Dan Inggris akhirnya tersingkir………

Inggris (England):Merah Muda, Skotlandia:Hijau, Wales:Coklat, Irlandia Utara:Kuning

Ini masih cerita tentang Inggris, tapi dalam postingan ini, bukan lagi Bahasa Inggris yang dibicarakan tetapi adalah kesebelasan nasional Inggris. Ada apa dengan kesebelasan nasional Inggris? Ya, mereka, kesebelasan nasional Inggris baru saja tersingkir dari prakualifikasi piala Eropa 2008 di Swiss-Austria! haha…. bersedihkan saya? Tidak! Sama sekali tidak! Justru saya senang kesebelasan Inggris tersingkir dari kejuaraan manapun! Kenapa begitu? Ya gampang saja, karena saya tidak suka kesebelasan nasional Inggris. Meskipun saya termasuk yang agak rajin nonton English Premier League (syukur di EPL banyak orang2 asing non-Inggrisnya!), tetapi saya tetap tidak suka dengan kesebelasan Inggris. Gol Mladen Petrić di menit ke-78 membuyarkan harapan Inggris untuk berlaga di Swiss-Austria tahun depan.

Kenapa saya tidak suka (baca:benci) dengan kesebelasan Inggris? Pertama, karena kesebelasan Inggris, entah kenapa, selalu mendapat porsi perhatian pers yang berlebih, padahal prestasinya tidak sehebat itu! Apakah karena Inggris termasuk negara asal muasal sepakbola jadinya mendapat perhatian penuh? Ah, nggak tahu juga, yang penting perhatian pers selalu berlebihan (salah persnya atau kesebelasan Inggrisnya ya?) terhadap kesebelasan Inggris, apalagi terhadap David Beckham, yang nilai nominalnya jauh lebih tinggi dari nilai riilnya! (seperti uang kertas aja!), padahal prestasinya tidak terlalu bagus juga, meskipun juga tidak terlalu jelek. Nanti di bagian akhir kita lihat prestasi Inggris, yang hanya sekali juara piala dunia, sesudah itu tidak pernah lagi. Dan perlu dicatat selain Inggris hanya sekali juara piala dunia, Inggrispun tidak pernah masuk final (runner-up) di kejuaran dunia maupun kejuaraan Eropa! Kedua, saya tidak senang dengan Uni Kerajaan (Istilah saya sendiri dalam Bahasa Indonesia untuk ‘The United Kingdom’ atau The UK) yang menempatkan empat kesebelasan dalam FIFA.  Uni Kerajaan adalah gabungan dari 4 divisi subnegara yaitu: Inggris (England), Wales, Skotlandia (Scotland) dan Irlandia Utara (Northern Ireland). Dalam Bahasa Indonesia, masih terdapat kerancuan dalam istilah Inggris. Inggris, dalam Bahasa Indonesia masih direpresentasikan untuk England, bisa juga untuk Great Britain (England, Scotland dan Wales) dan The United Kingdom (Great Britain ditambah dengan Northern Ireland).  Sebenarnya untuk kata Great Britain, sudah ada padanan kata resminya dalam Bahasa Indonesia yaitu Britania Raya, namun istilah ini masih jarang dipakai. Sedangkan istilah The United Kingdom belum ada padanan kata resminya dalam Bahasa Indonesia, namun untuk membedakan dengan England, maka The United Kingdom saya terjemahkan sendiri menjadi Uni Kerajaan, dan kebetulan singkatannya sama juga: UK. Nah, sekarang kenapa Uni Kerajaan diberi 4 kesebelasan nasional?? Padahal di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak ada yang namanya England (Inggris) atau Skotlandia, yang ada dan diakui adalah Uni Kerajaan (The UK)? Menurut sejarah FIFA, Uni Kerajaan diberi hak istimewa mempunyai 4 kesebelasan nasional karena dua hal: Pertama, Uni Kerajaan dianggap sebagai negara asal sepakbola, dan Kedua, Uni Kerajaan diberi penghargaan karena telah menyelamatkan FIFA dari kebangkrutan di tahun 1947, seharis Perang Dunia II lalu. Nah, inilah ceritanya kenapa Uni Kerajaan diberi jatah 4 kesebelasan nasional.

Dari empat kesebelasan Uni Kerajaan ini, hanya kesebelasan Inggris (England) lah yang paling mendapat perhatian dan yang paling berprestasi (Namun keempat-empatnya tetap saya benci!). Kesebelasan St. George’s Cross ini (Bendera Inggris adalah St. George’s Cross, sedangkan The Union Jack adalah bendera Uni Kerajaan) dianggap sebagai kesebelasan yang melahirkan bintang-bintang (walaupun keokan!) dan kompetisi liganya termasuk yang terbaik di dunia. Sedangkan ketiga kesebelasan nasional lainnya boleh dikatakan sebagai kesebelasan penggembira saja di daratan Eropa dan bukan ancaman serius bagi kesebelasan2 kuat Eropa lainnya. Lalu apa kesebelasan favorit saya? Ehm…. selain kesebelasan PSSI yang keok melulu, sebagai seorang yang sedikit francophile, tentu saja kesebelasan favorit saya adalah Perancis, namun di lapis kedua, saya juga suka kesebelasan Spanyol, Italia dan Jerman. (Dari Amerika Latin saya hanya suka Argentina saja). Ok, sekarang mari kita bandingkan prestasi Inggris dengan prestasi negara2 Eropa lainnya yang menjadi favorit saya (dalam sepakbola tentu saja!).

Negara Piala Dunia (Juara) Piala Dunia (Runner-up Piala Eropa (Juara) Piala Eropa (Runner-Up)
saint_georgee.gifEngland 1 0 0 0
francee_3.gifFrance 1 1 2 0
germanyf2t11x.gifDeutschland 3 4 3 2
italyc4e21.gifItalia 4 2 1 1
spainc1.gifEspaña 0 0 1 1

Nah, di sini kita melihat bahwa kesebelasan Inggris mempunyai prestasi terburuk dibandingkan keempat kesebelasan Eropa lainnya yang menjadi favorit saya. Mungkin hanya kesebelasan Spanyol lah yang sedikit lebih buruk dibandingkan kesebelasan Inggris. Kesebelasan Spanyol memang belum pernah menjadi juara dunia maupun runner-up juara dunia, namun kesebelasan Spanyol telah satu kali masing-masing sebagai juara Eropa (1964) dan juga sebagai runner-up Eropa (1984).

Kesebelasan Inggris, sekarang sudah gagal untuk berlaga di Piala Eropa 2008 Austria-Swiss. Tentu ini memperpanjang catatan buruk kesebelasan nasional Inggris di kancah internasional. Sebenarnya sayang juga ya kesebelasan Inggris gagal ke Swiss-Austria tahun depan? Lho kok tidak konsisten begitu, katanya senang Inggris gagal? Bukan begitu… karena di setiap turnamen agar lebih ramai, saya biasanya menempatkan kesebelasan Inggris sebagai “The Bad Guy“! Seperti film aja ‘kan? Kalau nggak ada penjahatnya, filmnya jadi kurang ramai! Nah, begitu pula dengan sebuah turnamen kalau tidak ada “The Bad Guy“-nya jadi kurang seru! Because we need the bad guy to vamp up the championship! Huehehehe…. :mrgreen:

Iklan

20 responses to “Dan Inggris akhirnya tersingkir………

  1. kalau Indonesia, gimana kang, diulas juga dong

  2. Saya nggak mau jadi Bad guy…
    jadi milih sedih saja lah Inggris nggak lolos 😦
    saya kan punya final idaman Prancis VS Inggris, tapi gara-gara blunder sang kiper (arrghh…)

    Koq Indonesia nggak ada statistiknya, siapa tahu jadi juara dunia tahun 2018?
    tapi saya yangt jadi wasitnya.h3w 🙂

  3. huehehe..kasian bgt nasib Inggris.
    btw, gak mbahas kekalahan Indonesia vs Syria? :mrgreen:

  4. Wah, ketinggalan info nih. Kesebelasan nasional Inggris saya juga nggak begitu suka, Bung Yari. Terkesan arogan dan diblow-up pers secara berlebihan seperti yang diungkapkan Bung Yari. Tapi Liga priemernya saya kira masih yang paling bergengsi dibanding liga Eropa yang lain. Bukan semata-mata lantaran bertaburan bintang klas dunia, melainkan juga permainannya yang menggabungkan antara kick and rush plus teknik tinggi yang dipertontonkan oleh para pemain impornya. *Halah sok tahu nih*.

  5. HAhahaha… iya dari dulu saya juga aneh kenpa prestasi Inggris yang biasa-biasa saja diagung-agungkan oleh pers. Sekarang saya jadi tahu alasannya, lewat artikel ini. Thank ya Pak Yari…

    Kalau kesebelasan di Eropa yang saya suka sebetulnya adalah Jerman dan Perancis. Sedangkan Inggris biasa-biasa saja (saya hanya suka liga premiernya saja). Yang paling saya ga suka justru Italia (mainnya “buruk”, tapi aneh sering jadi juara…).

    Kalau tim Amerika Latin, saya malah suka Brazil, kalau Argentina sering bikin kecewa… (jadinya ga suka deh…). 😀

  6. jadi seperti itu ya si david.. eh UK. 😀 jadi tau nih. 😀

  7. IMO England sll dapat perhatian berlebih karena memang EPL yg mmg sdg jd liga terseru skarang ini. Dulunya jg s4 jadi berita karena hooligan-nya, dan akhir2 ini jg karena WAGs yg numpang tenar itu… Sebenarnya sebagai tim mereka memiliki pemain2 yg memang bintang (skalipun tanpa Beckham yg kurang disukai bang yari itu), hanya sj, IMO, para pelatih2 England (McClaren dan dulunya Ericsson) selalu memasang komposisi pemain yg “aneh”.Misalnya pemanggilan Theo Walcott ke PD 06 yg gak guna, atau duet Lampard-Gerrard yg sll tumpang tindih perannya…

    Soal 4 tim UK di FIFA itu, AFAIK mereka memang berdiri duluan dari FIFA. Jd bgitulah…

    Sy sih suka timnas England (aslinya supporter Itali sih). Tapi kalo memang gak lolos, berarti ya memang gak pantas lolos.

  8. Inggris ga lolos. Saya biasa aja. Sedih ga, senang juga ga, he he he.
    David kan ganteng, berpenampilan keren lagi. Tapi, prestasi dia bagi saya biasa aja apalagi sewaktu masih di team Real madrid.

  9. mas yari sptnya sebel sama kes. Inggris dari dulu deh walaupun pemain2nya udah ganti semua.
    Aku dah di jkt mas. ayas negnak tegnab sam hehehe…

  10. nyesel juga inggris gagal 😦

  11. @anggara

    Wah, males ngebahas kes. Indonesia, bukan karena nggak nasionalisme, tapi apa yg mau ditulis, wong kalah melulu kok….. nulis kes. Indonesia cuma bikin kesel aja! 😀

    @SQ

    Statistik kesebelasan Indonesia?? Hmmmm…. ntar isi2nya 0 0 0 0 semua dong! Wong belum pernah juara apa2an kecuali juara SEA Games! Huehehehe… 😀

    @eNPe

    Males…. abis kalah sih! Apanya yg mau dibahas? :mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya

    Wah, nggak sok tahu kok, analisis pak Sawali banyak benernya juga lho! 😀

    @mathematicse

    Huehehehe…. jadi kesimpulannya ada persamaan dan perbedaan antar kita mengenai kesebelasan2 favorit ya? Huehehehe…. siip deh…. emang wajar sih… namanya juga negara demokrasi ya bebas memilih dong! Tul nggak? :mrgreen:

    @benbego

    Ya…ya… seperti itu! 😀

    @jensen99

    Ya, bebas2 dong memilih kesebelasan favorit! 😀 Tapi omong2 UK lebih dulu berdiri dari FIFA jadi berhak dengan 4 kesebelasan?? Ada peraturan begitu ya di FIFA? 😛 Kok sepakbola Ukraina yang berdiri tahun 1894, yang lebih dulu dari berdirinya FIFA (1930), sewaktu masih bergabung dengan Uni Soviet, nggak diberi kesebelasan sendiri?? Juga kesebelasan ‘propinsi’ Catalunya di Spanyol. 😛
    :mrgreen:

    @Hanna

    Mbak, ‘kan lebih banyak tuh pemain2 Italia atau Spanyol yang jauh lebih ganteng daripada si Beckham, cuma mereka tidak terkenal saja. Mainnya juga banyak yang bagus2. Nah, bagaimana tuh? 😀

    @abintoro

    Jaga kesehatan ya Bin, konsentrasi sama kerjaan, nggak usah mikir yang bukan2 dulu. Nanti kalau aku mau ke jkt, aku sms deh sehari sebelumnya, tapi aku nggak janji ya! 🙂

    @GRaK

    Huehehehehe…… :mrgreen:

  12. INggris dibenci??? dalam masalah ini semua agama tidak tidak dilarang membeci … 🙂

    Kalau saya semula suka dengan gaya kecepatan bermainnya, namun seiring waktu, tim Eropa lainnya lebih tregginas lagi. Jadi biarlah si David yang terlalu di eksploitasi itu mengalami titik jenuh…

    Oleeee ole ole… oleeeee.. (seeprti di lapangan nih, komentnya)

  13. suka nonton epl tapi gak suka tim Inggris..*garuk2 kepala cempluk*

  14. oohh… ngomongin bola yah? saking senengnya nge-BLOG, saya kayaqe jadi rada-rada go-BLOG, jadinya dah gak pernah nonton bola! tapi saya masing inget koq, kalo bola itu bentuknya lonjong! *itu di komik sama film kartun sih, he he he*

  15. Prestasi dan kepribadian yang baik dari seseroang juga bisa membuat kita ngefans lho, he he he. Sudah jarang ikutin sepak bola sekarang ini. Nama-nama pemainnya juga banyak yang lupa. Piala Eropa nanti saya ikutin deh biar bisa nyambung kalo baca postingan kaya gini lagi. Dah…
    Sampai ketemu postingan berikutnya yach.

  16. @Kurt

    Yeee…. Benci di sini bukan berarti benci semuanyalah…. di sini yg dibenci cuma kesebelasan Inggris saja yang terlalu ‘diberitakan’ oleh pers. :mrgreen:

    Yah…. si David saya rasa juga mulai mengalami titik jenuh sejak dia di el Real. Hanya sekali2 saja dia bisa menghadirkan permainan ‘cantik’, apa lagi akhir2 dia lebih sering dibangkucadangkan. Mungkin juga si David ini terkena beban mental yg sangat! Jadi biarin deh, sukurin! Pelajaran buat bintang2 yg lebih diekspos bukan karena prestasinya! 😀

    @andi bagus

    Baru tahu ya? :mrgreen: Jangan heran, saya lebih suka EPL daripada kesebelasan nasional Inggris, karena di EPL banyak orang2 asing non-Inggrisnya! Jikalau nanti di EPL tidak ada lagi orang2 asing lagi, tentu tidak akan saya tonton lagi! 😛
    :mrgreen:

    @andex

    Iya sih…. emang ngga semua orang seneng bola…. tapi masih bagus tuh, masih inget bentuk bola spt apa…. huehehehe…. 😀

    @Hanna

    Huehehehe…. kalau nggak nyambung juga ngga papa kok sebenarnya, ya nyambung2 dikit juga ngga papa. 😀

  17. haha iya bang, tanpa Inggris di Piala Dunia 1994 saja tetap rame kok. Saya gak favorit Inggris, tapi klub favorit saya, tetep, Youl Never walk alone (Liverpool)

    -salam kenal-

    _________________________________________________

    Yari NK replies:

    Iya sih…. sebenarnya tanpa Inggris sebuah turnamen juga tetep ramai. Ya, ya, Liverpool banyak pemain asing non-Inggrisnya ya? O ya, terims ya telah mampir di blogku! Dan salam kenal juga! 🙂

  18. Ya ya ya … sepakbola memang berasal dan “punya” Inggris yang sering kita kacaukan pemkanaannya. Saya pehobi berat sepakbola, dari pertandingan di Banjarmasin, apalagi semasa Baritio Putra jaya (saya pernaha jadi pengurus. Tapi, saya punya penyakit (kali aja), tidak punya kesenelasan fanaik, dalam dan luar negeri.

    Libido bola saya tersalurkan apabila melihat permaian bagus, saya mendukun, dan menjadikan sebagai favorit. Ceko misalnya ketika bermain baik, atau MU, atau Bacelona atau Inter. Saya suka permaiannya bukan kesebelasanya.

    Kalau ada yang tidak saya sukai, sepakbola liga Indonesia? bukan kesebelasannya tetapi Pemko, Pemkab, atau Pemrov yang mengucurkan dana. Apa fasal?

    Menyewa pesepakbola LN, dan hasilnya semakin jelek, … uang rakyat dipakai dari APBD. Kalau rasional … bikin lapangan bola yang bagus dulu … liga-ligaan belakanganlah. Dana dari APBD untuk bkin sarana dan prasana, baru yahud.

    Kalau di setiap kota, kabupaten, atau kecamatan, lapangan blanya bagus, dalam sepuluh tahun ke depan, Insya Allah prestasi semakin baik. Tinggal, menyingkirkan begajul-begajul yang ngurusi sepakbola.

    Sori ya Maz Yari, agak melenceng nih. Saya suka Liga Inggrisd, sekali lagi, permainannya.

    ____________________________________________________________________________

    Yari NK replies:

    Ah, nggak terlalu OOT kok. Memang bagi sebagian orang menonton sepakbola karena kesebelasan favoritnya, atau karena permainan cantiknya, tak peduli kesebelasannya, seperti pak Ersis ini, atau juga bahkan karena pemainnya yang ganteng2 (terutama bagi perempuan2 yg nonton sepakbola), ya semuanya sah2 saja sih. Seperti kita nonton film saja, ada yang senang karena ceritanya, ada yang senang dengan genre filmnya (misalnya senang genre film horror), atau senang karena lihat bintang filmnya yang ganteng2 atau yg cantik2, ya semuanya sah2 juga kan?

    Nah, kalau menurut saya, masalah liga atau stadion dulu, saya rasa tidak terlalu mutlak mana dulu. Di negara2 Afrika, yang stadionnya jauh lebih buruk dari di sini (scoreboard-nya aja ada yang masih sistem karton manual, jarang yang elektronik, hanya di Afrika Selatan saja, di negeri Afrika yang banyak bulénya yang stadionnya sudah bagus2, yang terpilih jadi tuan rumah piala dunia 2010), namun karena mungkin bakat ditambah seringnya bermain di liga Eropa, kesebelasan2 nasional negara2 Afrika banyak yang lebih bagus daripada kesebelasan nasional Indonesia bahkan dari kesebelasan Korea Selatan dan Arab Saudi. Misalnya: kesebelasan Kamerun dan Ghana yang kesebelasan nasionalnya maju sekali dan berkali2 menjadi kuda hitam di piala dunia. Jadi tidak musti harus stadion dulu. Di negara2 Afrika tersebut sebelumnya sudah ada liga meskipun jauh dari profesional, dengan stadion yang sangat parah, namun mereka dilirik oleh kesebelasan2 kaya Eropa, mereka diasah kemampuannya, dan diajarkan disiplin gaya liga2 Eropa, dari situlah jadilah mereka kesebelasan2 nasional dari Afrika yang bermutu tinggi. Jadi tidak perlu harus stadionnya dulu.

    Nah, mengenai kemandirian klub2, saya rasa juga kalau mau maju, sedikit2 harus mencontoh klub2 profesional di luar negeri. Kalau bisa lepas dari APBD. Jalan menuju kemandirian ya banyak, misalkan relakanlah klub2 kesayangan kita ‘dimiliki’ oleh orang2 asing demi kemajuan prestasi dan suntikan dana. Contoh: Dahulu orang2 Inggris juga tidak rela, Arsenal dibeli oleh orang Rusia, Roman Abramovich, atau Manchester City dibeli oleh orang Thailand Thaksin Shinawatra, namun demi kemajuan klub2 kesayangan mereka, masyarakat Inggris menjadi yakin bahwa ‘pembelian’ klub2 kesayangannya itu sedikit banyak akan mendongkrak prestasi mereka atau minimal berhasil mengatasi kesulitan dana yang terjadi. Jadi menurut saya, jikalau ingin maju, bukan saja pemain dan pelatihnya yang bermental bijaksana, namun juga para pengurusnya dan bahkan masyarakat pencinta sepakbola harus bermental bijaksana dan terbuka. Jadi biarkan Persib ‘dimiliki’ oleh orang asing, atau Persija ‘dibeli’ oleh orang asing, ini kalau mau prestasi sepakbola kita melejit. Ok? Terims ya pak Ersis atas komentarnya. 🙂

  19. Finally the beginning of English Premier League. Will be exciting and unpredictably. With SkySportsHD1 we can watch recaps and highlights from all games.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s