Amerika Pernah Mendaratkan Astronot di Bulan??

Bendera yang kusutMoon Hoax??Moon Hoax??

Isu apakah Amerika pernah mendarat di bulan, bukanlah sebuah isu baru. Isu ini sudah mulai berkembang sejak tahun 1970an. Isu ini mendapat angin segar ketika pada tahun 1978, dibuat film oleh Hollywood yang berjudul Capricorn One yang bercerita tentang misi berawak NASA ke planet Mars, yang pada saat-saat terakhir  sebelum keberangkatan diketahui bahwa Sistem Penopang Kehidupan (Life Support System) yang berada di pesawat angkasa tersebut mengalami kegagalan yang menyebabkan misi berawak ke Mars tidak mungkin dilakukan. Namun oleh NASA the show must go on, dan dibuatlah rekayasa seolah-olah NASA memang telah mendaratkan misi berawaknya ke Mars, padahal laporan langsung pendaratan di Mars dibuat di sebuah studio televisi rahasia. Para astronot dipaksa untuk mengikuti skenario yang ditetapkan oleh NASA dengan imbalan dan embel-embel bahwa tugas rekayasa ini sebagai tugas patriotik. Tentu saja para astronot ini harus tutup mulut selama hidupnya. Mula-mula mereka enggan melakukannya, namun akhirnya mereka mau melakukannya. Namun setelah itu terjadi skenario yang tidak terduga, ternyata kapsul angkasa ‘palsu’ mereka meledak di udara, ini berarti mereka seharusnya tewas, dan mereka harus berpisah dari sanak saudara serta sahabat mereka selama-lamanya!

Tahun 2001, jaringan televisi Fox di AS, menyiarkan acara yang berjudul “Conspiracy Theory: Did We Land on The Moon?” yang dibawakan oleh salah satu aktor dari the X-Files, Mitch Pileggi (Saya menontonnya di lewat stasiun televisi StarWorld tahun 2004). Acara ini mencuatkan kembali isu moon hoax ini, yang pertama kali diprakarsai oleh Bill Kaysing (1922-2005) dalam bukunya: “We Never Went to the Moon: America’s Thirty Billion Dollar Swindle”.

Nah, inilah 5 sanggahan paling populer yang dipercayai oleh para Hoax Believer (HB) kenapa mereka percaya NASA (Amerika) tidak pernah mendaratkan manusia di bulan, sekaligus saya sertakan juga 5 jawaban dari mereka yang tetap percaya bahwa Amerika telah mendarat di bulan.

1. Hoax Believer: Adalah aneh bagi foto-foto yang diambil di bulan yang tidak menunjukkan adanya bintang di langit satupun! Padahal langit di bulan selalu berwarna hitam kelam. Jadi ke mana perginya itu bintang-bintang? Sepertinya foto-foto tersebut dibuat di studio!

Jawaban Pendukung NASA/NASA supporter (NS): Langit di bulan memang selalu berwarna hitam, tidak peduli apakah itu siang atau malam, karena di bulan memang tidak ada atmosfir, tidak seperti halnya di bumi yang pada siang hari langit berwarna biru karena cahaya matahari disebarkan di atmosfir. Jadi kemana perginya bintang-bintang? Bintang-bintang tetap berada di situ! Tetapi terlalu pudar untuk dapat difoto. Ingat! Pengambilan gambar dilakukan pada saat pagi hari waktu bulan, pada saat matahari dekat di horizon dan pengambilan gambar astronot yang berada di darat atau di horizon yang berarti dekat dengan piringan matahari secara deklinasi. Di tambah pula kecepatan rana pada settingan kamera yang harus dipasang cepat agar supaya gambar tidak terlalu terang, namun itu berarti juga bahwa benda2 yang bersinar redup seperti bintang tidak dapat tertangkap di dalam gambar.

2. HB : Nah, di pesawat lunar lander yang mendarat di bulan, tidak ada kawah pada bekas pendaratan, padahal bekas semburan roket dari lunar lander yang mendarat itu secara logika harus meninggalkan bekas kawah di bekas semburan roket pada saat pendaratan!

NS : Di Bumi, udara atau atmosfir menjadi hambatan atau tahanan dari seluruh arah bagi semburan roket, itu sebabnya semburan roket menjadi lebih terarah ke bawah dan semburan roket akan menimbulkan tekanan yang besar ke bawah sehingga menimbulkan kawah di bekas pendaratan, apalagi pada permukaan yang berpasir/bertanah (tidak beraspal). Di Bulan tidak ada udara atau atmosfir yang menahan semburan roket, sehingga semburan roket terjadi ke segala arah dan tidak terkonsentrasi ke bawah, sehingga tekanan ke bawah yang ditimbulkan oleh semburan roket akan sangat berkurang, itu sebabnya maka tidak ada bekas kawah pada semburan roket.

3. HB: Bendera Amerika yang ditancapkan terlihat seperti berkibar di dalam foto, padahal di bulan tidak ada udara jadi tidak mungkin bendera itu bisa berkibar!

NS: Bendera yang ditancapkan di bulan memakai dua buah tiang, yang satu tiang vertikal seperti yang kita pakai untuk mengibarkan bendera di bumi, namun di bulan, agar dapat terlihat ‘berkibar’ perlu satu tiang horizontal lagi di atas, itu karena di bulan tidak ada atmosfir. Nah, yang terlihat seperti ‘berkibar’ itu sebenarnya bukan ‘berkibar’ tetapi karena bendera tersebut kusut karena dilipat agak sembarangan sewaktu dibawa ke bulan. Nah, bendera yang kusut tidak bisa langsung menjadi rapih tegak, apalagi di bulan yang tidak punya atmosfir dan daya tarik yang lemah. Di Bumi bagian bawah bendera dapat ditarik oleh gravitasi bumi yang lebih kuat ke bawah sehingga membantu bendera yang kusut menjadi lebih licin, begitupula dengan udara yang bergerak atau angin sedikit banyak ikut melicinkan bendera yang kusut.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa bendera itu terlihat berkibar karena tiang yang horizontal di atas kurang panjang sehingga bendera tersebut menjadi ‘bergelombang’ ketika akan ‘dikibarkan’, jadi yang terlihat seperti berkibar itu adalah bendera yang ‘bergelombang’ karena tiang horizontal yang kurang panjang. Konon, memang efek ‘gelombang’ ini sengaja dibuat oleh para astronot sehingga bendera nampak seperti berkibar.

4. HB: Ketika pesawat (lander) berangkat lepas landas dari bulan kembali menuju bumi, tidak ada api pancaran roket yang terlihat, setiap roket tentu mempunyai api pancaran roket ketika lepas landas! Jadi lepas landas pesawat tersebut palsu!

NS: Ada sebuah penjelasan sederhana kenapa kita tidak bisa melihat api pancaran roket pada saat pesawat lepas landas dari bulan! Itu karena bahan bakar yang digunakan oleh lander yang tidak menimbulkan api pancaran roket. pesawat (lander) tersebut menggunakan bahan bakar campuran antara hidrazin (N2H4) dan dinitrogen tetroksida (N2O4). Campuran bahan bakar ini tidak menimbulkan api pancaran roket yang terlihat.

5. HB: Radiasi yang terdapat di sabuk van Allen dan di luar angkasa dapat membunuh astronot dalam beberapa menit. Hal ini juga didukung oleh pernyataan mantan seorang kosmonot bekas Uni Soviet yang terlibat dalam program penjelajahan bulan yang dilakukan bekas Uni Soviet.

NS: Menurut banyak pendukung NASA, pernyataan HB soal radiasi ini sangat tidak masuk akal. Betul jikalau para astronot tidak terlindungi, bisa jadi radiasi akan membunuh para astronot jika astronot2 tersebut berada di sabuk van Allen dalam waktu yang cukup lama. Namun perjalanan Apollo ini dikatakannya termasuk ‘cepat’ sehingga tidak cukup waktu bagi partikel-partikel dan energi-energi radian memasuki tubuh astronot dalam jumlah yang mematikan. Lagipula astronot terlindung oleh lapisan metal pesawat angkasa yang dikatakan tentu saja dapat memblok hampir semua radiasi yang mengenai pesawat angkasa tersebut.

Sebenarnya masih banyak sekali argumen-argumen para Hoax Believers yang diajukan yang ‘mendukung’ teori konspirasi bahwa Amerika/NASA tidak pernah mendarat di bulan. Namun semuanya ‘bisa dijawab’ oleh NASA dan para pendukungnya dengan ‘cukup tangkas’. Hanya satu pertanyaan saja yang tidak bisa dijawab oleh NASA dan pendukungnya dengan baik dan jelas, yaitu: “Kenapa setelah hampir 40 tahun NASA tidak pernah mengirimkan manusia ke bulan lagi!” Itulah pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan memuaskan oleh NASA (dan para pendukungnya)! NASA memang merencanakan mengirimkan astronotnya kembali ke bulan tahun 2018 (Itupun belum tentu jadi ataupun tepat waktu)! Kenapa harus menunggu 11 tahun untuk merencanakan pergi ke bulan dengan teknologi yang lebih canggih dibandingkan teknologi tahun 1960an?? Padahal di tahun 1960an, NASA hanya membutuhkan 7 tahun untuk merencanakan pergi ke bulan! Sungguh sesuatu hal yang sangat aneh. Baru-baru ini satelit atau wahana ruang angkasa Uni Eropa SMART-1 yang salah satu tugasnya memotret permukaan bulan, mengatakan telah menemukan/memfoto dari jarak jauh bekas-bekas pendaratan Apollo di bulan, namun SMART-1 tidak pernah mengatakan menemukan tanda-tanda jejak-jejak atau tanda-tanda bekas manusia di bulan. Mendaratkan wahana tak berawak di bulan tentu berbeda dengan mengirimkan manusia ke bulan, mengirimkan manusia ke bulan tentu jauh lebih sulit dibandingkan mengirimkan wahana tak berawak ke bulan.

Namun ada satu faktor yang juga harus diperhitungkan oleh para HB, yaitu (terutama di masa perang dingin), jikalau AS/NASA memalsukan pendaratan di bulan, tentu yang paling berkompeten (dan juga yang pasti paling bersemangat) dalam membongkar kasus ini adalah bekas Uni Soviet atau Rusia, karena merekalah di luar AS yang mempunyai kemampuan teknologi yang paling baik guna membongkar kepalsuan ini. Dan tentu fihak (bekas) Uni Soviet dapat menceritakan atau menyimpulkan lebih baik tentang isu teori konspirasi ini. Namun sampai saat ini Uni Soviet tetap bungkam (atau tidak peduli?) dalam kasus ini.

Nah bagaimana dengan anda sendiri? Apakah anda percaya bahwa AS telah mendaratkan astronotnya di bulan tahun 1969 dengan teknologinya yang masih ‘primitif’ untuk ukurang sekarang? Kalau saya pribadi saya hanya 55% percaya AS telah berhasil mendaratkan manusia di bulan.

Fakta Menarik:

  • Jikalau anda mempunyai sebuah programmable calculator mungkin yang bermerk Casio, anda mungkin tidak sadar bahwa kalkulator anda tersebut jauh lebih canggih dibandingkan komputer yang mengatur perjalanan Apollo 11. Ya, mikroprosesor yang berada di kalkulator anda tersebut lebih cepat dibandingkan dengan prosesor yang ada di komputer yang mengatur perjalanan Apollo 11 ke bulan! Dan juga RAM (memory)-nya  lebih besar daripada komputer NASA tahun 1960an tersebut.
  • Pesawat ulang-alik AS (yang dianggap sebagai yang tercanggih), dalam sejarah penerbangannya hanya bisa terbang di luar angkasa maksimal sekitar 1000 mil dari permukaan bumi. (Tidak ada seperempatnya jarak Bumi-Bulan). Prestasi ini tentu saja sangat jauh dari prestasi Apollo 11 sampai 17 yang sudah berhasil mendaratkan manusia di bulan. Apakah teknologi NASA tahun 1960an lebih maju dibandingkan teknologi NASA zaman sekarang??

56 responses to “Amerika Pernah Mendaratkan Astronot di Bulan??

  1. saya tanya dulu deh kang, ke stalin, siapa tahu ada jawaban dari dalam kubur:mrgreen:

  2. memang sulit untuk percaya atau tidak percaya…..propaganda yang dilakukan amerika memang sangat besar….:-)

  3. memang betul Amerika sudah mendaratkan manusianya ke bulan. Manusia itu bernama Superman, yang sering kita lihat di Film….hehehe

  4. Kalo saya sih hanya percaya 10% kecuali kalo Amrik bisa mengirimkan astronotnya lagi ke bulan dlm jangka wkt dekat ini baru saya percaya 100% deeeh.

  5. Saya percaya sekali kalau Amerika itu pinter bikin rekayasa di Film … termasuk gambar luar angkasa. Bahkan tokoh²nya tak diragukan.. BatMan, Superman, Supergirl…

  6. Kenapa setelah hampir 40 tahun NASA tidak pernah mengirimkan manusia ke bulan lagi!”
    Aduh-aduh, meskipun saya awam terhadap soal perplanetan, tapi pertanyaan tersebut makin membenarkan bukti adanya konspirasi AS untuk menjadi negara “polisi dunia” dengan menggunakan cara2 busuk.:mrgreen: Kok bisa begitu ya Bung Yari?
    Jangan2 tak hanya masalah perastronotan saja yang dilakukan AS dalam membangun imaji dunia terhadap kesuperan AS, tapi mungkin ada fakta lain! Gimana Bung Yari?

  7. Begini pak… Sebenarnya NASA tidak pernah mendaratkan apa-apa ke bulan. Yang berhasil itu ORANG MALAYSIA™

    *kabur*

  8. huahuahua…iya juga yaah *jadi kepikir*, wew canggih juga akal bulusnya amrik yah kalo beneran. hm..harus belajar ngeles niyh dari NS😀

  9. Amerika memang hebat. Pernah baca buku Understanding History? Wow bagaimana bisa sejarawan Amerika Serikat mengambarkan Goerge Washington, dalam perahu penuh sesak menyeberangi sngai Delaware pada musim dingin, bendera ‘Star and Stripes’ digenggamnya. Padahal, bendera tersebut baru disahkan Kongres sebagai bendera AS, 4 Juni 1777. Tidak mungkin dipakai sebagai bendera AS sebelumnya.

    Itulah American Style. Mereka ribut soal nuklir negara lain, satu-satunya negara yang pernah ngebon negara lain, Jepang, ya Amerika. Mereka katakan Iraq punya senjata pemusna, serang …. e .. ngak ada. AS adalah pemilik senjata pemusnah massa paling banyak.

    Gimana tu ceritanya … dari Bumi diluncurkan pakai roket segala macam, e … dari bulan cukup dengan siulan. Saya dah baca buku tentang itu, konyol memang.

    Konyol, jutaan dolar dihabiskan untuk proyek ke bulan … setelah sampai, ngak ada tindak lanjutnya, ngak berani lagi ke bulan, he he he. Sama dengan orang kemaruk kawin, setelah kawin ngak ‘digarap’ he he he

  10. ah, saia yakin itu HOAX! soale waktu itu saia ndak liat sendiri sih, astronot amerika yang lagi di bulan, jadinya saia ndak fercaya! HOAX itu! HOAX!

  11. @anggara

    Huahahaha…. kang Anggara ini, lha wong Stalin hidupnya sebelum era Sputnik atau Apollo kok! Ya, mana tahu si Stalin ini kalau ditanya masalah seperti ini!:mrgreen:

    @conandole

    Betul…. seperti kasus senjata pemusnah massal di Irak, ternyata setelah diubek2 nggak pernah ketemu tuh! Ternyata hanya propaganda saja!🙂

    @wedulgembez

    Malah hebatan gatutkoco kali ya, dia sudah ke ruang angkasa ratusan tahun sebelum si Superman! Huehehehe…..😀

    @abintoro

    Lha, iyalah, kalo sekarang dia benar ngirim astronot ke angkasa ya aku juga percaya 100% dong!:mrgreen:

    @kurt

    Tapi kalau Supermi atau Supertin nggak bisa terbang ke angkasa ya pak??:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Sepertinya pak Sawali, kalau memang pendaratan astronot di bulan ini adalah sebuah hoax, ini mungkin untuk membangun citra AS di muka bumi yang sudah “dua kali kalah” dalam perlombaan ruang angkasa. Pertama Uni Soviet tahun 1957 telah berhasil duluan dalam mengorbitkan satelit buatan manusia yg pertama. Kedua Uni Soviet telah berhasil duluan dalam mengorbitkan manusia pertama di luar angkasa yaitu Yuri Gagarin. Untuk itu AS nggak mau kebakaran jenggot lagi, untuk itu dia “memaksakan diri” untuk pergi ke bulan sebagai bangsa pertama yang menginjakan kakinya di bulan. Agar tidak kalah pamor lagi!😀

    @Black_Claw

    **nimpukin Black_Claw pakai bakiak yang dibungkus bendera Malaysia**:mrgreen:

    @Pipiew

    Kalau udah pinter ngelesnya, ajarin saya ya!😀

    @Ersis Warmansyah Abbas

    Wah, iya ya, padahal mungkin sungai Delaware juga membeku ya di musim dingin yang parah (nggak tahu juga sih!).😀
    Tetapi memang benar, dulu saya pernah mengira bahwa apa yang ‘dikatakan’ oleh negara2 maju pasti benar adanya, kini setelah saya belajar dan belajar, saya semakin sadar bahwa negara2 maju (terutama AS) juga banyak melakukan kebohongan publik demi propaganda dan kepentingan internalnya sendiri.
    Huahahaa…. mungkin juga analoginya ya kemaruk kawin itu, setelah kawin nggak digarap lagi, asal jangan sebelum kawin udah digarap habis2an ya! Huehehehehe…..

    @Hoek

    Iya benar itu HOEK! eh, maksud saia itu HOAX! Huehehehe……😀

  12. Udah lama banget nih, mas. Dan itu dokumenter yang ada Mitch Pileggi-nya masih saya simpan di HDD.😆

    Unik juga, walau melihat reaksi publik, hipotesisnya masih bisa dipertanyakan.🙂

  13. Nggak cuma yang nomor 5, jawaban atas nomor 3 pun saya kira konyol, pak.:mrgreen:

  14. Memang gak pernah tuh.Yang dikabarkan menjejakkan kakinya di bulan kan Pak Neil Amstrong, napa ya beliau tidak pernah diwawancarai macam2 atau dilibatkan dalam program Nasa sesudah Apollo2nya itu? Kang pernah baca ga ya buku yang ditulis oleh Pak Neil tentang perjalanan beliau dengan teman2nya? Kalau ada ntar Kang Yari beritahu saya ya,ntar saya mau baca juga deh.terima kasih!

  15. hmmm..kalo cerita ini ita sampaikan ke anak2 “mendidik” gak ya???😀

  16. kalau baca hoax tersebut memang pengakuan AS sangat meragukan. Tapi entahlah mana yang benar. Yang pernah mendarat di bulan mungkin Mas Slamet dari Indonesia. “Neil Amstrong mendarat di bulan dengan Slamet,’ hehehe

  17. bukannya yang mendarat di bulan dari Indonesia itu ‘MEMEZ”, dengan lagunya “Pesawatku mendarat di Bulan”. Berati Memez pernah mendarat dibulan tuh dengan pesawatnya.

  18. wah amrik memang pinter bikin rekasaya sa kayak gini .

  19. @Bambang Soebiawak

    Iya, saya malah “Mitch Pileggi”-nya udah hilang tuh file-nya entah ke mana! Tapi saya film Capricorn One-nya masih ada.
    Yah, reaksi publik yang mendukung Hoax, juga pembelaan NASA, masing2 bisa dipertanyakan.🙂

    @rozenesia

    Huehehehe…. jadi anda pendukung Hoax Believers?

    @Yung Mau Lim

    Iya yah! Baru kepikiran kalau nama Neil Armstrong itu tenggelam sesudah program Apollo itu!
    Wah, saya juga belum tahu ada buku seperti itu. Maaf. Bahkan judulnyapun saya tidak tahu. Tapi nanti kalau misalkan saya tahu, insya Allah saya beritahu. Terima kasih ya atas infonya!🙂

    @eNPe

    Ya, bisa mendidik juga mbak, tapi ya itu sebagai guru tentu informasinya harus berimbang dan lengkap, dan sebagai guru tentu tujuannya adalah menyampaikan informasi selengkap mungkin dan tidak memihak. Biarkanlah selanjutnya para murid sendiri yang memilih mana yang mereka percayai. Lagian kita ‘kan belum tahu pasti 100% fihak mana yang benar, betul nggak?🙂

    @indra_kh

    Wah, kalau begitu pesawatnya Neil Armstrong banyak sekali ya? Ada Selamet Riyadi, ada Selamet Subekti, ada Selamet Supardi, ada Selamet bin anu, ada Selamet bin itu, dan lain-lain! Huehehehe….:mrgreen:

    @Wedulgembez

    Kalau ke bulan beduaan sama si Memez, asik ngga ya? Huehehehe….😀

    @Bachtiar

    Ya jelas pinter dong, apalagi mereka studio filmnya banyak, lengkap dan canggih! Huehehehe…..😀

  20. akhirnya tuntas juga pengetahuan gue. tau dari dulu tapi sepotong2. tengkiu pak! salam kenal!

  21. Emang udah isu lapuk kok!
    sebagian orang amrik emang gak percaya, sampe ada lagunya juga loh! Buat nyinggung ini isu. judulnya “MAN ON THE MOON” dibawain sama R.E.M.
    “If you believe…..man on the moon ye ye ye yeah…

  22. *menghindari bakiak pak yari dengan gaya de metriks sambil nyanyi flai mi tu de mun*

  23. cerita ini aku tau kapan yah? uhmmm ga penting ah
    yang penting emang seluruh ummat manusia ketipu abiss😆

    *pak yari ganti theme yah maknyosss benerrr pak*:mrgreen:

  24. Ternyata semua itu cuma rekayasa, ya. Wah, kasihan dong saya yang sudah ketipu, he he he. Btw, katanya China juga mendarat ke bulan sekarang, benar ga, ya? Jangan sampe ketipu 2 kali, he he.

  25. @benbego

    Terima kasih kembali. Dan terima kasih juga karena sudah mampir ke blogku dan salam kenal juga ya!🙂

    @SI NOER77

    Sebenarnya yang menyindir2 sudah banyak sih, bukan hanya REM saja, tetapi juga majalah TIME sampai MTV pernah menyindir misi Apollo ini juga.🙂

    @Black_Claw

    Yeeee…. sebagai warganegara yang baik, jikalau anda ditimpuk dengan bakiak yang dibungkus dengan bendera Malaysia, yang harus anda lakukan adalah menangkap dan menyelamatkan bakiaknya dan tak usah mempedulikan bendera Malaysianya huehehehe….. just kidding😉😛

    @almascatie

    Memang sih isu ini bukan isu baru.
    Btw, memang saya baru aja nih ganti theme, sekali2 ingin yang dasarnya hitam! Terims ya!😀

    @Hanna

    Kalau China sekarang bukan sudah mendarat di bulan mbak. Tetapi yang benar China sekarang memang sudah berhasil mengirimkan taikonaut-nya (sebutan untuk astronot China) mengorbit di angkasa. Yang ‘katanya’ sudah mendarat di bulan baru Amerika saja mbak, Rusia dan China baru bisa mengirim kosmonaut dan taikonaut-nya mengelilingi bumi ya kira2 di ketinggian 1000 mil atau kira2 1600 km dari permukaan bumi. Sedangkan jarak bumi-bulan adalah kira2 380.000 km! Jadinya beda kan?🙂

  26. Hehehe… Saya dulu pernah baca ini di majalah Intisari, dan bulan Juni lalu cari info di Wikipedia (yang saya anggap netral) tentang hal ini. Dah pernah liat, bang? Keyword-nya: Apollo Moon Landing hoax accusations. Lumayan lengkap kok, IMO.
    Ini pemikiran saya soal beberapa pertanyaan & temuan bang Yari:
    1. Soal gak pernah ke bulan lagi setelah 40 tahun, mungkin karena gak ada tujuan dan momentumnya bang. Apa lagi yang mo dicari? Sementara biaya ksana kan sangat gak murah. Gak mungkin dananya disetujui konggres kalo tujuannya cuma “pengen ke bulan lagi”. Apalagi stauku skarang anggaran tuk space program gak lagi gila2an sperti dulu.
    2. “komputer” di hardware misi Apollo memang mungkin gak secanggih kalkulator, tapi roket Saturn V tu kan besar banget, pastinya ada banyak tempat tuk menjejalkan instrumen pengolah data jaman itu (yang sekarang bisa dikerdilkan dalam bentuk mikroprosesor).
    3. Space Shuttle (pesawat ulang alik) kan misinya beda dengan Apollo. Space shuttle memang cuma dirancang sebagai wahana transportasi berawak tuk (utamanya) membawa satelit ke orbitnya, & bisa dipake berulang kali (mungkin ini yang abang maksud dengan “tercanggih”). Tentunya secara matematis ini lebih efisien daripada sistem roket sekali-pake-buang, seperti sistem Delta (AS), Ariane (Prancis) atau Soyuz (Russia). Ah, saya yakin bang Yari pasti tau tentang ini juga… Jadi kalo cuma ke orbit geostasioner, pastinya gak perlu bisa terbang sejauh bumi-bulan kan bang…

  27. @ jensen99

    Untuk nomor 3 saya rasa anda benar sekali. Saya juga sebenarnya mengetahui hal itu. Lagipula memang spaceshuttle tidak didesain untuk mendarat di sebuah planet, karena kalau ia mendaratpun, ia membutuhkan landasan (yang tentu saja di bulan tidak ada landasan!), dan lagipula spaceshuttle juga membutuhkan roket eksternal untuk lepas landas (take off) dari sebuah planet, yang tentu saja roket besar tersebut tidak bisa dipasang di bulan! (Walaupun gravitasi bulan jauh lebih kecil, tetapi tetap saja spaceshuttle membutuhkan roket eksternal untuk lepas dari gaya gravitasi bulan, saya rasa!)🙂

    Khusus untuk nomer 2, kalau memang Apollo dijejali oleh komputer yang besar2 (ingat, komputer tahun 1960an masih sangat besar2 dan berat2!) mungkin nanti akan membebani roket Saturn V, sehingga MUNGKIN membebankan roket Saturn V itu sendiri, sehingga energi yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari daya gravitasi bumi menjadi lebih boros dan tidak efisien. Apalagi kalau dibebankan di lunar module/lander yang kecil tersebut (roket saturn V-nya sendiri ‘kan dibuang ke bumi dan tidak ikut ke bulan kan?), tentu akan sangat membebani lunar lander tersebut ‘kan? Jadinya khusus nomer 2, unsur ‘aneh dan lucu’ masih ada dalam kasus teori konspirasi ini.

    Nah, khusus untuk nomer 1, justru jawaban seperti itu yang terdengar ‘lucu dan kurang memuaskan’!:mrgreen: Memang biaya ke bulan sangat besar, namun apakah NASA zaman sekarang lebih miskin daripada NASA tahun 1960an? Dan ingat selama tahun 1969-1972, NASA telah mengirimkan 6 kali astronot ke bulan (yang jelas bukan 1 kali saja kan!) lewat Apollo XI, XII, XIV, XV dan XVI, XVII! Moso sekarang satu kalipun NASA ‘tidak mampu’ untuk mengirimkan astronotnya lagi ke bulan hanya gara2 masalah biaya!
    Lagipula sekarang justru terdapat banyak momen yang tepat untuk mengirimkan manusia/astronot kembali ke bulan. Kenapa? Pertama permukaan bulan yang dijelajahi wilayahnya masih sangat sedikit dan juga batu2/sampel2 batu yang dibawa dari bulan masih ‘relatif sedikit’, tentu sampel2 dari dua atau tiga tempat saja tidak bisa merepresentasikan jenis2 batu2 yang ada di seluruh permukaan bulan. Dan saya percaya masih banyak kok yang harus dipelajari dari satelit kita yang bernama bulan ini. Jangankan bulan, wong bumi saja belum 100% lengkap dipelajari kok! ya kan? Kedua justru ini saatnya bagi NASA untuk menjawab sindiran2 para Hoax Believer secara nyata dan orisinal bahwa NASA memang bisa/mampu mendaratkan manusia di bulan.

    Nah, saya sendiri juga (seperti yang saya tuliskan di artikel saya di atas) masih percaya kok bahwa NASA telah mendaratkan manusianya di bulan, walaupun hanya 55%. Saya juga nggak bilang di artikel tersebut kalau NASA tidak pernah mendaratkan astronotnya di bulan. Karena saya memang belum yakin 100% bahwa NASA telah mendaratkan astronotnya di bulan, dan juga tidak yakin 100% bahwa NASA belum mampu mendaratkan astronotnya di bulan. Yah, hanya waktu saja yang bisa membuktikan kelak!🙂

    Btw, terims ya telah mampir di blogku dan ikut berpartisipasi.🙂

  28. Kalo menurut Saya Tujuan Awalnya mungkin ingin membuat iri Uni Soviet Sebab Pendaratan tsb masuk dalam Tahun2 Perang Dingin. Kalo mo lebih tau tanyakan pada Para Astronotnya, itu kalo masih hidup🙂 atau kepada anak cucunya mungkin saja mereka tau🙂

  29. Hmm… Gmn ya bang… Soal dana itu, kalo mnurutku sih mmg NASA skarang lbih miskin dari jaman space race tahun 60an…😛 Trus, mungkin juga tak ada lg kbutuhan prestise tuk kirim orang sperti dulu. Lagian skarang teknologi robotik jauh lebih canggih ktimbang dulu, dan mampu melakukan pekrjaan explorasi. Tentu jauh lebih aman dan murah mengirim robot kalo cuma untuk gali2 bulan.:mrgreen: Dengar2 tahun depan NASA masih bakal kirim robot tuk selidiki es di kutub bulan. Kalo sampel batu, seingat saya bang, dari misi2 Apollo dulu, terkumpul sekitar 3 kuintal. Mungkin dianggap batu dari lokasi lain sama saja subtansinya. Mungkin lo…

    Makasih kembali bang, boleh “ngobrol2” dsini…🙂

  30. calonorangtenarsedunia

    jadi apa yg bisa kita percayai di dunia ini, Pak?

    sains saja sudah jadi ajang tipu2.

  31. @ambarkeren

    Wah… kalau tanya astronot apalagi anak cucunya ya susah dong. Siapa tahu mereka disuruh tutup mulut seperti dalam kasus di film Capricorn One seperti di atas! Huehehehe…😀

    @jensen99

    Huehehehe… mungkin juga NASA sekarang lebih miskin ya?? Mungkin karena pejabar2 di NASA banyak yang korupsi seperti jadinya membuat NASA sekarang jadi lebih miskin!😛
    Memang sih, sekarang teknologi robotik lebih maju, tetapi tetap saja robot punya kelemahan2 vital dibandingkan manusia, walaupun mengirimkan robot jauh lebih aman dan murah. Kelemahan2 tersebut seperti: robot kurang kreatif dalam bekerja dan juga robot kalau rusak, dia tidak bisa membetulkan dirinya sendiri jadi bisa menjadikan misi eksplorasi bulan menjadi sia2. Bagaimanapun juga mengirimkan manusia ke bulan itu, mau nggak mau ya penting, apalagi kalau manusia ingin sepenuhnya mengeksplorasi bulan dan ingin mendirikan kota di bulan di masa depan, cepat atau lambat pasti manusia harus pergi ke bulan! Dan tentu saja pekerjaan eksplorasi ke bulan bukan hanya mengumpulkan batu2an saja, tetapi termasuk juga sampai hal2 menarik seperti efek radiasi di bulan (kalau bisa dalam jangka waktu lama) terhadap manusia, dll. Pokoknya mengirimkan kembali manusia ke bulan jelas sangat banyak manfaatnya!😀

    Ok, makasih juga sudah kembali ikut berpartisipasi dan mengunjungi blog ini kembali ya!🙂

    @calonorangtenarsedunia

    Yang jadi dalang penipuannya sebenarnya bukan sainsnya sendiri, tetapi politik di balik semuanya itu!🙂

  32. @Yari

    kalau berduaan ama Memez ntar kan bukan cuma “manusia” yang mendarat di bulan. Tapi “Setan” juga ikut ndarat..maklum bukan Muhrimnya….hehehe….

  33. @Yari

    kayak film “Beautifull Mind ” aja ya?….hehehe.

  34. Waktu SD saya percaya kalao Amerika itu pernah mendaratkan manusia di bulan.

    Pas SMP masih sedikit percaya, mulai ragu.

    Pas SMU udah ga percaya. Ya, pertanyaan saya persis seperti yang dikumukakan hoax believer, kenapa Amerika tak mendaratkan lagi awaknya di bulan jaman sekarang? BUkankah dulu, ketika jaman primitif, tahun 60/70-an mereka mampu?

    Terus sekarang maijn ga percaya dengan isyu2 yang dihembuskan mereka (Amerika). Ada-ada saja mereka…… lucu😀

  35. @wedulgembez

    Huehehehe….. Biarin aja bertiga sama setan naik roket/pesawat ke bulan, setannya biar mengemudi pesawatnya sedangkan kami bedua ada di belakang pesawat ber…… halaaah! ngaco!:mrgreen:

    Btw, saya tahu sih film “Beautiful Mind” tetapi saya belum nonton tuh filmnya😦

    @mathematicse

    Wah, jadi sekarang kang Jupri nggak percaya 100% yah kalau AS/NASA pernah mendarat di bulan? huehehehe…..
    Yah, kalau saya sih masih antara percaya dan tidak percaya, hanya waktu yang bisa membuktikan apakah AS/NASA dulu tahun 1960an pernah mendaratkan manusia di bulan.🙂

  36. kenapa Amerika tak mendaratkan lagi awaknya di bulan jaman sekarang? BUkankah dulu, ketika jaman primitif, tahun 60/70-an mereka mampu?

    Numpang nimbrung, mas. Sebenarnya argumen ini nggak terlalu valid, kalau menurut saya. Pendaratan ke bulan tentunya memerlukan misi-misi yang jelas. Kalau pada tahun 1960-an misalnya karena ada isu space race dan sekalian memecahkan batas-batas yang ada saat itu.🙂 Mungkin saat ini tidak terdapat suatu permasalahan yang perlu dipecahkan; sehingga ekspedisi kedua ke bulan akan mubazir saja. Apalagi bulan bukanlah obyek antariksa yang terlalu menarik perhatian NASA, dibandingkan dengan Mars misalnya.

    Tapi ya ini tidak berarti saya langsung percaya bahwa ekspedisi itu benar-benar terjadi dan tidak perlu dipertanyakan lagi, lho.🙂

  37. @Bambang Soebiawak

    Sebenarnya kalau menurut saya, tetap saja ada keanehan. Andaikata misalnya NASA hanya menyangkutkan ide pendaratan di bulan ini hanya menyangkut prestise semata2 pada saat space race pada saat perang dingin saja, dan bukan atas nama sains, sungguh pejabat2 NASA itu “bermental rendah”. Lagipula banyak kok, saya yakin yang masih harus dipelajari dari bulan, jangankan bulan wong tentang bumi saja, manusia belum selesai atau komplit kok pengetahuannya.
    Lagian kalau dibilang bulan kurang menarik daripada Mars, hmmm meskipun mungkin ada benarnya, karena Mars belum pernah dijelajahi sedangkan bulan “sudah”, maka tentu manusia lebih penasaran untuk pergi ke sana (Mars).😛
    Namun saya yakin bulan dan Mars, punya keunikan tersendiri yang kondisi di kedua heavenly body tersebut berbeda yang masing2 perlu diselidiki. Lagipula pengiriman manusia ke bulan bisa menjadi “latihan” bagi manusia untuk mengirimkan manusia ke Mars.

    Lah, itu menurut saya, entah ya kalau menurut kang Jupri (mathematicse). Mungkin kang Jupri punya pertimbangan sendiri kenapa kang Jupri sampai tidak percaya 100% kepada pendaratan NASA di bulan. Dan sepertinya komen “kopral Bambang” (sekarang udah bukan kopral lagi ya?😛 ) ditujukan untuk kang Jupri ‘kan?

  38. menurut saya sih orang indo banyak komentarnya doang ga ada bisanya sama sekali,saya malu jg di luar negri jd org indo.mau mendarat ke… ngga ke…. urusan merek dong yang pasti mrk negara hebat itu saja,kalau kita indonesiia,MAO JADI SERBET KEKECILAN MAO JADI TAPLAK MEJA KEGEDEAN,trus mau jd apa ….cobalah tanya kepada rumput yang bergoyang

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Hahahaha…. rumput yg bergoyangpun bingung mau jawab apa! Ya nggak?🙂

  39. Yang gw baca dr buku IPA waktu SD, Neil Amstrong memang berhasil mendarat di bulan dengan Selamat. bangga juga kita sebagai orang Indonesia, karena Si Selamat ikut dalam pendaratan bersejarah itu…
    itu bukan HOAX.🙂

    __________________________

    Yari NK replies:

    Wah…. kalau si Selamet sih bukan hanya ke bulan aja tapi dia udah ke mana2 di seluruh tempat di muka Bumi ini. Coba saja: Kita sudah sampai di Los Angeles dengan selamet, kita sudah tiba di Tokyo dengan selamet, kita baru saja mendarat di Paris dengan selamet, wah pokoknya selamet udah kemana2, belum lagi nanti di masa depan kalau ada missi ke Planet Mars, kita sudah berhasil mendarat di planet Mars dengan selamet! Tuh kan selamet lagi! Huehehehe…. :mrgreen:

  40. Manusia mendarat di bulan tidak benar! Yang benar adalah BULAN YANG MENDARAT DI ALAT KELAMIN WANITA.

    _______________________________________

    Yari NK replies:

    Kalo bulannya lagi mendarat di alat kelamin wanita, maka alat kelamin pria akan menjauhinya, begitu ya?:mrgreen:

  41. thanks bang yari, infonya berbobot banget.

    _________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih juga telah mengunjungi blog saya.🙂

  42. aku pengen bgt ke bulan.
    tapi aku ga tau harus kenegara apa supaya aku bisaa ke bulan.
    syarat kebulan itu apa seh????
    apakah harus mendalami ilmu fisika baru boLeh ke buLan?
    apa yang harus dilakukan??

    _______________________________

    Yari NK replies:

    Yang paling penting adalah ada tidaknya atau tersedianya wahana ke bulan. Saat ini NASA dan negara manapun belum menawarkan atau belum merencanakan perjalanan ke bulan lagi.
    Syarat ke bulan…. ya harus sehat jasmani dan rohani….. dan itu harus ditest oleh NASA. Bukan berarti merasa sehat lantas bisa otomatis ke bulan. Anda tidak perlu mendalami ilmu fisika. Namun jikalau anda tidak punya kerjasama dengan NASA maka untuk ke bulan anda harus menyediakan dana sendiri jutaan dolar…… nah bagaimana??😀

  43. Ping-balik: Di Bawah Sinar Bumi Purnama…….. « Spektrum Pemikiranku

  44. sowan juga ke tulisan ini. hehe!
    jadi ingat saya pernah dapat email dari seorang teman (forwarded email) tentang neil armstrong yang datang ke bulan dengan selamat, yang ternyata adalah mang slamet yang jualan dengan gerobak sate di bulan, lengkap dengan gambar rekayasa photoshop segala. kocak banget!

    amerika memang negara pongah dan penipu besar, semua direkayasa asal tak kalah pamor.
    isu ini mungkin bukan semata-mata karena disangsikan hoax atau true, tapi nendang karena membuktikan orang sudah sulit percaya kepada amerika.

    ________________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe…. saya nggak bilang Amerika itu penipu besar lho, hanya saja mungkin demi prestise nasional, bisa saja terjadi Amerika menipu dunia bahkan menipu rakyatnya sendiri. Tetapi bukan lantas Amerika digolongkan sebagai negara penipu. Teganya… teganya… teganya…. Huehehe…

  45. moon landing is a hoax….
    so, itu bukti bahwa amrik adalah jago spesial efek.
    betul gitu, bang ?

    _____________________________

    Yari NK replies:

    Jago spesial efek sih emang iya, tetapi saya nggak bilang pendaratan di bulan itu a hoax, hanya saja ada kemungkinan yang sangat besar bahwa pendaratan di bulan itu cuma hoax saja.😀

  46. Ealah… Baru buka saya yang ini. Ternyata banyak fakta-fakta mengejutkan ya? Hmm… Amerika tu maunya apa sih?

    _________________________________

    Yari NK replies:

    Mungkin sebagai prestise, karena Uni Soviet waktu itu sudah merebut gelar ‘negara pertama meluncurkan kendaraan luar angkasa (sputnik)’ ditambah gelar ‘negara pertama yang mengirimkan awak ke luar angkasa’. Maka Amerika harus merebut gelar ‘orang pertama yang mendarat di bulan’.

    Walau aromanya terkesan palsu, tetapi saya tidak mengatakan pendaratan di bulan itu 100% a hoax loh, hanya kemungkinan terbuka lebar bahwa peristiwa tersebut memang direkayasa….

  47. Salam
    AS itu memang jago rekayasa kok, bener deh banyak buktinya, kayak peristiwa WTC, itu juga kerjaan mereka sendiri kok.

    _________________________

    Yari NK replies:

    Huehehe… kalau saya sih… tidak sembarang memvonis dulu, mencurigai sih boleh2 saja. Saya sendiri pribadi percaya AS telah mendarat di bulan tapi hanya 55% saja. Yah, hanya waktu yang bisa membuktikan apakah AS benar2 telah mendaratkan manusia di bulan apa belum waktu itu….🙂

  48. eh N**A..klo lu beneran boong, lu bkal masuk neraka!!!!!!!!!ud boongin jutaan orang di dunia..

    _________________________

    Yari NK replies:

    Yang jelas jika N**A berbohong tentu kredibilitas N**A akan sangat jatuh….🙂

  49. Mmmm klo menurut saya sih, mo NASA bo’ong ato ngga yang penting mengenai perjalanan manusia ke Bulan tu merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia……dan lagi melalui foto2 dan Video NASA tu menunjukkan kebesaran Allah SWT di jagat raya ini, memang pada zaman itu sendiri sepertinya menjadi hal yang mustahil bagi negara manapun untuk pergi kesono,

    Saya punya pendapat sendiri mengapa NASA ga pernah ngirim astronot lagi ke bulan, karena hanya satu hal yaitu biaya ke Bulan sangatlah mahal. Roket Saturn V hanya bisa digunakan untuk mengirimkan 3 buah orang dan hanya sekali pakai saja tidak lebih, biaya nya pun mahal sekali bagi itungan AS saat itu.

    Dan pihak Soviet sendiri yang merupakan rival terberat AS pada periode Space Race juga sebenarnya ikut dalam perlombaan ke bulan. Hal ini ditandai dengan kemunculan kapsul soyuz dan roket N1. Namun sayang impian dari soviet ini gagal lantaran ahli roket mereka yaitu sergey korolev keburu meninggal dan mereka tidak punya dana sekuat AS.

    Saya sudah melihat video dokumenter perjalanan NASA selama 50 tahun perjalanannya ( when we left earth : Nasa Mission ), menurut saya itu adalah bukti dari kredibilitas NASA pada saat itu, Apollo sendiri merupakan rangkaian dari puncak program luar angkasa NASA pada saat itu ( Mercury – Gemini – Apollo ), setelah era itu barulah muncul era baru yaitu mengenai hidup di luar angkasa ( Skylab – Space Shuttle – ISS )

    Sekian tanggapan saya mengenai peristiwa pendaratan di bulan, satu hal lagi….menurut desas – desus yang beredar, pada waktu Apollo 10 terbang mengitari bulan mereka melihat ada bekas retakan yang panjang di bulan Apakah retakan itu bekas dari mukjizat nabi Muhammad SAW saat nabi membelah bulan ato hanya bekas kejadian alam ? yang pasti para Astronom NASA masih bingung akan hal ini…..Subhanallah……

    • Kalau alasan karena biaya ke bulan terlalu besar, menurut saya itu alasan yang agak ‘lucu’. Sebabnya adalah, apakah NASA masa kini lebih miskin dari NASA masa lalu?? Dan juga…. di era 1960an dan awal 1970an NASA mengirimkan 6 missi berawak ke bulan (bukan satu kali tetapi enam kali!) mulai dari Apollo XI, XII, XIV, XV, XVI dan XVII yang berakhir tahun 1972. Moso sekarang satu kalipun Amerika nggak bisa mengirimkan astronotnya lagi ke bulan SATU KALIPUN karena alasan biaya?? Sungguh sebuah alasan yang sangat sangat ‘lucu’.

      Tetapi saya memang setuju bahwasannya ruang angkasa adalah salah satu bukti kekuasaan Allah swt yang maha kuasa…. dan bulan hanyalah bagian yang sangat sangat sangat kecil saja dari luar angkasa.🙂

  50. Hebat ya NASA th 60-an, kamera nya canggih! Bisa foto2 plus video pula,,
    Kalau astronotnya gak kebakar karena terlindung baju yang katanya hebat kenapa benderanya yang cuman dari kain biasa ikutan gak kebakar, kan radiasi matahari dan gak ada atmosfir!
    Emang terbuat dari apa benderanya???????

  51. bisa aja kalo mangbener sih !

  52. ternyata pergi ke bulan enakn ya……
    kapan nih indonesia bisa mencetak rekor orang pertama pergi ke mars

  53. orang zionist emang bahaya……

  54. Kalau gitu, ayok mari siapa yang mau ikut saya ke bulan? Bulan depan!

  55. kalai saya bingung harus percaya sama siapa…..??? kalau AS itu palsu, jdi film nya jga palsu donkkkkkkkkkkkkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s