Hubungan Agama dan Sains yang Saya Ketahui

molekul airmolekul Airsistem tata suryasel eukariotik

قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَاداً لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَداً  (QS:18-109)

Katakanlah:”Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).  (QS 18:109)

(La police arabique c’est grâce à http://islamfrance.free.fr)

Pada waktu saya sekolah dulu, terutama waktu saya SMA, yang namanya pelajaran Agama tuh paling bikin saya mengantuk. Apalagi kalau sudah membicarakan masalah akhlak dan budi pekerti, bukannya berarti akhlak saya sudah baik sehingga membikin saya bosan, bukan, bukan begitu, tetapi kok membicarakan akhlak dan budi pekerti di dalam pelajaran Agama (Islam) yang saya ikuti rasanya begitu-begitu saja, dari zaman kuda gigit besi (rumus kimia: Fe) dulu hingga zaman robot gigit polyethylene (rumus kimia (C2H4)n) sekarang! Namun pandangan saya terhadap agama (Islam) banyak berubah, terutama setelah saya  membaca buku-bukunya Harun Yahya yang sedikit banyak membuka mata saya, bahwa agama bukanlah hal yang itu-itu melulu, seperti yang diajarkan guru-guru agama saya dulu (jangan salah lho! Tidak ada yang salah dengan pelajaran guru-guru agama saya waktu itu, hanya untuk sebagian orang termasuk saya kok rasa-rasanya agak membosankan begitu.). Ternyata sebenarnya agama dan sains sangatlah dekat (bukan dipaksakan didekat-dekatkan!), tetapi inilah kesimpulan seorang amatiran seperti saya mengenai hubungan antara agama dan sains!

Begini….. sebagai ummat Islam tentu kita semua mempercayai bahwa kitab suci Al-Qurân adalah diturunkan oleh Allah swt. Namun sadarkah kita bahwa sainspun diturunkan dan diciptakan oleh Allah swt juga? Contoh sederhana….., tentu semua anda mengetahui bahwa konstanta π (Pi = rasio antara keliling lingkaran dan diameternya) adalah 3,14159. Sekarang kenapa π sebesar 3,14159? Jawabannya, tentu karena Allah telah menentukan dan menciptakannya demikian! Manusia hanya menemukannya dan menciptakan simbolnya berupa π, yaitu simbol untuk rasio keliling lingkaran dengan diameternya! Itu saja! Begitupula dengan rumus relativitas Einstein yang terkenal yaitu e=mc2, andaikan rumus itu valid dan telah teruji kebenarannya secara ilmiah, tentu saja rumus itu yang menetapkan adalah Allah swt, sementara Einstein hanya menemukannya saja, dan manusia hanya menciptakan simbol-simbolnya saja, seperti m untuk massa benda dan c untuk kecepatan cahaya, dan lain-lain. Tentu itu juga berlaku untuk rumus-rumus matematika, fisika, ataupun kimia yang lain, semua itu adalah ciptaan Allah swt (juga ilmu Biologi tentu saja), manusia hanya menemukan dan mempelajarinya saja. Rumus-rumus tersebut tentu dapat digunakan oleh manusia untuk menjawab tantangan-tantangan alam dengan cara memahami fenomena alam dan mekanisme-mekanismenya dan juga untuk membuat peralatan-peralatan mulai dari yang sederhana sampai yang sangat canggih. Hal ini tentu saja berguna bagi manusia untuk mengambil keuntungan-keuntungan yang disediakan oleh alam (seperti misalnya penggalian minyak bumi, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai) yang tentu saja memerlukan teknologi canggih, dan teknologi canggih itu pasti berdasarkan hukum-hukum alam dan rumus-rumus fisika atau matematika yang diciptakan oleh Allah swt.

Di sini tentu saja sains yang saya maksudkan, yang ciptaan Allah swt adalah ilmu-ilmu alam. Saya tidak tahu apakah ilmu-ilmu sosial seperti ilmu hukum, ekonomi, manajemen, sosiologi, dan lain-lain adalah ilmu ciptaan Allah atau manusia, ketika saya bertanya kepada teman saya yang sarjana sosial, dia menjawab ilmu-ilmu itu juga buatan Allah, karena walaupun ilmu itu dari manusia, tetapi manusia adalah ciptaan Allah juga, maka ilmu-ilmu tersebut, mau nggak mau juga ilmu buatan Allah. Hmmm… nggak tahu deh…. menurut saya sih jawabannya agak sedikit maksa, tetapi yang jelas menurut saya ilmu yang langsung dari Allah (ilmu-ilmu alam) ciri-cirinya adalah sangat sulit dimanipulasi oleh manusia, sedangkan ilmu-ilmu yang buatan atau dari manusia sangat mudah dimanipulasi. Ambil saja contoh ilmu Hukum, lihat aja tuh ilmu sepertinya gampang sekali dimanipulasi atau dibengkokan ke sana ke mari atau diubah-ubah seenak udelé dhewe, apalagi ilmu politik! Sejarahpun dapat dipelintir seenaknya! Coba rumus fisika, tentu akan sulit dimanipulasi jikalau rumus itu sudah terbukti benar secara ilmiah. Moso, rumus e=mc2 diganti seenaknya jadi e=mc3 atau e=m2c, ya tentu saja akan menjadi berantakan! Begitupula dengan π, mana bisa diganti-ganti dari 3,14159 seenaknya menjadi 1,2345 biar gampang ingatnya atau biar gampang ngitungnya ubah aja jadi 1! Ya nggak mungkin lah!😀 Jadi apakah sekarang ilmu-ilmu sosial derajadnya lebih ‘rendah’ daripada ilmu-ilmu alam? Ya, saya nggak bilang begitu! Bagaimanapun juga semua ilmu sangat berharga untuk dipelajari, juga ilmu-ilmu sosial minimal untuk kepentingan diri sendiri. Tetapi yang jelas, yang saya perhatikan, seseorang yang sarjana ilmu-ilmu alam atau keteknikan lebih mudah menguasai ilmu-ilmu sosial daripada sebaliknya. Yah, sayapun yang bukan sarjana ilmu-ilmu alam ataupun engineering juga berbesar hati mengatakan demikian. Mungkin dari rekan-rekan ada yang mempunyai pendapat yang berbeda, apakah ilmu-ilmu sosial adalah buatan Allah juga atau buatan manusia?

Nah, sekarang kita kembali lagi ke masalah sains di atas! Saya pribadi dengan mempelajari sains (meskipun belajarnya nggak canggih2 amat) atau paling sedikit membaca artikel-artikelnya, sangat membantu untuk mempercayai keberadaanNya. Dahulu di kelas-kelas pelajaran agama, saya sering diberitahu tentang bukti-bukti keberadaan Allah swt seperti penciptaan manusia dan seluruh alam ini dikatakan pasti ada yang mencipta dan tidak mungkin terjadi dengan begitu saja. Meskipun saya berusaha untuk mempercayainya, namun toh dalam hati kecil saya tetap bertanya-tanya “kenapa manusia dan seluruh alam ini harus ada yang menciptakan?” Ya, itu karena dulu saya belum memahami bagaimana canggihnya ciptaan Allah itu. Contoh paling sederhana adalah sebutir telur yang terlihat sangat sederhana! Tidak sadarkah kita bahwa telur itu sebenarnya jauh lebih canggih dibandingkan peralatan teknologi yang pernah dibuat manusia sekarang seperti mobil, komputer, dan lain-lain? Mungkin andaikan tanpa bantuan “pantat ayam” (pinjam istilahnya Gus Dur!😀 ) manusia pasti akan sangat kesulitan untuk membuat telur! Andaikan telur mungkin bisa dihasilkan di pabrik-pabrik secara artifisial, harganya bisa melambung melebihi sebuah mobil Mercedes, karena memang jelas membuat telur “tanpa bantuan pantat ayam” memerlukan teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan membuat mobil Mercedes. Jadi kita harus berterimakasih kepada Allah yang telah menciptakan ayam sebagai pabrik telur yang ekonomis!😀 Nah, kalau kita percaya bahwa mobil Mercedes yang “primitif” harus ada yang menciptakan, maka adalah sebuah kebodohan bahwa sesuatu yang lebih canggih seperti telur (yang berasal dari ayam) dikatakan tidak ada yang menciptakan. Apalagi kalau kita bicara tentang tubuh manusia! Tubuh manusia jelas lebih canggih lagi, anda mungkin tidak dapat membayangkan kecanggihan ribuan enzim dan hormon yang bekerja begitu sempurnanya di dalam tubuh manusia, kalau anda tidak mempelajarinya, anda tidak akan tahu sehingga anda akan memandangnya enteng! Jangankan tubuh manusia, darah saja adalah sebuah produk teknologi Allah yang sangat canggih! Saya dulu pernah melihat acara Beyond 2000 di televisi dalam upaya manusia untuk membuat darah tiruan! Namun hasilnya masih sangat jauh dibandingkan darah asli. Darah artifisial tersebut hanya bisa membawa oksigen (O2) keseluruh tubuh, padahal fungsi darah tidak hanya untuk mengangkut oksigen tetapi juga untuk pengatur suhu tubuh, pengangkut zat-zat makanan ke seluruh tubuh, pengatur keasaman tubuh, berfungsi sebagai immunologis, dan lain sebagainya. Apakah anda akan mengatakan bahwa produk yang lebih canggih dibandingkan mobil Mercedes anda, tidak ada yang menciptakan?

Sebagai penutup postingan ini, saya berpendapat bahwa kita (khususnya ummat Islam) haruslah menguasai sains dan teknologi, yang merupakan ayat-ayat Allah yang tersebar sangat luas yang tidak tertulis di jagad raya ini, seperti yang disebutkan di ayat Qurân di atas. Mudah-mudahan dengan mempelajari sains, kita dapat mendekatkan diri kita kepada Allah sehingga selain kita dapat menguasai teknologi, Insha Allah kita juga mendapatkan pahala yang sama kalau kita mempelajari atau membaca Qurân, karena kedua-duanya adalah ciptaan Allah. Usahakanlah dalam usaha kita menguasai sains dan teknologi, kita niatkan sebagai ibadah. Jangankan belajar sains dan teknologi, katanya AA polyGYMy aja, “Senyum itu ibadah!”. Senyum aja ibadah, apalagi belajar sains dan teknologi! Kita lihat saja, semua bangsa yang menguasai sains dan teknologi tidak ada yang miskin dan terbelakang. Coba sebut saja negara mana yang menguasai sains dan teknologi tapi terbelakang??? O ya, tentu kita juga tidak akan meninggalkan ilmu-ilmu sosial, karena bagaimanapun juga ilmu-ilmu sosial (termasuk seni dan sastra) yang dapat menyumbangkan kesejahteraan (kesejahteraan dalam multifaset bukan hanya material tentunya!) bagi umat manusia tentu sangat berguna pula, dan jika kita mempelajarinya juga dengan niat ibadah, insha Allah akan mendapat pahala pula.

28 responses to “Hubungan Agama dan Sains yang Saya Ketahui

  1. Saya suka dengan tetapan planc dan relativitas khususnya einstein, dan saya setuju, kalau agama (islam) adalah landasan untuk semua bidang ilmu…

  2. Uraian yang inspiratif!

    Bisa dibilang, Pak Yari seperti sedang berorasi ( berdakwah ) di depan kami-kami yang membaca artikel ini. Menarik! Saya senang membacanya.

    Tentang ilmu sosial, saya sih berpendapat itu juga buatan Allah SWT. Manusia, sama halnya dengan ilmu alam, juga cuma menemukannya. Cuma dalam praktiknya, untuk ilmu sosial, karena tidak ada “rumus = formula” yang ketat, akibatnya gampang dimanipulasi oleh manusia. Akibatnya, kehidupan sosial kita misalnya saat ini (karena banyak pemanipulaisan ilmu sosial ini) kurang bagus (karena banyak dimanipulasi tadi. Misal banyak korupsi, dll). Pemanipulasian ini biasanya tidak kentara (karena ga ada aturan yang ketat tadi).

    Sebetulnya ilmu-ilmu alam juga bisa dimanipulasi. Cuma pemanipulasianya bukan pada formula mendasar, seperti mengganti \pi =3.14... jadi yang lain, tapi pada aplikasinya (misal menciptakan senjata pemusnah masal untuk menghabisi musuh, untuk menipu orang, dll).

  3. Menurut saya setiap ilmu manusia baik ilmu alam maupun ilmu sosial tidak mempunyai kebenaran yang mutlak. Ilmu alam sendiri masih banyak paradigma yang dulunya udah baku ternyata sekarang timbul anomali yang menjadi misteri alam yang tidak terjawabkan. Hal ini akibat ilmu berdasarkan pengamatan panca indra manusia yang sifatnya terbatas dalam mencerapi satu materi [baca: Harun Yahya,Dibalik Materi. vidionya beredar] [Harun Yahya: runtuhnya paham materialisme]. Tetapi memang tidak separah ilmu sosial, seperti sosiologi contohnya, yang sarjananya selalu terjebak paham positivisme yang mengatakan setiap pengamatan harus berdasarkan hasil pengamatan dari data yang terukur. Karena tingkah laku manusia adalah manifestasi dari data yang terukur. Padahal tidak selalu begitu. Tingkah laku manusia adalah simbol dari sikap dan nilai yang ia manifestasikan dalam bentuk tingkah-laku. Dan nilai dan simbol setiap manusia selalu berbeda dengan yang lainnya dalam mecermati objek sama. Barangkali menurut pendapat saya setiap sarjana-sarjana ilmu bersepakat tujuan ilmu itu untuk mencari suatu kebenaran, dan kebebenaran Mutlak itu milik Allah swt. Dalam Qur’an Allah berfirman: Al Haqqu mir Rabbikum falaa takuunanna minal mumtariin (Qur’an: Surat klo dak salah ali imran ayat klo dak salah 147 atau dekat-dekat situlah)boleh cari sendiri.)artinya kurang lebih klo dak salah Kebenaran milik Allah maka janganlah kamu sekalian tergolong orang-orang yang ragu.

  4. Jika hasil percobaan dan pengamatan ilmu alam itu benar maka itu juga kita sebut: aya-ayat Allah dialam raya karena ayat Allah itu ada Qauliyah(terungkap melalui perkataan[wahyu: al-Qur’an]) dan kauniyah (tercipta: [fakta kenyataan alam] ayat allah yang tidak terungkap dalam perkataan yaitu hal-hal mutlak ditemukan dialam raya). Daaan… “senyum itu ibadah” kata nabi muhammad saw. bukan AA Gym!

  5. Menurut saya ilmu-ilmu alam murni memang ciptaan Allah, manusia hanya menemukannya dan menuliskannya dalam bentuk formula-formula. Adapun ilmu terapan seperti teknik adalah ilmu buatan manusia dengan memanfaatkan hukum-hukum alam yang telah dibuat oleh Allah. Ilmu sosial di fihak lain, menurut saya adalah ciptaan manusia dengan memanfaatkan akal fikiran dan hati nurani yang diberikan Allah untuk membuat aturan dan cara kerja dan cara hidup yang lebih baik. Contohnya ilmu hukum dibuat untuk kemaslahatan hidup bersama, ilmu akuntansi dibuat untuk memudahkan hitung-hitungan bisnis, ilmu manajemen dibuat untuk mengatur dan mengelola organisasi agar mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Karena buatan manusia, maka ilmu ini biasanya berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan umat manusia.

  6. Umat Islam sempat berjaya di jaman dulu, sekarang ?
    – Waiting on the world to change –

  7. @ raffaell

    Betul raffaell, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah pasti adalah bagian dari Islam

    @mathematicse

    Huehehe… iya ya…. kenapa gaya saya jadi oratif gitu dalam postingan ini ya? Padahal maksudnya hanya mengutarakan apa yang ada di benak saya! Hehehe… tapi ngga papa deh… sekali2!😀
    Ya… memang benar… ilmu alam memang bisa dimanipulasi tetapi dalam hal pemanfaatan ilmu-ilmu Allah tersebut menjadi sesuatu yang berguna atau malah menghancurkan. Tetapi bagian-bagian dasar yang sudah ditentukan oleh Allah, tentu akan sangat sulit ‘dipelintir’😀

    @ Sobirin Nur

    Kalau ada ilmu alam yang masih terjadi anomali, itu karena pemahaman manusia tentang ilmu tersebut yang belum sempurna, sama seperti kita menggambar peta di abad pertengahan, peta pada abad itu sama sekali tidak mirip dengan peta bumi sesungguhnya (bumi yang diciptakan Allah), namun begitu manusia bisa menggambarkannya (baca: mempelajarinya) dengan sempurna, maka bentuk peta modern seperti sekarang sudah baku dan tak akan berubah lagi, kecuali kalau Buminya berubah! Begitu pula dengan ilmu alam, bagian ilmu yang berasal dari Allah tentu akan sangat sulit dibengkokan oleh kita.
    Btw, terima kasih ya bang Sobirin atas link-nya, bagus sekali!🙂

    @ doeytea

    Terima kasih kang doey, untuk uraiannya yang bagus yang melengkapi postingan saya.🙂

    @atmo4th

    Iya, sudah 600 tahun sepertinya umat Islam hampir tidak menyumbangkan apa2 bagi kemajuan peradaban ini. Mungkin zaman dulu, umat Islam lebih mengerti Qurân daripada sekarang ya? Namun, Insha Allah, semuanya akan berubah jikalau cara berfikir kita juga ikut berubah.

  8. Pantesan saja pelajaran agama di sekolah jadi membosankan, Bung, karena penyajiannya dilakukan secara dogmatis dan indoktrinatif seperti orang berkhutbah, hehehe:mrgreen:
    Coba kalau dikaitkan dengan fenomena2 alam dan segala sumber keilmuannya secara menarik, pelajaran agama mungkin akan dirindukan oleh setiap siswa. Lebih2 Al-Quran kan sebenarnya menjadi pusat ilmu pengetahuan. Kalau dikaji lebih lanjut, bisa jadi akan merangsang setiap siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan. Semoga pelajaran agama disajikan dengan pendekatan yang lebih menarik dan inspiratif.

  9. Tapi sains koq susah tuk saya pelajari ya ?
    Ada alternatif yang memudahkan ?

  10. Pak, saya dulu pernah spit riding entah dimana, yang menyebutkan mengenai rumus menemukan kecepatan cahaya, or somting laik det, yang berkaitan erat dengan ayat al quran yang isinya tentang waktu tempuh malaikat (cahaya) dikalikan waktu rotasi bumi atau somting laik det. Saya lupa dimana, tapi ini menarik sekali. Apa bapak punya atau tahu tentang itu, soalnya mau saya pelajari ulang. Mumpung bulan puasa, pahalanya gede.😀

  11. @ Sawali Tuhusetya

    Sepertinya begitu Pak Sawali, guru-guru agama harus lebih kreatif dan ‘modern’ dalam penyampaian ilmunya kepada anak2 didiknya agar anak2 didiknya lebih terinspirasi dan mengapresiasi ilmu agama yang didapatnya.

    @ Hanna

    Memang betul mbak, nggak semua orang sih bisa senang dengan sains. Masing2 ada bidangnya. Tidak masalah, mbak! Yang penting kita maksimalkan kemampuan kita sebisa mungkin agar kita menyumbangkan sesuatu minimal bagi masyarakat/lingkungan kita.
    Atau bisa jadi, mbak sudah ‘trauma’ duluan kalau bertemu dengan masalah sains, jadi dalam fikiran mbak Hanna sudah terpatri duluan stigma kalau sains itu susah! Huehehe…😀

    @Black_Claw

    Hmmm…. aku malah belum pernah dengar tuh!😀 Apa benar melihatnya di ayat Qurân? Atau di tafsirnya mungkin? Atau jangan2 bukan baca di Qurân lagi! Ntar… aku coba cari deh!😀

  12. .. bahwa agama bukanlah hal yang itu-itu melulu ..

    Pagi ini saya membaca kolom Dahlan Iskan di Jawa Pos, yang antara lain mengatakan “..sebabnya mungkin si pengkhotbah tidak sempat belajar ilmu yang lain – misalnya, karena terlalu larisnya. Bahkan sang khatib begitu sibuk berkhotbah, kadang isi khotbahnya ya hanya yang diketahuinya itu saja. Diulang-ulang. Seperti kaset lama yang diputar terus menerus.”

    Selamat puasa ya Kang .. kalo sore, ngabuburit kemana kang?

  13. @erander

    Ya.. begitulah mas Eby, mungkin mereka sudah sibuk dengan urusan perut dan keluarga hingga mereka tidak sempat mengasah kemampuannya lagi, padahal kalau mereka mau menyisihkan waktunya, saya yakin mereka bisa menyajikan sesuatu yang baru dalam khutbahnya.🙂

    Ngabuburit? Wah… seperti ABG aja ya? Hehehe…😀

  14. Semua ilmu itu tidaklah mutlak, menurut saya itu semua masih relatif. tergantung duluan siapa yang menemukan. Sumbernya tetap dari ALLAH SWT karena DIA-lah sang pencipta mutlak.

  15. @ Black_Claw

    Hehehe… ya udah syukur deh, Alhamdulillah😀

    @ pr4s

    Kalau dilihat dari perspektif siapa yang menemukan, apalagi menyangkut simbol-simbolnya atau penamaannya tentu saja itu sangat relatif, namun inti atau dasar ilmu alam yang berasal dari Allah, tentu hanya Allah sendiri yang bisa merubahnya!
    Btw, terims ya telah berkunjung ke blogku!🙂

  16. Yang diciptakan Allah tak terhingga jumlahnya, yang diciptkan manusia sangat terbatas.Ciptaan Allah sifatnya abadi,ciptaan manusia sering kali mencla menclenya he3..
    Menurut saya ilmu sosial adalah ciptaan manusia yang sudah diberi akal dan pikiran oleh Allah, makanya ada isi di dalam Al Qur’an yang berbunyi : Allah tidak akan menolong kaum yang tidak mau berusaha menolong mereka sendiri( maaf ya, saya tidak begitu ingat di ayat mana itu tertulis ).Jadi ilmu sosial itu adalah satu bentuk manifestasi dari perintah Allah kepada manusia untuk berusaha dan menciptakan ilmu-ilmu yang berguna untuk kehidupan manusia itu sendiri.Terima kasih.

  17. aslkm..
    salam kenal pak..
    wah great postingan neh pak..
    semoga ajah temen2 yang bca artikel ini semakin bersemangat untuk mencari rahasia2 alam yang ada di dunia ini, “Allah tidak menciptakan sesuatu dengan percuma”…iya kan??
    semangat2..kita kembalikan kejayaan islam seperti dulu.amin,,
    terus berkarya pak..
    wassalam..

  18. @ Yung Mau Lim

    Benar sekali mas Yung Mau, bagaimanapun juga ilmu2 Sosial juga pasti berguna untuk kehidupan umat manusia sendiri. Terima kasih atas masukannya yang bagus ya!🙂

    @ Marwan

    Amin! Ya, mudah-mudahan ummat Islam dapat mengembalikan kejayaan Islam masa lampau, namun syaratnya ummat Islam harus selalu menatap masa depan sebagai tantangan.
    Btw, terims ya telah mampir di blogku!🙂

  19. Assalamu’alaikum

    selamat pagi pak …..

    diriku hanya numpang mampir, eeh bacaan nya lumayan bagus, ya yang gini ini lho yang bisa menyatukan kita2 pejuang Islam, pokok nya terus berjuang kang , mesti kita hanya bisa berjuang lewat tulisan …

    nice post ..!

  20. @ peyank

    Terima kasih atas pujian dan kunjungannya ya!🙂

  21. haloo

    ____________________

    Yari NK echoes:

    Haloo juga!!

  22. assalamu’alaikum
    menurut mas emeng benar kalau semua yang ada di muka bumi ini di ciptakan oleh Allah SWT.
    tapi mas, saya lagi bingung nih………
    karena dosen pembimbing saya minta skripsi tentang nilai intelektual, nilai agama dan nilai kebangsaan dalam pelajaran fisika…..
    karena itu saya mau tanya ama mas!
    mas ngerti gak tentang nilai dalam pendidikan?
    kalau tau tolongdong mas kasih saya ide tentang judul skripsi tentang fisika yang bermuatan ketiga nilai yang saya cantumkan
    saya tunggu jawabanya….. sebelimnya saya ucapkan terimakasih.

    _____________________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. kalau itu sepertinya harus tanya kepada yang bergerak dalam bidang pendidikan ya. Yang jelas, kalau saya pribadi, ilmu alam atau fisika adalah ilmu ciptaan Tuhan (Allah), manusia hanya menemukan dan menciptakan simbol2nya saja. Semakin kita mengerti ilmu alam termasuk Fisika, semakin kita mengerti kecanggihan alam yang bisa mendekatkan kita kepadaNya. Teknologi canggih yang diciptakan manusia semua adalah berdasarkan ilmu alam yang diciptakan Allah ini. Tanpa ilmu alam mustahil akan ada teknologi.

    Namun yang jelas, untuk memahami Fisika secara benar, anda harus mengerti benar2 apa yang terkandung di balik rumus2 fisika dan jangan hanya MENGHAFAL rumus2 tersebut. Kalau kita hanya menghafal rumus2, kita tidak akan pernah mengerti kebesaran dan keindahan ilmu Fisika tersebut. Itu saja. Mengenai topik maaf saya tidak bisa membantu. Anda sebaiknya kreatif dalam menentukan topik skripsi. Terima kasih.🙂

  23. tolong dong bagi yg melihat pesan ini kasi sarandong tentang tema pelaksanaan seminar nasional tentang hubungan sains dan agama

  24. aduh bagus banget ilmu nya….maksih, nti kpn2 kita sering bersama. Thank’s 4 You

  25. sangat menarik sekali ya..! apa yang Mas tulis dalam blog anda. namun dalam hal ini saya melihat apa yang anda sampaikan lebih kepada salah satu dari empat pandangan tentang sains dan agama, antara lain; konflik, independensi, integrasi, dan dialog. yang anda tulis lebih kepada integrasi yang mencoba untuk memasukkan agama kepada penjelasan-penjelasan yang lebih ilmiah/sains. akan tetapi hal itu juga sangat membantu bagi kawan2 kita, yang masih banyak belum mengerti tentang arti dari agama dan sains. dimana keduanya memiliki sejuta mesteri, hingga sekarang perlu kita ungkap.

  26. menurut anda matematika dan agama tergolong sains apa bukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s