Arsip Bulanan: Juni 2008

Partnership

Karena sedikit jenuh dengan postingan2 yang berisikan ilmu pengetahuan, maka untuk postingan kali ini saya akan menampilkan postingan yang ada hubungannya dengan bisnis, walaupun sebenarnya dalam bisnis juga ada ilmu pengetahuannya dan nyatanya postingan ini toh juga masih berbau ilmu pengetahuan namun pengetahuan mengenai bisnis. :mrgreen:

Untuk postingan kali ini, saya akan menuliskan topik yang sederhana dulu yaitu: Partnership atau dalam bahasa Inlander Indonesianya adalah Persekutuan. Namun tidak semua topik mengenai persekutuan akan dibahas melainkan hanya garis2 besarnya saja dan juga terfokus pada saat akan membentuk persekutuan.

Persekutuan adalah gabungan dua orang atau lebih yang secara sukarela mendirikan, memiliki dan menjalankan usaha bisnis guna meraih profit.  Setiap orang yang mampu berkomitmen untuk menjadi seorang partner dalam sebuah persekutuan dapat menjadi bagian atau anggota dari persekutuan tersebut.  Individu2 yang ingin menjadi partner tidak harus memberikan kontribusi modal ataupun berbagi asset pada saat pembubaran persekutuan kelak, namun bisa saja partner tersebut hanya berpartisipasi di dalam manajemen dan pembagian profit sesuai perjanjian. Kita seringkali menganggap bahwa pembentukan sebuah partnership segampang kita menjalin persahabatan sehari2. Dengan kata lain, kita sering menganggap bahwa jikalau kita sudah berteman akrab dengan seseorang maka orang tersebut adalah orang yang tercocok menjadi partner kita dalam bisnis. Walaupun memang tidak dapat dipungkiri bahwa kepercayaan adalah hal yang utama dari sebuah persekutuan namun sebenarnya persekutuan harus mempertimbangkan aspek2 yang serius. Sebuah persekutuan yang kuat selain membutuhkan seorang partner yang jujur sebaiknya juga sehat (terutama akalnya), cakap dan kompatibel.

Menjalankan persekutuan memang mempunyai banyak keuntungan, namun seperti pepatah “tak ada gading yang tidak retak”, menjalankan persekutuan ini juga sarat dengan masalah. Majalah bisnis Inc. di Amerika Serikat mengadakan survey terhadap individu2 tentang opini mereka mengenai persekutuan. Ternyata hasilnya adalah sebagai berikut:

Pertanyaan Jawaban Persentase
Mengapa Persekutuan itu Baik untuk anda? Membagi beban kerja 55
  Membagi beban emosional 41
  Memanfaatkan talenta eksekutifnya 40
  Membagi beban finansial 33
  Membuat suasana kantor menjadi tidak ‘sepi’ 26
Kenapa persekutuan buruk untuk anda? Suka terjadi konflik personal 60
  Ternyata partner kita mengecewakan 59
  Fungsi perusahaan lebih baik jika hanya dengan satu pemimpin 53
  Sangat menurunkan ekuitas 6
  Kita tidak bisa menjalankan keputusan kita sendiri 6

 

Dari survey di atas ternyata problem yang paling nyata dirasakan dalam persekutuan adalah sering terjadinya konflik personal (60% dari responden), partner yang mengecewakan (59%) serta pengalaman bahwa perusahaan dengan satu pemimpin adalah lebih baik (53%). Nah, untuk itu, sebelum anda membentuk sebuah persekutuan, pertanyaan2 berikut ini patut diajukan sebelum anda memilih partner (sekutu) yang tepat. Pertanyaan berikut ini bertujuan untuk mengklarifikasi ekspektasi sebelum perjanjian persekutuan dibuat:

  • Bagaimana Konsep Bisnis Kita? Ini sebenarnya sebuah topik atau pertanyaan yang teramat luas. Terkadang perlu juga fihak ketiga untuk ikut mendengarkan agar memastikan bahwa setiap partner mempunyai pengertian yang sama pada setiap masalah yang dibahas. Hal-hal yang sering ditanyakan adalah: Siapa yang bertugas “memproduksi”?? Siapa yang akan menjalankan jasa ke pelanggan?? Siapa yang bertugas menjual?? Apakah perusahaan mengejar profit jangka panjang atau kebalikannya, apakah mereka cuma akan mendirikan perusahaan dan kemudian menjualnya dan mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut?? Siapakah yang akan berpartisipasi dalam manajemen??  Dan lain-lain. Di sini biasanya akan mulai terlihat “benturan2″ antar partner dan di sini juga biasanya mulai terlihat sifat2 asli seorang partner dalam menjalankan perusahaan, apakah ia seorang yang otoriter, berkepala dingin, kalem, terburu2, dominan dan lain2 sifat.
  • Bagaimana Struktur Kepemilikan? Biasanya paling ‘aman’ dan gampang adalah membagi rata struktur kepemilikan kepada setiap anggota partner seperti membagi rata sebuah kue. Namun kenyataan praktek “bagi rata kue” ini seringkali membuat perusahaan lumpuh di masa yang akan datang. Jikalau setiap partner tidak ada yang mau mengalah, sebaiknya dibuat suatu aturan atau pertimbangan bagaimana struktur kepemilikan didasarkan. Misalkan berdasarkan besar modal yang disetor oleh masing2 partner, dan sebagainya.
  • Apakah kita benar-benar saling membutuhkan? Pertanyaan ini juga penting didiskusikan. Menurut para psikolog **halaah** jikalau alasan pembentukan partnership hanya karena “berdua menjalankan bisnis rasanya lebih tenang” mendingan cari cara lain agar anda dapat menjalankan bisnis anda dengan tenang karena persekutuan pada hakekatnya adalah berbagi kewajiban dan kekuasaan dan bukan hanya sekedar berbagi ketakutan agar menjadi lebih tenang!
  • Apakah gaya hidup kita berbeda? Ini juga penting didiskusikan karena pada dasarnya harta seorang partner juga terlibat pada harta persekutuan maka tentu gaya hidup juga pantas dipertimbangkan dalam memilih seorang partner. Mereka yang menikah tentu akan lebih banyak kecenderungan untuk membuat personal withdrawals daripada mereka yang masih bujangan. Begitu juga bagi seorang partner yang suka berfoya2 atau menghambur2kan duit kecenderungan untuk memperbesar akun personal withdrawals juga tinggi. Untuk itu perbedaan gaya hidup seorang partner juga harus didiskusikan secara matang.

Nah, kalau hal2 di atas sudah terpecahkan dengan baik atau sudah disetujui maka selanjutnya dibuat dokumen mengenai hak dan kewajiban para partner (articles of partnership). Dokumen2 ini dibuat sebelum perusahaan persekutuan ini beroperasi dan paling sedikit menyangkut hal2 berikut ini:

  1. Tanggal berdirinya persekutuan
  2. Nama dan alamat semua partner/sekutu.
  3. Pernyataan fakta persekutuan.
  4. Pernyataan tujuan bisnis.
  5. Lama bisnis (kalau ada dan sudah direncanakan)
  6. Nama dan lokasi perusahaan persekutuan
  7. Jumlah investasi masing2 partner
  8. Rasio pembagian untung dan rugi
  9. Hak setiap partner, jika ada, menyangkut juga dana perusahaan untuk keperluan pribadi
  10. Penyediaan data2 akuntansi dan akses terhadap data2 tersebut oleh setiap partner
  11. Tugas2 spesifik bagi setiap partner
  12. Pembagian harta bersih untuk setiap partner pada saat pembubaran persekutuan
  13. Pembatasan2 tertentu, misalnya dalam penandatangan cek, satu tandatangan dari seorang partner tidak dapat mewakili seluruh partner, dsb.
  14. Perlindungan bagi para partner yang tetap tergabung, perlindungan hak milik partner jikalau ada salah satu partner yang meninggal dunia.

Selain hal2 di atas seorang partner juga mempunyai hak2 implisit. Contohnya adalah mengenai masalah pembagian keuntungan. Jikalau tidak terjadi kesepakatan mengenai keuntungan, maka dengan hak implisitnya pembagian keuntungan, dengan terpaksa, dapat dibagi rata di antara para partner.

Dan yang juga penting adalah setiap partner mempunyai agency power, yang berarti setiap partner harus menanamkan kepercayaan pada partner2 lainnya. Kepercayaan yang baik dan juga saling menjaga, tugas2 manajemen yang ditunaikan secara baik semua harus dipelihara oleh semua partner. Karena sifat dari hubungan persekutuan ini adalah kepercayaan dalam karakter, maka seyogianya setiap partner tidak boleh saling berkompetisi di dalam persekutuan dan juga seorang partner tidak boleh menggunakan informasi bisnis untuk kepentingan pribadi…..

Hmmm…. ternyata untuk mendirikan sebuah persekutuan lebih dari hanya sekedar masalah persahabtan belaka ya??

“Letters From Iwo Jima” Sebuah Film Perang Dilihat Dari Sudut Pandang “Musuh”

Meskipun saya penggemar berat film2 horor, namun bukan berarti saya tidak suka dengan film2 ber-genre lain. Banyak juga film2 drama yang saya sukai apalagi kalau film2 drama tersebut sarat dengan pengetahuan atau peristiwa sejarah dan bukan film drama yang melulu percintaan dan perselingkuhan à la Indonesia yang gampang ditebak akhir ceritanya. Salah satu film drama yang baru saya tonton ini via channel HBO Signature yang berjudul “Letters from Iwo Jima” ini adalah salah satu film yang saya suka.

Film yang dibuat tahun 2006 ini memang sarat dengan adegan2 pertempuran dalam sejarah Perang Iwo Jima, namun film ini juga sarat dengan drama2 kemanusiaan tanpa adegan kesedihan dan tangis yang bertele-tele nggak seperti film2/sinetron2 drama Indonesia. Fakta menarik dari film ini adalah walaupun film ini asli produksi Amerika Serikat namun film ini memakai bahasa Jepang penuh. Film yang disutradarai oleh Clint Eastwood dan diproduseri bersama oleh Clint Eastwood dan Steven Spielberg ini memang sengaja melihat sebuah peristiwa perang dengan perspektif “musuh”. Tidak seperti film2 Hollywood lain dan juga termasuk film2 Indonesia yang menggambarkan musuh itu bengis dan kejam, film “The Letters of Iwo Jima” ini menggambarkan “sisi2 kemanusiaan” dari fihak musuh. Dari film tersebut digambarkan bahwa tentara2 Jepang sama baiknya dan sama berengseknya dengan tentara AS. Di situ juga banyak digambarkan perasaan2 manusiawi tentara Jepang lainnya seperti rasa takut, rasa rindu dengan rumah dan keluarga, rasa berani pantang menyerah, rasa setia kawan dan lain sebagainya. Film ini diterbitkan “duet” dengan film Clint Eastwood yang lainnya pula yaitu film “Flags of Our Fathers” yang juga menceritakan perang Iwo Jima, hanya saja “Flags of Our Fathers” menceritakan perang Iwo Jima dari perspektif fihak Amerika Serikat. Jadi kedua film tersebut merupakan penyeimbang satu sama lain. Jadi dari kedua film tentang perang Iwo Jima tersebut dapat dilihat perspektif dari masing2 fihak yang bertempur. Saya sudah melihat baik film “Letters from Iwo Jima” maupun film “Flags of Our Fathers”. Kedua2nya menurut saya bagus namun entah kenapa saya lebih suka yang “Letters from Iwo Jima”. Ini mungkin disebabkan karena saya jarang melihat film perang dari perspektif Jepang, karena selama ini yang saya tonton kebanyakan adalah film perang dari perspektif tentara Sekutu atau Amerika Serikat.

Tokoh2 sentral dari film ini sebenarnya cukup banyak. Namun dua tokoh utamanya adalah Ken Watanabe yang berperan sebagai Letnan Jenderal Tadamichi Kuribayashi yang memimpin 21.000 tentara Jepang yang mempertahankan Iwo Jima. Tokoh utama lainnya adalah Kazunari Ninomiya (yang juga seorang anggota boy band asal Jepang “Arashi” yang saya sendiri sama sekali tidak kenal) yang memerankan Prajurit Satu (Private First Class) Saigo. Prajurit Saigo ini menjadi tokoh sentral utama dalam film ini karena ia menggambarkan keadaan prajurit2 Jepang lainnya yang “menderita” ketika perang Iwo Jima berkecambuk. Dan ia pula yang pada akhir cerita membakar seluruh dokumen2 tentara Jepang namun ia tidak membakar surat2 pribadi tentara2 Jepang yang tidak terkirim melainkan ia menguburnya. Nah, sebenarnya dari sinilah cerita dimulai ketika para ahli arkeologi Jepang pada masa kini mengeksplorasi gua2 bekas perang di Iwo Jima dan menemukan kantong surat yang sudah terkubur lama tersebut. Adegan lantas berpindah ke pulau Iwo Jima tahun 1944 pada saat2 pulau tersebut akan diserang AS. Tokoh2 perwira dalam film ini seperti Letnan jendral Kuribayashi semuanya adalah nyata sedangkan tokoh2 prajurit keroco dalam film ini seperti Prajurit Satu Saigo adalah fiktif.

Cerita bergulir pada tahun 1944-1945, ketika itu angkatan perang kekaisaran Jepang sudah terdesak. AS satu demi satu menguasai pulau2 di Lautan Pasifik yang diduduki Jepang. Iwo Jima adalah pulau milik Jepang yang terletak kira2 1200 kilometer di sebelah selatan Tokyo. Pulau seluas 21 km² ini sebenarnya tidak mempunyai kekayaan alam apapun, namun pulau ini mati2an dipertahankan oleh Jepang pada Perang Dunia II karena jikalau pulau ini jatuh ke tangan AS maka seluruh Jepang akan mudah dijangkau oleh pesawat2 pembom strategis AS.

Letjen Kuribayashi sendiri sebenarnya pesimis bisa mempertahankan Iwo Jima hanya dengan 21.000 tentaranya tanpa bala bantuan terutama dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Jepang. Angkatan Laut dan Angkatan Udara Jepang pada akhir tahun 1944 memang hampir lumpuh. Sisa kekuatan Laut dan Udara yang ada difokuskan untuk mempertahankan tanah air dan tidak akan ada bala bantuan untuk mempertahankan Iwo Jima. Maka akhirnya pertempuranpun tidak terhindarkan pada bulan Februari 1945. Letjen Kuribayashi memutuskan untuk tidak bertempur à la Banzai Jepang dengan penyerangan frontal. Namun Kuribayashi memutuskan untuk berperang atau bertahan dari dalam tanah. Gunung Suribachi (gunung di Iwo Jima) dan seluruh pulau Iwo Jima dibikin mirip seperti sarang lebah. Tentara Jepang menggali terowongan2 di gunung tersebut dengan total panjang 18 kilometer dengan 5000 mulut gua, dan hampir setiap mulut gua didirikan bunker untuk menahan laju 100 ribu marinir AS yang menyerbu pulau tersebut lengkap dengan kekuatan laut dan udaranya. Artileri2 berat dan tank2 Jepang yang tidak bisa masuk ke dalam gua dihancurkan oleh bom2 AS dari udara, sedangkan pihak Jepang yang tidak diperkuat oleh angkatan udaranya hanya bisa berusaha menembak pesawat2 AS yang membabibuta mengebom siang-malam tanpa henti tersebut dengan machine gun.

Pemandangan paling menakjubkan adalah ketika Prajurit satu Saigo tengah membuang pispot kotoran tentara Jepang di luar persembunyian. Ketika itu dari kejauhan ia melihat pemandangan yang “menakjubkan” yaitu pantai Iwo Jima dipenuhi atau dibanjiri oleh ratusan kapal2 perang AS dari segala kelas mulai dari penyapu ranjau hingga battleship. Hanya kapal induk saja mungkin yang tidak ada. Kapal2 perang tersebut seperti tengah “arisan” dengan tenangnya “tanpa gangguan”. Sungguh sebuah pemandangan yang bisa membikin kecut hati tentara Jepang yang melihatnya.

Hasil dari perang itu sendiri sudah dapat diduga. 21 ribu tentara Jepang dengan persenjataan dan amunisi terbatas ditambah lagi dengan suplai makanan dan obat2an yang menipis tidak akan mampu melawan 100.000 marinir AS bersenjata lengkap. Pertempuran “hanya” berlangsung satu setengah bulan. AS kehilangan 6800 marinirnya ditambah beberapa ratus yang hilang. Korban di fihak Jepang lebih dahsyat lagi, dari 21.000 tentaranya yang mempertahankan Iwo Jima tinggal 216 orang yang hidup. Letjen Kuribayashi sendiri akhirnya ikut berperang langsung mengangkat senjata dalam pertempuran terakhir guna mempertahankan Iwo Jima. Letjen Kuribayashi sendiri dalam film “The Letters of Iwo Jima” ini digambarkan tewas bunuh diri dengan pistol kesayangannya, sebuah pistol M1911 Colt (kaliber) .45 buatan AS yang ia dapatkan ketika ia bertugas di AS sebagai tanda persahabatan sebelum perang pecah. Namun sebenarnya kematian Kuribayashi masih menjadi misteri. Jasadnya sendiri tidak pernah ditemukan. Banyak yang mengatakan bahwa Kuribayashi mencabut seluruh atribut jenderalnya untuk berperang sebagai prajurit biasa pada pertempuran2 terakhir mempertahankan Iwo Jima. Itulah yang turut mempersulit identifikasi jasad sang jenderal.

Film “Letters of Iwo Jima” ini menurut saya sangat memikat. Jikalau anda menyukai “action” atau film perang, film ini sarat dengan peperangan terutama di setengah akhir filmnya. Sedangkan bagi anda penggemar film drama, film ini juga penuh dengan drama2 kemanusiaan yang menyentuh bahkan tragis. Sebuah perpaduan antara ketegangan dan drama yang memikat………..

Gambar atas: Ken Watanabe sebagai Letnan Jenderal Tadamichi Kuribayashi. Foto dicomot dari Wikipedia.

Euro 2008 vs Wimbledon

Trofi Wimbledon. Tunggal Pria (Piala), Tunggal Putri (Piringan)Gegap gempita pesta sepakbola “terakbar” kedua setelah Piala Dunia, yaitu Euro ( 2008 ) ini hampir mencapai puncaknya. Pada saat artikel ini ditulis, Jerman dan Turki sudah lolos ke semifinal. Berarti sisa pertandingan Euro tahun ini tinggal 5 pertandingan lagi. Karena sudah mencapai babak2 akhir dari Euro 2008 ini, maka sisa2 pertandingan yang sangat menentukan ini buat saya adalah “wajib tonton”. Jikalau pada babak penyisihan banyak yang saya lewatkan karena mengantuk, namun mulai babak perempat final yang menggunakan sistem gugur saya bertekad untuk tidak melewatkan siaran langsungnya. Hehehe…….

Namun ketika pesta Euro 2008 akan memasuki babak2 akhir, ada satu peristiwa olahraga juga yang tiap tahun tidak pernah saya lewatkan, yaitu turnamen tennis Wimbledon di Inggris. Ya, sejak tahun 1990an pada saat StarSports mulai menyiarkan langsung pertandingan Wimbledon ini, saya hampir tidak pernah melewatkannya setiap pertandingan yang disiarkan langsung di televisi mulai dari babak awal hingga babak final. Turnamen tennis yang sering dikatakan sebagai terakbar di dunia ini, pada tahun ini dimulai hari Senin besok. Dan mulai hari Senin besok, mungkin tontonan saya di rumah menjadi bertambah dengan dimulainya Wimbledon ini. Huehehehe……. Untuk itu, untuk postingan kali ini, saya akan mengangkat masalah yang ringan2 saya seputar Wimbledon (dan tennis) ini.

Turnamen tennis Wimbledon ini tergolong turnamen tenis yang “unik”. Walaupun sering dikatakan sebagai turnamen tennis terbesar terjagad namun nilai2 ketradisionalannya sangat terjaga. Tidak seperti di turnamen2 tennis lainnya yang bebas menggunakan pakaian tennis yang trendy berwarna-warni, di Wimbledon ini para pemain tennis diwajibkan memakai baju tennis berwarna putih atau dominan berwarna putih. Wimbledon juga satu2nya turnamen sekelas Grand Slam yang masih setia menggunakan lapangan rumput sejak mulai dipertandingkan tahun 1877. Ketiga turnamen Grand Slam tennis lainnya yaitu: Roland Garros (Perancis) kini memakai tanah liat. US Open (Amerika Serikat terbuka) menggunakan lapangan sintetis DecoTurf, sedangkan Australia Terbuka juga menggunakan lapangan sintetis berjenis Plexicushion. Ketradisionalan Wimbledon bukan itu saja, lapangan ini juga tidak memiliki penerangan dari lampu buatan sehingga pertandingan Wimbledon tidak bisa dilanjutkan setelah pukul 9 sore ketika matahari terbenam (Di Inggris, pada musim panas matahari terbenam sekitar pukul 9 sore/malam). Ketradisionalan itu bertambah dengan papan skor elektronik tradisional teknologi tahun 1970an. Jikalau di banyak lapangan tennis kualitas internasional lainnya papan skor sudah menggunakan video layar lebar, maka papan skor elektronik di Wimbledon ini sudah usang teknologinya. Walaupun pada tahun 2006 sudah dipasang video layar lebar, namun untuk papan scoring tetap menggunakan papan skor elektronik yang jadul tersebut!

Sebenarnya saya mulai menyukai pertandingan tennis (termasuk Wimbledon tentu saja) pada waktu saya mulai main tennis di tahun 1980an walaupun hanya sekedar untuk hobby saja (Sekarang sudah hampir 10 tahun saya hampir2 tidak pernah mengayunkan raket tennis lagi). Di awal tahun 1980an, tennis dunia masih dikuasai oleh segelintir negara saja yaitu AS, Australia, Cekoslowakia dan Swedia. Tunggal putri di awal tahun 1980an masih dikuasai oleh dua petenis AS yaitu Chris Evert dan Martina Navrátilová. Martina Navrátilová membelot dari negaranya Cekoslowakia dan resmi menjadi warga negara AS di tahun 1981. Sedangkan di tunggal putra, tennis masih dikuasai oleh dua petenis AS John McEnroe, Björn Borg dari Swedia dan juga Ivan Lendl petenis Cekoslowakia yang juga akhirnya membelot ke AS.

Namun peta kekuatan tennis mulai merata ketika dua petenis Jerman Barat, masing2 satu di putera dan puteri, yaitu Boris Becker dan Steffi Graf memenangkan gelar Wimbledon mereka yang pertama. Boris Becker menggondol gelar Wimbledon pertamanya di tahun 1985 sedangkan Steffi Graf di tahun 1988. Sejak itu kekuatan tennis dunia mulai merata atau boleh dikatakan dengan kata lain prestasi tennis Amerika Serikat dan Australia kini sudah menurun. Dari 10 teratas petenis putera dunia kini hanya dua yang berasal dari AS yaitu Andy Roddick dan James Blake. Sedangkan di bagian puteri juga hanya menyisakan dua petenis AS saja di 10 besar yaitu si kakak beradik Venus dan Serena Williams. Sayang, walaupun peta kekuatan tennis dunia kini jauh lebih merata namun tetap saja petenis2 dari Asia  sulit menembus 10 besar dunia, apalagi Indonesia. Hanya saja ada sedikit catatan di bagian puteri bahwa petenis2 Eropa Timur yang cantik2 itu kini merajai petenisan dunia apalagi sejak dua petenis Belgia Justine Henin dan Kim Clijsters mengundurkan diri dari dunia tennis.

Nah, kini siapa yang berhasil membawa pulang hadiah US$ 1.470.000 sebagai juara tunggal putera dan tunggal puteri Wimbledon? Walaupun saya ingin Rafael Nadal (Spanyol) di bagian putera atau Daniela Hantuchová dari Slowakia yang menang, tapi kok rasa2nya bakal Roger Federer (Swiss) lagi yang jadi juara di bagian putera, atau salah satu petenis Rusia di bagian puteri. Tapi, ah siapa tahu ada kejutan?? Yang penting saya nikmati saja deh siaran langsungnya. Kalau di Wimbledon sana orang2 menikmati Wimbledon dengan strawberry dan cream, maka saya di sini cukup menikmati Wimbledon dengan kacang kulit dan kopi Capuccino instan saja. Huehehehe……

UPDATE:

Kemarin (23/6) saya lihat di televisi bahwa Papan scoring jadul di Centre Court Wimbledon mulai tahun ini sudah diganti dengan papan scoring video layar lebar yang modern. :)

Asal-Muasal Kehidupan

Eksperimen Asam Amino Milton-UreyDahulu kala para ahli berpendapat bahwa Fisika dan Biologi adalah dua dunia atau dua ilmu yang terpisah. Walaupun mereka juga yakin bahwa ada interseksi antar keduanya, namun dahulu merekapun yakin bahwa yang memisahkan kedua ilmu tersebut adalah adanya “life force” pada bidang Biologi yang tidak terlihat dan yang tidak bisa dipelajari. Kini para ilmuwan mulai yakin bahwa tidak ada yang namanya “life force“, dan andaikan terdapat “life force” semuanya itu bisa dipelajari. Untuk itu kini para ahli berpendapat bahwa di antara dunia Fisika dan dunia Biologi sebenarnya dihubungkan oleh sebuah garis perkembangan yang sangat panjang dan tidak terputus. Hal itu dapat terlihat dari senyawa kimia yang sederhana kemudian beranjak menuju Virus yang sering dianggap sebagai “hidup” namun ternyata si virus ini hanya merupakan sekumpulan senyawa2 biokimia yang sangat kompleks, kemudian berlanjut lagi kepada hewan atau tumbuhan bersel satu dan selanjutnya beranjak kepada tumbuhan dan hewan yang kompleks termasuk manusia. Para ahli percaya jikalau terdapat kondisi fisik dan kimia yang memungkinkan pada waktu yang sangat lama, maka tidak ada alasan untuk tidak mempercayai kenyataan bahwa makhluk2 hidup dapat terjadi dari materi2 non-hidup (inorganik), seperti yang telah terjadi di planet kita ini. *)

Nah, di dalam makhluk hidup terdapat banyak sekali senyawa2 organik yang kompleks namun ada empat kelas utama yang mewakili senyawa2 tersebut yaitu Karbohidrat, lipida, protein dan asam nukleat. Untuk itu pada postingan kali ini, saya akan membahas masalah “asal-muasal kehidupan”. Sedangkan gambar di atas adalah gambar eksperimen dari Harold-Urey di tahun 1952 yang mensimulasikan terbentuknya asam amino.  Kita ketahui bahwa asam amino ini adalah komponen daripada protein dan protein ini adalah komponen yang sangat penting di dalam tubuh kita. Gambar daripada percobaan Miller-Urey di atas diambil dari Wikipedia. Nah, sekarang mari kita bahas bagaimana “asal muasal kehidupan” tersebut.

Suatu ketika pada awal masa Bumi terbentuk, permukaan Bumi lebih panas dari sekarang ini. Atmosfir kala itu mengandung senyawa2 yang berunsurkan hidrogen, oksigen, karbon dan nitrogen. Senyawa2 tersebut kemungkinan besarnya adalah hidrogen sianida (HCN), air, metana, amonia, dan karbon dioksida. Namun lama kelamaan suhu permukaan bumi menurun dan hujan yang sangat lebat mulai turun terus menerus. Hujan yang turun membawa serta gas2 dari atmosfir di dalamnya sehingga lautan2 zaman itu kaya akan gas2 dari atmosfir yang larut di dalamnya. Pencuacaan dan erosi juga mulai terjadi dan lautan2 tersebut mulai mendapatkan kandungan garam dan mineral yang juga dibantu oleh aktivitas vulkanis yang terjadi di dasar lautan. Seperti kita ketahui reaksi2 kimia menjadi sangat memungkinkan dalam lingkungan cairan (liquid) dan air adalah pelarut yang sangat baik. Pada awal2nya proses2 ini berlangsung sangat cepat dan ditambah lagi oleh energi yang berasal dari sinar matahari dan petir2 yang pada saat itu sangat hebat sambar menyambar dan sangat sering terjadi, maka memungkinkan untuk terbentuknya kehidupan2 yang paling primitif (yang berasal dari senyawa2 yang berada di laut tersebut) di dalam laut dan mungkin inilah bentuk2 kehidupan pertama di planet ini.

Seperti yang dikatakan pada awal artikel ini, ada empat kelas utama senyawa pembentuk makhluk hidup dan di dalam keempat unsur tersebut ada lima senyawa subunsur di dalamnya yang membentuk signifikansi biologis yaitu: gula (jangan bayangkan gula yang berada di dapur !!), gliserol, asam lemak, asam amino dan basa nitrogen. Sedangkan kelima subunsur tersebut terdiri dari (yang kebanyakan adalah) atom2 : hidrogen, karbon, nitrogen dan oksigen (sama seperti kandungan2 pada atmosfir kala itu seperti yang telah disebutkan di atas). Para ahli percaya serangkaian reaksi2 yang panjang dan bertingkat2 serta kompleks telah menyebabkan unsur2 hidrogen, karbon, nitrogen dan oksigen (dan juga unsur2 lain yang jumlahnya tidak dominan) telah membentuk senyawa biokimia yang sangat penting bagi kehidupan2 di bumi ini. Beberapa hipotesis mengenai hal ini telah dapat diverifikasi di laboratorium walaupun tidak semuanya. Salah satunya adalah eksperimen tentang pembentukan asam amino (komponen dari protein) yang dilakukan oleh Miller-Urey tahun 1952 tersebut. Di dalam percobaan ini, campuran uap air, hidrogen, metana dan amonia yang dibantu oleh loncatan2 (sparks) listrik yang dihasilkan melalui sumber tinggi tegangan listrik dapat menghasilkan asam amino. Selain percobaan Miller-Urey ini, percobaan2 lainnya telah terbukti sukses untuk percobaan pembentukan asam lemak, bagian2 struktural dari klorofil dan lain-lain. Namun, walaupun begitu memang masih banyak pula eksperimen2 yang belum berhasil atau  belum memuaskan.

Walaupun dalam percobaan seperti Miller-Urey telah dapat dihasilkan asam amino dari berbagai macam unsur, namun tentu dalam kenyataannya pembentukannya di Bumi ini tidak seperti seorang tukang roti yang dengan sengaja mencampurkan bahan2 yang diperlukan untuk membuat sebuah roti atau kue. Bukan seperti itu. Molekul2 tersebut saling bertumbuk dan bereaksi satu sama lainnya dengan sangat kebetulan membentuk molekul2 yang lebih kompleks. Selain itu juga waktu dan tempat kejadian juga mempengaruhi berhasil tidaknya reaksi molekul2 tersebut. Pendek kata, untuk kasus Bumi ini diperlukan waktu sekitar 1 milyar sampai 1½ milyar tahun dari sejak pembentukan Bumi hingga terbentuknya organisme bersel satu yang paling primitif. Tahap2an dalam pembentukan makhluk hidup seperti ini dipandang oleh para ahli biologi sebagai hal yang masuk akal apalagi mengingat rentang waktu yang sangat panjang sejak awal proses hingga terbentuknya makhluk2 hidup seperti sekarang ini……..

_________________________________

*) = Bagi kaum agamis murni banyak yang menolak hipotesis dan teori seperti ini. Banyak kaum agamis murni yang berpendapat bahwa makhluk hidup diciptakan “dalam sekejap”. Terserah dengan anda mau memilih yang mana. Kalau saya pribadi, antara agama dan sains tidak selalu harus bertentangan, walaupun masih banyak hal yang perlu dijelaskan antar keduanya. Alasan  agama dan sains yang tidak selalu bertentangan (menurut pandangan saya pribadi)  tidak akan saya tulis di sini sebab alasannya agak panjang dan ini bukanlah artikel yang tepat untuk memaparkan hal tersebut. Yang jelas, menurut saya daripada kita terus-menerus mempertentangan ilmu dan agama secara filosofis  yang membuat kita tidak akan maju-maju, mari kita mempelajari ayat2 Allah. Ayat2 Allah itu bukan hanya yang tertulis dalam Al-Qurân saja namun juga ayat2 yang bertebaran di alam semesta ini yang wajib kita pelajari sebagai sains…..

366 minus 1

Tak terasa…. besok tanggal 17 Juni 2008, blog SPEKTRUM PEMIKIRANKU ini sudah mengudara online selama setahun. Blog yang semula hanya ikut2an ingin menulis karena melihat blog yang bagus ini, akhirnya alhamdulillah masih tetap online hingga saat ini walaupun artikel2nya banyak yang kualitasnya di bawah standard  biasa2 saja apalagi melihat bahasanya yang amburadul dan nggak jelas. Ya, harap dimaklumi saja deh orang yang menulis blog ini sebenarnya tidak mempunyai latar belakang penulis walaupun pada dasarnya saya sebenarnya orang yang lumayan senang menulis.

 Untuk para pembaca mohon memaklumi juga andaikan blog ini tidak berkepribadian. Kenapa tidak berkepribadian?? Itu karena blog ini isinya gado2, mulai membahas soal kentut hingga membahas dilatasi waktu dari teori relativitas Einstein, mulai dari bacaan yang berhalaman putih bersih, nggak bisa terbaca kecuali disorot pakai mouse sampai pada tema manajemen keuangan dasar yang bikinnya capek karena banyak rumus2 finansial yang dibikin menggunakan \LaTeX. Pokoknya, pendek kata, benar2 tidak berkepribadian dan seenak udelnya sendiri…….. Walaupun begitu sebenarnya memang topik2 gado-gado seperti itu yang memang sengaja saya buat sesuai dengan judulnya yang ada kata “spektrum” yang kurang lebih berarti kumpulan warna. Ya, mudah2an teks2 dalam blog ini dapat selalu bervariasi seperti spektrum warna.

Mengenai statistik?? Blog ini biasa2 saja….. tidak terlalu menggembirakan dan juga tidak terlalu menyedihkan….. Yang jelas artikel ini, yang memperingati setahun blog ini, adalah artikel yang ke-149. Pengunjungnya baru sekitar 63.500 lebih serta komennya baru berkisar 3900an, sungguh statistik yang jujur harus dikatakan biasa-biasa saja. Namun statistik yang baguspun sebenarnya “tidak ada artinya” jika tidak ditopang dengan kualitas blog itu sendiri. Untuk itulah saya selalu berusaha untuk terus meningkatkan kualitas blog ini, sesuatu yang sampai saat ini belum membuat saya puas. Dan ‘mudah2an’ saya tidak akan pernah puas karena dengan begitu saya selalu berpacu untuk selalu menuliskan yang lebih baik dari sebelumnya. Saya percaya bahwa kualitas jauh lebih penting dibandingkan kuantitas.

Dan akhirul kata, saya mengucapkan banyak2 terima kasih kepada pembaca, baik itu yang serious reader maupun yang fast reader, semuanya sangat saya apresiasi. Juga kepada sesama rekan blogger, saya mengucapkan terima kasih atas interaksinya yang manis selama setahun ini. Terima kasih.

Veksilologi

Veksilologi (vexillology) adalah ilmu tentang bendera. Veksilologi sendiri berasal dari kata vexillum (bentuk jamak: vexilla ) yaitu bendera zaman Romawi Kuno yang berbentuk bujur sangkar. Vexillum ini, tidak seperti bendera2 zaman sekarang yang ditopang oleh tiang vertikal, dikibarkan atau ditopang oleh tiang horizontal di atasnya yang disambungkan ke sebuah lembing. Istilah veksilologi ini sebenarnya relatif baru jika dibandingkan dengan sejarah perbenderaan dunia. Istilah ini baru digunakan tahun 1957 oleh seorang Amerika bernama Whitney Smith. Walau begitu veksilologi ini sudah sudah cukup luas cakupannya tentang permasalahan bendera. Boleh dikatakan bahwa segala sesuatu yang mencakup bendera, baik itu sejarahnya, desainnya, bagian2 dari bendera tersebut, protokol2 bendera dan lain sebagainya termasuk dalam ilmu veksilologi ini. Karena luasnya topik tersebut maka untuk postingan ini saya hanya akan membahas beberapa hal saja yang mendasar yaitu berupa veksilologi dari negara2 yang benderanya sudah cukup kita kenal.

Dalam sejarahnya, manusia sendiri telah menggunakan bendera lebih dari 5000 tahun lamanya. Bendera2 ini mempunyai variasi yang unik mulai dari bentuknya, gayanya, warna serta gambarnya. Bendera2 ini diperkirakan pada awalnya digunakan untuk membedakan fihak2 yang sedang berperang, namun pada akhirnya bendera2 ini dibuat sebagai simbol kelompok masyarakat, kelompok keyakinan atau agama, ataupun kelompok2 lainnya yang akhirnya berkembang menjadi simbol modern untuk organisasi2 dan juga negara2 seperti yang kita kenal sekarang ini.

Membuat sebuah bendera, apalagi itu bendera sebuah negara, tentu tidak bisa sembarangan. Di tahun 1990an saya sering menjumpai pedagang2 bendera hiasan di pinggir jalan, terutama di pinggir jalan Cihampelas. Pedagang2 tersebut menjual bendera2  untuk hiasan kaca mobil dan bendera2 tersebut dibuat  secara kasar dan sembarangan serta tidak memperhatikan detail. Tentu untuk membuat sebuah bendera negara, harus dilihat detail gambarnya sedetail2nya, mulai dari jumlah bintang, jumlah garis2, bentuk geometris atau gambar2 lainnya yang ada di bendera tersebut hingga, ini dia yang sering diabaikan, yaitu rasio panjang dan lebar bendera tersebut. Nah, untuk itu mari kita mengenal sedikit detail2 dan juga sedikit sejarah bendera2 negara2 yang sudah sangat kita kenal berikut ini:

INDONESIA

Bendera kita, atau bendera merah putih ini tentu sudah kita ketahui bersama sejak kita bersekolah di SD, baik itu sejarahnya maupun maknanya. Bendera Merah Putih kita ini (Merah berarti berani, Putih berarti suci, untuk itu mudah2an kesucian negeri ini tidak dinodai oleh ulah2 koruptor) sebenarnya sudah digunakan sejak zaman Kerajaan Majapahit dulu, yaitu berupa banner merah putih, hanya saja jumlah garis2 merah putihnya tersebut berjumlah sembilan. Bendera ini pertama kali diadopsi resmi sebagai bendera nasional pada tahun 1945 dan tetap digunakan hingga sekarang tanpa ada perubahan sedikitpun. Bendera merah putih kita adalah satu2nya di dunia yang mempunyai “kembaran”nya yaitu bendera Monaco yang juga berwarna merah putih. Perbedaannya adalah pada rasio panjang dan lebarnya. Bendera Indonesia mempunyai rasio 3:2 sedangkan bendera Monaco mempunyai rasio 5:4.

AMERIKA SERIKAT

Bendera Amerika Serikat ini adalah termasuk bendera yang paling terkenal di dunia. Bendera ini dikenal dengan nama The Stars and Stripes walaupun nama sebenarnya yang resmi adalah The Star Spangled Banner seperti nama lagu kebangsaan AS. Bendera AS ini bermula pada zaman kolonial Inggris dulu di mana sebelumnya bagian canton bendera AS ini bukanlah dasar biru dengan bintang2 putih seperti yang kita kenal sekarang, melainkan adalah bendera The Union Flag Inggris. Bendera tersebut dinamakan Grand Union Flag.  Canton adalah istilah dalam veksilologi yaitu bagian kiri atas sebuah bendera.Setelah merdeka barulah bendera Inggris di bagian canton tersebut diubah menjadi bintang2 putih dengan dasar biru seperti sekarang ini.

Sejak bendera The Stars and Stripes ini resmi digunakan tahun 1777, bendera AS ini sudah mengalami beberapa kali perubahan terutama di bagian canton-nya, di mana jumlah bintang terus bertambah sesuai dengan jumlah negara bagian di AS. Pada awalnya jumlah bintang hanya 13, namun kini jumlah bintangnya adalah 50. Pada awalnya pula, garis2 merah putihnya juga bertambah sesuai dengan jumlah negara bagiannya, namun pada tahun 1817, Kongres AS menetapkan bahwa jumlah garis2 merah putihnya kembali berjumlah 13 seperti awal dan hanya bintang2nya saja yang bertambah jika ada negara bagian baru yang bergabung dengan AS. Bendera AS ini mempunyai rasio dimensi yang sedikit aneh atau tanggung yaitu 19:10. Nanggung, kenapa nggak 2:1 aja sekalian!

UNI KERAJAAN (INGGRIS)

Bendera Inggris (atau tepatnya adalah Uni Kerajaan/the United Kingdom) adalah juga salah satu bendera yang paling terkenal di seluruh dunia. Bendera ini dikenal dengan nama The Union Jack walaupun yang benar sebutannya adalah The Union Flag. The Union Flag ini sebenarnya adalah gabungan daripada bendera Inggris (England)  St. George’s Cross, bendera Skotlandia St. Andrew’s cross dan bendera Irlandia (Utara) St. Patrick’s Cross.

Sejak pertama kali muncul tahun 1603, bendera The Union Flag ini mengalami sedikit perubahan hingga kini. Pada awalnya unsur bendera Irlandia (Utara) tidak dimasukkan sehingga pada awalnya tidak ada  garis merah diagonal pada bendera The Union Flag ini. Barulah pada tahun 1801, garis merah diagonal ditambahkan pada saat Irlandia bergabung dengan Uni Kerajaan. Lucunya, The Union Flag ini mungkin adalah satu2nya bendera nasional yang tidak pernah dinyatakan sebagai bendera nasional secara resmi baik oleh hukum maupun konstitusi negara tersebut. Bendera tersebut dipakai sebagai bendera nasional karena paling sering digunakan saja! Rasio The Union Flag adalah 2:1.

JEPANG

Bendera Jepang juga cukup terkenal di masyarakat kita. Hal itu mungkin disebabkan bentuknya yang cukup sederhana yaitu bulatan merah dengan dasar putih. Keterkenalan bendera Jepang juga didukung fakta sejarah bahwa Jepang pernah menjajah negara kita selama 3½ tahun dan juga didukung fakta bahwa Jepang saat ini merupakan sebuah negara industri yang maju. Nama resmi bendera Jepang adalah Hi-no-maru yang artinya adalah “bulatan/cakram matahari”. Bendera ini juga sesuai dengan arti nama negara Jepang itu sendiri yaitu “Nihon” yang berarti adalah “Asal Muasal Matahari”. Legenda Jepang mengatakan bahwa dewa matahari adalah keturunan langsung kaisar-kaisar Jepang dan lambang Hi-no-maru telah dipakai sebagai lencana kerajaan sejak abad ke-14.

Namun Hi-no-maru sendiri baru resmi diadopsi menjadi bendera Jepang pada tahun 1870, sewaktu awal restorasi Meiji, sebuah restorasi yang mengubah wajah Jepang dari negara yang paling terisolasi menjadi negara industri sejajar dengan negara2 barat dalam kurun waktu hanya 30 tahunan! Sejak pertama kali diadopsi hingga kini,  perubahan2 yang terjadi pada bendera Jepang tidaklah banyak. Perubahan2 kecil itu meliputi rasio panjang dan lebarnya. Pada awalnya dimensi Hi-no-maru mempunyai rasio yang sedikit “ganjil” yaitu  10:7 namun pada tahun 1999 rasio tersebut diubah menjadi 3:2. Perubahan lainnya adalah penempatan cakram merahnya. Pada awalnya cakram merah pada Hi-no-maru diletakkan agak sedikit ke kiri (kalau dilihat secara obverse view) atau mendekati tiang bendera, namun juga sejak tahun 1999  cakram merah tersebut diletakkan persis di tengah2 bendera.

ARAB SAUDI

 Bendera Arab Saudi juga cukup terkenal di kalangan masyarakat kita terutama mereka yang Muslim. Warna hijau dari Bendera Arab Saudi ini dipercaya sebagai “warna” nabi Muhammad SAW yang sangat disukai oleh kaum Wahabi, sebuah “sekte” dalam agama Islam yang didirikan oleh Muhammad ibnu-abdul-al-Wahab yang hidup di abad ke-18 Masehi. Di awal abad ke-20, faham Wahabi ini menyebar luas di seluruh jazirah Arab bahkan hingga kini faham tersebut masih sangat kuat di negara Arab Saudi ini.

Bendera Arab Saudi ini “cukup unik”. Ini disebabkan karena pada bendera hijau Arab Saudi ini terdapat dua kalimat shahadat. Karena kedua kalimat shahadat ini harus terbaca dengan benar dari kanan ke kiri pada kedua sisi bendera, maka  sisi sebelah belakang (reverse side) bendera dibuat terpisah dari sisi depannya (obverse side). Di bawah dua kalimat shahadat tersebut terdapat pedang berwarna putih. Nah, mata pedang tersebut harus selalu mengarah ke arah tiang bendera baik yang di sisi depan bendera (obverse) maupun yang di sisi belakang bendera (reverse).

Walaupun bendera Arab Saudi yang kita kenal ini sudah mulai dipakai sejak tahun 1901, namun pemerintah Arab Saudi baru resmi mengadopsi bendera ini sebagai bendera nasional di tahun 1973. Rasio bendera Arab Saudi adalah 3:2.

MALAYSIA

Sebagai negara tetangga yang sering disebut “serumpun”, bendera Malaysia cukup dikenal oleh masyarakat kita. Ide dari bendera Malaysia ini datang dari bendera AS, The Stars and Stripes. Bendera Malaysia ini disebut “Jalur Gemilang” (Jalur = strip atau garis). Walaupun ide bendera ini berasal dari bendera AS, namun ada perbedaan dalam jumlah garis-garisnya. Pada bendera AS jumlah garis (strip) adalah 13 yang dimulai dari warna merah (paling atas) dan diakhiri juga dengan warna merah (paling bawah). Sedangkan jumlah garis pada bendera Malaysia adalah 14, dimulai dari garis berwarna merah (paling atas) dan diakhiri oleh garis berwarna putih (paling bawah).

Detail yang harus diperhatikan pada bendera Malaysia juga jumlah sinar pada bintang kuningnya. Pada awalnya sinar yang memancar pada bintang kuningnya berjumlah 11 sama seperti jumlah awal strip2 merah putih pada bendera Malaysia. Ini pada awalnya menunjukkan bahwa di Malaysia terdapat 11 negara bagian federasi. Namun pada tahun 1963, Sabah, Sarawak dan Singapura bergabung ke dalam federasi Malaysia sehingga jumlah sinar pada bintang dan juga garis2nya berjumlah 14 hingga kini. Walaupun pada tahun 1965 Singapura memisahkan diri dari Malaysia, namun jumlah sinar pada bintang dan garis2 pada bendera Malaysia tetap 14. Ini dikarenakan sinar dan garis ke-14 tersebut adalah untuk Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur*) yang derajadnya setara dengan ketigabelas negara2 bagian di Malaysia. Bulan sabit berwarna kuning pada bendera Malaysia melambangkan Islam. Rasio bendera Malaysia adalah 2:1.

BELANDA

 Sebagai negara yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun, bendera Belanda cukup dikenal di masyarakat kita. Bendera Belanda yang nama resminya ini adalah Prinsenvlag atau The Prince’s Flag atau Bendera Sang Pangeran ini terinspirasi dari Bendera tricolore Perancis. Bendera Belanda ini bermula ketika Pangeran Oranye atau Pangeran Jingga  (Prins van Oranje) mengadakan pemberontakan terhadap raja Spanyol Felipe II. Waktu itu Belanda, Belgia dan Flandria (sekarang bagian dari Belgia) tengah dijajah Spanyol.

Karena bendera Belanda ini bermula dari Prins van Oranje (yang termasuk dalam “dinasti” Huis van Oranje-Nassau ), maka semula bendera Belanda ini berwarna Jingga (orange)-Putih-Biru Muda. Namun karena nampaknya warna jingga dan warna biru muda agak sulit untuk dilihat dari kejauhan maka akhirnya warna jingga diganti menjadi warna merah tua sedangkan warna biru muda diganti dengan warna biru tua pada tahun 1660.

Pada awalnya, urutan warna pada bendera Belanda dan banyaknya garis2 warna merah putih biru bisa seenak udelnya sendiri. Namun sejak tahun 1800 urutan dan jumlah garis merah putih biru ditertibkan menjadi seperti bendera Belanda yang kita kenal saat ini. Tapi baru tahun 1937 warna, urutan dan banyaknya strip/garis dalam bendera Belanda disahkan oleh Ratu Wilhelmina. Rasio bendera Belanda adalah 3:2.

—————-

Demikianlah gambaran sedikit tentang veksilologi. Sebenarnya masih banyak bendera2 negara2 lain yang mempunyai keunikan sendiri2 namun tentu saja tidak mungkin saya masukkan di sini semuanya. Mudah2an lewat artikel ini dapat sedikit terbayangkan bagaimana veksilologi itu.

________________________________________

Catatan Kaki:

*) Malaysia sebenarnya mempunyai 3 buah Wilayah Persekutuan yaitu: Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Putrajaya dan Wilayah Persekutuan Labuan. Wilayah Persekutuan ini di Indonesia mungkin setingkat dengan Daerah Istimewa atau Daerah Khusus.

Film Disc Kodak, Sebuah Produk Gagal !

Sewaktu hari Minggu lalu, ketika saya tegah membongkar2 gudang di rumah untuk memilih mana barang2  yang bisa dibuang untuk sedikit mengosongkan/melegakan gudang di rumahku yang nampaknya sudah tidak ada lagi tempat tersisa untuk memasukkan benda2 bekas lainnya, secara tak sengaja saya menemukan beberapa barang2 ‘unik’ yang saya sendiripun sudah mulai agak lupa dengan keberadaannya. Salah satu yang menurut saya cukup menarik untuk dibicarakan adalah sebuah kamera Kodak Disc 4000 saya yang lama. Kamera asli buatan Amerika Serikat ini dibelikan oleh ayah saya di tahun 1985 lalu ketika masih SMA.

“Keistimewaan” daripada kamera ini adalah menggunakan film Disc seperti yang terpampang di gambar sebelah kanan ini (gambar dicomot dari Wikipedia). Pada awalnya di pertengahan tahun 1980an, masyarakat fotografi cukup hangat menyambut kedatangan atau kelahiran kamera2 dengan film Disc seperti ini. Keunggulan daripada film dan kamera yang menggunakan film Disc ini adalah kepraktisannya. Kita tinggal memasukannya dengan mudah di kompartmen film Disc yang berada di belakang kamera, dan kemudian tutup pintu kompartmennya. Sudah! Selanjutnya biarkanlah kamera yang mengatur posisi filmnya tersebut secara otomatis. Pendek kata film Disc dan kameranya ini benar2 dirancang untuk kemudahan para pengguna (customer-oriented). Bukan itu saja kaset disc yang melindungi filmnya membuat film menjadi tetap aman walaupun pintu belakang kompartmen film terbuka sehingga film tidak terbakar oleh cahaya, tidak seperti pada film rol tradisional.

Namun apa hendak dikata, film Disc yang dikembangkan oleh Eastman Kodak Company di Rochester, New York, Amerika Serikat ini ternyata tidak memenuhi ekspektasi masyarakat fotografi terutama mereka para fotografer profesional. Ini disebabkan karena ukuran negatif film yang hanya 11 mm X 8 mm yang tentu saja menghasilkan gambar yang kurang bagus dan kurang tajam, walaupun untuk foto ukuran normal dan untuk mata amatir foto2 yang dihasilkan oleh film Disc ini sudah “memenuhi syarat”. Namun tentu saja tidak di mata para fotografer profesional yang lebih mementingkan kualitas akhir sebuah foto dibandingkan kepraktisannya.

Karena faktor kekurangtajaman hasil inilah terutama untuk foto2 yang diperbesar, maka film Disc ini yang awal tahun2 kelahirannya cukup memberikan keuntungan bagi Eastman Kodak Company ternyata dalam beberapa tahun mulai ditinggalkan, bukan hanya oleh para fotografer profesional tetapi bahkan juga oleh para penggemar fotografi amatir. Tak heran, kamera dan film jenis ini cepat sekali hilang dari pasaran, apalagi di Indonesia.

Saya masih ingat di pertengahan tahun 1980an, di Jakarta, saya hanya bisa mencuci dan mencetak foto2 dari film Disc tersebut di tempat2 resmi outlet yang menjual produk2 Kodak, dan di sebuah toko cuci cetak(saya lupa namanya) di almarhum Aldiron Plaza di kawasan Blok M. Sedangkan di Bandung, toko cuci cetak foto yang bisa memproses film Disc adalah “Seni Abadi” di Jalan Merdeka. Namun sejak akhir tahun 1980an, tidak ada lagi satupun dari mereka yang menerima lagi cuci cetak film Disc karena kamera dan film Discnyapun sudah lenyap dari pasaran. Dengan begitu, tamat sudah riwayat kamera Disc Kodak saya, sebuah kamera yang nampaknya lahir dari riset marketing yang kurang akurat.

Namun, ada satu hal yang membuat saya sangat kagum dengan kamera ini. Ketika hari Minggu lalu kamera ini saya temukan kembali, seluruh mekanisme otomatisnya yang diatur secara elektronis dan juga lampu blitz-nya masih bekerja dengan baik sekali seperti saya terakhir memakai kamera ini hampir 20 tahun yang lalu !! Harus diakui bahwa walaupun produk ini lahir dari riset marketing yang salah, namun kualitas produk buatan Amerika Serikat ini memang patut diacungi dua jempol ke atas. Bandingkan dengan kamera digital saya yang pertama yaitu Casio DV-10 yang saya beli via Citibank tahun 1996 sebelum krismon yang hanya bisa bekerja pada Windows 3.1, walau udah diisi baterai baru kamera tersebut kini sudah nggak mau nyala sama sekali………