Daily Archives: Kamis, 2 Agustus 2007

Antara Munir, Napoleon dan Arsenik

Masih ingat Munir? Aktivis HAM kita yang katanya diracun Arsenik? Meskipun hingga kini kontroversi kematian Munir masih simpang siur, tapi ternyata Munir tidak sendirian dalam ‘mengkonsumsi’ racun hingga ia tewas. Kaisar Perancis yang terkenal yaitu Napoleon dicurigai mengalami nasib yang sama, meskipun cara masuknya zat arsen ke dalam tubuh sang kaisar berbeda dengan cara masuk zat tersebut ke tubuh Munir, aktivis HAM kita.

Setelah kekalahannya di Waterloo tahun 1815, Napoleon diasingkan di pulau St. Helena, sebuah pulau kecil di lautan Atlantik di mana ia menghabiskan sisa hidupnya. Di tahun 1960an, atau kira-kira 140 tahun setelah Napoleon wafat, sampel rambut sang kaisar dianalisa dan ternyata mengandung zat arsenik dalam konsentrasi yang tinggi, ini menandakan bahwa sang kaisar ‘telah diracun’. Mula-mula tersangka utamanya adalah gubernur St. Helena sendiri, karena sang gubernur sering kali terlihat tidak akur dengan sang kaisar. Sedangkan tersangka berikutnya adalah anggota keluarga kerajaan Perancis waktu itu yang sangat menentang kepulangan Napoleon ke Perancis.

Secara elemental sebenarnya arsenic tidak begitu berbahaya. Zat arsen yang berbahaya adalah dalam bentuk senyawa Arsen(III) oksida, As2O3, senyawa yang berwarna putih ini larut dalam air, dan tidak terasa di lidah (senyawa ini yang diduga dipakai untuk meracuni Munir). Sering senyawa ini disebut dengan ‘bubuk warisan’ karena seringkali digunakan oleh mereka yang ingin cepat-cepat mendapat warisan dari kakek mereka yang kaya, tentu saja dengan mencampurkan racun tersebut ke dalam minuman terutama ke dalam minuman anggur.

Tahun 1832, ahli kimia Inggris James Marsh menemukan prosedur untuk mendeteksi racun arsenik dalam tubuh. Prosedur ini dinamakan ‘uji Marsh’, dalam uji ini, hidrogen yang dibentuk dari reaksi antara seng (Zn) dan dan asam sulfur (H2S), dibiarkan berekasi dengan sampel dari jaringan orang yang diracun. Jika Arsen(III) oksida, As2O3, ternyata ada dalam jaringan orang tersebut maka akan terbentuk gas yang juga sangat beracun yaitu gas arsin (AsH3). Jikalau gas ini dipanaskan, ia akan membentuk zat elemental arsen yang dengan mudah dikenali karena warnanya yang metalik cerah. Namun sayang prosedur ini datangnya terlambat, jauh setelah sang kaisar wafat sehingga tidak mampu menyelamatkan jiwa sang kaisar! Malah ironisnya James Marsh sendiri tewas diracun dengan arsen oleh orang yang tidak senang dengannya!

Namun dugaan bahwa Napoleon diracun, sirna sedikit demi sedikit di awal tahun 1990an, ketika sampel dari wallpaper di ruang gambar Napoleon dianalisa. Ternyata pada wallpaper tersebut terdapat senyawa Tembaga Arsenit atau Tembaga Asam Arsenik, CuHAsO3, yang waktu itu (zaman Napoleon hidup) sangat umum digunakan dalam pembuatan wallpaper. Cuaca St. Helena yang lembab membuat jamur tumbuh subur di wallpaper tersebut. Karena jamur tersebut tidak nyaman di lingkungan yang ada Tembaga Arsenit, maka sang jamur mengkonversikan senyawa Tembaga Arsenit itu menjadi gas trimetil arsin, (CH3)3As, gas yang sangat beracun! Napoleon yang secara berkepanjangan terus menerus menghirup uap gas ini tentu membuat kesehatannya berangsur-angsur memburuk yang tentu saja membuat kadar arsenik dalam tubuhnya meninggi pada saat sampel jaringannya diperiksa 140 tahun kemudian, walaupun belum tentu zat arsenik lah yang menjadi penyebab utama kematian Napoleon. Yang jelas gas ini sangat memperburuk kesehatan Napoleon. Teori ini juga didukung dengan kenyataan bahwa banyak tamu-tamu yang teratur mengunjungi Napoleon di penjara St. Helena juga sering mengalami gangguan gastrointestinal (pencernaan) dan juga gangguan-gangguan lainnya yang khas ciri-ciri keracunan zat arsenik.

Kita mungkin tidak pernah benar-benar tahu apakah Napoleon meninggal dengan cara diracun dengan zat arsenik, baik sengaja atau tidak, yang jelas keracunan zat arsen ini memang memerlukan analisis kimia yang lebih lanjut. Bukan saja karena zat arsen bisa dibuat meracuni, namun zat ini bisa masuk ke dalam tubuh dalam waktu yang lama dalam bentuk gas atau uap tanpa kita sadari!

(Didadaptasi dari: Raymond Chang: Essential Chemistry ditambah dengan berbagai sumber di Internet)

Iklan