Menghitung Investasi, yuk! (bag. I)

Tadinya judul di atas mau saya namakan “Menghitung Bunga, yuk!”. Namun karena kedengarannya seperti terlalu “materialistik” maka judulnya saya ganti menjadi “Menghitung Investasi, yuk!”, namun yang dihitung tetap bunga-bunga juga. Jadi, harap maklum ya! ๐Ÿ˜€

Ok, bagi mereka yang membaca tulisan ini tentu paling sedikit pernah menyimpan uangnya di bank, baik berupa tabungan, deposito dan lain sebagainya. Bank yang “menyimpan” duit atau “investasi” anda ini diwajibkan oleh hukum untuk menyertakan bunga bagi investasi yang anda “simpan” di bank tersebut. Pendapat atau definisi orang tentang bunga agak berbeda-beda walaupun pada dasarnya, ya, berputar-putar di situ juga definisinya. Ada yang melihat bunga sebagai biaya sewa oleh bank untuk “pemakaian” uang anda selama di bank tersebut. Ada juga yang melihat bunga adalah “ganti rugi” sebagai akibat berkurangnya daya beli uang tersebut di masa mendatang pada saat anda mengambil uang tersebut. Karena kita mengetahui bahwa Rp. 100.000,- yang ada punya hari ini belum tentu dapat membeli sebuah barang yang sama di kemudian hari, karena adanya kecenderungan penurunan nilai mata uang akibat inflasi. Mangkannya itu daripada di simpan di bawah bantal atau dibalik BH atau kutang (ibu-ibu jaman baheula biasanya menyimpan duit mereka di kutang, ntah sekarang ya!), tak ada salahnya kalau uang tersebut diinvestasikan atau minimal di simpan di bank.

MACAM-MACAM BUNGA

Terdapat 3 macam bunga yang saya ketahui yaitu Bunga Sederhana (Simple Interest), Bunga diskon (Discount Interest), dan juga Bunga Majemuk (Compound Interest), namun yang akan saya paparkan di sini hanya dua saja yaitu yang Simple Interest dan yang Compound Interest dengan pendalaman atau fokus pada Compound Interest karena bunga majemuk ini yang paling sering dijumpai terutama kalau kita menitipkan duit kita di bank. Ok kita langsung mulai aja, yuk!

Bunga Sederhana (Simple Interest)

Bunga sederhana ini adalah bunga dengan kalkulasi satu kali saja. Bunga ini biasanya di bayar diakhir periode perjanjian atau kontrak. Bunga yang dibayarpun juga sesuai dengan tingkat bunga yang sesuai dengan perjanjian atau kontrak. Perhitungan bunga ini sangat sederhana, anak SD kelas 6 pun mungkin juga bisa menghitungnya. Rumus yang dipakai adalah:

I\:=\:P\times\:r\times\:t

di mana I adalah jumlah bunga yang dibayarkan, P adalah pokok simpanan kita, r adalah tingkat bunga menurut kontrak/perjanjian, sedangkan t adalah lamanya waktu simpanan kita.

Kebanyakan investasi pada saat ini tidak lagi menggunakan sistem penghitungan bunga sederhana seperti ini. Hanya beberapa tipe obligasi saja yang masih menggunakan penghitungan bunga seperti ini.

Contoh dari bunga seperti ini adalah misalnya sebuah obligasi dengan bunga 12\frac{1}{2} % yang mempunyai harga face value $1000 dan bunga dibayarkan setiap tahun atau sebesar $125 per tahun. Setelah lima tahun total bunga yang dibayarkan adalah:

I = 1000 X 0,125 X 5 = $625

Mudah sekali bukan?

Bunga Majemuk (Compound Interest)

Bunga majemuk ini adalah bunga yang didapatkan dari sebuah investasi yang dibayarkan pada interval waktu yang seragam. Semua bunga yang dibayarkan adalah dihitung berdasarkan pokok simpanan ditambah dengan akumulasi bunga yang didapat sebelumnya.

Contoh misalnya sebuah simpanan $100 yang mendapat bunga 10% per tahun yang dibayarkan per tahun. Tabel berikut ini menunjukkan bagaimana simpanan kita berbunga berdasarkan perhitungan bunga majemuk ini

Tahun ke: Saldo Awal: Bunga yang Didapat: Saldo Akhir:
1 100 100 X 0,1 = 10 110
2 110 110 X 0,1 = 11 121
3 121 121 X 0,1 = 12,1 133,1
4 133,1 133,1 X 0,1 = 13,31 146,41
5 146,41 146,41 X 0,1 = 14,64 161.05

Kalau menggunakan bunga sederhana maka bunga akan didapat sebesar I = 100 X 0,1 X 5 = $50. Sedangkan jikalau menggunakan bunga majemuk didapatkan bunga sebesar $61,05 atau lebih besar $11.05 daripada menggunakan bunga sederhana. Saldo akhir dengan bunga majemuk di atas dapat dihitung dengan rumus:

A\:=\:P\:\times\:(\:1\:+\:r)^{n} , Jadi kasus di atas dapat dihitung langsung dengan cara A\:=\:100\:\times\:(\:1\:+\:0,1)^{5} atau A = $161.05.

Rumus di atas adalah untuk bunga majemuk yang dibayarkan setahun sekali oleh bank. Namun ada kalanya pula bank membayar 6 bulan sekali (semiannually), 3 bulan sekali (trimonthly) bahkan sebulan sekali (monthly), nah untuk yang tidak dibayarkan secara tahunan sebenarnya rumusnya sama saja, hanya dimodifikasi sedikit menjadi:

A\:=\:P\times\:(1\:+\:\frac{r}{m})^{m\times\:t}

Di mana A adalah saldo akhir investasi, P adalah pokok simpanan, \frac{r}{m} adalah tingkat bunga setiap kali pembayaran atau r adalah tingkat bunga pokok per tahun dan m adalah jumlah berapa kaliย pembayaran/pemajemukan (compounding) serta t adalah jumlah tahun pinjaman atau tahun pemajemukan.

Misalnya contoh $750 diinvestasikan pada bunga 8% per tahun selama 5 tahun dengan bunga dibayarkan perbulan. Jadi tinggal kita masukkan saja ke dalam rumus di atas:

A\:=\:750\times\:(\:1\:+\:\frac{0,08}{12})^{12\times\:5} = $1117,38

Tidak sulit bukan? Pada dasarnya, secara teoritis (catat: secara teoritis bukan secara praktis!) bank dapat membayarkan bunga per minggu, per hari, per jam, per menit, per detik, per sepuluh detik, atau bahkan terus menerus secara kontinu, namun sebelumnya coba kita bandingkan dulu hasil di atas jika bank membayarkan bunga secara tahunan!

A\:=\:750\times(1\:+\:0,08)^{5} = $1101,99

Nah, sekarang bagaimana kalau bunga dibayarkan harian? Hasilnya akan sebagai berikut:

A\:=\:750\times(1\:+\:\frac{0,08}{365})^{365\times\:5} = $1118,82

Di sini kita melihat bahwa jikalau bunga dibayarkan tahunan maka total saldo investasi akhir adalah $1101,99 sedangkan jikalau bunga dibayar bulanan, saldo akhir adalah $1117,38 dan kalau bunga dibayar harian, saldo akhirnya $1118,82, di sini kita melihat bahwa semakin sering bunga dibayarkan, kita melihat bahwa saldo akhir semakin besar atau semakin ‘menguntungkan’, tapi di sini kita juga melihat bahwa semakin sering bunga dibayarkan perbedaan marginnya semakin tipis. Perbedaan antara per hari dan per bulan jauh lebih sedikit dibandingkan antara per bulan dan per tahun. Ini menandakan bahwa andaikan bank membayarkan bunganya terus menerus secara kontinu (misalkan bunga dibayarkan lebih cepat daripada setiap detakan jantung! ๐Ÿ˜€ ) bukan berarti bank akan mengeluarkan duit yang tak terhingga banyaknya yang akan membuat bank terssebut bangkrut, bukan begitu! Karena semakin sering bank membayarkan bunga (berdasarkan bunga majemuk) semakin dekat ia pada suatu limit jumlah tertentu. Kenapa demikian? Karena andaikan misalnya andaikan bank menetapkan tarif bunga 100% per tahun selama setahun maka andaikan bank membayarkan bunga begitu cepatnya hingga frekuensi pembayarannya mendekati “tak terhingga” maka faktor (1\:+\:\frac{r}{m})^{m\times\:t} pada rumus penghitungan bunga majemuk di atas akan berubah menjadi (1\:+\frac{1}{m})^{m} , dan tentu saja kita mengetahui bahwa:

\lim_{m\rightarrow\sim}\:(1\:+\frac{1}{m})^{m}

inilah yang didefinisikan dalam matematika sebagai konstanta ‘e‘ atau sama dengan 2,7182. Jadi walaupun sesering apapun bunga yang dibayarkan (bahkan terus menerus secara kontinu) tidak akan menghasilkan angka yang tak terhingga. Dengan kata lain, andaikan bank memberikan tarif bunga 100% per tahun untuk 1 tahunpun danย andaikan bunga dibayar terus meneruspunย maka saldo akhir investasi kita tidak akan melebihi 2,7182 kali dari investasi awal kita!

Ok, segini dulu bagian pertama, saya sudah lelah mengetiknya semalaman. Apalagi bikin rumus2 pakai \LaTeX nya banyak yang salah-salah sehingga harus terus menerus dikoreksi yang sangat melelahkan. Ok deh, di bagian kedua nanti saya akan membicarakan tentang Bunga Nominal dan Bunga Efektif, lalu juga tentang Waktu Pegandaan (Doubling and Multiplying Time) dan juga “Hukum 70” atau The Law of 70. Apapula tuh? Yah, pokoknya tunggu saja! ๐Ÿ˜€

Iklan

33 responses to “Menghitung Investasi, yuk! (bag. I)

  1. Mumet abis! ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜€

  2. Wah, Bung Yari, tulisan ini mengingatkan saya waktu belajar Matematika di SPG dulu. Sebenarnya saya suka banget sih sama model hitung-hitungan kayak gini. Cuma sayangnya, saya sering nggak sabaran untuk menghitung-hitung dengan cermat. It’s OK. Mohon sarannya, ya,Bung!
    Ok, salam.

  3. Uraian yang sangat menarik. Menambah informasi bagi saya. Analisis yang ok punya! Siiip deh! ๐Ÿ˜€

    (Btw, Pak Yari itu Akuntan, iya kan? Asyik bila sesuatu itu dibahas oleh ahlinya.Makanya hasil tulisannya juga bermutu. Setuju? Hehe… :D)

    Membaca artikel ini, saya jadi teringat pelajaran ekonomi dan akuntansi dulu semasa SMA. Saya juga suka yang beginian, masalah bunga berbunga Bank. Bunga majemuk. Dan juga proses penurunan rumus perhitungannya. Jadi, kita tak menelan bulat-bulat rumus itu. Kita tahu asal muasalnya.

    Oh, iya. Bagaimana masalah bunga dalam pandangan agama (khususnya Islam), mungkin, Pak Yari bisa menjelaskannya dari segi keilmuan Pak Yari. Kenapa secara agama itu diharamkan? Kenapa sistem syari’ah itu alternatifnya? Dsb. Jadinya, kita tak hanya tahu alasan or dalil naqlinya saja, tapi dalil aqlinya juga bisa tahu. Hehe.. ๐Ÿ˜€

    Ya udah segitu dulu aja, saya tunggu lanjutan pembahasannya deh. ๐Ÿ˜€

  4. @abintoro
    segera minum Panadol ๐Ÿ˜€

    @Sawali Tuhusetya
    Pak Sawali, memang tidak semua orang senang atau sabar dengan angka2, jadi yang terbaik adalah Pak Sawali jadilah diri bapak sendiri. Setiap orang punya kelemahan dan kekuatan masing2. ๐Ÿ˜€

    @Mathematicse
    Ya…. ada yang bilang saya dosen bahasa Inggris. Lihat komen di Komunitas Virtual Scrabble bag II. ๐Ÿ˜€ Jadi biar adil kalau siang jadi dosen, sore jadi akuntan kalau malam jadi satpam. Huehehehe…. ๐Ÿ˜€
    Sebenarnya asik juga ya… kalau sedikit banyak menjabarkan/menurunkan rumus2, tapi ya itu. Pertama bikinnya pakai \LaTeX agak mabok juga karena banyak. Kedua bagi sebagian pembaca mungkin tidak suka dengan penurunan rumus, lebih penting rumus jadinya saja. Mungkin biar tidak terlalu bertele2 atau terlalu rumit. Ketiga Kalau penurunan rumusnya terlalu rumit, buat saya juga bikin mabok deh… huehehehe… ๐Ÿ˜€
    O iya…. mengenai masalah ekonomi dalam hukum Islam… sepertinya saya harus lebih banyak membaca… maklumlah kang Jupri saya ini dibesarkan secara “tidak berimbang” yaitu informasi dari barat sejak saya kecil jauh lebih deras mengalir ke telinga, mata dan otak saya dibandingkan dengan informasi dari dunia Islam. ๐Ÿ˜ฆ Mangkannya sekarang saya agak sedih juga tuh! Bahkan ada juga yang bilang kalau saya ini Islamnya Islam KTP. Ya udah kang Jupri doakan saya saja mudah2an saya menjadi orang yang lebih baik terutama dari sisi ke-Islamannya. Amin.

  5. Gini lho pak Yari , Dalam dunia ini banyak hal-hal yang aneh bin ajaib.Beberapa teman saya jangankan sd kelas6,bahkan yang tidak sekolah pun ada.Nah, anehnya mereka itu pintar sekali mengelolah keuangan.Ada yang deposito, ada yang membeli obligasi, ada juga yang beli saham.Tanpa rumus tertentu mereka itu bisa menghitung dengan baik.Bagaimana ini ?

  6. Keren……aku ngga pernah ngitung2 ginian, kalo ngitung ada grey area nya dengan agama, jadi bagi aku nyinpen duit ya buat ngamanin duit aja, kl berbunga ya syukur lah…

    ๐Ÿ™‚

  7. @hanna

    Betul sekali mbak. Banyak sekali yang bisa ‘mengelola keuangan’ mereka tanpa mengetahui rumus2 spt di atas. Namun mungkin mereka sudah terima jadinya saja atau lewat ‘jasa’ intermediator seperti pialang, dsb. Mungkin saja andaikata mereka mengetahui seluk beluk keuangan, seperti rumus2 di atas, mereka akan lebih hebat lagi dari sekarang yang sudah hebat itu. Namun tentu saja penyajian rumus2 di atas konteksnya adalah murni pengetahuan bukan untuk jadi kaya. Karena konteks keilmuan seperti ini mungkin sangat berharga bagi mereka yang ingin tahu masalah2/seluk beluk bunga berbunga seperti ini, di luar konteks materialistik atau uang yang mereka dapat. Mungkin kasusnya sama dengan mbak Hanna yang kini tengah belajar bahasa Inggris dengan anak2, banyak juga yang tak bisa berbahasa Inggris tapi toh ia juga sukses. Nah, itu tergantung masing2 motivasi kenapa kita ingin belajar sesuatu. Ok? ๐Ÿ˜€

    @raffaell

    Iya raffaell, ada semacam twilight zone antara bunga sistem barat dan agama. Hmmm… ngamanin duit, kalau berbunga syukur, ya, nggak ada salahnya… tapi asal ngamaninnya jangan di kutang aja ya… sama aja oblong dan pasti nggak bisa berbunga dong! Hehehe…. ๐Ÿ˜€

  8. He he…
    Makasih ya ,Pak Yari.
    Senang bangat nih bisa belajar di sini .Siapa tau suatu saat nanti saya punya dana untuk di inventasi, Jadi tidak butuh lebih banyak lagi untuk memahami penjelasan2 dari cso.Ini kan bagian1 , saya tunggu postingan bagian2 nya ya.
    Salam

  9. *baru aja nonton bunga sedekah 10xlipat di tv*
    *manggut-manggut*
    *ketiduran..*
    zzzzz.. Ah.. Dulu waktu SMA paling enak tidur jam ekonomi.. Zzzz..

  10. aduh pa’..
    kmaren waktu ujian…perhitungan investasi saya gagal pa’

    dapet C lagi

  11. @hanna

    sama2 mbak hanna, saya juga banyak belajar dari blog mbak hanna dan juga blog2 teman2 lainnya. ๐Ÿ™‚

    @black_Claw

    Bukannya ente belajar apapun juga selalu tidur.. hehehe…. ๐Ÿ˜€

    @conandole

    Emang kuliahnya di mana mas?

  12. aku kuliah di Teknologi Industri Pertanian UGM, kemaren waktu ujian mata kuliah ekonomi teknik disuruh hitung kelayakn invstasi,IRR,BIP, dsbny..gagal truzz dapet C deh..he,,he,,

  13. @conandole

    Ya udah… nggak papa, C udah Cukup baik (atau Ccukup buruk… hehehe…) kok. Ambil hikmahnya aja daripada dapet D atau E. Ya kan? ๐Ÿ˜€
    Maksudnya mungkin bukan BIP kali, maksudnya BEP (Break-Even Point) kali. Kalau BIP di Bandung ini sebutan untuk Bandung Indah Plaza. ๐Ÿ˜€

  14. oiya..BEP :-)….maap om…

    smester ini juga ada mt kuliah analisa pengambilan keputusan. nanti kalau ada masalah investasi dsb boleh gak saya konsultasi ama mas yari…..:-P

  15. @conandole

    Wah… asik tuh analisa pengambilan keputusan, apalagi bagian ‘decision tree’-nya. Huehehe… boleh deh… tanya… mudah2an nanti kalo ujian sukses ya! Paling asik loh, analisa kuantitatif!

  16. Pak, kok di bagian akhir yg rumus bunga majemuk tiba2 menjadi limit dan akhirnya menjadi konstanta ‘e’ atau 2,7182 bagaimana carnya?

  17. @conandole

    sama2

    @ T. M. Armansyah

    Maksudnya mungkin bagaimana (1+\frac{1}{m})^{m} menjadi lim_{m\rightarrow\sim}\:(1+\frac{1}{m})^{m} = e, begitu ya?
    ooo… kalau maksudnya itu gampang saja, ada 2 cara:
    Pertama masukkan saja, nilai yang besar sekali, misalnya: 1.000.000 atau 1.000.000.000 menggunakan kalkulator, semakin besar akan semakin dekat dengan nilai ‘e’ atau 2,7182
    Kedua, kalau mau sedikit gaya ๐Ÿ˜€ , bisa dibuktikan dengan rumus binomial Newton berikut ini:
    (1+\frac{1}{n})^{n}\:=\:\:1\:+\:\frac{n}{1}\:\frac{1}{n}\:+\:\frac{n(n-1)}{1\:2}\:(\frac{1}{n})^{2}\:+...+\:(\frac{1}{n})^{n}
    Nah, coba anda masukkan sendiri, saya malas menuliskannya lengkap karena panjang sekali! Ok, selamat mencoba! ๐Ÿ˜€

  18. saya emang lagi nyari cara ngitung bunga…makasih infonya ya. inspairing gitu dee….

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Syukur kalau bisa bermanfaat deh. Terims ya sudah mampir di blogku. ๐Ÿ™‚

  19. salam kenal,

    saya editor di penerbit buku pelajaran. saya sedang butuh tabel nilai akhir anuitas dan tabel nilai akhir bunga dalam bentuk digital. di mana ya bisa saya dapatkan? Makasih Mas.

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Waduh mas, bikinnya gampang sekali kok mas, mas tinggal lihat tabel bunga yang banyak bertebaran di buku2 manajemen keuangan, terus dibikin di MS-Excel, apalagi kalau mas senang dengan IT, pasti mudah kok membuatnya! Saya dulu pernah juga membuatnya tapi entah ke mana sekarang. ๐Ÿ™‚

  20. Salam
    Mas, saya pingin tahu rumus menghitung bunga deposito berjangka 6 bulan itu bagaimana ya?
    Sebelumnya terima kasih banget mas !

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Perhitungan bunganya pada dasarnya sama dengan bunga majemuk. Rumusnya sama dengan rumus bunga majemuk di atas hanya saja tingkat bunga per tahun yang berlaku dikonversikan dulu ke tingkat bunga perbulan, lalu dihitung bunganya per bulan. Tidak sulit kok. ๐Ÿ™‚

  21. hmm.. info yg menarik..
    sukses untuk bpk yari

    ______________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih untuk ada juga yang sudah sudi mampir di blog saya. ๐Ÿ™‚

  22. Ping-balik: Olimpiade: Citius, Altius, Fortius. Adakah Limitnya? « Spektrum Pemikiranku

  23. bisa tolong berikan referensi bank mana yang memberikan fasilitas bunga berbunga. mohon bls ke imel saya: sukma_161184@yahoo.co.id

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. maaf kalau itu saya tidak punya referensinya. Bagi yang tahu mungkin bisa mengirimkan informasi ke e-mail di atas. Hanya saja perlu diketahui bahwa bank yang menawarkan bunga yang ‘tinggi’, bank tersebut biasanya justru kurang bona fide.

  24. Baru baca hari ini, lihat ada sedikit yang salah di perhitungan bunga

    Pokok:146,41
    Bunga: 146,41 X 0,1 = 14,64
    Akhir: 165,05 <—— yang seharusnya adalah 161,05

    Jadi tidak ada yang salah dan selisih dari perhitungan manual dan rumus, juga tidak ada pembulatan yang signifikan sampai ke digit sebelum koma.

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Aha…. betul sekali… maaf terjadi kesalahan mendasar. Yah, namanya juga manusia. Tetapi sudah saya betulkan perhitungannya dan juga teks yang bersangkutan. Terims sekali ya…. ๐Ÿ™‚

  25. WAH HEBAT JD SEMANGAT INVESTASI YANG CERMAT NIH.

    ___________________________

    Yari NK replies:

    Kalau begitu…. selamat berinvestasi… ๐Ÿ™‚

  26. Thanks Pak atas pelajaran Menghitung investasi. saya ada soal bisa bantu?
    1. Tuan A tahun awal Thn 2000 menginvestasikan uangnya 50jt tingkat bunga 9.5% berapa besar dipositonya di tahun 2009

    2.Pembagin warisan akhir tahun Tuan A akhir Tahun ke 5 sebesar 100jt berapakah nilai sekarang dengan tingkat bunga 9.5%

    3. Setiap akhir tahun kita mendipositokan uang 2jt pada akhr tahun ke 7 berapa uang dgn bunga 9.5%

    4. Jika kita memiliki sumber usaha 100jt/th dan rencana akan dopresasikan selama 2o th berapa nilai skr dari annuitas tersebut dengan tingkat bunga 9.5%

    Sebelumnya saya ucapkan Thanks pak atas bantuannya.

  27. Makasih banyak bang.. atas Ilmunya, saya jd dapet juga bahan pelajaran untuk tugas Pengantar ekonomi. semoga ilmunya makin bermanfaat deh untuk orang lain.
    di tunggu lagi postingannya…

  28. THANK YOU …
    I WANNA BUY APARTEMENT WITH MY MONEY JUST US$10 TO USE COMPOUND RATE 3,5% PER DAY …
    HOW LONG I GET APARTEMENT FOR SALE US$ 235.000?
    PLEASE ANSWER YEAH …

  29. A\:=\:P\times\:(1\:+\:\frac{r}{m})^{m\times\:t}

  30. thanks mas yari…saya dah hampir lupa nih..untung ada blog mas yari. dulu waktu kuliah kami jg belajar nih bunga uang…mata kuliah ekonomi teknik (ekotek)…saya 4 x ngulang lho mata kuliah iini…hehehe bukan bangga lho..tp setelah mengalami rentetan yg begitu panjang akhirnya saya btul2 paham deh tentang bunga,,byk banget kriteria bunga ni…anual,,present,,future,,,rumus2nya pun byk…skrg ilmu ni betul2 sangat berarti dalam hidup saya…setidaknya saya bisa jeli jika ada org yg menawarkan pinjaman atau kredit dengan bunga rendah..padahal sebenarnya tinggi kalo dihitung secara benar..zaman skrg byk perusahaan yg mengelabui masyarakat dengn menawarkan bunga yg ringan..padahal sebenarnya sama saja atau bahkan lebih besar dari sewajarnya..thanks ya udah baca..

  31. Ayo kunjungi dan coba http://www.investkita.us untuk menghitung keuntungan investasi anda.Mulai dari emas valas dan saham.Semakin untung apa rugi??

  32. bagaimana bila pemberian bunga ditentukan sebesar 1,5% per hari dengan bunga majemuk? jika modal awal yg diberikan 100$ maka berapa besar bunga yang diterima setelah 1 tahun? mohon bantuannya ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s