Daily Archives: Sabtu, 19 Juli 2008

Dunia Nyata dan Dunia Maya Patut Dipertentangkan?

Kira-kira setahun yang lalu, ketika saya masih lebih suka chatting daripada nge-blog, ada seorang rekan chatter, wanita, masih kuliah, lewat blognya mengatakan bahwa ia akan berhenti dari dunia “maya”. Alasan ia akan berhenti dari dunia “maya” adalah karena waktunya habis di dunia “maya” sehingga ia tidak “sempat” lagi memperhatikan teman2nya di kampus ataupun keluarganya di rumah. Alasan kedua adalah ia pernah “tertipu”. Ia menceritakan bahwa di YM, ia pernah “bertemu” atau lebih tepatnya chatting dengan seseorang yang katanya sangat membutuhkan uang dan ingin meminjam uang. Orangnya terlihat (padahal belum pernah dilihat dengan mata kepalanya sendiri) baik ketika chatting sehingga rekan chatting saya itu meminjamkan uang. Namun setelah uang dikirim (skenario selanjutnya mudah ditebak!), teman chattingnya tersebut langsung menghilang, boro2 sempat bilang terima kasih. Karena kejadian2 tersebut, rekan chatting saya itu memutuskan untuk berhenti dari dunia “maya” untuk kembali ke dunia nyata!

Terus terang, saya adalah orang yang SANGAT TIDAK PERNAH MEMPERTENTANGKAN antara dunia nyata dan dunia maya. Kegiatan saya di dunia maya sampai saat ini, alhamdulillah, tidak sampai menganggu kegiatan2 di dunia nyata, termasuk bersosialisasi dan lain sebagainya. Saya tidak pernah ambil pusing dengan perkataan2 yang intinya mempermasalahkan kehidupan di ‘dunia maya’ yang dapat menjadi “ancaman” aktivitas2 sosial di dunia nyata walaupun andaikan perkataan tersebut keluar dari mulut seorang psikolog bulé terkenal sekalipun! Justru saya menanggap bahwa dunia “maya” adalah bagian yang tak terpisahkan, apalagi di abad informasi seperti saat ini, dengan dunia nyata. Kegiatan2 di dunia maya bagi saya adalah sangat riil. Sahabat-sahabat dan orang2 yang berhubungan dengan saya, baik lewat e-mail, chat maupun blog juga adalah orang2 yang nyata. Mereka2 benar-benar nyata, senyata teman2 atau kolega2 saya di kantor ataupun senyata tetangga2 saya, hanya saja kita dipisahkan oleh ratusan atau ribuan kilometer kabel serat optik. Itu saja perbedaanya! Lantas bagaimana dengan penipuan seperti yang rekan saya alami seperti di atas tersebut? Kalau yang namanya penipuan tentu bukan hanya bisa terjadi di dunia maya saja, penipuan2 malah mungkin masih lebih marak di dunia nyata daripada di dunia maya. Yang perlu dipersalahkan dalam kasus ini tentu saja kecerobohannya bukan “dunia maya”nya.

Menurut saya, yang salah dari rekan chatting wanita saya tersebut adalah ketidakmampuannya untuk mengelola waktunya sehingga aktivitas2 lainnya di dunia nyata sampai terganggu. Jadi yang salah tentu saja bukan chatting atau nge-blognya. Andaikata ia bisa mengelola waktunya dengan baik mungkin aktivitas2 sosialnya tidak akan terganggu. Apapun itu andaikan dilakukan terlalu intensif semuanya menjadi tidak baik. Belajarpun jikalau terlalu berlebih juga tidak baik minimal untuk kesehatannya sendiri. Harus ada keseimbangan antara belajar dan istirahat.  Bahkan terlalu banyak beribadah sampai melupakan memberi nafkah untuk anak istri tentu juga bukan sebuah pilihan yang bijaksana. Jadi bukan hanya berinternet saja yang kalau berlebihan tidak baik, hampir semua kegiatan kalau berlebihan juga tidak baik.

Lantas bagaimana jikalau ada pendapat bahwa jikalau hobby kita hanya berinternet saja hidup menjadi monoton, tidak bervariasi ataupun tidak berwarna?? Menurut saya, ya itu terserah anda. Menurut pendapat saya pribadi, apakah hidup kita bervariasi atau tidak yang penting kita bisa menikmatinya dan mengambil manfaatnya. Percuma saja andaikan anda memaksakan hidup anda untuk bervariasi namun anda tidak bisa menikmatinya atau bahkan anda tidak bisa mengambil manfaatnya, mendingan hidup anda sedikit monoton tapi anda menikmatinya. Memang betul, dari sudut yang lebih absolut, kebervariasian aktivitas kita memang dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan serta manfaat yang lebih, namun tentu itu jikalau anda dapat menikmatinya dan dapat mengambil manfaat daripadanya. Aktivitas2 apa yang cocok untuk anda, tentu anda sendiri yang tahu…..

Internet atau dunia maya sebenarnya telah memberikan kesempatan bagi kita untuk bersosialisasi bagi orang2 yang supersibuk atau kegemarannya mungkin hanya mengutak-ngatik komputer. Orang yang supersibuk, yang hampir2 “tidak sempat” untuk bersosialisasi, pada malam hari ketika ia sampai di rumah menjelang istirahat malam, ia menyalakan komputernya dan ia dapat merasakan “sentuhan” sosialisasi lewat blognya atau lewat chatting. Begitu juga yang “gila” komputer, dulu sebelum ada Internet, hobby mengotak-ngatik komputer benar2 merupakan hobby yang soliter, namun dengan keberadaan internet kini mereka yang hobby mengutak-ngatik komputer bisa juga merasakan sedikit sosialisasi lewat Internet. Yang penting bagi kita adalah, bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini untuk tujuan yang sepositif mungkin………

Bagi saya pribadi, meninggalkan Internet, apalagi di era kompetitif sekarang ini, adalah pilihan yang keliru. Di kala jutaan orang saudara2 kita yang masih jauh tersentuh teknologi informasi, kita yang sudah mendapatkannya malah menyia-nyiakannya. Kita tidak perlu mempertentangkan antara Dunia Nyata dan Dunia Maya selama kita dapat mengelola waktu kita dengan baik. Yang penting prinsip saya adalah “Ada Internet ataupun Tidak Ada Internet, hidup pasti akan jalan terus……” Jika di sekitar kita tidak ada akses Internet, ya jalani hidup apa adanya. Kalau ada, ya silahkan juga memanfaatkannya, dan jalani juga hidup anda apa adanya pula……. :)