Di Bawah Sinar Bumi Purnama……..

 Di bawah sinar bulan purnama ♪♫♪……. Saya jadi ingat lagu keroncong yang syahdu tersebut yang judulnya dan penyanyinya saya sudah lupa. (Ada yang bisa mengingatkan saya??) Lagu tersebut adalah satu lagu dari mungkin ribuan lagu yang ada di dunia ini yang menggambarkan indah dan romantisnya sinar bulan purnama bagi mereka yang tengah asyik berduaan atau bertiga sama syetan kata pak ustadz. Namun itu adalah sinar bulan purnama…… Nah…. bagaimana dengan sinar bumi purnama?? Tentu karena kita hidup di planet Bumi kita tidak pernah akan bisa menikmati sinar bumi purnama.

Namun masalahnya lain jika anda tinggal dan hidup di bulan. Anda akan dapat mudah menikmati sinar bumi purnama. Pertanyaannya adalah kapan terjadinya bumi purnama di bulan?? Sebenarnya logikanya mudah dan sederhana. Fase bulan yang dilihat dari bumi tentu terbalik dengan fase bumi yang terlihat dari bulan. Jikalau di Bumi sedang dalam fase bulan purnama, maka di bulan orang bakalan sulit melihat Bumi karena bumi ada dalam fase ‘bumi baru’. Sebaliknya jika di bumi, bulan ada dalam fase bulan baru (seperti pada awal setiap bulan Islam) di mana bulan sulit dilihat dengan mata telanjang, maka di bulan, orang tengah menikmati pemandangan bumi purnama. Jadi salah satu saat yang tepat untuk menikmati bumi purnama dari bulan adalah pada saat Idul Fitri! Jadi nanti di masa depan jika ada paket perjalanan Idul Fitri ke bulan…. itulah saat yang tepat bagi anda untuk menikmati sinar bumi purnama dari bulan! :mrgreen:

Begitu pula jika di Bumi orang tengah menikmati gerhana matahari (pada fase bulan baru tentu saja), maka orang-orang di bulan tengah menikmati gerhana bumi yang cantik… di mana dengan instrumen optik yang cukup sederhana orang-orang di bulan dapat melihat sebuah titik kecil di Bumi. Titik kecil itulah yang merupakan bayangan bulan. Kebalikannya ketika di Bumi orang tengah menikmati gerhana bulan (tentu saja hanya terjadi pada fase bulan purnama), maka di bulan orang-orang tengah menikmati gerhana matahari!

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat ketika anda ingin menikmati sinar bumi dari bulan. Karena permukaan bulan ‘terkunci’ oleh bumi (tide-locked) atau dengan kata lain permukaan bulan yang menghadap ke Bumi selalu sama terus menerus selamanya, maka posisi bumi di langit bulan selalu stasioner (sama) untuk pengamat yang stasioner. Jadi jikalau rumah anda di bulan dekat dengan katulistiwa bulan yang selalu menghadap ke bumi, maka bumi akan selalu terlihat di titik zenith sepanjang masa, tidak pernah terbit dan tidak pernah terbenam. Tidak seperti kita melihat bulan dari bumi, di mana bulan terbit dan terbenam setiap hari. Di bulan, anda akan dengan mudah melihat fase bumi mulai dari bumi baru, bumi sabit, bumi purnama, bumi sabit dan kembali ke bumi baru. Apalagi di bulan tidak ada awan sehingga memudahkan kita untuk mengamati fase-fase bumi dari bulan setiap waktu. Sedangkan jika rumah anda berada dekat daerah kutub bulan maka bumi terlihat di dekat horizon bulan, juga stasioner, tidak pernah terbit dan tidak pernah tenggelam. Sebaliknya jika anda tinggal di bulan yang di permukaan yang tidak pernah terlihat dari bumi, maka anda tidak akan pernah bisa menyaksikan Bumi di langit bulan tentu saja. Jadi jangan berharap anda bisa menikmati sinar bumi purnama.

Nah…. pertanyaannya sekarang…. apakah sinar bumi purnama seromantis sinar bulan purnama?? Yang jelas bumi sebagai reflektor sinar matahari jauh lebih baik daripada bulan. Tetapi masalah romantis apa nggak, ya mungkin silahkan bertanya pada Neil Armstrong. Tetapi saya yakin Neil Armstrongpun tidak akan tahu. Kenapa?? Sebab ada dua hal: Pertama, belum tentu Neil Armstrong pernah benar-benar pergi ke bulan karena masih banyak juga orang yang tidak percaya bahwa ia pernah ke bulan karena lebih percaya teori konspirasi. Kedua, andaikan Neil Armstrong pernah benar-benar pergi ke bulan tentu tujuan utamanya adalah menjelajahi bulan dan bukan pacaran. Jadi mana sempat Neil Armstrong merasakan apakah sinar bumi purnama itu romantis apa nggak….. hehehe….. :mrgreen:

About these ads

35 responses to “Di Bawah Sinar Bumi Purnama……..

  1. lagi mikir, kalau berkesempatan tinggal di bulan, saya akan ambil kavling di mana, ya?
    mungkin di katulistiwanya saja supaya bisa menikmati sinar bumi sepanjang waktu.
    bagus banget artikelnya, saya jadi berpikir untuk memindahkan warga kampung blagu ke bulan nih, mas yari.

  2. eh, tunggu, tunggu! kalau wanita tinggal di bulan, yang ada tuh “datang bumi” dong ya? instead of datang bulang gitu, mas.
    hihi! (komen yang aneh)

  3. eh cuman gitu doag

  4. sinar bulan purnama romantis jika kitas sedang bersama dengan orang yang kita cintai. Kalo kita pergi ke bulan bersama orang yang kita cintai juga ya tetep romantis Pak :D

  5. Semalam Bulan Purnama apa ide ini muncul gara-gara Bulan Purnama semalam?

    *komentar nggak penting*

  6. Saya kok malah penasaran seperti apa pemandangannya di ‘the far side of the moon’ ya? Apakah selalu full bintang kalau malam karena tidak ada matahari dan bulan?

  7. Nnnhhh…maksudnya “karena tidak ada matahari dan bumi” =_=

  8. kalo saya sih cukup dibayangkan dlm mimpi aja mas..hehe..

  9. kalau bulan bisa ngomong……..ngomong-ngomong….. :)

  10. Kalau dipandang, Bumi lebih indah dibanding bulan sebab memiliki corak warna biru yg diliputi awan putih, ini berbeda dengan bulan yg hanya putih dan tandus. Yang menarik bagi saya itu bahwa backgroud dari alam semestasi ini hitam (gelap), sinar se-besar dan se-terang apapun sebagai contoh bintang (matahari) tidak bisa mencapai dasar. Ini artinya tidak ada dinding yg membatasi alam semestasa. “Ruang tanpa batas”.

    Mungkin pada tahun 9999, kalik ya…. manusia dengan pesawat piring terbang baru bisa menjelajahinya :mrgreen:

  11. Kira2, kalo ada lagu “dibawah sinar bumi purnama”, pencipta lagunya orang Indonesia atau Malaysia yak? :D
    *kabooooorrrrrr*

  12. Artikel yang menarik, dan tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. Bagaimana dengan planet-planet yang lain? Sinar Mars purnama, sinar Venus purnama, dan seterusnya …

  13. Kalo bulan masih keliatan, kalo planet… wualah…

  14. Menarik sekali mas Yari, jika suatu saat nanti beneran ada wisata antariksa pasti menarik deh melihatnya.

    wakakka… :P

    Neil Armstrong pernah benar-benar pergi ke bulan tentu tujuan utamanya adalah menjelajahi bulan dan bukan pacaran. Jadi mana sempat Neil Armstrong merasakan apakah sinar bumi purnama itu romantis apa nggak….. hehehe

    Ternyata mas Yari nich bisa kocak juga. thanks

  15. @marshmallow

    Mendingan…. pilih kavling yang di “the far side” aja jadinya tidak bisa ‘diintip’ pakai teleskop oleh penduduk di Bumi. Hehehe….

    Oh…. kalau masalah datang bulan seh sepertinya susah juga ya….. datang bulan di bumi itu kan maksudnya periodenya sama dengan kira2 satu bulan, nah…. karena tidak mungkin tuh kalau di bulan kita menyebutnya ‘datang bumi’ karena bumi selalu ada di bagian bulan yang ‘dekat’ dengan bumi dan di bulan bagian yang ‘jauh’ dengan bumi, buminya malah tidak pernah muncul sama sekali. Jadinya susah tuh, jadinya datang apa ya?? Bingung… ya kalo mau datang sih datang aja…. :mrgreen:

    @Al khim

    Pasti nggak ngerti deh lu….. nggak nyampe….. :P

    @kangharis

    Lha… kalau kita pergi ke bulan berdua (dengan orang yang kita cintai)…. nggak mungkin dong… yang nyetir roketnya siapa?? Kecuali kalo pacar kita sopir roket astronot.. hehehe… :D

    @Yoga

    Nggak penting dan nggak jelas…..

    **kabooor** :mrgreen:

    @Catshade

    Ooh… jangan salah…. the back side of the moon walaupun langitnya selalu tanpa kehadiran bumi bukan berarti langitnya juga tanpa kehadiran matahari. Pada saat bulan purnama the back side of the moon memang pada posisi malam hari atau tanpa matahari tetapi pada saat bulan baru the back side of the moon tengah mengalami siang hari dengan matahari yang dahsyat memancarkan panasnya.

    Begini lebih mudahnya…. pada saat gerhana matahari total (pada saat bulan baru tentu saja), maka bagian yang gelap menghadap ke bumi sementara bagian yang terang (the back side) tentu saja menghadap ke matahari…. :)

    @AgusBin

    Moso orang Indonesia jagonya mimpi aja bin?? Sementara bangsa2 lain sudah mengeksplorasi bulan… moso orang Indonesia masih hanya bermimpi tentang nikmatnya sinar bumi purnama…. gimana seh…hehehe… :P

    @Yoyo

    Kalau bulan bisa ngomong… pacaran jadi nggak asyik lagi dong…. pasti bulannya rese ngomong terus di saat asyik berduaan….. :mrgreen:

    @laporan

    Bumi merupakan planet air…. mungkin karena itulah bumi merupakan reflektor sinar matahari yang sangat baik. Dan memang background warna langit berwarna hitam jika dilihat dari luar angkasa, seluruh bintang2pun nampaknya tidak mampu menerangi secara merata hamparan luar angkasa yang maha luas ini……

    Ya… mungkin tahun segitu kita baru bisa membikin ‘piring terbang’ yang melesat ke angkasa… kalau sekarang untuk sementara cukup saja melihat ‘piring berterbangan’ kalau suami istri lagi bertengkar….hehehe… :D

    @G.a.i.a

    Kalau ada lagu ‘di bawah sinar bumi purnama’ yang diciptakan zaman sekarang sebelum orang bisa menikmati sinar bumi purnama sebenarnya pasti yang menciptakan lagu itu orang Malaysia. Sebabnya orang Malaysia terpesona oleh lagu ‘di bawah sinar bulan purnama’ karena putus asa jadi dijiplak ‘di bawah sinar bumi purnama’. Wakakakak….. :lol:

    @tutinonka

    Kalau sinar venus purnama atau sinar Mars purnama…. ngelihatnya dari mana???? Kalau dari Bumi atau bulan semuanya cuma kelihatan sebagai bintang saja…. :mrgreen:

    @qzplx

    Kalau planet dari bumi cuma kelihatan seperti bintang doang…. :D

    @yulism

    Sayang…. wisata antariksa zaman sekarang hanya dalam mimpi atau angan-angan saja…. :D

  16. kok gw jadi ingat lagunya TIPE-X
    “saat bulan purnama bersinar..bla.bla..”

  17. bawa saya terbang dong mas … :)

  18. Jangan-jangan kalau sempat datang ke bulan, kita malah kecewa karena bulan purnama tak seindah dalam lagunya.
    Entah kenapa kalau ada bulan, terasa romantis..lha padahal sinar matahari lebih banyak gunanya bagi kita.

  19. Apa kabar kang? .. lama ga bertukar pikiran. Maklum, saya sekarang lebih banyak diam :) .. apalagi, barusan saya dapat pesan kalo saya disuruh diam ga boleh ngeluh. Padahal saya itu mau menyampaikan mohon maaf lahir bathin, minal aidin walfaizin ke akang .. masih ada stock kata maaf kan ya kang? ini kan masih bulan Syawal :)

  20. makanya wong Indonesia
    jangan jd bngsa kuli terus…..
    supaya bs rame rame ke bulan
    merasakan dan membuktikan sndiri
    romantis tidaknya di bawah sinar bumi purnama itu….

  21. akhir2 ini sy menikmati pemandangan bulan purnama indah sekali.
    Indahnya itu karena dia bercahaya diantara suasana gelapnya langit malam di sekitarnya.Itu kali yah dikatakan romantis.

  22. Mungkin perlu juga dijadikan wacana sebagai tempat hunian baru, Pak Yari.
    Bumi sudah penuh sesak begini…

    Tapi mungkin nanti nggak ada istilah ‘bulan-bulanan’ ya?
    Dijadikan bulan-bulanan.
    Dijadikan bumi-bumian. (halah!).

  23. @okta sihotang

    Kalau begitu…. suruh TIPE-X aja nanti menciptakan lagu “saat bumi purnama bersinar….” BLA BLA BLA….. bisa nggak ya?? :D

    @Rindu

    Maunya sih gitu mbak… tapi sekarang harga BBM lagi mahal apalagi untuk ke bulan…. rakyat miskin semakin susah…. :(

    @edratna

    Benar bu….. permukaan bulan memang bopeng dan tidak seindah jikalau dilihat dari Bumi. Sama seperti planet Venus yang disebut cantik (khas wanita) karena ‘mulus’ dan tidak banyak bopeng seperti bulan jikalau dilihat dari Bumi lewat teleskop. Padahal yang membuat planet Venus itu mulus adalah awannya yang tebal, sementara planetnya sendiri tetap bopengan apalagi suhunya…. uh panas sekali….. lebih dari 600 derajad Celsius.

    Betul sekali bu, sinar matahari jauh lebih penting, karena sinar matahari adalah sumber energi kita. Semua energi termasuk energi angin, air, hidrokarbon dan lain-lain kalau ditelusuri balik semuanya berasal dari energi matahari……

    @erander

    Halaah… mas Eby…. mas Eby udah saya maafkan kok jauh sebelum mas Eby mengucapkan ‘minal aidin walfaidzin’ sekarang. Semoga mas Eby juga begitu, telah memaafkan saya walaupun saya tidak langsung mengucapkan ‘minal aidin walfaidzin’. Yang penting adalah hati yang tulus untuk memaafkan bukan mulut manis tapi hanya sekedar manis di mulut saja. Bukan begitu mas Eby? :)

    @mikekono

    Betul bang….. orang Indonesia jangan bengong aja, hanya menyaksikan bangsa lain sudah mendarat di bulan sementara kita masih sibuk memberantas kemiskinan yang tidak selesai2. Bangsa kitapun harus menguasai teknologi. Jangankan ke bulan bang, wong nggali minyak sendiri aja kita masih butuh teknologi dari luar, membuat mesin2 dan peralatan canggih sendiri untuk gali minyak saja nampaknya kita masih harus bermimpi….. :(

    @aRuL

    Ck…ck…ck…. menikmati pemandangan sinar bulan purnama sama siapa RuL?? Jangan berduaan ya…….. soalnya kata pak ustadz kalau cuma berduaan nanti jadinya betigaan sama syetan tuh…. huehehe…… :mrgreen:

    @Daniel Mahendra

    Huehehe…. nanti kosa kata yang ada kata bulannya semua diganti dengan kata ‘bumi’. Jadi inget martabak manis di Pontianak sono yang disebut ‘Terang Bulan’ nanti diganti namanya jadi ‘Terang Bumi’ dong… huehehe…… :D

  24. Hey Pak Satpan, eh sorry … sampeyan ini memang hebat astronomi, saya paling doyan melahapnya. Maksih.

  25. waktu masih TK saya selalu berpikir “ada orang nggak ya di bulan?” hehehehehehe

  26. saya pernah bermimpi bulan dengan awan yang membentuk angka 69

    kemudian saya pasang togel nomor tsbt..

    tapi yang keluar no 96 jadi gak tembus nich nomor nya..
    :mrgreen:

    salam

  27. orang bumi mandang bulan tersepona
    orang bulan mandang bumi terpana
    kalau orang bumi mandang orang bulan?
    Ngibrit…..
    salam
    EM

  28. bulan madu ke bulan saat bumi purnama huahauhahuauha keyennn tuhhh

  29. tunggu manusia berduyun2 hijrah ke bulan suatu saat nanti.. pasti mereka bisa menikmati wajah asli bumi.. panorama romantis bumi dari bulan.. hehehe *tapi kapan ya?*

  30. Di bawah sinar Bumi purnama….

    Alangkah romantisnya sinar Bumi purnama… *Mmm.. dalam mimpi*.. eh tapi ga boleh cuma mimpi ya, Pak? :D

  31. wew, kl gituh ayoh kita pergi ke bulan naik delman… eh ada lagunya kan yah? :D

  32. Salam
    Ih saya bisa liat bulan tiap malam, bahkan bintang apapun yang saya inginkan? iya!! di stellarium saya, planetarium s/w, asyik lo Sir :)
    Eh itu tentang teori konspirasi saya pernah liat tayangannya dan sy kira saya cenderung pro dengan teori itu, hmmm…

  33. Nggak bisa romantis kalo kekurangan oksigen mah.

  34. @Ersis Warmansyah Abbas

    Ok…. terima kasih kembali Pak Ersis :)

    @parvian

    Ada wajah permukaan bulan yang kalau dilihat sepintas lalu mirip orang, mangkannya dikatakan “Man on the moon”. Kalau mau lihat jelasnya silahkan cari di Google dan ketik “Man on the moon” :)

    @yakhanu

    Lha…. abisan mimpi bulan dipercaya manjur buat yang pasang togel… ada2 aja….. :mrgreen:

    @Ikkyu_san

    Lah… jangankan lihat orang bulan…. lihat ular aja mbak ini pasti juga udah kabur kan?? :mrgreen:

    @zoel

    Berarti kalau ke bulan namanya bukan bulan madu lagi dong…. tapinya bumi madu…. :D

    @Anang

    Mungkin sekarang hanya dalam mimpi atau hanya dalam film… atau bisa jadi hanya dalam simulasi komputer… hehehe…. :D

    @mathematicse

    Mimpi sih sekali2 ya boleh….. asal jangan keterusan mimpinya…. huehehe… :mrgreen:

    @septy

    Kenapa nggak naik Taxi Silver Bird aja mbak? :mrgreen:

    @nenyok

    Saya juga banyak software planetarium dan stellarium tapi tetep saja nggak seindah aslinya dong :D

    @Black_Claw

    Bener juga….. apalagi kalau pakai helm pakaian astronot, susah ciumannya…. huehehe…. :lol:

  35. Kalau bulan purnama ada manusia serigala… Kalau bumi purnama ada alien serigala?? :mrgreen: Aauuuuuuuuuu….

    __________________________

    Yari NK replies:

    Karena fase bumi selalu terbalik dari fase bulan. Jikalau bulan purnama di bumi ada manusia serigala…. maka kalau di bulan terbalik…… jika serigala di bawa ke bulan jikalau tengah gerhana bumi purnama ia akan menjadi serigala manusia…… bunyinya bukan “aauuuuuu…” tetapi “yuuuuk…..” ( a la Tora Sudiro) :mrgreen:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s