A, B atau C?

Cukup menarik artikel yang dibuat di blog manusiasuper di sini. Sebenarnya ada dua  pertanyaan yang diajukan di artikel manusiasuper tersebut, namun saya tertarik terhadap salah satunya saja. Untuk singkatnya, mari saya intisarikan artikel tersebut di sini. Oke, misalnya anda disuruh memilih dari ketiga kandidat berikut ini (diusahakan jangan golput ;) )

Kandidat A:  Memiliki banyak teman politisi busuk, percaya pada ramalan bintang, punya dua istri gelap, perokok ganja dan minum 8 hingga 10 gelas martini per hari.

Kandidat B: Pernah dipecat dari kantornya dua kali, selalu tidur hingga siang hari, pengguna opium ketika menjadi mahasiswa dan minum setengah galon wiski setiap malam.

Kandidat C: Dinobatkan sebagai pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, sangat jarang minum minuman keras, dan tidak pernah melakukan pelecehan seksual apapun.

Ayo pilih sekarang! Nah….. anda sudah memilih?? Sekarang kita lihat siapa saja ternyata ketiga kandidat tersebut:

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

Dan ini dia ketiga kandidat tersebut:

Kandidat A: Franklin Delano Roosevelt
Kandidat B: Winston Churchill
Kandidat C: Adolf Hitler

Terkejut? Ya, sayapun juga terkejut. Tapi hanya untuk sementara. Ada dua hal kenapa keterkejutan saya hanya sebentar.  Pertama saya langsung menyadari bahwa pilihan di atas agak “mengarahkan” karena kandidat A dan B hanya dituliskan sifat yang buruk-buruk saja, sementara kandidat C hanya dituliskan sifat yang baik-baik saja.  Mungkin jikalau sifat-sifat kandidat A dan B diteruskan dan dimasukkan juga sifat-sifat baiknya sementara sifat-sifat kandidat C juga diteruskan dan dimasukkan juga sifat-sifat buruknya mungkin pilihan kita bisa berbeda. Kedua, tentu saja saya sadar bahwa seburuk-buruknya orang iapun pasti punya sifat-sifat positif juga, sebaliknya sebaik-baiknya orang iapun pasti punya sifat-sifat negatif juga jadi kasus di atas sebenarnya adalah hal yang umum.

Namun hal yang lebih penting dari adanya “kasus”  di atas adalah bisa membuat calon pemilih menjadi bingung karena dalam benaknya tertanam seolah-olah mereka yang mempunyai sifat-sifat baik ternyata bisa menjadi seorang “monster” dan sebaliknya. Sebenarnya kasus di atas memang bisa saja terjadi di dunia nyata ketika para pemilih dengan segala cara tidak bisa mengetahui sifat-sifat lengkap kandidat-kandidat yang akan dipilihnya atau pendek kata informasi mengenai kandidat-kandidat tersebut sangat terbatas. Kalau sudah begitu kini timbul dua pertanyaan, pertama, apakah jikalau kita memilih C (yang ternyata Adolf Hitler) berarti kita salah pilih? Tentu saja jawabannya ‘ya’. Tapi, pertanyaan kedua, apakah kita bersalah karena memilih C? Jawabannya ‘tidak’, karena kita sudah memilih dengan kriteria yang masuk akal berdasarkan informasi maksimal yang kita dapatkan. Memang betul, lain waktu jika ada kandidat-kandidat dengan sifat-sifat di atas bisa jadi kandidat C malah lebih buruk dari Adolf Hitler, namun jangan lupa bisa saja lain waktu ternyata kandidat A atau B yang memang jauh lebih buruk dari Adolf Hitler. Jadi jika ada pemilihan kandidat seperti di atas dan anda tidak mengetahui bahwa C adalah Adolf Hitler, dan anda hanya mempunyai informasi yang terbatas mengenai ketiga kandidat, maka jangan ragu-ragu untuk memilih salah satu kandidat yang menurut anda paling sreg, termasuk kandidat C ! ;)

About these ads

24 responses to “A, B atau C?

  1. tetep nggak boleh golput yaa? :roll:

    sejatinya bilamana memang kita harus memilih, maka pilihlah yang mudhorotnya paling kecil? tapi saya nggak kenal mereka bertiga, meski pernah denger jasa-jasa A dan B.

    jadi, bila memang kudu milih…. saya akan tetep golput aja dah :lol:

  2. Senang membaca tulisan anda lagi.
    Penting pagi kita kita yang sebentar harus memilih dalam pilkada.
    Memang para pemilih harus mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang para kandidat, agar dapat diketahui bagaimana orang tsb sebenmarnya.

  3. saya pun kaget dengan kuis ini.. banyak sisi dlam hidup manusia walau cuma seorang saja.

  4. Kalau saya kalau memang ga tahu siapa A, B dan C dan saya ga punya informasi lain mengenai ketiganya saya tetap memilih C. Gitu kan mas?

  5. Sebetulnya yang penting adalah penentuan kriterianya.
    Mestinya ada kriteria sifat atau riwayat pekerjaannya juga, ada pra syarat dan syarat berikutnya. Dengan terbatasnya kriteria, pemilih bisa menjadi salah pilih.

    Mungkin ini yang terjadi saat kita memilih anggota Dewan yang terhormat. Orang bisa cenderung memilih yang gelarnya berderet tanpa tahu kualifikasi lainnya, pengalamannya….

  6. saya juga dapet dari forward di BBM saya kang, tapi bagi saya hitler gak sejahat itu, bahkan untuk orang jerman sekalipun dia dianggap pahlawan. bukankah penulisan sejarah ditulis oleh pemenang? coba yang menang hitler, ceritanya akan lain. sama aja cerita soal bung karno jaman Orba…heee..iya khan…

  7. Yang menarik adalah ulasan tentang “adanya arahan” jawaban. Ketika diarahkan memilih C kita diarahkan pula untuk merasa “bersalah” memilih C. Bisa jadi begitu karena referensi/buku tentang Hitler mengarahkan kita pula untuk berfikir kalo Hitler adalah seorang “monster”. Kita memang hidup di dunia yang penuh “pengarahan” ..

  8. Jadi kesimpulanya “Media” nya nih yang manentukan

  9. Sepertinya… pesan yang ingin disampaikan adalah lebih baik memilih calon yang punya sisi buruk yang sudah diketahui sebelum memilih, daripada memilih calon yang menciptakan kesan “baik-baik” tapi kita menyesal dikemudian hari.

  10. Ini bagaimana bisa memilih pak, harusnya kriterianya sama. jadi comparable… hehehe…..

  11. jenis pertanyaan diatas memang pertanyaan yang bersifat “mengecoh”, dan memang dikondisikan seperti itu, mungkin untuk “menguji” kecenderungan pilihan para audiens.

    dalam hal ini, saya sepakat dengan bung Kuro , golput saja :roll: toh golput juga merupakan sebuah pilihan #pembenaran. :)

  12. heemmmm…..Golput aja dechhh..hehehhe

  13. Betul sekali pak, pilihan A dan B yang diulas hanyalah sisi buruknya aja, sisi baiknya tidak diulas. Sebaliknya, pilihan C yang diulas adalah sisi baiknya aja, sedangkan sisi buruknya tidak diulas. Sehingga, dari ulasan tersebut di atas, seakan-akan pilihan yang terbaik adalah C, padahal belum tentu begitu.

  14. Padahal kalo mau dibandingkan Churchill lebih pahlawan perang daripada Hitler. Churchill erlibat empat peperangan dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel, sementara Hitler “cuma” pernah bertugas di PD I dengan pangkat yang tak pernah melewati Kopral. :P

  15. Bekunjung untuk mencari tulisan terbaru anda.

  16. mr. sectiocadaveris

    menarik pilihannya… tapi menurut (analisa) saya, opsi yang ditawarkan itu tidak semuanya ditampilkan secara lengkap. betul, saya setuju: pilihlah yang paling sreg di hati. opsi A dan B bisa jadi itu kelakuan buruk mereka di masa lalu,… yah…. siapa tahu…
    mungkin ini yang dinamakan pencitraan (*halah bahasanya*): sengaja menampilkan satu sisi dengan menafikan sisi lainnya. bukankah sekeping uang logam terdiri dari “kepala” dan “ekor”?
    he he he
    salam :mrgreen:

  17. Saya juga milih C. Tapi gak papa. Setidaknya saat memilih kita sedang dalam keadaan benar menurut hati. Yang salah, kalo memilih tidak sesuai dengan hati. Masa’ mo milih orang yang temannya gak baik. :)

  18. wah sudah lama saya gak silaturahmi ke tempat mas yari, semoga kabarnya sehat ya mas :)

  19. Betul banget. Informasi dalam opsi sangat kurang & cenderung mengarahkan ke C.

    Salam

  20. untuk
    memilih apapun kita
    harus percaya pada kata hati..

  21. sulit menentukan pilihan yg cocok kayaknya nih,…

  22. Itu adalah kekuatan sebuah pemberitaan.
    Maksudnya, ‘kebenaran’ (atau ‘kebaikan’) itu adanya di persepsi manusia. Sedangkan persepsi sendiri sangat dipengaruhi oleh informasi yang masuk.
    Jadi salah satu trend di zaman informasi adalah: jika ingin kekuasaan, milikilah media, karena dengan itu kita bisa
    membentuk opini (persepsi).
    Salam. :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s