Daily Archives: Selasa, 22 Juli 2008

Ketika Satu Hari Adalah 30 Jam…..

Satu hari aku bangun pagi, waktu menunjukkan pukul 5.00 pagi. Hari ini seperti biasa aku harus masuk kerja. Sesaat setelah shalat shubuh yang terkadang masih suka bolong-bolong, aku segera mandi dan berpakaian, selesai mandi dan berpakaian kira2 Jam 6 kurang 5 menit atau pukul 5.67, saya menyantap sarapan pagi sambil membaca koran pagi (kebiasaan yang baik nggak ya? :mrgreen: ) namun telinga saya tetap terfokus kepada berita televisi dan sesekali mata saya juga melirik ke arah televisi jikalau ada berita2 yang menarik dari televisi.

Yang paling kutunggu2 saat ini adalah berita tentang persiapan olimpiade di Beijing. Aku tidak sabar menanti dimulainya event olahraga terbesar tahun ini. Setelah Euro 3730, boleh dikata tidak ada lagi event2 olahraga internasional yang menyita perhatianku hingga olimpiade Beijing mendatang. Aku terus menerus menghitung mundur hingga hari-H pembukaan olimpiade tersebut. Aku melihat tanggal di koran, ah ternyata hari ini baru tanggal 25 Juli 3730, sementara olimpiade Beijing dibuka tanggal 6 Agustus 3730. Wah masih 20 hari lagi fikirku. Yah, 20 hari terasa lama bagiku, aku harus menunggu 20 hari kali 30 jam atau sama dengan 600 jam lagi hingga pembukaan olimpiade.

Tiba-tiba aku sadar bahwa kini waktu telah menunjukkan pukul 10.36 pagi, waktu berjalan sangat cepat, padahal setengah jam lagi atau tepatnya pukul 11.00 aku harus tiba di kantor karena jam kantor dimulai pukul 11.00. Bergegas aku segera menuju mobilku, eh salah deh, demi penghematan dan demi penghijauan dan karena kere (miskin) aku bergegas menuju angkot yang akan membawaku ke kantor. Wah, ya ampun tiba dikantor pukul 10.67, tepat lima menit sebelum jam kerja kantor dimulai pukul 11 tepat. Aku memasukkan kartu absen, eh salah deh itu sih udah kuno, yang benar aku memindai jempol tanganku di atas mesin pemindai jempol absen modern sebagai tanda clock-in. Puih….. ternyata aku nggak jadi terlambat masuk kantor.

Setelah aku masuk ke dalam ruanganku. Aku menyalakan komputer, selain mencek e-mail dan berusaha membalas mana yang penting, akupun juga sempat membuka blogku dan berusaha sebisa mungkin untuk menjawab komen2 yang masuk ke dalam blogku sambil blogwalking juga ke beberapa blog sebisa mungkin. Pendek kata ke-12 jariku dengan lincah menari2 di atas keyboard untuk menjalankan tugasnya. Ketika ke-12 jariku sudah lelah menari2 lalu aku sibuk dengan kegiatan rutinku di kantor seperti biasanya.

Beberapa menit sebelum pukul 14.00 terdengar azan zuhur, dan tepat pada tengah hari atau pukul 14.00 adalah dimulainya lunch break. Seperti pada umumnya kantor2 yang lain, lunch break diadakan sekitar tengah hari, dan waktu yang diberikan untuk lunch break adalah 1 jam atau sama dengan 74 menit. Waktu selama satu jam tersebut biasanya digunakan untuk makan siang dan shalat dzuhur bagi mereka yang ingin melaksanakannya. Satu jam kemudian kemudian, pukul 15.00, lunch break selesai dan kami kembali meneruskan rutinitas kantor hingga pulang sore hari pukul 21.00.

Sebenarnya di kantor tadi, aku memperhatikan temanku si Sandy bertingkah agak lain dari biasanya. Entah kenapa, hari ini ia agak cemberut, biasanya teman saya itu lincahnya bukan main. Tapi entah kenapa hari ini dia terlihat lesu dan matanya memerah sedikit tidak normal. “Ah, paling2 masalah hutang lagi! Biasa deh!” fikirku berkesimpulan sefihak.

“Ngurusin atau mikirin hutang sampai nggak bisa tidur hingga lesu dan matanya memerah” begitu kesimpulanku sedikit memvonis.

“Ah, bukan urusanku! Salah-salah nanti kalau saya ikut campur masalah jadi memburuk!” fikirku kemudian.

Namun hari itu aku putuskan untuk pulang bersama si Sandy. Kebetulan arah pulangnya juga sama. Dan kebetulan ketika aku hendak pulang, aku bertemu dengannya di WC pria. “San, yuk pulang bareng yuk! Udah sore nih pukul 21, sebentar lagi maghrib! Eh, kamu kenapa sih?? Hari ini kamu aneh banget??” Akhirnya aku memberanikan diri bertanya.

“Semalam aku menemukan benda ini!” katanya sambil menunjukkan sebuah benda berbentuk silinder tembus pandang dan berpendar itu.

“Aduh… seperti di film sains fiksi aja!! Apaan tuh??” tanyaku keheranan.

“Memang seperti di film sains fiksi. Kemarin malam aku buka tabung silindernya, aku masukkan tanganku dan aku merasakan sesuatu yang panas dan menggigit, sejak itu aku jadi merasa aneh……!! Dan lebih aneh lagi………..” katanya.

“Lebih aneh apanya??” tanyaku. Namun belum selesai saya bicara, dan juga dia belum selesai menjelaskan, tiba2 temanku si Sandy itu kulitnya menjadi sangat hitam, dan aneh, tiba2 tangannya memanjang! Tidak cukup hanya itu, dari balik bajunya seperti ada yang juga hendak tumbuh memanjang. Oh…. ternyata itu tangan2nya juga! Ternyata ia tumbuh dua tangan baru sehingga kini tangannya menjadi 4 ! Tidak cukup pula ternyata ada lagi dua tangannya yang baru sehingga tangannya kini menjadi 6! Dan kini pinggangnya juga muncul 2 tangannya lagi, hingga kini tangannya menjadi 10! Aku ketakutan setengah hidup, aku ingin lari namun ternyata temanku Sandy yang telah berubah menjadi monster itu berhasil mengangkapku! Dan seterusnya adalah…… aku bangun dari tidurku !! Wah…. lega rasanya aku hanya mimpi ! Ya…. aku baru saja mimpi berada di dunia OKTAL !! Wakakakakak…… :lol:

___________________________________________________

Dalam matematika, sistem bilangan OKTAL adalah sistem bilangan yang hanya menggunakan angka 0 hingga 7. Di dunia kita ini, kita hidup di dunia DESIMAL di mana sistem bilangan desimal menggunakan angka 0 hingga 9. Dalam bilangan desimal kalau kita menghitung 1 sampai 20 maka hitungan kita akan begini: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20}. Sedangkan dalam bilangan oktal menghitung dari 1 sampai 20 hitungan kita akan seperti ini: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 20}. Kita melihat bahwa dalam sistem bilangan oktal setelah 7 adalah 10, itu karena angka 8 dan 9 tidak ada dalam sistem bilangan oktal. Jadi sebenarnya angka 10 dalam bilangan oktal adalah sama dengan angka 8 dalam angka desimal (sistem yang kita pakai sehari2). Atau dengan kata lain 10( 8 ) = 8. Begitu juga angka 11 dalam sistem bilangan oktal = 9 dalam sistem bilangan normal (desimal) atau 11( 8 ) = 9. Index ( 8 ) menunjukkan bahwa bilangan tersebut adalah bilangan dalam sistem (basis) oktal.

Bagaimana cara mengkonversikan dari angka oktal ke dalam angka desimal?

Contoh dari cerita di atas = 25 Juli 3730 dalam dunia oktal berarti tanggal berapa dalam dunia normal kita?

25{ 8 } = 2 X 81 + 5 X 80 = 16 + 5= 21.

3730{ 8 } = 3 X 83 + 7 X 82 + 3 X 81 + 0 X 80 = 1536 + 448 + 24 + 0 = 2008.

Jadi tanggal 25 Juli 3730 pada dunia oktal sama dengan tanggal 21 Juli 2008 di dunia kita…..

Sekarang kebalikannya, bagaimana mengkonversikan dari desimal ke oktal ? Mudah juga…….

Contoh 1: 60 menit di dunia normal kita sama dengan berapa menit di dunia oktal??

60 = 7 X 8 + 4, jadi 60 menit dunia normal = 74 menit di dunia oktal. (perhatikan angka yang merah). Caranya adalah 60 dibagi 8 hasilnya adalah 7 dengan sisa 4 atau dengan kata lain 60 = 7 X 8 + 4.

Contoh 2 : 1 tahun sama dengan 365 hari. Satu tahun di dunia oktal sama dengan berapa hari?

365 = 45 X 8 + 5

45 = 5 X 8 + 5

Jadi 365 hari di dunia normal sama dengan 555 hari di dunia oktal (lihat angka yang merah). Dibacanya dari kiri bawah ke kanan atas. Angka yang biru harus “dipecah” lagi atau lebih tepatnya harus dibagi dengan 8 lagi hingga angka yang biru lebih kecil daripada 8. Kenapa harus dibagi 8? Karena kita berbicara tentang OKTAL yang sistem bilangannya ada 8 yaitu dari 0 hingga 7.

Contoh 3: 6925 pada sistem angka desimal sama dengan berapa dalam sistem bilangan oktal?

6925 = 865 X 8 + 5

865108 X 8 + 1

108 = 13 X 8 + 4

13 = 1 X 8 + 5

Jadi 6925 dalam sistem bilangan desimal sama dengan 15415 dalam sistem bilangan oktal.

Selain sistem bilangan oktal terdapat pula beberapa sistem bilangan yang juga agak umum tidak lazim seperti sistem bilangan (basis) biner yang angkanya hanya terdiri dari 0 dan 1. Dan ada juga sistem bilangan heksadesimal yang bilangannya terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Jadi kalau menghitung 1 sampai 20 menggunakan sistem bilangan heksadesimal jadinya adalah: {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 1A, 1B, 1C, 1D, 1E, 1F, 20}. Tidak terlalu sulit juga untuk membayangkannya bukan?? :)