Daily Archives: Selasa, 1 Juli 2008

Deutschland über alles?? Das ist Unsinn, ja??

10

Hingar bingar piala Euro 2008 telah berakhir dan kita semua tahu bahwa Spanyol telah keluar sebagai juara Euro 2008 setelah di final mengalahkan Jerman dengan skor 1-0. Sejak awal saya memegang Perancis dan Spanyol sebagai juara Euro kali ini. Karena Perancis sudah kandas di babak kualifikasi maka “pegangan” saya tinggal kesebelasan Spanyol dan ternyata kesebelasan dari negara di tanjung Iberia itu berhasil membawa pulang gelar juara.  Ini sekaligus membuktikan bahwa kesebelasan Spanyol bukan lagi sebagai kesebelasan besar yang “tidak berprestasi”, namun dengan dua kali menjadi juara dan sekali menjadi finalis di tahun 1984, ini menandakan bahwa kesebelasan Spanyol masih lebih baik daripada kesebelasan Inggris yang saya benci itu yang masuk final Euro-pun belum pernah!

Namun artikel ini bukan untuk membahas atau mereviu pertandingan final hari Senin pagi WIB lalu, namun untuk membahas mengenai arti kemenangan kesebelasan Spanyol atas kesebelasan Jerman dalam arti yang lebih luas cakupannya bahkan di luar konteks sepakbolanya sendiri. Ya, setidaknya kita bisa memetik pelajaran yang cukup banyak dari kemenangan kesebelasan Spanyol atas kesebelasan Jerman. Pelajaran apa yang dapat diambil??

Kita dari dulu mempercayai bahwa negara Jerman adalah negara yang unggul di Eropa, sebuah “ras” atau bangsa kelas satu di Eropa. Terlebih2 sejak tahun 1960an kita telah banyak mengenal produk2 kelas 1 buatan Jerman. Dulu (tahun 1970an) kita mengenal produk2 elektronik keluaran Jerman seperti Grundig, Telefunken, Löwe-Opta dan lain-lain, yang kini entah bagaimana nasibnya. Selain itu mobil2 buatan Jerman seperti Mercedes-Benz dan BMW (Bayerische Motoren Werke) yang hingga saat inipun masih lalu lalang di jalan2 kita yang dipercaya sebagai produk buatan Jerman yang jempolan. Belum lagi2 instrumen2 optik dan instrumen2 presisi lainnya buatan Jerman yang semakin memperkuat image bahwa Jerman adalah negara Eropa kelas satu! Sedangkan Spanyol?? Paling2 produk yang kita kenal (yang mungkin juga masyarakat kita belum banyak kenal) adalah mobil SEAT yang notabene kini sahamnya sudah dibeli dan dikuasai oleh dua perusahaan otomotif Jerman juga yaitu Volkswagen dan Audi. Atau mungkin anda pernah mendengar Construcciones Aeronáuticas, S.A. atau disingkat CASA, sebuah perusahaan industri pesawat udara Spanyol yang produk2nya sering dijiplak diadaptasi oleh perusahaan aeronautika kita IPTN. Sudah! Paling2 cuma itu saja! Selebihnya orang banyak yang percaya bahwa Spanyol adalah bangsa Eropa “kelas dua” yang pamornya kalah segala2nya dari Jerman! Pendek kata, orang Jerman banyak dikenal sebagai bangsa yang ulet dan rajin sedangkan orang2 Spanyol banyak dianggap sebagai bangsa yang malas di Eropa.

Kalah segala2nya?? Nanti dulu! Kita tidak usah membicarakan masa lalu, 500 tahun yang lalu, ketika orang Spanyol sudah melalangbuana mencari “benua baru” hingga ke benua Amerika sedangkan negara Jerman masih “dijajah” dan bagian daripada Romanorum Imperator. Boleh jadi secara umum, pada saat ini, prestasi Jerman sebagai sebuah bangsa dan negara masih lebih unggul dibandingkan Spanyol. Namun bukan berarti, Spanyol harus kalah segala-galanya dari Jerman. Di bidang olahraga, selain di pentas Euro 2008 di mana prestasi sepakbola Spanyol berhasil melampaui prestasi Jerman, di bidang tennis misalnya, Jerman juga kini tertinggal jauh  oleh Spanyol. Spanyol kini punya segudang petenis tingkat dunia terutama di bagian putra seperti: Rafael Nadal, Juan-Carlos Ferrero, Tommy Robredo, Carlos Moyà, dan lain sebagainya. Dulu, Jerman yang punya petenis Boris Becker dan Steffi Graf kini tengah mengalami masa surut dan harus mengakui “keunggulan” Spanyol di bidang tennis saat ini. Di luar bidang olahraga, yang paling mengejutkan adalah peringkat Human Development Index (HDI) Spanyol di tahun 2007, di mana Spanyol berada di urutan 13, naik 6 tingkat dari tahun sebelumnya. Sedangkan Jerman, terseok2 di urutan ke-22 atau turun 1 tingkat dari tahun sebelumnya. Sebuah prestasi luar biasa bagi Spanyol, yang 30 tahun yang lalu mungkin HDI-nya masih jauh di bawah Jerman! Kita tidak mengetahui, mungkin masih banyak prestasi2 Spanyol lainnya yang melebihi Jerman.

Nah, sekarang bagaimana dengan Indonesia?? Apakah Indonesia yang boleh dikatakan sebagai bangsa Asia kelas 2 dapat mengalahkan bangsa2 Asia yang “kelas 1″ seperti Jepang dan Korea?? Apakah kita bisa mengalahkan mereka di bidang2 yang dapat sangat mengharumkan nama bangsa?? Apakah kita sanggup merebut piala Asia?? Apakah HDI kita sanggup mengungguli Jepang dan Korea?? Atau ada prestasi2 lain dari negara kita yang melebihi Jepang atau Korea yang sangat dikagumi dunia??

Seharusnya kemenangan Spanyol atas Jerman di pentas Euro kali ini dapat menjadi cambuk bagi kita, bahwa bangsa yang “kelas 2″ tidak selamanya harus kalah dari bangsa yang “kelas 1″. Semboyan “Deutschland über alles” (Jerman di atas segala2nya, sebuah motto yang diangkat dari stanza pertama dari lagu kebangsaan Jerman, yang populer di zaman Nazi-nya Adolf Hitler yang kini sudah dihapus) tentu hanya mitos belaka. Namun bagi kita, tidak penting bahwa “Deutschland über alles” itu hanyalah mitos atau bukan, yang penting bagi kita adalah mari kita tunjukkan bahwa kita dapat mengalahkan bangsa2 ‘kelas 1′ di Asia bahkan di dunia untuk menunjukkan bahwa kita bukanlah bangsa kelas dua. Kita harus bangga menjadi bangsa tempe karena tempepun bisa mengalahkan Sukiyaki, Bulgogi, Kimchi, bahkan Cordon Bleu dan Sauerkraut, apalagi cuma McD yang isinya hanya sampah (junk) itu! :mrgreen: Seharusnya begitu kan??