Salesman gigih tapi geblek!

Tentu saja posting ini bukan untuk menghina para salesman/salesgirl yg sudah bekerja keras membanting tulang untuk mendapatkan customer/client. Karena memang pekerjaan salesmanship tentu merupakan pekerjaan yg mulia dan sebagai ujung tombak dalam memasarkan produk. Tapi kita juga tidak menutup mata bahwa seringkali kita menemukan salesman yang menyebalkan! Tentu sebagian dari anda pernah mengalami apa yg saya alami berikut ini. Kita sedang enak jalan-jalan dekat mal atau plaza tiba-tiba didekati oleh salesman, yang pura-puranya ingin menawarkan gratis barang dagangannya karena lagi masa promosi. Ada juga variasi yang basa-basi harus menjawab pertanyaan kuis. Kalau bisa dijawab akan ‘diberi hadiah’ barang dagangannya. Kebetulan saya waktu itu ‘ditawari’ jam tangan digital (palsu) merk Ferari, yang katanya nanti kalau dijual di toko2 harganya bisa mencapai Rp 2 juta,- padahal saya tahu jam digital murahan seperti itu harganya nggak sampai Rp 50.000,-. Karena waktu itu barang dagangan yg ditawarkan adalah jam tangan maka saya waktu itu juga dikasih pertanyaan kuis mengenai jam tangan. Pertanyaannya adalah: Negara mana yang pertama kali menciptakan jam tangan?? Karena waktu itu aku lagi malas (karena udah tahu dia maksudnya apa) dan aku juga nggak tahu negara mana yg pertama kali menciptakan jam tangan, aku jawab aja asal2an: Mesir Kuno! Eh, nggak tahunya jawabanku dibenerin! Sambil menjabat tangan saya, si salesman bilang: “Selamat anda telah memenangkan kuis, untuk itu anda akan mendapatkan gratis jam tangan ini!” Gratis? Eits! Nanti dulu! Ujung-ujungnya pasti disuruh bayar “biaya administrasi” atau “biaya pajak”, atau apapunlah yg sebenarnya seharga jam tangan itu! Tak usah yaw! Emangnya gue goblok, gampang ditipu?

Ada lagi, mbak-mbak cantik ‘penjual’ minuman kebugaran dengan semangat 45-nya menjelaskan panjang lebar mengenai khasiat minuman tersebut, pada waktu ia sampai menerangkan isi minuman tersebut dikatakannya bahwa minuman tersebut lengkap vitaminnya mulai dari vitamin A hingga vitamin F! (saya baru dengar seumur2 yg namanya vitamin F!), setelah saya cek komposisinya ternyata yg ada hanya vitamin B1, B2, B6 dan vitamin C. Setelah saya tunjukkan kesalahannya si mbak itu hanya cengar-cengir kuda sambil dengan polosnya berkata “O iya, maaf pak, habisnya saya nggak ngerti bahasa Inggris, sih!” (informasi komposisi di kemasannya ditulis dalam bahasa Inggris).

Ada lagi juga mas-mas penjual modem Telkom Speedy (walaupun akhirnya koneksiku yg sekarang ini pakai Telkom Speedy), yg bersemangat menjelaskan kepada saya apa itu ADSL dan Telkom Speedy. Di akhir2 penjelasannya si mas2 itu dengan membual (dan sedikit meremehkan saya) mengatakan bahwa Telkom Speedy ini adalah kualitas dunia dan terus mengatakan bahwa saya pasti belum pernah surfing di Internet secepat ini! Karena sedikit kesal langsung aja saya buka kartu! Kata saya, “Mas, di Singapura, SingNet udah pakai ADSL2 yang kecepatannya bisa 10Mbps” Melihat saya nggak mudah ‘dibohongi’ lantas si mas2 itu berkata: “Wah pak, jangan dibandingin sama Singapur dong, ya jelas kalah kita!” Lha! tadinya dia bilang Speedy ini kualitas dunia, kalau nggak mau dibandingkan dengan Singapura, lantas kualitas dunianya, dunia yg sebelah mana???

Yah begitulah sebagian kisah-kisah ‘menarik’ saya dengan para salesman/salesgirl. Saya puji semangatnya yg menggebu2 untuk menggaet pelanggan, tapi mudah2an gebleknya jangan menggebu2 juga ya! Salah-salah nanti malah disangkanya menipu lagi yg pada akhirnya akan merusak sendiri citra dari profesi salesman/salesgirl!

Iklan

16 responses to “Salesman gigih tapi geblek!

  1. mmhh.. rata2 salesman/salesgirl emang gitu kan..
    yang selalu memperlihatkan senyum dan keramahan yang bahkan rasanya terlalu berlebihan..
    saking ramahnya, gw ampe takut tiap kali ada sales yang ‘terlalu bersemangat’ mempromosiin barang dagangannya.. hehe. 😀

    regards,

  2. Alhamdulilah, termasuk orang yang jarang didekati sales. mungkin karena wajahnya cuek dan judes kali ya 😛

  3. Sama dong! Tapi saya mungkin karna muka Napi, jadi pada tau saya kere dan ga beduit…

    =))

  4. @rickisaputra
    Iya memang betul ricki senyum dan keramahannya berlebihan, justru itu dibalik senyum dan keramahannya terletak ‘sedikit pemaksaan’ yang menyebalkan! 😀

    @senja
    Ajarin dong gimana caranya bermuka cuek dan judes! 😛 😀

    @blackclaw
    Lengkap pake baju compang-campingnya ngga? hehehe…. 😀

  5. Hehehe… pengalaman yang menarik, lucu banget Pak.

    Kalau saya sih pernah juga ditawari and berusaha digaet oleh para salesman/salesgirl kayak gituan.

    Karena mereka ramah banget ke saya, tak kuasa saya pun berusaha berperilaku lebih ramah lagi ke mereka. Saya dengerin penjelasan mereka, saya ikutin tawaran mereka (lihat-lihat barang yang mereka tawarkan). Namun, karena dasarnya saya ga ada niat membeli, saya pun dengan ramah dan jujur mengatakan bahwa saya ga punya uang untuk beli uang mereka. Ya akhirnya, mereka pamit ngeoloyor begitu aja. Saya cuma bisa mempersilakan mereka pamit dari hadapan saya. 😀

  6. Ralat: tertulis “… untuk beli uang mereka.” Seharusnya “… untuk beli barang yang mereka tawarkan.” Maaf 😀

  7. Yah! Itulah salesman kita! Hanya ingin keuntungan sesaat, tidak mau membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan/calon pelanggannya. Sehingga kesannya meninggalkan nama buruk. Kalau kita ‘nggak punya duit’ langsung ditinggal, padahal sekarang nggak punya duit siapa tahu besok2nya kita banyak duit, ya nggak? 😀

  8. Ya.. namanya juga salesman / salesgirl – demi target yang harus dicapai, apapun dilakukan. Bahkan sampai menjarah ke perkampungan dan perumahan. Ada kejadian yang aneh dan sangat lucu. Critanya Promosi Promosi PLN dengan penghemat Listrik. Ada Kuis Kata – Jika nama kita ada salah satu huruf di dalam kata tersebut kita dapat diskon 65% (wow diskon yang menggiurkan)
    Tapi harga dipasaran jauh lebih murah dari pada yang ditawarkan sales tadi..

  9. saya kalo ada tamu yg tampangnya “menggambarkan” salesman, malas buka pintu jadi mereka bosan pencet bel trus ngacir sendiri, huahaha..

  10. @Rivafauziah

    Sepertinya para salesman/girl sudah dilengkapi 1001 cara untuk ‘menipu’ calon pelanggan/pembelinya ya? Luar biasa!! 😀

    @eNPe

    Hehehe…. tapi saya paling tak tahan tuh kalau ada suara bel pintu terus2an dipencet…. kupingnya rasanya risih 😀

  11. Nah itu semakin banyak tinjauan kritis macem blog ini.. lama2 orang 2 yang mau jadi sales akan berpikir 2 kali dengan cara yang sama …

    mudah2an indonesia berubah..

  12. @ solusihemat

    Betul sekali, sebagai seorang salesman/girl harus difikirkan cara2 yang lebih jujur dan pintar, agar dalam jangka panjang tidak merugikan si salesman/girl itu sendiri. Terima kasih ya! 🙂

  13. jgn menghina …!!! aku mbahe salesman..!!!..emosi aku…!!!

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Daripada marah dan emosi, mendingan tunjukkan bahwa salesman itu bisa jadi orang baik, dan bukan hanya pandai merayu dan “membohongi” konsumen seperti pengalaman saya di atas. 🙂

  14. Pekerjaan yang paling berat dan sangat menantang untuk ditekuni ya salesman itu pak.
    Salam kenal ya…

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Betul…. apalagi salesman untuk produk yang belum dikenal. Kalau untuk produk yang udah dikenal sih gampang, karena konsumen yang banyak datang kepada produsen. Namun bagaimanapun juga, jadilah salesman yang profesional, gigih boleh saja dan bahkan diwajibkan, tetapi jauhkanlah sikap “menipu” yang kini banyak diterapkan pada salesman-salesman jalanan…..

    Terims ya telah mampir di blog saya dan salam kenal juga…. 🙂

  15. Salesman itu pekerjaan mulia selama ga nipu..setuju..?????

    • Ya…. setuju sekali….. Pekerjaan yang halal selalu mulia, yang menyebabkan pekerjaan menjadi ‘tidak mulia’ adalah oknum2nya yang merusak kemuliaan suatu profesi. Menipu adalah salah satu yang menyebabkan sebuah pekerjaan yang mulia terlihat menjadi seperti hina…… Ok. Terims ya atas komennya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s