Beberapa hari yang lalu, saya melihat salah satu judul berita olahraga di salah satu media surat kabar, di situ dikatakan”Speedy Tour d’Indonesia sudah dimulai”. Setelah membaca judul berita itu saya sempat bingung sendiri, ini “Tour d’Indonesia” ini bahasa apa ya?? Kalau mau Bahasa Perancis seharusnya “Tour d’Indonésie” seperti halnya “Tour de France“, lomba balap sepeda di Perancis yang paling bergengsi di dunia itu. Kalau Bahasa Inggris seharusnya adalah “Tour of Indonesia“, kalau Bahasa Indonesia seharusnya adalah “Tur Indonesia”. Hmm… benar-benar nggak jelas, seperti biasa orang Indonesia memang paling jago kalau mencampurbaurkan bahasa, masa bodoh deh kalau tata bahasa dan perbendaharaan katanya salah, yang penting kelihatan gaya dulu!
Tetapi ada lagi yang lebih menggelikan lagi! Sekitar satu setengah dasawarsa lalu, ketika itu pemda DKI Jakarta (kalau nggak salah itu peraturan pemda DKI deh…) mengharuskan segala nama toko ataupun usaha-usaha lainnya terutama usaha-usaha kecil,yang kebanyakan tidak menggunakan merk yang terdaftar, dilarang menggunakan nama asing untuk nama bisnisnya. Jadinya, jadilah nama-nama yang menggelikan dan nanggung abis! Holland Bakery dipaksa berubah menjadi Bakeri Holan sementara toko New Zealand yang dulu berada di dekat rumah saya berubah menjadi toko Niuselan. Kenapa nggak sekalian aja diubah menjadi “Toko Kue atau Toko Roti Belanda” atau toko “Selandia Baru” sekalian! Kan lebih Indonesia lagi kan?? Tapi anehnya, ada juga toko yang menggunakan nama asing tapi selamat dan tidak perlu mengubah nama tokonya, salah satunya adalah Mon Ami Bakery yang dulu kalau nggak salah tokonya ada di sekitar daerah Melawai deh. Mon Ami Bakery hanya berubah sedikit menjadi Bakeri Mon Ami. Padahal, Mon Ami itu juga bahasa asing, yaitu Bahasa Perancis yang artinya (dalam Bahasa Inggris) adalah “My Friend”. “Mon Ami” ini dibacanya adalah “Mong Nami” (catatan: bunyi sengau Perancis pada kata “mon” sebenarnya berbeda dengan “mong”, tetapi kalau di-Indonesia-kan, ya kurang lebih seperti itulah!). Jadi seharusnya Mon Ami Bakery kalau konsisten harus di-Indonesia-kan, maka seharusnya adalah menjadi “Bakeri Mong Nami”. Sungguh tebang pilih yang menyedihkan. Atau para aparat pemda itu tidak mengetahui bahwa “Mon Ami” itu juga bahasa asing?? Atau ada kriteria tersendiri bahasa asing yang bagaimana yang harus di-Indonesia-kan pada waktu itu??
Apapun alasannya, meng-Indonesia-kan semua nama bisnis yang berbau asing dengan dalih untuk lebih mencintai bahasa Indonesia dan juga agar kita lebih dapat berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah sesuatu yang menggelikan! Ibaratnya agar kita dapat lebih lancar dan mahir dan lebih mencintai sepakbola kita dilarang atau dibatasi untuk bermain tenis! Apa hubungannya??????? Kalau kita ingin lebih mencintai dan lebih mahir dalam bermain sepakbola ya tentu kita harus terus berlatih sepakbola! Begitu juga untuk agar kita lebih mencintai Bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan baik dan benar tentu kita harus lebih melatih menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan bukan dengan membatasi penggunaan bahasa asing!! Nah, jadi kesimpulannya mudah-mudahan aparatur-aparatur pemerintahan kita di masa mendatang, kalau mau membuat aturan pelarangan ini itu, dalam bentuk apapun, sebaiknya buatlah peraturan pelarangan yang benar-benar jitu tapi tetap produktif, jangan seperti MUI sekarang, yang bukannya mengeluarkan fatwa buat para markus pengadilan malah buat fatwa tentang film “2012″ yang halaaah dampaknya pada rakyat kita nggak signifikan itu!! Eh, kalimat terakhir yang dicoret itu nggak ada hubungannya ya??
Have you ever played a word game in your life? Scrabble perhaps. It is one of the most well-known word games and board games as well. And if you are a Scrabble junkie (like I used to be) you will be aware of the handiness of two-letter words especially if you face a distress when you have no vowels or no consonants in your tile rack. In such distressful condition the good thing to do is to skip your turn and to change your tiles up or you can do next to the good thing which is to recall all your two-letter English words in your vocabulary.





