
Es kering atau biang es yang merupakan CO2 padat.

- Stasiun Vostok di Antartika milik Rusia
Suatu ketika (lupa persisnya kapan karena sudah lama terjadinya) di dalam kereta api ekspres Parahyangan dari Bandung ke Jakarta, seorang petugas KA menawarkan es krim kepada penumpangnya. Es krim tersebut dijajakan di atas sebuah nampan yang banyak terdapat es keringnya. Salah satu dari dua orang wanita remaja yang agak centil yang duduk dua bangku di depan kursiku sambil cekakak cekikik meminta beberapa es kering (atau ada juga yang menyebutnya biang es atau dry ice) dari petugas KA tersebut dan lalu memasukannya ke dalam minumannya. Mungkin karena tidak tahu apa sebenarnya dry ice itu, si perempuan tersebut terheran-heran melihat minumannya berbuih seperti soda. Sambil tetap cekakak cekikik ia bertanya kepada temannya di sebelah: “Ini minuman, masih bisa diminum nggak ya??”. Temannya di sebelahnya nampaknya juga kurang faham dan hanya cekakak cekikik juga.
Sebenarnya tentu saja minuman tersebut masih dapat diminum dan tidak beracun. Karena es kering sebenarnya adalah CO2 atau karbon dioksida yang terkondensasi menjadi bentuk padat. Pada pembuatan es kering di pabriknya, CO2 yang normalnya pada suhu ruangan dan pada tekanan 1 atmosfir berbentuk gas, didinginkan dan diberi tekanan yang besar agar dapat menjadi benda padat (menjadi dry ice). Es kering ini tentu saja aman jikalau dimasukkan ke dalam minuman, asal es keringnya sendiri jangan ikut tertelan dan usahakan es kering tersebut jangan menyentuh bibir. Kenapa? Jikalau anda pernah memegang es kering ini tentu tangan anda akan merasakan sakit (cold burn), itu karena panas di tangan kita diserap dengan cepatnya oleh es kering tersebut. Jadi kemungkinannya jikalau es kering tersebut terkena bibir, apalagi tertelan, maka bibir dan bagian dalam badan anda juga dapat merasakan cold burn tersebut. Nah, es kering yang berada di minuman anda sebenarnya dapat memberikan buih dan kesegaran mirip Coca-Cola minuman berkarbonasi. CO2 yang terdapat dalam air akan berubah menjadi asam karbonat (H2CO3) yang lemah dan tidak stabil yang kemudian berubah lagi menjadi air dan CO2 yang menghasilkan efek buih dan sensasi kesegaran yang mirip minuman Coca-Cola berkarbonasi.
Untuk memadatkan CO2 dari bentuk gas, memerlukan suhu yang luar biasa dingin. Pada tekanan normal 1 atmosfir, suhu rendah untuk memadatkan CO2 adalah -78,5°C (-109,3°F). Freezer pada lemari es kita di rumah tidak cukup dingin untuk memadatkan CO2. Pada tekanan normal 1 atmosfir, CO2 tidak mengalami fase cair. Jadi jikalau es kering (CO2 padat) tersebut dihangatkan pada suhu kamar atau normal maka ia akan langsung berubah dari bentuk padat ke bentuk gas. Oleh sebab itulah CO2 padat ini disebut es kering, karena jikalau pada es biasa es mencair pada suhu kamar, maka es kering langsung menguap menjadi gas tanpa harus mencair sehingga tempat di sekitarnya menjadi tetap kering. Itulah sebabnya petugas KA tersebut menjajakan es krim di atas nampan dengan menggunakan es kering agar karton cup es krim tetap kering dan juga kertas pembungkus es loli juga tetap kering sehingga tidak akan merusak es krim di dalamnya.
Omong-omong tentang suhu rendah -78,5 °C untuk membuat es kering ini, ada nggak ya, tempat alamiah di bumi ini yang dinginnya mencapai suhu tersebut? Jawabannya: Ada! Tepatnya di daerah Stasiun Vostok di Antartika (dekat Kutub Selatan). Konon suhu terendah resmi yang pernah dicatat di daerah ini adalah sedingin -89,2 °C (-128,6°F) yang dicatat pada tanggal 21 Juli 1983. Stasiun Vostok ini adalah milik Rusia (dulu: Uni Soviet) yang ironisnya justru didirikan di daerah bagian Antartika yang diklaim oleh Australia. Dengan suhu yang dingin ekstrimnya, stasiun ini memang sangat ideal untuk berbagai percobaan dan pengamatan ilmiah. Dan sejak perang dingin usai, banyak ilmuwan-ilmuwan dari negara-negara lain, terutama dari negara-negara barat yang ikut nimbrung melakukan penelitian dan pengamatan di stasiun ini. Suhu di kawasan ini memang sangat ekstrim dinginnya, bahkan suhu terpanas yang pernah tercatat di daerah ini adalah ‘hanya’ -12,2 °C (10,4 °F) yang tercatat pada bulan Januari 2002. Suhu tersebut kira-kira sama dinginnya dengan freezer pada lemari es anda di rumah.
Sekarang anda bayangkan betapa dinginnya -89,2 °C itu. Jika ada freezer yang sedingin itu, maka jika anda ingin membuat es, es anda akan langsung jadi dan tidak usah menunggu lama. Bahkan jikalau anda membawa secangkir kopi hangat di udara Vostok yang superdingin tersebut, dan anda melempar air kopi tersebut ke udara, maka sebelum air kopi tersebut jatuh ke tanah, air kopi tersebut telah membeku jadi es duluan! Dan jikalau anda berada di udara superdingin seperti di Vostok tersebut, usahakan jangan ada bagian kulit anda secuilpun yang terbuka. Karena kontak antara kulit dan udara yang sangat dingin tersebut beresiko bagi anda untuk terserang cold burn ataupun frostbite.
Nah, sekian dulu artikel saya mengenai sedikit tentang suhu-suhu yang ekstrim dingin. Ingat -78,5 °C (titik sublimasi CO2) dan -89,2 °C itu masih jauh di atas titik nol absolut yang disebut dengan 0 K (nol kelvin). 0 K ini setara dengan -273,15 °C. Pada suhu ini, molekul-molekul suatu benda bergerak sangat lambat sehingga energi molekularnya tidak cukup untuk dapat memindahkan panas atau energinya kepada sistem atau benda lain.
Catatan:
Untuk skala Kelvin yang benar penulisannya adalah 0 K bukan 0 °K. Jadi yang benar sebutannya adalah nol kelvin dan bukan nol derajad Kelvin. (Hati-hati: yang benar nol kelvin dan bukan nol Kelvin, pakai huruf besar). Suhu kamar 25 °C setara dengan 298,15 K (dua ratus sembilan puluh delapan koma lima belas kelvin).
Jumat, 26 Desember 2008. Pukul 04.17 pagi. Azan Shubuh berkumandang dari jam dinding digitalku yang sudah setahun ini selalu otomatis mengumandangkan azan 5 kali sehari di kamarku. Kemarin itu entah kenapa, kok rasanya sedikit malas beranjak dari tempat tidur. Apalagi temperatur di kamarku setiap pagi sangat sejuk sekitar 25oC. Pagi ini (27/12) malah sedikit lebih sejuk lagi, 24,80C. Ditambah lagi, seperti biasa, setiap mau lebaran dan akhir-akhir tahun seperti ini adalah hari-hari yang penuh “kemalasan”. Dalam akhir tahun ini saja (ditambah awal tahun) ada 3 hari libur resmi yaitu: tanggal 25 Desember (Natal), Tahun Baru Hijriyah 29 Desember ditambah tahun baru 1 Januari. Belum lagi ditambah “Hari Kecepit Nasional” tanggal 2 Januari yang akhirnya dinobatkan sebagai Hari Cuti Bersama! (Ada-ada aja!)










