Es Kering dan Vostok

Es kering atau biang es yang merupakan CO<sub>2</sub> padat.

Es kering atau biang es yang merupakan CO2 padat.

Stasiun Vostok di Antartika milik Rusia
Stasiun Vostok di Antartika milik Rusia

Suatu ketika (lupa persisnya kapan karena sudah lama terjadinya) di dalam kereta api ekspres Parahyangan dari Bandung ke Jakarta, seorang petugas KA menawarkan es krim kepada penumpangnya. Es krim tersebut dijajakan di atas sebuah nampan yang banyak terdapat es keringnya. Salah satu dari dua orang wanita remaja yang agak centil yang duduk dua bangku di depan kursiku sambil cekakak cekikik meminta beberapa es kering (atau ada juga yang menyebutnya biang es atau dry ice) dari petugas KA tersebut dan lalu memasukannya ke dalam minumannya. Mungkin karena tidak tahu apa sebenarnya dry ice itu, si perempuan tersebut terheran-heran melihat minumannya berbuih seperti soda. Sambil tetap cekakak cekikik ia bertanya kepada temannya di sebelah: “Ini minuman, masih bisa diminum nggak ya??”.  Temannya di sebelahnya nampaknya juga kurang faham dan hanya cekakak cekikik juga.

Sebenarnya tentu saja minuman tersebut masih dapat diminum dan tidak beracun. Karena es kering sebenarnya adalah CO2 atau karbon dioksida yang terkondensasi menjadi bentuk padat. Pada pembuatan es kering di pabriknya, CO2 yang normalnya pada suhu ruangan dan pada tekanan 1 atmosfir berbentuk gas, didinginkan dan diberi tekanan yang besar agar dapat menjadi benda padat (menjadi dry ice). Es kering ini tentu saja aman jikalau dimasukkan ke dalam minuman, asal es keringnya sendiri jangan ikut tertelan dan usahakan es kering tersebut jangan menyentuh bibir. Kenapa? Jikalau anda pernah memegang es kering ini tentu tangan anda akan merasakan sakit (cold burn), itu karena panas di tangan kita diserap dengan cepatnya oleh es kering tersebut. Jadi kemungkinannya jikalau es kering tersebut terkena bibir, apalagi tertelan,  maka bibir dan bagian dalam badan  anda juga dapat merasakan cold burn tersebut. Nah, es kering yang berada di minuman anda sebenarnya dapat memberikan buih dan kesegaran mirip Coca-Cola minuman berkarbonasi. CO2 yang terdapat dalam air akan berubah menjadi asam karbonat (H2CO3) yang lemah dan tidak stabil yang kemudian berubah lagi menjadi air dan CO2 yang menghasilkan efek buih dan sensasi kesegaran yang mirip minuman Coca-Cola berkarbonasi.

Untuk memadatkan CO2 dari bentuk gas, memerlukan suhu yang luar biasa dingin. Pada tekanan normal 1 atmosfir, suhu rendah untuk memadatkan CO2 adalah -78,5°C (-109,3°F). Freezer pada lemari es kita di rumah tidak cukup dingin untuk memadatkan CO2. Pada tekanan normal 1 atmosfir, CO2 tidak mengalami fase cair. Jadi jikalau es kering (CO2 padat) tersebut dihangatkan pada suhu kamar atau normal maka ia akan langsung berubah dari bentuk padat ke bentuk gas. Oleh sebab itulah CO2 padat ini disebut es kering, karena jikalau pada es biasa es mencair pada suhu kamar, maka es kering langsung menguap menjadi gas tanpa harus mencair sehingga tempat di sekitarnya menjadi tetap kering. Itulah sebabnya petugas KA tersebut menjajakan es krim di atas nampan dengan menggunakan es kering agar karton cup es krim tetap kering dan juga kertas pembungkus es loli juga tetap kering sehingga tidak akan merusak es krim di dalamnya.

Omong-omong tentang suhu rendah -78,5 °C untuk membuat es kering ini, ada nggak ya, tempat alamiah di bumi ini yang dinginnya mencapai suhu tersebut? Jawabannya: Ada! Tepatnya di daerah Stasiun Vostok di Antartika (dekat Kutub Selatan). Konon suhu terendah resmi yang pernah dicatat di daerah ini adalah sedingin -89,2 °C (-128,6°F) yang dicatat pada tanggal 21 Juli 1983.  Stasiun Vostok ini adalah milik Rusia (dulu: Uni Soviet) yang ironisnya justru didirikan di daerah bagian Antartika yang diklaim oleh Australia. Dengan suhu yang dingin ekstrimnya, stasiun ini memang sangat ideal untuk berbagai percobaan dan pengamatan ilmiah. Dan sejak perang dingin usai, banyak ilmuwan-ilmuwan dari negara-negara lain, terutama dari negara-negara barat yang ikut nimbrung melakukan penelitian dan pengamatan di stasiun ini. Suhu di kawasan ini memang sangat ekstrim dinginnya, bahkan suhu terpanas yang pernah tercatat di daerah ini adalah ‘hanya’ -12,2 °C (10,4 °F) yang tercatat pada bulan Januari 2002. Suhu tersebut kira-kira sama dinginnya dengan freezer pada lemari es anda di rumah.

Sekarang anda bayangkan betapa dinginnya -89,2 °C itu. Jika ada freezer yang sedingin itu, maka jika anda ingin membuat es, es anda akan langsung jadi dan tidak usah menunggu lama. Bahkan jikalau anda membawa secangkir kopi hangat di udara Vostok yang superdingin tersebut, dan anda melempar air kopi tersebut ke udara, maka sebelum air kopi tersebut jatuh ke tanah, air kopi tersebut telah membeku jadi es duluan! Dan jikalau anda berada di udara superdingin seperti di Vostok tersebut, usahakan jangan ada bagian kulit anda secuilpun yang terbuka. Karena kontak antara kulit dan udara yang sangat dingin tersebut beresiko bagi anda untuk terserang cold burn ataupun frostbite.

Nah, sekian dulu artikel saya mengenai sedikit tentang suhu-suhu yang ekstrim dingin. Ingat -78,5 °C  (titik sublimasi CO2) dan -89,2 °C itu masih jauh di atas titik nol absolut yang disebut dengan 0 K (nol kelvin). 0 K ini setara dengan -273,15 °C.  Pada suhu ini, molekul-molekul suatu benda bergerak sangat lambat sehingga energi molekularnya tidak cukup untuk dapat memindahkan panas atau energinya kepada sistem atau benda lain.

Catatan:

Untuk skala Kelvin yang benar penulisannya adalah 0 K bukan 0 °K. Jadi yang benar sebutannya adalah nol kelvin dan bukan nol derajad Kelvin. (Hati-hati: yang benar nol kelvin dan bukan nol Kelvin, pakai huruf besar). Suhu kamar 25 °C setara dengan 298,15 K (dua ratus sembilan puluh delapan koma lima belas kelvin).

About these ads

38 responses to “Es Kering dan Vostok

  1. Tuh kan, pertamax lagi. :mrgreen:
    Hmm… Keren juga es kering, saya baru tahu kalau bisa dimasukkan ke dalam minuman. Buat sample darah juga pakai es kering ya di tempat penyimpanannya?

  2. Wah ga kebayang suhu sedingin itu. Saya ga pernah ngalamin suhu yg lbh dingin dari 15 C. Tapi kalo lihat es kering sih udah sering.

  3. es kering… saya juga pernah lihat

  4. hoo…
    trus yg jual es kering nya gmn cara bikinny?
    kan “Freezer pada lemari es kita di rumah tidak cukup dingin untuk memadatkan CO2″
    jd mreka puny alat khusus gtu?
    ato jgn2 es keringny import dari vostok?
    wkwkwkwk.. XD
    maaf kan pertanyaan saya yang aneh.. :)

  5. Ah, saya jadi inget waktu kecil sering main-main pake es kering ini… termasuk pernah merasakan ‘sengatannya’ juga :P Dan saya sampai sekarang masih terkagum-kagum dengan fenomena ‘cold burn’ itu; clash antara konsep ‘dingin’ dan ‘terbakar’ (yang umumnya diasosiasikan dengan ‘panas’) itu benar-benar sulit dicerna oleh otak saya…

    Btw, rasanya memang bukan ide yang baik untuk berada di ruang tertutup dengan setumpuk es kering, tapi kalau misalnya berada di ruangan yang ada sirkulasi udaranya (seperti di gerbong kereta di atas) dan es keringnya cuma sejumput, apakah cukup aman untuk menghirup uap CO2 dari es kering itu? :?

  6. mbaca ini rasanya kayak belajar fisika. hahahaa. dinginnya luar biasanya -89.5 derajat itu, jd kopinya membeku ditengah-tengah udara nih? kayaknya lucu (baca: beku) :D

  7. saya sering butuh pendinginan hingga -80 derajat celcius untuk menyimpan sampel serum, mas yari. tapi sayangnya PLN suka ngadat dan mematikan aliran listrik. hiks. saat perlu es kering buat transfer sampel, ternyata gak gampang dapatnya. duh, gimana dunia penelitian kita bisa berkembang, ya?

    OOT nih, dengan pemanasan global seperti sekarang, berapa suhu terdingin saat ini di antartika, mas yari? any idea?

  8. atos mana es kering sama es batu … kekekeke

  9. @Alias

    Ya…. penyimpanan darah memang memerlukan temperatur yang sangat rendah, untuk itu memang terkadang CO_{2} beku atau dry ice ini, terutama untuk penyimpanan sementara. Tetapi kalau sudah disimpan di dalam medical freezer atau lab freezer yang bisa mendinginkan hingga -80 °C tidak perlu lagi memakai dry ice.

    @AgusBin

    Tapi megang belum pernah ya?? Coba pegang deh…. :mrgreen:

    @zoel

    Huehehe…. syukur deh…. :D

    @sally

    Wah… justru itu pertanyaan bagus loh. Penjualnya bagaimana cara bikinnya? Di Internet banyak yang jual dry ice machine. Seperangkat lengkap dengan tabung CO_{2}-nya harganya sekitar US$ 500-600. Relatif nggak terlalu mahal kan?? Tabung CO_{2}-nya kalau sudah habis bisa ditukar di dealer-nya dengan yang penuh, persis seperti kita menukar Aqua galonan. Mudah kan? :D

    @Catshade

    Huehehe…. sebenarnya ‘cold burn’ itu hanya istilah atau terminologi yang mirip idiom saja. Jadi tidak perlu diterjemahkan kata per kata. Mirip kata ‘heartburn’, padahal ‘heartburn’ itu adalah sakit yang disebabkan oleh asam lambung (HCl) yang naik ke daerah œsophagus, bukan karena terbakar panas di daerah jantung.

    Memang sih, di ruangan tertutup, bukan ide yang bagus untuk berada bersama es kering. Apalagi jikalau pada ruangan tersebut terdapat banyak orang. Tetapi andaikan cukup ventilasi sebenarnya tidak masalah. Sebagai gambaran, membawa 10 kg es kering pada gerbong kereta api dengan gerbong yang kursinya penuh penumpang dengan ventilasi yang bagus masih sangat aman…. :)

    @nie

    Ya betul…. cepat lambatnya pembekuan air, selain tergantung pada suhu pendinginnya, juga massa air tersebut dan juga suhu awal air tersebut. Jadi 1 liter air lebih cepat membeku dibandingkan 5 liter air dengan suhu yang sama. Dan juga 1 liter air bersuhu 30 °C tentu lebih cepat membeku dibandingkan 1 liter air bersuhu 80 °C. :)

    @marshmallow

    Wah…. harus punya dry ice machine kalau mau transfer sampel darah. Di Internet banyak yang jual dry ice machine, harganya satu set lengkap dengan tabung CO_{2}-nya berkisar US$ 500-600. Tetapi repotnya kalau tabung CO_{2} habis, mau tukar di mana ya?? Satu-satunya ya, harus beli tabung CO_{2}-nya yang banyak sekalian sekali beli hehehe……

    Sepertinya untuk antartika pemanasan global masih belum begitu signifikan dalam kenaikan suhu. Bahkan tahun 1997, katanya pernah terjadi suhu terdingin dari Vostok yaitu -91°C. Sayang hal tersebut tidak bisa dikonfirmasi. Tapi kalau es di antartika meleleh akibat pemanasan global, wah Jakarta bisa tenggelam dong ya?? Hehehe……

    @mantan kyai

    Yang jelas lebih keras kepala batu….. kekekekek…. :mrgreen:

  10. hmm pernah dengar tentang pengeringan beku (freeze drying)..
    saya pernah tuh praktikum. mbekuin tomat sampe -40 C
    tujuannya agar proses penguapan dapat berjalan dengan cepat dan produk mengalami dehidrasi (bukan pengeringan biasa) kira-kira seperti itulah.. heheh gak ada hubungannya selain suhu minus yah…

  11. Dulu waktu SD sekitar tahun 80-an (sama gak nih sama njenengan) penjual saya dan kawan2 memain2kan es ini. Enaknya es kering ini kalau di pegang langsung lengekt dengan tangan. Namun buru2 dilepas karena kalau tidak benar seperti kata sampean sakit…

    Mungkin tidak yah negara hebat memanfaatkan suhu ekstrim dingin itu dijadikan senjata? karena kalau nuklir dan bom atom bermain pada suhu ekstrim panas.

  12. Saya pernah lihat video tentang suasana di sehari-hari para peneliti di antartika. Mereka tinggal di sebuah kotak kontainer seperti masuk ke oven pemanas. Meskipun kutub memiliki suhu yang ekstrim dingin, area tersebut memiliki kekayaan hayati yang kaya. Hewan-hewan aneh dan microba hidup di dalam ekosistem yang ekstrim. Jadi kalau daging didinginkan itu tidak membusuk ada benarnya, namun tetap tidak bisa steril dari microba. Karena makluk tersebut juga bisa hidup di alam yang ekstrim.

    Selamat tahun baru 2009 pak Yari.

  13. @okta sihotang

    Met tahun baru juga…. :)

    @ardianzzz

    Oh… freeze-drying atau lyophilisation itu ya?? Asik dong. Tekanan (pressure)-nya diturunkan juga nggak??

    @santribuntet

    Hahaha….. mas kurtubi kangen ingin pegang2 dry-ice seperti masa kecil dulu lagi ya? :D

    Suhu ekstrim dingin dijadikan senjata? Hmm… sepertinya untuk teknologi saat ini masih agak sulit ya. Soalnya prinsip itu kebalikan daripada prinsip bom. Jikalau bom mengeluarkan panas atau energi nah kalau suhu dingin ini berarti harus ada ‘bom’ yang mampu menyerap energi atau panas di sekitarnya. Nah kalau ada ‘bom’ yang bisa seperti itu baru deh bisa memanfaatkan suhu dingin sebagai senjata pemusnah massal….. :)

    @Anggara

    Met tahun baru juga kang…. :)

    @laporan

    Betul sekali, Antartika cukup kaya dengan faunanya. Penguin itu termasuk salah satunya. Lucunya binatang-binatang kecil seperti kutu dan sebagainya yang hidup di Antartika punya senyawa anti-pembekuan (antifreeze) dalam tubuhnya agar tubuh mereka tidak cepat ‘membeku’ di suhu yang ekstra dingin tersebut.

    Ya, ada juga bakteria yang tahan hidup di cuaca dingin macam di Antartika ini. Bahkan ada juga loh, bakteria yang hidup di udara panas pada lava gunung berapi yang panasnya melebihi suhu kompor kita. Tetapi untungnya mungkin bakteri2 tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan tidak mengeluarkan zat2 sekresi yang bisa merusak makanan.

    Btw… selamat tahun baru juga ya….. :)

  14. sepertinya es kering muncul
    jika sesuatu yang didinginkan terlalu extra dingin, maka akan muncul es keringnya, benar nggak yaa ?

    eh pak, selamat tahun baru ya

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Yang jelas harus ada CO_{2}-nya juga, kalau nggak ada CO_{2}-nya biarpun suhunya ekstra dingin juga nggak bakalan jadi es kering ini.

    Selamat tahun baru juga ya. :)

  15. oo jadi gitu to, baru tau aku. Met tahun baru bos

    _________________________

    Yari NK replies:

    Ya begitu. Hehehe…. Met tahun baru juga ya. :)

  16. hehehe dulu waktu masih kecil saya suka minta ‘es kering’ ini ke pak penjual es krim trus dimasukin ke air sehingga timbul gelembung dan ‘asap putih’ buat mainan.. eh ternyata sekarang baru tau seluk beluknya di sini… thanks ulasannya mas.. :) Met taun baru 2009 ya.. Sukses selalu buat mas Yari dan keluarga.. :D

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. mas inos waktu kecil mainannya es kering ya?? :D

    Ya sama2 deh mas inos. Selamat tahun baru juga. Mudah2an sukses selalu buat mas inos dan juga mudah2an mas inos sekeluarga selalu dalam lindunganNya. Amin. :)

  17. Suhu di Greendland dilaporkan meningkat sekitar 4 derajat Celcius sejak 1991, sementara kerusakan di Arctic Ocean tak kalah parah, es seluas Texas, Lousiana, Arkansas, Missouri dan Alabama telah hilang dalam dua tahun terakhir. Sedang di Antarctica, dari tahun 1976-2006 temperatur permukaan bervariasi perubahannya, ada yang -2 celcius, ada juga yang naik 4 derajat celcius. Hmm, ini semua pengaruh global warming, dan saya kira akan berdampak pada Vostok, cepat atau lambat.
    Berbicara tentang global warming, dimana CO2 salah satu penyebabnya, jadi terpikir, apakah dengan mengubah CO2 hasil industri dan rumah tangga menjadi es kering dan menyimpannya, bisa sedikit mengurangi pemanasan Bumi, meski bakal ada biaya yang berbanding lurus terhadap teknologi yang dibutuhkan? Ini hanya berandai-andai saja, meski tetap, rasanya silly. :D

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Nggak usah jauh-jauh, wong es di Puncak Jaya saja konon menyusut akibat Global warming ini. Tapi anehnya tetap saja ada kasus2 anomali, di awal tahun lalu (2008), di Mexico yang walaupun secara resmi beriklim subtropis, namun relatif jarang tertutup salju, awal tahun lalu dengar2 malah kelimpahan cukup banyak salju. Sesuatu yang anomali…….

    Wah…. dari segi ekonomi saja, untuk tetap mempertahankan CO_{2} ke dalam bentuk padat saja sungguh tidak ekonomis mbak, karena memerlukan biaya yang relatif cukup mahal. Freezer lemari es kita tidak akan mampu memadatkan CO_{2} tersebut. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor jauh lebih efektif dibandingkan harus “mengurungkan” CO_{2} dalam bentuk padat terus… hehehe…..

  18. Teringat permafrost.

    _____________________

    Yari NK replies:

    Nggak ada permaheat ya? :mrgreen:

  19. Pak Yari ini, bahkan melihat penjaja es saja pun bisa menghasilkan tulisan yang informatif. Salut aku.

    Tuhan menciptakan segala sesuatunya bermanfaat, bahkan tempat sedingin Antartika yang tak mungkin ditinggali manusia pun ternyata bisa sangat berguna. Tak ada yang sia-sia.

    Aku justru lebih terkesan memikirkan efek pemanasan global jika suhu yang semakin meninggi mencairkan banyak es di sana. Akan jadi apa bumi kita ini…

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Ia betul mas Daniel…. semua tempat, semua spesies dan semua-semua lainnya yang diciptakanNya, bagaimanapun pasti ada manfaatnya.

    Kalau es di Antartika cair?? Wah…. bisa2 Jakarta terendam permanen mas… huehehe……

  20. Secara alamiah CO2 terjebak di lapisan permafrost di dalam tanah, karena pemanasan lama-kelamaan lapisan permafrost ini berkurang, dan CO2 dibebaskan ke udara. Nah idenya serupa, hanya memang secara ekonomis rasanya tak mungkin. Tadinya sempat berimajinasi, kalau sudah dibekukan, lantas kirim saja ke ruang angkasa.

    __________________________

    Yari NK replies:

    Nah… justru itu…. kata2nya ada dalam kata “ilmiah”. Karena memang CO_{2} yang terperangkap di tanah permafrost itu dulunya adalah CO_{2} gas. Karena secara alamiah dengan kondisi cuaca dan atmosfir bumi, memang CO_{2} adalah berbentuk gas. Justru yang harus dikendalikan adalah produksi CO_{2} yang berasal dari produk industri manusia agar tidak menyebabkan global warming yang dapat menyebabkan lepasnya CO_{2} dari lapisan permafrost.

    Lagian… hmmm…. jikalau ingin membuang CO_{2} ke angkasa nggak usah dipadatkan dulu menjadi dry ice, langsung saja dikonsentrasikan CO_{2} tersebut ke dalam tabung2 dalam bentuk gas lalu dikirimkan ke angkasa. Toh jikalau ingin membuat dry ice juga gas CO_{2}-nya juga perlu dikonsentrasikan (diekstrasi dari udara) dulu. Jadi buat apa repot2 dipadatkan?? :mrgreen:

  21. Ah iya ya hehehe nggak kepikir, namanya sedang berimajinasi jadi nggak perlu mikir panjang :mrgreen:

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe……

  22. Dulu saya suka minta es kering ini jika beli daging di supermarket, nantinya buat percobaan di rumah bersama anak-anak.
    Ide kang Yari, dari pengamatan terhadap cewek di kereta (ceweknya cakep nggak?)…bisa jadi bahan postingan seperti ini.

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Ada dua cewek yang centil waktu itu bu….. cakep apa nggak?? Dua-duanya sih lumayan bu. Dari skala 100, keduanya mendapatkan nilai 70-75 (menurut selera saya) :mrgreen: . Tapi yang menarik perhatian saya waktu itu bukan cakepnya bu, tetapi karena ributnya yang agak centil seperti ingin menarik perhatian orang2 di sekitarnya…. Nah, kalau dilihat dari kecentilannya, dari skala 100 keduanya mendapatkan nilai 90-95. Huehehe……

  23. Luar biasa…..baru tau ni….
    terima kasih banget mas atas artikelnya…
    ditunggu info-info terbarunya untuk menambah wawasan….

    ^_^

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih juga ya telah mengunjungi blog saya….. :)

  24. kok sekarang uda jarang ya yg jual biang es ato es kering itu?
    saya coba nyari2 biang es buat drama kelas saya ke tukang es krim yg keliling, kta mreka uda gak pke biang es lg. di SD2 jg uda pd gk jualan lg.
    trus waktu saya k supermarket seperti giant,carefour kta mba2 situ mreka udah gk pake biang es, tapi pke es kering. kta mreka pula, biang es dan es kering beda. kalo es kering yang gak ngehasilin asap, kalo biang es yg nghasilin asap. apa benar y???
    stau saya sih biang es ma es kering itu y sama aja.

    • Biang es sama es kering itu sebenarnya sama saja, yaitu CO2 beku. Itu sih mbak2 di Carrefour-nya aja yang nggak tahu. Nah, agar es kering atau biang es dapat menghasilkan asap yang signifikan seperti di panggung2 biasanya es tersebut direndam di dalam air…. hal tersebut karena di dalam air, biang es/es kering penguapannya akan dipercepat. Jadinya sebenarnya es kering sama biang es itu sama saja.

  25. wah sangat menarik tulisannya mengenai dry ice tersebut. terimakasih mas sudah berbagi. saya ngga pernah tahu tuh sebelumnya. jadi ngebayangin diri akan berakhir sama kaya si cewek ABG di kereta, jika saja tidak membaca artikel di blog ini :-)

  26. makassssiiihhh…posting yg bermanfaat, dan masih bisa dipahami ibu2 hehe.. tar ah, dry ice dari supermarket dipake main sama anak2. Biasanya dibuang aja…

  27. dulu wktu SD saya juga pernah maen biang es!
    malah pernah tertelan!
    yg saya pngn tanya, dampak burukNYA apa ja siyh klo biang es itu tertelan?

  28. hiiiiihhhh …………. dingin banget ya..

  29. sepertinya kok bisa menggigil kalo kerja di antartika.

  30. tmn”….
    slm kenal…..
    saya mau minta infonya dong… soal dry ice. kira” di supermarket ada apa enggak ya dry ice itu?

  31. informasi nya bagus ddan lengkap sesuai dengan permintaan saya..
    oh..ya biasanya dry ice itu dijual di mana ya..??

  32. di daerah bogor atau sekitarnya dimana ya yang jual es kering?

  33. Mas Boleh Tanya ga? aku nih Hidupnya Di Pesisir Laut Yang Kaya Akan hasil Lautnya Seperti Ikan. Nah Saya Mau tanya Untuk Ukuran (1) kintal ikan berapa kg es biang Tersebut. ini terobosan baru buatku untuk maju Kedepan Sebagai Penganti Es Balok. Kasian Orang Nelayan harus Mukulin Es Balok yang Bobotnya hampir 2 kt untuk Pengepakan ikan. Tolong di add YM aku.( hari_Tbs@yahoo.com). Kalomemang ada aturanya Tolong kasih tau cara Kinerjanya Es Biang tersebut. dan nanti Aku pasarkan Di Daerah Lampung. & kita jalin Sebuah Persodaran. untuk mepererat Ukwah islamiah. & 1 lagi ayo kita majukan indonesia dengan terobosan terobosan baru. intinya agar kita hidup lebih epesien.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s