

Sebenarnya artikel ini adalah bagian dari artikel sebelumnya dan masih juga berhubungan dengan bumi dan bulan. Namun karena jikalau artikel ini digabungkan akan sedikit panjang dan juga karena saya sudah agak lelah mengetiknya, terpaksa artikel itu saya bagi dua. Nah, biar artikel pertama lebih afdol maka akan dilengkapi dengan artikel ini yaitu menjelaskan “Kenapa Tidak Setiap Bulan Terjadi Gerhana Matahari” dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Seperti dikatakan pada postingan sebelumnya bahwa bulan baru terjadi (yaitu ketika bulan “mustahil” ditemukan di malam hari) pada posisi 1 seperti ditunjukkan pada gambar sebelah bawah. Pada posisi 1 tersebut bulan berada di antara Bumi dan matahari. Bulan berputar mengelilingi Bumi dari posisi 1 ke posisi 2 dan seterusnya hingga kembali ke posisi 1 selama kurang lebih 1 bulan lamanya. Pertanyaannya kini adalah, jikalau setiap 1 bulan, bulan berada di posisi antara matahari dan bumi kenapa tidak terjadi gerhana matahari setiap bulan?? Padahal bukankah gerhana matahari itu terjadi jikalau piringan matahari tertutup oleh bulan?? Atau dengan kata lain bukankah gerhana matahari terjadi jikalau posisi bulan berada di antara bumi dan matahari (pada posisi 1)??
Jawabannya sederhana saja, itu karena bidang orbit bulan tidak lurus mendatar melainkan miring dengan sudut 5,2o seperti yang nampak pada gambar di sebelah kanan (gambar diambil dari sini). Biasanya setiap bulan, jikalau tiba pada posisi 1, bulan sedikit berada di atas atau di bawah bumi sehingga tentu saja tidak terjadi gerhana matahari. Hanya sekali2 bulan berada tepat atau kira2 tepat di antara matahari dan bumi sehingga timbulah gerhana matahari.
Nah, untuk gerhana bulan juga begitu. Gerhana bulan terjadi jika bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bulan. Nah, untuk itu untuk terjadi gerhana bulan tentu posisi bulan harus berada pada posisi 5 gambar di bawah. Namun gerhana bulan juga tidak terjadi setiap bulan dengan alasan yang sama seperti halnya gerhana matahari.
Pada gambar di sebelah atas, yang menggambarkan orbit bumi mengelilingi matahari dan orbit kecil bulan yang mengelilingi bumi, posisi yang paling memungkinkan untuk terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan adalah ketika bumi berada di posisi2 yang dihubungkan dengan garis putus2 dengan matahari. Bisa dengan mudah dimengerti.
Kita lihat lagi gambar bawah, karena posisi gerhana matahari hanya bisa terjadi di posisi 1 sedangkan gerhana bulan terjadi pada posisi 5, dan bulan membutuhkan kira2 setengah bulan untuk bergerak dari posisi 1 ke posisi 5 maka adalah peristiwa yang mustahil jika siangnya terjadi gerhana matahari maka malamnya terdapat bulan purnama, ataupun adalah hal yang mustahil pula bahwa setelah siangnya terjadi gerhana matahari maka malam harinya terjadi gerhana bulan………
Nah demikianlah penjelasan sederhana mengenai terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. Semoga bisa dimengerti.
Catatan:
Adalah suatu kebetulan yang sangat mengagumkan bahwa diameter matahari besarnya kira2 400 kali diameter besarnya bulan namun juga jarak matahari ke bumi adalah 400 kali jarak bumi ke bulan hingga memungkinkan piringan matahari terlihat kira2 sama besar dengan piringan bulan jika dilihat dari Bumi. Hal inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana matahari total, sebuah pemandangan yang mungkin sukar didapat di planet lain baik di tata surya ini maupun di tata surya lain nun jauh di sana! (Gambar2 gerhana matahari dan gerhana bulan dapat anda dapatkan sendiri di Google dengan mudah).
Bagi yang bosan dengan masalah perbulanan dan permataharian
bisa mengunjungi blog alternatif saya di sini.








Pertamax…! mumpung gratis
Komentar oleh Yoga — Jumat, 23 Mei 2008 @ 7:38 am |
Apakah mungkin dalam jarak satu bulan terjadi gerhana bulan kemudian terjadi gerhana matahari juga?
*yang lagi males mikir berat-berat*
Komentar oleh Yoga — Jumat, 23 Mei 2008 @ 7:42 am |
Kalau gerhana matahari total tu kira-kira terjadi berapa tahun sekali di suatu wilayah?
Komentar oleh ardianto — Jumat, 23 Mei 2008 @ 9:00 am |
Saya cuma membayangkan betapa semua udah pada kedudukan masing-masing. Andai suatu ketika bulan berputar lebih lambat, atau matahari yang lebih lambat, maka akan terjadi pergeseran waktu….atau bahkan menyeleweng dari poros putaran masing-masing…..duhh ngeri membayangkannya. Betapa Tuhan Maha Besar, yang bisa mengatur semua ini.
Komentar oleh edratna — Jumat, 23 Mei 2008 @ 9:43 am |
Hebatnya ‘keteraturan’ ciptaan Yang Maha Kuasa
Komentar oleh Ersis Warmansyah Abbas — Jumat, 23 Mei 2008 @ 10:02 am |
tau ga tau ga saya blom pernah liat gerhana matahari
padahal pengen tau kaya apah…
gerhana bulan mah ga ngaruh da malem malem emang lazimnya sedemikian saja…
Komentar oleh natazya — Jumat, 23 Mei 2008 @ 10:41 am |
Dikirain saya dulu bulan sabit itu akibat gerhana bulan ternyata bukan ya?
Komentar oleh AgusBin — Jumat, 23 Mei 2008 @ 10:46 am |
Nambah pengetahuan nih postingannya Mas. Salam kenal.
Komentar oleh Rafki RS — Jumat, 23 Mei 2008 @ 6:11 pm |
bener postingan berbobot Pak
Komentar oleh achoey sang khilaf — Jumat, 23 Mei 2008 @ 7:52 pm |
hmmm..ok skrg bu guru mengerti. thx
sedikit OOT, bapak pernah baca ato denger mitos ttg ibu hamil yang gak boleh liat gerhana?
sambil menungu jawaban bapak, ita jln2 dulu, liat pelangi disebelah
Komentar oleh eNPe — Jumat, 23 Mei 2008 @ 9:57 pm |
@Yoga
Sangat2 jarang terjadi karena faktor orbit bumi mengelilingi matahari juga, kecuali mungkin kalau bumi bisa diam di orbitnya.
@Ardianto
RATA-RATA antara 350-400 tahun sekali.
@edratna
Wah…. mungkin itu yang dinamakan tanda2 kiamat ya bu???
@Ersis Warmansyah Abbas
Benar….. tanpa keteraturan dari benda2 langit yang ada di jagad raya ini… mungkin tidak akan ada manusia yang hidup sekarang!
@natazya
Hehehe….. ya kali aja nanti di suatu saat kalau beruntung dapat melihat dengan mata kepala sendiri gerhana matahari total!
@AgusBin
Bukanlah…. bulan sabit itu akibat ada beberapa bagian permukaan bulan yang tidak tersorot sinar matahari.
@Rafki BS
Salam kenal juga…….
@achoey sang khilaf
Terima kasih juga……
@eNPe
Wah kalo alasan itu mungkin karena ibu2 hamilnya kalau ngelihat gerhana matahari langsung bisa buta, tapi itu sih bukan hanya ibu2 hamil aja, semua orang juga beresiko buta kalau melihat gerhana matahari langsung! Huehehe…..
Komentar oleh Yari NK — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 7:32 am |
lepas dari masalah ilmiahnya, menurut pemikiran saya yang filosofis en mendayu-dayu sekali dayu 2-3 pulau terlampaui, gerhana matahari ataupun bulan jarang terjadi agar event tersebut menjadi istimewa… kalo tiap bulan gerhana apa ndak jadi biasa tuh?! saya pikir pengulangan bulanan yang selalu menarik buat ditunggu adalah datangnya gajian…
Komentar oleh khofia — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 10:11 am |
salam
Hmm kalau keseringan ntar repot he..he.. Trims lo Pa buat infonya, kayaknya bapak suka banget ma astronomi ya
Komentar oleh nenyok — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 10:28 am |
belum pernah liat..
yang ada gerhana dompet gara2 BBM naik…. hehehehehe
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik setinggi gunung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Tercekik Harga-Harga
Naik-Naik Kepuncak gunung BBM naik gak tanggung-tanggung
Lihat kiri Lihat Kanan Rakyat Panik dimana-mana
Komentar oleh indra1082 — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 10:32 am |
sipp.. tambah pengetahuan deh aku
Komentar oleh ario dipoyono — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 11:38 am |
NGomong-ngomong ttg gerhana, saya teringat saat dulu SD, cerdas cermat ditanya, diminta menjelaskan ttg gerhana bulan dan matahari…
Komentar oleh mathematicse — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 1:59 pm |
capek muternya kali Pak
atau lagi gangguan hormon ??
*eh salah, itu mah kalo ga dateng bulan ya ??*
Komentar oleh Menik — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 7:07 pm |
umm..pak, ada pertanyaan! *ngacung*,apakah jarak waktu antar gerhana matahari lebih panjang daripada antar gerhana bulan? berapa lama sekali untuk masing-masingnya? perasaan fi lebih sering ketemu fenomena gerhana bulan daripada gerhana matahari (walopun ga bisa lihat secara sempurna, mengingat posisi kita yang waktu itu lg ga pas di “garis lurus”-nya).
Oya, waktu gerhana matahari taun 2003 apa 2004 gitu, ada yang pernah ngasi tau cara ngeliat si matahari secara ga langsung & keliatan, yaitu pake pita/isi dalem disket bekas, huehe..
Komentar oleh pipiew — Sabtu, 24 Mei 2008 @ 11:25 pm |
Om, saya pernah denger katanya kalo udah deket kiamat itu nanti pada satu bulan Ramadhan akan ada gerhana matahari dan gerhana bulan. Bener mungkin ga ya?
Komentar oleh Alias — Minggu, 25 Mei 2008 @ 6:53 am |
@khofia
Tapi kalo gajiannya kena “gerhana” alias dipotong tiap bulan pasti hal tersebut akan menjadi peristiwa yang kurang menyenangkan tiap bulan…..
@nenyok
Huehehe…. repot apanya neh??
@indra1082
Aturan…. harga BBM-nya yang kena gerhana ya??
@ario dipoyono
Hehehehe….
@mathematicse
Huehehe…. gimana?? Kang Jupri bisa menjawab pertanyaannya?? Pasti bisa dong ya!
@Menik
Iya tuh capek muternya! Mana nggak digaji lagi!
@pipiew
Ya… lebih lama gerhana bulan dong. Kalo mbak fi lebih sering ketemu fenomena gerhana bulan, itu karena kalau terjadi gerhana bulan maka seluruh sisi yang malam di Bumi dapat melihat gerhana bulan tersebut, jadi daerah cakupan gerhananya dilihat dari Bumi sangat luas. Berbeda dengan gerhana matahari (apalagi yang total) daerah cakupannya di Bumi relatif sangat terbatas.
Memang iya sih 1001 cara kreatif sudah diciptakan untuk melihat gerhana matahari secara tidak langsung, sebab melihat gerhana matahari langsung tentu sangat berbahaya…..
@Alias
Bisa jadi…. itu mungkin karena orbit Bumi dan Bulan sudah tidak teratur lagi….. Atau bisa jadi nanti kalau orbit sudah tidak teratur lagi satu bulan lamanya tidak 29 – 30 hari lagi melainkan lebih lama atau lebih lambat karena orbitnya menjauh….. dsb…..
Komentar oleh Yari NK — Minggu, 25 Mei 2008 @ 6:59 am |
Satu lagi ilmu astronomi aku dapatkan dari sampeyan.
Jika berkenan, tolong cari dalil-dalil dalam Al Quran tentang gerhana.
Tabik!
________________________________________
Yari NK replies:
Kalau dalam Al-Qurân, coba bapak buka Surah Yâ Sîn (36) ayat 33 – 40. Mungkin pak Zul bisa mengungkapkannya lebih jelas dari sisi agamanya kepada kita2 ini di blog bapak. Bagaimana?
Komentar oleh Zul ... — Minggu, 25 Mei 2008 @ 12:27 pm |
Kalau saya justru bertanya kok enggak ada gerhana Bumi ya….he he.
_____________________________________
Yari NK replies:
Oh ada…….(serius), gerhana Bumi terjadi di bulan pada saat terjadi gerhana matahari di Bumi. Pada saat itu, bulatan bulan menutupi matahari sehingga terjadi gerhana bumi di bulan. Jikalau ada manusia di bulan, tentu akan bisa mengamati gerhana bumi. Sebaliknya, jikalau di bumi terjadi gerhana bulan, maka di bulan akan terjadi gerhana matahari. Nah begitu!
Komentar oleh semelekethe — Minggu, 25 Mei 2008 @ 5:27 pm |
Postingannya bagus banget Mas..tambah pengetahuan nih
______________________________
Yari NK replies:
Terima kasih kembali.
Komentar oleh FAD — Minggu, 25 Mei 2008 @ 5:29 pm |
eeeeeeeeeee best nye.leh buat uji kaji
Komentar oleh y.nazihah — Selasa, 27 Mei 2008 @ 6:58 pm |
pest…………..seeeeee you .
_________________________________
Yari NK replies:
Yes, thank you for visiting my blog. You are from Malaysia, aren’t you?
Komentar oleh y.nazihah — Selasa, 27 Mei 2008 @ 6:59 pm |
oia kt’a setip ada gerhana bulan dan gerhana matahari itu
setiap setahun sekali terus dalam 15 hari emang’a bener tp itu kt guru astronomi aku sich…///
oia klo boleh tw aku pgn di ajarin astronomi dan seni dong?
and knp gak setiap hari aja ada gerhana bulan’a,,,
Komentar oleh Choky sitohang — Kamis, 25 Juni 2009 @ 5:19 pm |
Sorry kalo seni aku nggak bisa ngajarin.
Ya nggak mungkin setiap hari terjadi gerhana bulan, karena gerhana bulan hanya terjadi pada saat bulan purnama yaitu pada saat matahari bumi dan bulan berada pada garis lurus.
Komentar oleh Yari NK — Sabtu, 27 Juni 2009 @ 10:18 am |