Dua puluh tahun yang lalu, ketika zaman Internet belum memasuki kehidupan kita sehari-hari, ketika saya ingin mencari informasi tentang sesuatu, pertama-tama saya biasanya akan mencari informasi tersebut di “enyclopædia Britannica” yang tersedia di rumah saya. Ensiklopedia tersebut, walaupun termasyur dan lumayan dapat mengakomodasi keingintahuan saya tentang segala sesuatu namun ensiklopedia tersebut sudah termasuk uzur, yaitu terbitan awal tahun 1980an. Tentu saja, untuk informasi ataupun penemuan yang terjadi setelah tahun penerbitan ensiklopedia tersebut tidak akan mungkin dicari jawabannya di dalamnya. Lantas bagaimana jika di ensiklopedia tersebut ternyata tidak ditemukan jawaban dari informasi yang saya cari?? Yaa… biasanya kita mencari orang yang kira-kira mengetahui tentang informasi tersebut. Tentu saja orang tersebut tidak serta merta selalu dapat ditemukan pada hari itu juga, terkadang saya harus menunggu hingga berhari-hari, berminggu-minggu bahkan tak jarang hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan jawabannya.
Namun, dua puluh tahun kemudian, kini, segalanya berubah. Berbagai informasi yang kita ingin tahu, bisa didapatkan seketika itu juga. Dengan bantuan mesin pencari seperti Google, hampir pasti kita bisa mendapatkan informasi apapun yang kita inginkan. Apalagi jika minimal kita bisa mengerti Bahasa Inggris, ketersediaan informasi di dunia maya Internet akan terasa semakin lengkap saja. Mungkin generasi Google yang kini sangat tergantung dari Internet untuk memenuhi tidak akan pernah merasakan bagaimana “sulitnya” dulu mencari informasi tentang segala sesuatunya sebelum zaman Internet tiba.
Itu berarti bahwa boleh jadi generasi Google menjadi lebih independen dalam mencari informasi, dalam arti di sini, mereka nampaknya tidak membutuhkan orang lain lagi untuk bertanya dalam menunggu informasi yang diinginkannya karena semuanya tinggal klik, klik dan klik saja, jawaban telah tersedia di depan hidung mereka! Namun betulkah begitu? Menurut saya (tanpa penelitian lebih lanjut, hanya sebatas pengamatan yang mungkin kurang valid
) bagi sebagian lapisan masyarakat tertentu, mungkin iya. Sedangkan bagi sebagian masyarakat lainnya mungkin tidak. Biasanya, pertama, mereka yang kesulitan membaca dalam Bahasa Inggris biasanya akan cukup kesulitan mencari informasi yang diinginkannya jika informasi yang didapatkannya ternyata hanya ada dalam Bahasa Inggris (atau bahasa asing lainnya). Kedua, jika informasi yang didapatkannya ternyata ditulis dengan bahasa yang terlalu teknis di dalam suatu bidang (nah ini pernah saya alami sendiri beberapa kali) sehingga perlu seseorang yang ahli di bidang tersebut untuk diajak berdiskusi atau bertanya sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih jelas dan menjadi “lebih siap pakai”.
Ketiga, nah ini dia, orang yang malas berfikir!
Maaf, saya akhir-akhir ini agak kesal dengan orang-orang yang bertanya tentang apa hari lahir dan hari pasaran Jawa (weton atau whatever-lah!) di artikel saya di sini. Saya membuat artikel tersebut untuk memberitahu “algoritma” cara mencari hari pasaran Jawa dengan aritmatika sederhana, bukan untuk melayani pertanyaan seperti: “kalau tanggal ulang tahun saya bla… bla… bla… maka weton saya apa ya??” dan sebagainya. Kalau menjawab sekali dua kali saja ya tak mengapalah, jikalau ditanya terus-terusan tentu saya merasa bosan dan jenuh! Sebenarnya andaikan mereka bingung dengan cara atau “algoritma” yang saya tulis tersebut, saya bisa memakluminya. Namun kalau mereka menggunakan otaknya kreatif sedikit perhitungan jadi lebih sederhana, hanya butuh ketelitian dan matematika tingkat SD saja dan tidak perlu pengetahuan matematika tingkat tinggi. Seperti contoh: Di kolom komentar sudah banyak yang bertanya tentang hari dan hari pasaran Jawa untuk tanggal-tanggal tertentu. Ambil contoh, komentar saudara Indra yang bertanya hari dan hari pasaran Jawanya tanggal 19 Maret 1986 sudah terjawab adalah hari Rabu Kliwon, nah bagaimana mencari hari pasaran untuk tanggal 1 Juli 1993 misalnya? Mudah saja! kita cari dulu jumlah hari dari tanggal 19 Maret 1986 hingga 19 Maret 1993, yaitu (365 +366 + 365 + 365 + 365 +366 + 365) hari atau 2557 hari. Lantas berikutnya cari banyaknya hari dari tanggal 19 Maret 1993 hingga 1 Juli 1993, mudah saja menghitungnya (anak SD juga bisa kok!) yaitu 104 hari. Sesudah itu tinggal dijumlahkan saja: 2557 + 104 = 2661 hari. Nah, langkah selanjutnya 2661 dibagi 5 akan menghasilkan sisa 1. Itu berarti hari pasaran Jawa 1 Juli 1993 hanya berbeda satu hari saja dari tanggal 19 Maret 1986, yaitu hari pasarannya adalah: Legi. Mudah bukan?? Masih bingung?? Mangkannya jangan bisanya cuma Facebookan melulu!
Dicoba lagi, mudah-mudahan lama-kelamaan akan terbiasa!