Dunia maya (Internet) dan dunia nyata, sebuah dikotomi yang terpisah?

Seorang blogger (wanita) menulis di blognya bahwa ia menempuh cara yang salah dengan terlalu banyak chatting di depan komputer. Dengan terlalu seringnya dia chatting, dia mengatakan bahwa dia telah menyia-nyiakan waktu dan kehilangan banyak hal yang indah dalam hidupnya. Dalam blognya juga ia menulis bahwa dengan terlalu seringnya chatting, ia menjadi sedikit jarang berkomunikasi dengan orang tuanya dan juga teman-teman ‘real’nya! Lebih parahnya lagi, seperti yang ditulis dalam blognya, ia pernah ditipu oleh salah seorang chatter yang katanya membutuhkan uang dan bermaksud meminjam uang. Namun setelah uang dipinjamkan, si chatter tersebut menghilang dan tak pernah muncul kembali (mungkin muncul tapi pakai ID/nick lain!), boro-boro muncul kembali, terima kasih saja tidak! Begitu tulisnya (dengan polosnya!).  Atas dasar pertimbangan-pertimbangan dan kejadian itulah maka ia memutuskan untuk berhenti dari dunia maya dan kembali ke dalam dunia nyata! Ya, dunia maya (virtual world), begitu yang ia sebutkan, namun ia tidak sendiri, jutaan orang lainnya di seluruh dunia menyebut Internet ini sebagai bagian dari dunia maya!

Dunia maya?? Nanti dulu! Kalau misalnya anda chatting dengan saya, atau berhubungan/berkomunikasi lewat email atau blog ini, apakah berarti saya dan anda adalah maya atau tidak nyata?? Waduh, kasihan sekali kita-kita ini dibilang maya! Atau mungkin message/pesan yang kita terima, obrolan/chatting yang kita buat bersama, semuanya dibilang maya?? Aduh, rasa-rasanya nggak deh! Bagi saya teman-teman yang saya kenal di Internet sama saja nyatanya dengan teman-teman yang saya kenal di kantor, tetangga, bekas teman kuliah/sekolah, dsb. Hanya saja mereka belum pernah saya lihat secara fisik. Bagi saya Internet hanyalah sarana komunikasi belaka, tak ada bedanya dengan telepon, faks, SMS bahkan surat menyurat. Hanya saja tingkat kecanggihannya yang berbeda. Tentu kita masih ingat 20 tahun yang lalu bagaimana kolom sahabat pena masih marak di majalah-majalah, jauh sebelum era Internet, apakah mereka juga termasuk maya?? Saya rasa tidak! Mereka semua adalah bagian dari dunia nyata! Lantas kenapa disebut dunia maya? Apakah hal itu terpengaruh oleh game-game yang sangat mengasyikkan yang dapat dimainkan secara online bersama-sama sehingga timbul istilah tersebut? Ah kalau begitu, menurut saya bukan hanya Internet atau game yang seharusnya diklasifikasikan sebagai dunia maya, seharusnya film, sandiwara, atau bahkan novel dan cerpenpun seharusnya diklasifikasikan ke dalam dunia maya!

Lantas kita kembali ke masalah si blogger wanita di atas. Apakah ia patut ‘menyalahkan’ Internet atas kejadian-kejadian yang dialaminya?? Menurut saya berlebihan! Mengapa ia harus mempertentangkan ‘dunia maya’ dan dunia nyata?? Selayaknya ‘dunia maya’ termasuk chatting online dapat berjalan harmonis dengan kehidupan normalnya sehari-hari! Lantas bagaimana dengan penipuan yang dialaminya di ‘dunia maya’?? Masalah penipuan dan orang berengsek, bukan hanya terjadi di ‘dunia maya’, di dunia nyata malah lebih banyak orang-orang berengsek dengan kejahatan yang jauh lebih beragam!! Jadi kenapa musti takut?? Yang penting di sini adalah kehati-hatian. Lantas bagaimana dengan kebanyakan chatting yang membuat ia kehilangan komunikasi dengan orang-orang sekitarnya?? Lha, kebanyakan chatting tidak lebih buruk daripada kebanyakan tidur, kebanyakan nonton film, kebanyakan keluyuran nggak jelas ke mana, kebanyakan melamun, kebanyakan makan, kebanyakan mengkonsumsi narkoba (wah yang ini bukan hanya kebanyakan, kesedikitan aja udah nggak baik hehehehe…..), dan lain-lain. Segalanya yang kebanyakan tentu tidak baik dan dapat mengganggu aktivitas yang lain dan juga komunikasi dengan orang-orang sekitarnya. Saya menyarankan kepada blogger wanita tersebut di atas agar dapat mengatur waktu chatting-nya dan tidak perlu meninggalkan ‘dunia maya’ sama sekali. Karena ‘dunia maya’ yang ia sebutkan sebenarnya juga bagian dari dunia nyata, tidak perlu dijauhi tapi justru diambil manfaatnya, asal ya itu tadi, waktunya harus diatur! Jangankan kebanyakan chatting, kebanyakan belajar saja juga tidak baik! Betul nggak??

8 responses to “Dunia maya (Internet) dan dunia nyata, sebuah dikotomi yang terpisah?

  1. Dunia maya dan dunia nyata ?
    Chatting ? Aku dulu sebelum kenal ma chat juga berpendapat klo chat hanya buang-buang waktu dan tidak ada guna ngobrol ma orang2 yang tdk dikenal, sekali waktu dng terpaksa aku melakukan chat karena dipaksa teman yang jaraknya berjauhan. Kadang selain ngobrol ma diy, aku juga ngobrol ma orang lain yg tidak aku kenal sama sekali. Terkadang sambil lalu tapi klo cocok bisa berlanjut sampai melakukan diskusi segala. Tukar ilmu pengetahuan, saling memberi informasi berharga dan ternyata …… kalo kita bisa menyeimbangan perasaan antara yang nyata dan maya maka semuanya bisa diambil manfaatnya kok

    peAce !!!

  2. iya betul salwa, betul 100%. Banyak yg dpt kita petik dari ‘dunia maya’ atau chatting ini, kalau kita sampai ketagihan chatting sampai lupa waktu, ya itu harus menyalahkan diri kita sendiri, bukan menyalahkan ‘chatting’ atau dunia mayanya.

  3. Nimbrung nih, mungkin hampir sama pula dengan surat(jaman dahulu)atau sekarang mungkin sms pada hape dimana ada rasa menebak2 isi yg terkirim pada inbox, pada chatting juga ada sensasi yg berbeda dalam komunikasi.Setuju dgn yg ditulis pak spektrum, Apa saja yang terlalu banyak memang tidak baik.

  4. iya singo, rasa antara penasaran, berdebar-debar, riang, dsb., bercampur baur pada saat menerima pesan baik via sms ataupun chatting. Terima kasih singo telah mampir di blog saya.

  5. Pendaftaran Top Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Postingan Anda yang tertayang pada Mei-Juni 2007 bisa Anda daftarkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/

  6. Terima kasih atas informasinya.

  7. 👿 clap sad tongue bad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s