal yang dikontrol pemerintah yang tidak demokratis secara ketat yang banyak menghembus2kan pengklaiman (meski secara halus) bahwa budaya A atau B berasal dari Malaysia padahal itu dari Indonesia, jadi kita seyogianya tetap waspada. Banyak orang2 Malaysia seperti yang banyak saya temui jikalau kalah berdebat mereka akan mengatakan “ah, janganlah antara rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh hanya untuk masalah seperti ini! Nanti jikalau rakyat Indonesia dan Malaysia bergaduh nanti umat (lagi2) Yahudilah yang senang tu! Sesama Muslim janganlah bergaduh tuh!”. Memang pernyataan tersebut tidaklah 100% salah yang berarti juga tidak 100% benar. Namun kita juga harus ingat bahwa jikalau kita lengah kita selalu ‘ditikam’ oleh mereka (Malaysia) dari belakang seperti yang sudah sering terjadi belakangan ini. Apakah itu sebuah paragon dari kehidupan bersaudara sesama Muslim yang mereka gambarkan??

Nah begitulah, tulisan ini dibuat tentu tidak untuk memusuhi jiran kita yang bernama Malaysia itu. Justru sebaliknya kita hidup bertetangga harus saling menghormati dan tidak menikam dari belakang. Kita memang harus hidup damai dan tentram namun kalau kita ditikam dari belakang kita wajib untuk bereaksi dan memberikan hajaran yang setimpal pula untuk mereka. Hal ini tentu bukan saja berlaku untuk Malaysia tapi juga untuk negara2 lainnya. Bagaimana?? Setuju??

O iya, sebagai penutup saya ingin tahu dari para pembaca yang budiman, negara mana yang lebih “berhak” dengan pencak silat?? Indonesia atau Malaysia?? Orang Malaysia juga boleh lho berkomentar di sini hehehehe………

Akuntansi Forensik: Lebih Mirip Pekerjaan Detektif dibandingkan Pekerjaan Akuntan!

In Pengetahuan, Serba Serbi on Jumat, 21 Maret 2008 at 12:03 pm

foraccounting.jpgOk, ini adalah lanjutan postingan saya sebelumnya tanggal 12 Maret yang lalu. Buku kedua yang saya dapat adalah buku Forensic Accounting karangan Hopwood, Leitner and Young. Kepada sohibku dari Surabaya yang dua minggu lagi bakal hijrah ke Bandung yang menghadiahi buku ini saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya. :mrgreen:

Ok, kita langsung saja membahas buku ini. Pertama kali saya melihat buku ini, saya sedikit terkejut, karena memang sebelumnya saya tidak pernah membaca literatur mengenai Akuntansi Forensik*) hanya sepintas lalu pernah membaca dari beberapa artikel yang ada di beberapa majalah dan di beberapa situs kecil, itupun kebanyakan tidak sengaja saya melompat ke situs-situs tersebut. Di perguruan tinggi di negeri inipun bahkan di jurusan Akuntansi saya yakin masih sangat jarang yang menyelenggarakan kuliah Akuntansi Forensik ini. Lantas di mana terkejutnya?? Saya terkejut karena isi buku ini lebih mirip “buku petunjuk detektif” dibandingkan buku pelajaran Akuntansi. Atau sebenarnya lebih tepatnya gabungan antara pekerjaan detektif dan Akuntan Pemeriksa (auditor).

Nah, untuk itu kali ini saya akan membahas sedikit mengenai isi buku ini secara menyeluruh, karena untuk membahas masalah Akuntansi Forensik ini secara mendalam harus dilihat atau dibahas menurut subtopik-subtopik yang ada agar jadi lebih terfokus. Mudah2an di masa mendatang saya bisa membahas subtopik2 tersebut secara lebih mendetail setelah saya mendapatkan informasi dari sumber2 lain pula. Jadi untuk postingan ini sebenarnya lebih mirip sebuah resensi buku daripada pembahasan masalah Akuntansi Forensiknya sendiri.

Secara garis besarnya buku ini membagi pembahasan topik Akuntansi Forensik menjadi 3 bagian yaitu, Pertama, Dasar-dasar Akuntansi dan Hukum yang menjadi acuan pada Akuntansi Forensik. Di sini dibicarakan cukup mendetail mengenai ruang lingkup Akuntansi Forensik mulai dari pengenalan akuntansi forensik hingga ruang lingkup-ruang lingkup yang termasuk akuntansi forensik yang bersinggungan dengan ilmu2 lainnya seperti ruang lingkup hukum, ruang lingkup organisasi dan sistem informasi dan tentu saja auditing. Ilmu2 itulah yang menjadi ruang di mana pekerjaan akuntansi forensik berpacu. Di dalam ruang lingkup hukum dijelaskan mengenai sistem hukum dan yuridiksi serta sumber2 hukum yang ada (yang sayangnya yang dijelaskan di buku ini adalah sistem di AS sana, bagi praktisi di Indonesia mungkin bisa dibuat sebagai bahan perbandingan) mulai dari hukum konstitusional (konstitusi/UUD) hingga hukum administratif. Di dalam ruang lingkup hukum ini juga dijelaskan mengenai Investigasi dan Pengadilan rasanya benar2 seperti membaca sebuah buku mengenai hukum yang berbumbu masalah detektif. Dalam ruang lingkup organisasi dan sistem informasi dijabarkan mengenai struktur organisasi yang berkaitan erat dengan sistem pengendalian intern terutama yang mencakup masalah transaksi keuangan, tentu ujung2nya keterkaitannya pula dengan sistem informasi (akuntansi dan manajemen). Sedangkan dalam ruang lingkup auditing dijelaskan mengenai fungsi auditor dalam akuntansi forensik selain itu juga banyak dijelaskan mengenai materialitas dan resiko dalam audit, pernyataan audit dan kepentingannya serta detail2 mengenai prosedur2 dalam auditing mulai dari pengumpulan bukti dan sampling  hingga kompilasi pelaporan audit. Di bagian ini baru tercium aroma akuntansinya………. :D

Kedua, adalah mengenai teknik-teknik dan alat-alat yang bisa dipakai dalam Akuntansi Forensik. Teknik-teknik dan alat-alat yang dipergunakan di sini banyak dipakai dalam bidang2 forensik lainnya atau ilmu2 forensik lainnya. Daerah spesialisasi akuntansi forensik dapat meliputi forensik komputer, kriminalistik, daktilografi, identifikasi forensik, bukti forensik serta palaeografi*) forensik. Selain itu ada pula mengenai Keamanan Informasi yang erat kaitannya dengan ISO (international Standards Organisation). ISO 9000-9004 erat kaitannya dengan penerapan standard yang berhubungan dengan manajemen pengendalian kualitas yang ada hubungannya dengan jasa dan manajemen pengendalian kualitas. Sedangkan ISO 27000-27005 langsung berhubungan dengan keamanan informasi (information security). Dalam seksi Audit Forensik dan Investigasi mencakup penjelasan simptom atau tanda2 kecurangan finansial dan bagaimana mereka diinvestigasi, juga pengidentifikasian sumber2 bukti yang dapat berguna bagi akuntan forensik. Selanjutnya juga dijelaskan mengenai teknik2 umum dan khusus dalam investigasi seperti wawancara, interogasi, pemanfaatan petunjuk2 verbal dan nonverbal dari subyek yang diwawancara termasuk juga pemaparan pertanyaan2 yang efektif dalam sebuah perkara dan sebagainya. Pendek kata selain banyak melibatkan peralatan canggih seperti laboratorium forensik dan juga keahlian sistem informasi juga banyak melibatkan pendekatan2 psikologis dalam pelaksanaan investigasi.

Ketiga adalah  kasus2 di mana aplikasi akuntansi forensik sering diterapkan. Di dalam buku ini beberapa kasus yang menarik adalah mengenai

  • Kecurangan dalam Laporan Keuangan
  • Kecurangan yang dilakukan oleh para pekerja, vendor dan fihak lainnya terhadap organisasi
  • Kecurangan Perpajakan
  • “Pencurian” pada saat kebangkrutan, perceraian dan juga Pencurian Identitas
  • Investigasi Terorisme dan Kejahatan Terorganisasi (Ini yang paling menarik, mencakup masalah aliran dana dan sumber2 dana bagi organisasi teroris!!)
  • Business Valuation
  • Hal-hal lainnya yang mencakup perselisihan keuangan

Menurut saya buku ini cukup enak, cukup lengkap dan cukup sistematis untuk dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui akuntansi forensik. Namun sayang buku ini tentu saja memakai kepada sumber hukum dan referensi2 lainnya (seperti standard auditing) yang khas Amerika yang bagi pembaca di Indonesia mungkin perlu banyak penyesuaian, namun untuk sekedar perbandingan buku ini boleh dikatakan lebih dari cukup. O iya, dan satu lagi, bagi yang suka membaca buku2 yang kaya akan kombinasi tulisan, tabel, rumus2 matematika, ilustrasi dan foto yang atraktif serta diagram2 indah seperti saya siap2 untuk kecewa, karena buku ini kurang menawarkan ilustrasi dan diagram2 yang indah walaupun tabel dan ilustrasi cukup representatif dalam buku ini namun dari segi artistik yang memanjakan mata nampaknya hanya standard2 saja! Hehehehe…….

_______________________________________

Forensic Accounting: The application of investigative and analytical skill for the purpose of resolving financial issues in a manner that meets standards required by courts of law. 

Palaeography : The study of writing (especially handwriting) and documents especially the ones from the past.

Belajar Memecahkan Masalah dan Ajakan Shalat??

In Iseng, Serba Serbi, Uncategorized on Selasa, 18 Maret 2008 at 10:01 am

Berhubung karena alasan klasik lagi malas mengetik panjang2 maka saya sudah memeinta maaf dengan teman saya yang memberikan buku Forensic Accounting, bahwasannya mungkin saya baru bisa menyelesaikan postingan tersebut esok hari. Dan syukurlah teman saya yang baik hati (ada udang dibalik bakwan nggak nih?? :mrgreen: ) itu sudah memaafkan saya (asalkan ia dikasih bakwan terus2an huehehehe… just kidding!).

Sebagai gantinya saya akan mencomot sebuah video klip dari acara televisi matematika terkenal: Square One TV yang terkenal di awal tahun 1990an. Bagi mereka yang paceklik bandwidth dan dijatah bersabarlah dan waspadalah meskipun ukuran video ini cukup kecil yaitu cuma 8 MB. Mendengarkan musik dari video ini sebaiknya dengan sistem stereo yang bagus dan jangan mengandalkan speaker internal dalam notebook anda agar lagu terdengar indah maksimal hehehe……

Video musikal ini bercerita tentang dua orang anak yang mencoba memecahkan huruf Mesir kuno hieroglif (eh tulisannya dalam bahasa Indonesia benar ya??) di sebuah bazaar zaman dahulu di Timur Tengah sana. Kedua orang anak itu akhirnya bertemu dengan seorang tua yang bijak (diperankan aktor Amerika Serikat Larry Cedar yang telah banyak menyukseskan acara edukatif matematika Square One TV ini) yang membantu mereka memecahkan “misteri” tulisan hieroglif ini. Inti dari video ini adalah mengajak kita untuk memecahkan masalah dengan cara lain kalau kita menemukan sebuah jalan buntu dan jangan cepat menyerah, ini terutama berlaku jikalau kita tengah belajar matematika. O iya, di akhir video ini akan ada ajakan shalat bagi mereka ummat Muslim huehehehe…. Apa hubungannya ya?? Embuh lah…. silahkan menikmati saja deh……..

Change your point of view, look at the problem in a way that’s fresh and new!!

Strange but yes it’s true, you will never be stopped if you change your point of view!!

Negara-Negara Timur Tengah Lebih Makmur Tapi Masyarakatnya “Kurang Terpelajar”??

In Kehidupan, Manusia, Serba Serbi, Uncategorized on Sabtu, 15 Maret 2008 at 11:05 am

Perhatian:

Artikel ini semata-mata ditujukan untuk bahan renungan dan diskusi semata, tidak ada maksud untuk menjelek2an sebuah ras atau bangsa lewat blog ini. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan agama ataupun politik. Kedewasaan wawasan pembaca sangat dianjurkan!

_____________________________________________

Sebenarnya hari ini aku ingin membahas sebuah buku “Forensic Accounting” yang dihadiahi oleh seorang temanku yang baik hati. Namun kemarin malam ketika aku masih “terpesona” dengan gambar2 yang ada di buku Geographica World Atlas & Encyclopedia tiba-tiba mataku tertuju pada beberapa buah tabel fakta mengenai data-data kuantitatif dari masing-masing negara yang menuntunku pada sebuah topik di artikel ini yang menurutku sangat menarik untuk didiskusikan. Untuk itu, agar topik ini tidak kelupaan, saya akan menuliskannya hari ini dan topik mengenai “Forensic Accounting” ditunda sampai 3 hari ke depan.

Topik “menarik” apa yang saya temukan?? Untuk itu sebelumnya lihat tabel berikut ini yang saya petik dari buku Geographica tersebut:

Tingkat Melek Huruf  Beberapa Negara-Negara Arab vs  Beberapa Negara ASEAN:

Negara Pendapatan Nasional Kotor /Gross National Income Tingkat Melek Huruf
Saudi Arabia US$ 12.464 78,8%
Uni Emirat Arab US$ 26.147 77,9%
Kuwait US$ 25.963 83,5%
Qatar US$ 32.112 82,5%
Indonesia US$ 1.420 87,9%
Malaysia US$ 5.490 88.7%
Thailand US$ 2.990 92,6%
Vietnam US$ 690 90,3%

Di sini kita melihat bahwa negara-negara Timur Tengah (Arab) yang mempunyai pendapatan per kapita (kepala/orang) jauh di atas negara2 ASEAN, namun tingkat buta hurufnya jauh lebih tinggi dibandingkan negara2 ASEAN yang pendapatan per kapitanya jauh lebih rendah! Tingkat melek huruf yang paling rendah di kalangan negara2 Timur Tengah (yang saya tidak tega untuk memuatnya :mrgreen: ) adalah Irak dengan tingkat melek huruf hanya 40,2% !! Alangkah kasihannya!! Sedangkan di antara negara2 ASEAN yang paling rendah tingkat melek hurufnya adalah Laos dengan 66,4%. Kita lihat dari tabel di atas, Vietnam dengan pendapatan per kapita hanya US$ 690 namun mempunyai tingkat melek huruf yang mengagumkan untuk kelas negara2 berkembang yaitu lebih dari 90%! Bandingkan dengan Qatar yang mempunyai pendapatan per kapita lebih dari US$ 30.000 tapi tingkat melek hurufnya hanya 82,5%!

Fenomena apakah ini?? Kenapa negara2 Timur Tengah (saya ganti istilah negara2 Arab dengan istilah Timur Tengah agar nggak terkesan SARA :mrgreen: ) yang notabene jauh lebih makmur tetapi tidak begitu berhasil dalam “mengedukasi” penduduknya?? Yang saya ketahui konon katanya banyak fasilitas2 pendidikan yang berkelas dunia tapi kenapa tetap ‘gagal’ menaikkan mutu pendidikan rakyatnya?? Apakah ini berarti kenaikan tingkat pendapatan tidak harus sejalan dengan kenaikan “mutu” sumberdaya manusia?? Atau memang kasus di Timur Tengah ini adalah anomali?? Lantas apa penyebab keanomalian ini???

Seperti kita ketahui bahwa sebagian penduduk Timur Tengah adalah bergama Islam (ah, lagi2 bawa2 agama!! :( ), namun dalam Islam sendiri sangat ditekankan untuk menjadi orang yang berilmu, ini diperkuat oleh turunnya ayat Al-Quran yang pertama adalah “Iqra!” alias bacalah! (Q.S. 96:1). Ya benar, untuk menjadi seseorang yang berilmu tentu harus pandai membaca, hampir tidak mungkin seseorang menjadi cerdas jikalau ia tidak bisa membaca kecuali mungkin adalah rasulullah yang banyak diceritakan sebagai ummi atau buta huruf.

Nah, lepas dari masalah agama apalagi politik, apakah yang menyebabkan fenomena ini semua?? Jikalau ada yang bisa menjelaskan dilihat dari masalah agama, mudah2an dapat dijelaskan dengan sangat obyektif jauh dari dugaan2 plot2 politis yang tidak jelas dan tidak obyektif! Nah, ada yang tahu tentang masalah ini? :mrgreen:

Asyiknya Belajar Geografi………

In Pengetahuan, Serba Serbi on Rabu, 12 Maret 2008 at 6:44 am

Buku 'Geographica World Atlas & Encyclopedia'Awal minggu ini aku mendapatkan dua buah buku yang bagus2 dari dua orang yang berbeda. Aku sangat senang sekali, karena buku-buku tersebut buku2 impor yang mahal2 cocok sekali dengan seleraku. Buku pertama adalah Geographica World Atlas & Encyclopedia yang datang bersama VCD Cap Go Meh di Singkawang yang juga keren dan dodol duren yang nyam-nyam punya. Yang satu lagi adalah Forensic Accounting dari seseorang juga yang rajin pula memberi komentar di blogku, walaupun ia nggak punya blog, sebagai tanda penyesalan karena telah mengkritikku secara pedas seminggu sebelumnya! Aduh terharu juga aku! :mrgreen:

Nah, sebagai tanda terima kasihku yang ikhlas karena belum bisa membalas membeli buku2 yang mahal karena lagi bokek, :mrgreen: maka untuk postingan kali ini dan postingan berikutnya akan saya bahas mengenai isi kedua buku tersebut. Tadinya saya juga ingin membahas tentang VCD Cap Go Meh-nya, tetapi setelah difikir2 kok lebih baik kalau ingin tahu langsung melihat VCD-nya aja, bagus kok! O iya, postingan ini ikhlas keluar dari dalam hati saya dan bukan kemauan para donatur yang sangat budiman tersebut! :mrgreen:

Ok buku pertama yang saya bahas kali ini adalah Geographica World Atlas & Encyclopedia, dari judulnya saja kita sudah mengetahui bahwa isinya adalah segala hal yang menyangkut geografi. Buku ini tentu saja sangat keren abis, berisi informasi2 yang luas dan terkini mengenai ilmu Geografi lengkap dengan atlas2 komprehensif dan mendetail dari seluruh bagian bumi yang ada. Dicetak di atas kertas berkualitas premium dan seluruh bukunya full-colour dengan foto2 dan gambar2 serta ilustrasi grafis yang menawan!

Sebenarnya saya sudah lama tidak belajar Geografi, walaupun saya mempunyai beberapa buku Geografi yang sudah sedikit outdated, namun bukan berarti bidang ini tidak menarik. Justru sebaliknya, dari buku Geographica ini, mata saya dibuka lebar2 bahwa ilmu Geografi kini sudah sangat berkembang dan juga menyinggung berbagai ilmu lainnya seperti: Geologi, Astronomi, Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Statistika dan sebagainya. Yang saya suka dari buku tersebut adalah walaupun otak kita belajar pada saat membacanya namun mata kita juga dimanja oleh foto2 yang indah dan ilustrasi grafis yang bagus, khas buku2 nonfiksi terbitan luar planet negeri (baca: Amerika Serikat/Inggris). Itu belum termasuk indeks yang komprehensif (yang jarang saya temui di buku2 Indonesia yang bikinnya suka asal2an) yang sangat memudahkan saya menemukan topik yang akan dibaca kembali.

Buku ini dibagi ke dalam 4 bagian. Namun yang akan saya singgung di sini hanya 3 bagian saja karena bagian keempat merupakan indeks buku. Bagian Pertama membahas masalah planet Bumi secara fisik. Di sini diceritakan Bumi yang bagian (kecil sekali) daripada alam semesta. Dalam bagian ini juga diceritakan ringkas dimulai dari alam semesta yang maha luas itu sendiri hingga menyempit menjadi galaksi, tata surya, bintang2 dan planet2 hingga berakhir terfokus pada pembentukan planet Bumi dan sejarah pembentukannya mulai dari evolusi bumi, terbentuknya makhluk2 hidup di permukaan bumi, kekayaan2 alam di permukaan Bumi hingga terakhir adalah eksploitasi manusia atas planet bumi dan kekayaan2 alamnya demi kesejahteraan umat manusia. Semuanya diceritakan dengan teratur dan sangat sistematis.

Bagian Kedua menceritakan Manusia dan Masyarakat (People and Society), bagian inilah yang menurut saya paling menarik. Bagian ini menggambarkan sedikit banyak aktivitas2 manusia yang mengubah wajah planet ini. Di sini dipaparkan mulai dari evolusi manusia hingga kegiatan2 manusia di era modern ini seperti globalisasi, efek2 positif dan negatifnya, serta e-commerce. Juga di bagian ini diceritakan migrasi manusia, pertanian yang termasuk kegiatan yang pertama kali dilakukan manusia beradab, juga agama2 dan penyebarannya, perkembangan kerajaan2 dan kekaisaran2 kuno yang di mulai dari negara yang cuma sebesar kota hingga menjadi kekaisaran yang sangat kuat dan luas seperti Romawi, dsb. Banyak sekali sebenarnya hal-hal menarik dalam buku tersebut yang tentu saja tidak cukup hanya dibuat dalam satu postingan saja. Mungkin dalam kesempatan yang akan datang, saya akan kembali mengambil topik2 dari bagian buku ini dengan lebih (sangat) mendetail.

Bagian Ketiga mendeskripsikan daerah-daerah di seluruh dunia hingga dijelaskan sampai per negara lengkap dengan tabel fakta aktual dari setiap negara. Bagian ini juga dilengkapi dengan peta2 yang cukup komprehensif dari negara2 tersebut hingga negara2 yang sangat kecil yang mungkin belum pernah kita dengar seperti Aruba (di Karibia), Republik Palau (di Lautan Pasifik), ataupun Cape Verde Islands (di Lautan Atlantik dekat benua Afrika), dan lain-lain. Dan hebatnya lagi terdapat juga banyak deskripsi mengenai daerah2 kolonial yang sampai hari ini belum merdeka dengan peta2nya yang cukup detail seperti Wallis & Futuna (koloni Perancis), Polynesia Perancis (koloni Perancis) yang salah satu pulaunya, Tahiti, adalah daerah pariwisata yang sangat terkenal yang menyaingi keindahan pantai2 Hawaii dan Bali, Kepulauan Midway (milik AS) yang terkenal dengan sejarah pertempuran antara AS dan Jepang pada Perang Dunia II, Kepulauan Falklands atau Malvinas (milik Inggris) yang menjadi ajang pertempuran antara Inggris dan Argentina di tahun 1982 lalu, dan masih banyak lagi daerah2 kolonial yang dideskripsikan yang mungkin jarang kita temukan di buku2 Geografi biasa (apalagi buku2 Geografi terbitan Indonesia….!). Juga dari buku ini saya baru sadar bahwa bekas Yugoslavia telah terpecah menjadi negara2 yang sangat kecil sekali. Terakhir yang saya tahu, Serbia, Macedonia dan Montenegro masih menjadi satu, namun kini mereka semua telah benar2 terpisah alias bubar dan menjadi negara2 merdeka tersendiri. Walaupun Serbia kini negara kecil dengan penduduk hanya 9,5 juta jiwa, namun prestasinya lebih mendunia dibandingkan Indonesia yang besar dan berpenduduk 220 juta, minimal dalam olahraga, Serbia kini banyak menghasilkan petenis2 tingkat dunia, dan prestasi sepakbola mereka tetap disegani di daratan Eropa, bahkan dunia! Bandingkan dengan prestasi olahraga kita! Hehehe……..

Pendek kata, banyak sekali sebenarnya hal2 menarik mengenai Geografi yang bisa kita ceritakan dari buku ini. Mungkin nanti saya akan kembali dengan sebuah topik dari buku ini dengan lebih mendetail. Sebagai akhirul kata, sekali lagi saya ucapkan terima kasih sedalam2nya kepada rekan blogger yang telah dengan ikhlas menghadiahi saya dengan buku yang sangat indah ini……… :)

Emansipasi Wanita: Maunya Yang Enak-Enak Saja??

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Minggu, 9 Maret 2008 at 5:00 am

Women's LibMelihat beberapa reaksi dari para pembaca di postingan saya terdahulu, terutama reaksi dari Mbak Yoga yang menarik dan aneh, yang mempertanyakan kenapa “korban” saya semuanya wanita, menuntun saya untuk membuat postingan ini. Mengapa menarik? Ya, menarik karena komentar2 tersebut (termasuk komentarnya Mbak Yoga) menurut saya terkait dengan masalah emansipasi atau persamaan hak para wanita. Dan mengapa aneh?? Ya, aneh karena saya yang sudah terbiasa “mempraktekan” persamaan hak antara pria dan wanita di manapun saya berada merasa “aneh” dan “lucu” mendengar komentar tersebut, ternyata ada juga kaum wanita sendiri (tentunya bukan mbak Yoga saja sendiri hehehe…..) yang masih “berusaha mendiskriminasikan” antara pria dan wanita walaupun mungkin mbak Yoga (dan juga yang lainnya tentu saja) tidak sengaja atau lebih tepatnya tidak sadar mempertanyakan hal tersebut, namun dengan mempertanyakan hal tersebut   secara tidak langsung mereka telah mendiferensiasikan posisi kaum wanita dari kaum pria.

Namun tentu mbak Yoga tidak sepenuhnya bisa disalahkan karena memang tidak ada manusia yang sempurna yang konsistennya luar biasa 100% karena sayapun sebagai manusia juga seringkali melakukan ketidakkonsistenan seperti yang dimuat  dalam tulisan saya sebelumnya. Dan postingan ini tidak untuk membahas Mbak Yoga dengan komennya ataupun masalah ketidakkonsistenan, namun postingan ini akan membahas masalah emansipasi kaum wanita. Mari, tanpa bertele-tele, kita bahas topik tersebut.

Kata emansipasi ataupun persamaan derajad kaum wanita telah sering kita dengar saat ini. Mulai kita SD, pelajaran sejarah mengenai tokoh pahlawan wanita kita di abad ke-19, RA Kartini, kita telah dicekoki dengan kata-kata “emansipasi kaum wanita”. Saya tidak akan bertele-tele dengan definisi emansipasi ataupun sejarah persamaan derajad kaum wanita di berbagai belahan bumi, namun saya akan langsung melempar opini saya untuk direnungkan dan didiskusikan.

Berbeda dari tananan masyarakat kita di awal abad ke-19, yang masih menempatkan wanita sebagai warga kelas dua, wanita saat ini, termasuk di negeri kita, sudah banyak menempati posisi2 penting dan tinggi dan tidak jarang pula banyak wanita yang sudah menjadi pemimpin, dari pemimpin negara hingga pemimpin organisasi yang kecil. Orang bilang, sudah tidak zamannya lagi kini menghalang2i wanita untuk maju ke puncak karier. Namun betulkah emansipasi wanita telah menuju “arah yang benar”?? Ternyata tidak sepenuhnya benar (yang berarti juga tidak sepenuhnya salah), karena banyak juga ternyata wanita sendiri yang tidak secara sadar membedakan kaumnya sendiri. Memang benar, dalam hal-hal yang enak, empuk dan basah karena duit kalau wanita didiskriminasikan, wanita akan berteriak lantang: “Jangan Ada Diskriminasi!!”. Namun coba ada pekerjaan yang “tidak enak”, wanita akan cuek bebek dan diam saja. Tidak percaya?? Coba saja ada pekerjaan yang berat sedikit wanita akan berteriak: “ah, itu kan pekerjaan laki2!!” atau ada pekerjaan yang kotor2 sedikit seperti di parit2 dan selokan2 dengan entengnya para wanita (walau mungkin tidak semua) akan berkoar: “ah, pekerjaan seperti itu kan pantasnya dikerjakan oleh laki2!!” atau bahkan pekerjaan ringan seperti mengusir tikus di dalam rumah: “Ayo dong Laki2, usir dong itu tikus, moso perempuan sih yang harus ngusir!”, padahal laki2 banyak juga yang takut geli sama tikus, termasuk saya….hihihihi….. Nah, pokoknya kalau ada pekerjaan yang nggak enak dan yang nggak berupah, perempuan banyak yang cuek dan menempatkan pekerjaan yang nggak enak tersebut pada pundak laki2!

Wanita memang diciptakan tidak untuk menyaingi pria **halaah** terutama dalam tenaga fisik, sudah kodratnya wanita rata2 diciptakan lebih lemah daripada pria secara fisik, itu betul, untuk pekerjaan atau aktivitas yang sangat menguras kekuatan fisik yang ekstrim tentu wanita tidak bisa diandalkan sepantasnya memang tidak mengerjakan pekerjaan itu, apalagi kalau wanita tersebut hamil secara fisiologis juga sudah berbeda, jadinya memang wanita tidak perlu mengerjakan atau beraktivitas yang sangat berat apalagi sampai membahayakan jiwanya dan jiwa anak yang dikandungnya.

Namun tentu hal tersebut tidak berlaku bagi wanita yang tidak hamil, apalagi kalau pekerjaan itu “cuma” pekerjaan kotor2an seperti membersihkan parit, mencangkul, mencuci mobil, naik ke atas genting membetulkan genting yang bocor dan sebagainya yang pasti juga bisa dilakukan oleh perempuan, tentu kaum wanita harus mau mengerjakannya juga. Jadi emansipasi wanita bukan hanya masalah memperebutkan kursi di parlemen ataupun masalah memperebutkan posisi dirut di suatu perusahaan yang posisinya empuk tetapi juga masalah pekerjaan yang kotor2 dan berat2 sedikit. Namun juga perlu diingat, yang ditulis dalam artikel ini bukanlah berarti bahwa jikalau pria sanggup memikul beban 50 kilo maka wanita juga harus memikul beban 50 kilo, bukan begitu maksud artikel ini, maksud artikel ini adalah mengajak wanita untuk merubah pandangan mengenai emansipasi bahwasannya emansipasi itu bukan hanya masalah yang enak2 dan empuk2 saja tetapi juga harus mencakup masalah yang tidak enak dan juga yang tidak empuk.

O iya, di suatu percakapan (chatting) di dunia maya tentang poligami (nah, untuk paragraf ini bagi yang non-Muslim atau bagi mereka yang tidak setuju 100% poligami dengan alasan apapun juga dapat dilewati :mrgreen: ), ada beberapa perempuan yang sama sekali menolak poligami walaupun itu diperbolehkan dalam Al-Quran. Tapi jangan salah lho, saya sebenarnya adalah orang yang sangat sangat sangat tidak menganjurkan poligami yang semata-mata hanya berdasarkan hawa nafsu seks belaka. Namun intinya bukan itu dalam percakapan tersebut, intinya adalah saya tidak setuju mereka kaum wanita (yang notabene adalah wanita2 Muslimah) tersebut mentah-mentah mengecam poligami yang jelas2 diperbolehkan dalam Al-Quran, yang menurut mereka merupakan “ketidakadilan”, dengan dalih bermacam-macam mereka berusaha untuk menampik kemungkinan berpoligami tersebut. Padahal menurut saya, yang sangat percaya akan keadilan dan kemahabenaran Allah swt, bahwa peraturan dalam Al-Quran tersebut sudah sangat sempurna, hanya saja manusia hanya melihat keadilan dan “keseimbangan” tersebut dari sisi-sisi yang hanya gampang dilihat, dimengerti atau dirasakan saja, sementara keadilan dan “keseimbangan” lebih dari hanya yang bisa dilihat, dimengerti atau dirasakan saja. Saya percaya bahwa Allah swt maha adil dan maha tahu sedangkan manusia, termasuk kaum wanitanya hanya bisa sebatas  sok adil dan sok tahu! :mrgreen: Toh dalam Islam, peraturan berpoligami juga sangat ketat, salah satunya harus bertindak adil yang benar2 seadil2nya dan tidak pilih kasih barang sedikitpun, yang tentu saja sangat sulit dilakukan oleh manusia modern saat ini yang lebih mementingkan nafsu seks kepada isteri yang lebih muda. Hehehe…….

Nah, karena saya sudah capek berdebat sama mereka saya “tantang” saja mereka, kalau poligami memang merupakan ketidakadilan, ya kaum perempuan kalau mau ya silahkan saja berpoliandri, tentang dosanya ya silahkan pikul sendiri!! Hayo berani nggak?? hehehe… gitu aja kok repot! Apakah sikap yang antipoligami ini termasuk salah satu bentuk emansipasi wanita?? Bagaimana menurut anda?? Di dalam shalat juga ditegaskan yang jadi imam haruslah laki2, namun perempuan tidak pernah ribut soal keimaman dalam shalat, sebabnya enak sih jadi makmum dan nggak repot, coba kalau jadi imam dapat duit pasti deh kaum wanita yang sok modern juga akan menuntut “emansipasi” sebagai “imam” juga. Huehehehe…….

Cerita masih berlanjut, ada beberapa wanita karier yang saya temui juga merasa “bangga” karena tidak bisa memasak karena merasa sebagai wanita karier yang modern (sebenarnya apa hubungannya sih ketidakbisaan memasak dengan wanita yang berkarier??). Menurut saya ini juga sangat aneh, karena menurut saya wanita karier yang bisa memasak jauh lebih hebat dibandingkan wanita karier yang tidak bisa memasak, bukankah begitu?? Wong saya yang pria karier saja bisa masak meskipun masaknya nggak seenak chef-chef di hotel berbintang, apalagi cuma seorang wanita karier!! :mrgreen:

Namun, ehm ehm, saya juga menghimbau kepada kaum pria, sebagai bagian dari emansipasi kaum pria, agar kita seyogianya juga tidak canggung untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sering dikerjakan kaum wanita seperti memasak, mencuci piring, mengepel, menyapu (halaah itu mah pekerjaan pembokat!!  :mrgreen: ) bahkan menjahit sendiri kancing baju yang lepas atau baju yang robek, ayo kita tunjukkan bahwa kita kaum pria bisa segalanya termasuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang dilakukan oleh kaum wanita!! Nah, ini baru namanya emansipasi dua arah!! **halaah** :mrgreen:

Terkontaminasi……….!

In Iseng, Manusia, Perilaku, Serba Serbi, Uncategorized on Kamis, 6 Maret 2008 at 12:52 pm

Seorang temanku di Surabaya (yang mulai bulan depan resmi hijrah ke Bandung) yang rajin sekali memberi komentar karena nggak ada kerjaan memberikan kritikan pedas yang luar biasa kepadaku via SMS. Entah kenapa orang ini yang biasanya takut2 mengkritik orang akhir2 ini jadi mempunyai jiwa pembrontak, apa dia sudah mulai ketularan semangatku? Ah, nggak tahu deh…. Kritik apa yang disampaikannya kepadaku?

Kritik yang disampaikan adalah bahwasannya postingan2ku akhir2 ini terkontaminasi sehingga menjadi postingan2 ringan yang tak bermutu. Memang dari dulu postinganku nggak bermutu kok :P . Ia sangat kehilangan postingan2ku yang membahas ilmu pengetahuan yang dikombinasikan dengan kejadian sehari2 dan sedikit canda. Dan iapun mengeluh sekarang postingan2ku banyak sekali strikeout dan ikon smiley-nya yang menurutnya sangat mengganggunya dalam membaca. Nggak puas sampai situ, teman saya pembaca setia saya tersebut mengkritik saya pula, bahwa akhir2 ini, postingan saya berbau2 narsisis walaupun saya tidak memajang foto2 saya, juga ada beberapa komentar saya di blog2 lain yang dinilainya agak2 narsisis olehnya, padahal saya pernah menohok (bahasa apa pula ini!!) dengan keras seorang rekan blogger yang dinilai narsisis dan juga menohok dirinya agar tidak berkomentar yang berbau narsisis. Namun kini ia menilai, saya yang tidak konsisten dan mungkin itu yang kini membuatnya berani “berontak” terhadap saya lewat SMS dan lewat hape.

Buat teman saya yang sedang kecewa (dan mungkin juga kalau ada orang lain yang “kecewa” pula), saya mohon maaf dan terima kasih banyak telah diberi feedback yang sangat berharga. Saya sadar memang akhir2 ini kualitas tulisan saya tengah menurun, entah kenapa, mungkin karena saya sedikit jenuh. Mengenai postingan saya yang berbau narsisisme dan komentar2 saya yang berbau narsisisme di berbagai tempat kalau misalnya memang begitu, saya juga minta maaf. Saya toh hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, yang tak luput dari inkonsistensi. Namun mudah2an saya selalu dapat dengan berbersar hati mengakui kesalahan2 saya (termasuk mengakui secara terbuka seperti ini), dan mudah2an saya selalu dapat memperbaiki diri saya sendiri, seperti motto yang saya pegang sendiri, seseorang harus lebih baik hari ini daripada kemarin. Meskipun saya juga berprinsip bahwa kebebasan berekspresi dalam sebuah blog adalah “mutlak” milik si empunya blog, tetapi tentu ada prinsip yang lebih baik lagi, bahwasannya sebuah blog isinya harus baik dan bermanfaat.

Kepada sobat saya tersebut saya ucapkan terima kasih banyak. Dan saya akan berusaha, pada saat semangat saya sudah pulih 100% seperti sedia kala, saya akan menulis seperti dulu lagi bahkan lebih baik lagi. Btw, saya masih boleh becanda di blog kan? :mrgreen:

Anda Disindir?? Sindir Balik Dengan Kata-Kata Mereka Sendiri!!

In Iseng, Serba Serbi, Uncategorized on Senin, 3 Maret 2008 at 1:54 pm

Pernahkah anda disindir oleh seseorang?? Atau pernahkah anda “dijatuhkan” oleh seseorang?? Jangan berkecil hati dan merasa kalah duluan, anda punya banyak kesempatan untuk menjatuhkan “lawan” anda dengan kata-kata mereka sendiri. Yang anda perlukan hanyalah sedikit kreativitas dari anda. Jadi pendek kata, jangan merasa “kalah” dulu. Buatlah mereka malu dan menyesal karena telah menyindir anda! Apalagi kalau lawan anda seorang mbak2 cantik, gampang banget kok menjatuhkan balik mereka!! Huehehehe…. sorry it is not a case of sexism!! :mrgreen:

Berikut ini adalah tiga buah peristiwa yang betul2 saya alami (dari sekian banyaknya tentu saja!),  mudah2an dapat diambil hikmahnya kreativiasnya!! Kalau anda punya pengalaman serupa silahkan anda memperkaya artikel ini lewat mimbar komentar di bawah artikel ini….. :mrgreen:

Kasus 1:

Saya ingin membeli hape seken di BEC Bandung beberapa bulan yang lalu untuk keponakan saya. Maklum karena nggak mampu beli yang baru atau karena pelit ya?? :mrgreen:  terpaksa deh beli yang seken. Walaupun begitu saya ingin sekali membeli seken yang masih mulus.

Saya: Mbak ada SE M600i yang seken nggak??

Si Mbak: Ada pak. Ini dia……

Saya : Wah mbak ini sih udah nggak mulus lagi, ada yang masih mulus nggak??

Si Mbak: Wah pak, kalau mau beli yang mulus, ya beli dong yang baru, jangan yang seken! <——– berusaha menyindirku!!

Saya: Wah mbak, kalau saya mau beli yang baru, saya gengsi dong beli di toko kayak begini!! <—– Huehehehe…. saya “jatuh”kan si mbak dengan kata2nya sendiri!!

Si Mbak: **diam seribu bahasa sambil menahan malu**

Kasus 2:

Saya tengah membeli teh botol juga di BEC Bandung, tetapi kejadiannya sudah cukup lama, setelah saya habis mengkonsumsi teh botol tersebut:

Saya: Berapa mbak??

Si Mbak: Rp. 2500,-

Saya : Ini mbak. (Sambil menyodorkan uang Rp. 5000,-)

Si Mbak: Pak, yang Rp. 500,- nggak ada kembaliannya! (sambil menyodorkan uang Rp.2000,- kembalian kepadaku!)

Saya: Lho, mbak, katanya Rp. 2500,- kok kembaliannya cuma Rp. 2000,-??

Si Mbak: Saya nggak punya 500an pak!

Saya: Lho?? Kok begitu mbak?? Bukan tadi katanya harganya Rp. 2500,-

Si Mbak: Ah pak, moso Rp. 500,- aja diributin sih?? Malu dong pak cuma uang sebesar itu aja diributin?? <——– berusaha menyindirku!!

Saya: Lho, kalau mbak bilang begitu, kasih dong kembaliannya Rp. 3000,-!! Jangan Rp. 2000,-!!  Kan, mbak sendiri yang bilang buat apa Rp. 500,- diributin?? <——- Si mbak2 aku “jatuhkan” dengan kata2nya sendiri!! Hehehehe…….

Si Mbak: **bersungut2 sambil menahan malu dan membayarkan Rp. 1000,- kekurangan kembaliannya kepadaku**

Kasus 3:

Saya membeli sebuah GPS receiver tahun 2004 lalu, karena belum pernah membeli GPS (Global Positioning System) receiver sebelumnya, saya membeli model yang paling murah simpel dahulu agar bisa membiasakannya dulu sebelum membeli yang lebih canggih. Saya membeli yang merk GARMIN di Plaza Ahmad Yani Bandung. Namun sebulan kemudian receiver itu rusak dan tidak bisa menerima sinyal sama sekali dari satelit2 GPS yang mengudara bebas di luar angkasa. Karena rusak, GPS receiver itu saya bawa kembali ke toko untuk direparasi:

Saya: Mbak, GPS receivernya rusak, nggak bisa menerima sinyal, kok baru sebulan sudah rusak ya, mbak??

Si Mbak: Mungkin bapak belinya yang model murah jadinya cepat rusak. Coba bapak beli yang model agak mahal pasti awet deh. <—— berusaha menyindirku!!

Saya : Wah, mbak yang model murah aja udah rusak, mungkin yang model mahal juga sama aja cepat rusak, mahalnya cuma fitur2nya aja yang lengkap, atau mungkin barang2 yang dijual di toko ini yang nggak bermutu ya?? <—— Huehehehe…. ku”jatuhkan” si mbak dengan kata2nya sendiri!!

Si Mbak : **malu berat sambil bersungut2** 

Nah, begitulah….. jikalau anda disindir, kreatiflah untuk menjatuhkan kembali mereka yang telah menyindir anda dengan kata2 mereka sendiri!! Selamat beraksi dan berkreativitas!! :mrgreen: