Justine Henin dan Roger Federer Juara US Open

Roger Federer (Suisse)Justine Henin (Belgique)

Selain sepakbola, olahraga yang paling tidak pernah saya lewatkan di televisi adalah tennis. Bahkan boleh dikata, bagi saya tennis adalah olahraga nomor satu yang ‘wajib’ saya lihat di televisi. Meskipun saya kini boleh dikata tidak pernah bermain tennis lagi (dahulu hanya hobby, sekedar tarsun/pertandingan antar dusun saja😀 ), namun olahraga ini tetap menyita perhatian saya, apakah itu berita di koran, berita di televisi ataupun pertandingan live-nya di televisi. Bahkan jikalau tidak disiarkan langsung di televisi (dalam atau luar negeri) saya mencari situs resminya dan cukup menikmati live scoreboard-nya!

Bagi anda penggemar tennis, mungkin sudah tahu bahwa baru-baru ini telah selesai turnamen akbar tennis US Open yang dilangsungkan di lapangan Flushing Meadow New York, yang dimenangkan oleh Roger Federer dari Swiss untuk tunggal putra dengan mengalahkan petenis Serbia Novak Ðoković dengan 7-6, 7-6, 6-4 sedangkan di tunggal putri petenis Belgia Justine Henin mengalahkan petenis Rusia yang berkali-kali menjuarai turnamen tennis putri Wismilak Open di Bali, Svetlana Kuznetsova dengan angka telak 6-3, 6-1. Roger Federer telah 4 kali berturut-turut menjuarai turnamen ini mulai dari tahun 2004, sementara untuk Justine Henin ini adalah kedua kalinya ia menjuarai turnamen ini, yang sebelumnya pernah ia menangkan di tahun 2003. Tahun lalu Justine hanya menjadi runner-up karena kalah dari petenis cantik Rusia, Maria Sharapova. Justine Henin dan Roger Federer yang menjuarai turnamen pada tahun ini masing-masing membawa pulang US$ 1.400.000.

Ada yang menarik dari Justine Henin, janda imut-imut berusia 25 tahun asal Liège, kota kecil di daerah Wallonia yang berbahasa Perancis di Belgia ini. Setelah terserang virus misterius di tahun 2004 yang menyebabkan ia hampir absen di keseluruhan turnamen di tahun itu, ia berhasil kembali ke panggung tennis dengan meyakinkan dan tetap dapat bersaing dengan petenis-petenis papan atas dunia lainnya. Bukan itu saja, di akhir tahun lalu dan di awal tahun ini, pernikahannya dengan Pierre-Yves Hardenne berantakan, yang tentu saja sangat menyita perhatian dan energinya, sehingga ia harus absen di turnamen akbar Australia Open awal tahun ini. Namun halangan-halangan itu semua tidak menyebabkan ia patah semangat dan mengalami penurunan prestasi, ini dibuktikannya dengan merebut gelar US Open tahun ini. Bukan itu saja, petenis mungil (untuk ukuran orang barat) yang hanya mempunyai tinggi badan 1,67 m ini berhasil mengalahkan dua ‘raksasa’ tuan rumah, Williams bersaudara, yaitu Venus Williams yang mempunyai tinggi badan 1,85 m di semifinal, setelah sebelumnya Justine juga mengalahkan adik Venus, Serena Williams di babak perempat final yang mempunyai tinggai badan 1,75 m. Di sini Justine Henin membuktikan bahwa tinggi badan bukan hambatan untuk berprestasi. Inilah yang seharusnya menjadi cambuk penyemangat untuk petenis-petenis Indonesia.

Sementara itu, petenis putra Swiss, Roger Federer juga memberikan femomena unik tersendiri pula di dunia tennis. Petenis yang lahir di Basel, Swiss tahun 1981 yang kini menetap di Oberwil (juga di Swiss) mematahkan ‘pakem’ yang berada di dunia tennis putra, yaitu tidak ada seorang petenis putrapun yang mampu begitu mendominasi setiap turnamen. Petenis Swiss ini telah memenangkan 12 turnamen Grand Slam, yaitu 3 kali juara Australia Open, 5 kali juara Wimbledon dan juara US Open 4 kali. Dan itu hanya ia lakukan dalam kurun waktu 4 tahun saja. Satu-satunya Grand Slam yang belum pernah ia juarai adalah French Open yang dimainkan di tanah liat karena selalu kalah dari saingan beratnya yang raja lapangan tanah liat, Rafael Nadal dari Spanyol. Memang prestasi ini masih kalah dengan rekor Pete Sampras petenis AS, yang sudah menjuarai 14 Grand Slam, namun Sampras melakukannya dalam 9 tahun dari tahun 1994 – 2002 (kini Pete Sampras telah pensiun dari dunia tennis), sehingga masih banyak kesempatan untuk Roger Federer untuk menyusul rekor Pete Sampras.

Sekarang bagaimana dengan petenis-petenis Indonesia? Bagaimana dengan Angelique Widjaja yang dulu pernah dielu-elukan karena menjuarai Wimbledon Junior tahun 2001? Apakah karena mabuk dielu-elukan terus prestasi jadi menurun? Padahal Maria Sharapova, petenis cantik Rusia, tidak pernah menjuarai Wimbledon Junior dalam kariernya. Namun petenis ini ketika menjadi senior, prestasinya melejit setinggi langit sehingga mampu memenangi Wimbledon 2004 dan juga US Open 2006. Bagaimana ini? Lagi-lagi sebuah pertanyaan klasik yang tidak akan pernah terjawabkan!

10 responses to “Justine Henin dan Roger Federer Juara US Open

  1. Kalau saya jarang nonton tennis ,so ga bisa koment banyak deh. Tapi… Kalo sepak bola saya juga jarang membiarkan dia lewat begitu saja.Bahkan sampai begadang. Ha ha.Buka rahasia dikit nih.

  2. @ hanna

    Hahaha… iya nggak apa2 mbak Hanna, memang nggak semuanya senang tennis, tapi perempuan juga sekarang banyak loh yang senang nonton para pemain sepakbola! Hehehe….😀

  3. Pemain tenis idola Bung Yari ini siapa, hayo? Ntar kita undang untuk jadi komentator liga sepaka bola Indonesia, hahahaha😀 Soalnya di negeri kita ini antara jumlah atlet dan komentatornya kan nggak imbang. Jumlah komentatornya lebih banyak, hehehehe:mrgreen:

  4. Tenis? pertama kali sih suka pas roger federer vs andre agassi.. keren banget. Ngerti kenapa orang bisa suka tenis. Sayang jarang disiarin di TV tanah air.. Kalau disiarin juga tunda..

  5. @Sawali Tuhusetya

    Hahahaha…. kalau ada kejuaraan komentator sepakbola internasional, kira2 menurut pak Sawali, Indonesia bisa menang ngga?? Kalau kalah juga wah kasihan juga ya negeri kita ini… udah sepakbolanya kalah… kalah saingan komentator pula! Hehehehe….

    @atmo4th

    Iya atmo4th, pertandingan tennis jarang sekali disiarkan di televisi nasional sekarang apalagi live, sebab dipertimbangkan kurang komersial, selain masih terhitung jarang orang Indonesia yang suka tennis (dibandingkan badminton), juga lama pertandingan tennis agak sulit diprediksikan.

  6. Wah saya dulu penggemar Pete Sampras dan Steffi Graff (dari Jerman, sekarang di AS jadi istri Andre Agassi). (Koreksi ya kalau salah nulis nama).

    KAlau prestasi tennis Indonesia, sepertinya masih belum muncul lagi… (setelah era Yayuk Basuki, sepertinya lenyap, ga ada pengganti. Padahal negeri kita itu banyak penduduknya). Aneh!

    Saya juga penggemar berat sepakbola….

    Oh, iya. Masalah komentator sepakbola, saya malah pengen menonton kalau ada pertandingan antar komentator (bukan main sepakbolanya ya). Saya kira Indonesia bakal menang deh… Hehehe… (soalnya sangat terlatih, banyak komentar ini-itu, pandai menjelaskan situasi, dlsb).

  7. Itu, hadiah $ 1,4 juta duit kontan semua ya?😀

  8. @mathematicse

    Iya, memang Steffi Graf juga salah satu pemain favorit saya dulu, sepanjang karirnya, ia telah mengkoleksi 22 gelar Grand Slam, dan pemain terakhir (sampai saat ini) yang meraih predikat Golden Slam di tahun 1988 (memenangi keempat turnamen Grand Slam ditambah medali emas Olimpiade Seoul 1988 waktu itu).
    Mengenai komentator sepakbola, bagaimana kalau Indonesia mengirimkan Titiek Soeharto yang dulu pernah mencoba sebagai pembawa acara piala dunia di SCTV?😀

    @abintoro

    Nggak bin, sebagian dibayar pakai rambutan dan duku!😛
    Ya, iyalah duit semua!😀

  9. Sejak Andre Aggasi sudah jarang muncul .. saya jadi jarang nonton juga hehehe kebetulan emang ga sempat sih sebenarnya hehehe jadi lebih sering membaca hasil pertandingan di koran pagi hari dari pada menontonnya.

  10. @ erander

    Yeee… sekarang Andre Agassi udah pensiun! Bukannya jarang tampil lagi, emang udah nggak bakalan pernah tampil lagi sekarang! Hehehehe…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s