Seorang temanku di Surabaya (yang mulai bulan depan resmi hijrah ke Bandung) yang rajin sekali memberi komentar karena nggak ada kerjaan memberikan kritikan pedas yang luar biasa kepadaku via SMS. Entah kenapa orang ini yang biasanya takut2 mengkritik orang akhir2 ini jadi mempunyai jiwa pembrontak, apa dia sudah mulai ketularan semangatku? Ah, nggak tahu deh…. Kritik apa yang disampaikannya kepadaku?
Kritik yang disampaikan adalah bahwasannya postingan2ku akhir2 ini terkontaminasi sehingga menjadi postingan2 ringan yang tak bermutu. Memang dari dulu postinganku nggak bermutu kok . Ia sangat kehilangan postingan2ku yang membahas ilmu pengetahuan yang dikombinasikan dengan kejadian sehari2 dan sedikit canda. Dan iapun mengeluh sekarang postingan2ku banyak sekali strikeout dan ikon smiley-nya yang menurutnya sangat mengganggunya dalam membaca. Nggak puas sampai situ, teman saya pembaca setia saya tersebut mengkritik saya pula, bahwa akhir2 ini, postingan saya berbau2 narsisis walaupun saya tidak memajang foto2 saya, juga ada beberapa komentar saya di blog2 lain yang dinilainya agak2 narsisis olehnya, padahal saya pernah menohok (bahasa apa pula ini!!) dengan keras seorang rekan blogger yang dinilai narsisis dan juga menohok dirinya agar tidak berkomentar yang berbau narsisis. Namun kini ia menilai, saya yang tidak konsisten
dan mungkin itu yang kini membuatnya berani “berontak” terhadap saya lewat SMS dan lewat hape.
Buat teman saya yang sedang kecewa (dan mungkin juga kalau ada orang lain yang “kecewa” pula), saya mohon maaf dan terima kasih banyak telah diberi feedback yang sangat berharga. Saya sadar memang akhir2 ini kualitas tulisan saya tengah menurun, entah kenapa, mungkin karena saya sedikit jenuh. Mengenai postingan saya yang berbau narsisisme dan komentar2 saya yang berbau narsisisme di berbagai tempat kalau misalnya memang begitu, saya juga minta maaf. Saya toh hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, yang tak luput dari inkonsistensi. Namun mudah2an saya selalu dapat dengan berbersar hati mengakui kesalahan2 saya (termasuk mengakui secara terbuka seperti ini), dan mudah2an saya selalu dapat memperbaiki diri saya sendiri, seperti motto yang saya pegang sendiri, seseorang harus lebih baik hari ini daripada kemarin. Meskipun saya juga berprinsip bahwa kebebasan berekspresi dalam sebuah blog adalah “mutlak” milik si empunya blog, tetapi tentu ada prinsip yang lebih baik lagi, bahwasannya sebuah blog isinya harus baik dan bermanfaat.
Kepada sobat saya tersebut saya ucapkan terima kasih banyak. Dan saya akan berusaha, pada saat semangat saya sudah pulih 100% seperti sedia kala, saya akan menulis seperti dulu lagi bahkan lebih baik lagi. Btw, saya masih boleh becanda di blog kan?








kalo saya, sepenuhnya yang mengatur apa yang hendak dan tidak saya tulis di blog. sepenuhnya tanggungjawab saya. dan nggak begitu suka jika harus ada aturan dari orang lain. suka baca, tidak suka tidak usah. heheā¦
Komentar oleh isnuansa — Kamis, 6 Maret 2008 @ 2:44 pm |
Kang yari NK, kadang memang sulit kok untuk selalu pada pakem yang kita inginkan. Apalagi lama-lama juga jenuh….atau memang manusia bersifat bosan ya kalau hanya itu-itu aja?
Sayapun merasa kualitas tulisan saya hanya yang ringan-ringan aja. Karena saya sendiri mengalami, saya ga heran kang Yari juga mengalami hal ini…sama juga pak BR yang akhirnya juga dikritik orang.
Kembali lagi pada diri sendiri kita sendiri, apa tema blog kita…apakah memang kita secara tersirat dan tersurat membatasi isi blog agar fokus? …Kalau saya sih, dinikmati aja….seperti kata mbak Isnuansa di atas.
Komentar oleh Edratna — Kamis, 6 Maret 2008 @ 2:53 pm |
berarti Pak Yari punya standar yang bagus,
analoginya begini,
andaikan real madrid hanya mampu menempati posisi 4 di klasemen di liga spanyol, pasti akan dicemooh,,
tetapi kalau getafe mampu menembus peringkat 4 pasti dipuji2,,
kritik yang diberikan oleh teman bapak adalah kritik yang membangun,,
jadi, terlepas bapak sudah jenuh atau belum, kritiknya harus ditanggapi.
nah, bila tidak setuju dengan kritiknya, tinggal abaikan saja, betul kan pak?
Komentar oleh atmo4th — Kamis, 6 Maret 2008 @ 3:10 pm |
setuju dengan mba isnuansa
Komentar oleh ridu — Kamis, 6 Maret 2008 @ 3:30 pm |
masukan dari orang lain, menurut hemat saya perlu dijadikan masukan, bung yari. meski demikian, bung yari juga punya hak untuk menafikannya, kok. toh blog ini juga murni milik pribadi bung yari. kalau saya malah suka postingan yang bervariasi. kadang2 serius, kadang juga santai. tujuannya? *halah* jujur saja, pembaca, termasuk saya, akan jenuh juga sih kalau disodori postingan yang serius mlulu.
Komentar oleh Sawali Tuhusetya — Kamis, 6 Maret 2008 @ 3:35 pm |
Haiyah, apa tanda-tanda saya yang ndak bahas agama lagi, tapi balik ke habitat saya sebagai anak HI yang bahas isu internasional bisa dikatakan membaik ya?
Ah, blog aing kumaha aing.
Komentar oleh Effendi — Kamis, 6 Maret 2008 @ 5:11 pm |
Sang teman yang mengkritik tumbe nih belum kasih komentar, biasanya rajin… wakakakakakakak…
Emang sih narsisme dalam tulisan terkadang sukar dihindari. Dan inkonsistensi terkadang juga hinggap pada seseorang yang bisa dibilang konsisten.
Komentar oleh mathematicse — Kamis, 6 Maret 2008 @ 6:36 pm |
Maaf kurang ketik.
Terketik “tumbe” harusnya “tumben”.
Komentar oleh mathematicse — Kamis, 6 Maret 2008 @ 6:37 pm |
Sepertinya saya tahu siapa yang dimaksud
Saya cuma mau meng-amin-i komentarnya Math.
Komentar oleh Agoy — Kamis, 6 Maret 2008 @ 7:09 pm |
ha ha ha… masih syukur sampeyan masih ada yang mau ngomen… kalo saya dah ditinggal komentator babar blas!!! tapi, asalkan saya masih menikmati postingan saya sendiri, mau gak ada komentar sama sekalipun gak gitu masyalah…
Komentar oleh khofia — Kamis, 6 Maret 2008 @ 7:19 pm |
Saya sih milih bebas saja Pak … kalai lagi mau serius amat, seriuslah, mau becanda ya bencada, mau yang saintifik tulis saja, mau ya … suka-suka. Menulis itu kan juga proses … dan dari dalam diri kita. Lainnya … sekadar jadi pertimbangan yang akan ditentukan oleh ‘diri’. Begitu saja kog repot.
Kalau saya sih menikmati saja apa sajian Kang yari. Kalau ngak, ngapain bela-belain mamir kesini. Saya pecandu blog Sampeyan.
Komentar oleh Ersis W. Abbas — Kamis, 6 Maret 2008 @ 9:06 pm |
Pak saya tidak menilai sebuah blog dari tulisan mutu atau tidak mutunya loh pak.
Yang jelas komunikasi jalan terus, itulah indahnya silaturahim
Komentar oleh aRuL — Jumat, 7 Maret 2008 @ 12:45 am |
@isnuansa
Tapi tak ada salahnya kan mendengarkan usulan yang baik2?? Hehehe…..
@edratna
Iya nih bu….. sepertinya saya memang “ditakdirkan” untuk menulis yang bervariasi seperti sebuah spektrum warna agar tidak jenuh.
@atmo4th
Waduh…. terims nih…. tetapi sepertinya tulisan saya belum sekelas Barcelona dalam sepakbola hehehe….
Tapi iya betul…. kalau tidak setuju dengan kritiknya akan saya abaikan kritiknya… tetapi saya akan selalu berusaha untuk tidak mengabaikan kritik2 yang baik….
@ridu
Kalo gitu jawabannya sama deh sama yg buat mbak isnuansa hehehe…
@Sawali Tuhusetya
Kalo becanda terus jenuh nggak pak?
@Effendi
Kalau orang yang senang dengan agama maka blog anda akan dikatakan sebagai memburuk namun dari sudut pandang orang2 yang senang politik atau hubungan internasional nampaknya pasti blog anda akan dipandang membaik….
@mathematicse
Sang temen lagi “menyesal” telah “memarahi” aku… wakakakak….. nggak deh, kayaknya dia lagi sibuk siap2 mau pindahan…..
Iya sih…. emang terkadang lebih enak atau gampang ngomong daripada melakukan sesuatu yang konsisten…. yah namanya juga manusia….
@Agoy
Kalau udah tahu diem2 aja ya mbak
Tapi amini juga dong biar saya jadi orang yang lebih baik tiap hari…. hehehe…..
@khofia
Wah…. rupanya anda juga termasuk orang yang senang ‘berfantasi’ dengan diri sendiri juga ya?? Hehehe…. tapi nggak tahu deh apakah itu termasuk narsisisme atau nggak?
@Ersis W. Abbas
Terima kasih pak Ersis atas komennya yang menyejukkan, walaupun ada perbedaan sedikit menurut pandangan saya. Kalau saya memandang sesuatu berusaha untuk tidak terlalu repot2, seperti kata pak Ersis, tetapi juga jangan terlalu disepelekan. Karena kalau kita takabur atau terlalu memanggap enteng (istilahnya “kok gitu aja kok repot”!) seringkali hasilnya tidak baik.
Seperti orang yang mempopulerkan istilah “gitu aja kok repot”, yang akhirnya kedudukannya berakhir secara tragis dan justru merepotkannya!@aRuL
Tentu Rul, komunikasi harus jalan karena itu merupakan dasar spirit atau semangat dunia blogging, tapi kualitas (nilai tambah) seyogianya harus juga diperhatikan, ibarat membeli handphone orang kini banyak membeli handphone yang nggak hanya bisa sekedar berkomunikasi tetapi juga yang ada nilai tambahnya seperti ada kamera dan multimedianya, dan juga tulisan kita sedikit banyak mencerminkan pribadi atau kualitas kita…. betul nggak?
Komentar oleh Yari NK — Jumat, 7 Maret 2008 @ 7:05 am |
yang penting nge blog lah…hihihi
Komentar oleh cempluk — Jumat, 7 Maret 2008 @ 8:05 am |
[...] tersebut diberitakan kayak gitu pasti nggak mau khan…begitulah kalau orang yang otaknya udah terkontaminasi virus lendir…suka [...]
Ping balik oleh Agni Pratista Nggak Pernah Foto Mesum « Goyangan’s Weblog — Jumat, 7 Maret 2008 @ 11:21 am |
blogger juga manusia..
*nyanyi*
Komentar oleh hanggadamai — Jumat, 7 Maret 2008 @ 2:04 pm |
ada kalanya ide naik turun, dan memang tak mudah menuliskannya dalam bahasa tulisan, meskipun ada seorang teman yang mengatakan.. ide itu berterbangan di udara, tinggal bagaimana kita menangkapnya.
sampai saat inipun saya belum bisa sepaham dengan saran teman saya itu
Komentar oleh peyek — Jumat, 7 Maret 2008 @ 2:27 pm |
Hal yang sama pasti pernah dialami oleh para blogger dimana terkadang kita sendiri merasa bosan dan ingin mencoba keluar dari pakemnya, dan terkadang hal tersebut yang sangat susah untuk di terima oleh para pembaca, apalagi orang sekelas bapak yang seleb dan memiliki penggemar tersendiri , tapi biar bagaimana pun , hayoo semangattttttttttt
Komentar oleh Landy — Jumat, 7 Maret 2008 @ 5:14 pm |
bagaimanapun isi blog bapak *becanda ato serius* ita tetap setia mampir kesini *anak berbakti mode on*
kalo ita posting blog, ngalir aja. terkadang emang merasa narsis bahkan gak bermutu utk di publish tapi tetep pengen masukin ke blog sbg catatan perjalanan kehidupan *ngeles mode on*
keep blogging, pak. cayoooo!!
Komentar oleh eNPe — Jumat, 7 Maret 2008 @ 6:09 pm |
Blog sesungguhnya buku harian. Apa pun isinya adalah standar penulis bukunya. Isinya pun warna-warna. Nadanya sangat situasional. Jadi, jika dalam pengamatan teman sampeyan, ada penurunan kualitas tulisan pada blog sampeyan, aku pikir ya jangan terlalu dianggap serius. Blog bukan sebuah jurnal ilmiah. Jadi, easy listening sajalah. Bobotnya bukan urusan penulis blog. Urusan penulis adalah menulis.
Tabik!
Komentar oleh Zul ... — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 12:55 am |
@cempluk
mangan ora mangan yang penting ngeblog ya?? Hihihi…
@hanggadamai
tutup hidung mendengar hanggadamai nyanyi….
@peyek
Iya mas Peyek…. nyatanya ide yang berterbangan itu ternyata tetap saja tidak mudah ditangkap. Saya juga mencoba mencarinya di air tapi juga nggak tertangkap sama sekali!!
**ditimpuk
peyeksepatu**@landy
Ya… untung judul blog saya Spektrum Pemikiranku jadinya sebenarnya biar “keluar pakem” sebenarnya tidak apa2, karena maksud saya memberikan judul Spektrum Pemikiranku tersebut adalah sebagai variasi yang ada dalam pikiranku yang tentu saja dituangkan dalam blog ini……
@eNPe
Wah…. kalau menceritakan pengalaman yang ada manfaat atau menceritakan prestasi yang bersih tanpa KKN, ya itu malah bagus kan??
@Zul
Ya…. terkadang memang sulit ya….. mempertahankan “mutu” sebuah blog apalagi kalau fikiran lagi jenuh…. memang betul sih isi blog merupakan hak keseluruhan daripada si empunya blog, tetapi juga isi blog juga sedikit banyak mencerminkan “karakter” dan “kualitas” si empunya blog juga, apakah si empunya berbobot atau tidak, dewasa atau tidak, berfikiran simpel atau tidak, dan lain-lain karena blog kita memang dibaca oleh publik, untuk itu kitapun sebaiknya menjaga isi blog kita juga agar tidak terlalu asal aja, apalagi blog yang tidak anonim….
Komentar oleh Yari NK — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 6:29 am |
Memang ga mudah mempertahankan mutu blog kita. Perlu kekuatan extra untuk itu… Kalau mutunya menurun, ntar dapet protes dari para penggemar kita. Saya pun mengalami hal itu. Wakakakakakak… (emang punya penggemar ya?)
___________________________________
Yari NK replies:
Tapi biar diprotes pede aja lageeee hehehehe….
Kalau saya sih emang punya banyak fans, baik yang terus terang, yang malu2, yang jaga gengsi bahkan ada juga yang malu2in wakakakakak…..
Komentar oleh mathematicse — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 6:45 am |
nah ini baru keren, kayaknya pak Budi R harus nyontoh pak Yari nih… Bravo… bagi saya sih postingan pak Yari masih Ok, kadang saya agak jenuh dengan bau bau science…. banyak penyegaran di tempak pak Yari..
Yuu
____________________________________
Yari NK replies:
Hehehe…. wah terima kasih nih atas pujiannya, yang jelas saya akan berusaha untuk tetap ngeblog walaupun agak2 jenuh juga.
Komentar oleh Raffaell — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 11:45 am |
Kang .. teman akang pasti salah deh bilang akang narsis. Seharusnya kan saya kang
.. keliru tuh. Oya, yang pasti tidak terkontaminasi kuman yang ada di susu itu kan Kang??
_______________________________________________
Yari NK replies:
Bukan…..
tapi terkontaminasi kuman narsisimenya mas Eby!Komentar oleh erander — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 12:41 pm |
Apapun yang ditulis aku selalu suka membacanya. hehe… tulisannya belakangan ini ringan tapi gurih. Btw… aku juga rindu tulisan Kang seputar pengetahuan. maklumlah, aku sudah belajar banyak dari blog ini, lho.
_______________________________________
Yari NK replies:
Wah, terima kasih banyak ya mbak, saya juga banyak belajar mengapresiasi puisi dan juga belajar menyelami keindahan yang terkandung di dalamnya, wah pokoknya sip punya deh!
Komentar oleh hanna — Sabtu, 8 Maret 2008 @ 5:40 pm |