Semuanya Diciptakan Berpasangan!

وَمِن كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (QS:51:49)

molekul DNAsepasang kromosomSemalam, setelah aku pulang dari Shalat Tarawih, aku sempat membolak balik kitab suci Al-Qurân, dan secara tidak sengaja, aku menemukan beberapa ayat yang menarik, yang memberiku inspirasi untuk menulis artikel ini. Ya, beberapa ayat itu (saya hanya mencantumkan dua ayat saja di postingan ini, satu di awal artikel ini dan yang satu lagi di akhir artikel ini.) menceritakan perihal yang sama yaitu mengenai Allah yang menciptakan sesuatu secara berpasangan! Saya sempat berfikir kenapa begitu banyak (saya menemukan 5-6 ayat dalam Qurân) diceritakan bahwa Allah menciptakan sesuatu secara berpasangan, pada awalnya saya berfikiran sangat sederhana, bahwa yang dimaksud secara berpasangan adalah makhluk hidup yang berpasangan, yaitu jantan dan betina pada hewan ataupun pria dan wanita pada manusia. Itu saja. Pada awalnya hati saya tetap bertanya-tanya, andaikan hal ini hanya menyangkut masalah jenis kelamin kenapa dalam Al-Qurân Allah menyebutkan lumayan seringnya perihal berpasangan ini. Namun setelah berfikir agak lama, saya baru menyadari akan kesederhanaan alam fikiran saya waktu itu, dan tiba-tiba saya menyadari bahwa banyak sekali ‘pasangan-pasangan’ di alam semesta ini, yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh saya, mulai yang sederhana sampai yang sangat canggih, dan saya juga sadar bahwa mungkin banyak ‘pasangan-pasangan’ lain yang belum diketahui oleh umat manusia secara keilmuan. Untuk itu saya langsung menyalakan laptop saya dan mulai ‘iseng-iseng’ mencari tahu segala hal mengenai ‘benda-benda yang berpasangan’ ini di Internet, hasilnya lumayan mengejutkan! Untuk itu selanjutnya dalam postingan ini saya akan menyebutkan hal-hal yang berpasangan dalam alam semesta ini mulai dari yang sederhana atau sangat umum sampai dengan yang canggih atau masih dalam tahap hipotesis! Yang sederhana tidak akan diberi penjelasan lagi, sedangkan yang agak-agak tidak umum, akan saya usahakan untuk menjelaskannya semampu saya.  O iya, kalau ada yang terkesan maksa, tolong dikoreksi ya… tapi tentu saja dengan alasan yang kuat dan valid Ok? 😀

Pria-Wanita, Jantan-Betina, Kanan-Kiri, Atas-Bawah, Barat-Timur, Utara-Selatan, Siang-Malam, Pagi-Sore, Pintar-Bodoh, Ganteng-Jelek, Cantik-Jelek (Namun bisa juga ganteng dipasangkan dengan cantik! 😀 ), sepasang mata, sepasang telinga, sepasang lubang hidung, dua set jari tangan (masing-masing 5 buah!), mulut-anus (yang ini maksa nggak ya?), ganjil-genap, positif-negatif, hitam-putih (menurut ilmu fisika hitam dan putih bukanlah warna, karena warna hitam terjadi manakala sebuah benda menyerap seluruh gelombang sinar warna yang dapat dilihat dengan mata, kebalikannya warna putih terjadi manakala sebuah benda memantulkan seluruh gelombang sinar warna yang dapat dilihat dengan mata!), fusi-fisi (fusi adalah peleburan, fisi adalah pemecahan, seperti dalam reaksi inti/nuklir, reaksi fisi adalah reaksi di mana inti-inti/nukleus-nukleus atom yang berat dan tidak stabil berpecah menjadi inti yang lebih ringan dan stabil setelah ditembak oleh sebuah partikel, kebalikannya reaksi fusi adalah reaksi di mana inti-inti atom yang ringan berfusi atau bersatu menjadi sebuah atom dengan inti yang lebih berat dengan bantuan suhu yang sangat tinggi hingga jutaan derajad celsius!), 0-1 (ya! nol dan satu dalam kode biner merupakan kode digital dan merupakan bahasa mesin komputer paling rendah, satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh komputer! Seluruh bahasa pemrograman yang kita buat pada akhirnya akan diterjemahkan ke dalam kode 0 dan 1 agar bisa dimengerti dan dieksekusi oleh komputer!), Adenine-Thymine, Guanine-Cystosine (Inilah senyawa basa dalam DNA atau deoxyribonucleic acid yang merupakan komponen terpenting dalam kromosom setiap makhluk hidup! Baru beberapa tahun belakangan ini diketahui bahwa kedua pasangan basa ini adalah sebuah ‘kode digital’ yang sangat canggih buatan Allah yang ‘berisikan’ informasi sifat-sifat inherent dalam setiap makhluk hidup! Kode digital ini jauh lebih canggih dibandingkan kode digital biner 0-1 yang ada dalam komputer masa kini. Para ilmuwan kini tengah berusaha untuk mengimplementasikan kode basa DNA ini untuk komputer masa depan yang akan disebut sebagai biocomputer!).

Ok… kita lanjutkan lagi pasangan-pasangan apa yang bisa kita ketemukan di alam semesta ini: hmmm… bagaimana kalau logaritma-antilogaritma, sinus-arcsin, cosinus-arcos, tangent-arctan (dalam trigonometri! Maksa nggak ya??? 😀 ), asam-basa (dalam kimia), digital-analog, inframerah (IR)-ultraviolet(UV) (hmmm! yang ini maksa juga nggak ya? 😀 Saya rasa nggak sih, soalnya inframerah itu batas bawah gelombang sinar yang dapat dilihat, sinar inframerah mempunyai panjang gelombang yang lebih panjang daripada gelombang sinar merah, begitupula dengan sinar ultraviolet atau ultraungu, yang merupakan batas atas gelombang sinar yang dapat dilihat, yang mempunyai panjang gelombang lebih pendek daripada gelombang sinar ungu! IR dan UV sendiri tidak dapat dilihat oleh mata), venom-antivenin, virus-antivirus, bakteri-antibakteri, (dan segala macam anti-anti lainnya yang jumlahnya banyak sekali!) tetapi yang paling serius adalah ini: partikel-antipartikel dan materi-antimateri (Berawal dari tahun 1932, ketika Carl D. Anderson secara tak sengaja menemukan antipartikel pertama yaitu positron yang merupakan antipartikel dari elektron, lalu di tahun 1955, Owen Chamberlain dan Emilio Segrè menemukan antiproton yang merupakan antipartikel dari proton di Universitas California, sejak itu lantas bukan saja antipartikel yang diketemukan tetapi juga antimateri seperti antideuteron dan antihidrogen yang masing-masing merupakan antimateri dari deuterium dan atom hidrogen!). Dan tentu masih banyak lagi hal-hal yang berpasangan di dunia ini (Dalam akuntansi mungkin debit-credit bisa dimasukkan sebagai sebuah pasangan!) baik yang sudah diketahui manusia ataupun yang belum diketemukan oleh manusia.

Saya hanya bisa berdecak kagum. Subhanallah…. Allah maha besar, seperti pada firmanNya berikut ini:

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَاراً وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunungdan sungai-sungai padanya.dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.  (QS 13:3)

Iklan

22 responses to “Semuanya Diciptakan Berpasangan!

  1. Halo, salam kenal mas Yari NK.

    Memang ya, didunia ini semuanya diciptakan serba berpasangan. Tentang cetak biru A-T-C-G itu juga kalo nggak salah selalu berpasangan. A selalu dengan T dan C selalu dengan G. Bila tertukar, kemungkinan besar terjadi kecacatan pada individu bersangkutan. (mohon koreksi bila salah)

    konsep dualitas memang menakjubkan, nah, kalau tentang anti materi saya cuma pernah baca di buku Angels and Demon, didapatnya dari gelombang cahaya yang saling bertubrukan sekian nano detik.Fiksi banget ya, h3w.

    malam dan siang, terang dan gelap, penyakit dan obat, semuanya memang bukti kebesaran ilahi yang memerintah bumi.

  2. Ya, Bung yari, kalau kita cermati, semua yang ada di alam semesta ini diciptakan saling berpasangan, meskipun keberadaannya seringkali bertentangan secara dikotomis. Itu semua untuk membuat agar kehidupan manusia makin dinamis dan tidak monoton kali, ya, Bung?

  3. Ya itu emang sunatullah……

    (*banyak bgt yg maksa yah*)

    :mrgreen:

  4. @ SQ

    Kalau A-T, dan S-G itu tidak pernah tertukar karena jikalau tertukar misalkan menjadi A-S atau G-T, mereka tidak bisa membentuk ikatan Hidrogen (Hydrogen Bond), ikatan yang membuat mereka selalu berpasangan. Yang sering terjadi ialah banyak senyawa kimia seperti senyawa kimia yang karsinogen (senyawa yang menginduksi tumbuhnya tumor/kanker) yang merusak ikatan Hidrogen tersebut, yang memicu mutasi genetik. 😀
    Wah, Angels and Demons karangan Dan Brown itu ya? Wah saya belum baca tuh! 😀
    Btw, terima kasih ya telah mampir di blogku dan salam kenal juga! 🙂

    @Sawali Tuhusetya

    Benar Pak Sawali, tetapi justru itu, keberadaan mereka secara dikotomis adalah sebagai penyeimbang satu sama lain. Masing-masing memerankan peranannya sendiri2. Dan saya percaya sejelek-jeleknya suatu ciptaan Allah pasti ada gunanya. Seperti contoh: Penyakit. Penyakit mungkin diciptakan agar manusia terpacu untuk mau mempelajari tubuhnya sendiri, kalau tidak ada penyakit mungkin manusia malas mempelajari dirinya sendiri, begitu pula virus, bakteri dan lain sebagainya, mereka memerankan peranannya sendiri2 di alam ini, namun Allah juga menciptakan ‘penyeimbangnya’ atau pasangannya, semuanya berpasangan seperti siang dan malam dalam ayat Al-Qurân di atas. 🙂

    @ pr4s

    Huehehehe… Yeee…. kalau bilang maksa harus pakai alasannya yang valid dong! :mrgreen:

  5. Kang .. cuma mau tanya, kalau hitam kan pasangannya dengan putih .. nah, bagaimana dengan merah, kuning, biru, hijau dll .. apa pasangan buat warna2 tsb.

  6. ah ya, lagi-lagi islam dalam sains..hmmmm so delicious!!
    tafi dari sini saia mulai ndak ngerti bosonya kek “fusi-fisi” samfe yang namanya “Adenine-Thymine, Guanine-Cystosine”
    yahh..saia cuma bisa manggud-manggud doank, dan mengucaf “subhanallah”
    _______________
    @erander
    hmm..yang saia tau, fasangannya warna itu warni bang?

  7. Selamat Pagi Pak!Mungkin selama ini kita lebih terfokus kepada benda2 atau hal2 yang berpasangan.Kalau menurut hemat saya setiap benda atau sifat bukan berpasangan tetapi triple.Misalnya Pria,wanita dan waria.Proton,Elektron dan Neutron.Dalam ilmu kimia kita juga mengenal Asam,Basa dan Garam (Netral).Fenoma alam kita juga mengenal hujan,panas dan mendung.

    Ada hal yang masih mengganjal dalam alam pikiran saya yang amat sederhana dan bodoh ini.Bapak mengatakan Allah menciptakan setiap benda,sifat dan hal berpasangan,termasuk “baik” berpasangan dengan “jahat” dan menurut tafsir Bapak itu adalah saling menyeimbangkan.Jika benar begitu “kejahatan” yang sering kita perangi bukankah kita berusaha menghilangkan penyeimbangnya.Mohon ajarannya ya Pak! Terima kasih.

  8. Maaf Pak pada tulisan saya diatas ada kata “fenoma” seharusnya fenomena.Terima kasih

  9. @ erander

    Itu udah dijawab sama hoek. Warna lawannya warni. Jadi Merah lawannya Merih, hijau lawannya hijiu, kuning lawannya kunang, dsb. Huehehehe…..
    Becanda mas Eby,…
    yah itulah mas Eby, berpasangan bisa dilihat dari segala sudut, kalau saya melihat warna hitam dan putih sebagai pasangan karena warna hitam menyerap seluruh spektrum warna yang terlihat sementara warna putih memantulkan seluruh spektrum warna yang terlihat. Namun mungkin siapa tahu bisa juga dilihat dari panjang pendeknya gelombang, jadinya gelombang warna yang paling panjang berpasangan dengan gelombang warna yang paling pendek, contohnya merah dengan ungu, dan lain sebagainya. Namun siapa tahu cara memasangkannya bisa dengan kriteria lain yang saya belum tahu. Who knows? 😀

    Terims mas Eby, buat pertanyaan bagusnya! 🙂

    @hoek

    huehehehe… btw terims ya sudah mampir lagi di blogku! 🙂
    **sambil manggud-manggud**

    @ Yung Mau Lim

    Pertanyaannya bagus sekali, tetapi menurut saya, asam dan basa di tengahnya ada garam yang ber-pH sekitar 7, lantas ada waria di antara pria dan wanita, bagi saya itu semua bukan “pasangan ke-3” tetapi itu adalah sebuah twilight zone bagi setiap pasangan. Kita melihat setiap pasangan mempunyai twilight zone (TZ) sendiri2, asam-basa, TZ-nya adalah garam, pria-wanita, TZ-nya adalah waria, positif-negatif, TZ-nya adalah netral atau 0 (nol), dsb. 😀
    Nah, mengenai kejahatan yang kita perangi, kita mungkin harus melihatnya dari sudut pandang yang lain. Mungkin kita ini memerangi kejahatan agar kita menjadi penyeimbang kejahatan itu sendiri, sebab jikalau tidak kita perangi mungkin kejahatan akan cenderung untuk menjadi sangat kuat dan justru akan tercipta keadaan yang tidak seimbang kalau kita tidak memeranginya. Ok? 🙂
    Terims ya mas Yung Mau atas pertanyaan bagusnya. 🙂

  10. Wah, menarik sekali. Saya tidak tau banyak tentang sains, pak. Tapi, akan belajar pelan-pelan dari blog pak Yari ini, he he he. Tentang berpasangan, dalam filosofi China ada yang di sebut yin dan yang. Yin dan yang ini bisa banyak artinya, misalnya, matahari dan bulan, kuat dan lemah, psitif dan negatif. Intinya dua unsur yang berlawanan. Katanya nih, kita harus menyeimbangkan yin dan yang. Tidak boleh lebih, juga tidak boleh kurang.

  11. Iya Mbak Hanna, saya juga sering menemui artikel tentang Yin-Yang 陰陽 ini. Katanya yin dan yang ini walaupun berlawanan, tetapi katanya saling melengkapi. Dan katanya juga yin dan yang ini banyak dipakai dalam segala aspek kehidupan di China, terutama di bidang filosofi dan juga di bidang pengobatan tradisional China, benar nggak ya? Tetapi saya masih sedikit bingung kalau dalam bidang pengobatan tradisional, konsep dan bentuk kongkritnya seperti apa ya? Apakah setiap obat dipandang sebagai yin atau kebalikannya ya?

  12. Sebenarnya, sepengetahuan saya, ada beberapa lubangnya; misalnya bakteria, deuteromycota, dan beberapa keluarga monera, ternyata bereproduksi secara aseksual, tidak memiliki teori ‘pasangan’. Contoh lainnya adalah gravitasi. Gravitasi tidak memiliki counterpart, karena tidak pernah ada gaya gravitasi tolakan. 😛

    Tapi ya nggak tahu juga, mungkin pencapaian sains akan membuka rahasia pasangan-pasangan entitas-entitas di atas, seperti halnya penemuan antimatter? Saya tidak tahu. 🙂

    Btw, artikel yang bagus, mendetail dengan menyertakan beberapa teori yang menarik (terutama antimatter). 😀

  13. @ Kopral Geddoe

    Kita dalam memasangkan suatu benda/obyek jangan dilihat dari satu sudut saja! Bisa dari berbagai macam sudut. Contoh paling sederhana adalah bakteri, kita bisa menggolongkannya sebagai bakteri yang merugikan dan menguntungkan, jangan hanya dilihat dari caranya bereproduksi saja, atau bisa jadi dilihat dari sudut organel-organelnya yang berada di dalam tubuhnya, dan lain-lain, jadi jangan berfikiran sederhana 😉
    Lagipula pengetahuan manusia tentang alam ini masih sedikit, termasuk mengenai mikroba ini, apalagi kalau dilihat sampai biomolekulnya, masih jauh deh. Mungkin ke depan kita akan menemukan ‘banyak pasangan’ yang mengejutkan di berbagai bidang termasuk pada mikroorganisme seperti bakteria, virus, dll.

    Hmmm… siapa bilang gravitasi tidak punya counterpart?, coba lihat artikel antigravitasi ( http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-gravity ) ini, dan juga banyak artikel lainnya. Walaupun kini masih berupa hipotesis namun siapa tahu di masa depan bisa jadi kenyataan. Sama saja dengan antimateri yang dulu cuma hipotesis sekarang mulai menjadi kenyataan. The dream of today might be the reality of tomorrow, that’s how science grows, dear! 😉

  14. Wah, sebenarnya kalau cara memandangnya begitu, semua bisa jadi dua. Bisa jadi tiga, sepuluh, dan seterusnya. Batagor akan dipasangkan dengan siomay. Sate dengan lontong. Bihun dengan kuetiaw, dan seterusnya. Seperti yang dikatakan orang, segala di dunia ini bisa dicarikan justifikasinya. Namun tentunya one is more ridiculous than the others. Dan antigravitasi masih merupakan hipotesis. Tentunya menarik kalau ada, saya akan mengamati saja.

    Sains itu memang tidak statik, namun sebenarnya teori ini bermata ganda. Perkembangan sains tidak selamanya langgeng dengan agama, setidaknya tidak menurut seluruh pihak. Setahu saya clash antara kitab-kitab suci dengan sains sudah sedemikian parahnya. Materi genesis sangat sulit dijustifikasikan secara logis, dan beberapa hadits yang saya baca di kitab hadits memiliki kandungan yang sangat bertentangan dengan sains (tentunya anda nggak bakal menemui ini di majalah dan terbitan umum).

    Intinya, saya nggak mau dogmatik dalam menebak ke arah mana sains akan berkembang. Bisa jadi akan semakin mendukung agama, bisa jadi akan semakin menumbangkan agama itu sendiri.

    Btw, saya suka memperhatikan tulisan yang menyelaraskan agama dengan sains, hanya saja saya terlalu skeptis untuk menelannya bulat-bulat. 😀

  15. Menurut saya dalam hal berpasangan, sejumlah ayat2 al Qur’an juga sepertinya saling berpasangan juga tuh…
    Misal ada ayat2 yang keras/tegas, ada ayat2 yang lemah lembut, ada ayat2 yang sangat rasional dan ada ayat2 yang sangat irasional, dstnya.
    Ole karena berpasangan tujuannya adalah keseimbangan, maka sejumlah ayat yg tampak berpasangan tsb tujuan nya juga demi menjaga keseimbangan (tawazun) kita dalam berlaku di kehidupan ini. Wallahua’lam.

  16. @ Kopral Geddoe

    Justru itu semuanya memang bisa jadi dua. Kan sudah dibilang? Itu belum termasuk yang tidak kita ketahui. Mulai dari yang sederhana sampai yang canggih! Kalau misalnya ada 3, cenderung yang ketiga itu adalah twilight zone-nya seperti netral, nol, garam (asam-basa), atau waria dsb. Kalau yang 10 itu sih namanya kelompok! Seperti kelompok binatang, kelompok buah2an, dll. Hal itu tidak saling menyeimbangkan atau berlawanan seperti asam-basa, siang-malam, bakteri merugikan-menguntungkan, dll. 😛

    Yang jelas kalau kita mempelajari sains, kita akan makin sadar akan keberadaan Allah swt, the Most Supreme One! Itu sudah saya alami sendiri spiritually, adalah sebuah kebodohan kalau kita tidak mempercaya bahwa kita ada yang menciptakan. Seperti yang pernah saya tulis di postingan saya sebelumnya, sebutir telur jauh lebih canggih dibandingkan sebuah mobil Mercedes, tanpa bantuan ‘pantat ayam’, manusia, dengan teknologi sekarang, tidak akan bisa menciptakan telur di pabrik-pabrik! Itu baru telur, belum makhluk hidup lainnya seperti manusia, dsb. Jikalau mobil mercedes yang primitif ada penciptanya, adalah sebuah kebodohan jika kita tidak mempercayai bahwa kita semua tidak ada yang menciptakan. 😉

    Memang semua orang tidak akan bisa menelan agama dan sains bersama2 secara bulat2, tidak akan pernah bisa 😉
    Hal itu karena keterbatasan manusia dalam sains itu sendiri dan juga dalam pemahaman agama. Yang penting bagi kita, dalam bidang sains, kita harus terus mencari tahu ilmu Allah yang bertebaran di seluruh jagad raya ini, dan dalam bidang agama, apapun yang membuat kita lebih mempercayai keberadaanNya dan lebih mendekatkan kita kepadaNya, bagaimanapun itu, termasuk lewat sains ya sah-sah dan bagus-bagus saja kan! Itulah yang dinamakan spiritual 😉

    @ Herianto

    Wah, itu ilmu baru buat saya pak Herianto. Terima kasih banyak pak. Tapi omong2 ayat2 yang irrasional itu yang contohnya seperti yang mana ya? Maklum saya belum tahu! 🙂

  17. Ayat irasional ? Apa ya ?
    Barangkali maksud saya sejumlah ayat yg tidak mudah untuk dipahami dengan logika realita kita. Alif-Lam-Mim misalnya, maknanya kan sangat misteri.Bahkan istilah surga dan neraka sendiri sesungguhnya sesuatu yg cukup sulit untuk dipikir(rasional)kan. Makanya selain rasional (akal) kita butuh yg lain. Keyakinan menurut saya tidak msti dari akal semata, dari amalan, interaksi sosial dan apa yg dimaksud dengan amalan hati, barangkali jalan lain selain akal tsb.
    Ini mah menurut saya sementara, jangan dijadikan referensi dulu ya… 😀

  18. @ Herianto

    Ok ok…. btw, terims sekali lagi udah sharing ya? 🙂

  19. Justru itu semuanya memang bisa jadi dua.

    Namun tidak dibutuhkan sebuah revelasi untuk mempelajari kesimpulan intuitif seperti itu. Terlalu dipaksakan, walau itu hanya menurut saya. 🙂

    Yang jelas kalau kita mempelajari sains, kita akan makin sadar akan keberadaan Allah swt, the Most Supreme One!

    Kalau menurut saya sains hanyalah salah satu perpanjangan dari gagasan materialistik dalam filsafat. Dan sejauh ini setahu saya sains (dan segala atribut materialistiknya) tidak berpihak pada agama-agama tradisional. Konsep ketuhanan deistik dan pemahaman-pemahaman esoterik bisa mencapai realm ketuhanan, namun melalui kendaraan idealisme, bukan materialisme.

    adalah sebuah kebodohan kalau kita tidak mempercaya bahwa kita ada yang menciptakan.

    Kebodohan? Kalau begitu, bisa menjelaskan kecenderungan atheistik yang sangat luar biasa di kalangan ilmuwan? 😉 Mungkin sedikit sukar diterima akal, namun menyebutnya ‘bodoh’ adalah bentuk ignorance murni. Banyak orang-orang berpemikiran brilian yang akhirnya menyimpulkan ketiadaan Tuhan.

    Jadi, setidaknya itu tidak ‘bodoh’.

    Saya sendiri lebih cenderung mempercayai bahwa apa yang disebut ‘Tuhan’ itu ada, tapi saya tidak berpikir bahwa keberadaannya itu segamblang apa yang diklaim para penganut agama yang agak cenderung fanatik. 😀

  20. Terlalu dipaksakan, walau itu hanya menurut saya.

    Itu kan hanya menurut anda, 😉 sayapun tidak pernah mengatakan bahwa gagasan saya 100% benar karena pengetahuan sayapun terbatas, tetapi saya yakin gagasan andapun banyak cacadnya! 😉 Yang jelas saya sangat mempercayai ayat2 Al-Qurân dibandingkan ilmu filsafat! 😛

    Kalau menurut saya sains hanyalah salah satu perpanjangan dari gagasan materialistik dalam filsafat.

    Huehehe… sains dalam ilmu filsafat hanya merupakan perpanjangan dari gagasan materialistik? Hmmm sepertinya terlalu dangkal ya! Saya percaya, spiritual juga bagian daripada sains dan dapat sedikit banyak dapat mempengaruhi kemajuan sains! 😉 Dalam ilmu pengetahuan saja, selain dikenal materi juga dikenal energi, dan spiritual saya percaya merupakan bagian daripada energi. Jadi maaf saya tidak begitu percaya bahwa sains hanyalah perpanjangan dari gagasan materialistik!

    Kebodohan? Kalau begitu, bisa menjelaskan kecenderungan atheistik yang sangat luar biasa di kalangan ilmuwan? Mungkin sedikit sukar diterima akal, namun menyebutnya ‘bodoh’ adalah bentuk ignorance murni. Banyak orang-orang berpemikiran brilian yang akhirnya menyimpulkan ketiadaan Tuhan.

    Masa sih? Ilmuwan kelas tinggi seperti Isaac Newton ataupun Albert Einstein adalah minimal orang2 yang percaya akan keberadaanNya. Mungkin hanya Stephen Hawking aja yang mengaku dirinya ahteist namun lucunya dalam beberapa kesempatan dia keseleo lidah mengucapkan kata ‘Tuhan’. Lagipula toh orang2 atheis juga tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Kalau mereka mengatakan bahwa “mereka tidak pernah melihat Tuhan” sebagai bukti ketidakberadaan Tuhan, itu sih namanya sangat naif 😉 , itu sih nenek2 bunting juga tahu.
    Dulu kita tidak bisa melihat bakteri atau virus, kini kita bisa melihatnya akibat bantuan mikroskop. Dulu sewaktu bakteri belum bisa kita lihat, bukan berarti bakteri itu nggak ada kan? Kita percaya bahwa ada kehidupan lain di planet lain walaupun itu mungkin hanya kehidupan unicellular yang primitif, walaupun kita tidak bisa melihatnya! Kita juga percaya bahwa ada subpartikel dalam sebuah atom dan antisubpartikel walaupun kita tidak bisa melihatnya! Banyak hal yang belum bisa kita lihat! Karena teknologi kita sekarang masih ‘belum begitu maju’, apalagi mau melihat Tuhan??
    So… orang atheis juga tidak bisa membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada! 😉

  21. @erander: semua warna sebenarnya adalah putih bila dilihat dari kisinya..:)

  22. Ikhwal “segala sesuatu berpasangan”, saya setuju. Antara apa yang kita fikirkan akan melahirkan pasangannya berupa realita/kejadian. Antara kejadian hari esok akan berpasangan dengan kejadian sebelumnya. Mari kita renungkan, bahwa sebesar zarrah atom pun semua kejadian bisa diprediksi penyebabnya (Quran surat Al Zalzalah ayat 7-8). Kalau kita cermati ternyata kemampuan paranormal atau cenayang atau peramalan masa depan yang berada di luar nalar seharusnya begitu mudah kita pelajari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s