Daily Archives: Kamis, 31 Juli 2008

Indonesia Membawa Pulang Dua Medali Emas Olimpiade Fisika

Di tengah-tengah segala pemberitaan miring mengenai pendidikan di Indonesia dan juga di tengah pemberitaan hal-hal yang negatif lainnya mengenai Indonesia, ternyata negara ini masih bisa menorehkan prestasinya. Ya, ditengah-tengah permasalahan dan benang kusutnya sistem pendidikan di negeri ini ternyata tim olimpiade Fisika kita berhasil menyabet 2 medali emas dari the 39th International Physics Olympiad yang dilangsungkan di Vietnam baru-baru ini. Walaupun kali ini Indonesia tidak menyabet gelar the absolute winner seperti di olimpiade Fisika di Singapura lalu, dan juga perolehan medali emas turun dari 4 di Singapura menjadi 2 di Vietnam, namun tentu hasil ini tetap sangat menggembirakan dan membanggakan di tengah miskinnya prestasi bangsa ini di kancah internasional. Salah satu Fisikawan muda kita tersebut bahkan menduduki peringkat 4 dari seluruh peserta internasional yang mengikuti olimpiade tersebut sebuah peringkat yang tinggi tentu saja. China memboyong tempat pertama, kedua dan ketiga terbaik. Hasil lengkapnya dapat dilihat di sini.

Yang mengejutkan adalah peringkat-peringkat atas olimpiade Fisika (sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena yang lalu-lalu fenomena ini juga telah terlihat) didominasi oleh peserta-peserta dari Asia. Peserta-peserta bulé yang sering dimitoskan lebih cerdas dari peserta-peserta dari Asia ternyata banyak yang keok. Peserta dari negara bulé yang paling tinggi adalah peserta dari Canada yang notabene pesertanya juga imporan dari Asia. Peserta bulé asli **halaah rasis** dengan prestasi tertinggi malah datang dari negara Eropa Timur yang kecil yaitu Moldova. Negeri jiran kita Malaysia yang dipercaya sistem pendidikannya lebih baik dari kita hanya menggondol sekeping medali perak sebagai prestasi terbaiknya. Sementara negeri jiran kita lainnya yang juga dipercaya lebih superior dari kita di mana kita banyak mempercayai mahasiswa-mahasiswa kita untuk bersekolah di sana yaitu Australia nasibnya sama dengan Malaysia hanya mendapatkan sekeping medali perak untuk prestasi tertingginya. Perlu pula diketahui selain kita mendapatkan dua emas, Indonesia masih mendapatkan 2 medali perak lagi. Uni Kerajaan (Inggris) malah lebih parah lagi, mereka paling tinggi hanya mendapatkan medali perunggu. Sedangkan Belanda, negeri penjajah kita selama 350 tahun, lebih kasihan lagi, hanya kebagian gelar honourable mention saja. Huehehe…… O iya, dalam daftar pemenang dicantumkan juga jenis kelamin para peserta. Di situ terlihat laki-laki sangat mendominasi perolehan medali dibandingkan wanita. Apakah itu berarti laki-laki secara rata-rata masih lebih cerdas dari wanita?? walahualam deh…. *halaaah seksisme** :mrgreen: Dari daftar pemenang juga dapat dilihat bahwa (lagi-lagi) peserta-peserta dari Afrika dan Timur Tengah lagi-lagi tidak bisa berbuat banyak. Apakah berarti negara-negara Afrika dan Timur Tengah terbelakang dalam sains dan teknologi? Walahualam….. bisa iya bisa juga tidak.

Ya udah deh, mudah-mudahan mereka yang pernah berjaya mengharumkan nama Indonesia pada Olimpiade Fisika dapat bekerja sesuai bidangnya. Janganlah nanti mereka terpaksa bekerja sebagai manajer pemasaran (atau pengusaha) atau pekerjaan-pekerjaan lainnya. Bukan karena menjadi manajer pemasaran (atau pekerjaan-pekerjaan lainnya) derajadnya lebih rendah, bukan itu, namun alangkah sayangnya jika mereka bekerja bukan pada bidang yang dapat mereka lakukan secara maksimal. Potensi-potensi hebat mereka bisa hilang. Ada dua kemungkinan jika mereka tidak menemukan pekerjaan yang cocok dengan keinginannya yaitu banting setir mencari pekerjaan lain yang kurang sesuai dengan potensi maksimalnya atau ia akan lari ke luar negeri, menjadi ilmuwan atau insinyur andal di negeri orang. Tentu ini merupakan kehilangan atau kerugian yang sangat bagi Sumberdaya Manusia di Indonesia ini…… Bukan begitu?