Piala Dunia Hijau 2022: Tema Indah Sebatas Pemasaran Saja??

Saya dulu pernah membuat sebuah artikel tentang “nekad”nya Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah piala dunia (sepakbola) tahun 2022 di sini. Dan ternyata Indonesia, dalam hal ini PSSI, benar-benar nekad, karena kini Indonesia sudah resmi menyatakan diri sebagai calon tuan rumah piala dunia 2022 bersaing dengan negara-negara yang jauh lebih maju, baik infrastrukturnya maupun sepakbolanya seperti: Korea, Jepang, Amerika Serikat, Australia dan Qatar.

Untuk itu mari kita sedikit mereviu “peluang” kita untuk sukses menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Sukses tidaknya kita terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2022, sangat bergantung kepada siapa yang terpilih menjadi tuan rumah piala dunia 2018 sebelumnya. Kenapa begitu?? Dalam perebutan tuan rumah piala dunia 2018 negara-negara yang mendaftarkan diri adalah: Inggris, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Spanyol-Portugal (tuan rumah bersama), dan Belanda-Belgia (tuan rumah bersama). Banyak pengamat mengatakan adalah sulit untuk bersaing dengan negara-negara Eropa seperti: Inggris, Spanyol-Portugal dan juga Belanda-Belgia. Untuk itu, banyak pengamat meramalkan tuan rumah piala dunia 2018 akan jatuh ke tangan salah satu negara Eropa dengan Inggris sebagai kandidat terkuat. Nah, jikalau tuan rumah piala dunia 2018 sudah jatuh ke tangan salah satu negara Eropa, maka persaingan memperebutkan tuan rumah piala dunia 2022 menjadi “sedikit ringan” bagi Indonesia karena menurut peraturan FIFA yang baru, jikalau salah satu negara Eropa sudah memenangkan menjadi tuan rumah piala dunia 2018, maka seluruh negara Eropa tidak diperkenankan untuk mendaftarkan diri sebagai tuan rumah piala dunia 2022 dan 2026. Keadaan menjadi sedikit lebih buruk bagi Indonesia andaikan Amerika Serikat menjadi pemenang dan menjadi tuan rumah piala dunia 2018 karena negara-negara Eropa akan kembali mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah piala dunia 2022. Namun malapetaka bagi Indonesia (sebagai calon tuan rumah piala dunia 2022) akan datang manakala Australia atau Jepang yang sukses menjadi tuan rumah piala dunia 2018! Kenapa? Sebab itu berarti Indonesia dan negara-negara Asia lainnya tidak diperkenankan lagi untuk mendaftar menjadi tuan rumah piala dunia 2022 dan 2026! Jadi doakan saja mudah-mudahan tuan rumah piala dunia 2018 jatuh ke tangan salah satu negara Eropa!

Namun sebenarnya siapapun yang menjadi tuan rumah piala dunia 2018, posisi Indonesia sebagai calon tuan rumah piala dunia 2022¬† tetap saja “underdog” dibandingkan calon-calon tuan rumah lainnya baik dari segi infrastruktur maupun dari prestasi sepakbolanya sendiri. Namun begitu, Indonesia sebenarnya menawarkan tema unik yaitu “Green World Cup” atau Piala Dunia Hijau, sebuah piala dunia yang dikatakannya akan sangat ramah lingkungan. Tema unik ini tidak dimiliki oleh calon-calon tuan rumah lainnya. Namun masalahnya adalah, sampai detik ini situs resmi pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia 2022 belum berhasil mengemukakan secara detail bagaimana Indonesia mampu membuat piala dunia menjadi lebih ramah lingkungan dibandingkan penyelenggaraan piala dunia yang diselerenggarakan oleh negara-negara lain!! Semuanya masih mengambang dan seolah-olah slogan Piala Dunia Hijau hanya untuk menarik perhatian FIFA saja atau untuk sekedar fungsi marketing saja. Jangankan informasi mendetail, situs yang sampai hari ini sangat kaya akan tulisan¬† “coming soon” masih seringkali sulit diakses alias server-nya sering “down”. Bandingkan saja dengan situs yang dipersiapkan Australia sebagai promosi tuan rumah piala dunia 2018-2022, terkesan mereka jauh lebih siap!

Banyak pekerjaan rumah yang harus dipersiapkan Indonesia agar sukses menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Pemilihan tema “Green World Cup” sebagai strategi pemasaran mungkin sangat bagus, namun jikalau Indonesia gagal merepresentasikan ke dalam detail bagaimana mewujudkan penyelenggaraan piala dunia yang lebih hijau, akan menjadikan bumerang bagi Indonesia sendiri. Namun sebaliknya jika kita berhasil merepresentasikan detail piala dunia yang lebih hijau secara teknis akan dapat menaikkan pamor Indonesia sebagai kandidat tuan rumah piala dunia 2022. Jadi pemilihan tema “Green World Cup” dapat menjadi pisau bermata dua yang menguntungkan atau juga membunuh diri sendiri. Semoga kita bisa memanfaatkan keuntungannya dengan baik…

About these ads

14 responses to “Piala Dunia Hijau 2022: Tema Indah Sebatas Pemasaran Saja??

  1. Saya mendukung 1000% pak dengan rencana ini. Dalam angan-angan saya Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia artinya adalah :
    – Indonesia -terutama Jakarta- sudah well established
    – lapangan, tempat latihan, stadion yang istimewa bagi para pemain seluruh dunia
    – Banyak dibangun fasilitas bintang lima, hotel, restoran, KRL, jalan raya
    – Fasiliatas kesehatan nomer wahid untuk seluruh tamu penjuru dunia
    – transportasi yang sangat bagus dan efisien dalam 12 tahun mendatang *horee Jakarta sudah tidak ada berita macet lagi 12 tahun mendatang*
    – Polusi udara rendah, kondisi kota-kota di Indonesia nyaman untuk dikunjungi oleh berbagai orang di belahan dunia
    – Keamanan paling wahid, tidak ada teror yang mengancam sepanjang 12 tahun ke depan.
    Intinya adalah Indonesia akan menjadi kota yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Ini berarti akan ada perubahan besar pada struktur tata kota di Indonesia, Indonesia pasti bisa.
    mau nambahin : ini komen satir tapi nggak berani

    • Buahahaha…. Indonesia memang nekad! Kenekadan Indonesia lengkap dengan mengajukan tema “Green World Cup”. Bagaimana nanti kalau di Jakarta dan kota2 lainnya ternyata udaranya polusi karena kendaraan2 yang lalu lalang?? Apanya yang hijau ya????? Belum lagi sampah berserakan di sana-sini.

      Atau mungkin…. Indonesia harus “ditantang” dulu, seperti adanya event piala dunia ini, baru nanti mungkin kota2 di Indonesia akan “dipaksa” menjadi hijau. Setelah piala dunianya selesai nanti entahlah, kota2 di Indonesia akan kembali menjadi polutif!! Huehuehue… Tauk deh…. :mrgreen:

  2. indonesia msh menjalankan filosofi alon2 asal kelakon? Ga bakal bisa tuh kalo mo menang. soale negara lain udah jauh lbh maju dan siap. bisa2 kita selesai melakoni mereka udh 10x melakoni semakin jauh ketinggalan aja kita.

  3. Maafkan saya kalau terlihat pesimis, Pak… tapi saya menyebutnya realistis…
    Apa yang membuat pencetus ide jadi host Piala Dunia ini berani-beraninya mau mengadakan perhelatan akbar itu. Jangan dikira 2022 itu lama… apalagi ini menyangkut perubahan sikap dan mental pejabat-pejabat teras pemerintahan Indonesia (sebagai supporting body) dan lingkungan persepakbolaan itu sendiri. 2022 itu sudah dekat, Pak… untuk sebuah perubahan sikap dan mental..

    Masih terbayang-bayang diingatan saya bagaimana perhelatan yang ‘hanya’ sebatas turnamen persahabatan dengan MU di Isotra Senayan bisa lenyap dalam sekejap, karena adanya pribadi-pribadi picik bermental perusak suasana dengan bom-nya itu. Bisa dibayangkan apa jadinya Indonesia kalau saja Green World Cup 2022 – Indonesia harus dibatalkan karena adanya serangan bom di ibukota penyelenggara… Ckckck…membayangkannya saja saya udah nggak sanggup…

    Btw, sori Pak, komeng saya kepanjangan yah?

  4. Indonesia musti kudu berani gitu..proyek ambisius akan menyeret segala halnya dari negatif ke positif..dan itu berarti perubahan yang baik buat kita..sperti menerapkan emisi gas buang di jakarta..penanaman pohon kota sampai digalakkannya sepeda dijalan2..jadi lebih banyak positifnya..ibarat pemabuk diikutkan lomba olahraga..dia terpaksa untuk bangun pagi, gak minum alkohol, dll…mau gak mau terpaksa terseret ke yang positif

  5. Moga2 blum kiamat…..
    Ho…ho…
    Tapi kalau saya sih tetap mendukung aja…
    Nggak ada alasan untuk pesimis,karena menurut saya Tidak ada yang sia2 bila kita melakukan hal yang baik…
    Oleh itu,sudah seharusnya kita menyiapkan hal tersebuh jauh hari sebelumnya. Keamanan,Kebersihan,Prestasi,sportifitas,sarana,biaya..dsb….
    Saya bakalan ke Jakarta akhh…. Yang Namanya Merah Putih itu pantang Menyerah !!!

  6. Kata orang pintar untuk maju kita harus punya impian.
    Semoga impian jadi tuan rumah PD 2022, dengan segala
    fasilitasnya, bisa terpenuhi 13 tahun lagi.
    .

  7. @Ag bint

    Alon-alon asal kelakon, kalo hasil akhirnya lebih bagus dari orang lain sih nggak apa2! Lha celakanya, kalo udah alon-alon hasil akhirnya cuma rata-rata aja, apalagi kalo hasil akhirnya malah lebih buruk! Nah itu yang gawat! :D

    @Anderson

    Memang betul….. untuk menjadi tuan rumah perhelatan besar seperti Piala Dunia ini memang nggak gampang. Banyak hal yang sebelumnya tidak terfikirkan ternyata harus difikirkan. Ya soal keamanan, ya soal lingkungan, ya soal sosial dan seabreg2 persoalan lainnya. Saya hanya berharap, mudah2an dengan adanya ‘tantangan’ kita untuk menjadi tuan rumah piala dunia, kita dapat berfikir dan bertindak lebih cepat lagi guna tercapainya sukses menjadi tuan rumah piala dunia 2022…

    @boyin

    Saya juga berfikir seperti itu kang boyin. Mudah2an dengan adanya semangat untuk menjadi tuan rumah PD 2022, Indonesia dan rakyatnya bisa tertantang dan membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa sejajar dengan bangsa2 maju lainnya…..

    @black.unyil

    Menurut film “2012”, seharusnya nggak perlu lagi ya PD 2014, 2018 apalagi 2022, soalnya, katanya kan tahun 2012 udah kiamat. Huehuehue… benar juga kata anda. :lol:

    @Multibrand

    Memang betul. Impian adalah wajib sebagai tahap awal sebuah kesuksesan. Namun kita harapkan agar impian tersebut diikuti dengan kerja keras, kerja yang cerdas dan profesional agar mewujudkan apa yang diimpikan tersebut… :)

  8. ya moga saja kelak Indonesia bisa menjadi penyelenggara Piala Dunia
    Tapi bener2 harus memanfaatkan kesempatan ini dengan kampanye alam lestarinya

    • Iya… janganlah “Piala Dunia Hijau” hanya dijadikan bumbu pemanis buat menarik perhatian FIFA saja. Tetapi mudah2an konsep penyelenggaraan Piala Dunia 2022 memang benar2 menawarkan piala dunia yang lebih hijau dari penyelenggaraan piala2 dunia sebelumnya… :)

  9. Kalau Saya sih setuju2 aja & mendukung (walaupun baru hanya dengan do’a) Karna memang sikap optimisme, impian besar, program/acara besar harus di lakukan, agar negara kita bisa mnjadi negara yg besar/sukses.

  10. saya mendukung sepenuhnya buat green wordcup tapi jika terpilih sebagai tuan rumah piala dunia apakah mungkin pemain kita akan maju,….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s