Negara-Negara Timur Tengah Lebih Makmur Tapi Masyarakatnya “Kurang Terpelajar”??

Perhatian:

Artikel ini semata-mata ditujukan untuk bahan renungan dan diskusi semata, tidak ada maksud untuk menjelek2an sebuah ras atau bangsa lewat blog ini. Ini tidak ada sangkut pautnya dengan agama ataupun politik. Kedewasaan wawasan pembaca sangat dianjurkan!

_____________________________________________

Sebenarnya hari ini aku ingin membahas sebuah buku “Forensic Accounting” yang dihadiahi oleh seorang temanku yang baik hati. Namun kemarin malam ketika aku masih “terpesona” dengan gambar2 yang ada di buku Geographica World Atlas & Encyclopedia tiba-tiba mataku tertuju pada beberapa buah tabel fakta mengenai data-data kuantitatif dari masing-masing negara yang menuntunku pada sebuah topik di artikel ini yang menurutku sangat menarik untuk didiskusikan. Untuk itu, agar topik ini tidak kelupaan, saya akan menuliskannya hari ini dan topik mengenai “Forensic Accounting” ditunda sampai 3 hari ke depan.

Topik “menarik” apa yang saya temukan?? Untuk itu sebelumnya lihat tabel berikut ini yang saya petik dari buku Geographica tersebut:

Tingkat Melek Huruf  Beberapa Negara-Negara Arab vs  Beberapa Negara ASEAN:

Negara Pendapatan Nasional Kotor /Gross National Income Tingkat Melek Huruf
Saudi Arabia US$ 12.464 78,8%
Uni Emirat Arab US$ 26.147 77,9%
Kuwait US$ 25.963 83,5%
Qatar US$ 32.112 82,5%
Indonesia US$ 1.420 87,9%
Malaysia US$ 5.490 88.7%
Thailand US$ 2.990 92,6%
Vietnam US$ 690 90,3%

Di sini kita melihat bahwa negara-negara Timur Tengah (Arab) yang mempunyai pendapatan per kapita (kepala/orang) jauh di atas negara2 ASEAN, namun tingkat buta hurufnya jauh lebih tinggi dibandingkan negara2 ASEAN yang pendapatan per kapitanya jauh lebih rendah! Tingkat melek huruf yang paling rendah di kalangan negara2 Timur Tengah (yang saya tidak tega untuk memuatnya :mrgreen: ) adalah Irak dengan tingkat melek huruf hanya 40,2% !! Alangkah kasihannya!! Sedangkan di antara negara2 ASEAN yang paling rendah tingkat melek hurufnya adalah Laos dengan 66,4%. Kita lihat dari tabel di atas, Vietnam dengan pendapatan per kapita hanya US$ 690 namun mempunyai tingkat melek huruf yang mengagumkan untuk kelas negara2 berkembang yaitu lebih dari 90%! Bandingkan dengan Qatar yang mempunyai pendapatan per kapita lebih dari US$ 30.000 tapi tingkat melek hurufnya hanya 82,5%!

Fenomena apakah ini?? Kenapa negara2 Timur Tengah (saya ganti istilah negara2 Arab dengan istilah Timur Tengah agar nggak terkesan SARA :mrgreen: ) yang notabene jauh lebih makmur tetapi tidak begitu berhasil dalam “mengedukasi” penduduknya?? Yang saya ketahui konon katanya banyak fasilitas2 pendidikan yang berkelas dunia tapi kenapa tetap ‘gagal’ menaikkan mutu pendidikan rakyatnya?? Apakah ini berarti kenaikan tingkat pendapatan tidak harus sejalan dengan kenaikan “mutu” sumberdaya manusia?? Atau memang kasus di Timur Tengah ini adalah anomali?? Lantas apa penyebab keanomalian ini???

Seperti kita ketahui bahwa sebagian penduduk Timur Tengah adalah bergama Islam (ah, lagi2 bawa2 agama!! :( ), namun dalam Islam sendiri sangat ditekankan untuk menjadi orang yang berilmu, ini diperkuat oleh turunnya ayat Al-Quran yang pertama adalah “Iqra!” alias bacalah! (Q.S. 96:1). Ya benar, untuk menjadi seseorang yang berilmu tentu harus pandai membaca, hampir tidak mungkin seseorang menjadi cerdas jikalau ia tidak bisa membaca kecuali mungkin adalah rasulullah yang banyak diceritakan sebagai ummi atau buta huruf.

Nah, lepas dari masalah agama apalagi politik, apakah yang menyebabkan fenomena ini semua?? Jikalau ada yang bisa menjelaskan dilihat dari masalah agama, mudah2an dapat dijelaskan dengan sangat obyektif jauh dari dugaan2 plot2 politis yang tidak jelas dan tidak obyektif! Nah, ada yang tahu tentang masalah ini? :mrgreen:

About these ads

45 responses to “Negara-Negara Timur Tengah Lebih Makmur Tapi Masyarakatnya “Kurang Terpelajar”??

  1. PerTaMaX kah?
    Padahal zaman pertengahan dulu orang arab yang paling melek,,eh sekarang malah giliran…
    Somehow orang arab ingatan/hafalannya kuat, mungkin gak perlu baca tulis juga masih bisa hidup,,apalagi kan pada kaya raya tuh,,tinggal sewa aja orang Indonesia yang pinter haha.. :D

    *sotoy mode off*

  2. Iya ironis sekali memang benar negara kaya blm tentu jd negara maju tp negara maju biasanya kaya2 dan kuat2. Negara2 arab mgkn perekonomiannya tergantung dr negara2 maju tanpa negara2 maju mereka ga punya teknologi utk menggali minyak mereka dan kebanyakan yg beli minyak2 mereka jg negara2 maju. Wah komenku jd kluar jalur hehehe

  3. Segi sosial politik ndak boleh?? 8O

    *mati aku, bidang studiku dikunci*

    Sementara menunggu izin, well… cuma ada kalimat sakti: “Kaya tidak selalu makmur” :mrgreen:

  4. justru karena makmur, mereka serbaenak hidupnya.. jadinya gak ada semangat belajar deh.. tinggal santai2 coz pekerjaan2 yg lain itu dikerjakan sama pekerja dari luar negeri..

  5. wah nggak berpendidikan aja bisa makmur beda dgn Indonesia banyak yg bergelar sarjana tapi gak makmur2 :)

  6. orang timur ga mo belajar dari sejarah.. hanya mo liat yang didepan aja :D

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah, maaf almas, komentarmu ternyata disensor oleh si Aki, entah kenapa, tapi sudah saya bebaskan tuh! hehehe……
    Nggak belajar dari sejarah?? Hmmm…. bisa jadi, tapi yang jelas mereka tidak sadar andaikan mereka pintar dan kaya minyak pasti mereka akan jauh lebih kaya dan kuat dari saat ini dan tidak jadi bulan2an negara2 barat. :D

  7. Kesadaran masyrakatnya mungkin.
    Saya tak tahu banyak tentang negara timur tengah.
    Ini cerita etnis Tionghua, contoh salah satunya, saya sendiri hanya tamatan SLTP. Saya karena faktor eknomi. Nah, teman2 kami yang kaya pun tak banyak yang hanya lulusan SD pula. Apa pasal?
    ini kisah seorang teman, katanya dana untuk menyekolahkan anaknya mendingkan dipakai untuk modal usaha. Toh, kami2 ini sekolah tinggi2 pun tak akan menjadi pejabat atau paling2 menang rapi kerja diperkantoran. Saya sendiri punya pandangan yang berbeda, hehe. Saya bisa merasakan perbedaan antara orang yang berpendidikan dengan yang tidak. Salah satunya komunikasi. Sering tidak konek karena tidak mengerti istilah atau pengetahuan yang dangkal. So, saya rasa tiap orang punya pandangan hidup dan pendapat yang berbeda. Bagi saya, ilmu itu juga tak kalah penting. Makanya belajar terus dengan banyak membaca. Salah satu sarananya ya blog ini, ni. Sekrang saya kan jadi tahu ternyata negara Timur tengah yang dikatakan makmur itu ada juga kekurangannya. hehehe. Serius deh, belajar itu menyenangkan. Terima kasih ya.

  8. saya jadi penasaran, apa ada korelasi positif antara pendapatan yang tinggi sama tingkat buta huruf yang juga tinggi? jangan2 karena sibuk atawa keasyikan nyari duit, ampe bolos sekolah tuh!

  9. Sebenarnya bangsa Timur Tengah zaman dulu adalah orang yang pintar.Buktinya mereka menemukan aljabar dan atom pada sebuah materi,dan masih banyak penemuan2 lainnya.Hadiah terbesar mereka bagi umat manusia di bumi adalah yang Mulia Nabi Muhammad SAW.
    Maybe,setelah ditemukannya minyak bumi di kawasan itu,mereka kan jadi kaya raya, so maaf “jadi aga malas belajar” soalnya semua uda pada dapat dibeli dengan hepeng alias duit.Makanya orang Inggris bilang Just Do It, orang Arab hanya ngomong Just Du It.Akibatnya ga perlu lagi memeras otak amat.Beda dengan orang Jepang yang miskin kekayaan alam, ya senang ga senang harus tiap hari pikir dan belajar,belajar dan belajar.Lagian belajar kan untuk mencapai hidup makmur,kalo udah pada makmur untuk apa belajar lagi ( mungkin ini yg mereka pikirkan ).Tolong koreksi jika ada pendapat saya yang salah ya.Terima kasih banyak.

  10. woah…
    ndak nyangka arab nomor satuh..
    kirain masih indonesia…
    hehehe…

  11. Yang bener pak , kok saya nda tau ya

  12. yang saya tau klo pengen jadi kaya ngga perlu jadi pinter dulu… contohnya orang yang mendalami ilmu tertentu untuk mendapatkan kekayaan(tentunya sudah tau dari dunia per-film-an indonesia) dan satu lagi. tak perlu menjadi pintar untuk menjadi orang yang terkenal.

  13. saya pernah disana pak, saya sebagai ‘kuli bor’ hehehe.. saya bisa ambil kesimpulan mereka memang pemalas. Jauh lebih malas dibandingkan negara kita ini yang juga dikategorikan sebagai pemalas. Sistem kesukuan yang keras dan agama islam dalam pengertian sempit juga membuat kondisi kehidupan disana seperti itu. Basicly timur tengah adalah suku2 jahiliyah dan sebenarnya sifat dasar itu tetap melekat kuat disana. Tingkat kemakmuran disana ditunjang oleh kingdom, ditambah oleh jumlah penduduk yang tak terlalu banyak jadi distribusi kesejahteraan lebih mudah dibanding disini.
    toh yang mengelola kekayaan disana juga tetap negara2 barat, hanya saja upah buruh disana jauh lebih tinggi dibandingkan disini, padahal seharusnya juga timur tengah bisa lebih kaya dari saat ini..

  14. wow..gak tau harus komen apa…
    speechless

  15. @F4154LMAN

    Biarpun hafalannya kuat, membaca tetap perlu, sekuat2nya hafalan tidak akan bisa pernah menggantikan peran membaca, lagian saya nggak yakin tuh orang2 Arab hafalannya lebih kuat dari bangsa2 lain….. nggak ada bukti kongkritnya… hehehe…..

    @AgusBin

    Pernyataan sampeyan bener bin, tapi bukan itu jawaban yg saya cari! :mrgreen:

    @Effendi

    Huehehehe…. sebenarnya bukan masalah boleh nggak boleh, tapi biasanya kalau dihubung2kan dengan politik biasanya maksa sih hehehehe… tetapi karena berhubung sampeyan ahli politik, ya boleh deh, sebagai input mungkin berharga juga! Silahkan! :D

    @ridu

    Padahal negara2 maju yang lebih makmur hidupnya juga tidak bermalas2an, karena itulah mungkin pendapatan per kapita negara2 Arab mulai “tertinggal” oleh negara2 maju. Sebagai perbandingan:

    Amerika Serikat:
    Pendapatan Nasional Kotor: US$ 44.970
    Tingkat Melek Huruf: 97%

    Jepang:
    Pendapat Nasional Kotor: US$ 38.410
    Tingkat Melek Huruf: 99%

    Jerman:
    Pendapatan Nasional Kotor: US$ 36.620
    Tingkat Melek Huruf: 99%

    Swiss:
    Pendapatan Nasional Kotor: US$ 57.230
    Tingkat Melek Huruf: 99%

    Nah, itu dia….negara2 maju yang “rajin” sudah mulai meninggalkan negara2 yang hanya mengandalkan minyak, apalagi Saudi Arabia sudah tertinggal jauh GNI-nya!

    @hanggadamai

    Bukannya justru terbalik, Indonesia saja miskin sudah lebih banyak yang pintar dari negara2 Timur Tengah, apalagi kalau Indonesia kaya ya?? Huehehe…. :mrgreen:

    @Hanna

    Mbak Hanna, menjadi pintar dan terdidik tujuan utamanya bukanlah untuk menjadi kaya atau mendapat jabatan, tetapi untuk tujuan yang jauh lebih mulia dan penting yaitu untuk perbaikan kualitas hidup umat manusia dan peradaban. Tanpa orang2 pintar (walaupun saya bukan termasuk orang pintar :mrgreen: ) mungkin kita tidak akan bisa ber-Internet, ataupun ber-SMS ria seperti sekarang. Bahkan China-pun kini sadar akan pentingnya alih teknologi, tanpa alih teknologi sulit bagi China untuk bersaing dengan AS, Eropa atau Jepang. :mrgreen:

    @khofia

    Kayaknya sih ada, cuma mungkin kasus Timur Tengah ini anomali. Kalau begitu bagaimana kalau anak2 kita disuruh bolos sekolah dan berfokus pada cari duit aja seperti orang2 Arab? :mrgreen:

    @Yung Mau Lim

    Wah saya justru setuju 1000% (bukan 100% lagi) sama mas Yung Mau, justru memang itu yang ada di benak saya, orang2 Arab memang malas setelah diketemukannya minyak bumi, mereka nggak sadar kalau perekonomian mereka “dijajah” oleh negara2 maju, seperti pada salah satu pengomentar di atas, untuk menggali minyaknya saja mereka harus dibantu negara2 maju, belum lagi yang beli juga kebanyakan negara2 maju, tanpa bantuan negara2 maju mereka mungkin bukan apa2! :(

    Btw, kok mas Yung Mau sudah lama nggak terlihat?? Ke mana aja nih?? Mudah2an mas Yung Mau dan keluarga selalu dalam keadaan sehat selalu ya.

    @Moerz

    Iya nih, padahal biasanya Indonesia dapat medali emas, kali ini negara2 Timur Tengah yang dapat medali emas! :mrgreen:

    @realylife

    Nah, sekarang jadi tahu kan?? :D

    @Malecious Genius

    Walau bagaimanapun juga, orang2 yang terkenal dan kaya pasti dia “pintar” di suatu bidang keahlian, dan pasti untuk itu juga diperlukan pengetahuan baca tulis. Mana ada sih, orang terkenal dan kaya nggak bisa baca tulis :mrgreen: Lagipula menjadi pintar itu bukan untuk semata2 menjadi kaya tetapi lebih jauh dari itu untuk perkembangan kebudayaan dan perbaikan hidup umat manusia! **halaah** :mrgreen:

    @brainstorm

    Wah, saya setuju sekali brainstorm, coba orang2 Arab (Timur Tengah) selain kaya minyak juga cerdas, wah pasti mereka bisa jauh lebih kaya dan lebih kuat lagi tentunya! Terims ya telah berbagi pengalamannya selama di Arab sana! :D

    @Javanese-script.com

    Kalau begitu reply-nya speechless juga deh! :mrgreen:

  16. hehehee… artinya: kekayaan tak berbanding lurus dgn tingkat kemelekan

  17. hmmm, bukankah Rasulullah itu sorang ummi(buta huruf)? CMIIW
    jadi buta huruf itu meneladani Rasul khan?

  18. Mwahahahahaha! Cerdas max!Cerdas!

    Balik ke semula…
    Pak yari, ini melek huruf itu melek huruf mana saja atau sensus berdasarkan Latin tok?

    Siapa tau itu arab pada melek tulisan lokal saja. :)

  19. kalo duit banyak, buat apa susah2 belajar ;)

    ntar pas minyaknya abis baru pada mampus :evil:

  20. Hmmm…

    IMO, Yg menyumbang angka buta huruf paling banyak disana pasti perempuan… :mrgreen:

    *kabur*

  21. Selamat Malam Pak!Terima kasih atas perhatiannya.Saya dan keluarga sehat2 selalu,mudah2an Bapak dan keluarga juga sehat walaifi’at.Sebenarnya selain kurang melek ilmu,apa orang2 Arab melek agama?Kadang saya berpikir mereka justru jarang menjalankan perintah agama, padahal islam kan Mutiara yang dulu diasah mereka kan?Seharusnya mereka harus lebih dapat menghargainya,faktanya justru lain.Buktinya banyak kasus perkosaan terhadap TKW Indonesia yang bekerja di negara2 Arab.Saya menghargai agama apapun juga,artinya agama Islam adalah agama yang sangat baik,tapi2 orang2 Arab sendiri yang nampaknya tidak dapat menghargai hadiah Allah yang dititipkan kepada Nabi Muhammad SAW.Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa sedih,kecewa dan sakit hati melihat orang2 Arab memperlakukan TKW kita seperti itu (maaf agak emosional).Terima kasih Pak.

  22. @rezco

    Melek apa dulu nih?? Kalau melek lawannya merem biasa sih jelas nggak ada hubungannya!! :mrgreen:

    @maxbreaker

    Tapi dalam Al-Quran diperintahkan oleh Allah untuk Iqra! Jadinya perintah Allah jauh lebih diutamakan dibandingkan “tauladan” nabi, bukan begitu? :P

    @Black_Claw

    Atau mungkin orang2 Arab malah bingung sama tulisannya sendiri huehehehe…. :D Ya nggak lah, tentu sensusnya berdasarkan huruf2 lokal dong minimal tahu 1 macam alfabet gitu. :D

    @RETORIKA

    Nah… itu dia…. sekarang saja negara2 yang masih kaya minyak saja, perekonomian mereka masih tergantung oleh negara2 maju. Sudah sedikit banyak terbukti, bahwa negara2 Timur Tengah yang “dimusuhi” oleh barat penduduknya tidak semakmur mereka yang bersahabat dengan negara2 barat. Irak GNI mereka cuma US$1.224. Suriah GNI: US$ 1.570. Libya GNI: US$4.450. Iran GNI: US$ 3.000. Catatan: Iran bukan negara Arab tetapi masuk negara Timur Tengah.

    Nah, begitulah, seharusnya negara2 Timur Tengah harus bisa mulai melepaskan diri dari cengkraman negara2 barat jadi jangan hanya difikirkan kesejahteraannya saja tapi juga kualitas sumberdaya manusianya juga.

    @jensen99

    Huehehehe….. sangat bisa jadi sekali…… :D

    @Yung Mau Lim

    Alhamdulillah saya sekeluarga dalam keadaan sehat selalu. Terims banyak ya.

    Memang benar tuh, saya sudah sangat sering mendengar cerita2 yang kurang sedap dari mereka2 yang pernah bekerja di Timur Tengah, mengenai perilaku mereka (orang2 Arab) yang ‘tidak agamis’, yang ngga perlu saya ceritakan lagi di sini, banyak sekali yang berperilaku “amoral” di sana. Yah, sudahlah, saya hanya percaya bahwa Allah maha adil terhadap semua makhluknya. Siapapun yang melakukan kejahatan atau keamoralan, kelak akan menerima ganjaranNya yang setimpal. :)

  23. Saya malah melihat data kekayaan di atas tidak mewakili kekayaan warga secara merata. Saya kira kondisi suku-suku pedalaman tidak semakmur itu, dan kelihatannya pula data buta huruf itu justru banyak menggambarkan kondisi suku-suku di pedalaman Arab. cmiiw.

    Selamat Pagi :)

  24. Saya menyimak sembari menikmati nich … Kalau komen ntar kepanjangan, kan susah. Yang penting esensinya toh sudah dihamparkan Kang Yari. Bagi saya itu cukup. Selamat menggugah pemikiran. Salam.

  25. Ok, daripada ‘ditimpuk’ ini fakta sederhana. Saya membeli buku Rasulullah lebih dari seratus, dan beberapa ratus buku perihal keagamaan (lagi gandrung, mau tobat … he he). Kebanyakan ditulis dari intelektual negara-negara Arab.

    Banyak orang Indonesia, apalagi yang bersekolah di Timur Tengah, pakar Islam; kiai kondang, penceramah handal, lulusan pendidikan keagaaman Islam —Indonesia pemeluk Islam terbesar di dunia.

    Ditambah paparan Kang Yari, … ada fakta aneh … orang-orang terpelajar Indonesia, nampaknya lebih suka menerjemahkan buku-buku dari Timur Tengah. Kenapa ya kog ngak menulis sendiri?

    Mana tahu Kang Yari yang lihai mencari informasi dan menganalisis bisa menjawabnya.

    Saya sedang memulai menulis dengan cara awam. Doain ya. Melek hurup, barangkali, tidak berhubungan dengan intelektualitas he he.

  26. Definisi melek huruf, sekedar bisa baca tulis atau tingkat pendidikan? Karena ada kemungkinan hasilnya beda.

    Saya terus terang nggak punya data, jadi mohon maaf nggak bisa menganalisanya, karena kawatir salah…

  27. Mungkin karena orang-orang Timur Tengah yang sekarang sudah kekenyangan, makanya mereka merasa ga perlu belajar…., mereka lupa kalau kekayaan alam itu bakalan habis. :D

  28. Ada banyak faktor mengapa (jika benar dan valid datanya) orang-orang Timur Tengah agak lebih rendah kemampuan baca tulisnya jika di bandingkan negara-negara di Asia. Salah satunya adalah kelebihan limpahan rahmat dan berkah dari Allah terhadap tanah mereka. kekayaan dari minyak kehidupan sosial dan ekonomi mereka terjamin. Mereka tidak perlu bekerja yang nota bene memerlukan kemampuan manajemen baca tulis. Mereka sudah mampu jadi mandor, tanpa harus menguasai itu. Sementara untuk level pekerja dan staf akhli, mereka bisa bayar berapa pun. Hal ini bukan hanya terjadi pada negara-negara semacam ini. Negara Islam yang kaya raya macam Brunei pun juga hampir sama keadaannya. Pokoknya, ada kecendrungan negera yang kaya sumber daya alamnya akan menjadi masif dan berlagak bodoh.

    Tabik!

  29. Mas Yari,

    Mohon maaf, jika komentarku di atas kurang tepat dan dapat menyinggung perasaan teman-teman dari negara tersebut. Jika menurut Mas Yari agak kurang santun, mohon di spam-kan saja. Aku setuju saja.

    Tabik!

  30. @Yoga

    Wah, andaikan memang keadaannya begitu, berarti perbedaan antara si kaya dan si miskin lebih hebat lagi dari di Indonesia dong ya?? Yang miskin2 sampai buta huruf begitu dan yang kaya2 sangat sangat sangat bermewah2, masih untung tidak terjadi keresahan sosial ya?? :D

    @Ersis W. Abbas

    Secara teoritis mungkin pengetahuan agama orang2 di Timur Tengah secara rata2 mungkin lebih baik, itulah sebabnya banyak orang2 kita masih belajar agama ke Timur Tengah, itu wajarlah. Tetapi dalam penerapan (praktek) agama belum tentu mereka lebih baik dari kita, termasuk kesadaran dalam memberantas buta huruf (menurut saya memberantas buta huruf juga termasuk pengamalan agama juga karena diperintakan oleh Al-Quran lewat ayat ‘Iqra’-nya. Jadi pengamalan agama menurut saya bukan hanya shalat, puasa, sedekah dsb.).

    Hmmm…. mengenai buku terjemahan, saya paling nggak suka sih baca buku terjemahan jadinya ngga bisa menilai wakakakak……

    Sebenarnya menterjemahkan itu tidak apa2, sah2 saja asal tujuannya baik, menyebarkan ilmu dari luar kepada masyarakat kita. Daripada mencontek mentah2 dengan kata2 yang diubah sedikit mendingan menterjemahkan. Dan juga daripada bikin buku, terutama buku2 pelajaran/pengetahuan yang asal bikin, mendingan baca buku terjemahan yang isinya jauh lebih bagus!

    Contoh: Buku Geographia World Atlas & Encyclopedia yang diberikan oleh saya oleh mbak Hanna, ilmu yang ada di buku tersebut dalam sekali, coba bandingkan (ini bukan menghina hasil karya anak bangsa sendiri tapi memang kenyataannya begitu) dengan altas2 atau buku2 Geografi terbitan Indonesia yang ada, bagaikan bumi dan langit!! Mungkin bagi mereka yang ingin menterjemahkan dapat bermanfaat bagi para pembaca di Indonesia untuk mereka yang nggak bisa berbahasa Inggris tentu saja. Buku2 Indonesia memang harus diakui harganya murah tapi ilmu yang didapatkan juga sedikit. Sedangkan buku2 luar harganya mahal, tapi ilmu yang diberikan juga sepadan, belum lagi kalau bicara masalah gambar2 dan ilustrasi2 yang menawan dari buku2 luar benar2 seimbang dengan harganya yang mahal.

    Masalahnya ya itu, menterjemahkan yang baik itu cukup sulit. Yang saya tahu buku2 terjemahan Indonesia itu kualitasnya suka kurang memuaskan, bahasa terjemahannya jadi sukar untuk dimengerti. Itulah sebabnya saya lebih suka baca buku Bahasa Inggrisnya langsung.

    @edratna

    Hmmmmm…. kalau orang tidak berpendidikan memang belum tentu ia buta huruf, tetapi sepertinya di manapun di dunia ini rasanya sulit menemukan yang buta huruf tapi pendidikannya tinggi (boleh dibilang mustahil). Nah, di sini dasarnya yang dibicarakan adalah orang buta huruf yang jelas mereka2 itu pasti tidak berpendidikan. Walaupun secara keseluruhan mungkin yang tidak berpendidikan di Indonesia misalnya lebih tinggi karena termasuk mereka yang ‘melek huruf’. Walaupun secara informal mereka yang melek huruf kemungkinan sangat besar bisa “lebih tinggi” pendidikannya daripada mereka yang buta huruf walaupun secara formal mereka berpendidikan sama rendahnya dengan mereka yang buta huruf. Bukan begitu bu?

    @mathematicse

    Hehehe…. justru itu bahayanya, jikalau kena embargo oleh negara2 barat PBB, yang tadinya paling kenyang jadi kelaparan seperti dalam kasus Irak, itu minyak jadi “tidak ada artinya!” :mrgreen:

    @zulfaisalputera

    Wah pak Zul, di sini tidak ada sensor! Di sini sangat liberal boleh berkomentar porno atau SARApun silahkan, kecuali jikalau diperintahkan dicabut oleh yang berwajib dengan surat resmi. Di sini sensornya adalah para komentator masing2 yang dituntut kebesaran dan kedewasaan jiwanya untuk berkomentar secara santun. Di sini tidak ada sensor atau perubahan satu hurufpun kecuali komentar2 spam yang langsung dibuang… huehehehe….

    Komentar pak Zul ini termasuk baik dan sopan kok, dan hanya berbau kritik saja yang dalam masyarakat demokratis dan beradab tentu harus dapat diterima.

    Ok kita kembali ke topik, sebenarnya dalam masalah kekayaan, Indonesia lebih kaya dari Arab Saudi misalnya. Mungkin kita kalah dari minyak, tapi lihat hasil2 tambang lainnya termasuk emas dan perak, kita lebih kaya dari mereka secara keseluruhan hasil alam yang dilimpahkan olehNya. Hanya saja penduduk Saudi Arabia sedikit sedangkan penduduk kita banyak sekali……

    O iya pak Zul jangan lupa, Canada adalah negara dengan cadangan minyak terbesar kedua setelah Saudi Arabia, lebih lengkapnya dapat pak Zul klik di sini. Dan ingat Canada juga mempunyai kekayaan2 alam lainnya yang bisa membuat negara2 Timur Tengah cuma bisa ngiler, seperti uranium, bahan bakar nuklir, Canada adalah penghasil uranium terbesar di dunia juga gas Helium, Canada adalah negara nomor dua penghasil gas tersebut setelah AS. Namun semuanya itu tidak membuat Canada menjadi sebuah negara yang malas seperti negara2 Timur Tengah. Jadi sepertinya sih bukan hanya faktor limpahan rahmat dariNya saja yang membuat sebuah bangsa malas, mungkin karena sifat dasarnya sudah malas kali hehehehe…. ah nggak tahu deh……

    PS:

    Lihat di tabel negara2 yang mempunyai cadangan minyak terbesar, ternyata Indonesia tidak termasuk 10 besar. Bahkan cadangan minyak kita jauh di bawah AS. Pantesan kita didikte dalam soal harga minyak…. wakakakak…. :lol:

    Terims ya pak Zul atas komennya. :)

  31. Ini analisaku ya:

    Di negara-negara Timur Tengah dan Afrika yang sebagian besar penganut agama Islam, mereka mempraktek hidupnya sangat saklek dgn agamanya. Termasuk perlindungan yang berlebihan terhadap perempuan dari orang-orang yang biadab dan tidak mengajarkan perempuan untuk berjuang. Kebiasan ini diturunkan dari generasi ke generasi sampai berabad-abad. Yang sekarang ini intinya saja sudah melenceng jauh. Dulunya perlindungan sekarang jadi kungkungan yang tidak lagi sejalan dengan kemajuan jaman. Malah seperti di Arab, perempuan yang diperkosa bisa jadi terdakwa.

    Coba bayangin kalo separo dari populasi itu perempuan dan buta huruf.Beruntung saja tidak demikian, sudah mulai beberapa keluarga yang mempunyai ide menyekolahkan anak perempuannya.

    Di Perancis, hampir semua perempuan dari Arab yang belajar bahasa Perancis tidak tahu Alfabetisasi bahkan huruf arab. Jelas di sini mereka membaca Al Quran itu hanya hafalan saja kayak syair untuk anak TK.

    Anehnya lagi mereka ini sudah tinggal di sini lebih dari 25 th, mereka tak tahu baca/tulis/berbicara bahasa Perancis. Oleh sebab itu Sarkozy membuat peraturan bahwa orang asing yg mau punya ijin tinggal lama wajib belajar bahasa perancis, gratis lagi!!!!

    Tapi pelaksanaannya cukup susah sekali.

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah… memang surprise sekali kalau mendapatkan kenyataan bahwa sudah 25 tahun tinggal di Perancis tapi tidak bisa berbahasa Perancis (membaca/menulis/berbicara), ini sedikit banyak mungkin juga menggambarkan situasi mengapa angka buta huruf terhitung tinggi di Timur Tengah, begitu kan??

  32. so true.. they have been blinded by their wealth,especially those who live in the US, I have seen especially the youngsters among them.. seperti sang burung yang terlepas dari sangkar.. with parties ,clubbing, women..sigh….mungkin ini agaknya palestina gak bebas dari Israel.. :(

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Yeah….nggak usah jauh2 in the US, saya ingat benar di tahun 1980an dulu kalau nggak salah duta besar Saudi Arabia (atau salah satu negara Arab) di Indonesia tertangkap pers di tangannya ada botol anggur impor mahal…… kalau di negaranya dia tidak bisa seperti itu mumpung di Indonesia katanya hehehe…… :D

  33. @ Juliach & Yang punya blog

    Saia juga dah 4 thn tinggal di Oz meski bolak balik. Kejadianya juga serupa kok, bedanya di Oz kebanyakan orang arab di sibi adalah mereka yang berasal dari Lebanon (Lebo), Iraq dan Suku Arby lainya. Mirip, mereka malas dan banyak dari mereka nggak bisa bahasa inggris :?

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Iya saya juga punya teman orang Lebo yang tinggal di Australia (I almost mistook it for a lesbo huehehe…..), otaknya sebenarnya lumayan cuma malesnya dan piciknya itu lho…. nggak nahanin….. :D

  34. Gampang aja kok jawabnya. Lihat saja anak orang kaya, males belajar kan? Karena semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Buat apa jadi pintar klo semua keinginan mudah didapat?

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Sebagian begitu, sebagian lainnya nggak, Canada yang cadangan minyaknya nomer 2 terbesar di dunia (setelah Saudi Arabia) juga rakyatnya nggak malas2 kok. Memang mungkin dasarnya sifatnya orang2 Timur Tengah aja yang malas2 mungkin. :D

  35. Ping-balik: Terlalu Bergantung Pada Kekayaan Alam? « Spektrum Pemikiranku

  36. Sepertinya tingkat keberhasilan materi ngggak ada hubungannya dengan tingginya tingkat pendidikan.

    Mungkin cocoknya, tingkat keberhasilan materi berbanding lurus dengan tingginya tingkat daya juang, daya survive seseorang, suatu kaum dalam mencapai apa yang diinginkan.

    Orang-orang timur tengah dan belahan negeri lain yang sumber daya alam nya terbatas, biasanya terpacu untuk berjuang lebih keras daripada suatu negeri yang sumber daya alamnya sangat bagus.

    Artinya orang2 timur tengah harus lebih keras, menggali tanahnya cukup dalam untuk bisa menghasilkan devisa….dibandingkan dengan kaum lainnya…tongkat kayu saja bisa jadi tanaman untuk dimakan.

    Jadi, menurut saya daya juangnyalah, yang membuat suatu kaum berhasil dalam pencapaian sesuatu.

    • Itu pernyataan yang keliru. Yang benar adalah keberhasilan tergantung dari berbagai macam faktor termasuk pendidikan, namun pendidikan tentu saja tidak pernah dan tidak akan pernah sanggup sendirian dalam menentukan sebuah keberhasilan.

      Menurut saya orang2 timur tengah JUSTRU daya juangnya kurang. Ingat! Mereka menggali tanahnya sangat tergantung kepada teknologi dan ahli2 dari negara2 barat! Tanpa teknologi dan ahli2 negara2 barat mereka tidak akan mampu menggali minyaknya sendiri. Menggali minyak tentu saja memerlukan keahlian dan tidak hanya membutuhkan sekop dan cangkul saja bukan?? Nah… mungkin jika negara2 Timur Tengah itu mau belajar untuk menguasai teknologi, saya yakin mereka akan lebih kaya dan lebih kuat lagi. Tetapi sayang, tingkat melek huruf negara2 Timur Tengah saja saat ini termasuk yang sangat rendah di dunia…

  37. yah kalao gak kerja kapan mau makmur… Ganti aja namanya makmur

  38. kalau mau makmur kita olah aja bumi pertiwi ini dengan baik…! jangan suka tuh…. unjuk rasa, demo terus … kapan negara ini mau makmurrrrrrrrrrr!!!1

  39. Budaya raja2 di Timteng mempengaruhi melek huruf rakyatnya. Para raja ga mau kalau rakyatnya satu saat tau bahwa keluarga kerajaan adalah koruptor. Mereka ingin bungkam rakyat dgn cara bikin buta huruf. Para wanita dilarang sekolah, mereka dilarang menduduki posisi strategis. Inilah politik kotor para bangsawan…..

  40. negara timur tengah kebanyakan monarki,artinya bisa dibilang tidak mungkin rakyat nya bisa jadi presiden klo bukan keturunan raja.mungkin dengan sebab bgtu rakyatnya malas sekolah.

  41. kalau menurut saya karna negara2 timur tengah kaya minyak, itu aj jawabannya…

  42. Statistik ini dapat dari mana?? mana linknya.. tukang Fitnah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s