Akhirnya aku putuskan……..

Sebenarnya masalah ini sudah mulai aku rasakan 3 tahun yang lalu, aku mulai merasakan kalau aku mulai sulit membaca dari jarak jauh terutama tulisan-tulisan yang sangat kecil. Mula-mulanya aku cuekin aja, karena memang toh tidak terlalu mengganggu aktivitas dan kehidupan saya sehari-hari. Namun beberapa bulan belakangan ini aku mulai merasakan kalau membaca surat kabar atau majalah atau tabloid, whatever, selalu agak silau. Teman-teman sepekerjaanku di kantor bilang mungkin aku butuh kaca mata! Butuh kaca mata?? Wah, itu sebenarnya adalah termasuk hal yang sangat aku hindari!! Namun akupun juga sadar bahwa aku sudah ‘nggak muda’ lagi. Usiaku 2 tahun lagi sudah mencapai kepala 4. Apalagi akhir2 ini aku juga sering di depan komputer untuk blogging, mungkin hal itu juga sangat berpengaruh dalam menurunkan daya pengelihatanku.

Temanku yg bekerja di optik mengatakan sebaiknya mataku diperiksa dan kalau perlu mulailah memakai kacamata! Sebabnya kalau tidak dari sekarang, mungkin nanti akan bertambah parah, begitu ‘ancam’nya. Kalau misalnya tak suka pakai kacamata, ya, ada soft/contact lens, tapi ya resikonya itu harus rajin-rajin membersihkan contact lens-nya! Jangan sampai contact lens-nya nanti menjadi sarang bakteri dan kuman-kuman lain yg bisa menginfeksi mata kita! Kalau sepuluh tahun yg lalu, mungkin aku akan menolak kalau disuruh pakai kacamata, selain karena sedikit banyak akan mengganggu pekerjaan, juga dulu saya mempunyai persepsi (yg salah, tentu saja!) bahwa jikalau kita memakai kacamata akan menjadi tampak tua dan culun! (Padahal barangkali tanpa kacamatapun tampangku udah culun! Hehehehe!). Namun kini akhirnya saya sadar bahwa kesehatan mata adalah nomer satu, dan tentu saja harus menjadi prioritas utama.

Nah, untuk itu kuputuskan Sabtu lalu untuk memeriksakan mataku di dokter mata. Ternyata setelah diperiksa-periksa nggak tahunya udah lumayan juga mataku udah hampir minus 2. Agak kaget juga aku. Ya udah, akhirnya aku putuskan untuk memilih frame kacamata dan aku juga membeli contact lens sekalian. Ternyata frame-frame kacamata sekarang lumayan bagus, meskipun aku lebih suka model-model yang agak konservatif dengan frame yang tipis. Setelah aku menjatuhkan pilihanku pada satu frame yang harganya nggak terlalu mahal (kalau yang mahal nggak mampu beli), aku coba dan melihat di kaca, lumayan juga tampangku jadi lebih berwibawa jadinya (daripada nggak ada yg muji mendingan muji sendiri deh hehehe…). Yang agak rese pas waktu mau coba contact lens-nya, pertama-tama rasa-rasanya takut kecolok ini mata! Namun akhirnya setelah latihan 2 hari udah lumayan bisa memakainya. Ya akhirnya aku putuskan kalau lagi kerja atau beraktivitas saya memakai contact lens sedangkan kalau lagi di rumah atau santai saya menggunakan kaca mata, meskipun belum biasa memakai kacamata, rasanya kok seperti ada yang mengganjal di hidung begitu dan juga melihatnya agak-agak pusing sedikit jadinya masih sering dilepas-lepas itu kacamata. Tapi itu wajar kalau baru pertama-tama pakai kacamata pasti agak pusing dan agak nggak enak di hidung, begitu kata dokter matanya. Ya udah deh, nggak apa-apa, mudah2an cepat terbiasa ya!

Iklan

12 responses to “Akhirnya aku putuskan……..

  1. aku juga pernah ngalami hal seperti itu. untungnya sekarang bisa lepas dari ketergantungan pada kacamata/contact lens. salah satunya berkat ngikutin nasehat, sering-sering melihat ke horizon yang jauh, melihat yang seger2, dan banyak makan buah.

  2. Jika sudah masuk usia 40 tahun, biasanya mata akan otomatis plus sebagai tanda memasuki usia 40. Biasanya cuma + 0.25 jadi ga terasa. Kalau sudah + 1.00 terpaksa pake yang bifocus.

  3. Wah kalau dihitung pakai rumus fisika (maaf kalau saya lupa), berarti jarak pandang terjauh Pak Yari ini adalah 1/2 meter alias 50 cm (mata minus 2)…. (kata dokternya begitu engga Pak..?). 😀

  4. saya minus 1 di kiri dan minus 2 di kanan, jadi kalau nggak pakai kacamata susah melihat orang, tapi kalau ada mojang nu geulis mah tetap aja katingali kang

  5. jadi skrg udah bermata 4? 😀

  6. @bumisegoro:

    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya, dan juga terima kasih atas nasihatnya, akan saya coba laksanakan, mungkin minimal bisa mengurangi begitu ya?

    @erander:

    Terima kasih juga mas erander. Iya saya percaya apa yg dikatakan mas erander. Mas erander pakai kacamata + kalau baca?

    @mathematicse:

    Hahaha…. kalau begitu kamu saja mungkin lebih cocok jadi dokter matanya karena bisa memberikan data lebih rinci. Hehehehe… 😀

    @Anggara:

    Waduh, nyebut kang nyebut! Inget istri kang! Istri lagi hamil kok hayangna ningalian nu geulis-geulis sih kang! Hehehehe….

    @enPe:
    Hehehe…. biar mata udah empat tapi mata saya belum tentu lebih awas ya bu! 😀

  7. Saran Bumisegoro sepertinya mantap tuch Pak, beberapa teman saya juga sekarang tidak memakai kacamata lagi dan juga tidak pakai softlens

  8. mana foto pake kacamatanya.
    btw security koq blogging… sempat2 yah….pake komputer lagi, hehehehe 🙂

  9. @deking:

    Iya deking, saran2 bumisegoro di atas merupakan saran yg bagus! Tentu akan saya pertimbangkan dan saya coba. Minimal mungkin bisa mengurangi ya!

    @arul:

    Nanti deh kalau difoto lagi, mudah2an nggak lupa pakai kacamatanya. Memangnya security nggak boleh blogging dan pakai komputer ya? Ya sempatlah… blogging cuma sambil lalu saja dan cuma beberapa menit dan ada fasilitas komputer yg terhubung internet terus. Btw pertanyaannya salah tuh, aturan pertanyaannya, lho kok security bisa lebih ‘canggih’ dari mahasiswa ITS sih? Hehehehe… nggak deh becanda! 😀

  10. Saya kalau baca ga pake kacamata. Cukup kacamata minusnya saya copot. Trus, baca deh. Tapi kalo lagi pake soft lense, ya agak susah. Mesti baca jarak jauh.

  11. @bumisegoro
    ngeliat yang seger2, di bandung mah loba nu seger mah kang yari, apalagi kalau minggu ngararumpul dina lap gazebo…ha…ha…ha….

  12. @erander
    Wah keren juga mas erander udah 40an, matanya masih kurang dari +1.00, sip deh! 🙂

    @anggara
    Wah! Kang Anggara, ngerasani wong iki hehehe…. (lha kok jadi boso jowo!) 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s