Tenggelamnya si Raksasa Yamato (大和)

Kapal Perang YamatoKapal Perang YamatoYamato diserang pesawat2 tempur AS

Ini bukan cerita mengenai Yamato, merk pemadam api, tapi artikel ini bercerita tentang sebuah kapal perang (battleship) yang paling besar di dunia dalam sejarah angkatan laut, yaitu Yamato milik angkatan laut kekaisaran Jepang pada perang dunia II. Kenapa saya ingin menampilkan cerita ini? Karena dulu sewaktu saya masih SMP/SMA dulu, saya suka sekali mengkoleksi model-model rakitan alat-alat perang dari Tamiya, Matchbox ataupun Heller (yang terakhir ini dulu susah didapatkan di Indonesia) terutama dari masa Perang Dunia II, mulai dari tank, pesawat tempur, pesawat bomber dan juga kapal-kapal perang mulai dari kelas battleship hingga kelas light cruiser (yang lebih kecil dari light cruiser, seperti corvette ya kurang menarik lah, lagipula jarang ada yang memproduksi model rakitannya karena mungkin kurang laku dijual). Dulu, saya mempunyai beberapa buah model kapal perang dari PD II, seperti battleship Yamato, light cruiser Kumano dan Tama (Jepang), USS South Dakota (AS), Graf von Spee dan Bismarck (Jerman), serta HMS Rodney, HMS Repulse dan HMS King George V (Inggris). Dari semuanya itu yang masih survive hingga sekarang adalah yang USS South Dakota dan HMS King George V, yang lainnya sudah hilang atau hancur entah di mana dan kapan (sudah lupa lagi). Yang paling mengesankan tentu adalah Yamato, selain skalanya dibuat besar (keluaran pabrik model/mainan Tamiya Jepang), detail-nyapun terlihat dengan rinci dan jelas. Hingga terlihat sampai perahu sekoci-sekocinya!

Ok mari kita kembali ke topik kita membicarakan sejarah kapal perang Yamato ini! Kapal perang yang terbesar yang pernah dibuat manusia ini (tidak termasuk kelas kapal induk tentunya), paralel dengan kapal Titanic pada kapal penumpang dari segi ukurannya. Jikalau Titanic, yang bersemboyan sangat sombong: “Bahkan Tuhan tidak dapat menenggelamkan kapal ini” akhirnya menemui nasib tragis tenggelam pada pelayaran perdananya! Maka Yamato ini juga mengalami nasib yang tragis di ujung hayatnya. Kapal perang terbesar yang pernah dibuat manusia ini akhirnya harus menerima kenyataan pahit menjadi kapal perang yang termasuk masa aktifnya terpendek di dunia, yaitu hanya sekitar 4 tahun. Kapal perang ini memang dikhususkan untuk mengungguli armada angkatan laut AS. Dan pada kenyataannya kapal laut ini memang superior dibandingkan kapal-kapal perang AS waktu itu baik dalam  sistem persenjataan, perlindungan dan kecepatannya. Namun kenapa kapal ini dapat tenggelam dan kalah dalam perang? Sederhana saja! Kapal-kapal perang AS tentu tidak akan mau untuk menyerang Yamato secara frontal, yang tentu saja bukan tandingan Yamato. Andaikan Yamato dapat ditenggelamkan juga mungkin akan terdapat banyak sekali korban dan kerusakan di fihak AS yang menjadikan pertempuran menjadi tidak efisien di fihak AS. Untuk itu fihak AS, menggunakan taktik lain yaitu menggunakan pesawat tempur/pembom untuk menghancurkan Yamato! Yamato memang superior untuk pertempuran antar kapal perang, namun kapal perang raksasa tersebut kurang didesain khusus untuk menghalau serangan udara. Memang kapal perang ini dibuat sebelum perang yaitu pada tahun 1937, (Yamato sendiri mulai diaktifkan pada tahun 1941) pada saat angkatan udara Jepang masih sangat kuat, sehingga serangan udara yang dilakukan terhadap kapal tersebut di masa awal perang dunia II dapat ditangkis oleh pesawat tempur Jepang yang mengawal kapal tersebut. Namun di akhir perang dunia II, angkatan udara Jepang hampir benar-benar lumpuh dan pada misi terakhirnya, yaitu misi operasi Ten-Go, bahkan Yamato berangkat tanpa pengawalan pesawat2 angkatan udara Jepang yang pada akhirnya membuat kapal perang raksasa tersebut menjadi bulan-bulanan pesawat-pesawat angkatan udara AS.

Inilah sedikit rincian detail mengenai misi terakhir Yamato:

Kapal perang Yamato berangkat tanggal 6 April 1945 dalam operasi Ten-Go menuju pantai Okinawa yang pada waktu itu mulai diserang AS secara besar-besaran. Jepang yang waktu itu memang sudah sangat terjepit dan angkatan udaranya boleh dikatakan sudah lumpuh, hanya menyertakan light cruiser Yahagi dan delapan kapal perusak untuk mengawal kapal Yamato. Komandan kapal dan seluruh awal kapal Yamato memang sudah mengetahui bahwa tanpa perlindungan pesawat2 angkatan udara, misi ini sama saja dengan misi bunuh diri. Dan mereka juga merasa bahwa misi Ten-Go ini adalah misi terakhir mereka bersama kapal perang kebanggaan mereka Yamato. Armada kapal perang Yamato ini terdeteksi oleh kapal selam AS, malam hari itu juga. Dan pada pagi hari tanggal 7 April 1945 pukul 08.30 waktu setempat, AS mulai meluncurkan pesawat-pesawat tempur/pembomnya dari 2 kapal induk mereka yaitu USS Hornet dan USS Bennington untuk menghadang dan menenggelamkan armada Yamato. Pukul 10 lewat, pertempuranpun dimulai! Pesawat2 AS mulai membom dan mengirimkan torpedo dari udara untuk menghancurkan kapal Yamato dan para kapal pengawalnya. Dalam melakukan aksi dive dalam menyerang kapal perang Yamato, pesawat2 AS sebisa mungkin membentuk sudut 90o, yang membuat meriam-meriam anti serangan udara pada kapal-kapal armada Yamato mengalami sedikit kesulitan dalam menembak pesawat2 AS tersebut. Dan juga dalam menyerang dan merusak kapal Yamato, AS menyerangnya sebisa mungkin hanya dari satu sisi saja, sehingga jikalau akan tenggelam, dan kapal Yamato mulai kebanjiran, maka sistem penanganan anti-banjir di kapal tersebut akan susah berfungsi karena kapal miring ke satu arah! Ini yang menyebabkan pada akhirnya sekitar pukul 14.00, komandan kapal Yamato memerintahkan awaknya untuk meninggalkan kapal, karena kapal sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Dari 2778 awak kapal Yamato, hanya 280 saja yang berhasil diselamatkan. Bukan itu saja, dari armada Yamato yang tersisa, hanya tinggal 4 kapal perusaknya yang selamat, 4 kapal perusak lainnya dan juga light curiser Yahagi ikut tenggelam bersama kapal perang Yamato, kapal perang kebanggaan mereka! Dalam menenggelamkan kapal Yamato ini, AS sama sekali tidak melibatkan kapal-kapal perang angkatan lautnya. Sungguh tragis, akhir drama dari kapal perang terbesar yang pernah dibuat manusia sampai saat ini! Dan terlebih lagi, dengan tenggelamnya kapal perang Yamato ini, yang merupakan kartu as terakhir bagi angkatan perang kekaisaran Jepang, maka kekalahan angkatan perang Dai Nippon hanya tinggal menghitung hari saja…….

Data Teknis Yamato:

Bobot: 64.170 ton Inggris / 65.200 ton metrik

Dimensi = (863 x 127 x 35) kaki / (263 x 39 x 11) meter

Pertahanan: pada main beltmeriam 16 inci, pada dek: meriam 7¾ inci, turret, 20-25 inci.

Persenjataan Utama: 9 x 18 inci, 12 x 6.1 inci AA, 24 x 25 mm AA, 4 X 13 mm meriam, ditambah 6 pesawat udara mini.

Awak Kapal Maksimum : 3332 orang

Kecepatan: 27 knot / 50 \frac{km}{jam}

Iklan

26 responses to “Tenggelamnya si Raksasa Yamato (大和)

  1. WAOOOW!!!
    jadi itu kafal ferang terbesar ya bang? Wele2…kagoem saia ngliad data teknisna…
    be te we, kek geto ngabisin bahan bakar berafa ya bang?
    ah ya, ternyata suka ngoleksi maenan ferang ya? ndak sekalian maen game ferang-ferangan? asek lho bang? afalagi game RTS? :mrgreen:

  2. waah bos kita ini, penggemar sejarah sekaligus perlengkapan perangnya… 🙂 asyik bos certanya… menambah perbendaharaan benda dunia yang sangat spektakuler… 🙂 sempat² ya mengoleksi kapal perang dalam postingan heheh *larii*

  3. Yg saya tau mas, memang dlm perang moderen, kapal perang sering skali ndak berdaya menghadapi gempuran pesawat2 tempur musuh kalau ndak dikawal pesawat2 AU.

  4. Wow, ada huruf Chinanya di judulnya.

    Wah, ternyata pak Yari ini suka sejarah, ya? Sampai koleksi kapal perangnya juga, he he he.

    Asyik nih, jadi tambah pengetahuan.

  5. gilaaaa untung ga diciptain yang kayak gini lagi
    *ga abis pikir demi membunuh manusia lain diciptakan benda pembunuh yang demikian menakjubkan gini yah

  6. @hoek

    Hmmm… ngabisin berapa banyak bahan bakar ya?? Waduh… aku nggak merhatiin ya waktu dia ngisi bensin di pom bensin, soale waktu itu aku lagi buru2 sih, lagian jalanan macet banget wakakakakak……
    Nggak deh, ini seriusnya: Yamato mempunyai kapasitas bahan bakar 6300 metrik ton. Anehnya walaupun Yamato ini paling besar, paling cepat dan segala paling namun kapasitas bahan bakarnya termasuk sedikit karena mungkin paling hemat bahan bakar. Bandingkan dengan kapal2 perang lainnya yang lebih kecil di zamannya: Bismack (Jerman): 8294 metrik ton, USS Vanguard (AS): 7000 metrik ton, Tripitz (Jerman): 8297 metrik ton. Memang ada yang lebih kecil kapasitas bahan bakarnya seperti: King George V (Inggris): 4000 metrik ton, Richelieu (Perancis): 6000 metrik ton, HMS Rodney (Inggris) 3805 metrik ton, tapi kapal2 itu semua jauh lebih kecil dari Yamato.
    Iya, saya juga dulu senang dengan permainan RTS game, tapi sekarang udah nggak semfat lagi, lagian sekarang sudah “kecanduan” nge-blog! Huehehehe….. :mrgreen:

    @kurtubi

    Huehehehe….. sekarang sepertinya agak susah deh membeli model kapal perang rakitan seperti itu, sekarang yang banyak di Indonesia adalah model mobil balap. 😀

    @abintoro

    Betul Bin, apalagi sekarang zamannya rudal yang canggih, kapal perang angkatan laut seringkali jadi sasaran empuk rudal. Paling tragis waktu perang Malvinas 1982, sewaktu kapal perang Inggris HMS Sheffield dihantam roket Exocet dari pesawat2 Super Etendard Argentina buatan Perancis.
    Tumben sampeyan pinter bin! **kabuuuuur**

    @Hanna

    Iya mbak Hanna, ada tulisan kanjinya di judulnya. Huruf kanji itu memang asalnya dari China ya?
    Terima kasih banyak mbak atas apresiasinya. 🙂

    @almascatie

    Iya ya…. jutaan dolar dihabiskan untuk membangun mesin pembunuh, apa bukankah lebih baik dananya disalurkan buat misi2 kemanusiaan ya?
    **merenung sejenak**

  7. Yamato kalau selain kapal dan merk pemadam api, juga ada merk ligther pak yari (gak ada hubungannya ya…) 🙂

    (Mulai serius) Dari cerita mas Yari, saya begitu kagum melihat ada satu negara yang sebenua dengan kita, mampu membuat Yamato yang demikian canggih. Jepang benar-benar hebat, di saat negara-negara asia lain masih berjuang melepaskan diri dari penjajah. Teknologi mereka malah sudah sedemikian majunya.

    Kayaknya kita mesti banyak belajar ya, dari bangsa-bangsa seperti ini. Meskipun saya nggak terlalu minder juga jadi orang Indonesia. Toh kita merdeka juga karena usaha sendiri kan ? 🙂 VIVA INDONESIA

  8. ada yang model rakitannya skala 1:1 nggak…???

    *kagum*

  9. kirain hotel yamato yang ada di surabaya 🙂

  10. kok jadi inget ama dongeng semut yang kecil-kecil bisa ngalahin gajah yang gede yaks mas 😉

  11. Wah, kalau boleh saya menyebut Bung Yari ini sebagai blogger scienties. Postingan2nya OK punya, selalu membuka benak banyak orang untuk terus belajar tentang masalah keilmuan yang masih jarang diungkap.
    OK, salam.

  12. @SQ

    Iya, di tahun 1930an Jepang sudah bisa membangun sebuah kapal perang canggih yang bahkan bisa melebihi kemampuan kapal2 perang negara2 barat. Sungguh mengagumkan! Bukan itu saja sebenarnya, pada Perang Dunia II yang lalu hanya 3 negara saja yang bisa membuat kapal induk atau kapal pengangkut pesawat terbang, yaitu AS, Inggris dan Jepang! Sementara Uni Soviet atau Rusia dan negara2 lainnya baru bisa membuat kapal induk setelah PD II. Bahkan Nazi Jerman pada Perang Dunia II yang lalu tidak mempunyai kapal induk.

    Sayang, setelah PD II, Jepang tidak mau lagi memproduksi kapal induknya. Sekarang setelah Perang Dunia II-pun, hanya 9 negara di dunia yang memiliki kapal induk. Namun yang hanya bisa membuat kapal induk sendiri hanya AS, Rusia, Inggris dan Perancis. AS paling banyak kapal induknya yaitu 12 buah. Beberapa di antarnya bertenaga nuklir. Sementara Indonesia yang negara kepulauan terbesar di dunia, belum mempunyai sebuah kapal indukpun! Sungguh tragis! Kita doakan saja mudah2an bangsa ini bisa membangun kapal induknya sendiri ya!

    @celotehsaya

    Wah kalau skalanya 1:1, modelnya mau ditaruh di mana tuh? Huehehehe… 😀

    @GRaK

    Hotel Yamato? Wah kalau hotel tenggelamnya karena apa ya? Karena lumpur Lapindo? wakakakak….. 😆

    @extremusmilitis

    Iya… itu karena semut kompakan kali ya? Tapi kalau misalnya gajahnya juga kompakan kira2 gajahnya bisa menang nggak ya? Huehehehe…. 😀

    @Sawali Tuhusetya

    Terima kasih ya pak Sawali atas apresiasinya! 🙂

  13. kenapa yamato tenggelam?
    karena yamato tidak didisain untuk berenang…begituw?

  14. memang sulit klu armada laut lawan pesawat tempur….

    tapi napa jpng gak ciptain gundam ya…he..he..:-)

  15. Dulu saya taunya kapal perang Yamato dari manga dan anime Doraemon. Eh, sekarang jadi belajar lebih dalam… 😀

  16. @oon

    Huahahaha…. mungkin pelatih renangnya kurang bermutu kali ya. Emangnya atlit renang… hihihihihi….. 😆

    @conandole

    oooo… gundam itu kan merk rokok kan?? Gundam Garam
    **MODE plesedan ON**
    :mrgreen:

    @rozenesia

    Wah ternyata dari manga dan anime, banyak juga yang bisa dipelajari ya? Khusus untuk doraemon, biar udah kumisan begini, entah kenapa saya masih suka menontonnya ya!? Huehehehe… 😀

  17. Sebenarnya mo komen ini kmaren, tapi listrik padam tak lama stelah baca postingannya… :mrgreen:

    IMO ini ironis sekali, mengingat Jepanglah yang mula2 mendemonstrasikan kepada dunia bahwa menenggelamkan kapal (bahkan armada) bisa dilakukan hanya dengan serangan udara…

    Anehnya walaupun Yamato ini paling besar, paling cepat dan segala paling namun kapasitas bahan bakarnya termasuk sedikit karena mungkin paling hemat bahan bakar

    Bang, AFAIK, walo bahan bakar yang dibawa Yamato lebih dikit, tapi mesinnya sama sekali gak hemat! Boros dan tenaganya juga gak besar (dibandingkan bobotnya.) Karena itu Yamato gak pernah diikutkan Jepang tuk perang ke tempat yang terlalu jauh (macam Papua Nugini). 🙄

    Sementara Indonesia yang negara kepulauan terbesar di dunia, belum mempunyai sebuah kapal indukpun! Sungguh tragis!

    IMHO terlalu mahal dan terlalu “ofensif” buat Indonesia tuk memiliki kapal induk. Stauku batas terluar perairan Indonesia-pun masih bisa dijangkau pesawat2 AU melalui pangkalan2 udara yang ada. Kalo memang ada duit buat membangun kapal induk –sekalipun yang kecil– (macam tipe STOVL, sekelas HMS Hermes), lebih baik buat nambah jumlah kapal patroli, pesawat buser (lengkapi Su-35 jadi satu skadron, stidaknya) atau stasiun radar, yg notabene lebih prioritas. Stuju, bang? :mrgreen:

  18. Siap pak! Animenya sudah kelar donlot dan lagi dinonton pak!
    *pergi membawa bendera malaysia*

  19. @jensen99

    Terima kasih atas komentarnya yang bagus.

    Menurut saya, memang kapasitas tangki belum tentu menjamin hemat atau tidaknya suatu kapal. Namun memang untuk ukuran kapal seperti Yamato, Yamato memang tergolong hemat, dengan kapasitas tangki yang 6300 ton metrik yang ada ia dapat menjelajahi kira2 7200 mil laut atau sekitar 13.500 kilometer pada kecepatan 16 knot tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar. Alasan sebenarnya mengapa ia tidak pernah dikirim jauh untuk berperang, itu yang tidak diketahui pasti. Yang pasti memang Jepang sebenarnya ingin membuat armada sekelas Yamato yang banyak, bahkan juga ingin membangun kelas kapal SUPER YAMATO yang bermeriam 20 inci. Konon kapal Yamato yang dioperasikan pertama2 ini juga belum sepenuhnya sempurna dan masih perlu disempurnakan di sana sini. Mungkin itu juga yang menjadi pertimbangan kenapa ia tak dikirimkan jauh2 dulu untuk berperang.

    Ya, betul andaikan Indonesia punya uang memang diprioritaskan untuk memodernisasikan kapal perangnya dulu, tentu saja. Percuma saja punya kapal induk tapi “kapal2 perang” nya primitif2, sama aja oblong! Mau mempertahankan pakai apa kalau diserang?? :mrgreen:
    Lagipula, selain memang benar seperti yang anda katakan, Indonesia tidak menganut sistem “ofensif” yang membutuhkan pengangkutan pesawat tempur ke tempat2 yang sangat jauh, namun tentu bukan berarti kita tidak perlu MENGUASAI TEKNOLOGI UNTUK PEMBUATAN KAPAL INDUK ‘kan? 😛

    Saya berbicara di atas tentu konteksnya bukan konteks biaya meskipun tentu itu juga faktor penting, tetapi konteks penguasaan teknologinya. Dan itu harus tetap kita kejar, karena sewaktu2 kita membutuhkan itu, setidak2nya walaupun kita tidak terlalu membutuhkan, setidaknya bisa kita jual untuk mendapatkan uang! Haaalaaah…. mimpi kaleeee! :mrgreen:

    Ya, pokoknya begitu deh, saya melihatnya dari sudut penguasaan teknologinya, mau tak mau bangsa kita harus tetap belajar untuk membuat sesuatu yang seperti itu di luar dari konteks biaya. Sama seperti bangsa ini harus bisa meluncurkan roket sendiri kalau bisa bikin Spaceshuttle sendiri, dsb. :mrgreen:

    Ok, terims ya, untuk komennya yang bagus, anyway! 🙂

    @ Black_Claw

    Wah, bendera malaysia yang buat mbungkus bakiak itu masih dibawa2 ya? :mrgreen:

    *sambil heran kenapa Black_Claw doyan banget mbawa bendera malaysia yang saya beri buat mbungkus bakiak waktu itu*

  20. hebat juga bos apa ada buku2 tentang sejarah perang atau tokoh2 perang yang lain kirimi dong butuh banget nih. sukses selalu

  21. @ putu adi

    Wah kalau harus mengirim lewat e-mail saya nggak ada waktu, maaf. 😦
    Namun nanti2 saya akan menuliskan lagi topik mengenai sejarah, tapi saya selang seling dulu dengan topik2 lain ya!
    Btw, terima kasih ya atas perhatiannya. 🙂

  22. jika kawan2 perlu alat2 pemadam kebakaran yang canggih dan tidak akan kecewa dengan materialnya.pls klik saja web site ku di http://www.skaifire.com
    salam
    Santos Siahaan

    ____________________________________________

    Yari NK replies:

    Terims atas infonya. 🙂

  23. wahh..kren crita.a …dapet dr mana eawhh..

  24. gede bgt kpalnya……!
    5x besarnya rumah gue tuh….!

  25. kapal yamato dalam aksi terakhirnya di kepulauan okinawa, hanya diisi 3/4 dari total bahan bakar di tankinya…itu juga dari cadangan terakhir yg bisa di sedot dari Indonesia ( pada saat itu filiphina sudah di kuasai oleh pasukannya jenderal mac arthur)….

    dan orang2 di dalam kapalk yamato tau barhwa aksi mereka di okinawa adalah aksi yg sia2, tapi ga sebgai militer dari suatu negara yg bermental baja mereka tetep bertempur sampai peluru terakhir….

  26. Tuhan mempunyai agenda sendiri dalam mempertunjukan theatre kemanusiaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s