Ketiban Sial, LZ 129 Hindenburg Meledak Karena Gas Hidrogen

HindenburgHindenburg Meledak

Hindenburg yang saya maksudkan di sini adalah balon udara /pesawat Zeppelin raksasa yang dirancang untuk transportasi udara yang meledak di tahun 1937 di New Jersy, Amerika Serikat. Balon udara (airship) milik Nazi Jerman yang dibuat oleh perusahaan Luftschiffbau Zeppelin mempunyai panjang 245 meter dan mempunyai diameter 41 meter. Balon udara Zeppelin ini datang dari ide Ferdinand von Zeppelin dari Jerman di tahun 1870-1871, di mana waktu itu terjadi perang antara Jerman (waktu itu disebut Prusia) dan Perancis. Lucunya ide ini justru ia dapat pada saat ia melihat pihak musuh (Pernacis) yang sukses menggunakan balon udara untuk menyampaikan surat-surat di kala perang. Sejak itu von Zeppelin rajin mendesain balon udara. Balon Zeppelin yang akhirnya mengudara sebenarnya adalah rancangan David Schwarz, namun hak desain rancangannya ia beli, dan disempurnakan hingga menjadi balon udara Zeppelin yang terkenal itu. Balon udara Hindenburg (balon udara zeppelin yang dinamai Hindenburg) menjadi terkenal, ketika versi raksasanya untuk mengangkut manusia menyeberangi lautan Atlantik, yang diberi kode LZ 129, meledak dengan dahsyat di Lakehurst, New Jersy, AS. Bagaimana ia bisa meledak?

Sebenarnya meledaknya pasti LZ 129 Hindenburg tidak diketahui dengan pasti. Ada yang menyebutnya karena tindakan sabotase, namun lebih banyak yang menduga adanya kebocoran gas dalam mesin balon tersebut. Ya, balon Hindenburg tersebut, yang total konstruksinya menghabiskan biaya US$ 2,5 juta, sebenarnya didesain untuk menggunakan gas Helium. Namun karena Amerika Serikat yang pada waktu sebelum perang dunia II sebagai negara satu-satunya pensuplai gas Helium di dunia menolak menjual gas Helium kepada pihak Nazi Jerman. Walaupun pada saat itu belum pecah perang, namun pihak AS memang tidak begitu senang dengan pemerintahan Nazi Jerman. Perlu pula diketahui bahwa pada saat sekarangpun, AS merupakan negara penghasil 60% gas Helium di dunia. Negara-negara lain yang juga dianugerahi kekayaan gas Helium adalah Kanada, Australia dan Aljazair. Namun cadangan gas Heliumnya masih jauh di bawah AS. Nah, karena Jerman sangat kesulitan mendapatkan gas Helium, maka balon Zeppelin diisinya dengan gas Hidrogen yang mudah terbakar!

Gas Hidrogen sebenarnya mempunyai keuntungan yaitu sifatnya yang sangat ringan bahkan lebih ringan dari gas Helium dan tentu saja cocok digunakan untuk mengisi balon udara Zeppelin. Namun  gas Hidrogen sangat mudah terbakar. Sedangkan gas Helium sedikit lebih berat dari gas Hidrogen, namun gas Helium sangat sulit terbakar. Nah, gas Hidrogen inilah yang dicurigai bocor dari katup mesin LZ 129 Hindenburg ini, dan kebetulan ketika ada petir yang menyambar yang mengenai gas Hidrogen yang bocor ini, terjadilah tragedi tersebut. Dengan cepat kebakaran kecil yang terjadi berubah menjadi kebakaran besar karena dengan cepat 200.000 m3 gas Hidrogen yang ada di balon tersebut ikut terbakar yang menewaskan 35 orang dari 97 penumpang di dalamnya. Kebakaran yang terjadi begitu cepat, balon tersebut habis terbakar dalam waktu kira2 30 detik saja!

Namun  hidrogen sekarang masih dipakai dalam transportasi udara, namun tujuannya lain, yaitu sebagai bahan bakar roket ke ruang angkasa! Ya, biasanya hidrogen yang terpakai untuk bahan bakar roket ke ruang angkasa ini biasanya berbentuk cairan. Bersama-sama dengan oksigen cair, hidrogen menghasilkan dorongan atau energi yang sangat baik untuk roket. Walaupun satu kilo gasolin atau avgas menghasilkan energi 3 kali lebih besar dibandingkan satu kilo likuid (cairan) hidrogen, namun hidrogen menjadi pilihan lebih baik karena beratnya 10 kali lebih ringan. Di dalam penerbangan angkasa, tentu saja berat menjadi pertimbangan yang sangat penting. Seperti contoh: pesawat ulang-alik Discovery, pada tangki bahan bakar eksternalnya memuat sekitar 1,4 juta liter hidrogen cair dan 500 ribu liter oksigen cair. Bahan bakar ini memberikan dorongan yang bagus ke ruang angkasa pada tiga mesin di pesawat ulang alik tersebut!

Iklan

21 responses to “Ketiban Sial, LZ 129 Hindenburg Meledak Karena Gas Hidrogen

  1. Pertamax!
    *maling tabung hidrogen*

  2. Ini membicarakan meledaknya zeppelin atau bicara tentang bahan bakar ya, tapi dua2nya menyambung sih..

    Ternyata dugaan disabotase itu bukan saja menimpa pesawat tradisional sejenis Zeppelin tapi juga pesawat modern yang sudah tidak berbahan bakar hidrogen.

    Konon, Hidrogen pun sebagai unsur kimia yang sangat ringan justru bisa menjadi bencana jika dibuat bom… Hidrogen yang terjadi di peledakan itu apakah mungkin karena terimbas oleh reaksi kimia antara perpaduan unsur Hidrogen dengan oksigen.. 🙂 sorry OOT bos

  3. kenapa pa pake gas oksigen atau nitrogen aja mas?

  4. Wah, kejadian tragis yang menimpa Hindenburg makin membuktikan bahwa sehebat apa pun ciptaan manusia tidak akan lepas dari kekurangan dan kelemahan. Postingan Bung Yari ini secara tersirat juga memberikan pesan moral kepada kita agar lebih bersikap hati-hati dan tidak congkak karena kemampuan yang kita miliki. OK, salam.

  5. Inget zepplin aku jadi inget game red alret, unitnya namanya KIROV, kalo di klik suka ngomong, “kirov reporting” huehuehuehuhe

  6. Dalam hal ini, kepelitan Amrik baik atau tidak, ya?

  7. Mode “nggak nyambung” ….saya nggak kebayang kalau misalkan Hidrogen jadi bahan bakar alternatif di tempat saya. (soalnya solar lagi seret nih 🙂 )…

    “nyambung” ….wah, saya baru tahu kalau AS bisa menghasilkan 60% Helium, juga Kanada, Australia bahkan Aljazair. Kayaknya negara kita nggak termasuk ya? H3w 🙂

  8. Bapak ahli atau guru sejarah? tau banyak nih 🙂

  9. Kalau Indonesia punya balon beginian engga, Pak Yari?

    *Mode engga nyambung*
    Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya… dst

    Oh, iya. Saya ingat masa kecil, suka beli mainan: Blowing Baloon … 😀

  10. @Black_Claw

    Wah, padahal itu tabung2 gas hidrogen mau diekspor ke Malaysia, kasihan tuh nanti si Malaysianya tapi ngga papa deh, yah… lagi sialnya si Malaysia, tabung hidrogennya dicuri sama si Blek huehehehe…. 😀

    @Kurt

    Kalau bom hidrogen itu termasuk bom nuklir, ia bukan melibatkan reaksi kimia tetapi ia melibatkan reaksi inti/nuklir. Perbedaannya ialah kalau reaksi kimia hanya melibatkan elektron pada suatu atom, kalau reaksi inti/nuklir melibatkan proton dan neutron pada atom tersebut (yang merupakan inti atau nukleus daripada sebuah atom, untuk itu dinamakan reaksi nuklir). Nah, atom2 hidrogen atau atom Deuterium (isotop dari hidrogen) tersebut melebur/berfusi menjadi atom Helium atau Tritium (yang juga isotop dari atom hidrogen). Nah, ketika melebur dan berfusi inilah, reaksi nuklir ini juga menghasilkan energi yang dahsyat! 😀

    @abintoro

    Maksudnya kenapa ga pakai gas Oksigen atau Nitrogen kali, begitu ya Bin? Kalau misalnya itu, yang jelas gas Oksigen dan Nitrogen lebih berat dari gas Hidrogen dan harganya juga lebih mahal dibanding gas Hidrogen. 😀

    @Sawali Tuhusetya

    Benar Pak Sawali, sejarah mencatat bagaimana hasil karya agung manusia berakhir dengan tragedi, sebut saja: Titanic, Yamato, von Hindenburg ini dan pesawat ulang alik Challenger, semuanya tidak luput daripada kelemahan dan kesalahan. Terims ya pak Sawali. 🙂

    @raffaell

    Huehehehe…. Kirov seperti nama kapal induk Rusia aja ya? 😀

    @Darth spitod

    Wah, kalau itu mungkin masalah politis ya?? Tergantung bagi mereka yg biasanya bersimpati pada Amerika pasti berkata baik, kalau bagi mereka yang anti-Amerika pasti dikatakannya buruk. Terserah deh, mau memilih fihak yang mana. Begitulah politik! 😀

    @SQ

    Kalau nanti hidrogen jadi gas bahan bakar di rumah2? Ya, kebeneran toh, gas hidrogen gampang terbakar, jadi gampang buat bakar2an, jadinya malah bagus kan dijadikan bahan bakar… wakakakak…. 😆
    Negara kita ada gas Helium, hanya saja jumlahnya sedikit sekali, entah kenapa deposit gas Helium itu banyak sekali di AS. Berkah bagi AS kali ya, sudah SDM-nya tinggi, diberi kekayaan alam yang banyak pula termasuk deposit gas Helium ini. Huehehehe….. 😀

    @GRaK

    Wah, dulu ada yang nyangka dosen bahasa Inggris dan akuntan, sekarang tambah lagi profesiku jadi ahli sejarah, huehehehe….. 😀

    @mathematicse

    *Mode ngeres ON*
    Boleh aja main balon, tapi bukan balon yg itu ‘kan?
    Huehehehehe…… :mrgreen:
    *Mode ngeres OFF*

  11. Sedekat yang saya tahu, hidrogen dalam balon Zeplin bukan digunakan sebagai bahan bakar mesin melainkan untuk mengisi balon agar dapat mengambang di udara. Prinsipnya menggunakan dalil Archimides karena massa jenis gas hidrogen lebih kecil daripada massa jenis udara.
    Untuk jenis bahan bakar mesin pendorongnya sendiri, sepertinya saya belum pernah menemukan referensi yang menyebutkan secara pasti. Namun kemungkinan besar adalah bensin/gasoline karena pada masa itu sudah ada mesin 2 tak dan 4 tak. Kecil kemungkinan menggunakan solar karena mesin diesel terbilang berat. Hampir mustahil menggunakan batubara karena mesin uap terlalu berat untuk dibawa terbang.

    Tentang penggunaan gas helium sebagai bahan bakar, itu juga hampir mustahi karena helium adalah gas mulia yang sulit bereaksi sehingga tidak mungkin dijadikan bahan bakar. Penggunaan helium dalam balon udara adalah sama seperti fungsinya hidrogen yaitu untuk membuat balon mengambang karena massa jenisnya lebih kecil daripada udara.

  12. Sambungan …
    Tentang kekayaan gas helium, sedekat yang saya tahu gas tersebut bukan merupakan hasil tambang seperti gas alam cair ( LNG ) ataupun hasil sampingan industri seperti LPG. Gas helium terdapat dalam udara bebas dalam jumlah yang sangat kecil. Untuk mendapatkan gas helium dari udara, dapat dilakukan dengan penyulingan/destilasi udara cair dalam temperatur yang sangat rendah. Jadi, negara kitapun bisa memproduksi gas helium jika menguasai teknologinya. Jadi menurut pendapat saya, negara-negara yang anda sebutkan di atas menghasilkan banyak gas helium bukan semata-mata anugrah alam melainkan karena mereka telah menguasai teknologi pemisahan dan fabrikasi massal. Terimakasih dan salam eksperimen.

    ______________________________

    Yari NK replies:

    Ya, anda benar dalam point pertama memang gas helium atau gas hidrogen yang ada dalam balon Zeppelin tersebut tidak berfungsi sebagai bahan bakar namun untuk daya floating balon tersebut. Terima kasih atas koreksinya dan tulisan sudah saya ralat.
    Namun dalam point berikutnya, hidrogen memang bisa untuk dijadikan bahan bakar roket atau sebagai rocket propellant, namun hidrogen yang digunakan tentu bukan dalam bentuk gas, melainkan dalam bentuk cairan. Namun untuk menjadi bahan bakar roket tentu saja hidrogen cair ini harus memerlukan oksigen cair untuk membantu pembakaran hidrogen tersebut.
    Dalam point berikutnya anda sama sekali keliru, konsentrasi gas helium memang (entah kenapa) banyak terkandung dalam ladang2 gas alam di Amerika Utara terutama di AS. Konsentrasi gas helium ini sangat tinggi yaitu hampir 10%. Penemuan gas helium di dalam ladang2 gas alam ini tidak sengaja, ketika disadari terdapat gas2 yang tidak ikut terbakar, ternyata gas tersebut teridentifikasi sebagai gas Helium. Jadi meskipun benar di atmosfir kita terdapat sedikit konsentrasi gas Helium, namun gas helium yang diproduksi di AS ini adalah memang gas helium yang berasal dari ladang2 gas alam di Amerika Utara. Ok?

    Btw, terims ya atas komentarnya. Dan salam eksperimen! 🙂

  13. Bacanya sampai dua kali. Habis OOT, hik3.

    Maaf, ya, belum bisa koment. Masih terlalu berat untuk saya yang awam.
    Tapi, makasih lho udah menambah pengetahuan saya yang masih dangkal dengan postingan ini.

  14. wow!!!
    WOOOWW!!!
    be te we kang, “35 orang dari 97 penumpang di dalamnya.”
    sisanya masi isa iduf gimana caranya? nglomfad gitu aja?

  15. *mode becanda on*

    Hehehe…. ya bukan, Pak…
    Balon ku ada lima, rupa-rupa warnanya.

    Meletus balon hijau, hatiku sangat kacau… 😀 *mode becanda off*

  16. kalooo aja waktu sma dulu, guru kimia gw adalah om yari ataw pak paijo… pasti gw apal tuh nama2 kimia + nomor atom & lambang unsur dalem tabel periodik 😀

    ___
    Yari NK replies:

    Kalo cuma hafal tabel periodik tanpa tau cara ngitungnya ya sama aja oblong dong hehehe… becanda deh.

  17. @hanna

    Ya ngga papa mbak. Udah ke sini dan meninggalkan kata di sini saya udah seneng kok. Saya menghargai setiap kata komen yg ditinggal di blog saya ini. 🙂

    @hoek

    Yg selamat itu bukan berarti segar bugar tapi banyak yg cedera dan luka2 bakar. Mungkin krn kejadiannya singkat dan krew pertolongannya sigap dan nasib baik. 🙂

    @Saya

    Hehehe… dikirain balon yg entu. Btw kok sekarang ID nya ganti jadi ‘saya’ nih? :mrgreen:

  18. balonku ada satu…
    satu rupa warnanya…
    putih kusem semu kelabu…
    meletus balon zeppelin… DUORRR!!!!
    keadaan jadi kacauw…
    balonnya habis sudah…
    …gak ada yang bisa dipegang erat2 yah?…
    *he he he… lagi konslet nih! btw, om Yari te o pe deh… tulisannya berbobot ampe bikin saya pucing!*

    ____________________________

    Yari NK replies:

    Huehehehe…. terims deh…. kalo pucing beli Panadol dong! 😀

  19. @ Paijo:
    Setahu saya gas helium itu jumlahnya cukup banyak di alam setelah hidrogen.

    ________________________________

    Yari NK asks:

    Tapi mas pr4s, ini kan kaitannya di bumi bukan di alam semesta?? :mrgreen:

  20. Meledaknya Zeppelin terjadi karena proses autoignition yang dimiliki oleh hidrogen sendiri yaitu pada suhu 585 derajar C. Pemicunya adalah karena panas yang dihasilkan mesin pendorongnya yang bergerak ke lingkungan, panas tersebut merambat & menembus kedalam balon Zeppelin, dan terjadilah autoigniton, baru balonnya bocor…
    Sekedar koreksi
    Terima kasih.

    __________________________________

    Yari NK replies:

    Terima kasih atas tambahannya jikalau informasi yang anda sebutkan tersebut memang akurat. 🙂

  21. Masa iya sih motor baru Shogun RR bisa dihematkan 47,5% hanya dengan oxyhydrogen?
    Produk kami telah dimuat di tabloid otomotif dan majalah motor, berikut beritanya, tks.
    Rekan, dengan semakin lama mendalami pembuatan hidrogen boster untuk irit bbm (bahan bakar minyak), efisien (penghemat energi), alat ini berupa Hidrogen HHO fuel saver hydrogen energy generator cell kit accelerator sistem plate buatan Indonesia bisa digunakan di mesin bensin & diesel.

    Info Produk hydrogen booster/ boster hidrogen/ hho generator aDHydro di majalah MOTOR Hydrogen Booster terbukti meningkatkan performa mesin, dengan cara menambah pasokan zat hydrogen ke dalam ruang bakar. Maka salah satu diantaranya yang diklaim berhasil adalah produk lansiran ADHYDRO ini. Ini adalah produk kedua yang telah mengalami penyempurnaan dan mengusung kelebihan non boiling point, dan mampu menghasilkan lebih banyak hidrogen buat mesin.Alat ini hanya menggunakan media air murni (air “AQUA”), yang dimasukkan ke dalam tabung yang tersedia. Lalu air tersebut akan mengalami pengaliran aliran listrik pada elemen yang tersedia di dalamnya, yang otomatis akan menghasilkan gas hidrogen. Pemasangannya pun cukup mudah, karena seudah berbentuk paket. Hanya tinggal sambungkan ke intake manifold.Oh ya, selain keuntungan peningkatan performa yang signifikan, ternyata pemakaian hidrogen booster ADHYDRO ini, diklaim mampu mengefisienkan pemakaian bahan bakar yang berimbas pada lungsuran gas buang yang lebih bersahabat. Bahkan asap knalpot pun tercium seperti uap rebusan air. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan kontak penjualnya!
    http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-static-mobil-di-majalah-motor.html
    http://pengiritbbm.blogspot.com/2008/12/adhydro-hho-variable-motor-di-tabloid.html
    http://www.pengiritbbm.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s