Promosi dan Diskriminasi Homoseksualitas (?)

Yang baca judul di atas ini, ini bukan promosi dan diskriminasi di perusahaan ataupun masalah politik. Tapi ini tentang……. homoseksualitas! Lho? ada apa emangnya? begini….

Kemarin pagi saya mencoba untuk blogwalking di blog-blog internasional mencoba untuk ‘meninggalkan jejak’ berupa komen2 di beberapa blog guna mulai ‘mempromosikan’ blog saya yg berbahasa Inggris. Nah kebetulan saya mendarat di sebuah blog yang sepertinya tengah mempromosikan homoseksualitas di tengah2 masyarakat Eropa. Sepertinya penulis blog itu orang Belanda deh. Meskipun saya tidak meninggalkan komen di blog itu tapi ada beberapa hal yang menarik di sana (dan saya baru tahu) mengenai beberapa negara Eropa yang sudah mengizinkan pernikahan sesama jenis (secara hukum) di antaranya Belanda, Belgia dan Spanyol. Di situ juga dikatakan bahwa banyak gereja2 di Eropa yang ‘tunduk’ dengan peraturan pemerintah yaitu dengan bersedianya mereka menikahkan pasangan2 sesama jenis untuk melakukan pernikahan. Rupanya memang sudah banyak masyarakat Eropa yang menganggap homoseksualitas sebagai hal yang biasa dan bukan merupakan penyimpangan (mungkin ada juga masyarakat Indonesia yang berpendapat seperti itu juga).

Nah, karena ini blog saya, maka izinkanlah saya mengutarakan pendapat saya tentang homoseksualitas terutama masalah bagaimana sebaiknya perlakuan kita terhadap mereka. Hmmm pendapat ini mungkin ‘tidak ilmiah’ atau mungkin terkesan ‘kurang religius’ tapi ya tak mengapa semua bebas berpendapat, karena ini memang merupakan pendapat dari hati nurani dan rasionalitas saya. Jadi maafkanlah atas keterbatasan2 saya sebagai manusia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa menurut agama (dalam konteks ini Islam, seperti agama yg saya anut) homoseksualitas merupakan dosa besar. Itu tentu saya setujui 100%, karena itu merupakan kata-kata Allah swt. Saya tidak akan membantah hal itu tentu saja, karena walaupun saya bukan pemeluk Islam yang terlalu taat namun soal kepercayaan saya terhadap adanya Allah swt adalah 100%. Tapi menurut saya tentu itu adalah urusan mereka dengan sang Khalik. Hanya sang Khaliklah yang berhak memvonis mereka bukan kita. Menurut saya, memang mempromosikan homoseksualitas sebagai sesuatu yang normal memang merupakan sesuatu yg sangat absurd, namun sayapun tak setuju kalau kita ikut2an memvonis mereka dengan mendiskriminasikan atau mengucilkan mereka dalam pekerjaan, karir dan juga kehidupan sosial sehari2. Urusan dosa itu mah urusan mereka dengan Sang Pencipta, toh kalau mau dibilang dosa besar, menurut agama (yg saya anut: Islam), orang yang kafir adalah orang2 yg berdosa paling besar, tapi apakah kita juga berniat untuk mendiskriminasikan mereka juga? Nggak kan? Lantas, apakah kita jijik dengan mereka yang tingkahnya ‘aduhai’ itu? Nah, itulah! Saya juga menyerukan kepada kaum homoseks untuk lebih mengontrol diri! Hormatilah kaum heteroseks, jangan asal mengumbar nafsu saja, karena memang kita harus saling menghormati satu sama lain. Menurut saya, seharusnya selain kita menghilangkan diskriminasi berdasarkan suku, ras, bangsa dan agama, diskriminasi terhadap orientasi seksual dan juga cacad tubuh harus pula dihilangkan terutama (yang paling utama) dari mindset kita. Nilailah mereka seobyektif mungkin. Jikalau mereka cacad tubuh, nilailah kemampuan mereka sesuai dengan kapasitas mereka. Begitupula dengan kaum homoseks nilailah mereka bukan hanya dari sudut orientasi seks mereka. Homoseksualitas menurut saya memang sebagai (maaf bagi kaum homo) keabnormalan atau ‘kekurangan’ namun seharusnya itu bukan jadi masalah kalau mereka bisa mengendalikan diri mereka sendiri sehingga kita tidak perlu ‘mengucilkan’nya dan merasa jijik. Toh bicara masalah keabnormalan apalagi kekurangan, kita semua adalah makhluk yang tidak sempurna dengan kekurangan dan kelebihan masing2. Hanya Allah swt lah yang maha sempurna.

Iklan

11 responses to “Promosi dan Diskriminasi Homoseksualitas (?)

  1. KAWIN (sebutan dari Nikah) dengan sesama Jenis, Huh.. Dunia sudah bubrah. Dan itu jelas2 tidak diperbolahkan didalam Agama (yang sana anut) ISLAM. Dosan Besar. Tujuan dari sebuah pernikahan kan Keturunan dan mengikuti Sunah. Lha kalau Sesama Jenis Gimana..?
    Budaya Luar memang seperti itu, selalu membolak-balikan kata.. Yang benar jadi salah.. sedangkan yang salah bisa menjadi benar. Yang salah kalau di ekpose terus menerus akhirnya menjadi biasa (padahal itu salah), dan budaya kita maksud saya Indonenesia biasanya budaya adopsi dan ikut2 an. Asal Comot.
    Pernah saya baca di sebuah BLOG tentang Seorang Guru yang Melakukan Penelitian antara Salah dan Benar. Begini :
    Guru tersebut berdiri di depan kelas tangan kanan memegang Kapur dan tangan kiri memegang Penghapus. Setiap Guru Mengangkat tangan Siswa harus menyebutkan yang dia pegang.
    KANAN – KAPUR
    KIRI – PENGHAPUS
    Dan guru tersebut membuat percobaan dengan kebalikannya. Setiap Guru Menggangkat Tangan KANAN, siswa harus Bilang PENGHAPUS dan Kiri KAPUR.
    Awalnya Siswa Susah menyebutkannya. Tetapi karena Seringnya diulang2 dan di coba akhirnya Terbiasa, dan sangat lancar menyebutkannya.
    —————————–
    Walah… panjang benget ya..?
    Kembali ke Pokoknya, jadi kesimpulannya begini.. Sesuatu yang SALAH dapat dikatakan benar jika selalu di ekpose melelui Media secara terus menerus, dan akhirnya masyarakat menjadi terbiasa yang salah adalah benar.
    Begitu juga dengan KAWIN SESAMA JENIS… Bisa2 menjadi biasa dan tidak tabu di mata masyarakat kita…
    BAHAYA.!!! KAN?
    Akan muncul AKTA Serang Anak dengan orang tua KARMAN dan KARMIN – PAINEM dan PAINAH. Gak Jelas…!

  2. Terima kasih RivaF atas analoginya yang bagus. Memang apa yang salah atau dosa tetap saja salah atau dosa, tidak akan pernah bagus yang tadinya salah sekarang menjadi benar! Apalagi kalau itu sudah ditetapkan oleh Allah swt. Apalagi masalah homoseksualitas sampai dinikahkan wah itu memang sudah menyimpang. Tapi titik berat saya di sini adalah perlakuan kita terhadap mereka. Apakah kita akan mendeskriminasikan mereka, terlepas dari masalah ‘dosa besar’ mereka? 🙂

  3. Di US Army kabarnya kaum homoseksual itu sulit mendapatkan promosi.

  4. Wah, menarik tajuknya,saya setuju pandangan rivafauziah bila masyarakat sudah biasa dengan perkara sedemikian maka perkara/perbuatan tersebut tidak lagi menjadi pelik dan buruk pada mereka serta menjadi kebiasaan. Bila sudah menjadi kebiasaan makan lihatlah nanti natijahnya.

    Persoalannya kenapa masyarakat hari ini terutama remaja mudah terikut-ikut perkara yang tidak baik untuk dilakukannya. Pada saya ibubapa perlu membentuk jati diri dan minda yang cemerlang untuk mendidik anak-anak agar mampu menangkis segala keburukan dari mempergaruhi dirinya. Lantas mampu melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan keluarga maka tidaklah timbul isu homoseksual dalam masyarakat kita terutama orang muslim. Tkasih

  5. @calupict

    Nah itu dia, mungkin itu yg dinamakan diskriminasi yg tdk obyektif, however the US (let alone the US army) has NEVER been a perfect place!

    @dr aura
    Memang palang utama guna mencegah terjadinya ‘hal2 yg tdk diinginkan’ dalam keluarga adalah ibu bapak dalam mendidik anak2nya. Namun bagaimanapun juga sebaik2nya ibu bapak mendidik anaknya masih mungkin terjadinya celah untuk ‘hal-hal yg tidak diinginkan’, seiring jalannya waktu!

  6. Dalam dunia hewan, setahu saya tidak ada yg namanya homo atau lesbian. Semua memiliki daya tarik jantan dan betina di dalam seksualitas. Sorry yah kalo salah, maklum orang awam… hehehe

    Jadi sepatutnya, kalopun terjadi pada manusia, maka deviasi itu terjadi terlebih dahulu dari pemikiran (karena kalau perasaan, terdapat pula pada hewan).

    Kalau sumbernya adalah pemikiran, maka proses tersebut tidak dibawa dari lahir. Namun dari proses interaksi dengan lingkungan setempat.

    Salah satu yg diperlukan utk mencegah salah jalan, pendidikan yang baik dan tepat waktu.

  7. Betul bang Rudy. Tapi dengan bang Rudy mengatakan bahwa sifat homo/lesbian berasal dari pemikiran (yg khas manusia!), mudah2an bang Rudy tidak bermaksud mengatakan bahwa sifat homoseksualitas itu bersifat lebih maju dan manusiawi! Hehehehe…!

  8. @pak rudy :

    Mungkin memang tidak ada hewan yang homo pak, tapi setahu saya ada hewan yang suka ganti kelamin.. kalo gak salah bekicot ya? dan setahu saya saya paling sering NGINJEK BEKICOT sampe mati kalo dikebun…

  9. @blackclaw + @Socrates Rudy Sirait

    Waduh mudah2an jangan berantem di sini nih! :-S

  10. menurut saya,
    homoseks ada yg dikarenakan karena kelainan hormonal sejak lahir dan karena lingkungan…..
    jangan cuma berpikir dari sudut pandang kita saja,
    jangan pikir mereka semua itu orang dosa…

    hewan juga ada yang homoseksual…, burung parkit misalnya, tapi tidak semua, saya pernah menemui kasus ini…

    dalam kasus bekicot (gastropoda) bukan berganti kelamin tapi berkelamin ganda (hermaprodyte),
    nah yang suka nginjek2 Bekicot itu yang berdosa (hehehe…),

    • Mengenai dosa apa nggak, kita tidak tahu. Yang penting adalah selama di dunia kita saling menghormati. Kita menghargai hak2 kaum homoseksual untuk tidak dikucilkan, mendapat pekerjaan yang layak, dsb. Namun kaum homoseksual juga perlu menghormati lingkungan sekitarnya, misalnya tidak asal colak colek kalau ada cowok ganteng (atau kalau lesbian, cewek kece), tidak main paksa atau menunjukkan gelagat yang “menjijikkan” dsb…

      Yang jelas semua harus saling menghormati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s