Embryo manusia dan seorang wartawan bego

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ

 ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَاماً فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْماً ثُمَّ أَنشَأْنَاهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ 

(QS 23:12-14)

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.  (QS 23:12-14)

embryo manusiaAhli embryo (embryologist) terkenal asal Canada yang pernah menjadi ketua persatuan ahli embryo se-Canada, Prof. Keith L. Moore (yang infonya dapat anda cari dengan mudah lewat Google) pernah menulis tentang embriologi klinis, dan ketika ia merepresentasikan bukunya di Toronto, Canada, ia cukup membuat banyak berita di halaman depan koran-koran di Canada di tahun 1990an. Ia mengatakan bahwa beberapa tahap perkembangan embryonik yang dinarasikan di dalam Al-Qurân baru diketahui dan difahami sekitar 30 tahun yang lalu! Dan hal ini diberitakan di beberapa koran terkemuka di Canada. Bahkan seorang wartawan yang bego, eh salah, maksud saya yang lumayan pinter (podho wae!), sempat bertanya kepada profesor Moore “Apakah mungkin orang-orang Arab ini, walaupun mereka bukan ilmuwan, sudah mengetahui hal ini karena mereka melakukan ‘hal yang biadab’ dengan membelah perut wanita-wanita hamil sehinga mereka mengetahui perkembangan embryo di dalamnya??” Sang profesor menjawab bahwa si wartawan lupa bahwa tahap-tahap perkembangan embryonik yang digambarkan dalam Al-Qurân dan juga gambar-gambar sang profesor yang dipresentasikannya,  semuanya hanya bisa diamati lewat mikroskop, alias tahap-tahap perkembangan embryonik yang masih mikroskopis! “Jadi….” begitu kata sang profesor melanjutkan, “Tidak penting apakah seseorang telah mengetahui hal ini 30 tahun yang lalu atau 1400 tahun yang lalu (pada saat Al-Qurân turun), namun yang jelas mereka tidak bisa melihatnya tanpa mikroskop!”

Seluruh deskripsi di dalam Al-Qurân mengenai perkembangan embryo di dalam tubuh manusia masih terlalu kecil untuk diamati lewat mata telanjang, dan memerlukan mikroskop untuk melihatnya. Karena alat tersebut baru diketemukan beberapa ratus tahun yang lalu, seterusnya Prof. Moore sempat bercanda: “Mungkin seseorang 1400 tahun yang lalu, diam-diam telah mempunyai mikroskop dan melakukan riset ini dengan seksama dan teliti sekali. Lalu ia memberitahukannya kepada (Nabi) Muhammad yang kemudian dituliskannya ke dalam Al-Qurân. Lalu ia menghancurkan peralatan mikroskopnya itu dan menjaga kerahasiannya!, Nah anda percaya dengan penjelasan itu?” katanya setengah bercanda. “Lalu, bagaimana informasi ini dapat ada di dalam Al-Qurân”? Begitu tanya sang wartawan masih penasaran. “Mungkin informasi di dalam Qurân tersebut memang diturunkan secara ilahi (divinely revealed)” jawab Prof. Moore, kalem tapi mantab!

________________________________________________ 

Tulisan ini diambil dari fotokopian stensilan berbahasa Inggris yang merupakan artikel Muhammad Anisur Rahman, seorang ahli Fisika asal Bangladesh, seorang Ph.D. bidang fisika terapan lulusan Universitas Nasional Singapura. Anda mungkin dapat menemukan informasi ini lebih lengkap lewat Google dengan mengetikkan: Keith L. Moore, atau Keith L. Moore Koran, dan lain-lain, melalui Google ini banyak pro dan kontra mengenai ayat-ayat Qurân di atas. Bagi mereka yang kontra, pendek kata mereka mengatakan bahwa ayat-ayat dalam Al-Qurân tersebut, meniru atau ‘mengkopi’ tulisan dokter Yunani kuno yang bernama Galen di tahun 150 Masehi. Dan masih menurut mereka yang kontra, ternyata menurut ilmu embryologi modern,  Galen dan juga ayat-ayat Al-Qurân di atas ternyata dinyatakan kurang tepat! (Untuk lebih jelasnya anda bisa mengklik situs mereka yang kontra yang linknya saya berikan di atas) Nah, bagaimana menurut anda? Apakah ayat-ayat Al-Qurân tersebut memang kurang tepat menurut sains modern? Ataukah penafsiran kita tentang Al-Qurân yang kurang tepat?  Atau bisa jadi pengetahuan kita mengenai embryologi walaupun dikatakan sekarang telah maju tetapi belum dapat dengan sempurna memahami proses perkembangan embryo secara 100% sehingga kemungkinan ilmu embryologi di awal abad ke-21 sekarang yang masih belum tepat? Atau anda punya pendapat yang lain? Hmmmm… bagaimana ya?

15 responses to “Embryo manusia dan seorang wartawan bego

  1. pertamaxx….aduh jadi malu

  2. “Lalu, bagaimana informasi ini dapat ada di dalam Al-Qurân”? Begitu tanya sang wartawan masih penasaran.”

    Hahahaha:mrgreen: Pertanyaan ini bisa jadi dan memang konyol, Bung. Tapi ya masuk akal, bisa saja sang wartawan belum pernah tahu apa itu al_Quran, apalagi membacanya.

  3. Tambahan lagi, hehehe😀
    Bisa jadi pertanyaan sang wartawan dimaksudkan untuk menguji tingkat keilmuan dan kepercayaan sang profesor terhadap kesucian dan keagungan al-Quran yang merupakan sumber ilmu pengetahuan sepanjang peradaban umat manusia.

  4. @ Bachtiar

    Hahaha… btw… terims ya sudah mampir di blogku!🙂

    @ Sawali Tuhusetya

    Iya, Pak Sawali, memang harus diakui, banyak sekali orang2 yang seperti sang wartawan itu, yang menganggap semua buku dari zaman baheula, termasuk Al-Qurân yang wahyu ilahi, tidak dapat dipercayai sebagai sumber ilmu pengetahuan karena dikatakannya data-datanya kurang akurat.
    Lewat postingan di atas, saya sebenarnya tidak menitikberatkan pada embryologinya tetapi bagaimana kita menyikapi kepercayaan kita kepada ayat-ayat Al-Qurân, terutama bagi mereka yang kepercayaannya masih lemah, sebab kita tahu bahwa pendidikan sains formal memang kini masih ‘dikuasai’ pihak barat, mungkin bagi mereka yang beriman lemah, dikhawatirkan mereka lebih mempercayai mereka yang kontra terhadap Al-Qurân.

  5. Kalau saya pikir itu membungkus daging dengan tulang kan sama sekali bukan mengatakan bahwa tulang dulu baru daging. Bisa saja waktu pembentukan daging dan tulang sama. Jadi ayat tersebut mungkin hanya menjelaskan kapan daging itu melekat saja.😀

  6. Wah, saya baca2 dulu ya.Ga bisa koment yang kaya beginian.Btw, tentang embrio saya pernah mendengar bahwa embrio mengandung zat kehidupan.Di negeri China, wanita yang mengugurkan kandungan, embrionya bukan di kuburkan tapi di jadiin obat.Sungguh tidak bermoral tapi ini fakta yang mengerikan.

    Oh ya,pak Yari, saya sedang membaca buku,” 2015 Imam Mahdi akan datang”.Yang menarik dari buku ini banyak menghubungkan sains dengan Alqur’an.Juga banyak itung2an yang bikin mumet di kepala.Bukan promosi lho.Sekedar info tuk maniak sains.Ternyata sains itu menarik tapi susah, hi3.

  7. Artikel ini mengingatkan saya pada sebuah cerita yang sangata menarik (lupa sumbernya).

    Diceritakan, seorang professor kandungan, dengan berapi-api, bersemangat memperesentasikan hasil penemuannya tentang proses terbentuknya embriyo manusia. Hasil temuannya itu, yang dipresentasikan itu diklaim adalah murni penemuannya, merupakan penemuan terbaru yang mnyangkal penemuan-penemuan sebelumnya. Dia bangga memperesentasikan di depan mahasiswa-mahasiswanya.

    Namn tak diduga tak disangka, seorang mahasiswa-nya yang kebetulan beragama Islam (muslim) dengan enteng menyatakan bahwa yang dipresentasikannya itu, sebetulnya, sudah diketahui umat Islam 14 abad yang silam, lewat Al Qur’an.

    Akhirnya, sang professor itu ingin tahu tentang Al Qur’an dan alhamdulillah masuk Islam. Dia secara obyektif mengakui Al Qur’an sebagai wahyu Allah swt, pencipta alam semesta. Tak ada keraguan di dalamnya.
    ===================================================

    Sedangkan bagi mereka yang tidak percaya, itu karena mereka tidak obyektif! Mata hatinya tertutup akibat kesombongannya.😀

  8. saya suka banget baca ending cerita di atas.

  9. wah, postingan yang menarik sangadh nih pak!
    hmm..kalo saia sih pro sangadh, karena kalo soal al-quran tergantung orang yang menafsirkannya segh…kalo orangnya sombong, pastinya yang dibaca cuma dianggap sebagai samfah..

  10. @ Black_Claw

    Iya… benar juga… memang terkadang kita juga masih agak salah-salah dalam menafsirkan Al-Qurân ya? Hebat sampeyan pinter juga!😀

    @ mathematicse

    profesor kandungan sama embryologi lain ya? Kalau sama, jangan2 orangnya sama lagi! Hehehe…
    Tapi benar kalau orang sudah antipati duluan terhadap ‘sesuatu’, pasti dilihatnya sesuatu itu sebagai ‘sesuatu’ yang buruk, walaupun mungkin banyak yang baik di dalam ‘sesuatu’ itu.

    @ hanna

    terima kasih mbak atas promosinya informasinya!😀

    @ artja

    endingnya ‘mantab’ ya? Thanks ya sudah mampir di blogku!😀

    @ hoek

    iya betul tuh hoek, kalau orang sombong pasti menganggap semuanya itu samfah, fadahal yang samfah mungkin si orang sombong itu sendiri ya?🙂

  11. Ahahahahahaa! Tidak percuma pak, dulu saya waktu sma tidur kalo jam agama!

    *loh, ya?*

  12. wew, terjemahin kontranya juga dons om, nginglish pisan.. hehe..
    Pengen liat cara mereka ngejatohin Al-Qur’an..

  13. Dasar aja si Wartawan itu emang bego.

    Menurut saya, klo-pun ada dibagian al Quran yg blm bisa ditafsirkan, itu karena keterbatasan pemahaman manusia saja. Atau ilmu manusia-nya aja yg blm nyampe. Kata al Quran; ilmu manusia itu bak setetes air di samudera.
    :mrgreen:

  14. @ngliad komennya pipiew
    ho oh..terjemahin dunk!!! saia juga fenasaran negh??? mesti bukak kamus bolak-balik baru ngerti dikid..*males buka kamus*:mrgreen:

  15. @ Black_Claw

    hahahaha… tidur aja udah pinter, apalagi kalau lagi melèk merem ya??😀

    @ pipiew

    Huehehe… paling asik kalo nerjemahin sambil nunggu bedug maghrib!😀

    @ pr4s

    Memang, saya setuju, ilmu manusia yang belum nyampe secara sempurna tentang embryologi dan juga mungkin penafsiran manusia atas ayat2 Al-Qurân belum sempurna.🙂

    @ hoek

    Waalaah… nasibku dari dulu samfai sekarang jadi fenterjemah melulu, kasiman deh saia!:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s