Tintin dan 100 Tahun Hergé

tintin008.giftintin007.gifHergé tahun 1939

Tanggal 22 Mei 2007 yang lalu, para penggemar Tintin di seluruh dunia memperingati 100 tahun kelahiran komikus terkenal Georges Prosper Remi atau lebih terkenal dengan sebutan Hergé. Nama Hergé sendiri diambil dari inisial Georges Remi (G R) yang dibalik menjadi R G. Dalam bahasa Perancis R G dibaca sama dengan Hergé. Walaupun karya-karya Hergé sangat banyak seperti: Jo, Zette et Jocko dan Quick & Flupke namun tak disangkal lagi bahwa karyanya yang terkenal ke seluruh dunia yang menyebabkan dirinya dinobatkan sebagai orang Belgia terkenal di dunia adalah “Kisah Petualangan Tintin” (Les aventures de Tintin).

Georges Remi lahir tanggal 22 Mei 1907 di Etterbeek, Belgia. Bakat menggambarnya sudah tercermin sejak ketika ia SD. Setelah selesai sekolah tahun 1925, ia bekerja pada sebuah surat kabar berbahasa Perancis Le XXe Siècle, dan ia ditugaskan mengisi suplemen mingguan anak-anak di surat kabar tersebut yaitu Le Petit Vingtième. Di sinilah serial pertama Tintin lahir yaitu: Tintin au Pays des Soviets (Tintin di Negeri Soviet) yang di Indonesia setelah rezim orde baru sempat dicetak dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia namun dalam jumlah terbatas. Serial Tintin pertama ini masih hitam putih dan belum berwarna. Serial ini pertama kali terbit di Le Petit Vingtième sebagai komik bersambung dari tanggal 10 Januari 1929 hingga tanggal 8 Mei 1930.

Ketika Perang Dunia II meletus, Belgia diserbu dan diduduki oleh Nazi Jerman. Surat kabar tempat Hergé bekerja, Le XXe Siècle, diberangus oleh pemerintahan Nazi. Komik Tintin yang tengah dikerjakan oleh Hergé yaitu, Tintin au Pays de l’or noir (Negeri Emas Hitam) terbengkalai. Namun kemudian Hergé selama perang berlangsung diterima bekerja di surat kabar Pro-Nazi berbahasa Perancis yaitu Le Soir. Pada saat bekerja di surat kabar ini Hergé justru sangat produktif, tak tanggung-tanggung selama itu ia memproduksi 6 komik Tintin hingga tahun 1944. Keenam komik tersebut adalah:

  • Le Crab aux Pinces D’or (Kepiting Bercapit Emas)
  • L’etoile Mysterieuse (Bintang Jatuh)
  • Le Secret de La Licorne (Rahasia Kapal Unicorn)
  • Le Trésor de Rackham Le Rouge (Harta Karun Rackham Merah)
  • Les Sept Boules de Cristal (Tujuh Bola Ajaib)
  • Le Temple du Soleil (Tawanan Dewa Matahari)

Tahun 1944, ketika tentara Sekutu berhasil merebut kembali Belgia dari tangan Nazi Jerman, surat kabar pro-Nazi tempat Hergé bekerja, Le Soir, kini yang ditutup oleh pasukan Sekutu. Karena ia bekerja di surat kabar pro-Nazi ia sempat ditahan 4 kali oleh fihak Amerika Serikat dan Inggris karena dituduh sebagai simpatisan Nazi. Namun akhirnya Hergé dibebaskan tetapi akibatnya ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaannya kembali.

Namun untungnya di tahun 1946, ‘pengucilan’ terhadap Hergé berakhir. Di tahun itu seorang penerbit yang pada masa perang ikut berjuang melawan pasukan Nazi bernama Raymond Leblanc setuju untuk mendanai dan menerbitkan Tintin karya Hergé tersebut ke dalam majalah komik yang berjudul “Tintin avec Hergé“. Publikasi komik mingguan ini dimulai dari penerbitan “Les Sept Boules de Cristal (Tujuh Bola Ajaib)” yang laku keras dengan sirkulasi 100.000 eksemplar per minggunya. Hingga tahun 1950, pada saat itu Hergé mulai dilanda kejenuhan, untuk melepaskan kejenuhan dan kepenatan Hergé, maka pada tahun itu didirikan “Studio Hergé” dan mulailah diterbitkan buku komik “Les Aventures de Tintin” atau “Kisah Petualangan Tintin” yang merupakan cikal bakal dari komik Tintin yang kita kenal sekarang.

Sejak itu, 24 serial komik Tintin diterbitkan mulai dari “Tintin au Pays des Soviets” sampai dengan yang terbaru “Tintin et L’aph-art” yang belum selesai itu. “Tintin et L’alph-art” dijual masih dalam bentuk skets kasar yang membingungkan, tulisan di komik tersebut menggunakan bahasa Perancis tulisan tangan asli Hergé yang keriting habis dan agak susah dibaca. Di dalam komik yang terjemahan Bahasa Inggris “Tintin and The Alph-Art” terbitan Egmont ditambahkan keterangan-keterangan di halaman tersendiri dalam Bahasa Inggris. “Tintin et L’alph-art” memang belum selesai, karena Hergé keburu meninggal dunia pada tanggal 3 Maret 1983 di Brusels, Belgia. Namun sesuai wasiat Hergé yang tidak mau komik Tintin ini diteruskan oleh artis/komikus lain, maka serial komik terakhir Tintin ini sengaja tidak diselesaikan. Namun di pasaran ada versi-versi bajakannya yang dituntaskan dan sudah berwarna. Versi yang terkenal adalah versi dari seorang komikus Kanada, Yves Rodier, yang aslinya ditulis dalam bahasa Perancis. Kisah lengkapnya dapat anda lihat di sini. Namun bagi mereka yang tidak bisa Bahasa Perancis siap-siap kecewa ya! Huehehehe…. (Saya sudah berusaha mencari yang versi Bahasa Inggrisnya tapi belum beruntung menemukannya! 😦 ) Sebenarnya ada satu komik Tintin lagi yang belum sempat dirampungkan oleh Hergé yaitu: “Tintin et Le Thermozéro“, namun komik ini baru rampung sebanyak 8 halaman yang masih berupa skets pula, jadinya ya sangat sulit untuk dijual dan dirampungkan.

Dalam perjalanannya menuju buku komik yang kita kenal sekarang, “Kisah Petualangan Tintin” mengalami beberapa revisi dan perbaikan guna mengurangi kekurangan dan kritik yang merajalela terhadap komik tersebut. Pada awalnya komik tersebut hampir selalu menggambarkan orang-orang non kulit putih terutama orang-orang kulit hitam Afrika sebagai orang-orang bodoh, polos dan obyek kelucuan karena fisiknya. Di akhir versinya yang kita lihat sekarang ini, karakter2 tersebut banyak yang dihilangkan atau diperhalus. Juga pada beberapa serinya mula-mulanya juga sarat dengan muatan politik. Yang paling kentara adalah serial “Negeri Emas Hitam” yang pada versi awalnya berlatarbelakang konflik segitiga antara Arab, Yahudi dan Inggris di tanah Palestina. Walaupun diceritakan Tintin tidak berada di fihak manapun, namun komik ini setelah Perang Dunia II dirombak habis-habisan dan disingkirkan nuansa politiknya. Di versi akhir yang kita baca sekarang ini, cerita “Negeri Emas Hitam” berlangsung di negeri Arab fiksional yaitu “Khemed”. Lantas komik Tintin ini pada beberapa serialnya  tercium sebagai anti-Yahudi. Mungkin beberapa di antaranya karena diciptakan pada zaman pendudukan Nazi Jerman yang anti-Yahudi. Di serial “Bintang Jatuh” pada edisi awal sebelum perang dilukiskan dua orang Yahudi yang saling berbisik, yang salah satunya berbicara dalam bahasa Perancis yang buruk, kalau ia senang kalau terjadi hari kiamat karena ia tidak usah melunasi hutang2nya. Adegan ini terjadi pada halaman2 awal ketika Sang Peramal Philippulus meramalkan akan kedatangan hari kiamat seiring dengan membesarnya sebuah bintang yang misterius. Masih pada serial “Bintang Jatuh” ini diceritakan bahwa seorang “Yahudi” yang bernama “Blumenstein” yang jahat membiayai ekspedisi saingan Tintin. Pada awal versinya ekspedisi saingan Tintin yang jahat ini membawa bendera AS. Juga masih dalam nuansa politik, dalam serial “Negeri Emas Hitam”  secara tersamar disiratkan pula bahwa kaum Zionist justru menjadi teroris dalam kasus Palestina. Namun setelah Perang Dunia II, semuanya dirombak total, dua orang Yahudi yang berbisik2 tersebut dihapuskan, juga nama “Blumenstein” diubah menjadi “Bohlwinkel” agar tidak terlalu berbau Yahudi. Bendera AS yang menjadi bendera saingan ekspedisi Tintin, diganti menjadi bendera negara fiksional. Dan “Negeri Emas Hitam” dirombak total agar semua yang berbau politik dihilangkan sama sekali.

Selain itu tokoh Tintin juga pernah dituduhkan sebagai “Homoseks” atau juga “seksisme“, karena hampir semua teman2 Tintin dan tokoh2 utama komik tersebut semuanya laki-laki, kecuali si penyanyi opera Bianca Castafiore yang notabene juga termasuk yang jarang muncul. Tintin juga digambarkan sebagai figur yang “tidak suka perempuan” karena tidak punya pacar dan tidak pernah terlibat romantisme dengan tokoh perempuan. Namun Hergé berkilah bahwa tokoh2 perempuan “tidak perlu” terlalu banyak ditampilkan sebagai tokoh sentral dalam cerita2 “Kisah Petualangan Tintin” yang digambarkannya sebagai khas “dunia pertualangan laki-laki”. Juga ada alasan lain kenapa tokoh perempuan jarang ditampilkan sebagai tokoh sentral (apalagi sampai terjadi romantisme), itu karena Belgia sebelum Perang Dunia II adalah negara Katolik yang tergolong kuat, dan dalam badan sensor Belgia yang menyensor publikasi2 di negara tersebut banyak terdapat tokoh2 agama (gereja) yang sangat ketat menyensor romantisme terutama untuk bacaan komik untuk anak-anak.

Namun terlepas dari kelemahan2 dan kelebihan2 yang ada pada “Kisah Petulangan Tintin” ini, Hergé memang berhasil membuat Tintin menjadi bacaan yang digemari bukan hanya anak2 tapi juga para orang dewasa di seluruh dunia tanpa mengenal batas2 nasional suatu negara. Ini mungkin karena Tintin tidak pernah secara jelas merepresentasikan suatu negara tertentu. Walaupun kita mengetahui bahwa Hergé adalah seorang Belgia (yang berbahasa Perancis), namun Tintin tidak pernah direpresentasikan sebagai orang Belgia atau Perancis. Jangankan kebangsaannya, pekerjaannya sebagai wartawan saja tidak jelas, dia bekerja di koran apa, kantornya di mana, semuanya tidak pernah ditampilkan. Bahkan sebagai wartawanpun tugas jurnalistiknya tidak pernah pula ditampilkan, yang ditampilkan hanya kisah petualangannya yang sangat seru tersebut. Itulah mungkin yang membuat Tintin menjadi kisah yang tidak bertele-tele dan sangat digemari di seluruh dunia!

Kisah petualangan Tintin memang sudah “berakhir” dan serialnya tidak akan bertambah lagi setelah sang komikus Hergé meninggal dunia tahun 1983 lalu, namun komiknya akan terus dibaca oleh generasi-generasi mendatang di seluruh dunia. Di Indonesia, komik-komik Tintin yang berbahasa Indonesia kini agak sulit ditemukan. Saya sendiri sebenarnya tidak mempunyai komik Tintin yang berbahasa Indonesia. Hampir semua komik Tintin saya berbahasa Inggris terbitan “Methuen” (komik Tintin yang dicetak tahun 2000an sekarang adalah terbitan “Egmont”), dan tiga komik Tintin Perancis yaitu: “Tintin Au Tibet“, “Les Sept Boules de Cristal” dan “Le Temple du Soleil” terbitan Casterman Paris tahun 1980an. Mudah-mudahan komik Tintin berbahasa Indonesia dapat segera terbit di pasaran kembali. Saya juga tidak tahu apakah penerbit “Indira” yang menjadi pemegang hak edar komik “Kisah Petualangan Tintin” masih ada apa nggak ya??

Judul Komik “Kisah Petualangan Tintin” Dalam Bahasa Perancis, Inggris, dan Indonesia:

Tahun Penerbitan asli (Perancis)
Tintin au pays des Soviets Tintin in the Land of the Soviets Tintin di Negeri Soviet 1930
Tintin au Congo Tintin in the Congo Tintin di Kongo 1931
Tintin en Amérique Tintin in America Tintin di Amerika 1932
Les Cigares du pharaon Cigars of the Pharaoh Cerutu Sang Faraoh 1934
Le Lotus bleu The Blue Lotus Lotus Biru 1936
L’Oreille cassée The Broken Ear Patung Kuping Belah 1937
L’Île Noire The Black Island Rahasia Pulau Hitam 1938
Le Sceptre d’Ottokar King Ottokar’s Sceptre Tongkat Raja Ottokar 1939
Le Crabe aux pinces d’or The Crab with The Golden Claws Kepiting Bercapit Emas 1941
L’Étoile mystérieuse The Shooting Star Bintang Jatuh 1942
Le Secret de la Licorne The Secret of The Unicorn Rahasia Kapal Unicorn 1943
Le Trésor de Rackham le Rouge Red Rackham’s Treasure Harta Karun Rackham Merah 1944
Les Sept Boules de cristal The Seven Crystal Balls Tujuh Bola Ajaib 1948
Le Temple du Soleil Prisoners of the Sun Tawanan Dewa Matahari 1949
Tintin au pays de l’or noir Land of Black Gold Negeri Emas Hitam 1950
Objectif Lune Destination Moon Ekspedisi ke Bulan 1953
On a marché sur la Lune Explorers on the Moon Penjelajahan di Bulan 1954
L’Affaire Tournesol The Calculus Affair Penculikan Calculus 1956
Coke en stock The Red Sea Sharks Hiu-Hiu Laut Merah 1958
Tintin au Tibet Tintin in Tibet Tintin di Tibet 1960
Les Bijoux de la Castafiore The Castafiore Emerald Zamrud Castafiore 1963
Vol 714 pour Sydney *) Flight 714 *) Penerbangan 714 *) 1968
Tintin et les Picaros Tintin and the Picaros Tintin dan Picaros 1976
Tintin et l’Alph-Art Tintin and Alph-Art 1986
Tintin et le Lac au Requins **) Tintin and the Lake of sharks **) Tintin dan Danau Ikan Hiu **) 1972

Tokoh-tokoh Tintin dalam Bahasa Perancis, Inggris, Indonesia, dan Belanda:

   
Tintin Tintin Kuifje
Milou Snowy Bobbie
Capitaine Haddock Captain/Kapten Haddock Kapitein Haddock
Professeur Tryphon Tournesol Professor/Profesor Cuthbert Calculus Professor Trifonius Zonnebloem
Dupond et Dupont Thomson and/dan Thompson Jansen en Janssen
Le Château de Moulinsart ***) Marlinspike Hall ***) Kasteel Molensloot ***)

*) = Menceritakan kisah petulangan Tintin di Indonesia. Namun nama negaranya disamarkan (diplesedkan) menjadi “Sondonesia”. Namun tempat-tempat seperti Jakarta dan Makassar secara jelas tetap disebutkan. 

 **) = Bukan karangan Hergé namun diangkat dari sebuah film animasi Tintin

***) = Nama tempat tinggal Tintin dan kawan-kawan.

Pada awal versi, bendera saingan ekspedisi Tintin adalah bendera AS (atas), namun di edisi revisi diganti dengan bendera negara fiksional (bawah)Dua orang Yahudi yang berbisik2 menggunakan Bahasa Perancis yang buruk. Di edisi revisi adegan ini dihilangkanTintin et L'Alph-artTintin au Pays des Soviets

Iklan

30 responses to “Tintin dan 100 Tahun Hergé

  1. Pertamax lagi ah…
    Pertamax lagi…….
    😆

  2. Wah, aku dulu juga pernah di-tawarin ama temen buat ngebaca komik ini waktu aku masih SD, tapi ntah kenapa aku belum tertarik, bahkan sekarang pun aku hanya tahu tentang komik ini sekilas saja, dan nonton-nya juga sekali-sekali. Jadi ndak bisa kasih review lengkap mas. Gpp kan? 🙂

    Tapi yah Tintin emang ter-kenal dengan rambut jambul-nya yang khas, dan apalagi konon kata-nya penulis-nya menulis-kan cerita Tintin berdasar-kan lokasi geografis asli dari lokasi-lokasi yang di-angkat di-komik tersebut, ntah dia-nya sendiri atau mungkin di-dengar-nya dari orang lain, benar gak mas? 🙄

  3. Aku juga suka nonton kartunya, pernah bacanya, cuman ngga kepengen ngoleksinya…hehe

  4. ai lop tin2.

    Biarin aja hombreng juga.. yang penting tin2 keren.

    pengarangnya jenius ya..

  5. Pernah nonton film kartunnya. Belum pernah baca komiknya, nih.
    Kasihan bangat kalo tokoh2 dalam cerita tintin harus mendapat tudingan ‘Homoseks’. Padahal dalam sebuah cerita fiksi kita boleh bebas berimajinasi.

  6. Waktu sd hampir semua cerita tintin sdh aku baca,
    bagus bgt lho banyak pengetahuan yang tanpa sengaja ikut
    terserap, akhirnya jadi kecanduan baca….mas Yari koleksi komiknya ya?

  7. Wah, rupanya Bung Yari penggemar komik juga, yak! Wah, salut. Komik memang memiliki kelebihan dibanding teks-teks fiksi lainnya. Paduan antara ilustrasi dan teks membuat komik makin banyak peminatnya. Dengan teks semiminal mungkin pun pembaca sudah bisa mengikuti alur ceritanya. Tak heran kalau banyak pembaca yang “kecanduan”, hehehehe 😀

  8. Saya mengagumi Tintin lebih karena kekayaan khazanah ceritanya. Kita bisa menikmati petualangannya dengan latar belakang negara yang berbeda-beda. Penggambaran mengenai setiap daerah yang didatangi Tintin digambarkan dengan apik baik itu gedung-gedungnya, tokoh-tokohnya, pemeran pembantunya maupun kostumnya. Ini ditambah lagi dengan alur cerita yang menarik, tak heran serial Komik Tintin digemari di seuruh dunia.

  9. Tin Tin sempat jadi bacaan favorit ku..
    tapi dah lama banget nggak liat komiknya..
    baca ulasan ini jadi sedikit terobati kangen akan Tin2.. pluz…
    grasak grusuk ke Comic Corner… hehehehhe… siapa tau ada…
    kekeke… 😆

    regards,

  10. @extremusmilitis

    Ngga papa kok ngga bisa review lengkap juga. Memang sih ya mungkin generasi yg tumbuh tahun 1990an tdk begitu tertarik lagi kepada Tintin (terutama di negeri ini). Tapi ngga papa kok, itu wajar2 saja. 🙂
    Kalau Tintin, petualangannya memang banyak terjadi di berbagai letak geografi di muka bumi ini, entah apa si Hergé ini mengambil langsung atau dengar dari orang lain untuk inspirasinya. Ada beberapa penggambaran yang sedikit kurang tepat walaupun banyak juga penggambaran yg lumayan akurat. Tapi walaupun bagaimanapun juga bagi penggemar Tintin yang penting sih kisah petualangannya sendiri. Hehehe….

    @raffaell

    Hehehehe…. lagian sekarang memang agak susah cari komiknya di Indonesia ini, apalagi yg Bahasa Indonesianya. 🙂

    @calonorangtenarsedunia

    Wah iya… kalau Tintinnya diceritakan pacaran melulu, kapan petualangannya ya?? Kurang seru dong ya! Huehehehe….

    @Hanna

    Yah, justru itu mbak, resikonya jadi ‘tokoh’ terkenal walaupun dalam kartun juga, apalagi di Eropa, pasti ada aja gunjingannya! 😀

    @Yuls

    Ya, saya masih mengkoleksinya, tetapi kebanyakan yang berbahasa Inggris keluaran Methuen, cetakan tahun 1970an. Sebagian udah ada yang sobek2. 🙂

    @Sawali Tuhusetya

    Huehehehe…. tapi nggak semua komiklah yang saya senangi. Cuma beberapa saja yang merangsang adrinalin dan memancing imajinasi yang saya senangi. 😀

    @prasso

    Betul prasso, setelah mengalami revisi berkali2, Tintin memang mendekati keakuratan tempat lokasinya walaupun banyak tempat yg fiktif (namun dimiripkan persis dengan suatu negara yg benar2 ada di dunia ini), walaupun masih ada sedikit yg kurang pas. Yah, tapi yg penting memang komik Tintin sangat seru. 🙂

    @rickisaputra

    Jadi kepingin baca Tintin lagi ya? Memang setelah lama kita tidak membacanya jadinya rasanya kangen lagi mau baca itu kisah petualangan Tintin lagi. Ok Good luck ya…. semoga ketemu! 🙂

  11. wew
    i love tintin
    saya punya beberapa komik indonesianya 🙂
    kalo videonya lengkap 🙂

    kita tunggu aja tintin versi layar lebar besutan steven spielberg and peter jackson

  12. welgedewelbeh

    Herge tuh … antropolog hebat, di seri Flight 714 … yang mengisahkan petualangan komik di Indonesia, sampe tahu-tahunya dia tentang sambal terasi …… wah nggak kuku

    salam kenal

  13. saat SD, saya kadang kalah berebut bila ingin membaca komiknya (T_T)

    btw, pak yari kalo bikin postingan gila2an banget (^_^)
    tdk kesulitan saat mengumpulkan datanya pak?

    thanx,
    adi.n

  14. Wah jadi keingetan, Tintin dan Picaros saya ada di mana sekarang ? Dulu ada yang pinjam dan tak kembali.

    Ada e-booknya tidak ya, pak?

  15. benar, yang saya tahu Tintin jarang terlibat dengan karakter perempuan. Beda banget dengan james Bond ya? 🙂

    juga sempat penasaran ingin tahu kenapa, tapi rupanya itu toh alasannya. 🙂

  16. Tintin, Asterix dan Lucky Luke. Bacaan klasik favorit saya dari kecil..
    Selamat 100 Herge!

  17. @Fajar

    Iya… saya juga dengar tuh kalau Steven Spielberg mau buat Tintin versi layar lebarnya. Dengarnya udah cukup lama sih, tapi kok nggak klar2 ya? 😀
    Btw, thanks ya sudah mampir di blogku. 🙂

    @mulut

    Ya…ya..ya… ada sambal terasinya, di versi bahasa Inggrisnya juga pas yang percakapan ada ‘sambal terasi’-nya juga memakai bahasa Indonesia, walaupun ejaannya sedikit aneh. 😀
    Btw, thanks ya sudah mampir di blogku dan salam kenal juga. 🙂

    @axireaxi

    Gila2an apanya nih? Alhamdulillah selama ini saya belum mengalami kesulitan dalam mendapatkan data2nya utk postingan2 saya. 🙂
    Terims kembali mas adi 🙂

    @indrakh

    Sepertinya e-booknya sih ada ya, soalnya di luar negeri juga ada tuh versi e-booknya, malahan yang Tintin et L’alph-art ada yang versi bajakannya! Yah, mungkin tapinya untuk mendapatkannya harus agak ekstra usaha kali ya. 🙂

    @SQ

    Huehehe… sekarang udah tahu kan? 😀

    @Mc Spitod

    Iya, Astérix dan Lucky Luke juga favorit saya, juga yang pilot pesawat Mirage, Tanguy dan Laverdure. 😀
    Btw, terims ya sudah mampir di blogku. 🙂

  18. gila2an soalnya koq bisa nulis begitu lengkap
    hehehe…, (^_^)

    thanQ banget,
    adi.n

    ________________________________________

    Yari NK says:

    Huehehehe… ya habis gimana dong?? Selama saya masih bisa memberikan yang lengkap, akan saya usahakan, Insha Allah bisa.
    Terims banget kembali. 🙂

  19. huhuhu…… tintin….. o o o o o sekarang udah gede ya ?

    ____________________________________________

    YNK says:

    Yeeee… Tintin mah nggak pernah gede2, seperti Crayon Shinchan nggak gede2! Huehehehe…. :mrgreen:

  20. Siiip mengingat pada masa kana-kanak he he. Saya penggemar deh … Tintin membawa berpetualang ke banyak tempat di dunia. Prinsip saya, nikmati … tidak mendebat atau ngritik. Anak-anak saya juga difasilitasi membaca, membangun imajinasi. Habis, kalau made ini Indonesia kan susah. Nampaknya, sudah saatnya ada yang melakukan (saya ngak mampu) menulis komik Indonesia sekaliber Tintin.

    Jangan pula sampai, Si Gatotkaca, ntar dicuri orang seperti batik, pulau, kebun sawit, jaringan halo-halo, angklung, rasa sayange, dan seterusnya.

    Maaf, saya buka lempar tanggung jawab, ‘menciptakan’ sesuatu adalah pertanda bangsa berperadapan, dan … memelihara dan mengembangkan ‘ciptaan’ adalah peradaban itu sendiri.

    Kira-kira kita ini diposisi mana ya?

    _________________________________________

    Yari NK says:

    Iya betul Pak Ersis kita harus menciptakan sesuatu, dan penciptaan itu memang wujud daripada perkembangan peradaban. Kita memang wajib menjaga Gatotkaca, tempe, batik dan sebagainya. Tapi seyogianya kita tidak hanya puas dengan Gatotkaca atau Arjuna saja. Peradaban harus dinamis, ciptakanlah sesuatu yang sesuai dengan perkembangan dunia saat ini (bukan berarti harus meng-copy mentah2 dari luar, ya bukan seperti itu), moso “jagoan” Indonesia zaman sekarang cuma pakai panah dan busur saja! Sekarang kan sudah pakai senjata sinar laser dan senjata2 modern lainnya! Bikinlah sesuatu yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa harus ikut2an segalanya dari luar negeri. Nah, itu tantangan bagi tangan-tangan kreatif anak bangsa saat ini.

    Di mana posisi kita saat ini? Hmmm…. agak susah menilai ya! Tetapi saya rasa dengan nge-blog seperti ini dan mengungkapkan ide2 kita atau minimal menyebarkan ilmu yang kita punya melalui Internet ini, adalah sebuah awal yang tepat saya rasa. Mudah2an kedepannya bisa diwujudkan menjadi karya yang lebih nyata lagi. Andaikan tidakpun, masih banyak cara lain untuk mengembangkan peradaban di negeri ini kok! Ya kan? Hehehehe….. 😀

  21. Tintin? Gosh it’s one of my favorite since “our first meeting” on 80’s (I am in junior school at that time)… I feel like meet him again here… Thanks for it Mas.

    Boleh nimbrung dikit ndak mas, untuk; Di mana posisi kita saat ini? Hmmm…. agak susah menilai ya! … dimana pun posisi kita saat ini saya yakin there’s always one in million dan minimal 20% dari seluruh penduduk Indonesia yang berusaha keras menjaga, melestarikan, merawat dan menyayangi kebudayaan asli kita….

    Kenapa 20%? karena saya sedikit banyak terpengaruh pada prinsip 80-20 – nya Pareto…

    _____________________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Boleh silahkan nimbrung, dan terima kasih ya atas masukannya! 🙂
    Btw, masih dikoleksi ngga tuh komik Tintinnya sampai sekarang? Apa sudah pada hilang semua nih? 😀

  22. Dulu saya cuma meminjam, alhamdulillah dipinjami 21 judul lengkap. Sisanya saya baca beberapa tahun kemudian Seperti Tintin dan Jeruk Biru… (I can’t find this on your list)… btw Tintin dan Jambul Emas sepertinya juga tidak ada di list… Ada niat untuk mengkoleksi tapi demi untuk belajar bahasa asing, mungkin saya prefer membeli yang berbahasa Inggris 😉

    _____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Wah, kalau saya justru kebanyakan edisi Inggris tahun 1970an cetakan Methuen. Edisi Inggris yang sekarang cetakan Egmont. Saya juga punya 3 eksemplar edisi Perancis cetakan Casterman Paris. O iya, mungkin yang dimaksud Jeruk Biru itu adalah Lotus Biru mungkin ya? Ceritanya yang di China zaman pendudukan Jepang itu ‘kan? Itu ‘The Blue Lotus‘ atau ‘Lotus Biru’. Mungkin salah lihat judul barangkali, atau itu versi Tintin bajakan barangkali! Huehehehe….. 😀

  23. Bukan, itu dua buku yang berbeda. Tintin dan Jeruk Biru (Kuifje en de blauwe sinasappels) sudah difilmkan lama sekali, kalau tidak salah keluar film-nya dulu baru terbit komiknya… coba deh mas googling dulu… 😉

    Apakah ini pengembangan dari Tintin and Alph-Art yang belum selesai?

    kalau karya yang dipalsukan setahu saya judulnya “Tintin di Irak” dan “Tintin di Thailand”…

    ____________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ooooooo…. itu sih bukan karya Hergé, itu yang diangkat dari film animasi. Itu seperti yang “Tintin and The Lake of Sharks”. Kalau yang di atas itu khusus untuk karya Hergé, kecuali yang “Tintin and The Lake of Sharks”. Namun bagi para pencinta Tintin sejati, karya2 yang bukan karya Hergé, dianggap karya2 kelas dua karena sentuhan petualangannya sudah berbeda! 🙂

  24. Iya sih emang… begitu lihat sekilas aja udah kelihatan “aromanya” beda…

    _______________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ya..ya…. memang begitu! 🙂

  25. Masih nyambung… ada juga buku tentang petualangan Tintin yang tidak ditulis oleh Herge.. Buku ini lebih membahas sisi ilmiah dari petualangan-petualangan Tintin… Tintin au Pays des Savants

    _______________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya sih…. saya juga pernah membaca ringkasannya walaupun belum pernah baca bukunya langsung, tapi sepertinya juga kurang sreg dan pembahasan sisi ilmiahnya juga kurang mendalam. Nggak tahu kalau baca bukunya langsung ya! 🙂

  26. Ping-balik: Tintin… « Agoyyoga’s Weblog

  27. Lg nge-google, terdampar di sini…
    Salam kenal.
    Bisa informasi-in ke saya mas, dimana bisa cari/beli komik Tintin ya? Tdnya koleksi (bahasa indonesia) saya lengkap, pas pindahan, buka2 shipment, ada yg ilang satu. Please, klo ada yg punya Penjelajahan di Bulan, udah bosen dan pengen dijual, tolong kontak saya dong…. Makasih….

    ______________________________________________

    Yari NK replies:

    Memang di toko2 buku sekarang sangat sulit menemukan komik2 Tintin edisi Bahasa Indonesia, yang banyak adalah Tintin versi Bahasa Inggris yang cetakan Egmont. Koleksi Tintin saya sendiri juga yang berbahasa Inggris yang cetakan dulu, yaitu masih cetakan Methuen. Yah, mungkin bagi mereka yang ingin menjual tintin-nya yang Penjelajahan di Bulan (Explorers on the Moon) bisa kontak vera di: veratriana[at]yahoo.com, betul ‘kan mbak alamat email-nya?? 🙂 Terims ya sudah main di blogku dan salam kenal juga.

  28. aku langganan tintin waktu harga bukunya masih Rp 1200,- thn 1981 masih ada sinopsis dihalaman belakangnya,sekarang udah pada ilang tuh sedih banget (hik hik hik).
    dapet 4 buku tintin distasiun kereta jakarta kota,langsung dibeli,
    kenapa tintin dan tokoh tokoh didalamnya tidak punya istri ? jangan jangan tintin dan teman temannya gay ?

    __________________________________________

    Yari NK replies:

    Saya mulai langganan Tintin tahun 1970an, waktu saya masih kecil, edisi Inggris (United Kingdom) cetakan Methuen.
    Tintin adalah komik untuk anak2 dan kisahnya kisah petualangan. Dulu sebelum Perang Dunia II, Belgia adalah negara katolik yang kuat, di badan sensornya banyak terdapat orang2 gereja yang mentabukan gambar2 romansa dalam komik Tintin tersebut. Itu alasan yang dikemukakan banyak pecinta Tintin.

  29. eh, kalo gak salah tintin mo terbit lagi, minggu kemarin tanggl berapa ya..ada iklannya di kompas, tapi gak tahu penerbitnya siapa apa masih indira atw gramedia, tapi iklannya sih gramedia atw toko bukunya aja…sy juga lagi nunggu kalo terbit buat anak2 sdh bs pada baca, biar gak kalah wawsan sama kita2 ortunya, apalagi kalo pembahsannya kayak disini wah…trims infonya tentang sejarah tintin.

    ___________________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya betul… saya juga lihat iklannya di surat kabar kalau Tintin Edisi Indonesia akan terbit lagi…. tapi sekarang bukan cetakan Indira kayaknya, tapi cetakan Gramedia. 🙂

  30. Bagamana dg lucky luck, asterix dan trigan ada yang bisa cerita, dulu kalo gak salah ada dimajalah komik Eppo dan Hai ya..kecuali lucky luck (sy juga lagi nyari disini, Jambi, susah gak dapet sdh sampai loakan) ada yang bisa cerita….

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Iya Asterix dan Lucky Luke saya juga suka! Kapan2 saya angkat jadi topik deh! Tapi saya nggak janji lho! Eppo juga saya dulu suka, meskipun dulu saya hanya sempat sebentar saja menikmatinya. Yang saya suka komik Storm, Partisan, Partner, Stef Ardoba, Roel Dijkstra, Agen 327 dan Eppo-nya sendiri. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s