Etanol dan Kecanduan Alkohol

Gambar molekul alkohol

Picture courtesy of Wikipedia

Sepanjang sejarah umat manusia, manusia sudah meminum alkokol untuk memanjakan selera mereka dan bersenang-senang dan juga untuk mengubah ‘mood’ mereka. Ya, alkohol tentu saja sejak berabad-abad yang lalu telah dikenal sebagai substansi yang mampu mengubah ‘mood’ seseorang yang menyebabkan substansi ini gampang ‘disalahgunakan’ dengan minum-minum yang berlebihan. Dalam tulisan ini saya akan menurunkan tulisan mengenai alkohol, kecanduan alkohol serta dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya. Tulisan ini saya angkat berdasarkan sebuah acara (saya lupa namanya karena mulai nontonnya sudah agak telat) di jaringan televisi Australia Network yang saya padukan dengan berbagai artikel di Internet.

Alkohol sebenarnya mempunyai banyak macamnya. Ada metanol, etanol, propanol (propanol juga punya beberapa isomeri), dan lain sebagainya. Namun yang paling luas digunakan adalah metanol dan etanol. Metanol (yang juga banyak disebut sebagai alkohol kayu karena substansi ini dahulu didapat dari distilasi kayu) adalah substansi yang sangat beracun karena di dalam tubuh akan diubah menjadi formaldehyde, bahan utama formalin (bahan pengawet yang sempat dihebohkan di Indonesia beberapa waktu lalu) oleh hati. Substansi alkohol yang biasa diminum adalah golongan etanol atau etil alkohol dengan rumus kimia CH3CH2OH. Etil alkohol murni adalah senyawa atau substansi yang tidak berwarna berbentuk cairan dengan rasa yang sangat membakar yang membuat tidak ada orang yang mau meminumnya. Alkohol yang diminum biasanya dalam bentuk larutan dan tidak murni alkohol lagi. Bir biasanya mempunyai kadar alkohol 3 hingga 6%, sedangkan anggur 12-14%. Alkohol ini dibuat oleh fermentasi oleh sel-sel ragi yang mengubah karbohidrat terutama glukosa menjadi alkohol. Jikalau kadar alkohol telah melebihi 15%, maka enzim dalam sel-sel ragi menjadi tidak aktif dan akan gagal dalam menghasilkan alkohol malah setelah melebihi kadar 20%, sel-sel ragi dapat menjadi mati. Anggur-anggur yang lebih keras biasanya dibuat dengan menambahkan konsentrasi alkohol dengan campur tangan manusia, bahkan minuman-minuman yang lebih keras seperti brandy dan whiskey yang mempunyai kadar alkohol sekitar 40-55% dibuat secara distilasi.

“Proof” dalam minuman alkohol adalah tanda menunjukkan berapa kadar alkohol dalam minuman tersebut. “Proof” yang tertulis di label kemasan minuman adalah sama dengan dua kali kadar minuman tersebut. Jadi kalau tertulis “100 proof”, maka minuman tersebut mempunyai kadar alkohol 50%. Alkohol murni mempunyai “proof” sebesar 200.

Efek dari Alkohol. Efek alkohol dipengaruhi beberapa faktor, atau dengan kata lain ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol di dalam tubuh. Massa tubuh mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol. Wanita yang mempunyai berat 55 kg dapat lebih cepat dipengaruhi alkohol dibandingkan rata-rata pria yang mempunyai bobot badan lebih. Keterisian perut dengan makanan juga mempengaruhi penyerapan alkohol dalam tubuh, keberadaan makanan dalam perut memperlambat penyerapan alkohol di dalam tubuh.

Ketika kadar alkohol di dalam darah mencapai 0,050%, efek depresan dari alkohol mulai bekerja, sementara pada kadar alkohol 0,1%, syaraf-syaraf motorik mulai terpengaruh. Berjalan, penggerakan tangan dan berbicara mulai sedikit ada nampak perbedaan. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, kadar ‘mabuk’ didefinisikan sebagai kadar alkohol yang mencapai 0,1% di dalam darah. Dalam undang-undang mengenai keamanan berkendaraan di jalan raya di beberapa negara bagian di AS, keadaan mabuk bahkan didefinisikan lebih rendah lagi, yaitu sekitar 0,05% kadar alkohol dalam darah. Pada kadar alkohol 0,2% dalam darah, syaraf motorik seseorang benar-benar ‘terlumpuhkan’ dan keadaan emosi orang tersebut mulai terganggu. Marah, merasa jagoan, dan bicara layaknya seorang yang sok berani, biasanya mulai terlihat apalagi jika ada orang yang tidak mabuk yang mengatakan bahwa ia mabuk. Sedangkan dalam kadar 0,3%, si pemabuk benar-benar dalam keadaan kacau dan bisa kolaps atau jikalau ia mendapatkan stimulus dari luar ia akan sangat sulit bereaksi dengan baik. Lantas dengan kadar alkohol 0,4 hingga 0,5% dalam darah, orang akan berada dalam keadaan koma, dan beberapa bagian di otak yang mengatur detakan jantung dan pernafasan akan sangat terganggu sehingga dapat menimbulkan kematian!

Etanol diserap langsung ke dalam darah dalam sistem pencernaan. Enzim-enzim yang berada di sistem pencernaan dan juga hati bekerja keras untuk mengeluarkan ‘racun’ etanol dari dalam tubuh, namun kerja paling keras dilakukan oleh hati. Sebuah enzim mengubah etanol menjadi acetaldehyde atau etanal (CH3CHO), yang bertanggungjawab atas penyakit cirrhosis atau sirosis dalam hati. Pada akhirnya acetaldehyde (etanal) ini akan diubah menjadi ion asetat, CH3CO2 yang dapat dimetabolis secara normal oleh tubuh.

Kecanduan Alkohol. Etanol adalah alkohol yang dapat diminum yang menyebabkan banyak orang mengalami kecanduan alkohol atau alkoholisme (alcoholism). Walaupun sebenarnya alkoholisme sulit didefinisikan dengan tepat namun beberapa ahli sependapat bahwa definisi alkoholisme harus difokuskan pada frekuensi dari simptom akibat meminum-minuman keras itu sendiri. Atau dengan kata lain fitur yang ditonjolkan dalam alkoholisme adalah keinginan yang kuat atau ketergantungan seseorang terhadap etanol sampai pada titik bahwa orang tersebut hanya sibuk memikirkan “kapan saya akan minum lagi!” dan ketidaktersediaan etanol untuk diminum bagi dirinya merupakan hal yang sangat ‘menyakitkan’. Kecanduan alkohol biasanya disertai dengan gangguan sistem syaraf dan otot. Dan dalam stadium awal, etanol dalam tubuh menyebabkan penumpukan substansi yang mengandung lemak (fatty) di dalam hati yang dalam stadium lanjut dapat menjadi penyakit sirosis, suatu penyakit disorganisasi hati yang sulit disembuhkan. Di Australia, sepertiga peminum berat menderita kerusakan jantung dan hampir separuhnya mengalami melemahnya otot-otot skeletal dalam tubuhnya.

Malnutrisi, juga memperburuk alkoholisme namun kebanyakan tidak menyebabkan secara langsung gangguan medis pada pengguna alkohol yang parah. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak para pemabuk berat biasanya kurang memperhatikan lagi asupan gizi yang masuk ke tubuhnya alias mengganggu jadwal makan yang normal. Sebenarnya 1500 ml whiskey sehari cukup mensuplai kaloriΒ untuk metabolisme tubuh namun tanpa memakan makanan yang cukup, asupan vitamin dan protein tidak akan ada. Kedua zat gizi ini juga sangat diperlukan dalam tubuh untuk metabolisme tentu saja.

Alkohol dan Kehamilan. FΕ“tal alcohol syndrome adalah sindroma yang disebabkan secara langsung oleh keberadaan etanol yang berlebihan di dalam tubuh sang ibu. Sindroma ini disebabkan langsung oleh substansi etanol itu sendiri bukan oleh substansi oksidasinya yaitu acetaldehyde. Hal ini disebabkan karena janin tidak bisa membersihkan etanol dari tubuhnya dan alkohol dapat menghentikan pembelahan sel dalam janin. Sindroma ini banyak menyebabkan bayi-bayi yang lahir cacad mental dan berbagai macam gangguan lainnya. Untuk itu kini sangat dianjurkan untuk sama sekali menghindari alkohol pada saat hamil, namun seringkali anjuran ini terlambat datang dan banyak ibu-ibu di negara-negara barat yang ‘pemabuk’ yang tak sadar akan kondisinya.

Demikianlah tulisan saya mengenai etanol (alkohol yang dapat diminum) dan kecanduan alkohol, mudah-mudahan dapat menambah informasi bagi para pembaca.

14 responses to “Etanol dan Kecanduan Alkohol

  1. Kayaknya tulisan disini terstruktur, analitik, informatif, dan nyaman dibaca euy … Ngak acak-acak tu … dusta itu dosa euy … becanda menyehatkan memang. Selamat menulis. Salam.

  2. Wah, artikel ini mengingatkan saya ketika belajar kimia di SMA dulu. Saya juga seneng belajar tentang kimia (sekarang banyak yang lupa). Tentang Etanol dan kawan-kawannya.

    Artikel ini menambah informasi bagi saya, yang awam (tak tahu) dengan dunia begituan. Sepertinya artikel ini juga cocok dibaca siswa-siswi sekolah, sebagai tambahan wawasan dan pengetahua yang sangat diperlukan bagi mereka.
    πŸ˜€

  3. Ada persepsi yang keliru mengenai alkohol. Dalam penafsiran orang-orang –yang mengaku dirinya– modern, alkohol dijadikan sebagai “ikon” peradaban. Dalam sebuah perjamuan, misalnya, kurang lengkap rasanya jika tidak menenggak alkohol dengan berbagai merknya itu. Dengan kata lain, meriah tidaknya sebuah perjamuan bisa dilihat ada atau tidaknya alkohol sebagai salah satu komponennya. Fenomena ini sebagai simbol modernitas atau “jahiliyah” modern …. heheheheπŸ˜€

  4. Biasanya orang yang sudah mabuk selalu mengatakan dirinya tidak mabuk meskipun sudah muntah-muntah, he he he.
    Ada yang mengatakan semakin lama minuman alkohol itu di simpan semakin mahal harganya, benar ga ya ?
    Saya juga pernah Menyaksikan beberapa teman minum wine merah di campur garam, jeruk nipis, dan sprite atau cola.Katanya nikmat, bikin melayang-layang.Oo ow, mereka yang minum saya yang mabuk, hi3.Habis bingung sih.

  5. @Ersis Warmansyah Abbas

    Terima kasih pak Ersis, saya akan berusaha menulis lebih baik lagi.πŸ™‚ Tapi omong2 yang dusta itu siapa euy?πŸ˜€

    @mathematicse

    Ya mudah2an adik2 kita terutama yang di SMA tidak hanya bisa ikut2an mabuk2an saja agar dibilang gaya, tapi juga mengetahui bahwa meminum minuman alkohol (apalagi berlebihan!) adalah perbuatan bodoh yang bisa merusak diri sendiri, dan sama sekali tidak gaya!πŸ˜€

    @Sawali tuhusetya

    Yah… itulah karena budaya ikut-ikutan yang banyak dianut bangsa kita. Celakanya, budaya yang diikuti itu budaya yang buruk2 seperti mabuk2an, free sex, dsb. Sementara budaya2 yang sulit(susah karena butuh belajar dan pengorbanan!) ditiru seperti tidak korupsi, semangat belajar yang tinggi, dll. tidak diminati untuk ditiru oleh bangsa kita!πŸ˜€

    @hanna

    Sebenarnya secara kimiawi sih tidak begitu berpengaruh ya! Ada yang mengatakan bahwa wine itu makin disimpan akan semakin matang dan semakin afdol rasanya. Satu-satunya senyawa yang mungkin membuat wine terasa mantap jikalau disimpan lama adalah tannin yang berasal dari kayu tong penyimpanan Wine.
    Tetapi ada juga wine yang justru katanya lebih mantap jikalau masih muda baru berumur beberapa hari seperti anggur Perancis Beaujolais Nouveau.
    Mengenai wine merah dicampur gram, jeruk nipis ataupun sprite, aku belum pernah coba deh.πŸ˜€ Pakai kecap juga nggak? Hehehehe….πŸ˜€

  6. gmana kalo tulisan ini diprin out trus disebarin kmana2, biar pada tau segitu bahayanyaa ngkonsumsi alkohol, tar pas kerasa ada knapa-knapa malah nyalahin Allah😦 hah, manusiaaa….

  7. Dari pada minum alkohol mending minum teh tarik… tariiik mang.

  8. @ pipiew

    Iya tuh, namanya juga manusia, terkadang tidak pernah mau belajar dari kesalahannya sendiri!😦

    @ WarungIkanKuahBelimbing

    Iya betul tuh! Tariiiiik!πŸ˜€

  9. weleh…weleh…
    budayakan minum air putih aja biar sehat.
    ups! air putih ato air bening,kang?πŸ˜€

  10. @eNPe

    Kayaknya paling tepat disebut air murni deh. Jadi murni air alias H_2 O tanpa zat apa2 lagi! Iya kan?πŸ˜€

  11. Assamualaikum Mas Yari NK, mengapa orang2 Arab jarang bantuin kita ya kalau negara kita kena musibah ato bencana?Padahal bangsa laen justru banyak yang ngebantuin,kitakan sesama bangsa yang jumlah penduduk mayoritas agama Islam,seharusnya lebih diperhatikan dong.Walaikumsalam.

  12. @Muhammad Yunus

    Wa’alaikum salaam wr wb.
    Nah, itu dia, sayapun berfikir serupa, kenapa orang2 Arab jarang atau kurang banyak membantu kita dalam terkena musibah. Yang sering membantu kita ya paling2 Amerika Serikat, Australia, Jepang, Uni Eropa dan negara2 tetangga. Namun pelajaran terpenting bagi kita adalah, bahwasannya kita harus bersahabat dengan negara manapun di dunia ini, itu yang terpenting!πŸ™‚

    Wassalamu ‘alaikum wr wb.

  13. informasinya oke…
    saya minta ya, mau saya kasih tau ke temen, kayaknya dia butuh deh…
    trims… matur nuwun…

    __________________________________

    Yari NK replies:

    silahkan….silahkan…. terima kasih kembali!πŸ™‚

  14. Ai ya…
    kecanduan alkohol memang sudah menjadi alasan tuk para peminum. Katanya kalau tidak minum tidak bisa tiudr. aiya, aiya wae.

    Dalam kultur China, maaf, sebelumnya, dalam perayaan hari besar atau ketika menjamu tamu-tamu istimewanya selalu menghadirkan minuman beralkohol. Konon, untuk memperat hubungan. Kalau saya selalu mengantikannya dengan secangkir teh. Tidak masalah kok asal ikut bersulang, hahaha.

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah ternyata mbak Hanna toh, ganti penampilan, sip deh, senang sekali berjumpa mbak hanna lagi di blogsfer ini.

    Ya, malah bagus mempererat hubungan dengan secangkir teh. Apalagi teh banyak mengandung banyak senyawa2 antioksidan yang berguna untuk melawan radikal bebas yang berarti ia mempunyai zat2 aktif dalam memperlambat penuaan. Apalagi teh2 di China banyak variannya pastinya…..πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s