Bulan dan kalender Islam

phases.gif

Mei 2004, waktu itu hari masih pukul 3 pagi, tapi saya sudah bangun pagi untuk menyaksikan pertandingan tennis ATP Masters langsung dari Roma, Italia. Saya masih ingat waktu itu yang main adalah Andy Roddick (AS) melawan Tommy Haas (Jerman). Di setiap pertandingan tennis yang disiarkan lewat televisi, setiap 2 games maka pemain melalukan istirahat/break, nah pada saat break inilah biasanya stasiun TV menyiarkan siaran iklan (commercials). Namun di salah satu break pada pertandingan pagi itu bukanlah siaran iklan seperti biasa melainkan bidikan kamera yang di-zoom ke arah bulan yang tengah mengalami gerhana bulan total! Wow alangkah indahnya gerhana bulan total tersebut, tidak seperti halnya gerhana matahari total di mana piringan matahari tampak gelap oleh bayangan bulan (hanya corona-nya saja yang terlihat), pada saat gerhana bulan, bulan berwarna kemerahan akibat pantulan atmosfir bumi (earthshine), pada saat bulatan bumi menutupi bulan dari matahari.

Bulan, atau tepatnya peredaran bulan mengelilingi bumi, sejak lama sudah dikaitkan dengan kalender Islam, terutama untuk menandakan pergantian bulan. Karena seperti halnya kalender Yahudi, kalender Islam adalah qamariyah (lunar) yang berpatokan pada orbit bulan mengelilingi bumi. Hanya saja sedikit beda dalam penetapan awal bulan antara kalender Yahudi dengan kalender Islam. Kalender Yahudi sudah dimodifikasi agar awal bulan jatuh pada fase ‘bulan baru’ (new moon), fase di mana bulan sama sekali tidak terlihat dilangit! Ini dimaksudkan agar awal bulan dapat dikalkulasikan dengan tepat secara matematis. Sedangkan dalam kalender Islam, awal bulan harus ditandai dengan terjadinya hilal (bulan sabit) pertama. Ini yang menjadi sering kontradiksi dalam penentuan awal bulan Islam, sehingga awal bulan Islam di berbagai tempat di bumi ini menjadi tidak seragam.

Kenapa tidak seragam? karena masing-masing mempunyai kriteria tertentu dalam menentukan kapan terjadinya hilal untuk pertama kali. Ada yang menetapkan hilal harus terlihat secara fisik di langit, ada yang menetapkan jikalau bulan sudah terlihat berapa derajad di atas matahari pada saat terbenam, ada yang menentukan kalau piringan bulan sudah terlihat nol koma nol nol sekian persen (tentu saja menentukan kriteria yang satu ini harus menggunakan komputer!) maka dianggap hilal sudah terlihat, dll. Belum lagi kondisi fisik di Bumi jikalau kita ingin melihat hilal di langit! Biasanya hilal pertama terlihat dekat dengan horizon di sebelah barat, kalau di kota biasanya tertutup gedung-gedung tinggi, belum lagi jikalau cuaca mendung berawan menambah sulitnya menemukah hilal di langit. Belum lagi faktor sinar matahari yang terang ikut mempersulit penampakan hilal pertama di langit. Ingat untuk menentukan apakah keesokan harinya sudah bulan baru atau belum, maka hilal yang terjadi harus sebelum matahari terbenam, jikalau hilal terjadi pada sesudah matahari terbenam, maka bulan baru akan dimulai lusanya.

Yah, begitulah sekedar gambaran betapa ‘ribet’-nya menentukan awal bulan dalam kalender Islam. Namun ada satu hal yang tidak boleh dilanggar dalam penentuan lamanya satu bulan qomariyah, yaitu satu bulan qomariyah tidak boleh kurang dari 29 hari dan tidak boleh lebih dari 30 hari! Jadi satu bulan qomariyah harus antara 29 atau 30 hari!

5 responses to “Bulan dan kalender Islam

  1. wah, seneng tennis……….
    sampe dibelain dini hari melek
    kalender islam emang punya ciri tersendiri….

    ____________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. habis memang suka tennis dari sononya.πŸ˜€

  2. Begitulah Islam. perbedaan pendapat adalah rahmat. Islam tidak melarang akan terjadinya perbedaan, karena kemampuan orang menrima suatu permasalahan berbeda. Hanya saja saya sarankan agar keputusan Ulil Amri juga harus diperhatikan, kalau mau Islam bersatu.

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali,perbedaan adalah rahmat. Namun perbedaan juga perlu dikelola agar umat Islam tidak terpecah-belah….πŸ™‚

  3. trus bulan qomariyah itu bulan apa saja ?

    dan klo dikonversikan ke bulan masehi,bulan apa saja ?

    penasaran nih

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Bulan-bulan qomariyah itu bulan-bulan Islam yaitu: Muharram, Syafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijah.

    Mengkonversikannya ke bulan Masehi tidak bisa kita asosiasikan satu-satu atau satu bulan qomariyah dengan satu bulan masehi karena tanggalan qomariyah setiap tahun selalu bergeser 11 – 12 hari terhadap tanggalan Masehi.

  4. ada perbedaan pendapat antara nenek dan ibu tentang bulan kelahiran saya tahun hiraiyah dan kabisat, nenek saya katakan bulan syawal sedang ibu katakan bulan rabiul awal, terima kasih dan mohon bantuannya mas

  5. saya ingin mengetahui bulan dan tahun Islam keahiran saya buat mengetahui perjalanan hidup saya bak ekonomi dan goncangan rumahtangga saya setahun terakhir ini sangat berantakan mas, terima kasi sebelumnya dan apa yang harus saya perbuat untuk merobahnya,,,tolong saya mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s