Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

Ape Cladogram
Ape Cladogram
Future Ape Cladogram
Future Ape Cladogram
Future Ape Cladogram II
Future Ape Cladogram II

Perhatikanlah Cladogram yang paling atas yang saya ambil dari sini. Cladogram di atas, menurut pakar pendukung teori evolusi, menggambarkan garis evolusi selama jutaan tahun yang dialami oleh manusia dan juga kerabat-kerabatnya (simpanse, bonobo, orangutan, gorila dan gibon). Garis merah adalah garis evolusi utamanya. Dalam garis evolusi diceritakan bahwa sekitar 20 juta tahun yang lalu manusia, simpanse, bonobo, gorila dan gibon mempunyai satu nenek buyut moyang yang sama! Lantas sekitar 18 juta tahun yang lalu, gibon mulai memisahkan diri dari garis evolusi ‘utama’ dan mulai membentuk spesies-spesies baru yang bernama gibon hingga saat ini. Lantas sekitar 14 juta tahun yang lalu, giliran orangutan yang memisahkan diri dari garis evolusi utama dan membentuk spesies baru bernama orangutan yang kita kenal sekarang. Lalu, 7 juta tahun yang lalu giliran gorila yang meninggalkan garis evolusi utama dan membentuk spesies baru yang bernama gorila yang bertahan hingga kini. Terakhir, 3 sampai 5 juta tahun yang lalu, sebuah spesies baru muncul bernama simpanse yang bertahan hingga kini. Garis merah evolusi setelah 3 juta tahun yang lalu terus berjalan sendiri hingga kira-kira 300 ribu tahun yang lalu munculah manusia modern pertama yang akhirnya seperti kita-kita ini!

Cerita evolusi manusia selesai sampai di situ?? Saya rasa belum deh. Andaikan manusia tidak berevolusi lagi di masa mendatang berarti teori evolusi memang salah dari sononya! Untuk itu saya iseng-iseng menggambar ulang Ape Cladogram (Kladogram Kera) dengan menambahkan  kemungkinan apa yang terjadi di masa mendatang. Saya membuat dua buah kladogram. Yang di bawah (kedua) saya rasa lebih masuk akal sedikit. Pada kladogram kera masa depan yang pertama suatu saat (mungkin jutaan tahun mendatang) manusia meninggalkan garis evolusi utama, sementara garis evolusi utama yang berwarna merah akan menjadi spesies tersendiri yang entah apa namanya! Selama garis evolusi utamanya yang berwarna merah jutaan tahun mendatang, mungkin juga ada spesies-spesies baru lagi yang memisahkan diri dari garis evolusi utama yang juga entah apa nama spesiesnya! Dalam kladogram yang pertama juga dikisahkan kemungkinan akan muncul subspesies yang memisahkan diri dari manusia seperti halnya dalam kasus simpanse dan bonobo. Pada kladogram kera masa depan yang kedua (sebenarnya hampir sama dengan kladogram kera masa depan yang pertama) dikisahkan manusia tetap pada garis evolusi utama namun kemungkinan jutaan tahun mendatang ada beberapa spesies baru yang muncul dari hasil evolusi manusia, namun spesies manusia tetap eksis.

Pertanyaannya adalah apakah spesies-spesies yang baru muncul tersebut akan lebih cerdas dari manusia? Atau sebaliknya? Apakah manusia bisa berdamai dengan spesies-spesies lainnya tersebut? Lha… wong sesama manusia saja sudah saling ribut kok! :mrgreen: Tetapi mari kita lupakan hal tersebut untuk sementara. Pertanyaannya bagi ahli teori evolusi adalah apakah akan muncul spesies-spesies baru dalam superfamily Hominoidea seperti yang digambarkan kladogram saya di atas? Jika manusia tetap tinggal di Bumi jutaan tahun mendatang dan tidak pindah ke planet lain, maka masih ada waktu sekitar 5.000.000.000 (lima milyar) tahun lagi sebelum energi nuklir dalam matahari kita redup dan mati. Dan tentu waktu 5 milyar tahun adalah waktu yang jauh lebih dari cukup untuk terjadinya  sebuah evolusi yang signifikan. Namun perlu dipertimbangkan juga kemajuan dalam bidang genetika dan biologi molekular yang dicapai manusia jutaan tahun mendatang, mungkinkah dapat mencegah terjadinya evolusi? Walahualam….. mungkin anak cucu cicit cucut cecet kita yang bisa menjawab dan menyaksikan apakah teori evolusi benar adanya……. :D

Gibon (Hylobates lar)

orangutan

orangutan (Pongo pygmæus)

Gorila (Gorilla gorilla)

simpanse (Pan troglodytes)

manusia (?) (Homo sapiens)

Keterangan Gambar:

Dua puluh juta tahun yang lalu, mereka berlima mempunyai nenek buyut moyang yang sama! :lol: Kata kaum evolusionis!

About these ads

32 responses to “Manusia: Hasil Akhir Evolusi?

  1. wkakakaka…foto paling bawah bikin ngakak… *guling guling*

  2. Kalau manusia semakin ahli dalam membentuk dan mengendalikan lingkungan sekitarnya, saya kira manusia bisa memperlambat atau menghentikan proses evolusi alamiahnya; alih-alih beradaptasi terhadap lingkungan, lingkunganlah yang dibuat beradaptasi dengan kebutuhan dan keterbatasan manusia. Bahkan kalau sudah sedemikian ahlinya (terapi dan seleksi gen unggul misalnya), manusia bahkan bisa membentuk dan mengarahkan jalur evolusinya sendiri. :?

    Saya rasa selain genetika dan biologi, yang juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan manusia di masa depan adalah robotika. Manusia setengah robot (cyborg), robot yang menyerupai manusia (android), atau robot yang dikendalikan otak manusia bisa jadi bukan lagi suatu kemuskilan. Dan, kalau melihat film-film yang ada mengenai robot, memang kehidupan mereka bersama manusia biasa tak lepas dari masalah dan konflik. :D

  3. wah pantesan raditya ketika melihat iklan xl dengan tokoh binatangnya seperti yang ada diatas tuh :D

  4. Kalau kuperhatikan, rasa-rasanya Pak Yari cukup concern sekali dalam hal ini. Beberapa kali postingannya selalu senyawa dengan hal-hal seperti ini. Kenapa, Pak Yari? Peduli sekali sepertinya. Atau malah keasyikan dalam teliti meneliti soal begini? :)

    Tapi mungkin dengan kemajuan teknologi, rasanya tak perlu cicit cucut cecet kita yang mesti menjawab apakah teori evolusi benar adanya, Pak Yari. Siapa tahu kita juga bisa. Pak Yari terutama. Hehe.

  5. kalau manusya dari kera lalu kera dari apa?
    mm.. dari batu?
    hei kera sakti donk…

  6. karena namanya evolusi, maka terjadinya juga dalam kurun waktu yang sangat panjang, dan melibatkan proses adaptasi dan familiarisasi terhadap spesis baru (kalau memang ada).
    manusia sekarang kan sudah sangat maju dengan survival rate yang tinggi, jadi teori evolusi mungkin bakal sekali lagi dibuktikan kesalahannya dengan manusia sebagai penutup proses ini.
    jangan kuatir, mas. kalaupun berevolusi, manusia akan berevolusi dengan perubahan yang tidak seekstrim dulu, semisal dengan perubahan genetika menjadi lebih resisten terhadap penyakit, proses degeneratif, dan ketuaan.
    malah bagus kan?

  7. Analisis yang menarik!

    Sebenarnya. Ada evolusi mayor dan evolusi minor. Evolusi mayor terkait dengan trans species, sedangkan evolusi minor terkait dengan inter species. Evolusi minor seperti imun, adaptasi virus dan jamur, kawin antar ras etnis, bayi tabung, tinggi badan dan sebagainya. Evolusi mayor terjadi dalam kurun waktu jutaan tahun, sedangkan evolusi minor dalam kurun ratusan bahkan hanya puluhan tahun. Bagi yg tidak setuju dengan teori evolusi mungkin karena rentang sudut pola pikir yang dipakai hanya pada rentang waktu yang sempit. Karena untuk memahami evolusi secara keseluruhan harus memiliki pola pikir dengan rentang waktu bahkan jutaan tahun.

    Kelihatannya memang spesies bernama manusia (human) itu adalah spesies sempalan dari skenario evolusi secara global seperti dalam cladogram 2 dan 3. Ini pendapat saya pribadi. Boleh kan berpendapat.

  8. yang foto paling bawah cuma menang kumis doang. haha..

  9. manusia sekarang kan sudah sangat maju dengan survival rate yang tinggi, jadi teori evolusi mungkin bakal sekali lagi dibuktikan kesalahannya dengan manusia sebagai penutup proses ini.

    Makhluk hidup yang berevolusi di dunia kan bukan cuma manusia saja… >_>

    Tapi, mungkin manusia juga yang menghambat evolusi makhluk hidup lainnya. Panda, misalnya, adalah hewan yang sangat tidak fit dengan lingkungannya (pola makan dan reproduksinya sangat terbatas), dan seharusnya sudah punah (mestinya ini suatu kewajaran dalam proses evolusi) sejak bertahun-tahun lampau. Tapi atas nama pelestarian alam dan biodiversity, manusia menyokong mereka untuk tetap bertahan hidup tanpa harus beradaptasi secara radikal. Tapi bukan berarti usaha itu salah sih… :|

  10. Waaa..jadi tau sejarah evolusi manusia neh…hi..hi…nice proceed…
    Apalagi ngeliat sosok Homo Sapiensnya yg terakhir..he..he..:)
    Pisss……:)

  11. Kalo dikaitkan dengan agama gimana lagi yakz.. pasti runyem :D hihihi
    itu kali yah yang dinamakan sunnatullah, kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta dan segala isinya…
    keterkaitan antara manusia dan hewan bisa jadi ada… bisa aja berhubungan….
    tapi itu akan menjadi debat panjang yang tiada berakhir *jadi ingat diskusi masalah ini waktu SMA dulu :D *

  12. Agak susah membayangkan bagaimana hasil evolusi manusia jutaan tahun mendatang. Apakah akan seperti alien, mahkluk luar angkasa yang bentuknya campuran antara aneh, lucu, dan seram? Yang jelas, evolusi mestinya akan menuju ke tingkat makhluk yang lebih cerdas, bukan lebih bodoh. Jadi nggak mungkinlah manusia akan menjadi kera lagi, misalnya.

    Yang juga masih susah untuk dipertemukan, adalah teori evolusi di satu sisi dan wahyu Tuhan di sisi yang lain. Sebenarnya, nenek moyang manusia itu kera atau Adam dan Hawa? Atau jangan-jangan … Adam dan Hawa itu kera? Weleh, weleh … :D

  13. @mantan kyai

    Kenapa? Yang foto bawah paling mirip kera ya? :lol: Biarin! :D

    @Catshade

    Jadi ingat terraforming di mana manusia merubah atmosfir, temperatur, unsur-unsur tanah bahkan ekologi planet lain agar dapat didiami oleh manusia. Terraforming saat ini mungkin masih berupa sains-fiksi daripada sains, namun di masa mendatang, siapa tahu? Ini mungkin hampir sama jika manusia mengendalikan alam sekitar agar ‘cocok’ dengan kebutuhan manusia. Namun tentu tetap saja manusia harus hati2 karena ekologi dan ekosistem sangatlah kompleks. Yang menguntungkan manusia belum tentu menguntungkan spesies lainnya, mungkin nantinya malah mengacaukan ekosistem dan justru akan berbalik merugikan manusia sendiri…….

    Mungkin benar, konflik akan selalu ada, itu juga mungkin salah satu cara alam mengendalikan populasi manusia agar jangan terlalu overpopulating sehingga sumberdaya selalu akan tercukupi dan seimbang dengan jumlah populasi manusia….. :)

    @Artha

    Huahaha….. mendingan pakai simpanse iklannya. Nggak usah bayar ‘royalti’, udah gitu bisa borongan lagi huehehe……

    @Daniel Mahendra

    Iya ya….. kenapa ya? Mungkin saya dari dulu senang sama simpanse dan orangutan. Lucu. Walaupun simpanse dewasa, apalagi yang jantan, adalah termasuk hewan yang paling ‘berbahaya’. Mungkin itu sebabnya saya sering menuliskan hal2 seperti ini.

    Wah mas, kalau saya sih cuma ilmuwan blog saja, habis dulu nggak boleh jadi ilmuwan sama orang tua. Katanya ilmuwan di negeri ini nggak bisa hidup. Huehehe…. Jadinya ya mana bisa saya menjawab teori evolusi secara tuntas, lha wong Darwin aja nggak bisa menjawab tuntas kok. Lagian kan… riset butuh sumberdaya yang besar mas….huehehe…. :D

    @ardianzzz

    Kera dari apa?? Hmmm…. yang jelas kera sih dari dulu juga udah ada…..!! :mrgreen:

    @marshmallow

    Tapi mbak…… walaupun kini manusia punya survival rate yang tinggi dan mungkin kemajuannya dapat mengendalikan ‘evolusi’ bukan berarti zaman dulu kita tidak pernah berevolusi kan mbak? Jadi belum tentu teori evolusi itu salah…..

    Memang benar mbak, dalam paragraf selanjutnya, mungkin masa depan proses degenerasi, resistensi yang lebih baik terhadap berbagai penyakit secara teoritis dapat membuat manusia menjadi lebih “baik”. Tetapi biasanya, seperti yang sudah kerap kali terjadi, alam akan memberikan “tantangan baru” buat manusia, agar populasi manusia tetap terkontrol…. :)

    @laporan

    Betul sekali, ada evolusi “mayor” dan ada evolusi “minor”. Evolusi “mayor” memang kita harus berfikir dalam kerangka atau jangka waktu yang panjang dan terkadang kita harus pandai2 menyatukan informasi2 yang kita temukan di lapangan seperti sebuah puzzle dan itu memang tidak mudah. Dan parahnya, seringkali manusia menolak jika dia menemukan sesuatu yang “jelek-jelek” pada masa lalunya, seperti misalnya tidak mau menerima kenyataan bahwa manusia dan kera punya DNA yang hampir sama, ataupun bahwasannya kera dan manusia puluhan juta tahun yang lalu punya nenek buyut moyang yang sama, dsb.

    Tetapi ya, biarkan saja, yang penting penelitian mengenai teori evolusi ini harus tetap berlanjut demi perkembangan peradaban manusia… bukan begitu mas?

    @AgusBin

    Mungkin jutaan tahun mendatang monyetpun akan berevolusi sehingga punya kumis juga, nggak kalah sama manusia…… :P

    @RaDiaS InDrasWarY

    Kenapa? Foto yang bawah banyak ada kemiripan dengan keempat foto yang lainnya ya? huehehe…. :mrgreen:

    @aRuL

    Yah begitulah RuL….. kalau dikaitkan dengan agama pasti tidak belum ketemu. Walau begitu, penelitian mengenai teori evolusi ini harus terus berjalan, tanpa mengurangi keimanan kita. Jikalau belum ada “titik temu” antara agama dan ilmu pengetahuan anggap saja kita ini masih bodoh. Dan memang kenyataannya kita ini masih bodoh kok RuL. Masih banyak juga dari teori evolusi ini yang belum bisa terjawabkan…… :)

    tutinonka

    Saya pernah beli buku buat anak saya, buku pengetahuan anak2 mengenai kera, dalam Bahasa Inggris. Kalimat pertamanya: “Do you know exactly what apes are? You are one! And so are your mom and your dad!”. Jadi kita ini termasuk kera….. hanya saja kita ini kera2 yang cantik2 dan ganteng2 pintar. Kalau manusia berevolusi tentu kemungkinannya juga akan menjadi spesies yang cerdas, tetapi mungkin masih saja disebut ‘kera’ dan nggak jauh2 dari superfamily Hominoidea.

    Nah, itu dia mbak Tuti, masih belum ketemu antara agama dan sains tentang evolusi ini. Adam dan Hawa itu kera? Menurut ahli biologi, bukan menurut saya loh Adam dan Hawa sama seperti kita termasuk superfamily Hominoidea juga. Kalau bilang ‘kera’ kan kasar, nanti banyak yang protes, kalau istilahnya ‘Hominoidea’ terkesan agak keren sedikit, padahal……. :mrgreen:

    O iya, saya pernah menulis tentang ‘Nabi Adam’ di sini.

  14. selain peta evolusi ada peta migrasi yang berkaitan dengan evolusi itu gakya..??
    kalo misalnya mereka gak migrasi, menurut teori evolusi, saya dalam garis lurus Pitecantrhopus Erectus dong…*(= manusia berdiri tegak nan cute dari Ngawi) huehehehe

  15. teori bahwa manusia adalah hasil dari evolusi seekor kera (teori darwin) dapat terbantahkan oleh Harun Yahya, seorang ilmuan asal Turki.

    dan ketakutan terbesar sang “evolusioner” (-Darwin-red). adalah ketika menyaksikan bentuk yang indah dan pola yang begitu rumit dari sayap seekor burung merak. dan sayangnya darwin tak mampu membuktikan hal itu.
    Waallahu’alam.

  16. Wahahaha, kalo diliat dari ukuranya, makin lama orang makin kerdil yah

  17. jujur mas saya enggak percaya adanya evolusi hehehehe

  18. mas yari, yang saya anggap salah itu bukan teori evolusi secara keseluruhan, tapi teori evolusi darwin.
    lagian saya gak rela punya nenek moyang kera! ogah, mas! :sad:

  19. Wah Teorinya Mantap Bos… ….Yang Pasti Nenek Moyangku Orang Pelaut…bukan monyet he he…

  20. kok masih percaya teori evolusi seh mas?

  21. Wah, tulisan anda benar-benar mendetail dan nggak bosan dibaca. Terimakasih.

  22. Hasil evolusi dari waktu ke waktu menghasilkan makhluk yang lebih cakep dari sebelumnya. Berarti anak Pak Yari pasti lebih cakep daripada Pak Yari sendiri. Ya kan? Hehehe…

    *kabur*

  23. Wow memantik pemikiran; dijadikan bacaan tambahan bagi mahasiswa boleh ya

  24. @dwibasukiwss

    Huahahaha….. Pithecanthropus (Homo) erectus memang cute loh, itu juga mungkin salah satu nenek buyut moyang manusia yang berada di jalur garis evolusi ‘utama’ yang ada pada gambar di atas…… :)

    @ahsinmuslim

    Saya dulu sempat percaya 100% juga pada Harun Yahya, sebelum saya sadar ternyata Harun Yahya banyak sekali juga kelemahan2 argumentasinya. Pola yang indah dan rumit pada bulu burung merak, okelah, taruhlah belum bisa dijawab oleh Teori Evolusi yang ada sekarang. Memang banyak kok hal2 yang belum bisa dijawab dengan Teori Evolusi yang ada sekarang. Namun bukan berarti argumen Harun Yahya menang. Kenapa? Sebab Harun Yahya sendiri tidak bisa menjelaskan pola yang indah dan rumit itu sendiri secara saintifik. Harun Yahya hanya bisa menyimpulkan bahwasannya hal tersebut adalah karena ciptaan Allah swt. Kalau itu sih, tentu semua orang juga sudah tahu.

    Jadi jikalau Harun Yahya juga tidak bisa menjelaskan pola2 tersebut secara ilmiah dan mendetail maka ia tidak bisa disebut ‘menang’ melawan kaum evolusionis. Jegal-menjegal, adu argumentasi memang sering terjadi antara mereka yang pro dan kontra evolusi, namun yang terbaik adalah mereka yang sudah menelurkan teori. Sebaiknya Harun Yahya menelurkan teori penciptaan makhluk hidupnya sendiri secara ilmiah baru ia bisa dipandang lebih daripada Darwin.

    Contoh teori yang sebaiknya dihasilkan oleh Harun Yahya misalnya: ia harus bisa menjelaskan secara ilmiah apakah tidak ada lagi makhluk yang diciptakan setelah manusia? Kalau tidak ada, kenapa? Kenapa dalam sejarah kita, kita tidak pernah menyaksikan makhluk hidup baik yang kecil2 maupun yang besar2 tiba-tiba muncul begitu saja di muka bumi? Dst…. dst… Nah, jikalau Harun Yahya bisa menjawab semua itu, baru ia lebih menang dari mereka2 yang kaum evolusionis…. :)

    @Raffaell

    Nggak selalu sih, kalau dalam tinggi, justru kecenderungan manusia modern lebih tinggi daripada manusia2 sebelumnya. Homo floresiensis misalnya jauh lebih kecil dibandingkan Homo erectus. :)

    @Gelandangan

    Ya, terserah nggak apa2….. kalau saya sih percaya walaupun mungkin masih banyak yang harus diperbaiki dilengkapi dari Teori Evolusi ini. :)

    @marshmallow

    Yaaa mbak….. kera kan lucu?? :mrgreen: huehehe…..

    Tetapi mbak yang menentukan apakah kita keturunan kera satu turunan sama kera2 lain apa nggak, ya bukan kita. Kita sah2 aja tidak mau atau mau satu keturunan dengan kera tetapi itu kan hanya keinginan kita saja. Di lapangan? kitapun tidak yakin 100% yang benar itu yang kaum evolusionis atau yang kontra-evolusionis, tetapi yang jelas, fakta yang tak terbantahkan adalah lebih dari 90% DNA kita mirip dengan kera! :mrgreen:

    @Ya…

    Oh ya? Berdasarkan lagu anak2 yang “Nenek moyangku seorang pelautttt….” yang kayak gitu ya?? Tapi yakin nenek moyangmu seorang pelaut? Apakah nenek moyang kita semuanya adalah pelaut? Andaikan iya, berarti negeri kita zaman dulu kosong sama sekali dong karena pada melaut semua! Lha….kok mau aja sih “ditipu” sama pencipta lagu anak2? mendingan “ditipu” sama Darwin…. :mrgreen:

    @inos

    Kok masih percaya juga sama Mario Teguh seh mas? Apa hubungannya yak? Wakakak…. :lol:

    @Yukie

    Terima kasih juga ya telah mengunjungi blog saya…. :)

    @Edi Psw

    Eiits…. siapa bilang?? Tanya aja sama simpanse. Seganteng2nya atau secantik2nya orang, nggak bakalan ditaksir sama simpanse…. :mrgreen:

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Ya silahkan pak…. Terims juga pak. :)

  25. saya kira manusia adalah
    makhluk terbaik ciptaan Tuhan
    jadi manusia mungkn hasil
    akhir evolusi
    kendati begitu manusia
    sebagai hewan yg berpikir
    tentu tak kan prnh puas dan akan
    selalu mencari…dan meneliti
    berbagai kemungkinan baru

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Betul bang, justru karena manusia diwajibkan ‘iqra’ terus menerus, maka seharusnya manusia terus menerus meneliti apa yang terjadi di sekitarnya. Justru jikalau kita berhenti ‘belajar’ atau berhenti ‘iqra’ berarti manusia tersebut lebih mirip sifat hewan yang tidak berfikir….. :)

  26. Kalau manusia hasil evolusi kera, lalu Adam?
    Manusia pertama, apakah tak berayah dan beribu?
    Aduh, bingung saya… Maaf…

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Nggak usah bingung mbak….. memang ilmu pengetahuan zaman sekarang belum bisa menjawab semuanya. Tetapi esensinya bukan itu mbak. Yang penting adalah riset ilmu pengetahuan harus terus berjalan sesuai dengan perintahNya. Karena kita senantiasa harus ber-‘iqra’ terus. Iqra di sini tentu adalah membaca ayat2 Allah, bukan saja yang ada di Al-Quran tetapi juga ayat2 ciptaan Allah lainnya yang bertebaran di alam semesta ini…. :)

  27. Siapa tahu, future ape cladogram yang pertama bisa terjadi ketika manusia harus survive menghadapi bencana yang luar biasa, misalnya ledakan besar di permukaan matahari, seperti ramalan yang bakal terjadi di 2012 nanti. Wallahualam.

    *Wah saya langsung ketinggalan dua tulisan di Spektrumku :( *

    Note:- mengenai teori Harun Yahya itu, wah semuanya jadi mentah setelah saya baca tulisan Koencoro Wastuwibowo di blognya. Mas Yari tahu kan alamatnya?

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Saya belum baca yang bencana tahun 2012 itu. Mungkin kalau itu jadinya ‘mutant’ dong ya, soalnya kalau evolusi ya terjadinya harus lama, minimal ratusan ribu tahun. Kalau terjadinya cepat secara signifikan jadi ya ‘mutant’ itu. :)

    Saya dulu pernah mengunjungi blog kun.co.ro tetapi sekarang udah jarang dan baru mengetahui adanya artikel tentang Harun Yahya ini dari mbak Yoga. Menurut saya, sebenarnya nggak apa2 sih mau percaya ‘teori’ yang disodorkan oleh Harun Yahya. Namun yang dikhawatirkan adalah dampaknya jika kita menerima ‘teori’ ini yaitu penelitian tentang asal-usul manusia menjadi berhenti sehingga ilmu pengetahuan jadi stagnan.

    Coba saja bayangkan, kita menemukan fosil Pithecanthropus misalnya, mereka yang percaya dengan ‘teori’ Harun Yahya langsung menyimpulkan dari bentuk fisik luarnya saja dan secara kira2 bahwa itu adalah fosil kera besar! Padahal penyelidikan fosil seharusnya sampai pada penyelidikan materi genetiknya dan dibandingkan dengan materi genetik manusia dan makhluk2 hidup modern. Ya, mana bisa maju! Padahal mungkin saja dari penelitian genetik fosil2 tersebut dapat diambil manfaat2 lain yang sebelumnya belum diketahui. Sebuah kerugian besar bagi umat manusia…. :(

  28. Tentang efek 2012 itu bukan berarti saya mengatakan serta merta. Jika benar terjadi dan hanya sedikit bangsa manusia yang bertahan ditambah kondisi alam yang berubah luar biasa, tak menutup kemungkinan jadi pijakan awal sebuah proses evolusi yang panjang. Sekali lagi wallahualam. Banyak hal yang juga saya pikirkan Mas, tentang species manusia ini, termasuk manusia “hobbit” dari Flores, mitos manusia kecil-kecil penyesap darah yang fisiknya serupa manusia, hingga mitologi tentang para titan. Jaman dulu, manusia mencatat sejarah melalui mitologi dan dongeng. Bagi saya, dongeng tak selamanya berarti dongeng, karena dari dalamnya bisa didapatkan sandi, petunjuk, jejak, sejarah, bahkan cerita pembentukan suatu gunung, daerah, danau, misalnya. Dan jikalau hobbit dan titan itu nyata pada jamannya, (mungkin juga mereka masih ada sekarang) bagaimana posisi mereka didalam cladogram itu? Misteri besar yang membingungkan saya.

    Mengenai kekhawatiran akan penyelidikan ilmu pengetahuan yang stagnan, saya sependapat. Manusia hidup bukan hanya menunggu mati, diantara waktu perpindahan itu semestinya digunakan semaksimal mungkin untuk mempelajari hal-hal yang bisa meningkatkan kualitas hidup umat manusia. Tujuan akhirnya tak lebih untuk ibadah.

    ##

    Ah pikiran saya jadi melompat, ke teori clonning dan rekayasa genetika. Maaf Mas OOT. Kok tiba-tiba teringat, joke yang saya baca di buku tentang DNA, begini ceritanya, ada seorang artis cantik dengan tubuh sempurna mengajak seorang ilmuwan yang terkenal sangat pandai dan dikaruniai otak luar biasa, menikah. Tujuannya tak lain, ingin mendapatkan keturunan yang fisiknya sempurna seperti sang artis dan otaknya sempurna seperti sang ilmuwan. Lantas apa jawaban sang ilmuwan? Iya kalau begitu, kalau jadinya otaknya dodol seperti anda dan fisiknya seperti saya bagaimana? Hehehehe…

    Mengapa tiba-tiba pikiran ini melompat, tak lain saya membayangkan persilangan titan dan hobbit yang hasilnya mungkin manusia seperti yang ada sekarang. Yang makin lama umur Bumi ini, makin “halus” wujud manusia, dan yang resesif sesekali nampak, misalnya manusia-manusia yang dikaruniai tinggi badan yang luar biasa, bisa dijumpai di benua mana pun. Tak hanya di Eropa, manusia tertinggi justru dari Cina, bukan?

    Sudah ah… nanti makin ngelantur :D
    Semangat Pagii :D

    *membayangkan jika benar nenek moyang manusia serupa kera besar, bagaimana dengan Adam dan Hawa? Ajaran Agama mementahkan teori evolusi, seperti manusia yang tiba-tiba mewujud tanpa proses evolusi dengan bentuk yang sempurna? Apakah benar demikian? Ibrahim sendiri katanya luar biasa tinggi badannya, apakah Ibrahim memiliki trah para titan? …….. treeeetttttt makin banyak pertanyaan….. benar-benar pamit sekarang* :mrgreen:

    ________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya mungkin saja peristiwa ‘bencana’ tahun 2012 sebagai pemicu evolusi. Tetapi biasanya sangat sulit untuk menentukan ‘titik awal’ sebuah evolusi minimal dengan teknologi dan pengetahuan saat ini. Namun tanpa ‘bencana’ tahun 2012 atau peristiwa apapun evolusi akan tetap berjalan, pertanyaannya adalah ‘ke arah mana?’.

    Hobbit dari Flores itu (Homo Floresiensis) masih satu genus dengan manusia modern (Homo sapiens) namun apakah pengisap darah apa nggak, wah, saya belum pernah tahu infonya tuh. Yang jelas mereka2 itu diperkirakan punah karena ada letusan besar gunung berapi di pulau tersebut sekitar 13.000 tahun yang lalu. Sebuah angka yang relatif masih sangat muda!

    Agama dan sains belum tentu saling mementahkan. Hanya saja memang saat ini ilmu dan logika kita masih terbatas. Banyak hal yang belum bisa dijelaskan dengan Teori Evolusi yang ada zaman sekarang. Yang penting adalah kita jangan terus2an membuat diri kita bingung sendiri antara agama dan sains (terutama masalah evolusi ini). Yang penting adalah kita terus menerus meneliti asal usul kita secara ilmiah, sambil tetap beriman kepadaNya. Nggak usah berkutat dengan masalah filosofis pertentangan antara ilmu dan agama, membuang2 waktu saja. Nggak sulit kan? :D

  29. Satu lagi.. apakah hobbit hasil evolusi nenek moyang tarsius? Ahahaha… maafkan rasa ingin tahu saya. Pertanyaan ini tak perlu dijawab. :D

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Jawaban seriusnya: sebenarnya Tarsius (yang matanya besar itu kan?) dan juga Homo floresiensis berada dalam satu garis evolusi seperti cladogram di atas. Cladogram di atas sebenarnya kurang lengkap. Sebelum Gibbon, sudah ada monyet2 dan primata2 lain yang memisahkan diri dari ‘garis evolusi utama’ di atas. (Cladogram di atas hanya menggambarkan kera2 yang meninggalkan garis evolusi utama saja. Ingat kera/ape berbeda dengan monyet/monkey). Nah, tarsius ini sudah lama meninggalkan garis evolusi utama yaitu puluhan juta tahun yang lalu, jauh lebih awal dibandingkan gibbon pada cladogram di atas.

    Jadi yang benar pernyataannya adalah: Tarsius dan hobbit (Homo floresiensis) mempunyai nenek buyut moyang yang sama puluhan juta tahun yang lalu. :)

  30. Benar. Tarsius, primata yang bermata besar (jadi ingat komik Candy-Candy yang matanya se-kobokan).

    Mas, yang saya maksud dengan kalimat ini: mitos manusia kecil-kecil penyesap darah yang fisiknya serupa manusia, bukan Homo floresiensis.
    Ini makhluk dalam mitologi. Berbicara tentang “homo-homo-an”, membawa ingatan pada almarhum Prof Teuku Jacob.

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Wah… kalau mitos2an saya nggak berani ngejawab deh…. huehehe…. :mrgreen:

    Iya ingat almarhum Teuku Jacob saya jadi sedih. Peneliti handal Indonesia ini sepertinya punya nama negatif di dunia sains internasional. Bahkan ada salah satu situs yang mengatakan bahwa Prof. Jacob pernah sengaja mencelupkan fossil hobbit ini ke dalam cairan aseton agar DNA-nya tidak bisa diekstraksi. Entah benar apa tidak. Kemungkinan besar Prof. Jacob mungkin anti teori evolusi, tapi nggak tahu juga. Ah, nanti jadi ceritanya kepanjangan….. Yang jelas, saya sendiri kurang jelas, cerita versi mana yang harus dipercaya…. :(

  31. eh.. nabi adam tuh manusia dia memiliki sifat2 manusia, dia bisa bicara, berfikir, bertani, punya istri, anak de es be (intinya beliau memiliki sifat manusia) dan itu di jelaskan dalam Alquran. kalo anda mengatakan tidak perlu memperdebatkan fisik nabi adam mirip monyet atau tidak, wah wah wah anda salah…ada yang gak beres nih.

    nabi adam adalah manusia dan memiliki paras manusia. keturunan beliau pun manusia (pria:qabil dan habil, dan 2 orang anak perempuan).mereka dinikahkan secara menyilang (artinya sudah ada syariat/ aturan pernikahan) jadi tidak asal maen kawin aja. lah sekarang ada monyet yang nikah gak. wah wah wah…kalo njelasin sesuai ajaran agama yang kita anut (ISLAM) pasti deh para pendukung darwinis bilang “itu kan menurut agama yang gak ada bukti scientice nya”. OK kalo gitu. kita berfikir kritis dan realistis sekarang.

    SIMPLE AJA….yang percaya bahwa manusia itu keturunan monyet, bisa tunjukin enggak seekor monyet di zaman ini (ingat hanya seekor, klo kelompok/ komunitas monyet anda mungkin mengatakan mustahil) yang memiliki sifat2 manusia, berinteraksi sebagai manusia (bertani, berternak, menikah de es be). setidaknya mencerminkan keadaan manusia pertama waktu itu (menurut ISLAM adalah nabi adam)

    kalo anda mengatakan tidak ada seekor monyet yang bisa bertani (cuman bertani belom yang laen laen loh), trus anda masih yakin dengan pemikiran anda bahwa monyet adalah nenek moyang kita. hmmmmm (sambil geleng2 kepala)…. ya terserah anda.

    kita kan sekolah (SD, SMP, SMU, DIII, S1, bahkan ada yang S2 n S3). sedangkan darwin dulu enggak sekolah. gak mudah dong percaya gitu aja….

    ______________________

    Yari NK replies:

    Saya tidak pernah mengatakan bahwa nabi Adam tidak memiliki sifat2 manusia. Hanya saja memang dalam hal fisik saya mengatakan sifat2 fisik tidak diperlukan dalam kehidupan spiritual manusia. Jikalau fisik menentukan, tentu Antonio Banderas lebih “mulia” daripada anda, karena dia lebih ganteng daripada anda. Namun tentu fisik tidak berpengaruh kepada kemuliaan seseorang bukan??

    Nah, argumentasi2 anda yang lain juga sangat dangkal hanya bersifat phenotype, untuk itu argumentasi anda sudah saya jawab di sini.

    Betul sekali, jangan mudah percaya pada seseorang, jangankan yang nggak sekolahan terkadang yang sekolahan S1 bahkan S2 dan S3 aja banyak yang komentarnya dangkal! ;)

  32. teori evolusi.
    Saya kurang percaya dengan evolusi perubahan bentuk menjadi bentuk lain. Saya percaya dengan evolusi dalam perubahan ukuran dan suara, karna akan lebih logis dan nyata. selain itu evolusi merupakan refleksi adaptasi mereka terhadap lingkungan. walaupun dalam teorinya perubahan bentuk juga merupakan adaptasi terhadap lingkungan, tapi ini terlihat seperti dukun lagi menceritakan jin.

    Mammalia yang dalam klasifikasi dunia binatang memiliki spesies yang bernama manusia (homa sapiens) yang katanya merupakan evolusi dari mammalia berjenis ape atau kera. akan tetapi ada yang membinggungkan tentang hal ini.

    1. kenapa kera masih ada sampai sekarang. sedangkan dalam dunia jurasik mereka punah secara total.
    2.kenapa kera cuma butuh 3300.000 tahun untuk mengalamai evolusi bentuk dan inteligensia mereka. sedangkan jenis sebelum kera seperti orangutan butuh 14 jt tahun untuk berevolusi tapi koq begok2 aja.

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Dua point yang anda tulis terakhir sebenarnya agak menggelikan. Era Jurassic berakhir sekitar 145 juta tahun yang lalu, sementara primata pertama (nenek buyut moyang manusia dan kera) baru muncul sekitar 60 juta tahun yang lalu. Jadi informasi anda sungguh tidak akurat di point pertama. Coba anda lihat lagi di Google.

    Untuk point kedua. Setiap spesies mempunyai evolusi karakter (phenotype) yang berbeda-beda. Manusia mengalami kemajuan pada otaknya tetapi orangutan dan simpanse mempunyai kekuatan fisik yang 5-6 kali lebih kuat dari manusia. Jadi masing2 spesies berevolusi menjadi apa yang ada seperti sekarang. Namun, seperti halnya orang lain yang menentang evolusi, andapun hanya melihat phenotype atau sifat2 luar dari sebuah spesies. Padahal yang lebih penting lagi adalah melihat genotype-nya. Nah, menurut sains modern, anda dapat cari di Google, Manusia dan kera secara genetis punya kesamaan 90%. Itu yang terpenting…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s