Cara Pembagian Kursi Parpol DPR-RI Pemilu Legislatif 2009

Bagi yang ingin mengetahui cara pembagian perolehan kursi di DPR-RI di setiap provinsi mari kita langsung masuk contohnya saja agar tidak terlalu banyak penjelasan.

Misalkan: Provinsi Antah Berantah mempunyai 2 Daerah Pemilihan (dapil). Dapil 1 memperebutkan 5 kursi sementara Dapil 2 memperbutkan 4 kursi di DPR. Partai yang ikut pemilu 9 April lalu misalnya ada 6 partai. Sebut saja partai A, B, C, D, E dan F.

Tahap pertama adalah menentukan jumlah suara yang sah dari masing-masing dapil. Nah, ketika pemilu telah digelar dan KPU telah selesai resmi menghitung suara yang sah ternyata suara yang sah dari Dapil 1 Provinsi Antah berantah sebanyak 5.000.000 suara sementara dari Dapil 2, suara yang sah mencapai 4.000.000 suara. Perincian suara yang sah dari kedua dapil adalah sebagai berikut:

Dapil 1 Provinsi Antah Berantah:
Partai A: 3.000.000 suara
Partai B: 750.000 suara
Partai C: 400.000 suara
Partai D: 350.000 suara
Partai E: 300.000 suara
Partai F: 200.000 suara

Dapil 2 Provinsi Antah Berantah:
Partai A: 2.000.000 suara
Partai B: 1.000.000 suara
Partai C: 400.000 suara
Partai D: 400.000 suara
Partai E: 150.000 suara
Partai F: 50.000 suara

Misalnya partai E dan partai F, tersandung Parliamentary Threshold 2,5% yaitu pendapatan suara nasional tidak lebih dari 2,5%, oleh sebab itu partai E dan F dicoret dari pembagian kursi untuk DPR-RI.

Tahap pertama adalah menentukan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) yaitu jumlah suara yang sah dari partai-partai yang TIDAK tersandung parliamentary threshold dibagi dengan jumlah kursi yang diperebutkan di masing-masing dapil.

Dapil 1 : BPP = \frac{4.500.000}{5} = 900.000
Dapil 2 : BPP = \frac{3.800.000}{4} = 950.000

DAPIL 1:
Pembagian Kursi Tahap Pertama:

Parpol Suara Pembagian Kursi Tahap I (BPP=900.000)
A 3.000.000 3
B 750.000 -
C 400.000 -
D 350.000 -

Dalam tabel di atas, hanya partai A yang mendapat kursi sebanyak tiga kursi yaitu: 3.000.000 dibagi BPP sama dengan 3 kursi dengan sisa suara sebanyak 300.000. Sementara partai-partai lain tidak mendapatkan kursi karena perolehan suaranya kurang dari BPP. Sisa kursi yang belum terbagi sebanyak dua kursi akan dibagi dalam Pembagian Kursi Tahap Kedua berikut ini:

Pembagian Kursi Tahap Kedua:

Parpol Suara Pembagian Kursi Tahap II (BPP=450.000)
A 300.000 -
B 750.000 1
C 400.000 -
D 350.000 -

Nah, jumlah sisa suara yang belum terbagi di Pembagian Kursi Tahap Pertama, dipakai untuk Pembagian Kursi Tahap Kedua. Bilangan BPP untuk Pembagian Kursi Tahap Kedua diturunkan 50% menjadi 450.000. Dalam Pembagian Kursi Tahap Kedua ini hanya partai B lah yang mendapat kursi karena sisa suaranya lebih besar daripada BPP. Kursi yang diperoleh Partai B hanya 1 yaitu 750.000 dibagi BPP dengan sisa suara sebanyak 300.000. Ada satu kursi sisa yang belum dibagi. Nah, sisa kursi ini akan diperebutkan dalam Pembagian Kursi Tingkat Provinsi.

Pembagian kursi untuk Dapil 2 juga melalui proses yang sama:

DAPIL 2:
Pembagian Kursi Tahap Pertama:

Parpol Suara Pembagian Kursi Tahap I (BPP=950.000)
A 2.000.000 2
B 1.000.000 1
C 400.000 -
D 400.000 -

Pembagian Kursi Tahap Kedua:

Parpol Suara Pembagian Kursi Tahap II (BPP=475.000)
A 100.000 -
B 50.000 -
C 400.000 -
D 400.000 -

Terlihat pada Pembagian Kursi Tahap Kedua Dapil 2 Provinsi Antah Berantah tidak ada satu partaipun yang mendapatkan kursi karena jumlah sisa suara semua partai di bawah BPP. Nah, untuk itu, sisa kursi sebanyak satu buah yang belum diperebutkan akan diperebutkan pada Pembagian Kursi Tingkat Provinsi bersama-sama dengan sisa kursi dari Dapil 1.

PEMBAGIAN KURSI TINGKAT PROVINSI:

Pada pembagian kursi di tingkat provinsi ini suara-suara yang tersisa dari kedua dapil dijumlahkan kemudian dicari angka BPP baru. BPP baru diperoleh dengan cara membagi sisa suara keseluruhan partai dari keseluruhan dapil dibagi dengan sisa kursi yang masih diperebutkan. Jadi dalam kasus provinsi Antah Berantah ini BPP baru di tingkat provinsi adalah: 2.750.000 dibagi 2 sama dengan 1.375.000.

Parpol Sisa Suara Dapil I Sisa Suara Dapil II Total Sisa Suara Pembagian Kursi (BPP=1.375.000)
A 300.000 100.000 400.000 -
B 750.000 50.000 800.000 1
C 400.000 400.000 800.000 1
D 350.000 400.000 750.000 -
Total 2.750.000 2

Dalam Pembagian Kursi Tingkat Provinsi terlihat bahwa tidak ada satu partaipun yang sisa suaranya menyamai apalagi melebihi BPP (1.375.000). Untuk itu pembagian sisa kursi di tingkat provinsi dilihat dari sisa suara terbanyak masing-masing partai. Dua partai dengan suara terbanyak masing-masing mendapatkan satu sisa kursi yang tersedia. Dalam kasus ini, partai B dan C lah yang mempunyai sisa suara terbanyak. Dengan begitu partai B dan partai C lah yang berhak mendapatkan kedua sisa kursi tersebut.

Dengan habisnya sisa kursi yang diperebutkan di tingkat provinsi maka selesailah proses pembagian kursi provinsi Antah Berantah untuk DPR-RI. Jadi komposisi kursi Provinsi Antah Berantah untuk DPR-RI untuk masing-masing parpol adalah:
Partai A = 5 kursi
Partai B = 3 kursi
Partai C = 1 kursi
Partai D = 0 kursi

Catatan:

Pembagian kursi di tingkat DPRD lebih sederhana lagi. Pertama-tama ditentukan dulu masing-masing BPP di tiap-tiap dapil. Lantas kursi dibagi berdasarkan BPP tersebut. Jika masih ada sisa kursi, maka kursi langsung dibagikan berdasarkan suara terbanyak. Tidak ada proses perebutan kursi dengan BPP 50% dan tidak ada Parliamentary Threshold 2,5%.

About these ads

31 responses to “Cara Pembagian Kursi Parpol DPR-RI Pemilu Legislatif 2009

  1. kelihatannya sederhana. tapi aku selalu pusing lihat angka2 (doh)

  2. Untungnya ga ikut nyaleg…..jadi ya nggak usah pusing dapat angka apa tidak, dapat kursi apa tidak.
    Saya cuma membayangkan, betapa banyaknya orang yang berniat nyaleg “hanya untuk memperbaiki perekonomian keluarga” (kemarin baca di Nova, wawancara dari keluarga caleg yang meninggal mendadak setelah kalah suara).
    Lha kalau udah begini, niatnya kan cuma cari posisi dan mendapatkan uang, untuk diri sendiri..bukan untuk membangun perekonomian di wilayahnya.

    Atau enaknya, para caleg di test dulu oleh psikiater ya…..

  3. Jadi mudeng sekarang, masalahnya pernah kepikir kalo semuanya tidak mencapai bpp karena banyaknya partai jadi suara lebih menyebar bisa2 semua partai gak ada yang duduk di kursi..hee

  4. Ooooo,.. begitu toh,…. pantesan banyak yang Caleg yang seteres dan gila,… bahkan ada yang bunuh diri,… (nah apa hubungan coba)

  5. sumpah pak.. sayah puseng banget dengan itung2 gitu… btw ada teman yang stress gara2 dapat suara banyak tapi partainya ga dapet kursi di dpr jiahhhhh kayaknya mbawa kursi sendiri aja tuh :lol:

  6. wah berat juga yah jadi caleg…persyaratanya tinggi bangat…..
    pantesan teman aq kagak lolos so suaranya dibawah tu semua….

  7. ooo gitu *manggut2 kayaknya dah setengah paham neh*

  8. Oke oke.. jadi saya kepilih gak?
    **siap2 pesan kamar di RSJ**

  9. @mantan kyai

    Mangkannya dong mas, kalo pipis jangan sembarangan nanti pusing jadinya. Eh, salah, itu mah pesing yak! Huehehe….. :mrgreen:

    @adipati kademangan

    O iya ya…. aturan persyaratan caleg juga minimal bisa ngitung pembagian kursi kayak begini biar nggak diakalin…. :D

    @edratna

    Wah… itu sih udah jadi rahasia umum bu, kalo kebanyakan caleg2 kita cuma mengincar kedudukan dan harta saja. Walaupun mereka menyangkal habis2an. Lha, wong mereka rela berkorban sampai ratusan juta ya buat apa lagi kalo niatnya nyari untung pada saat jadi anggota dewan nanti. Mewakili suara rakyat?? Ah… itu sih nomer sejuta! :D

    @boyin

    Kenyataannya ada partai yang sangat populer dan ada partai yang sangat tidak populer jadinya ada beberapa partai yang bahkan jauh di atas 2,5% tetapi yang di bawah 2,5% tentu saja jumlahnya jauh lebih banyak…..

    @avartara

    Kalau kata ustadz sih kurang iman. Kalau kata psikolog karena stres. Kalo kata saya… hmm…. gara-gara pemilunya sendiri. Coba kalau nggak ada pemilu ini, belum tentu dia bunuh diri kan?? Huehehehe…..

    @almascatie

    Wah… sial banget tuh…. udah dapet suara banyak, eh, partainya tersandung parliamentary threshold. Ya nggak dapet kursi dong. Nggak apa2 deh, bikin kursi sendiri yang modelnya mirip kursi di dalam gedung DPR. Sama aja kan?? Huehehe…..

    @iwan

    Ya saya doakan saja mudah2an mentalnya kuat ya…… :)

    @annosmile

    Kalau mau dipelajari sebenarnya nggak rumit juga loh…. :)

    @adams

    Yang setengahnya lagi geleng2 ya mas?? Huehehe…. :mrgreen:

    @G.a.i.a

    Nggak apa2 deh sis Gaia. Kan dulu sis Gaia pernah ikut “Kejar Paket RSJ seri A”. Apa lagi dulu kan dapet predikat summa cum laude. Jadinya sekalian bisa ngelanjutin “Kejar Paket RSJ seri B”-nya. Wakakakak….. :lol:

    **kabooor**

  10. Waaaa…. pusing mikirin yg kayak ginian….. :(
    Mendingan kabuuuuurrrrrrrr……

  11. Info yang sangat berguna.

    *masih menunggu hasil perhitungan akhir yang tak selesai2*

  12. Kalau di provinsi itu dapilnya cuma 1 dan sudah dibagi 2 kali kursinya belum habis gimana pak?

  13. lha para caleg itu dah ngerti nggak yaa .. kalo itung-itungannya begini ? :)

  14. @Blog kompetisi

    Buehehehe….. untung nggak jadi caleg ya? :)

    @Indra1082

    Nggak ribet sih… cuma ribut aja caleg2nya memperebutkan itu kursi2… :D

    @jensen99

    Percuma sistem komputerisasinya canggih tapi orangnya nggak canggih ya sama aja oblong ya?? Jadinya ya gini…. nggak selesai2…. :(

    @wawan

    Kalau menurut aturan sih tetep harus “dikumpulkan” di tingkat provinsi. Tapi karena dapilnya cuma satu, prosesnya hanya membuat BPP baru, yaitu dengan membagikan jumlah sisa suara dengan sisa kursi. Nah, kalau masih ada sisa juga baru dibagikan berdasarkan sisa suara terbanyak satu persatu sampai habis. Kemungkinan sangat besar sih pada saat pembagian kursi di tingkat provinsi dengan BPP baru, tidak akan ada partai yang dapat kursi sehingga kemungkinan sangat besar pula pembagian kursi harus diakhiri dengan pembagian berdasarkan sisa suara terbanyak… :)

    @mascayo

    Kayaknya sih banyak yang belum ngerti deh….. dijamin…. :mrgreen:

  15. Kasiahan caleg yang nilai matematikanya jeblok, pasti ga bisa ngitung dapat kursi apa kagak.

  16. wah puyeng saya mah yang saya tahu biasanya kalau dah duduk dikursi dijamin ngantuk deh hehehe

  17. Pantesan, salah satu teman saya yg kemarin nyaleg uring2n dengan sesama caleg dari partai yang sama. gara2nya partai yang mengusungnya terancam kena parliamentary threshold

  18. kemana ajah ni sohib…….
    dah sumpek nih….

  19. ya ampuunn.. baru saja ujian statistik.. udah pusing & mual liat tabel2 wilcoxon… ditambah ini lagi… :)

  20. mak… otak ingsun sampai bersuara ketika mencoba mengikuti sesi hitung menghitung kursi ini…

    tapi ingsun sekarang yakin, bahwasanya caleg yang kehilangan otaknya pasca kalah suara itu bukan murni karena kalah suara, tapi ingsun yaqin dan percaya, bahwasanya mereka jadi gila setelah mendengar penjelasan macam sejenis ini untuk menjelaskan mengapa mereka tidak kebagian kursi…

    padahal menurut ingsun, kalaulah tidak kebagian kursi, ingsun masih bisa menggelar koran… duduk di bawah sembil menyentili yang duduk di kursi…

  21. @ubadbmarko

    Ya…. walaupun nilai matematikanya jelek….. kalau ada kelebihan lain yang berguna masih bisa dipertimbangkan menjadi caleg. Tetapi kalau tidak ada kelebihan lain, nah itu yang gawat….. :D

    @omiyan

    Ngantuk dan nggak sadar ngiler di kursi tersebut…. :mrgreen:

    @guskar

    Wah…. kalau tersandung parliament threshold jelas nggak bakalan dapet kursi…. :(

    @iwan

    Sumpek kenape?? Ini di sini kok…. hehehe… :D

    @ardianzzz

    Huehehe…. sekalian kan…. daripada nanti udah nggak pusing lagi terus lihat tabel ini jadi pusing lagi, mendingan sekalian aja kan?? Huehehe…..

    @Infinite Justice

    Wah… jangan duduk di bawah kursinya. Nanti belum sempat menyentil udah dikentuti duluan…… huehehehe…… :mrgreen:

  22. Sederhana?

    Rumit. Kasihan calegnya, mesti pusing memikirkan hal itu.

  23. pusing bang..itung2an nya..
    kita do’a in aja biar wakil rakyat kita gak korup lagi..

  24. @skydrugz

    Resiko seorang caleg kan?? Jangan cuma mau enaknya aja dong. Betul nggak?? Huehehe…. :D

    @Reynaldo

    Rata-rata apa?? :?:

    @Dalmuji

    Kita doakan mudah2an mereka tidak korup lagi dan juga yang penting tidak ‘tidur’ lagi…. :)

  25. langsung bingung saja
    byme

  26. Apakah perhitungan diatas tsb akn di gunakan pada 2014???

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s