3.5G, Cable Internet atau ADSL?? Bingung!

Akhir-akhir ini aku selalu ‘diganggu’ oleh (lagi-lagi!) salesgirl dari salah satu operator TV kabel di kota Bandung yaitu Megavision. Sebenarnya aku sudah berlangganan TV kabel pesaing Megavision di kota ini yaitu Fasindo. Dari segi channel-channel televisi yang ditawarkan sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh. Di Megavision menangnya ada HBO Signature sedangkan di Fasindo ada Hallmark Channel. Ada yang berpendapat HBO Signature lebih bagus daripada Hallmark Channel, tapi bagi saya nggak jadi masalah, toh HBO Signature sebenarnya juga banyak pengulangan dari channel HBO-nya sendiri. Jadi aku fikir ya sudahlah biarkan saja. Tapi yang bikin aku tertarik adalah penawaran Cable Internet dari Megavision yang provider-nya katanya diselenggarakan oleh IM2 dari Indosat yang katanya speednya bisa melebihi Speedy yaitu 512kbps dan biaya langganannyapun relatif murah yaitu Rp. 350.000,- / bulan dan unlimited! Berbeda dengan Speedy yang tarifnya memang lebih murah yaitu Rp.200.000,-/bulan ditambah PPn 10% namun dijatah cuma 1 GB quota-nya. Sebenarnya di jaringan TV kabel Fasindo yang aku langganan ini juga udah ada Cable Internet-nya juga yang difasilitasi oleh Melsa Cable Net. Tapi biaya perbulannya mahal banget Rp. 700.000,-/bulan meskipun unlimited. Buat orang-orang seperti saya mungkin kantong bisa jebol!

Ada lagi sebenarnya alternatif yaitu lewat jaringan selular 3.5G-nya Indosat yang katanya kecepatannya bisa diatas 2 Mbps. Meskipun aku sudah punya Motorola V3xx yang mendukung 3.5G, tapi noraknya, menurut para salesman Indosat, lebih bagus pakai modem 3.5G daripada pakai HP 3.5G untuk koneksi internetnya. Nggak tahu deh aku dibohongi apa nggak, namanya juga salesman paling-paling dia mengejar target penjualan modem 3.5G-nya! Kelemahan 3.5G ini sebenarnya adalah saya menyangsikan kekuatan signal-nya apalagiย kalau sinyalnya harus menembus bangunan. Soalnya di daerah saya aja sinyal 3G-nya kalau sudah masuk rumah, sinyalnya nggak konsisten, alias nyala-mati terus! Gimana mau menikmati koneksi internet yang stabil?? Kelemahan lainnya juga paket 3.5G ini memakai quota 1 GB, bukannya unlimited!

Bagaimana kalau ADSL? Kalau ADSL (kalau di Bandung masih dimonopoli Telkom Speedy) sebenarnya saya juga udah langganan Speedy, cuma akhir-akhir ini kok jatuhnya selalu di atas 1 GB (gara2 nge-blog terus kali ya!), yang seharusnya bayarnya Rp. 200.000,-/bulan, akhir-akhir ini membengkak di atas Rp. 500.000,-. Lama-lama bisa bangkrut gue. Maklum nggak mampu. Nah, daripada kantong jebol, aku mulai melirik cable Internet Megavision yang unlimitedย  dan cuma Rp. 350.000,-. Tapi soal speed saya masih sangsi walaupun dikatakan bisa 512 kbps, soalnya di Jakarta saja, teman saya langganan Cable Internet pakai jaringan Kabelvision dan Internet Provider-nya Centrin, kecepatannya bolot banget, tidak sampai 128 kbps setelah diukur pakai online modem speedtest.

Sebenarnya aku juga punya pengalaman pahit dengan Speedy, mangkannya aku juga kalau ada alternatif lain yg lebih baik, aku sebenarnya mau cerai dari Speedy. Dulu waktu saya mulai berlangganan Speedy, sinyalnya, yang juga ditunjukkan oleh lampu di modem ADSL-nya, selalu nyala-mati, nggak konsisten, udah berkali-kali di telepon baru solusinya ketemu kira-kira 3 minggu kemudian! Udah begitu customer service Telkom Speedy kadang-kadang asbun alias asal bunyi, yang kadang-kadang malah bikin kesal!

Ya, sebenarnya memang saya sekarang mulai melirik Cable Internet dari IM2 itu yang ditawarkan Megavision, tapi susahnya berarti aku juga harus ganti TV Cable operator-nya juga dong! Wah, rese juga sepertinya. Berarti aku harus ganti TV Cable operator yg udah aku langgani hampir 4 tahun ini. Ah! Nggak tahu deh! Bingung juga jadinya!๐Ÿ˜€

72 responses to “3.5G, Cable Internet atau ADSL?? Bingung!

  1. Hmmmh… ga gampang juga yah cari yang murah,nyaman, sesuai kebutuhan… (ga ikutan bingung ah…)๐Ÿ˜€

  2. Sebenarnya telkom sendiri sudah memberikan alternatif untuk quota tidak terbatas yaitu TELKOMNET INSTAN hebatnya lagi, itu semua tergantung dompet. Hebat kan? Hidup telkom!!!
    (uda de pak, browsing pakek im3 lewat hp tanpa gambar dengan opera mini jamin deeh..)
    *kabur*

  3. Speedy lewat deh, yang pelu di pikirkan paling kabel ato 3,5G, karna itu tergantung quota dan lokasi, jadi mending di test dulu… baru pake.

  4. @mathematicse
    Saya kok jadi mikir… orang kayak saya ini kok maunya murah (kalau bisa gratisan) dan nyaman ya? Maklum nggak bermodal sih! Hehehe…..

    @blackclaw
    Opera Mini lumayan lho…. cuma sayang jarinya pegel kalo pake Opera Mini๐Ÿ˜€

    @raffaell
    Itu dia, kalo cable ditest dulu berarti aku harus langganan minimal sebulan dulu dan harus ganti operator TV kabel๐Ÿ˜ฆ
    Kalo 3.5G, sayangnya quotanya dibatasin!๐Ÿ˜ฆ

  5. Wow unlimited “cuma” 350.000? Kayaknya mantap tuch Pak

  6. @deKing
    Iya, tapi aku harus ganti operator TV kabel dulu. Agak rรฉsรฉ, harus narik-narik kabel lagi๐Ÿ˜ฆ Belum lagi kabelnya diparalel๐Ÿ˜ฆ

  7. pak, aneh ya..kok saya tanya ke megavision, untuk inet plus tv kena 700rb lebih. padahal ktnya tv nya doang rp 180rb. kontaknya ke nomor brp? dengan siapa? thx

  8. @Hermanto
    Saya waktu itu ditelepon oleh salesgirl Megavision,ada internet kabel dari IM2 yang harganya Rp. 350.000,- unlimited. Mungkin yang Rp700.000,- itu yang provider-nya Centrin, mungkin lho. Soalnya Centrin juga menyelenggarakan kabel internet melalui jaringan Megavision.
    Saya sendiri belum beralih ke Megavision dan masih menggunakan Fasindo (internet kabelnya juga mahal), habis mau ganti cable provider, nanti rese ganti kabelnya. Memang sih yang masangin juga orang2 TV kabelnya tapi kan harus disupervisi kalau nggak dia asal2an aja masang kabelnya, nggak rapi.
    O iya, jikalau anda ingin mengetahui lebih lanjut coba saja hubungi Graha Indosat di jalan Asia Afrika, nomor teleponnya saya nggak tahu, tapi mungkin anda bisa mendapatkannya lewat penerangan 108.
    Semoga membantu.

  9. Kalo di Bandung;mevgavision menawarkan 2 paket.
    1.Paket tv kable+internet IM2 128kpbs
    2.Paket tv kable+internet IM2 380kpbs(saya tidak yakin dengan yang yang saya tahu 300 kpbs ke atas ^^)

    yang saya tahu,kalo pake yang 128kpbs biaya totalnya sekitar Rp350.000,- an/bulan.itu yang saya dapet informasinya.

  10. @granado

    Terima kasih ya informasinya. Sangat membantu dan berguna sekali๐Ÿ™‚

  11. sama-sama ^^. sekarang saya sudah mencoba IM2 nya.saya ambil paket yang 128 kpbs.Ternya biaya tv cable nya saja Rp160.000 dan biaya internetnya saja 375.000(sudah termasuk PPN).internetnya sih bisa dibilang lancar.tapi sayang; untuk beberapa daerah tv cablenya agak kurang bagus gambarnya.
    kalou ada yang sudah pasang juga; keep contact ya ^^.saya pengen tau perkembangannya nie. tq

  12. @@granado

    Wah. Sekali lagi terima kasih banyak lho atas informasinya. Jadi pengin beralih ke Megavision nih.๐Ÿ˜€

  13. Kalo saya sudah pasang megavision hampir 2 tahun dibundling dengan internet dari centrin … memang mahal sih .. biaya internet 540rb/bln speednya dapet di 384 kbps .. lumayan cepat sih .. kali kabel tvnya cuma bayar 130rb …

  14. Pak, kalau indovision bisa buat internet ngak ya?

  15. @Indra

    wow murah juga ya? konstan nggak speednya 384 kbps? Kalau cuma turun2 sedikit mah lumrah sih๐Ÿ˜€

    @ronaldo

    Indovision itu kan TV satelit yang pakai parabola itu kan? Kayaknya yang itu nggak bisa deh. Yang bisa hanya baru TV kabel.๐Ÿ™‚

  16. saya dulu anti banget TV Cable (karena ga pernah nonton film kali ya), tapi setelah ada recomend dari teman, M2 Via Megavision koneksinya manntabbb, saya coba reg TV Cable Megavision + internet 380 Kbps nya, dan ternyata bener wuzz… wuzz..wuzz….. kuenceng sekali koneksinya, dari 5 isp yg pernah saya pake… baru satu ini saya merasa puas, selain Bandwidth nya stabil, linknya juga stabil, nyaris ga pernah ada masalah link, seperti yg sering dialami oleh koneksi internet wireless. sudah kenceng, murmer lagi.

  17. @ Andrie

    Emang 5 isp apa aja? Kok banyak sekali? Semuanya cable atau ada yang dial-up?๐Ÿ˜€

  18. Dear temans,
    Kenapa kalian gak coba aja pake fasilitas koneksi fastnet lewat kabel vision lumayan murah lho cuma 99.000 perbulan unlimited lagi.
    kecepatan 384 kbps .. lumayan stabil. download bisa 40 -50- kbps

    Yang penting adalah daerah kalian sudah dimasuki jaringan kabel vision itu aja kok .. gampang dan murah.

    Mudah2an info ini berguna.

    Inge

  19. Kalian bisa cek di http://www.firstmedia.com

    ini daftar harga untuk internet nya, saya copy dari http://www.firstmedia.com

    Product Name Speed in kbps Cable Modem Instalation Fee Price

    FastNet 384 up to 384 kbps Not Provided Free Rp 99.000
    FastNet 512 up to 512 kbps Not Provided Free Rp 195.000
    FastNet 768 up to 768 kbps Provided Free Rp 295.000
    FastNet 1500 up to 1500 kbps Provided Free Rp 595.000
    FastNet 3000 up to 3000 kbps Provided Free Rp 1.195.000

    kalian bisa cek juga apakah alamat kalian ada dalam lingkup coveragenya.

    Mudah2an berguna

    salam

    Inge

  20. @ Inge/Inge Sigarlaki

    Terima kasih atas infonya ya!

  21. hello,

    saya mo pindah dari seattle ke bandung dan saya lagi nyari internet yang berkecepatan tinggi untuk di daerah bandung di resor dago pakar. butuh yang reliable min 512kbps untuk kebutuhan tlp keluar negeri, saya menggunakan vonage service melalui voip. minta tolong dong, provider mana yang reliable?

    terus kalo ada saran cara terbaik dan murah untuk komunikasi telepon keluar negeri?

    makasih banyak.

    yani

  22. @ Yani

    Hello juga,

    kalau di Bandung, anda ingin internet berkecepatan tinggi mungkin anda bisa memakai provider Centrin (jaringan TV kabel Fasindo), atau dari IM2 Indosat (jaringan TV kabel Megavision) atau anda juga bisa memakai 3.5G Network Indosat.

    Kalau VOIP unlimited plan seperti Vonage, di Bandung saya rasa belum ada ya. Karena Vonage mungkin baru hanya ada di AS, Kanada dan Inggris. Meskipun sudah banyak sekali VOIP di Indonesia namun mungkin belum ada yang unlimited plan. Jadi maaf setahu saya belum ada yang unlimited plan.
    Namun mungkin dengan Yahoo! voice call worldwide, dengan membayar sedikit uang per menit anda bisa melakukan percakapan internasional ke seluruh dunia. Tapi itu juga tarifnya per menit, bukan unlimited.

    Terima kasih kembali.

  23. hi yari!

    Terima kasih yah info nya!
    Tahun depan saya akan pulang ke indo and coba berlangganan ke fasindo atau megavision. mudah mudahan bisa berjalan lancar.

    thanks again!!!

  24. @ Yani

    Terima kasih kembali. Mudah2an anda sukses di negeri orang dan kembali dengan selamat di tanah air.๐Ÿ™‚

  25. Mata saya agak sakit membaca tulisan anda di ini, saya kira karene perpaduan warna teks dan background yang kurang tepat buat saya.

    Saya terpaksa membaca karena tulisannya menarik ..๐Ÿ™‚

    __________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Memang betul kang Asep, saya perhatikan memang di beberapa monitor terutama monitor yang jadul (zaman dulu), entah kenapa, warna putihnya kurang kontras dengan latar belakang hitamnya. Kalau dengan monitor baru atau zaman sekarang, apalagi monitor yang LCD kebanyakan sudah tidak ada masalah. Tetapi mudah2an tulisan di blog ini masih dapat terbaca oleh kang Asep, meski harus olahraga mata sedikit. Hehehe…. Terims ya kang Asep sudah datang ke blog saya.๐Ÿ™‚

  26. Gw punya solusinya!!!!!kalo lo ga mau kejeblosan bayar speedy gw punya produk dari quasar yaitu mobilequ internet mobile dg akses GPRS/3G/HSDPA murah ko…….
    registrasi di awal cuma Rp. 385.000 sudah termasuk langganan bulan pertama berikutnya cuma Rp.330.000 saja

    UNLIMITED lagi……..kalo mau hubungi gw 92643489

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Terims ya atas informasinya….. ini unlimited kan ya??๐Ÿ™‚

  27. Kalo indosat megavision yang 384 kbps dishare untuk beberapa pelanggan yah ?
    Dan tingkat ratio nya 1: berapa ?
    Thanks๐Ÿ˜€

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Di-share hanya untuk 1 terminal dan uploadnya sepertinya 64 kbps.

  28. 384 kbps IM2 via Megavision, mulai feb 08 lemot banget, ga pernah sampe ke 384 k, mo jam 3 subuh pun tetep cuma dapat 100 kbps, payahhh sekali, kalo komplen jawabannya tetep itu2 aja…, not recomend deh pak IM2 via megavision…….

    _____________________________________________

    Yari NK replies:

    Terims atas infonya ya.๐Ÿ™‚

  29. Mas coba deh koneksi pake mentari, time based kok asal usernamenya di isi indosat@durasi, kalo ngga salah 160/menit,lumayan kencang kok, up to 2 mb.

    btw jadi pake inet megavision nya ?
    kalo dah jadi tolong di share review nya yach๐Ÿ™‚, karna saya ada niat mau masang juga

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau saya kini IM2 ambil yang HSDPA, di tempat saya lumayan bagus kecepatannya berkisar 400an kbps memang masih jauh dari maksimal yang dijanjikan yaitu 3.6 Mbps tetapi sudah lumayan lah. Kata andrie di atas kecepatan IM2 Megavision sekarang menurun tuh! Entah kenapa?? ๐Ÿ˜ฆ

  30. Pengalaman sy pake paket gprs indosat di kombinasi ama opera mini yg bisa mengkompresi halaman web memang cukup memuaskan tapi sayangnya layar hp ku terlalu kecil.. Sejauh ini setiap mg buka email 5 kali, baca blog 3x seminggu gak abis 150 mb… Trs cpt juga kok…

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Menurut saya yang optimal sih IM2 3.5G, kalau di tempat saya cukup cepat lebih cepat daripada Speedy. Mungkin patut anda coba juga di daerah anda!๐Ÿ˜€

  31. tolong info harga paket &daftar acara megavision dan fasindo
    atau alamat websitenya

    …acara favorit saya: asian food channel
    apa ada ya?
    trims

    ____________________________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau TV kabel di Bandung ngga ada paket2an semua seragam Rp. 198.000,- per bulan sudah termasuk PPN. Sudah lengkap semua termasuk channel2 olahraga dan channel2 film seperti: HBO, HBO Signature, Cinemax, Star Movies dan Celestial Movies. Kalau pakai Indovision atau Astro nggak bisa paket lengkap seperti itu di bawah Rp. 200.000,-. Ini bukan promosi tapi kenyataan lho!๐Ÿ˜€

    AFC ada di Fasindo, tapi ya itu, noraknya Fasindo dan Megavision hari gini belum punya website!!:mrgreen:

  32. oh ya
    kalo nyabang itu gimana caeritanya?
    trims

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Buat nyabangin gampang, beli aja splitter buat TV, kabel antena coax biasa dan jack buat antenna-nya, terus sambungin jack ke kabel antennanya, kalau nggak bisa nyambunginnya suruh minta penjualnya aja nyambungin. Kalau splitternya model yang pakai jack juga, ya berarti jacknya harus dua arah, yang ke arah splitter dan ke arah TV. Belinya di pasar Cikapundung aja, di situ banyak splitter yang bagus2 walau agak mahal dikit.๐Ÿ˜€

  33. kalo langganan 1 tv,maks dicabang ke berapa tv ?
    btw illegal ya?

    untuk internet bagus melsa(fasindo) atau centrin(megavision) ya?
    trims

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau katanya operator TV kabel sih illegal, tapi tidak ada tuh atau belum ada tuh dasar hukum yang mengatur atau mengatakan bahwa mencabangi TV kabel itu illegal, dan lagian tidak ada perjanjian tuh bahwa TV kabel tidak boleh dicabangi. Itu sama halnya dengan memparalelkan telepon, apakah itu illegal?? Atau lebih ekstrimnya, teman kita beli surat kabar/koran, kita ingin baca, tapi kalau kita baca koran teman kita tersebut, kita bertindak illegal!! Kan lucu?? Kekhawatiran operator TV kabel akan merugi kalau TV kabel dicabangi sendiri sungguh hal yang sangat sangat lucu dan bodoh menurut saya. Lagipula kalau ia ingin menetapkan bahwa pencabangan TV kabel adalah ilegal, ya dianya harus menciptakan mekanisme sendiri agar TV kabel tidak mudah dicabangi, begitu kan??

    Lagipula menurut saya, justru itulah keistimewaannya TV kabel, bisa dicabangi dan bebas setiap channel memilih sendiri2, tanpa hal tersebut TV kabel jadi kurang daya tariknya. Justru itu yang harus difikirkan oleh para pengelola TV kabel, untung jangka panjang dan bukan hanya memikirkan keuntungan jangka pendek saja. Apalagi di era serba persaingan saat ini, jangan menyusah2kan sesuatu yang sebenarnya gampang dilakukan, sehingga nanti akan merugikan operator tv kabel itu sendiri!! Bukankah begitu?? Lagipula pencabangan ada limitasinya juga kok, bukan banyaknya TV, tapi panjangnya kabel akan mempengaruhi bagus tidaknya sinyal. Kalau jarak antara TV jauh2 maka yang bagus mungkin hanya 2-3 TV saja, TV keempat biasanya sinyalnya sudah mulai jelek atau berbintik2. Jadi biarkanlah hukum alam yang menentukan pencabangan TV kabel dan bukan kemauan operator TV kabel tersebut.๐Ÿ™‚

    Mengenai Internetnya, hampir sama! Kalau Melsa kabelnya berbeda/terpisah dari kabel Fasindo, hanya nempel di jaringan (tiang) Fasindo saja nampaknya. Sedangkan Centrin, memakai kabel yang sama dengan Megavision. Seharusnya secara teoritis sih yang Melsa lebih bagus, tapi kenyataannya menurut rekan2 yang sudah memakai keduanya, tidak ada perbedaan jauh. Terserah anda mau pakai yang mana!๐Ÿ™‚

  34. akhirnya saya pake fasindo
    dan….internetnya engga pake melsa tapi pake centrin
    terlepas bagusan melsa/centrin, melsa itu kayaknya laku banget, dan aktivasi baru setelah 3minggu(kayak kirim barang ke amrik aja)
    centrin sih, max 1 minggu, tapi ternyata 1 hari langsung bisa ngenet
    kalo dibanding speedy, centrin ini secara umum , speednya samalah, tapi banyak bengongnya, apa emang udah umum ya kayak gini
    pokoknya terima kasih banyak utk rekan2, terutama utk pemilik blog keren ini (engga menjilat lho)

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Terims juga buat anda yang telah sudi mampir di blog saya….. saya bersyukur andaikata blog ini membawa manfaat bagi orang2 yang membacanya. Sekali lagi terima kasih banyak juga ya.๐Ÿ™‚

  35. Saya lagi googling Fastnet nyangkut di blog ini… Saat ini Fastnet sudah menggunakan sistem decoder, sehingga TV yg di paralel & tidak pakai decoder hanya mendapatkan chanel lokal. Untuk tambah decoder harus bayar lagi 75%-nya.. payah deh… kalo di paralel dari decoder (Kabel AV), semua TV nonton chanel yg sama, tidak bisa beda2 seperti dulu… makanya saya googling cari cara untuk mengatasi hal tsb… ada yg tahu ?

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali mas….. pemakaian dekoder apalagi dengan sistem digital sangat mempersulit percabangan, dan sistem dekoder dan digital memang salah satunya bertujuan agar TV kabel sulit dicabangi ini mungkin mencakup kebijakan lisensi dari operator TV kabel tersebut.
    Tapi dulu saya pernah membaca…. lupa lagi di mana…. di luar negeri ada dekoder gelap yang bisa menerima dan untuk menyabangkan sistem TV kabel yang berdekoder (entah yang digital bisa nggak ya… lupa lagi….). Di sini sudah beredar apa belum, saya belum tahu…..

  36. Kebetulan, lagi cari website Megavision,masuknya kesini. Saya udah langgganan Megavision sekitar 3 tahun, dulu sebelum Indovision masuk (saya ga tau statusnya dibeli atau kerjasama sama Indovisionnya) kualitas gambarnya bagus, tapi setelah Indovision masuk, kualitas gambarnya berkurang. Memang untungnya TV kabel itu bisa dicabang, tapi saya mau tanya nih…, kalo sinyal yang datang dari megavisionnya bisa diperkuat pake booster lagi ngga supaya gambarnya lebih bagus ?….

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Saya nggak tahu apakah di Indonesia ada yang jual booster khusus untuk TV kabel. Sebaiknya jangan pakai booster untuk TV biasa. Kalau di luar negeri banyak yang jual booster untuk sinyal TV kabel atau booster TV untuk multimode sekaligus VHF/UHF/HDTV/Cable TV sekaligus, walaupun tentu harganya jauh lebih mahal.

  37. Trima kasih banyak untuk informasinya, sangat membantu, kebetulan saya lagi di jepang, disini mereka menginformasikan booster untuk VHF/UHF dan BS – CS, kalo yang BS -CS itu bisa dipakai untk TV kabel di kita ngga yaa …., soalnya saya ada dikota kecil, … jadi komunikasinya ngga nyambung ….ngga ada yang bisa bahasa inggris ….., memang harganya mahal sekitar 1,5 juta rupiah ….. terima kasih sebelumnya…

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Teliti dulu apakah boosternya untuk sinyal kabel TV digital atau analog, kalau di luar negeri biasanya sinyalnya sudah digital walau di kota kecil juga. Kemungkinan kalau booster tersebut untuk TV kabel digital, sepertinya ngga bisa digunakan di Bandung ini. Sebab sinyal Megavision masih analog. O iya sebaiknya perhatikan juga sistem PAL atau NTSC -nya.

  38. Ok, trima kasih banget informasinya kepake banget, soalnya saya baru mulai belajar untuk setting sendiri home theatre kecil-kecilan di rumah …., nanti boleh tanya-tanya lagi yaa ….. trima kasih sebelumnya …

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Ah… saya hanya kebetulan tahu aja masalah cabang-mencabangi TV kabel, tapi nanti kalau sinyal TV kabelnya sudah digital sepertinya akan susah untuk dicabangi lagi…… Terims juga ya karena telah mengunjungi blog saya.๐Ÿ™‚

  39. Jd kesimpulannya, untuk bandung lebih baik pilih yg mana ya?
    Terakhir saya pake im2 kena blokir, gara2 internet ga boleh di sharing..
    pilihannya tinggal speedy, centrin ato melsa..

    Satu lg, kira2 FASTNET kpn msk bandung ya??
    trims.

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Sebenarnya Melsa atau Centrin sama saja… hanya saja secara teoritis Melsa lebih bagus sedikit karena kabelnya nggak di-share sama kabel buat TV kabelnya.

    FastNet, kapan masuknya ke Bandung? Wah… saya nggak tahu ya…. tapi sepertinya sih susah… karena di Bandung sudah banyak saingan TV kabel yaitu Fasindo dan Megavision, dan juga pasar Bandung relatif lebih kecil dari pasar Jakarta.๐Ÿ™‚

  40. mas klo 350 ribu sebulan itu fix sudah dengan ppn ???

    saya harus menghubungi kemana nih ?? sekarang saya pake spidi kuota 1gb .. memang agak boros nih๐Ÿ™‚

    minta pencerahan nya ya .. via email aja๐Ÿ™‚

    saya memang cari yang dibawah 350 rb sebulan๐Ÿ™‚

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau di Bandung tidak ada yang di bawah Rp. 350 ribu perbulan, kalau di Jakarta ada pakai FastNet. Kalau di Bandung paling2 yang Rp 350 ribu,- pas tapi belum sama PPn.

  41. Teman2 ada yg butuh cable modem motorola SB5101 ex Fastnet. Saya nga pakai lagi karena dapat gratis dari Fastnet. Lengkap dengan dus, drivers, adapter, kabel. Jual murah aja daripada nga kepakai. 300rb. Hub Hp 08161424228

  42. Anda semua terjebak pada besarnya Bandwidth yang disajikan dalam Promosi..

    Yang terpenting itu adalah besaran Bandwidth itu di share untuk berapa orang..? itu yang harus ditanyakan lebih lanjut ke para Provider.

    Dan saya yakin mereka tidak akan menjawab..karena disitu mereka keruk keuntungan.

    Di Yogyakarta ada Jogjamedianet yang memberikan service yang sama seperti Megavision dan Fasindo, dengan besaran Bandwidth 128 share 1:10 TV yang diberikan Unlimited demikian juga dengan Internet mereka juga unlimited…gak pakai Quota dll.

    Harganya cuma Rp 385.000 sudah termasuk PPN 10%.

    Kapan ya mereka hadir di Bandung…?

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Memang betul, jika ada Internet Provider yang mengatakan “up to 384 kbps” tentu riilnya susah mencapai kecepatan maksimalnya yang 384 kbps. Namun tentu secara kasar yang “up to 384 kbps” tentu lebih baik ketimbang yang “up to 128 kbps”, misalnya.

    Di Jakarta ada FastNet yang “up to 384 kbps” kurang dari Rp. 200 ribu,- lebih murah dari Jogjamedianet. Tapi entah kapan masuk ke Bandung….๐Ÿ˜ฆ

  43. Banyak konsumen terjebak dengan kata “Up to xxx kbps”. Jangan salah kalo “up to” itu terjadi pada saat kuota masih sedikit. Kalo di daerah anda sudah banyak yang memakai paket tsb akan timbul pertayaan lain : “minimal brapa kbps ?” Nah, kita pun nga tau, paket tersebut di share utk brapa customer?
    Ambil contoh “Up to 512 kbps” <– di share brapa ? kalo sampai di share dgn perbandingan 1:50 .. silahkan hitung.. 512 kbps : 50 customer = 10.24 kbps !
    Jadi jgn tertipu dengan kata-kata “up to”, tapi lebih baik kita tanya… bandwith tersebut di share 1 banding brapa ? Atau minimal dapet brapa kbps ? jangan cuma terkesima dengan “up to” yang nga mungkin anda dapatkan sampai kapan pun! Saya yakin, pihak provider nga bakal brani ngasih tau.. karena disitu letak dapur keuntungan mereka.
    Soal TV cable, ada beberapa provider memilah milah isi dari channel tersebut, contoh dengan ada paket add on (HBO, Cinemax etc) bahkan paket basic pun mereka pilah pilah guna mendapatkan keuntungan.

    Kalo ada provider yang memberikan full paket tv cable dan internet cable yang mempunyai average minimum flat bandwith (tidak tertipu “up to”) yang keduanya UNLIMITED dgn harga masih dibawah 400 rb.. saya mungkin brani memakai paket ini. Kita tunggu aja deh…

    ___________________________________

    Yari NK replies:

    Betul memang “up to …. kbps” sangat jarang mencapai kecepatan maksimalnya secara riilnya, dan memang yang mereka kasih tahu bukan kecepatan riilnya tetapi kecepatan teoritis maksimalnya (bukan kecepatan riil maksimalnya yang juga lebih lambat tentunya dari yang dipromosikan), selain mereka memang tidak berniat memberitahu, untuk mengetahui berapa kecepatan riilnya agak sulit karena bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya.

    Mengenai TV kabel, memang ada yang menawarkan secara paket. Tapi di Bandung ini, tidak ada paket2an semua sudah termasuk yaitu channel2 basic ditambah channel2 olahraga, HBO, HBO Signature, StarMovies, Cinemax, Hallmark dan lain2……๐Ÿ™‚

  44. Selama ini kita konsumen memang sudah terjebak dengan Gimmick Marketing dari Internet Provider yang sangat tricky.

    Mereka selalu menanamkan ke otak kita ini bahwa kalau mau lebih kenceng harus nambah kapasitas KBPSnya.

    Padahal tidak seperti itu semua masih juga tergantung berapa besar bandwidth itu di share..biar cuma 128 kalau sharenya pasti misalnya 1:10 ya sudah pasti kita akan dapetkan 12.8 kbps fix…speednya pasti terjaga.

    Tapi apa ada provider yang berani membuka rahasia dapur mereka terutama dari sisi bandwidth sharenya.

    Kalau fastnet dengan speed 384 kbps apakah kita tahu profile share mereka 1:?…

    Kalau tidak salah Jogjamedianet itu personal 128 kbps share pasti 1:10 dan masih plus TV Cable unlimited semua chanel.

    Saya kecewa gak bisa nonton Euro Cup 2008 sementara saudara saya yang di yogya bisa nonton penuh.

    Kita para costumer hanya korban permainan business…karena kekurang pahaman kita akan hak yang seharusnya kita dapatkan…yaitu besar KBPS atau besar SHARE yang harus kita terima.

  45. Saya yang kebetulan di Jkt (dulu di bandung) memakai FastNet dengan paket Fastnet 768 kbps dengan harga Rp. 320.000/bulan (include PPN). Pada saat download saya hanya mendapatkan max. 60 kbps ! Wow.. hanya 10 % dari yang di janjikan !
    Saya juga berlangganan Cable TV BASIC dari paket first media juga (fastnet) dengan membayar Rp. 155.000 (include tax).
    Jadi total per bulan saya harus membayar Rp. 320.000 (internet) + Rp. 155.000 (TV Cable Basic.. Damn!) total Rp. 475.000/bln.
    Jadi, wajar kalo saya berani membayar dibawah 400 rb/ bulan untuk internet yang jelas speed nya (bukan hanya 10% dr janji speed promosi) dan mendapatkan TV Cable FULL package (bukan cuma basic doang)
    Padahal, secara teori, harga di Jakarta baik internet ataupun tv cable harus lebih murah dibanding kota kota lain.

    Silahkan berfikir.. kira kira brapa harga first media (internet + tv cable) untuk di daerah luar jakarta…
    Cape deeeeee

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Yang jelas selain di Jakarta dan Surabaya(?) sepertinya first media belum ada. Mungkin jikalau anda lebih mementingkan speed atau kenyamanan daripada harga, strateginya bisa memecahkan antara TV cable-nya dengan Internetnya, maksudnya Internetnya tidak usah pakai First Media, mungkin itu jalan terbaiknya.

    Di Bandung ini, saya juga terpisah kok akhirnya. Saya TV cable pakai Fasindo (sudah full package cuma Rp. 198.000,- termasuk PPn), sedangkan internet pakai Indosat IM2 dan Speedy sebagai cadangan, memang agak mahal sih, tetapi speed-nya lumayan meskipun Speedy belum bisa dibandingkan dengan SingNet Singapura.

  46. Gw rasa sudah fitrahnya manusia untuk tidak pernah puaaaaaaas…hehehehehe..

    Pasti ada aja kurangnya dan tidak ada yang bisa mengguarantee mana yang mereka harus dapetken..apa itu besaran Bandwidth atau Share Bandwidth..yang menjadi patokan kecepatan yang di-inginkan.

    Menurut pemikiran gw…berapa besarnya jalan TOl yang tersedia tapi kalau yang pakai berjubel ya tetep aja LELET…hehehe

    Contohnya Jakarta…mana ada jalan tol yang gak macet…..

    Kalau ada yang berani kasih garansi ke gw kepastian bandwidth sharenya..gw rasa itu yang lebih fair karena gw gak ditipu dengan besaran KBPSnya.

    Karena mau sebesar apapun KBPS bandwidth yang kita dapet kalau proporsi sharenya tidak terbatas yaaaa tetep aja lelet.

    Hayooooo siapa berani jualan besaran Share bukan besaran Bandwidth….?

    ________________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau Jogja medianet bisa nonton Euro, itu berarti dia bekerjasama (ngambil sinyalnya) dengan Indovision. Sebab Jogjamedianet tidak punya satelit sendiri, dia harus kerjasama dengan operator2 direct TV yang punya satelit seperti Indovision, Astro, TelkomVision atau Indosat. Jadi andaikan misalnya waktu Euro 2008 lalu Jogja medianet tidak bekerjasama dengan Indovision (dan grupnya) mungkin Jogjamedianet juga tidak akan kebagian siaran Euro 2008. Untuk Euro selanjutnya, Piala Dunia atau Olimpiade mungkin belum tentu dapat hak siar.

    Mengenai jualan share atau bandwidth, saya rasa di seluruh dunia juga hampir semuanya memakai besaran bandwidth max bukan besaran share, termasuk juga di luar negeri, nah jadi pintar2nya kita aja jangan sampai mau diakali oleh operator Internet Provider. Coba anda buka semua situs Internet Provider di luar atau di dalam, mereka semua pasti jualan max bandwidth bukan jualan shared bandwidth, termasuk jogja media net…..

    O iya mahal murahnya servis internet bukan hanya tergantung pada banyak sedikitnya penduduk, memang betul makin banyak penduduk secara teoritis memang semakin murah, tetapi di kota besar investasi juga lebih besar, itu juga harus jadi pertimbangan….๐Ÿ™‚

  47. saya pelanggan internet JMN gratis tv kabel.

    yang saya bingung, dirumah ada Panasonic HDMI (HDTV dengan kabel versi baru). tapi bagaimana membuat ini berfungsi wong kabel tv dari JMN bunder sedangkan colokan HDMI di tv saya kotak2 sejenis trapesium gitu.

    ____________________

    Yari NK replies:

    Mungkin sinyal TV kabel anda masih analog jadinya tidak “nyambung” dengan layar HDTV anda. Biasanya colokan TV kabel analog memang bundar…. jadinya fungsi HDTV anda tidak akan berfungsi.๐Ÿ™‚

  48. aduh ada yang bisa bantu aku ngak internet yang cepat buat game di daerah bandung selatan apa yah selain speedy bytw gamenya internasional ^.^

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Mau nyari speed-nya atau yang murah alias nggak berkuota??๐Ÿ™‚

  49. aku mau nyari speednyah soalnyah buth banget sih buat kerjaan juga ><

  50. tolong bantuiin aku dong ^.^ stress banget nih pake speedy๐Ÿ˜ฆ soalnyah buat kerjaan game world of warcraft itu loh yang gold di dalem gamenyah bisa diijual ^.^ batu aku pls QQ

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. kalau mau cari speed-nya yang kayak di luar negeri atau minimal seperti di S’pore sih susah ya… Tapi menurut saya yang terbagus untuk Bandung speed-nya adalah IM3 HSDPA atau 3.5G. Tapi itu tergantung sinyal juga. Di Bandung Timur sih (tempat saya) sinyalnya bagus dan terkadang bisa nyampe speed lebih dari 1 Mbps.

  51. hm ok oh denger2 di bandung ada kabelvision buat internet ngak sih kalau ada apa yah ^.^ thanks buat replinyah yah =D (aku super kecewa banget sama speedy masa aku konplein mereka marah2 >..> malah nyuruh pindah lagi selama 2 tahun jadi pelangganan speedy baguss ebntar lagg nyah lebih marah rugii banget)

    ______________________________________

    Yari NK replies:

    Kalau Kabelvision di Bandung nggak ada. Kalau Fasindo dan Megavision ada. Tapi speed-nya ngga beda jauh sama Speedy, hanya saja mereka unlimited tapi lebih mahal sedikit dari Speedy. Kalau speed sih IM3 HSDPA yang masih paling top di Bandung ini.๐Ÿ™‚

  52. kalo saya seh pake telkomsel flash unlimited. cuma satu masalahnya
    sering error. grrrrrrrrrrrr. Apalagi sabtu minggu. 99% DIJAMIN ERROR.
    temen g udah pada diputus ga ikutan lg. tapi g bersabar abis murah seh.

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Huahahaha…. kalau saya sih pakai IM3 HSDPA kalau di tempat saya sih sinyalnya bagus. Ya udah…. yang sabar aja ya…. ya begitulah resikonya kalau pakai wireless, kuat sinyalnya di setiap sudut kota tidak rata, dan juga tergantung dari beban pemakaian keseluruhan pelanggan juga. Huehehe…..

  53. bro, mao tanya nih, ad ga koneksi yang bagus buat game online internasional di daerah pajajaran? jangan yang mahal2, 400rb paling mahal, soalnya gak kuat bayarnya. tolong sebutin juga speednya brp. terus kalo usulnya cable, tolong juga kasih tau harga totalnya (+tv kabel)

    thx

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Tergantung, speed-nya penting banget nggak?? Masalahnya di Indonesia ini, apalagi di Bandung, kebanyakan Internet masih dijatah jadinya yang bikin mahal tuh kuota tambahannya. Sementara yang unlimited speed-nya agak rendah. Nah, sekarang speed berapa yang anda butuhkan?? Apakah memang harus kencang sekali speednya??

  54. speednya sih sepertinya kisaran 384-512. oh iy, saya mau tanya lagi nih. ping itu apa ada hubungannya dengan stabilitas koneksi? kalau request timed out itu maksudnya apa ya?

    thx

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah… kalau yang speed-nya segitu sih banyak di Bandung. Masalahnya yang unlimited itu yang mahal. Kalau pakai Speedy yang jatah 3 Giga (Rp 400 ribu per bulan) cukup nggak?? Atau 3.5G XL unlimited (lupa lagi berapa rupiah per bulan) tapi kualitas sinyalnya harus diperiksa dulu karena tidak semua sama. Juga Indosat 3,5G XL ini kencang tapi yang murah yang berquota alias nggak unlimited. Ah bingung juga….

    Ya… ping itu menentukan berapa kecepatan koneksi sedangkan “request timed out” berarti tidak ada respons pada saat anda melakukan ping pada jeda waktu tertentu.

  55. duh jadi pusing juga. sebenernya saya tuh sekarang lagi pake speedy, tapi saya mau berentiin nih speedy, soalnya udah 1 bulan setengah lelet bener. kalo liat speednya sih lumayan, ping bagus, tapi suka RTO. ya sama aja boong. cari yang unlimited mahal, ga ad yang macam fastnet. setelah saya pikir2, lebih baik pake indosat 3.5g, sekarang kan sudah ada yang unlimitednya, saingan flash.

    http://www.indosat.com/Indosat_35G_Broadband/Indosat_35G_Broadband_Up_Date/Paket_Baru_Indosat_35G_Broadband

    tapi masalahnya, apa itu cocok buat main game online? banyak yang bilang kalau koneksi wireless itu tidak cocok untuk bermain game online, karena tidak stabil, dan delaynya juga besar…

    kalau bisa untuk game online sih saya lebih baik pilih indosat 3.5g… tapi apa bisa ya ?

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Memang salah satu resiko yang paling besar kalau menggunakan wireless termasuk 3.5G ini adalah ketidakkonsistenan sinyal karena sinyal wireless sangat rentan terhadap berbagai macam gangguan eksternal pada sinyalnya, apalagi menyangkut kebutuhan koneksi yang kontinyu seperti game online ini.

    Memang sih sebenarnya yang paling cocok adalah FastNet. Sayang fastnet belum ada di Bandung. Tapi jangan salah ya, di banyak titik, koneksi fastNet juga banyak yang lemot, jauh di bawah speed teoritisnya…. Jadi memang koneksi Internet di negeri ini untuk koneksi cepat, handal dan murah masih merupakan problem.

  56. y udah deh. thx buat infonya. saya kayanya mau coba indosat 3.5g, soalnya
    1. murah
    2. speed cukup cepat
    3. unlimited
    4. rumahku deket BTS indosat
    5. kalau ga bisa buat maen, ya udah. moga2 saya bisa berenti main game, yang memang tidak baik…

    sekali lagi trima kasih…..

    _______________________

    Yari NK replies:

    Ok deh… pilihan yang cukup tepat sebetulnya. Apalagi kalau rumah dekat BTS Indosat. Ok… semoga dapat mengambil manfaat dari Internet ini.๐Ÿ™‚

  57. cobain cyber k
    itu sich aku juga baru denger dari tmn
    tapi ktnya speednya lumayan.
    perbulannya cuma 300an
    ya tapi ada sih masa turun speed
    tapi katanya msh bisa di maklum ga kaya speedy gitu katanya

    __________________________

    Yari NK replies:

    Cyber k? Wah… menarik juga tuh…. bisa kontak ke mana ya??

  58. Coba sharing aja..

    Untuk game online (online internasional, bukan IIX) di Bandung best-shot nya ya fiber optic, yang notabene hanya ada di perkantoran (yang di-share lagi, so akhirnya lemot juga), atau di apartemen (coba dicek, kalo memang tertarik dengan apartemen).

    Kenapa? Karena itu solusi yang cukup “murah” dengan jatah unlimited..

    Kalau mau main game OL di RUMAH, sangat tidak dianjurkan yang pake up-to up-to sekian kbps tidak jelas (kecuali Anda sangat beruntung).. Jadi kalau mau cari yang dedicated, dengan rasio download-upload 1:1, apalagi kalo game real-time macam fps (CS, battlefield, dkk). Untuk RTS masih bisa yang rasionya lebih jauh..

    Masalahnya, yang jenis dedicated ini di Indonesia masih diperuntukan buat SOHO (Small Office Home Office) atau user perkantoran yang lebih besar yang pastinya mahhhall.. So cek aja sendiri di website centrin, melsa, quasar, dll (banyak sekali) dan jangan kaget kalo koneksi macem ini (wireless/kabel) biayanya 2jt ke ataaaassss per bulan.

    Mau?

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Ok… terims atas sharingnya…. mudah2an berguna bagi mereka yang memang doyan nge-game, kalau saya sih kebetulan alhamdulillah nggak suka nge-game. Sekali lagi, terims ya.๐Ÿ™‚

  59. Mu nanya ,
    klo pke indosat 3,5G 128kbps yg unlimited 100rb/bln ,
    daerah kompleks margahayu raya barat jl.Uranus selatan bgus g sinyalnya ?
    Dpet HSDPA g ?

    internetnya mu d pke bwat donlod ma upload video . .

    _______________________

    Yari NK replies:

    Wah saya kurang tahu ya…. tetapi bisa dicek dengan HP 3.5G. Nah jikalau tanda 3.5G-nya aktif dan barnya penuh berarti sinyalnya bagus.

    Namun menurut saya kecepatan 128 kbps (itu maksimalnya, riilnya pasti lebih lambat), jangan terlalu berharap nyamannya buat donlot dan aplot video….๐Ÿ˜ฆ

  60. Mau tanya dong..
    Kalo pake IM2 itu nantinya bisa di-share ke beberapa komputer via wireless router ga? Soalnya di rumah biasanya pake 3 komputer yaitu saya, bapak/ibu saya, dan adik saya. Selama ini pake Speedy sih bisa2 aja karena disambungin dari modem ADSL-nya. Tapi bulan kemaren tekor! Karena kedatengan sodara dari Jakarta yang biasa pake Fastnet trus keasyikan nge-net di rumah yang cuma pake Speedy 3GB doang.. Walhasil tagihannya jadi diatas 1,3 juta gitu deh, hehe.. So, kalo IM2 bisa di-share juga kaya Speedy ga ya?

    _______________________

    Yari NK replies:

    Wah…. maaf…. kalau IM2 di-share saya belum pernah coba. Mungkin dari rekan2 yang lain ada yang tahu??

  61. Mau nanya internet yang cocok untuk rumahan buat main game online di kota bandung daerah punkur, tolong kasi pendapet ya soalnya saya lagi nyari yang speed stabil (gk naik turun), tarif/bln di bwh 300rb Unlimited (jgn 3.5G ato HSDPA), pengen nya sih pake kabel kaya Centrine ato sbg nya. THX.

    _______________________

    Yari NK replies:

    Coba Indosat IM2 Cable. Di tempat anda sudah masuk TV kabel Megavision belum?

  62. Saya telah menggunakan megavison bandung selama 4 tahun untuk kosan saya. Dan sekarang, hampir semua kamar di kosan sudah saya share (20 kamar/20 tv). Dan belum ada keluhan atau kendala, baik dalam sinyal atau kejernihan gambar. TOP Megavision..!

    Sekarang, saya ingin masang koneksi internet unlimited nya IM2 Megavision. Saya mohon rekomendasi teman2 semua, apakah koneksi internet IM2 Megavision bagus? Apakah tidak ada keluhan..? Dan apa bisa di share untuk 4 kompi gak jika saya ambil paket unlimited up to 384..??

    Trims.. email :meriahnyasepi@gmail.com

    __________________________

    Yari NK replies:

    Hmmm… menurut saya tidak ada koneksi yang sempurna 100%. Speed IM2 relatif cukup bagus, tapi saya pribadi belum pernah mencoba untuk share sampai 4 kompi. Ada yang sudah pernah mencoba??

  63. aduh saya tinggal ditengah-tengah Dago Bandung, udah langganan 1m2 sekitar 1.5 tahunan. pertamanya sih waw bgt! tp skrng ga bakal bergerak kecuali jam 1pagi-9pagi. tp klo tmen2 didaerah laen sih katanya bagus2 aja, tergantung tempat jugasih. kalo radnet gimana udah ada yg prnah nyoba?

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin di Dago jalur informasi datanya padat sekali. Sudah pernah komplain ke IM2? Pasti akan balik menuding jaringan Megavision yang nggak beres, kalau kita menelepon Megavision pasti akan menuduh provider IM2-nya yang nggak beres, saling lempar tanggung jawab. Biasalah begitu di negeri ini……

  64. saya mo nanya nih kalo im2+megavision skrg speednya utk 1024kbps gmn?? stabilkah??? ato suka putus2nya???๐Ÿ˜€
    kalo dibandingkan centrin+megavision gmn??
    THX.

    • Saya centrin pakai Kabelvision di Jakarta kalau pakai megavision saya belum pernah. IM2 yang pakai megavision lumayan kok walaupun kecepatan riilnya nggak akan sampai 1024 kbps dan relatif jarang mati. Tapi itu kayaknya tergantung daerahnya juga.

  65. Solusi bagi pengguna IM2…
    manfaatkan IM2 anda dengan kasfiesta….
    Pokoknya cuma ngidupin viestabar…akan dapat dolar….
    Lumayan klo dirupiahkan…satu bulan mencapai 1 juta….
    Gak usah cari referal…gak usah klik-klik macem..macem…dolar secara otomatis bertambah terus…
    And sudah terbukti membayarnya….
    Tingal manfaatin aja IM2 mu dengan jalanin kasfiesta….
    moga bermanfaat….gak ada unsur paksaan/pemerkosaan…he…3x..

  66. mas, mau nanya neh, kalo mau paralelkan siaran top tv bisa gk ya, tp masing2 tv yg di share bs milih channel sendiri2, kalau emang bisa, pake alat apa dan harganya berapa?
    thx..

    • Wah… saya belum pernah ngeparalelin Top TV. Yang jelas kalau sinyalnya digital agak sulit, ya satu2nya cara mungkin adalah dengan menambah dekodernya. Berbeda dengan TV kabel analog yang gampang diparalelin…

  67. sy ambil paket speedy family,kecepatan 300-an Kbps, bayar 200-an/prbulan, sharing utk 5 PC, untuk browsing ok,tp utk download rada lelet,tp sangat bagus untuk ukuran sy, kalo untuk TV kabel sy belom coba nich kang…..

  68. dirumah saya dari dulu pake speedy. dulu emang bapuk tapi sekarang udah lumayan kenceng hehe

  69. ah masa sih mas @dunixi? di rumah saya di bogor gak gitu bagus speedynya akhirnya ganti deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s