Yari NK

Arsip untuk Mei, 2008

Iklan Lembaga Pendidikan Kok Mirip Iklan Operator Telepon Selular…

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Kamis, 29 Mei 2008 at 5:00 am

Ketika melewati ujung Jalan Ganesha (kampus ITB) di seberangnya Bank BNI 46 ITB beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah spanduk iklan ukuran besar milik lembaga pendidikan swasta yang menawarkan 100% Bebas Biaya Kuliah! Bebas biaya kuliah?? Hari gini masih ada yang menawarkan bebas biaya kuliah?? Di saat harga BBM yang melambung tinggi dan pasti akan diikuti oleh naiknya tarif dasar listrik oleh PLN yang hanya tinggal menunggu waktu, masih adakah lembaga pendidikan, swasta pula, yang menawarkan biaya perkuliahan gratis???

Ah, saya jadi ingat iklan2 operator selular di negeri ini yang menawarkan tarif2 memikat untuk pelanggannya dari tarif yang nol koma nol sekian banyak satu rupiah per detik hingga percakapan gratis selama beberapa menit, yang ternyata ada udang di balik bakwan batu, yaitu ada banyak syarat dan ketentuan berlaku. Saya jadi curiga, jangan2 lembaga pendidikan ini menerapkan strategi pemasaran yang sama untuk menarik calon korbannya mahasiswanya. Diiming-imingi gratis biaya kuliah sedemikian rupa tapi banyak ada syarat dan ketentuan berlaku. Di spanduk itu syarat dan ketentuan yang berlaku adalah jika sebelum lulus belum bekerja maka biaya kuliah akan dikembalikan. Ah?? Semudah itu?? Apa iya benar demikian?? Apa iya jika kita belum bekerja setelah lulus uang kuliah akan dikembalikan?? Tentu sebagai konsumen atau calon mahasiswa kita tidak seyogianya “menelan” atau mengartikan iklan tersebut mentah2. Banyak iklan2 di zaman persaingan ketat ini yang sangat tidak mendidik (walaupun itu berasal dari sebuah lembaga pendidikan swasta), yang asal cari untung saja. Untuk itu kita perlu waspada dan cerdas dalam mengartikan sebuah iklan yang bisa saja menyesatkan.

Kita seharusnya waspada dan meneliti dulu apakah syarat “Bila Setelah Lulus Belum Bekerja” ini adalah satu2nya syarat dan ketentuan yang berlaku?? Tidak adakah lagi syarat2 dan ketentuan2 berlaku lainnya yang tersembunyi ?? Atau bisa jadi kita nanti setelah masuk lembaga pendidikan itu “dijebak” misalnya dengan magang atau kerja sebagai prasyarat kelulusan yang tentunya  mungkin saja sudah akan dianggap sebagai bekerja yang pada akhirnya akan bisa menghapuskan kemungkinan uang kuliah kita dikembalikan, dan lain-lain “jebakan” halus ataupun kasar di kemudian hari yang tentu saja pada kenyataannya nanti akan berbeda dengan apa yang diiklankan. Jadi sekali lagi, bagi konsumen (termasuk calon mahasiswa) harus ekstra hati2 dalam mengartikan iklan2 manis yang terkadang menyesatkan itu. Janganlah kita mudah terjebak seperti dalam kasus iklan-iklan telepon selular yang kini marak sekali di negeri ini. Karena sekali kita terjebak bisa jadi kita akan sangat menyesal kemudian. Mau? :mrgreen:

Kenaikan Harga BBM di Mata Seorang Penjual Kupat Tahu

In Kehidupan, Manusia, Serba Serbi, Uncategorized on Senin, 26 Mei 2008 at 6:56 am

Di ujung Jalan Cilaki dekat dengan Jalan Diponegoro yang tidak begitu jauh dari rumahku ada penjual kupat tahu petis pinggir jalan yang menurut saya cukup enak dibandingkan dengan rata2 penjual kupat tahu yang pernah saya coba. Sebenarnya saya termasuk jarang membeli kupat tahu di situ, namun entah kenapa akhir2 ini saya lagi suka makan kupat tahu yang sebetulnya cukup nutritif itu dibandingkan makanan2 McDonald’s yang hanya berisikan sampah  yang entah kenapa di sini malah menjadi lambang eksklusivisme termasuk di blogsfer ini. Suatu siang, kira2 seminggu sebelum kenaikan BBM, pada saat jam istirahat kantor, saya dan seorang teman kantor, dibela2in makan siang di penjual kupat tahu (dan lontong kari) tersebut yang sebenarnya  jarak ke rumah saya jauh lebih dekat dari jarak ke kantor saya. Namun apa boleh buat, karena sudah niat sekali, ya akhirnya ditunaikanlah niat tersebut dan pada saat kami tiba di penjual kupat tersebut kebetulan sedang agak sepi dan hanya seorang saja yang tengah menyantap lontong kari.

“Dua kupat tahunya, bu” begitu kataku segera setelah tiba di situ. “Iya pak, duduk aja dulu” kata ibu2 penjual kupat tahu itu yang memang sudah kenal denganku. Dengan cekatan ibu tersebut membuat dua porsi kupat tahu dan dalam waktu tidak lebih dari 3 menit kedua porsi kupat tahu tersebut telah siap dihidangkan.

Ketika kami baru melahap beberapa sendok, tiba2 entah kenapa, mungkin karena ibu penjual kupat tahu itu termasuk orang yang agak rajin menyimak berita2 di koran, mengeluh tentang kenaikan harga BBM (yang waktu itu baru dalam tahap rencana).

“Pak, kalau harga kupat tahu saya dinaikkan karena harga BBM naik, kira2 pembeli (kupat tahu dan kari ayam) saya masih banyak nggak ya?” katanya.

“Lho, kok tanya saya bu, kan ibu yang sudah berpengalaman dagang kupat tahu dan lontong kari selama beberapa kali kenaikan BBM ini” jawabku.

“Ya, biasanya sih jelas menurun, tapi lama kelamaaan normal lagi tapi normalnya butuh waktu yang lumayan lama” begitu akhirnya ia jawab sendiri.

“Ah, pemerintah sih, bisanya cuma merepotkan rakyatnya aja. Percuma ngasih2 uang (maksudnya BLT) Rp 300 ribu kalau kenaikan biaya2 selama itu lebih dari Rp. 300 ribu. Ya, sama aja bohong! Mendingan nggak usah bagi2 uang tapi stabilkan harga2…..” begitu katanya.

“Yah, lumayan kan bu, daripada nggak ada sama sekali, rakyat juga seneng kok yang terima uang itu” kataku yang sebenarnya agak ogah2an ngobrol karena masih asik menyantap kupat tahu.

“Iya, senengnya pas nerimanya, coba seminggu kemudian pas duitnya abis, tinggal susahnya aja tuh! Apalagi orang2 miskin yang nggak pernah pegang duit Rp. 300 ribu, begitu terima duit segitu abis untuk foya2 ngaji pumpung” tambah ibu tersebut.

“Tapi bu, katanya kalo harga BBM nggak naik, nanti keuangan negara yang kolaps” kataku.

“kolaps itu apa pak?” tanyanya.

“Ambruk!” kataku.

“Lhaaa….. kalau BBM yang naik nanti keuangan rakyat yang ambruk !!” katanya.

“Hahaha….” kataku tertawa. “Benar juga” pikirku. Selama ini negara meminta mengajarkan kita untuk tidak terlalu bergantung pada subsidi BBM persis analoginya seperti orang tua mengajar dan meminta anaknya untuk mandiri, hanya saja dalam kasus ini si orang tua “gagal mengajarkan dengan baik” anaknya untuk mandiri.

“Lagian pak, enak aja pemerintah nyuruh2 rakyatnya buat berhematlah buat mengencangkan ikat pingganglah. Kalau yang sebulannya bisa nabung banyak ya enak aja bilang berhemat dan mengencangkan ikat pinggang. Lha…. yang sehari2nya udah susah?? Bagaimana mau mengencangkan ikat pinggang?? Coba deh tu….. kalau mau merasakan mengencangkan ikat pinggang, bapak2 yang di atas yang gajinya banyak itu sehari nggak boleh mengeluarkan uang lebih dari Rp. 20 ribu untuk segala keperluan. Bisa nggak?? Itu kalau mau ngerasain kencengnya ikat pinggang!” Begitu katanya kepadaku.

“Iya bu. Setuju banget. Itu baru namanya mengencangkan ikat pinggang. Ya udah bu, kalau ibu nggak suka, ya nggak usah milih presiden2 yang udah  pernah menaikkan harga BBM tanpa kompensasi yang jelas dan merata bagi seluruh rakyat. Beres kan!” kataku setengah asal2an.

“Ah, pak, sekarang sih saya nggak mau ikut2an milih kalo sama aja sih. Presidennya yang nggak sekolahan (nggak lulus S1 maksudnya) sama yang presidennya sekolahan (yang lulusan S3 maksudnya) sama aja payahnya, hasilnya juga sama.” Begitu katanya.

“Embeeeeeeeeeer………! udah pernah ‘ketipu’ sama presiden yang bisanya cuma tebar pesona ya?? Hihihi….. untung gue waktu pemilihan capres tahap ke-2 lalu golput” kataku dalam hati sambil membayar dua kupat tahu dan bersiap kembali ke kantor…………

Mengapa Tidak Setiap Bulan Terjadi Gerhana Matahari Atau Bulan?

In Astronomi, Pengetahuan, Serba Serbi on Jumat, 23 Mei 2008 at 7:08 am

 

 

 

 

 

Sebenarnya artikel ini adalah bagian dari artikel sebelumnya dan masih juga berhubungan dengan bumi dan bulan. Namun karena jikalau artikel ini digabungkan akan sedikit panjang dan juga karena saya sudah agak lelah mengetiknya, terpaksa artikel itu saya bagi dua. Nah, biar artikel pertama lebih afdol maka akan dilengkapi dengan artikel ini yaitu menjelaskan “Kenapa Tidak Setiap Bulan Terjadi Gerhana Matahari” dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Seperti dikatakan pada postingan sebelumnya bahwa bulan baru terjadi (yaitu ketika bulan “mustahil” ditemukan di malam hari) pada posisi 1 seperti ditunjukkan pada gambar sebelah bawah. Pada posisi 1 tersebut bulan berada di antara Bumi dan matahari. Bulan berputar mengelilingi Bumi dari posisi 1 ke posisi 2 dan seterusnya hingga kembali ke posisi 1 selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Pertanyaannya kini adalah, jikalau setiap 1 bulan, bulan berada di posisi antara matahari dan bumi kenapa tidak terjadi gerhana matahari setiap bulan?? Padahal bukankah gerhana matahari itu terjadi jikalau piringan matahari tertutup oleh bulan?? Atau dengan kata lain bukankah gerhana matahari terjadi jikalau posisi bulan berada di antara bumi dan matahari (pada posisi 1)??

Jawabannya sederhana saja, itu karena bidang orbit bulan tidak lurus mendatar melainkan miring dengan sudut 5,2o seperti yang nampak pada gambar di sebelah kanan (gambar diambil dari sini). Biasanya setiap bulan, jikalau tiba pada posisi 1, bulan sedikit berada di atas atau di bawah bumi sehingga tentu saja tidak terjadi gerhana matahari. Hanya sekali2 bulan berada tepat atau kira2 tepat di antara matahari dan bumi sehingga timbulah gerhana matahari.

Nah, untuk gerhana bulan juga begitu. Gerhana bulan terjadi jika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bulan. Nah, untuk itu untuk terjadi gerhana bulan tentu posisi bulan harus berada pada posisi 5 gambar di bawah. Namun gerhana bulan juga tidak terjadi setiap bulan dengan alasan yang sama seperti halnya gerhana matahari.

Pada gambar di sebelah atas, yang menggambarkan orbit bumi mengelilingi matahari dan orbit kecil bulan yang mengelilingi bumi, posisi yang paling memungkinkan untuk terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan adalah ketika bumi berada di posisi2 yang dihubungkan dengan garis putus2 dengan matahari.  Bisa dengan mudah dimengerti.

Kita lihat lagi gambar bawah, karena posisi gerhana matahari hanya bisa terjadi di posisi 1 sedangkan gerhana bulan terjadi pada posisi 5, dan bulan membutuhkan kira2 setengah bulan untuk bergerak dari posisi 1 ke posisi 5 maka adalah peristiwa yang mustahil jika siangnya terjadi gerhana matahari maka malamnya terdapat bulan purnama, ataupun adalah hal yang mustahil pula bahwa setelah siangnya terjadi gerhana matahari maka malam harinya terjadi gerhana bulan………

Nah demikianlah penjelasan sederhana mengenai terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. Semoga bisa dimengerti.

Catatan:

Adalah suatu kebetulan yang sangat mengagumkan bahwa diameter matahari besarnya kira2 400 kali diameter besarnya bulan namun juga jarak matahari ke bumi adalah 400 kali jarak bumi ke bulan hingga memungkinkan piringan matahari terlihat kira2 sama besar dengan piringan bulan jika dilihat dari Bumi. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana matahari total, sebuah pemandangan yang mungkin sukar didapat di planet lain baik di tata surya ini maupun di tata surya lain nun jauh di sana! (Gambar2 gerhana matahari dan gerhana bulan dapat anda dapatkan sendiri di Google dengan mudah).

Bagi yang bosan dengan masalah perbulanan dan permataharian :mrgreen: bisa mengunjungi blog alternatif saya di sini. :P

 

Mengapa Kita “Tidak Bisa” Setiap Malam Melihat Bulan?

In Astronomi, Pengetahuan, Serba Serbi, Uncategorized on Selasa, 20 Mei 2008 at 7:53 am

Bulan adalah benda langit yang paling dekat ke bumi, jaraknya dari Bumi rata-rata adalah 384.400 kilometer, termasuk jarak yang sangat dekat dibandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Karena jaraknya yang “sangat dekat” tersebut, bulan adalah benda langit yang paling mudah dilihat dengan mata telanjang terutama pada malam hari. Pada malam hari bulan tampak “bersinar” dengan  terang, seolah2 bulan ingin menggantikan matahari dalam menerangi bumi pada malam hari. Namun, seperti yang kita pelajari dari SD, tentu bulan tidak memancarkan sinarnya sendiri, sinar yang mencapai mata kita dari bulan adalah cahaya sinar matahari yang dipantulkan oleh bulan sehingga bulan tampak seolah2 bersinar.

Terlepas dari faktor awan tebal di langit yang dapat menutupi bulan, kenapa kita “tidak bisa” setiap malam melihat bulan (walaupun langit bersih tanpa awan) ?? Sebenarnya bulan setiap hari selalu terbit dan terbenam secara teratur namun jikalau kita ingin menemukan bulan di waktu yang salah pada malam hari, maka kita tidak akan dapat menemukan bulan di langit. Ini disebabkan karena setiap malam atau setiap hari bulan terbit dan terbenam sekitar 50 – 60 menit lebih telat dari malam sebelumnya.

Sekarang lihat gambar di atas (gambar diambil dari sini). Andaikan bulan berada di posisi 1. Inilah yang dalam astronomi disebut dengan bulan baru. Pada posisi bulan seperti inilah maka bulan baru penanggalan qomariyah (penanggalan Arab) dimulai. Di posisi 1 ini, posisi bulan sangat dekat dengan matahari jikalau kita melihatnya dari bumi. Dalam posisi ini tentu waktu terbit  bulan hampir sama dengan waktu terbit matahari (begitu pula dengan waktu terbenamnya bulan kira2 hampir sama dengan waktu terbenamnya matahari) sehingga pada saat bulan dalam posisi 1 ini kita mustahil menemukan bulan pada malam hari. Seiring dengan berlalunya waktu, beberapa hari kemudian, bulan mencapai pada posisi 2. Pada posisi ini bulan kira2 terbit pada pukul 9 pagi dan terbenam pada pukul 9 malam. Nah, pada posisi bulan seperti ini kita bisa melihat bulan sabit pada malam hari sebelum pukul 9. Namun tentu kita mustahil menemukan bulan yang tengah pada posisi 2 ini di tengah malam. Nah, beberapa hari kemudian di posisi 3 (pada posisi ini nampak bulan separuh dari bumi) bulan kira2 terbit pukul 12 siang dan terbenam pada kira2 pukul 12 malam. Nah pada posisi bulan seperti ini kita mustahil menemukan bulan lewat tengah malam.  Sekarang pada posisi bulan purnama, yaitu pada posisi 5, posisi bulan tentu berseberangan dengan posisi matahari. Pada posisi inilah kita dapat menemukan bulan di sepanjang malam. Itu disebabkan karena posisi bulan berseberangan dengan matahari, maka pada posisi bulan purnama ini (posisi 5) bulan terbit pada saat kira2 matahari terbenam dan bulan terbenam pada saat kira2 matahari akan terbit. Beberapa hari kemudian pada saat bulan pada posisi 7 (kembali menjadi bulan separuh), di posisi ini justru kebalikan daripada posisi 3. Di posisi 7 ini, bulan baru terbit  kira2 pukul 12 malam dan baru terbenam  kira2 pukul 12 siang. Nah, pada bulan dalam posisi 7 ini, tentu kita mustahil menemukan bulan di malam hari sebelum tengah malam. Begitulah seterusnya hingga bulan mencapai kembali pada posisi 1. Nah, hubungannya secara kasarnya dengan penanggalan qomariyah (Islam) adalah jikalau anda dapat menemukan bulan (terutama bulan sabit) sebelum tengah malam (terutama beberapa jam setelah matahari terbenam) maka itu berarti kita berada pada tanggal2 muda dalam bulan Islam. Jikalau kita tidak menemukan bulan sama sekali sebelum tengah malam, itu pertanda kita berada pada tanggal2 tua dalam bulan Islam.

Nah…. sekarang jelas kan….. kenapa setiap malam kita belum tentu dapat menemukan bulan di langit?? :D

Catatan:

Lamanya peredaran bulan dari posisi 1 kembali ke posisi 1 lagi adalah kira2 1 bulan. Namun tentu yang dimaksud adalah satu bulan qomariyah, sedangkan untuk satu bulan kalender syamsiah (kalender Masehi) lebih sedikit panjang (kecuali bulan Februari yang justru lebih pendek dari waktu 1 bulan qomariyah) karena panjangnya 1 bulan kalender syamsiah disesuaikan dengan satu kali peredaran bumi terhadap matahari.

Gara-Gara Selalu Bela Yang Underdog Jadi Kalah Beneran…

In Manusia, Perilaku, Serba Serbi on Sabtu, 17 Mei 2008 at 8:14 am

Mungkin karena saya salah seorang pecinta acara2 olahraga yang sejati di televisi terutama sepakbola dan tennis (badminton juga sih asal yang main pemain2 kelas dunia) sehingga kecintaan saya tersebut seringkali “menutupi” rasa nasionalisme saya. Lho…. apa hubungannya?? Begini…. entah kenapa dalam menonton acara2 olahraga di televisi secara naluriah saya senantiasa membela tim-tim atau pemain2 yang lebih lemah . Tidak peduli apakah itu tim bulutangkis Indonesia yang bertanding melawan regu yang lebih lemah, saya tetap membela pihak yang “lemah”. Ini mungkin, karena sebagai pencinta sejati acara2 olahraga di televisi saya ingin melihat pertandingan yang seru dan berimbang, bukan pertandingan berat sebelah yang membosankan.

Contohnya kemarin2 pada pertandingan Piala Thomas dan Uber, ketika Indonesia melawan Inggris (Thomas) dan Indonesia melawan Jerman (uber) saya di rumah justru membela Inggris dan Jerman. Ya, saya tahu bahwa tim piala Thomas Inggris dan tim piala uber Jerman adalah tim2 underdog dibandingkan dengan tim piala Thomas dan Uber Indonesia. Apalagi pertandingan berlangsung di Jakarta dengan dukungan puluhan ribu suppoerter Indonesia yang terkenal “garang” itu. Walhasil, di rumah, saya membela tim Inggris dan Jerman dengan maksud agar pertandingan menjadi lebih seru dan tidak berat sebelah.

Begitu pula dengan semalam, pertandingan semi final piala Thomas antara Indonesia dan Republik Korea. Mula-mula saya menganggap bahwa Tim Thomas Korea sebagai tim underdog dan patut dibela agar pertandingan lebih seru dan pertandingan tidak cepat habis. Pertama saya cukup senang ketika Pemain Korea Park Sung Hwan mengandaskan Sony Dwi Kuncoro dengan pertandingan rubber set. Begitu pula pada pertandingan kedua antara ganda kita Markis Kido dan Hendra Setiawan, masih saya anggap ganda kita lebih bagus dibandingkan ganda Korea Jung Jae Sung dan Lee Yong Dae, walhasil saya mensupport kembali ganda Korea tersebut. Dan lagi-lagi ternyata fihak Korea yang menang! Nah, pada partai ketiga antara Taufik Hidayat dan pemain Korea Hyun Ii Lee, saya mulai bimbang, jangan2 malah Korea nih yang sekarang di atas angin, apalagi yang main Taufik Hidayat yang prestasinya benar2 bisa naik turun secara ekstrim, salah2 nanti pemain Korea lagi yang menang dan tamatlah perjuangan tim merah putih di Piala Thomas. Sudah tim merah putih kita kalah, pertandingan cepat berakhir juga dengan kemenangan telak 3-0 untuk Korea! Wah gawat juga nih! Maka untuk partai ketiga saya kini memutuskan untuk membela Taufik Hidayat. Tapi apa lacur, karena prestasi Taufik yang naik turun secara drastis dan juga mungkin beban mental yang sangat berat yang dipikul oleh Taufik akhirnya kekalahan diderita oleh Taufik Hidayat dan tamatlah perjuangan tim merah putih di piala Thomas.

O iya, menariknya kemarin, pertandingan Piala Thomas  juga bersamaan dengan siaran langsung pertandingan tennis Hamburg Masters di stasiun televisi Star Sports. Pertandingan telah mencapai babak perempat final yang mempertemukan Roger Federer (Swiss) lawan Fernando Verdasco (Spanyol), serta Novak Ðoković (Serbia) melawan Albert Montañes (Spanyol). Untuk itu dua TV dinyalakan sekaligus, TV di ruang tamu yang menyiarkan Piala Thomas dan TV di kamar yang menyiarkan tennis dari Star Sports. Untung TV di kamar ada sambungan TV kabel juga jadinya bisa nonton tennis di Star Sports. Nah, dalam pertandingan tennis itu saya juga membela kedua pemain Spanyol tersebut (Verdasco dan Montañes) yang underdog itu.  Sayang, dalam pertandingan2 tersebut yang menang adalah Roger Federer dan Novak Ðoković :( .

Nah begitulah sifat saya dalam menyaksikan pertandingan2 olahraga di TV (atau di mana saja). Saya selalu cenderung memihak yang underdog agar pertandingan tidak berat sebelah dan tidak cepat usai. Sifat ini seringkali menutupi rasa nasionalisme saya yang seharusnya saya membela tim merah putih. Tetapi jangan khawatir, karena selain di bulu tangkis,  pemain2 atau tim2 kita selalu cenderung underdog, maka dalam pertandingan2 olahraga lainnya saya pasti cenderung untuk mendukung tim merah putih. Hehehehe…….. :mrgreen:

 

Catatan menyedihkan:

Piala Thomas dan Piala Uber tahun ini yang disponsori secara resmi oleh bank BRI, ternyata tidak mempunyai website resmi !! Inilah mungkin satu2nya event olahraga tingkat dunia pada zaman ini yang tidak mempunyai website atau situs resmi !! Padahal untuk zaman ini, situs resmi sangat penting untuk mempromosikan suatu event olahraga, baik secara komersial ataupun untuk mendongkrat popularitas (event) olahraga tersebut. Dari situs tersebut kita bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah olahraga tersebut, jadwal2 pertandingannya, detail setiap pemain sampai pada penjualan tiket online. Semuanya sangat penting bagi sebuah event olahraga bertaraf internasional. Dalam tennis saja misalnya, situs2 resmi untuk Wimbledon, US Open, Australian Open dan juga French Open (Roland Garros) sudah sejak sebelum pergantian millennium situsnya sudah ada dengan megah dan canggihnya. Tapi untuk piala Thomas dan Uber terutama yang tahun ini?? Apa kita kekurangan Sumberdaya Manusianya ya??? Atau apakah ada yang tahu situs resmi Piala Thomas dan Uber 2008 ini?? 

Tragedi Kemanusiaan: Hanya Untuk Dikenang dan Ditangisi??

In Manusia, Serba Serbi on Kamis, 15 Mei 2008 at 6:43 am

Hari ini tanggal 15 Mei 2008, banyak blogger dari seluruh dunia menyuarakan mengenai kemanusiaan di blognya masing-masing. Sebenarnya saya agak bimbang ikut ambil bagian dalam peristiwa kebersamaan ini karena kebetulan mood menulis saya lagi agak menurun, namun karena ada “beban mental” untuk turut mendukung misi kemanusiaan ini, maka saya mencoba memaksakan diri untuk menulis tentang topik kemanusiaan (humanity) ini. Kebetulan tanggal 15 Mei ini berdekatan dengan tanggal2 bersejarah reformasi di negeri ini 10 tahun yang lalu yang meninggalkan banyak luka bagi kemanusiaan di tanah air tercinta ini.

Sebenarnya sudah banyak yang memuat masalah tragedi ini di blogsfer Indonesia, terutama mengenai tragedi Mei 1998 lewat berbagai macam bentuk tulisan. Terus terang saja saya sudah agak jenuh cenderung agak muak membaca dan mendengar hal-hal seperti tragedi Mei 1998 yang berulang diutarakan terus menerus setiap tahun semuak saya mendengar reformasi yang seperti berlari lambat (namun tidak berhenti) termasuk dalam pemberantasan korupsi. Loh, kok muak? Apa berarti saya tidak peduli lagi dengan tragedi kemanusiaan seperti Mei 1998 tersebut? Tentu saja tidak begitu, bagaimanapun juga penumpasan atau pengusutan terhadap kejahatan pada tragedi kemanusiaan harus selalu kita dukung namun kepedulian dengan cara mendramatisasi tragedi2 kemanusiaan yang telah lalu dan juga terlalu lama merenunginya dengan air mata kesedihan yang bercucuran terus menerus setiap tahun, menurut saya, bukanlah hal yang tepat.

Perbaikan, menurut saya, tentu harus dari diri kita sendiri. Yang pertama kali dilakukan adalah menyadari kenapa kita harus menghilangkan sebuah tragedi kemanusiaan. Setelah itu kita harus mengetahui sifat-sifat dasar yang menyebabkan tragedi tersebut. Dan terakhir tentu saja kita mengambil sikap dan tindakan ataupun perbuatan yang akan membuat kita terhindar sebagai pelaku tragedi tersebut. Pada kasus rasial (bagian dari SARA), misalnya, saya yakin, sekecil apapun pasti akan ada sifat rasial dalam diri kita masing2. Kita akan selalu melihat orang yang berbeda dengan kita, apalagi jikalau perbedaan itu ditambah dengan perbedaan sifat dan kebiasaan, kita akan melihatnya dengan perasaan ”tidak enak”, “tidak suka” dan juga “aneh”, apalagi pada saat pertama kali kita melihatnya.  Jangankan terhadap warga “keturunan”, terhadap sesama warga pribumi saja, kita masih banyak yang dalam hati merasa “berbeda”. Saya banyak melihat di Bandung ini, mahasiswa2 dari Papua (Melanesia) berkelompok pergi tanpa ada teman Melayu Austronesianya yang menemani, seolah2 mahasiswa2 Papua tersebut “terkucilkan” dan berada di sebuah negara asing padahal mereka berada di negerinya sendiri. Lebih dari itu, bahkan antar suku2 Austronesiapun terkadang kita sering kali melihat perbedaan2nya yang tentu berpotensi terjadi friksi2, tak jarang kita mendengar: “Dasar Padang pelit lu!”, “Dasar Batak, kasar lu!”, “Dasar Jawa, klemar-klemer lu!” Dan sebagainya. Itu semua menandakan bahwa sifat rasis, sekecil apapun, ada pada diri kita masing2……….

Hal ini lebih diperburuk lagi misalnya dengan fanatisme2 lain, terutama yang lagi “mewabah” di negeri ini adalah fanatisme agama dan kepercayaan. Kita sering mendengar atau melihat misalnya kekerasan2 terhadap penganut2 suatu kepercayaan oleh penganut2 kepercayaan yang lain hingga terjadi pembakaran rumah2 ibadah, dan sebagainya. Fanatisme ini tentu bukan hanya milik yang mayoritas saja, tetapi juga dapat dimiliki oleh mereka yang minoritas, hanya saja yang mayoritas berani sok berkoar2 dan bertindak anarkis bahkan terkadang banyak yang bertindak pengecut karena merasa di atas angin dengan jumlah yang banyak. Sedangkan yang fanatik minoritas hanya bisa diam saja dan berpura2 jinak dan mereka hanya bisa menyalurkan “kefanatikannya” dengan cara underground karena kalah dalam jumlah……

Sekali lagi, masalah2 kemanusiaan ini ada karena kebanyakan dari masalah2 ini timbul akibat sekelompok orang melihat perbedaan2 yang ada pada sekelompok orang yang lain, hal ini bukan saja tentu saja tidak hanya terjadi di negeri kita saja. Saya melihat di Arirang TV, televisi Korea berbahasa Inggris, bagaimana warga keturunan Korea di Jepang masih dilihat sebelah mata oleh warga2 Jepang. Saya juga melihat di National Geographic Channel (NGC) bagaimana suku2 yang ada di China bagian barat didiskriminasi dan masih dari NGC saya juga trenyuh hatinya ketika sebuah keluarga keturunan China yang lahir dan besar di Peru banyak mendapatkan perlakuan2 yang kurang menyenangkan di Hongkong hanya karena mereka tidak bisa berbahasa Mandarin. Hal ini menandakan bahwa perasaan berbeda, termasuk perasaan rasisme, sekecil apapun, ada pada setiap diri kita, kapan saja dan di mana saja. Mungkin sudah fitrahnya orang diciptakan berbeda2, dan mungkin yang terbaik adalah tidak dengan menghilangkan rasa perbedaan tersebut yang hanya berujung kepada kepura2an ataupun kemunafikan tapi bagaimana kita me-manage perbedaan tersebut dan berfikir secara rasional kenapa kita HARUS hidup berdampingan dengan damai sehingga hubungan antarkelompok menjadi senantiasa indah dan harmonis karena bagaimanapun juga bumi ini hanya satu dan kita hidup di bumi yang sama, dan bumi ini tentu adalah milik bersama……….

Untuk itu mari kita stop merenung dan meraung untuk memperingati tragedi kemanusiaan ini. Sepuluh tahun cukup sudah untuk merenung dan meraung. Bagaimanapun juga dengan hanya merenung dan meraung terlalu lama tidak akan mengembalikan apa yang telah hilang. Mari saatnya kita menintrospeksi diri apakah kita sudah  me-manage dengan baik perbedaan yang ada pada diri kita dan antar kita yang akan membuat dunia yang kita tinggali ini akan lebih indah……….??

Penjara Spandau, Penjara Yang Isinya Hanya Seorang…..

In Kehidupan, Manusia, Pengetahuan, Perilaku, Sejarah, Serba Serbi on Selasa, 13 Mei 2008 at 7:39 am

Rudolf HessPenjara Spandau di Berlin, Jerman

Keterangan Gambar:

Gambar atas : Rudolf Heß sedang berjalan seorang diri di halaman penjara Spandau. (Foto oleh Norman Goda).

Gambar Bawah: Penyerahterimaan pergantian penjagaan bulanan penjara Spandau dari pasukan Uni Soviet (sebelah kiri) ke pasukan Amerika Serikat (kanan).

 

Di tahun 1980an, ada grup musik yang terdiri dari 5 orang yang bernama Spandau Ballet yang lagu-lagunya cukup saya gemari. Mula-mula saya tidak tahu apakah Spandau itu. Oleh karena saya penasaran maka saya berusaha mencari tahu di Encyclopædia Britannica, satu2nya sumber informasi yang ada di rumah waktu itu. Maklumlah di tahun 1980an belum dikenal yang namanya Internet sepeti zaman sekarang. Informasi yang saya dapatkan mengenai kata ”Spandau” adalah nama sebuah penjara di pinggiran kota Berlin, Jerman tempat para penjahat perang Nazi kelas kakap ditahan. Entah apa hubungannya antara grup musik Spandau Ballet ini dengan penjara Spandau, yang jelas  saya tergelitik untuk mengetengahkan tema tentang penjara yang sangat bersejarah ini yang sejak tahun 1966 hingga tahun 1987 penghuni penjara ini hanya seorang yaitu Rudolf Heß melalui postingan saya kali ini……

Penjara Spandau adalah penjara di distrik Spandau dekat kota Berlin di Jerman. Penjara ini, seperti yang telah diungkapkan di atas adalah tempat para penjahat perang kelas kakap Nazi Jerman pada Perang Dunia II ditahan. Semula penjahat perang yang ditahan adalah 7 orang yaitu adalah: Rudolf Heß, Walther Funk, Erich Raeder, Baldur von Schirach, Konstantin von Neurath, Albert Speer dan Karl Dönitz. Namun sejak tahun 1966, sejak Speer dan von Schirach dibebaskan dengan alasan kesehatan dan kemanusiaan, Rudolf Heß menjadi satu-satunya penghuni penjara tersebut. Uniknya lagi, inilah penjara satu2nya dibawah juridiksi internasional, dikelola dan dijaga bergantian oleh 4 negara pemenang Perang yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Uni Soviet. Dan lebih unik lagi, penjagaan ketat oleh 4 negara ini yang menghabiskan tidak sedikit biaya adalah hanya untuk menahan seorang penjahat perang kakek-kakek bernama Rudolf Heß ini! Luar biasa!

Penjara Spandau sebenarnya sudah lama dipakai jauh sebelum Perang Dunia II. Pada saat sebelum dihuni oleh penjahat perang kelas kakap Nazi tersebut, penjara itu memuat sekitar 600an pesakitan. Namun ke 600an pesakitan itu semuanya dipindahkan ketika ketujuh orang penjahat perang Nazi tersebut mulai ditahan di penjara Spandau. Pada awalnya penjara ini tidak diduga akan menjadi penjara tempat penjahat perang Nazi ditangkap. Karena sebelum Pengadilan Nürnberg, yang mengadili penjahat perang Nazi,  semua penjahat perang Nazi kelas kakap diperkirakan tidak ada yang berakhir di penjara, alias semuanya akan mati dihukum di tiang gantungan. Namun setelah Pengadilan Nürnberg berakhir ternyata ketujuh penjahat perang Nazi tersebut lolos dari tiang gantungan dan “hanya” dihukum antara 10 tahun hingga seumur hidup. Tiga dari tujuh penjahat perang tersebut yaitu von Neurath (dihukum 15 tahun penjara), Funk (seumur hidup) dan dan Raeder (seumur hidup) dibebaskan sebelum hukuman berakhir karena alasan kesehatan dan kemanusiaan. Sementara tiga lainnya yaitu: Dönitz (10 tahun penjara), Speer (20 tahun) dan Von Schirach (20 tahun) menjalani penuh hukumannya. Sejak Speer dan Von Schirach dibebaskan tahun 1966, maka tinggalah Rudolf Heß (dihukum penjara seumur hidup) seorang diri di penjara Spandau yang besar itu hingga maut menjemputnya di tahun 1987.

Mengenai Rudolf Heß sendiri, tawanan satu2nya  di penjara Spandau sejak tahun 1966 juga menarik untuk dibicarakan. Orang yang pernah dekat dengan orang nomor satu pada masa Nazi Jerman ini yaitu Adolf Hitler sebagai deputi atau asistennya, melakukan penerbangan misterius dan rahasia ke Britania Raya atau tepatnya ke Skotlandia pada tahun 1941. Penerbangannya ke Skotlandia tersebut adalah untuk menemui Duke of Hamilton and Brandon yang waktu itu menjadi lawan (politik) dari Winston Churchill perdana menteri Inggris Raya kala itu. Para ahli sejarah dan politik hingga kini masih memperdebatkan apa tujuan Heß sebenarnya terbang ke Skotlandia tersebut.  Rudolf Heß sendiri mengakui bahwa penerbangannya ke Skotlandia tersebut adalah untuk menghentikan perang yang akan terus berlanjut seperti yang ditulis istri Rudolf Heß, Ilse Heß dalam bukunya “Rudolf Hess: Prisoner of Peace”. Namun “misi perdamaian”nya gagal, Rudolf Heß malah tertangkap fihak Inggris dan dijebloskan ke penjara di Inggris hingga Perang Dunia II selesai.

Walaupun ia mengaku “mengusung misi perdamaian” ketika perang tengah berlangsung, hal tersebut tidak membuatnya lolos dari pengadilan Nürnberg di tahun 1945-1946 ketika perang berakhir dan Jerman berada di fihak yang kalah. Di pengadilan tersebut Heß terbukti bersalah dalam 2 dakwaan dari 4 dakwaan yang dituduhkan kepada para penjahat perang Nazi.  Heß terbukti bersalah dalam Partisipasi dalam perencanaan perang atau sebagai konspirator dalam pelaksanaan perang sebaai kejahatan terhadap perdamaian dan juga ia dinyatakan bersalah dalam merencanakan, memulai dan melaksanakan perang yang juga merupakan kejahatan terhadap perdamaian. Untuk itu Heß dihukum penjara seumur hidup.

Setelah pengadilan Nürnberg tersebut, mulailah Rudolf Heß melewati hari2nya di penjara Spandau. Pada awalnya, di tahun 1946, ada 7 penjahat perang (termasuk Heß) yang masuk ke dalam penjara tersebut. Bahkan Walther Funk dan Erick Raeder juga dihukum seumur hidup. Namun Raeder dan Funk dibebaskan masing2 tahun 1955 dan 1957 dengan alasan kesehatan dan kemanusiaan. Ketika Albert Speer dan Baldur von Schirach dibebaskan tahun 1966, Rudolf Heß menjadi satu2nya pesakitan di penjara Spandau dan mulailah hari2nya yang sepi hingga akhir hayatnya.

Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Uni Soviet tiap bulan bergantian menjaga tempat tersebut. Penderitaan Heß bertambah manakala giliran Uni Soviet yang menjaga tempat penjara tersebut karena Uni Soviet menerapkan peraturan yang jauh lebih ketat dan makanan yang lebih sedikit dan sangat seadanya dibandingkan dengan giliran penjagaan oleh Amerika Serikat, Inggris atau Perancis di mana Heß lebih leluasa dan disediakan makanan yang cukup mewah untuk ukuran penjara. Namun begitu Heß tetap sangat dibatasi dalam mengirim surat, menerima tamu dan menerima informasi dari luar terutama media elektronik. Itupun hanya radio yang diperbolehkan sedangkan televisi tidak boleh.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis sebenarnya telah mengampuni Heß di tahun 1970an dan menyarankan agar Heß dibebaskan atau diubah menjadi tahanan rumah karena alasan kemanusiaan dan kesehatan Heß yang terus menurun terutama kesehatan mentalnya akibat kesepian yang berkepanjangan. Namun hal tersebut selalu ditolak Uni Soviet yang bersikeras Heß harus tetap menjalani hukumannya di penjara Spandau. Penolakan salah satu negara saja sudah cukup untuk meneruskan hukuman Heß di penjara Spandau tersebut. Kerjasama antara Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Uni Soviet memang terhitung sangat kompak di penjara Spandau ini. Hal inilah yang justru terlihat sangat “lucu” dan “anomali” dengan keadaan politik global pada saat itu di mana tengah terjadi perang dingin antara blok barat yang dipimpin Amerika Serikat dan blok timur yang dipimpin Uni Soviet. Namun toh, keempat negara besar tersebut bisa bekerja sama guna me-manage penjara Spandau ini yang isi tahanannya cuma seorang kakek2 !!

Sementara itu Heß mengisi hari2nya di penjara Spandau dengan kesepian yang sangat. Teman satu2nya yang ia punya adalah kepala sipir penjara berkebangsaan AS bernama Eugene K. Bird, seorang Letnan Kolonel Angkatan Darat AS,  yang kemudian dicopot dari jabatannya sebagai kepala sipir penjara karena terlalu akrab dengan Heß. Bird mengeluarkan bukunya tentang Rudolf Heß yang berjudul: “The Loneliest Man in the World: The Inside Story of the 30-Year Imprisonment of Rudolf Hess”. Hari2 panjang yang melelahkan dan sepi semakin dirasakan oleh Heß ketika istrinya meninggal di tahun 1985. Mungkin hal itulah yang turut membulatkan tekad Heß untuk mengakhiri hidupnya sendiri yang penuh dengan kesepian yang “tak pernah berakhir” dengan gantung diri menggunakan kabel listrik di bulan Agustus 1987 di usianya yang ke-93……

Penjara Spandau kini telah tiada, penjara bersejarah tersebut dibongkar habis oleh negara2 sekutu pemenang Perang Dunia II setelah penghuni terakhir penjara tersebut yaitu Rudolf Heß menemui ajalnya. Bagunan sejarah yang sebenarnya sangat berharga ini dibongkar karena negara2 sekutu tersebut tidak mau bangunan penjara tersebut menjadi tempat keramat dan tempat monumen peringatan bagi kaum Neo-Nazi. Kini di bekas penjara tersebut telah berdiri sebuah supermarket yang modern……..

 

Taruhan Kreatif Menjelang Euro…..

In Kehidupan, Perilaku, Serba Serbi on Sabtu, 10 Mei 2008 at 9:51 am

Euro 2008 yang akan diselenggarakan di Swiss dan Austria sudah diambang pintu. Event olahraga empat tahunan yang satu ini, memang termasuk yang saya tunggu2 (mungkin andapun begitu). Menurut saya ajang terakbar pagelaran sepakbola sebenua Eropa itu hanya kalah dari Piala Dunia dalam segi kualitas. Entah kenapa saya lebih suka Euro dibandingkan dengan Copa America yang notabene sebenarnya juga banyak dihiasi oleh bintang2 kualitas dunia asal Amerika Latin.

Namun bagi saya, sayang, Euro 2008 ini menjadi sedikit kurang gregetnya karena sudah tersisihnya kesebelasan Inggris di prakualifikasi Euro yang lalu. Pertandingan terakhir di babak prakualifikasi melawan Kroasia yang mengubur impian kesebelasan yang berbendera St. George’s Cross ini untuk tampil di Swiss dan Austria bulan depan. Wah…. saya nge-fans sama keseblasan Inggris ya sampai2 jikalau kesbelasan Inggris tidak tampil di Euro 2008, saya menganggap Euro 2008 menjadi sedikit kurang gregetnya?? Hohoho….. justru sebaliknya…. saya sangat tidak suka dengan kesebelasan nasional Inggris.  Sebab apa?? Sebab…. menurut saya kesebelasan nasional Inggris, entah kenapa, selalu mendapat perhatian berlebihan dari pers padahal kesebelasan nasional Inggris adalah kesebelasan “besar” yang termasuk miskin prestasi! Dari sejarah piala dunia dan Euro selama ini, Inggris baru menjuarai 1 kali piala dunia (tahun 1966) dan belum pernah menjuarai Euro. Bahkan selain juara dunia tahun 1966 tersebut, Inggris tidak pernah berhasil menembus babak final sekalipun baik di piala dunia maupun di Euro. Lantas kalau benci, kenapa merasa kehilangan Inggris dalam Euro nanti? Itu sama seperti kita menonton film. Kalau film nggak ada “orang jahat”nya atau “setan”nya kan kurang ramé ceritanya. Begitu juga dengan Euro, harus ada “the bad guy”-nya. Nah, kalau saya selalu menganggap kesebelasan Inggris sebagai “the bad guy”-nya dalam setiap Piala Dunia ataupun Euro yang harus dikalahkan! Nah, dengan kehadiran “the bad guy” ini, maka menurut saya, piala dunia dan Euro menjadi lebih ada gregetnya……

Nah, agar Euro kali ini tidak hilang gregetnya maka saya merancang taruhan dengan teman saya di kantor. Loh?? Bukannya taruhan itu dosa?? Hmmm….. iya sih…. tapi ini obyek taruhannya bukan duit secara tidak langsung. Yang kalah harus membayar tagihan Internet yang menang selama 3 bulan berturut2! Atau….. bisa juga yang nggak punya internet, diganti dengan beliin voucher handphone selama sebulan atau terserah anda, atau bagi yang memakai pascabayar, yang kalah membayar tagihan hape yang menang selama jangka waktu tertentu. Bagaimana?? Yang seperti itu masih dosa nggak ya?? Hehehe…… Atau bagi anak2 kost mungkin bisa taruhan yang sama sekali bebas uang misalnya yang kalah harus mencucikan baju kotor yang menang selama sebulan penuh! Atau obyek taruhan bisa diganti dengan sesuatu yang konyol misalnya yang kalah harus mencium kaki yang menang di depan umum! Dan sebagainya! Silahkan berkreativitas sendiri! :mrgreen:

Nah, agar lebih seru lagi, bagi yang taruhan, sebaiknya jangan hanya memegang satu negara atau kesebelasan saja. Sebab kalau misalnya saya hanya pegang kesebelasan Perancis saja dan teman saya hanya pegang kesebelasan Italia saja, maka kalau nanti Perancis dan Italia sudah sama2 tersingkir di babak2 awal, maka Euro-nya akan garing kembali! Jadi jalan keluarnya adalah seluruh negara2 peserta Euro habis dibagi/dipegang rata oleh mereka2 yang bertaruh. Misalnya, di Euro ini partisipannya ada 16 negara, maka masing2 (jikalau yang taruhan 2 orang) akan memegang 8 negara. Jadi salah satu fihak pasti ada yang menang!!

Nah, prosedur pembagian negara2 yang akan dipertaruhkan di antara kedua belah fihak adalah sebagai berikut (saya sendiri baru akan menjalankan prosedur pembagian ini kira2 seminggu menjelang kick-off Euro 2008 nanti):

  • Untuk menentukan siapa duluan yang berhak memilih sebuah negara maka dilakukan undian. Undian paling praktis tentu adalah dengan menggunakan koin. Namun jikalau ada yang menganggap pelemparan koin adalah bagian dari judi, maka dapat diganti dengan “pengundian” yang menggunakan usaha. Misalnya, adu angkat barbel, siapa yang bisa mengangkat barbel lebih berat, dia yang menang dan berhak memilih sebuah tim kesebelasan duluan. Atau bisa juga dengan adu cepat lari 50 meter, siapa yang lebih cepat maka ia yang menang. Atau bisa juga memakai sesuatu yang konyol, misalnya adu ngedan, sampai siapa duluan yang kentut dia yang keluar sebagai pemenang! Nampaknya cara terakhir ini yang akan kita pilih nanti. Lebih fun dan tidak capek! :mrgreen:
  • Nah, yang menang silahkan memilih sebuah negara terlebih dahulu. Pemilihan negara2/kesebelasan2 dilakukan secara bergantian, setiap kali giliran hanya boleh memilih satu negara saja. Begitulah, pemilihan negara2 dilakukan secara bergantian sampai keenambelas negara terbagi rata. Pemilihan negara2 seperti ini juga diharapkan mengurangi unsur judi yang ada di dalamnya **halaah**, karena setiap kali peserta taruhan memilih sebuah negara, mau tidak mau ia menggunakan sedikit analisa sebelum ia memilih sebuah negara.  Jadi tidak melulu menggantungkan dengan keberuntungan semata2 seperti dalam  judi. :mrgreen:
  • Setiap negara/kesebelasan yang sudah dipilih lawan taruhannya terlebih dahulu, tidak boleh dipilih lagi walaupun kita sudah sejak awal berniat memilih kesebelasan itu.

Nah, begitulah cara2 taruhan “kreatif” saya pada Euro 2008 nanti agar event tersebut lebih terkesan menggreget buat saya. Ada yang punya usulan tambahan? :mrgreen:

Postingan Rahasia Yang Konyol Dan Mudah Dibongkar Kerahasiaannya…..

In Manusia, Serba Serbi, Uncategorized on Kamis, 8 Mei 2008 at 10:02 am

Jikalau anda tidak bisa melihat postingan ini, jangan khawatir, karena yang rusak bukan mata anda melainkan karena otak saya lagi sedikit error. Ya, saya lagi iseng buat postingan ini di kantor karena saya tengah menunggu seseorang (yang katanya penting) tapi ternyata orangnya datangnya jam karet. Janjinya datang pukul 09.00, tapi sekarang pada saat postingan ini dibuat, yaitu pukul 09.40, orangnya belum datang juga! Karena saya lagi kesal, maka timbulah ide2 kreatif saya yang tidak pada tempatnya untuk mencoba membuat postingan ini!

Saya heran ya, setelah membaca postingannya mbak Yoga mengenai Time Management ternyata masih banyak orang Indonesia yang menggantungkan pada budaya jam karet! Memang sih, terkadang jadwal seseorang seringkali tidak semulus rencananya, manusia merencanakan Tuhan yang menentukan, tapi kan setidak2nya dia bisa mengabarkan lewat telepon atau mengirim SMS, yah buat apa kecanggihan teknologi kalau tidak digunakan untuk mempermudah masalah2 yang dihadapi manusia….

Ya udah deh, saya hanya bisa menunggu dan menunggu, bersabar dan bersabar, sambil menuliskan postingan kreatif iseng seperti ini, mudah2an generasi2 selanjutnya dapat meninggalkan budaya jam karet seperti ini…… Percuma jamnya merknya Rolex kalau kelakuannya jam karet, benar nggak?

Hypothermia

In Pengetahuan, Serba Serbi, Uncategorized on Selasa, 6 Mei 2008 at 9:11 am

Foto orang yang lagi baca artikel ini, eh salah, maksud ané ini adalah foto anjing St. Bernard hehehe...Hannah Seagal, wanita berusia 80 tahun yang tinggal di Chicago, negara bagian Illinois, Amerika serikat masih terbilang aktif di usianya yang sudah terbilang senja tersebut. Ia masih aktif bersosialisasi dan ia masih sanggup pergi sendiri. Kegiatannya setiap hari adalah masih aktif di perpustakaan di kota tersebut dan pada sore harinya ia masih suka bermain Bingo atau bermain Scrabble bersama teman2nya.

Suatu hari di bulan Desember menjelang musim dingin, seperti biasa Hannah pergi ke perpustakaan kota. Namun tidak seperti biasanya Hannah hari itu merasa ada kelainan pada dirinya. Hari itu entah kenapa fikirannya menjadi kacau dan ia kehilangan orientasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Seorang rekannya, sesama pegawai perpustakaan, kebetulan memperhatikan Hannah berjalan tertatih2 di antara rak-rak buku yang biasa ia lewati setiap hari. Lalu rekannya tersebut dan juga beberapa rekan2nya yang lain akhirnya berinisiatif membantu Hannah. Namun ketika mereka menolong Hannah dan membaringkannya di sofa panjang, wanita tua malang itu telah hilang kemampuan komunikasinya walaupun ia masih terlihat sadar. Sesaat kemudian seorang rekannya menelepon 911, dan dalam waktu singkat Hannah dibawa ke UGD Rumah Sakit. Analisa perkiraan dokter pada awalnya adalah Hannah menderita stroke. Namun analisa tersebut buyar ketika secara tak sengaja seorang perawat memegang tangan Hannah yang sangat dingin. Ya, ternyata Hannah “hanya” menderita hypothermia.

Ya… hypothermia (hipotermia) adalah sebuah keadaan di mana panas tubuh banyak hilang karena panas tubuh kita banyak diserap oleh udara dingin di sekitar kita. Suhu tubuh normal manusia adalah 36 – 37 oC. Jikalau suhu udara di sekitar kita lebih dingin daripada suhu tubuh kita maka secara otomatis panas tubuh kita akan diserap oleh udara di sekitar kita tersebut. Namun jikalau suhu udara sekitar 15 – 25 oC, hal tersebut biasanya tidak menjadi masalah justru penyerapan panas tubuh kita oleh udara pada  suhu udara tersebut sangat perlu karena tubuh kita menghasilkan panas lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, oleh sebab itu maka pada suhu udara 15 – 25oC tubuh kita akan terasa nyaman. Namun tentu masalahnya akan berbeda jika suhu udara terus menurun hingga mendekati titik beku, pada saat suhu udara mulai mendekati titik beku (0oC) itulah udara mulai “rakus” menyerap panas tubuh kita sehingga sedikit demi sedikit suhu tubuh kita akan menurun dan kita mulai merasa kedinginan.

Secara otomatis tubuh merespon dalam penurunan suhu tubuh ini dengan meningkatkan metabolisme sehingga panas yang dihasilkan akan lebih banyak dan cepat. Percepatan metabolisme ini menyebabkan badan kita menggigil dengan otomatis dan tak terkendali, ya pergerakan otot yang cepat alias menggigil ini adalah usaha alamiah tubuh untuk menghasilkan panas yang lebih akibat penurunan suhu tubuh kita. Badan biasanya mulai menggigil jikalau suhu tubuh turun (diukur melalui rektum) sebesar 1 – 2 Co  *). Jikalau suhu tubuh terus menurun, maka tubuh akan semakin menggigil dengan hebat. Hilang ingatan atau amnesia dan juga kehilangan orientasi terjadi pada suhu tubuh sekitar 33 – 35oC. Otot2 tubuh menjadi lebih kaku jikalau suhu tubuh turun hingga 30-32oC. Pada suhu tubuh sedingin ini orang tersebut memerlukan bantuan dari orang lain untuk menghangatkan tubuhnya karena ia sendiri secara mental sudah kehilangan kemampuannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pada suhu tubuh 25-30oC jantung mulai berdetak tidak teratur dan orang tersebut biasanya sudah hilang kesadarannya dan suhu tubuh di bawah 25oC kematian akan terjadi akibat gagal jantung atau pembengkakan paru2 (pulmonary œdema ).

Kematian oleh hypothermia atau dalam bahasa Inggrisnya sering disebut sebagai death by exposure, bahkan dapat terjadi pada suhu udara di atas titik beku. Jikalau anda basah kuyup oleh hujan misalnya dan pada saat itu ada angin yang cukup kencang, maka suhu udara 5oC sudah cukup membahayakan tubuh anda. Contoh lain adalah mereka yang tercebur ke laut dari kapal seperti dalam film Titanic, akan jarang bertahan hidup lebih dari 30 menit pada suhu air 0-2oC.

Sebagian dari anda tentu juga sudah pernah mendengar anjing St. Bernard yang legendaris itu, yang gambarnya ada pada postingan ini di atas, anjing ini mengandalkan penciumannya yang tajam guna mendeteksi adanya orang yang tertimbun longsoran salju ( avalanche / Lawine ) di pegunungan Alpen Swiss. Anjing ini biasanya membawa tong kecil di kalungnya berisi minuman beralkohol brandy guna menghangatkan orang yang terkena hypothermia akibat longsoran salju tersebut. Minuman “penyelamat” brandy yang dibawa si anjing ini sebenarnya lebih kepada minuman “kematian” daripada minuman “penyelamat”. Kenapa? Sebab minuman beralkohol seperti brandy ini pada orang yang mengalami hypothermia justru akan memperburuk kondisi orang tersebut. Alkohol menyebabkan pembesaran atau pelebaran dalam pembuluh darah kapiler (blood capillaries). Jikalau pelebaran itu terjadi pada pembuluh darah kapiler yang dekat dengan permukaan kulit di mana pada pembuluh darah kapiler tersebut terdapat banyak darah yang dingin (akibat hypothermia tersebut), maka pembuluh darah kapiler yang tiba2 membesar itu akan membuat darah yang dingin tersebut lebih cepat mengalir ke bagian2 tubuh di mana terdapat organ2 vital. Tentu saja hal ini dapat mengancam jiwa orang tersebut.

Penderita hypothermia yang masih sadar dan dapat makan atau minum sebaiknya diberi makanan yang manis2 dan juga minuman2 hangat, sukur2 kalau minuman hangat tersebut dapat diberi gula. Dan jangan sekali2 diberi minuman beralkohol untuk menghangatkan tubuh. Lalu untuk pertolongan pertama, secepat kilat keringkan tubuh si penderita dan tempatkan ia di tempat yang terlindung dari angin. Tempatkan si penderita di dalam sleeping bag yang kering atau bisa juga selimut yang tebal bersama anda sendiri di dalamnya agar panas dari tubuh anda dapat mengalir ke tubuh penderita. Jikalau memakai selimut tebal pastikan si penderita terlindung dari dinginnya lantai (jikalau ditaruh di atas lantai) atau dinginnya tanah. Itulah pertolongan pertama terhadap orang yang menderita hypothermia.  Dan yang paling penting adalah pertolongan pertama harus dilakukan secepat mungkin.

Di Indonesia mungkin hypothermia relatif jarang terjadi mengingat negeri kita berada dekat dengan garis katulistiwa yang selalu beriklim hangat. Kecuali mungkin hypothermia dapat terjadi pada orang2 yang mendaki gunung2   tertinggi di negeri ini. Walaupun begitu tentu tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit tentang hypothermia dan pertolongan2 pertamanya siapa tahu nanti ada yang mau berlibur dan main ski di musim dingin di pegunungan Alpen Swiss atau di Aspen, Colorado, Amerika Serikat. Hehehe……..

_______________________________________________

*) Kini untuk perbedaan suhu yaitu untuk menunjukkan kenaikan atau penurunan suhu, walaupun belum resmi, sangat dianjurkan memakai Co atau Fo untuk membedakannya dengan oC atau oF yang digunakan untuk pengukuran suhu pada satu titik waktu. Jadi 2oC berbeda dengan 2 Co. Contoh:

- Suhu udara di luar ruangan adalah 2oC berarti 2oC adalah \frac{9\times 2}{5}+32 = 35,6oF. Jadi suhu udara di luar ruangan tersebut setara dengan 35,6oF.

- Terjadi penurunan suhu udara di luar sekitar 2Co berarti 2Co adalah \frac {9\times2}{5} = 3,6 Fo. Jadi penurunan suhu udara di luar adalah setara dengan 3,6 Fo.

Berbeda bukan?

Ekonomi Pasar Lawan Ekonomi Terpusat

In Manajemen/Bisnis, Pengetahuan, Serba Serbi, Uncategorized on Jumat, 2 Mei 2008 at 10:56 pm

Tanggal 1 Mei yang lalu, seluruh dunia memperingati hari buruh. Seperti biasa dan sudah menjadi pandangan umum setiap tahun bahwa hari buruh selalu diwarnai dengan demonstrasi para buruh menuntut dilindunginya ‘hak2′ buruh. Seperti biasa setiap demonstrasi para buruh tersebut aroma kebencian terhadap kapitalisme sangat tercium di kalangan kaum buruh tersebut dan juga di kalangan pendukung kaum buruh.  Aroma kebencian tersebut diperkuat lagi oleh bumbu2 agama politik yang sebenarnya tidak ada hubungannya atau sedikit hubungannya dengan sistem perekonomian yang disebut kapitalisme tersebut. Bagi mereka yang merasa inferior membenci Amerika Serikat dan sekutu2nya kemungkinan besar mereka juga akan membenci kapitalisme. Namun ada juga yang membenci kapitalisme dengan dalih bahwa dalam kapitalisme yang kuat selalu menindas yang lemah. Terlepas dari alasan2 tersebut mari kita tengok sejenak secara singkat apa kapitalisme itu.

Lantas apa sih kapitalisme itu? Kapitalisme adalah sebuah sistem perekonomian yang dalam bahasa modernnya kini disebut sistem Ekonomi Pasar (market economy) yang pada dasarnya adalah sebuah bentuk perekonomian di mana perusahaan2 swasta dan juga peroranganlah yang paling banyak memegang kendali keputusan atas produksi dan konsumsi. Produksi dibuat untuk menghasilkan profit setinggi2nya dengan biaya serendah2nya. Konsumsipun ditentukan oleh selera dan keputusan individual. Di dalam sistem perekonomian ini, individu dan juga kelompok individu non-pemerintah diizinkan untuk memiliki modal seperti: modal uang, buruh, tanah dan sebagainya. Investasi, distribusi, harga barang dan jasa semuanya diatur dan ditentukan oleh mekanisme pasar.  Peranan pemerintah di sini relatif kecil di dalam sistem perekonomian ini. Contoh bentuk ekonomi pasar yang paling ekstrim adalah yang disebut dengan ekonomi laissez-faire, di mana pemerintah sama sekali tidak punya peran dalam perekonomian!

Lawan daripada sistem ekonomi pasar ini adalah sistem Ekonomi Terpusat (centralised economy) atau Ekonomi Terpimpin (command economy). Ekonomi Terpusat/Terpimpin ini erat hubungannya dengan sosialisme (yang kerapkali dielu2kan oleh para buruh) walaupun ada sedikit perbedaan secara definitif antara ekonomi terpusat dan ekonomi sosialisme. Di dalam perekonomian ini, pemerintah memiliki semua alat2 produksi dan sumberdaya mulai dari modal hingga tanah dan tenaga kerja, dan juga pemerintah mengatur jalannya operasi perusahaan2 di semua jenis industri. Bukan itu saja, pemerintah juga menentukan jenis2 output apa saja yang harus dihasilkan, berapa besarnya output, berapa harganya dan juga pendistribusian output2 tersebut di tengah masyarakat. Pendek kata di dalam perekonomian terpimpin yang paling ekstrim, individu dan swasta tidak diizinkan sama sekali menjalankan perusahaan! Perusahaan hanya berhak dijalankan oleh pemerintah! Bahkan tukang buahpun mungkin tidak boleh menikmati hasil jualan buahnya (karena pohon dan buahnya adalah milik negara!!), karena itu hasil penjualan buahnya harus diserahkan kepada negara dan sebagai gantinya si tukang buah akan mendapat gaji atau upah dari negara mirip pekerja atau buruh!! Di perekonomian seperti ini semua orang hanya boleh menjadi kuli buruh atau pekerja saja!

Amerika Serikat, negara2 Eropa, Jepang, Korea Selatan, Australia dan banyak negara2 maju lainnya sangat dekat dengan Ekonomi Pasar. Sedangkan Korea Utara, Kuba, Myanmar, bekas Uni Soviet waktu dulu beserta mantan sekutu2nya di Eropa Timur sangat dekat dengan ekonomi terpusat. Namun pada kenyataannya, perekonomian modern, baik itu yang dianut oleh Amerika Serikat dan sekutu2nya, maupun oleh bekas Uni Soviet zaman dulu dan sekutu2nya, tidak ada yang murni 100% menjalankan Ekonomi Pasar ataupun Ekonomi Terpusat. Mereka semua menjalankan perekonomian campuran (mixed economy). Namun tentu saja masing2 bobot perekonomiannya berbeda. AS dan sekutu2nya bobot ekonomi pasarnya tentu jauh lebih berat ketimbang praktek perekonomian terpusatnya sebaliknya bekas Uni Soviet dan sekutu2nya jauh lebih berat praktek ekonomi terpusatnya daripada praktek ekonomi pasarnya. Amerika Serikat misalnya pemerintahnya masih campur tangan dalam pembuatan hukum dan kebijakan2/regulasi2 perekonomian. Pemerintah juga menyelenggarakan sekolah dan jasa kepolisian, atau pemerintah memonopoli produk2 berteknologi yang sangat canggih terutama untuk persenjataan mutakhir. Di sini kita melihat bahwa Amerika Serikat juga tidak murni mengadopsi sistem ekonomi pasar. Begitu pula dengan bekas Uni Soviet zaman dulu yang mengadopsi sistem ekonomi terpusat di mana toh bisnis berskala kecil masih banyak dipegang oleh perorangan.

Jadi bagi mereka yang selalu menyalahkan dan membenci “kapitalisme” karena secara politis membenci AS dan sekutu2nya sepertinya sedikit salah kaprah. AS mungkin adalah kapitalis, namun kapitalisme belum tentu AS. Praktek kapitalisme sendiri mungkin jauh lebih tua dibandingkan negara paman Sam tersebut walaupun istilah kapitalisme sendiri baru mendapatkan momentumnya di abad ke-19 lalu ketika terjadi revolusi industri di Inggris. Andaikata anda bekerja pada sebuah perusahaan swasta ataupun anda kini enjoy menjalankan sebuah bisnis maka secara tak langsung andapun tengah menikmati sistem kapitalisme itu! Jadi apakah kapitalisme yang  berorientasi pada pasar bebas itu adalah sistem yang sempurna? Tidak juga! Tentu saja tidak ada gading yang tidak retak. Mungkin “kelemahan” yang paling terasa dari sistem ini adalah jurang yang menganga antara si kaya dan si miskin, antara pengusaha dan kaum buruh. Si miskin tidak bertambah miskin, namun kenaikan kesejahteraannya jauh lebih lambat dibandingkan dengan si kaya. Di negara2 yang menganut ekonomi terpusat kekayaan jauh lebih merata, tentu saja, karena di negara2 tersebut hampir semuanya buruh dan pekerja. Namun pada kenyataannya banyak si miskin di negara kapitalis bisa hidup lebih nyaman atau makmur ketimbang si kaya (yang sebenarnya nggak begitu kaya dari kacamata kapitalisme) di negeri sosialis atau negeri dengan ekonomi terpusat.

Bagaimana sekarang dengan sistem perekonomian Islam?? Jikalau mau jujur sebenarnya Islam tidak melarang praktek2 kapitalisme kecuali tentu saja yang berkenaan dengan riba atau bunga. Walaupun pada kenyataannya masih banyak yang bingung mengenai riba ini sebab (bahkan di kalangan orang Islam sendiri) apapun namanya, apakah itu bagi hasil dan sebagainya tetap saja itu adalah sebuah mark-up dan tidak ada bedanya dengan bunga hanya labelnya saja yang diganti. Apakah ada yang dapat menjelaskan lebih spesifik tentang riba ini secara definitif??

Namun, terlepas dari masalah riba ini, Islam sendiri sebenarnya tidak melarang kapitalisme. Islam sendiri juga mengakui kepemilikan modal secara personal yang menandakan Islam pada dasarnya memperbolehkan kapitalisme bahkan banyak dipercaya justru Islam yang memperkenalkan kapitalisme pada barat bukan sebaliknya! Praktek-praktek pemisahan antara perusahaan dan negara yang menjadi ciri khas kapitalisme telah lama ada dalam dunia Islam yang akhirnya diperkenalkan kepada dunia barat. Juga praktek-praktek perekonomian modern yang kita kenal saat ini dan juga instrumen2nya seperti perusahaan persekutuan (partnership), sistem pinjaman (loan), deposito, cek dan masih banyak yang lainnya sebenarnya telah lama dikenal di dunia Islam jauh sebelum dikenal di dunia barat. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat di sini. Jadi bagi mereka yang “membenci” kapitalisme yang menganggap biang kerok kerusakan perekonomian di negeri ini hanya karena membenci politik luar negeri AS dan sekutu2nya sebaiknya bisa melihat segala hal dengan lebih obyektif dan lebih bijaksana lagi…….

Setahun Blog “Rona Wajah” Prof. Sjafri Mangkuprawira

In Uncategorized on Kamis, 1 Mei 2008 at 8:35 pm

Saya sangat jarang sekali (bahkan tidak pernah) menulis tentang ulang tahun blog lain. Namun untuk blog yang satu ini, saya sepertinya “punya kewajiban” untuk ikut merayakan hari jadi yang pertama blog ini. Kenapa begitu?? Itu karena satu hal: Ya, kalau mungkin saya tidak membaca atau menemukan blog ini, mungkin blog saya “Spektrum Pemikiranku” ini tidak akan pernah ada! Ya keinginan saya untuk ikut meramaikan dunia blog dengan tulisan yang “serius” (walaupun kenyataannya banyak tema tulisan saya yang konyol) ini timbul setelah saya bertemu dan membaca blog ini.

Bagi yang belum kenal blog “Rona Wajah” yang saya maksud ini, inilah blog milik Prof. Sjafri Mangkuprawira, profesor dari Institut Pertanian Bogor yang baru saya kenal lewat blog beliau tersebut kira2 10 bulan yang lalu. Terus terang secara obyektif (dan bukan hanya mulut manis) harus saya katakan bahwa blog ini adalah salah satu yang terbaik yang ada di dunia blog Indonesia dan juga disusun dengan bahasa yang sangat baik (bandingkan dengan bahasa di postingan2 saya yang bahasanya amburadul semau gue! :mrgreen: ). Prof. Sjafri ini mungkin adalah blogger yang paling senior dilihat dari usianya (ada yang lebih senior lagi??) yang pernah saya temui di blogsfer Indonesia ini.

Dengan konsistensi tema yang luar biasa, blog ini cukup banyak diakses baik oleh rekan blogger maupun oleh para netters yang kebetulan mendarat di blog “Rona Wajah” tersebut. Dengan usia blog yang baru satu tahun, blog ini sudah diakses lebih dari 120 ribu kali! Jadi dipukul rata setiap bulan adalah 10 ribu kali akses. Bandingkan dengan blog ini yang sudah berusia 10 bulan namun hanya mendapatkan 50 ribu hit yang berarti satu bulan rata2 hanya 5000 kali akses! Namun seperti yang pernah prof. Sjafri sendiri katakan di salah satu respons terhadap salah satu komentator di blog beliau bahwa kepopuleran bukanlah target yang utama, tapi menyebarkan ilmu dan kebajikanlah yang merupakan target atau hal yang paling utama! Walaupun blog ini tidak masuk “hitungan” dalam Indonesia Matters, namun siapapun yang bisa berfikiran obyektif tidak akan menyangkal bahwa blog ini mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dari banyak blog yang terdapat di Indonesia Matters.

Seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya blog “Rona Wajah” ini, saya ikut bangga karena saya telah ikut menjadi bagian (**halaah**) dari blog tersebut dengan meninggalkan banyak komen yang tidak bermutu di blog tersebut. Mungkin saya adalah termasuk salah satu komentator terbanyak di blog tersebut hehehe…. walaupun akhir2 ini saya agak jarang alias “kedodoran” dalam memberikan komentar di blog tersebut. Hal tersebut bukan berarti saya sudah bosan dengan blog itu (saya tetap membaca postingan2 beliau) namun akhir2 ini saya memang seperti kekurangan stamina untuk memberikan komentar2 yang bermutu. Maklumlah, di blog “Rona Wajah” ini saya sangat malu jikalau berkomentar sampah seperti di blog-blog lain, apalagi jika hanya berkomentar “pertamax” saja hehehe……

Sekali lagi, selamat ulang tahun yang “pertamax” bagi blog Rona Wajah. Dan mudah2an blog tersebut dapat terus menyiarkan ilmu dan kebajikan melalui blogsfer ini. Amin.