Cinta yang Tak Terbalaskan

“Ya, cinta. Saya mempunyai rasa itu, tetapi saya tidak berharap kemudian saya dicintai untuk dimiliki. Karena cinta yang ingin terus saya rasakan, adalah cinta seperti ini. Merasakan cinta, itu saja.”

“Cinta memang untuk dikendalikan dan dirasakan, bukan dibiarkan tumbuh tidak terkendali dan ingin memiliki”

Etalase – Budi Gunawan

Kutipan-kutipan tersebut saya ambil dari novel berjudul “Etalase” karya Budi Gunawan. Novel tersebut sebenarnya mempunyai plot utama yang cukup bagus, tentang seorang yang mempunyai ‘kelainan’ jender yang ingin mencintai dan dicintai. Sayang, alur ceritanya sangat biasa-biasa saja bahkan cenderung membosankan. Saya hanya membacanya serius hingga bab 3 sebelum saya kehilangan selera untuk terus membacanya. Tapi saya menulis posting ini bukan untuk membahas novel itu, tetapi untuk sesuatu makna yang lebih dalam yang berasal dari sepenggal kutipan di atas. Ya, walaupun novelnya termasuk yang biasa-biasa saja, tetapi dua buah kutipan di atas dari Pak Budi Gunawan tersebut berhasil membuat saya tertegun lama untuk memikirkan sesuatu yang sebelumnya belum pernah saya fikirkan.

Mungkin tidak semua orang sangat beruntung dalam masalah ‘percintaan’ mereka. Mungkin karena satu dan lain hal sering kali orang hanya dapat berfantasi menjadi teman dekat atau kekasih orang yang ia cintai, baik ia mengenalnya secara langsung orang tersebut ataupun tidak. Yah, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan! Cinta sesama jenis, cinta yang terhadang jurang sosial dan ekonomi yang terlalu dalam, cinta yang terhadang oleh letak geografis yang sangat jauh, cinta terhadap seseorang yang sudah berkeluarga, dan khusus di negara ini cinta yang terhadang perbedaan agama merupakan contoh-contoh yang baik dari cinta yang bertepuk sebelah tangan!

Saya sendiri pernah mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan dan juga pernah dicintai sebelah tangan pula! Dahulu saya pernah menaksir wanita yang berlainan kepercayaan dengan saya, dan saya sadar saya tidak akan pernah bisa memilikinya karena dia adalah orang yang berpegangan teguh pada agamanya (walaupun saya dengar bahwa Islam memperbolehkan seorang pria Muslim menikahi wanita non-muslim namun orang tuanya tidak akan pernah mengizinkannya!!). Sayapun juga pernah mempunyai teman ‘gay’ yang sempat naksir saya. Usianya jauh lebih tua dari saya, waktu itu dia umurnya sekitar 40 dan saya waktu itu masih 27. Tapi syukurlah ia sangat bijaksana dan mungkin juga menerapkan prinsip seperti sepenggal paragraf di atas yang menyatakan bahwa cinta harus dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar dan cinta bukan berarti harus memiliki. Sayapun mengerti bagaimana sulitnya menerapkan prinsip seperti itu pada awalnya karena memang cinta pada hakikatnya adalah keinginan untuk memiliki! Dan itu sebenarnya adalah sesuatu yang wajar pada koridor-koridor tertentu.

Memang sangat menyakitkan kalau kita merasakan cinta terhadap orang lain namun tidak dapat memilikinya. Karena memang kepemilikan cinta sangat berbeda dengan kepemilikan barang-barang material. Kalau kepemilikan barang-barang material hanya satu arah saja, seperti kalau kita mempunyai sebuah mobil, maka hanya kitalah yang memiliki mobil tersebut, tetapi mobil tersebut tidak memiliki kita. Namun tidaklah demikian dalam kepemilikan cinta terhadap seseorang, kepemilikan harus dua arah, kita harus dapat memiliki orang yang kita cintai dan orang yang kita cintai tersebut juga harus memiliki kita. Dengan begitu maka cinta dapat diwujudkan menjadi sesuatu yang lebih seperti perkawinan, kebersamaan dan lain-lain! Saya sendiri sebenarnya sangat berempati terhadap orang-orang yang tidak bisa ‘mendapatkan cinta orang lain’ oleh karena sesuatu hal. Kita baru dapat merasakannya jikalau kita mengalaminya! Atau kita baru dapat merasakannya jikalau ada orang-orang yang dekat dengan kita yang juga mengalaminya. Mungkin dengan saya menulis artikel seperti ini anda beranggapan bahwa saya kurang ‘religius’, yah itu terserah anda, karena anda bebas mengkritik apapun dan siapapun juga. Walaupun isi hati atau keimanan seseorang hanyalah Allah yang mengetahui. Di sini saya hanya mau menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang beragam dan yang tak sempurna dengan perasaan-perasaan cinta mereka yang beragam pula.

Namun apapun cinta anda, terutama cinta yang bertepuk sebelah tangan, memang ada baiknya kutipan dari novel di atas bahwa cinta sebaiknya dikendalikan dan tidak dibiarkan tumbuh liar! Salut buat pak Budi Gunawan untuk kutipan-kutipannya di novelnya.

4 responses to “Cinta yang Tak Terbalaskan

  1. dalam novel ini yang saya pinjam dari teman membuat hati saya sadar akan diri saya dan lebih menghargai orang lain
    jalan ceritanya semuanya ada dlm kehidupan kita
    di novel ini jg mengajarkan kita hubungan dgn ALLAH dan jg bahwa kita tidak sendiri di dunia ini…..ada sahabat-sahabat kita dan orang lain yang membutuhkan dan kita juga butuh mereka
    terimaksih pak budi

  2. Terima kasih Yessi atas komentarnya. Memang pak Budi dalam novelnya itu ‘mengajarkan’ kita supaya menghargai setiap insan, apapun dan bagaimanapun dia. Sayapun memegang prinsip bahwa apapun kekurangan yg dimiliki seseorang harus tetap kita hargai karena mereka juga makhluk ciptaan Allah. Kita tak berhak menghinanya, karena kitapun semua adalah makhluk yang tidak sempurna dengan kekurangannya masing-masing. Sekali lagi salut buat pak Budi Gunawan.

  3. assalammualaikum
    terimakasih pak, komentar saya sdh bpk terima&membalasnya wlpun tdk ke email saya. dr sejak saat itu, saya mulai mencari novel ini hingga sekarang,dan ternyata novel ini sdh habis april thn lalu.apakah novel ini akan di terbitkan lg? saya mohon*tolong diterbitkan lg novel ini,saya sgt menyukai novel ni.tlg sampaikan kpd pak budi,apakah novel etalase ini akan diterbitkan lg?dg kover baru/kover lm.terimakasih pak

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah….. saya kurang tahu ya…… Mungkin hal tersebut bisa ditanyakan kepada penerbitnya PT Forum Media Utama (bisa tanya via penerangan 108 ) yang kalau nggak salah juga menerbitkan majalah Forum.

  4. betul banget …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s