Kenapa harus cuma 5 atau 6 agama saja?

Ini sebenarnya postingan yang mungkin kurang cocok dirilis di bulan Ramadhan ini, tetapi entah kenapa kok malah justru sekarang saya baru teringat akan hal ini, padahal pertanyaan ini sudah lama mengendap di benak saya. Ceritanya sih simpel-simpel saja, begini: Di Negeri kita ini kan katanya negara yang pluralistik, yang mengakui kemajemukan bangsanya termasuk agamanya, dan bukan negara yang berazaskan pada satu agama saja. Tetapi kenapa ya, yang diakui hanya 5 atau 6 agama saja??

Padahal yang saya tahu, di dunia ini banyak sekali agama-agama yang ada, tetapi tidak diakui oleh negara ini, seperti Baha’isme, shinto, zoroaster, taoisme, dll. Belum lagi agama-agama baru yang bermunculan seperti neopaganisme, UFOisme, digitalisme (believe it or not!), dll, cari sendiri di Google atau Wikipedia, anda akan menemukan banyak sekali agama-agama baru! Mungkin juga termasuk agamanya Lia (Aminudin) Eden, dll. Terlepas dari sesat apa nggaknya ajaran mereka, tergantung persepsi masing-masing, tetapi kenapa pemerintah seharusnya hanya mengakui 5 atau 6 agama resmi aja? Apa alasannya ya? Apakah karena takut kebanyakan agama nanti administrasinya rumit? Atau karena agama-agama lain tersebut dianggap sesat??

Terus terang saya sendiri pribadi menganggap agama-agama tersebut memang sesat, tetapi belum tentu di dalam persepsi mereka yang menganut agama tersebut, agama-agama tersebut adalah sesat! Toh menurut kacamata Islam, agama-agama lainpun termasuk Kristen, Hindu, Budha dan lain-lain juga adalah agama-agama ‘sesat’, begitupula dengan yang Kristen, menganggap Islam dan agama-agama yang lainnya adalah ‘sesat’, semua agama menganggap ajarannyalah yang paling benar. Jadi apa bedanya?? Masalahnya bukan mencari agama mana yang paling benar atau yang salah, tetapi kenapa yang diakui cuma 5 atau 6 agama saja? Atas dasar apa alasannya? Toh, negara kita katanya negara majemuk, dan tidak berlandaskan kepada satu agama saja. Lantas, kenapa pilih kasih ya? Lagipula kenapa kita musti ‘takut’ menerima kedatangan agama-agama lain? Bukankah kalau iman kita sudah kuat, kita tidak perlu takut untuk menerima mereka yang dikhawatirkan akan ‘meruntuh’kan iman kita? Kalau kita takut dengan kedatangan mereka karena alasan itu berarti iman kita yang belum kuat dong?? Lagipula dalam beragama  kan juga tidak boleh ada pemaksaan? Kita hanya boleh menasihati dan memberi ceramah bagi mereka yang ‘sesat’ tetapi kita tetap tidak boleh memaksa! Bukankah begitu?

Ya… okelah… segitu dulu uneg-uneg dari saya. Cukup pendek saja! 😀 Sekarang saya mau kembali kerja lagi, maklum masih jam kantor! 😀 Huehehehe…! Dan saya ucapkan selamat saum atau puasa bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Iklan

39 responses to “Kenapa harus cuma 5 atau 6 agama saja?

  1. Menarik sekali,pak. Saya budhis.
    Dalam ajaran Budha kami selalu di ajarkan untuk saling mengasihi atau Metta. Dulu ketika sltp guru agama saya pernah mengatakan, ” Ibarat sebatang pohon.Pohon itu Tuhan Yang Maha Esa, dan ranting-ranting itu ialah agama-agamanya.Apapun agamanya yang di tuju tetaplah Tuhan Yang Maha Esa”. Tpai , kalo mengenai ajaran sesat saya kurang paham, he he.

    Met menunaikan ibadah puasa.Mohon maaf lahir & bathin.

    _______________________________

    Yari NK :

    Mengenai ajaran sesat mbak, semua berhak menilai mana ajaran yang sesat/salah dan mana ajaran yang benar, semua berhak mempunyai persepsi masing2, asal semua itu disimpan dalam hati saja, dan tidak diutarakan dengan cara yang dapat menimbulkan kebencian, kekerasan dan pemaksaan. Semua agama pada esensinya pasti berpendapat bahwa agamanya yang paling benar, agama lain minimal ‘agak salah2 sedikit’, mana ada agama yang mengajarkan agama orang lain yang paling benar, betul nggak? Hehehehe… 😀
    Btw, terims atas ucapan selamatnya
    .

  2. Pembahasan yang menarik. Saya juga berpikir seperti yang diuraikan di artikel ini. Kenapa ya?

    Tapi saya pikir karena ajaran agama-agama yang katanya baru, semisal ajaran Lia Eden, itu sepertinya ingin menghancurkan keyakinan agama lain. JAdinya meresahkan. (betul kalau iman para pemeluk agama itu sudah kuat, maka tidak akan bermasalah. Tapi kita kan tahu sendiri bagaimana keadaan di negeri kita…).

    @Hanna: maaf mba, barusan saya berkomentar di blog saya, menanyakan keyakinan mba… (alhamdulillah sekarang sudah terjawab. Maaf ya sebelumnya dan sesudahnya). 😀

    __________

    Yari NK:

    Maksud kang Jupri, menghancurkan keyakinan agama lain seperti apa? Dengan pakai kekerasan dan pemaksaan? 😀 Kalau misalnya yang dimaksud kang Jupri itu menghancurkan keyakinan sesuatu agama dengan menyebarkannya, bukankah antar agama yang sudah diakui ‘negara’ juga seperti itu? 😀 Maksud saya, yang Islam juga berusaha ‘menghancurkan’ keyakinan yang Kristen, begitupula yang Kristen berusaha ‘menghancurkan’ keyakinan yang Islam, dsb.. 😀
    ‘Kan hancur menghancurkan suatu keyakinan sudah ada dari zaman dulu, bukankah begitu? 😀

  3. Mohon maaf, karena komen saya dianggap spam oleh Askimet (entah kenapa) mungkin menyangkut agama mungkin! Huehehehe…! Maka jawaban untuk berdua kali ini saya beri dibawahnya! 😀

  4. Sebenarnya masalah ini, saya rasa, adalah untuk menghemat anggaran yang dikeluarkan untuk survei penduduk indonesia, terutama tinta printer, dan keawetan printer, terutama cartridgenya. Apalagi cartridge printer tinggal nambah 10 rebu dapat satu printer.

  5. @black_claw

    Wah… kalau alasan itu, mungkin bisa dipertimbangkan ya! Huehehehe….! 😀

  6. wong 5 aja udah repot kok mas, kok mau nambah! 😀

  7. mungkin pemerintah tidak ingin masyarakat sekitar tempat agama/aliran baru tersebut main hakim sendiri, sebagai contoh kasus LIA EDEN, dimana masyarakat sekitar rumah LIA EDEN merasa sangat terganggu dengan aktivitas “keagamaan” yang ny.Lia dan kaumnya lakukan terlebih lagi Lia menggabungkan agama islam dan kristen sehingga membuat masyarakat sangat kesal. Terlebih dalam agama islam kita hanya mengakui nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir dan ternyata ny.Lia mengaku2 sbg rasul utusan Tuhan, karena itulah ajaran LIA EDEN dapat dikatakan ajaran sesat. Maka untuk menghindari kejadian semacam itu terjadi lagi pemerintah melarang ajaran2 sesat di Indonesia dan hanya mengakui 5 agama saja.

  8. Kalau agama Islam kan bermaksud mengajak orang ke agamanya. Kalau banyak-banyak repot untuk mempelajari perbandingan agamanya. Apalagi supaya meyakinkan bahwa agama Islamlah yang paling benar. Lho kan semakin banyak agama selain Islam semakin banyak peluang orang masuk agama sesat selain Islam. Kasihan dong orang-orang jadi bersempit-sempitan di neraka,… memang tega!

  9. Hhhmmm …..
    karena semakin banyak perbedaan maka akan semakin banyak pula permusuhan, manusia tidak semuanya bisa berpikir arif dan damai, hanya sebagian kecil itu, satu agama saja sudah banyak perbedaan kok apalagi lebih dari 5 atau 6 ???? byuuuuh……. Tau dech !!!

    nb : Met menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

  10. @abintoro

    Huehehe…. emangnya melihara binatang peliharaan? 😀 Makin banyak makin repot! Tapi rada masuk akal juga sih! 😀

    @riska

    Benar riska… sebagai umat Muslim saya pribadi berpendapat bahwa aliran tersebut sesat. Tetapi, bukankah kalau memang dilihat dari sudut pandang agama Islam, semua agama yang non-Islam juga ‘menyimpang’? Jadi atas dasar apa ya negara hanya mengakui 5-6 agama saja?? Soalnya negara kita ‘kan bukan negara yang berazaskan syariah Islam? 🙂

    @Sobirin_Nur

    Bang Sobirin, sebagai umat Muslim tentu kita berpendapat bahwa agama Islam yang paling benar. So pasti. Tetapi coba kita berfikir sejenak, kalau kita terlahir sebagai non-Muslim, andaikan lho! 😀 , apakah kita PASTI masih berpendapat bahwa agama Islam yang paling benar? 🙂

    @aisalwa

    Mungkin yang bikin banyak permusuhannya bukan faktor banyaknya agamanya, tetapi lebih banyak karena faktor fanatisme (atau bisa jadi faktor politik, yaitu politisasi agama!), gimana, setuju? 😀

    PS : Selamat menjalankan ibadah puasa juga 🙂

  11. wua..semakin seru niy..urun pendapat dons..

    Menurut pelajaran PMP/PPKn di jaman skolah dulu, kelima/keenam agama tersebut diakui di Indonesia karna kelimanya menganut keyakinan bahwa Tuhan itu Esa (sesuai sila pertamanya Pancasila), dan kelimanya mempunyai Kitab Suci, nah ga tau tu yang keenam kasusnya gmana.

    Kemudian, setauku niyh, menurut sedkit pengetahuan yang baru kukuasai sampe saat ini, bahwa Islam merupakan Penyempurna dari Kitab-kitab Samawi yang diturunkan sebelumnya, yakin deh kalo Kitab2 sebelumnya tsebut ga ngajarin hal2 yang ga bener, hanya saja kurang sempurna karna tidak melingkupi semua aspek kehidupan.Nah, masalahnya terletak pada perkembangan Kitab2 tersebut (baca: originalitas-nya), dan cara penafsiran KAlimat-Kalimat Allah yang Subhanallah begitu indahnya.

    Lagipula..Sebaik apapun ajaran yang diturunkan oleh-Nya, semua tetep kembali ke manusianya. Ajaran baik tapi manusianya ga bener, ya yang salah bukan ajarannya tho.. Ga munafiklah, berapa persen sih dari penduduk Muslim seluruh dunia yang bener2 ngikutin ajaran-Nya? haduuh, baru kerasa niyh dirikuw banyaak bgt dosanya, hiek..

    *banyak bgt, ni komen ato postingan? :D*

  12. Selamat Sore Pak!Boleh kenalan?Nama saya Yung Mau,Buddhis.Izinkan saya bertukar pikiran ya Pak,terima kasih!Menurut saya,sebenarnya agama2 yang diakui di Indonesia kalau dilihat dengan kacamata yang objektif ga ada yang menyimpang tuh.Secara garis besar yang diajarkan mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa ( mungkin dengan sebutan yang berbeda-beda di tiap agama),menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan,saling menyayangi dan menghargai.Cara2 beribadah yang berbeda.Intinya ada persamaan secara universal.
    Mengapa sampai sekarang hanya 5 agama yang diakui Pemerintah?Pertanyaan ini mungkin tetap ada walaupun Pemerintah mengakui 10 agama.Akan ada yang bertanya mengapa tidak lebih dari itu diakui Pemerintah.Menurut pendapat saya ( mungkin benar,bisa juga salah )sekarang Pemerintah berpendapat jumlah penduduk yang menganut kelima agama yang sekarang diakui cukup signifikan dan mempertimbangkan bahwa kelima agama itu secara objektif ( menurut kacamata pemerintah )tidak ada yang sesat.
    Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah efisiensi,mengatur jumlah agama yang lebih sedikit lebih mudah dibandingkan dengan agama yang lebih banyak.
    Saya berpendapat ke 5 agama di Indonesia ini adalah agama yang sangat baik.Buktinya dengan masyarakat ke 5 agama ini kita bisa membangun Indonesia,jika ada gontok-gontokan “berbau” beda keyakinan saya lebih condong melihat sebagai ” baku hantam ” antar oknum di agama masing2 yang sering kali ada interest bagi pemicunya.Mari kita bertanya,” Sudahkah saya menjalankan perintah agamaku dengan sungguh2?”Jika belum,tingkatkan keyakinan terhadap agama masing2 dengan menjalankan perintah agama sehingga kita dapat berhubungan dengan baik secara vertikal dengan Pencipta dan secara horizontal dengan sesama anak bangsa.Kita tak perlu bertanya lagi,”Apa kekurangan agama lain,dan apa kelebihan agama saya?”Mari kita ikrarkan:APAPUN AGAMAKU INDONESIA ADALAH NEGARAKU, APAPUN WARNA KULITKU INDONESIA TETAP BANGSAKU.Terima Kasih.

  13. @ pipiew

    Memang betul piew, semua memang tergantung daripada orang2nya! Saya jadi ingat salah satu bekas meneteri kita, (yang masih muda!), yang dulu sering kasih ceramah agama di televisi2, eh nggak tahunya doyan duit haram juga. Hehehe… 😀 Eh, kok puasa2 jadi nge-ghibah nih! astaghfirullah aladziim.

    @Yung Mau Lim

    Wah, tentu saja boleh, mas Lim (saya panggil mas aja ya, boleh kan? 😀 ). Dan saya senang tentu saja mendapatkan teman diskusi baru karena bisa mendapatkan wawasan baru. Saya setuju dengan anda jikalau ‘pembatasan’ jumlah agama yang diakui semata2 berdasarkan efisiensi dan efektivitas pengendalian antaragama agar tidak terjadi friksi-friksi yang lebih tajam lagi, baik dalam lingkup intragama ataupun antaragama! Dan tentu saja semua agama pasti dipandang baik oleh pemerintah. Tetapi saya berharap tentu bangsa ini akan tumbuh dewasa dan akan mengerti bahwa masalah keyakinan adalah masalah pribadi harus tanpa paksaan apalagi ancaman fisik, termasuk mempercayai sebuah agama baru tertentu. Andaikata kita menganggap ajaran itu sesat, tentu itu tugas kita untuk mempengaruhi mereka (mungkin dengan ceramah atau himbauan) agar kembali ke jalan yang benar, namun tentu tanpa paksaan dan ancaman fisik, dengan syarat tentu saja ajaran tersebut tidak melakukan kegiatan kriminal dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan masyarakat terutama material dan immaterial. Tentu kerugian secara immaterial juga harus didefinisikan dengan jelas pula. Toh, kita juga melihat di banyak negara2 yang mempunyai lebih banyak agama, bahkan ateisme dan agnostisme seperti di AS dan negara2 Eropa, semuanya toh juga damai2 saja. Andaikan ada friksi2 tidak meluas hingga skala yang lebih besar.Semuanya memang benar seperti yang anda utarakan, apakah kita sudah menjalankan perintah agama secara benar? Ada yang menganggap sudah menjalankannya dengan benar tetapi ternyata…….! 😀 Jadi kalau ada friksi2 memang bukan agamanya yang salah, tetapi orang2nya! 😀
    Terima kasih mas Yung Mau Lim atas inputnya yang bagus. 🙂

  14. weleh.. berat banget nich . .
    5 agama aja banyak yang ribut.. apalgi ada banyak . .

  15. @funkshit

    Mungkin kalau alasannya seperti itu, masuk di akal ya! Hehehe… 😀 Mungkin bangsa kita memang belum ‘dewasa’ kali ya?

  16. Dari masing2 agama yg lima ato enam itu aja ada berbagai macam aliran, menurut penganut agama+aliran yg mereka yakini adalah benar. Gak masalah berapa byk agama ato aliran yg ada di dunia, yg penting gimana kita bisa menjalani hidup *yg sementara dan singkat* dengan menganut salah satu agama yg dianggap benar dan baik utk bekal di akhirat.. 🙂

  17. @ eNPe

    Betul, setuju! Biar Allah yang menilai, yang menjadi hakim Yang Maha Adil! 🙂

  18. @pak Lim : Saya pernah dengar, katanya, di dunia ini, yang namanya bangsa indonesia itu tidak ada. Kalau gak salah itu masalah kecocokan nama negara, nama indonesia mau diganti.. 😀
    No flem, jas komeng.

  19. Oiya lupak. Pak yari, sekarang ini ada aliran baru, namanya Haruhism. 😀 Ini bukan sekedar fanatisme terhadap anime, tapi dah pengkultusan. Apa dibahas aja skali? 😀

  20. @Blck_Claw

    maksudnya tingkat fanatismenya sebesar apa dulu nih? Aneh-aneh aja nih, pengkulutsan anime! Baru denger saya! 😀

  21. Menganggap tokoh kartun tuhan…
    Akhir-akhir ini banyak yang dakwah di irc.. Bule lagi…
    *geleng-geleng*

  22. @Black_Claw

    Ada yang nganggep Crayon Shinchan tuhan nggak? :mrgreen:

    *geleng-geleng dengkul*

  23. kenapa ya…..

    mungkin jumlah yang paling ideal atau rasio jmlah pemeluknya paling banyak…

    ahhh..tapi sekarang bnyk orang yg beragama cuman menuh2in statistik aja…coba yang beragama menjalankan agamanya dg baik pasti semua sejahtera…he..he..

  24. @conandole

    Iya… betul! banyak yang beragama karena mungkin ada kolom agama di KTP kita. Huehehe… 😀

  25. setuju..:-)

    _______________________

    Yari NK: Ok! Setuju juga! 🙂

  26. Ping-balik: Merry Xmas?? Happy Holiday?? « Spektrum Pemikiranku

  27. terjadi penyimpangan karena adanya ketidak puasan dalam diri, sehingga menumbuhkan ide untuk mendapat kepuasan.

    _________________________________________

    Yari NK replies:

    Betul sekali….. dan ketidakpuasan itu mungkin disebabkan karena dua hal: Pertama, karena mungkin memang ia tidak cocok dengan agama tersebut dan Kedua, mungkin karena ia tidak bisa atau gagal menangkap esensi dari agama tersebut atau bisa jadi ia salah menangkap presepsi tentang agama tersebut atau bisa jadi pula karena ia belum mempelajarinya dengan baik apalagi sempurna. 🙂

  28. Pembaca yang budiman, Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Alloh dan hanif, dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Alloh).” (QS. An-Nahl: 120). Perhatikanlah, Alloh memberi sifat kepada Ibrahim dengan sifat-sifat yang merupakan sifat tertinggi dalam tauhid. Dia adalah imam, yaitu menjadi suri teladan, pemimpin dan pendidik kebaikan. beliau senantiasa patuh kepada Alloh. Beliau adalah orang yang ikhlas dan jujur dan jauh dari syirik.

    Agama Ibrohim Adalah Agama Tauhid

    Dasar agama ibrahim yaitu islam, yaitu menyerahkan diri, patuh dan tunduk kepada Alloh dengan cara mentauhidkan-Nya, mentaati dan membebaskan diri dari kesyirikan dan ahli syirik. Dan sesungguhnya ibrahim benar-benar berlepas diri dari ajaran thagut yang disembah oleh orang-orang yang menyembahnya selain Alloh. Alloh berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata pada kaumnya, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Alloh, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kami permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja’.” (QS. Al Mumtahanah: 4)

    Orang yang mengikuti ajaran Ibrohim itulah orang yang mentauhidkan Alloh dan menjauhi diri kesyirikan, dan mentaati syariat yang telah ditetapkan oleh Alloh. Adapun orang menyelisihi ajaran Ibrohim itulah dia orang yang mempersekutukan Alloh dan terjerumus kepada perbuatan syirik, tidak mentaati apa yang telah ditetapkan oleh Alloh, bahkan menghalalkan yang diharamkan dan mengharamkan yang dihalalkan, sehingga mereka melanggar dan terjerumus dari perkara-perkara yang keluar dari tujuan hidupnya yaitu beribadah kepada Alloh ta’ala semata.

    Mereka Yang Menyimpang dari Agama Ibrohim

    Betapapun keterangan yang jelas dan gamblang telah ada, namun banyak orang sesat dan berusaha menyesatkan manusia dari millah Ibrohim yang lurus. Mereka lebih memilih prinsip liberalisme dalam beragama ketimbang jalan Ibrohim. Alloh berfirman, “Tidaklah kamu memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturnkan sebelummu? Mereka hendak berhakim kepada thagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thagut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Alloh telah turunkan dan kepada hukum rasul’, niscaya kamu lihat orang-orang munafiq itu menghalangi (manusia) dari (mendekati) kamu dengan sekuat-kuatnya.” (QS. An-Nisa’: 60-62). Ibnu Katsir mengatakan bahwa di dalam ayat ini terdapat celaaan terhadap orang yang berpaling dari Al-Quran dan As-Sunnah. Dan berhukum kepada selain Al Quran dan As Sunnah adalah termasuk kesesatan, dan itulah yang dimaksud dengan thagut disini.

    Mendahulukan Akal dan Hawa Nafsu

    Itulah hakikat dari agama liberal, yang menjadikan akal-akal mereka di atas ketentuan syariat, tidak tunduk kepada hukum yang ditetapkan Alloh dan rasul-Nya. Adapun orang-orang yang menyerahkan diri kepada Alloh dan beriman kepada-Nya telah Alloh jelaskan: “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Alloh dan rasul-Nya agar rasul mengukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami patuh.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nuur [36]: 51)

    Itulah orang yang benar imannya, dimana ketika diperintahkan untuk menetapkan hukum sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah maka akan mengatakan “Kami Mendengar dan kami taat” walaupun tidak sesuai dengan akal mereka. Itulah orang yang mukmin, mereka selalu beriman terhadap semua perkara yang telah ditetapkan diantara mereka, dan tidak mendahulukan akal-akal mereka diatas syari’at Alloh.

    Kejahatan Menolak Hadits-Hadits Shahih

    Orang-orang sesat berpendapat bahwa hadits-hadits yang ada meskipun shahih masih perlu dikoreksi dan dikritisi. Sungguh aneh, dimanakah letak konsekuensi syahadat mereka. Di satu sisi mengaku bahwa Muhammad adalah Rosululloh, namun di lain sisi berkata demikian. Setiap muslim yang baik pasti segera yakin bahwa hal tersebut perintah Nabi yang bersumber dari wahyu Alloh. Bukankah Alloh berfirman, “Dan tiadalah yang diucapkannya (muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsunya. Tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)

    Alloh Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mentaati rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Alloh.” (QS. An-Nisaa’: 80). Siapa saja yang mentaati rosululloh dalam setiap perkara yang diperintahkan maupun yang dilarang, maka sungguh dia telah taat kepada Alloh. Karena tidaklah beliau memerintah dan melarang kecuali diperintahkan oleh Alloh. Itulah syari’at Alloh, wahyu-Nya, dan ketetapan-Nya. Sungguh, jika Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam tidak maksum dari setiap wahyu yang disampaikannya dari Alloh, maka Alloh tidak akan memerintahkan manusia untuk mentaatinya.

    Kejahatan Mengolok-olok Alloh dan Rasul-Nya

    Di antara hal yang sangat berbahaya dalam prinsip liberal dalam beragama adalah suka mengolok-olok Alloh dan Rosul-Nya, baik penghinaan secara langsung ataukah pelecehan terhadap hukum-hukum syariat. Padahal yang demikian itu adalah sifat orang-orang munafik. Alloh berfirman, “Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafiq (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu sudah kafir sesudah beriman�” (QS. At-Taubah: 65-66)

    Diriwayatkan bahwasannya ketika perang Tabuk ada seseorang yang berkata, “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Quran ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan.” Yang ia maksud yaitu Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam dan para sahabat yang ahli baca Al-Qur’an. Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya, “Dusta kau, bahkan kamu adalah seorang munafiq, akan kuberitahukan kepada Rosululloh.” Lalu pergilah Auf kepada Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Alloh kepada Rosululloh. Ketika orang yagn mengolok-olok tadi datang kepada Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam dan beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki ontanya. Maka berkatalah dia kepada Rosululloh, “Ya Rosululloh! Sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh untuk pengisi waktu saja dalam perjalanan kami.” Ibnu Umar berkata, “Aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rosululloh shollallohu �alaihi wa sallam, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata, ‘Sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Lalu Rosululloh berkata kepadanya, ‘Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’”

    Pembaca sekalian yang semoga dirohmati Alloh, seorang yang masih lurus fitrohnya pasti akan segera tahu bahwa prinsip-prinsip liberalisme dalam beragama di atas jelas sekali kesesatannya. Tidak ada pilihan lagi bagi kita kecuali untuk meniti millah Nabi Ibrohim �alaihis salam dan meninggalkan jalan-jalan kesesatan yang menyimpang dari agama beliau. Hal ini karena jalan Ibrohim adalah jalan tauhid dan keselamatan, dan itulah jalannya Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam.

    _____________________________________________

    Yari NK replies:

    Di sini yang saya maksudkan bukanlah liberalisme beragama. Sebagai seorang Muslim saya hanya percaya Islam seagai jalan terbaik dan terbenar sebagai rahmat dan petunjuk dari Allah swt. Dan tentu saja andaikan ada saudara2 kita yang tersesat harus kita bawa kembali mereka ke jalan yang benar lewat dakwah dan jalan persuasif. KITA SEYOGIANYA WAJIB MELAKUKAN ITU. Tapi tentu tidak dengan paksaan apalagi dengan kekerasan. Apakah kita yakin kita sudah melakukan itu?? Melakukan tindakan persuasif yang maksimal yang kalau perlu tindakan persuasif tersebut dilakukan secara pribadi dan tidak hanya berkoar2 lewat mimbar televisi dan Internet?? Apakah kita sudah cukup kuat dan tidak putus asa mengajak mereka kembali ke jalan yang benar?? Tidak PENGARUH apakah negara ini hanya mengakui Islam sebagai agama, mengakui 5 atau 6 agama saja, ataupun mengakui 10 agama, yang jelas jikalau aqidah saudara2 kita telah menyimpang, kita wajib meluruskannya kembali tanpa paksaan apalagi ancaman. Itu maksud inti dari artikel ini. 😉

  29. makasih pak, maaf ya..saya lagi iseng ngekoment kemaren,
    sebenarnya koment saya sama skli gak nyambung dg isi artikel bapak, saya amat setuju dg nasihat bapak.
    betapa banyak ormas2 islam yg berdakwah pake kekerasan, contoh HTI, FPI, MMI, dll itu yg saya tahu. saya gak setuju dg mereka2.

    bukan menambah kebaikan tapi nambah kerusakan saja, rasulullah tidak mengjarkan kayak gitu…
    apalagi pentolannya FPI si munarman yg ngumpet gak tampakkkan dirinya. petak umpet kali ya?

    saya dari purwokerto salam kenal!

    ____________________________________

    Yari NK replies:

    Nah… justru itu… tidak penting apakah negara hanya mengakui 1 atau 5 atau 6 atau 10 atau 100 agama, yang penting kita tetap menjalankan dakwah. Karena yang dinilai Allah adalah agama yang ada dihatinya bukan agama yang ada di KTP-nya. Percuma kalau dipaksa Islam di KTP tapi dalam prakteknya ia tetap menyimpang maka pemaksaan itu menjadi sia2 belaka dan tidak bermanfaat. Begitu kan? 🙂

  30. knpa c slalu islam-kristen?
    s’olah-olah ke2 agama nhe brmusuhan…
    ahahahah….

    ________________________

    Yari NK replies:

    Memangnya dalam tulisan saya di atas mempersoalkan tentang Islam-Kristen? 🙂

  31. Yang musti disamakan dulu adalah definisi agama yang dimaksud di sini apa? CMIIW, kalo saya baca di alinea kedua, harus dipisahkan antara : yang melalui proses perenungan atau yang Tuhan mengungkapkan dirinya sendiri di hadapan manusia melalui manusia pilihan.

    Tapi kemanapun topik bahasan ini akan dibawa, IMHO, Tuhan tidak perlu dibela.

    Saya kagum dengan sekuel kedua Supernova-nya Dewi ‘Dee’ Lestari : Akar (2002). Disana diceritakan perjalanan seorang pria bernama Bodhi yang mengalami hibriditas spiritual. Penceritaannya cantik sekali.

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Perenungan manusia seperti apa?? Mungkin di dalam hati, orang Kristen (masa kini) berpendapat bahwa Islam itu adalah renungan (Nabi) Muhammad belaka. Begitu pula orang Yahudi yang menganggap Kristen dan Islam sebagai agama ‘perenungan’ manusia. Meskipun saya sebagai Muslim percaya bahwa Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah swt.

    Menurut saya agama tidak perlu dipaksakan. Yang penting adalah tidak ada paksaan (namun boleh dengan cara persuasif) dan jangan mencampurbaurkan agama. 🙂

  32. ala ngomong jk besar. agama islam tu agama yang paling parah didunia. kacau. apalagi sukunya. wew kacau bgt
    parah pkoknya. mana mungkin agama kristen kalah ma islam. kristen tu no.1 klu islam tu no.1 dari belakang

  33. maaf ya mas, negara2 barat itu berkembang karena awalnya (saya tegaskan: hanya awalnya) dibangun di atas Alkitab/Kekristenan. Karena itu lah mereka bisa maju. Walaupun bukan semata2 karena Alkitab saja lho. Pasti ada faktor lainnya.. Kalau sekarang mereka meninggalkan Alkitab, hasilnya bisa kita lihat kan? Terjadi kehancuran (baik kasat mata atau tidak). kembali ke topik. Yang penting antar umat beragama itu ada toleransi dan tidak ada paksaan sama sekali untuk masuk agama tertentu (termasuk KRISTEN). Dan biasanya kalo di Kristen, yang melakukan kekerasan itu dapat dipastikan mereka bukan pengikut YESUS KRISTUS, sebab Alkitab dalam 7 berkata: “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” salam damai.

  34. agama Kristen ga prnh ngnggap agma klian sesat pak…:)..ingett ituuu…
    smua agma ngjarin yg baekk…yaa kcuali agma yg ngjarin yg ga bner kya hrs nglkuin hal hal yg ga bner..ingett ituuu…

  35. Shalom,topik cukup menarik,kenapa agama 5 aja di indonesia,kita sudah harus berbangga dapat beribadah dgn leluasa negara menjamin kebebasan tsb,sebagian besar dan penganut 5 agama inilah yg mayoritas ada di indonesia yg diizinkan, memang negara kita berazas pancasila, dan bukan negara agama walau memang terkadang sering ada masih ada rintangan, tingkat pendidikan bgs kita dan kesadaran sosial, dan perkapita bgs kita masih sangat rendah sehingga secara langsung atau tdk mempengaruhi kerawanan agama satu dgn lain , sehingga walau 5 agama besar di izinkan sudah banyak terjadi ketidakharmonisan,inl hanya sedikit faktor yg berkaitan kenapa hanya 5 agama diizinkan bukan karena iman tidak kuat dll namun ada paktor yg berkaitan dgn kehidupan manusia indonesia

  36. Luar biasa dengan postingan ini, saya juga beranggapan sama dengan Anda 😀 Hmm, mungkin jangan dilihat jauh-jauh ke agama baru di luar deh, bagaimana dengan agama asli Indonesia di masyarakat2 adat yg selama ini dipaksakan untuk disamakan dg agama resmi? Misal, agama suku baduy dianggap sama dengan hindu meskipun berbeda jauh.. dengan tidak diakuinya mereka berarti tidak ada perlindungan bagi pemeluk agama tsb dari pemerintah, sehingga sewaktu2 bisa dianggap ‘sesat’ dan yah.. Nasibnya sama seperti agama2 baru yg masuk ke Indonesia. So, penafsiran sesat di Indonesia sepertinya mesti diluruskan 🙂

  37. Ping-balik: Kenapa Musti Tega Ke Pengemis ? Camfrog | Camfrog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s