
Centre-Court Wimbledon yang menggunakan atap penutup
Sudah seminggu ini saya “dilenakan” oleh tayangan langsung kejuaraan tennis Wimbledon yang berlangsung di London SW19, Inggris. Walau tahun ini Wimbledon tanpa kehadiran petenis nomor 1 dunia, Rafael Nadal yang kurang fit untuk ikut kejuaraan akbar ini, namun ternyata kejuaraan ini tetap terasa gregetnya. Turnamen Wimbledon tahun 2009 ini terasa sedikit spesial karena untuk pertama kalinya turnamen ini menggunakan lapangan utama (centre-court) yang dapat ditutup di atas lapangannya dengan retractable roof sehingga jikalau hujan tidak akan mengganggu jalannya pertandingan di lapangan utama yang dijadikan pertandingan-pertandingan pemain-pemain unggulan teratas.
Seperti kita ketahui, cuaca di London pada saat Wimbledon sering tidak menentu. Hujan yang deras tiba-tiba, dapat mengganggu jalannya pertandingan. Bahkan terkadang hujan dapat turun hampir seharian yang tentu saja membuat stasiun-stasiun TV yang menyiarkannya langsung dan juga penontonnya menjadi menggerutu seharian. Pertandingan-pertandingan yang disiarkan langsung oleh televisi biasanya pertandingan yang berada di lapangan utama dan di lapangan nomor satu di mana pemain-pemain unggulan teratas biasanya bertanding. Nah, dengan adanya retractable roof yang dapat menutup dan terbuka secara otomatis di lapangan utama, maka pertandingan tennis yang disiarkan televisi di lapangan utama dapat terus berlangsung walaupun hujan dengan derasnya.
Panitia Wimbledon mengeluarkan uang tak kurang dari £ 80 juta untuk pemasangan retractable roof ini, dan perancangan serta pembangunannya sudah dimulai tahun 2006 lalu. Ketika retractable roof ini siap digunakan untuk pertandingan Wimbledon tahun ini dan penonton tenis di lapangan utama ingin merasakan bagaimana menonton di bawah retractable roof ini, apa yang terjadi?? Ternyata cuaca di London SW19 ini relatif sangat bagus!! Dan hujan tidak turun selama seminggu pertama pertandingan hingga hari Senin tanggal 29 Juni lalu ketika pertandingan tunggal putri antara Amélie Mauresmo (Perancis) melawan Dinara Safina (Rusia). Rupanya memang cuaca di Wimbledon seolah-olah meledek panitia turnamen Wimbledon ini yang sudah mengeluarkan duit jutaan pound dan ternyata hujan tahun ini tidak turun sederas tahun-tahun sebelumnya!
Namun, masalah belum sepenuhnya tuntas ketika retractable roof ini beraksi melindungi lapangan utama Wimbledon ketika hujan deras walaupun tidak mengganggu jalannya pertandingan. Petenis tuan rumah, Andy Murray, misalnya dan lawannya petenis Swiss, Stanislas Wawrinka, merasakan efek rumah kaca di dalam lapangan tertutup itu. Maklumlah ketika lapangan ini ditutup, udara di dalamnya akan menjadi panas akibat dari lampu berkekuatan tinggi yang membantu menerangi lapangan, panas tubuh dari ribuan penonton di dalam lapangan serta dari sinar matahari yang menembus atap stadion yang tembus cahaya itu. Walaupun di lapangan utama Wimbledon telah dilengkapi sistem pengatur udara yang sangat canggih namun nampaknya efek rumah kaca masih dirasakan oleh para pemain dan mungkin juga para penontonnya di lapangan utama.
Nah, anda ingin merasakan secara langsung efek rumah kaca?? Gampang!! Jika anda punya mobil (atau boleh pinjam mobil orang lain), parkirlah mobil anda di tempat yang terbuka di siang hari bolong di panas matahari yang terik. Tutuplah rapat-rapat jendela mobil anda. Tinggalkanlah mobil anda selama satu hingga dua jam. Ketika anda kembali, anda akan merasakan temperatur di dalam mobil anda yang “aduhai” panasnya bahkan terasa lebih panas dibandingkan temperatur udara di luar mobil anda. Apa yang terjadi? Itu karena sinar matahari yang mempunyai panjang gelombang lebih pendek (dari panjang gelombang sinar infra merah) dapat dengan mudah menembus kaca mobil anda. Lantas panas dari sinar matahari tersebut dipantulkan oleh interior mobil anda dalam bentuk gelombang sinar infra merah. Gelombang sinar infra merah yang terbentuk di dalam mobil ini tidak bisa menembus kaca mobil yang berakibat gelombang sinar infra merah ini terakumulasi di dalam mobil sehingga temperatur di dalam mobil anda menjadi sangat tinggi.
Begitu pula di dalam lapangan Wimbledon ini, terjadi juga efek rumah kaca ini, hanya saja sumber panasnya berasal dari panas tubuh ribuan manusia di dalamnya, lampu-lampu penerang berkekuatan tinggi dan juga sedikit sinar matahari yang tembus. Bahkan sistem pengatur udara yang canggih di lapangan utama Wimbledon ini belum bisa sepenuhnya mengusir efek rumah kaca ini setidak-tidaknya begitulah seperti yang dirasakan Andy Murray dan Stanislas Wawrinka. Ya sudahlah, tidak ada buatan manusia yang sempurna, yang penting pertandingan berjalan mulus. Syukur-syukur kalau cuaca di Wimbledon “ngeledek” terus sehingga retractable roof tidak perlu terlalu sering dipakai……
Catatan:
Suhu tubuh manusia yang sekitar 37°C (98,6°F) itu memancarkan panas juga yang berupa gelombang sinar infra merah. Tentu saja sinar infra merah ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, namun dapat “dilihat” melalui thermoscan seperti yang anda lihat di berita-berita televisi di mana alat tersebut dipasang di bandara-bandara untuk mendeteksi suhu tubuh para penumpang pesawat terbang komersial terutama dari luar negeri untuk mencegah penyebaran flu babi akhir-akhir ini. Namun, warna panas yang ada di layar thermoscan itu bukanlah warna asli sinar infra merah, melainkan adalah warna rekaan komputer belaka untuk membedakan panas.